cover
Contact Name
Dede Hidayatullah
Contact Email
dayatdh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.undas@kemdikbud.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
ISSN : 18584470     EISSN : 26856107     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Undas is a journal of language and literature research. First published by Balai Bahasa South Kalimantan since 2006. This journal is a research journal that publishes various research reports, both literature studies and field studies, linguistics and literature include structural linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral literature (folklore), philology, pure literature, applied literature, and interdisciplinary literature. Publish regularly twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
Nilai Lingkungan dalam Kumpulan Cerpen Pilanggur Salusin Kisdap Banjar Karya Hatmiati Masy’ud Nurhidayati Kurniasih
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2761

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kearifan lingkungan dalam kumpulan cerpen Pilanggur Salusin Kisdap Banjar karya Hatmiati Masy’ud yang diwakili oleh Palak (Asap), Tambun (Hantu Banyu), dan Tulak Bala (Tolak Bencana). Teori ekokritik dan teori sosiologi digunakan dalam penelitian ini sebagai alat untuk menganalisis karya sastra dari sudut pandang lingkungan dan menghubungkannya dengan fakta sosial yang diacunya. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif sedang teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik simak, teknik catat, dan teknik kepustakaan. Prosedurnya membaca secara cermat; meneliti masalah kearifan lingkungan; mengklasifikasikan dan mengalisis permasalahan lingkungan berdasarkan pendekatan sosiologi karya sastra dalam teori sosiologi sastra dan teori ekokritik kemudian menyimpulkan kearifan lingkungan dalam cerpen pilihan tersebut adalah (1) penghargaan alam; (2) masalah lingkungan alam; dan (3) kearifan lokal dalam mengatasinya.This study is motivated by the increasing issue of global environmental warming. This study aims to describe environmental value in the short story collection of Pilanggur Salusin Kisdap Banjar by Hatmiati Masy’ud. This study uses descriptive qualitative method. The data are in the form of sentences containing environmental value in the short story collection of Pilanggur, they are; (1) Palak (smoke), (2) Tambun (Water Ghost), (3) Tulak Bala. The data technique used in this study is reading, note-taking, and library technique. The data analysis is done through several stages, they are (1) reading carefully, (2) identifying the problem, (3) classifying the environmental value, (4) analyzing the problem of environmental value based on extrinsic approach in sociology literature theory and ecology theory, (5) summarizing the environmental value about the solution offered in the story. The result shows that there are environmental values with its conflict and solutions offered, they are; (1) Palak short story, the conflict is about prolonged smoke pollution and environmental value with its offered solution, they are from action and spiritual aspect, (2) Tambun short story, the conflict is about polluted and dirty river and the solution is by maintaining the existence of the river, (3) Tulak Bala short story, the conflict is about village fire and the solution is by raising the knowledge of the people about the importance of environmental awareness. Afterward, ecocriticism in the short story collection of Pilanggur Salusin Kisdap Banjar are (1) the representation of nature in the short story, (2) the role of physical background (environment) in the plot of the short story, (3) the values of local wisdom, and (4) the metaphor of land (earth) and its attitudes. 
Akulturasi Budaya dalam Cerpen Hitam Putih Kotaku Karya Rismiyana Agus Yulianto
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2764

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui bentuk-bentuk akulturasi budaya yang terdapat dalam cerpen Hitam Putih Kotaku Karya Rismiyana; 2) untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya akulturasi budaya tersebut? dan  3) untuk mengetahui pandangan Islam terhadap budaya yang lahir dari akulturasi budaya yang terdapat dalam cerpen. Metode yang digunakan dalam menganalisis novel adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa akulturasi yang terjadi dalam cerpen sejatinya adalah akulturasi antara Islam dan kebudayaan Barat. Adapun faktor yang menyebabkan akulturasi adalah hegemoni kebudayaan Barat saat ini dan budaya yang lahir dari hasil akuturasi tidak sepenuhnya sesuai dengan ajaran Islam murni.The aim of this study are: 1) To find out the forms of cultural acculturation found in the Hitam Putih Kotaku short story by Rismiyana; 2) to find out the factors behind the culture acculturation? and 3) to find out the Islamic view of the culture due to cultural acculturation in the short story. The method of analyzing this novel is a qualitative descriptive method with sociology of literature approach. The results of the analysis show that the acculturation in the short story is between Islam and Western culture. The influencing factors on acculturation are the hegemony of current Western culture and the results of acculturation are not entirely in line with the teachings of pure Islam. 
Hubungan antara Sampul dan Isi Novel Raumanen: Kajian Sastra Bandingan Malik Abdul Karim; Novi Diah Haryanti
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3600

Abstract

Sudah hampir lima puluh tahun usianya, Raumanen karya Marianne Katoppo yang ditulis pada 1975 nyatanya masih eksis hingga sekarang. Bahkan, pada 2018 ia baru saja diterbitkan ulang oleh penerbit besar Grasindo. Terbitan terbarunya dihiasi dengan desain sampul yang cantik dan menyenangkan berbanding terbalik dengan kisahnya yang pahit dan pedih. Tulisan ini melihat bagaimana perempuan tahun 1960-an direpresentasikan kembali melalui sampul barunya yang bergaya khas melenial. Konten novel Raumanen dikaji dengan teori representasi dan ditemukan bahwa, novel tersebut merepresentasikan perempuan kalah. Sampulnya dikaji dengan teori semiotika Peirce dan ditemukan bahwa, sampul turut merepresentasikan perempuan yang kalah, melalui visualisasi kematian tokoh perempuan. Dengan demikian kedua korpus tersebut memiliki hubungan yang saling menguatkan suatu representasi identitas perempuan dalam Raumanen.It’s almost fifty years old, Marianne Katoppo's novel titled Raumanen that written in 1975 is still in existence today. Even it had just been republished by the major Grasindo publisher at 2018. Its latest version is adorned with a beautiful and pleasing cover design, that opposed to its bitter and poignant story. This paper examines how women in 1960s are represented again through the new millennial-stylized cover. Raumanen's content was studied with Stuart Hall’s representation theory and it was found that the novel represented a woman who lost. On the other hand, Raumanen's cover was studied with Peirce's semiotic theory and it was found that the cover also represented a woman who lost, through the visualization of a female character’s death. Thus the two corpuses have a mutually reinforcing relationship to represent women's identity in Raumanen. 
Wajah Pasar Terapung Sebagai Ikon Wisata Banjarmasin, Kalimantan Selatan dalam Sastra: Kajian Sastra Pariwisata Derri Ris Riana
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2808

Abstract

Wisata pasar terapung dalam sastra menarik dikaji dengan menggunakan kajian sastra pariwisata. Keterkaitan sastra dan pariwisata tampak pada sastra turut mempromosikan daya tarik wisata. Sebaliknya, sastra juga terinspirasi oleh aktivitas wisata. Penelitian ini mengkaji daya tarik pasar terapung dan upaya menjaga eksistensi pasar terapung di tengah modernisasi dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan daya tarik pasar terapung dan upaya menjaga eksistensi pasar terapung di tengah modernisasi dalam karya sastra. Metode deskriptif digunakan dengan pendekatan sastra pariwisata, khususnya kajian tematik sastra pariwisata (tourism themes). Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa cerpen “Galuh Pasar Terapung”, puisi “Kidung Pasar Terapung”, puisi “Cahaya Borneo”, puisi “Pasar Terapung”, dan puisi “Pasar Terapung”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik pasar terapung yang terdapat dalam karya sastra bertema pasar terapung berupa atraksi, aksesibilitas, fasilitas, dan sarana pendukung. Atraksi ditunjukkan melalui transportasi jukung dan kelotok; topi khas Banjar berupa tanggui dan penutup kepala tengkuluk; sistem transaksi jual-beli; galah pengait kue; dan barang dagangan yang digambarkan oleh tokoh-tokoh cerita. Aksesibilitas menuju pasar terapung terpenuhi dengan adanya kelotok sewaan yang digunakan oleh tokoh cerita sebagai wisatawan untuk menuju pasar terapung. Fasilitas berupa masjid dekat dermaga yang memudahkan tokoh cerita sebagai wisatawan untuk melaksanakan ibadah. Sementara itu, sarana pendukung lain adalah tersedianya pemandu wisata. Berbagai upaya menjaga eksistensi pasar terapung di tengah modernisasi terekam dalam karya sastra bertema pariwisata, antara lain meregenerasi penerus pasar terapung; melakukan promosi wisata, baik melalui media cetak maupun televisi; dan melakukan kreativitas sehingga daya tarik pasar terapung semakin diminati oleh wisatawan.The tourism of floating market in literature can be studied by using literary tourism. The link between literature and tourism can be seen from literature also promotes tourist attraction. On the other hand, literature is also inspired by tourist activities. This research examines the attractiveness of floating markets and the efforts to maintain the existence of floating markets in the midst of modernization in literary works. This study aims to describe the attractiveness of floating markets and efforts to maintain the existence of floating markets in the midst of modernization in literary works. Descriptive method is used by using literary tourism approach, especially thematic study of literary tourism. The documentation technique is  used to collect data, such as  "Galuh Pasar Terapung", "Kidung Pasar Terapung", "Cahaya Borneo", "Pasar Terapung", and "Pasar Terapung". The results showed that the attractiveness of the floating market in literary themes were the attractions, access, amenities, and ancillary. Attractions are shown through jukung and kelotok transportation; a tradisional Banjar hat, tanggui and head cover, tengguluk; buying and selling transaction system; cake hook tool; and commodity that are depicted through the characters. Access to the floating market is fulfilled by the availability of rental kelotok for the character as tourists. Amenity in floating market is the avaibility of mosque near the pier which makes it easier for the character as tourists to carry out worship. Meanwhile, ancillary is the availability of tour guides. Various efforts to maintain the existence of floating markets in the midst of modernization can be seen in literary tourism themes include regenerating the successors of the floating market; conducting tourism promotion, either through print or television media; and do creativity so that the attraction of the floating market is increasingly in demand by tourists.
Undas: Volume 17, Nomor 1 Prakata, Daftar Isi, Abstrak
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3763

Abstract

Analisis Wacana Kritis Lirik Lagu “Lexicon” Ciptaan Isyana Sarasvati Hana Putri Lestari
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3398

Abstract

Penelitian ini merupakan bentuk apresisasi kepada Isyana Sarasvati atas keberaniannya membuka jati diri musikalitasnya yang sebenarnya melalui lirik “Lexicon”. “Lexicon” adalah  manifestasi kejujuran Isyana Sarasvati sebagai seorang musisi atau seniman yang mengabdikan diri dan musik ciptaannya kepada seni, bukan kepada uang atau kapitalis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap makna leksikon yang dimaksud Isyana Sarasvati. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang akan mendeskripsikan analisis wacana kritis pada lirik “Lexicon” ciptaan Isyana Sarasvati dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan analisis wacana, dan teori yang digunakan adalah teori analisis wacana kritis Teun A. van Dijk. Penelitian ini akan menjelaskan analisis dimensi teks, yang terdiri atas struktur makro (tematik), superstruktur (tematik), dan struktur mikro (semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris), analisis kognisi sosial, serta analisis konteks sosial dalam lirik “Lexicon”. Hasil penelitian menunjukkan “Lexicon” bermakna kamus hidup Isyana Sarasvati yang terdiri dari beberapa emosi di antaranya, semangat, kesedihan, peringatan (khawatir), harapan, kesenduan, dan kebahagiaan.
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Vlog Q&A Sesi 3 Pada Kanal Youtube Sherly Annavita Rahmi Sifrotul Faroh; Asep Purwo Yudi Utomo
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2793

Abstract

Vlog (video blogging) adalah bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan media vlog yang merepresentasikan personalitas dan biasanya membahas, menceritakan, atau mendiskusikan tentang konten-konten tertentu. Selain menjadi sarana hiburan, video blog juga memberikan pengetahuan bagi para penikmatnya. Salah satu vlog mengadung banyak pengetahuan adalah Vlog Q&A sesi 3 milik Sherly Annavita Rahmi di media sosial Youtube. Perlu diketahui bahwa jenis vlog yang sering diunggah dalam kanal youtube tersebut adalah vlog motivasi, Question & Answers (Q&A), serta opini penutur terhadap berbagai isu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam tindak tutur ilokusi yang ada pada Vlog Q&A sesi 3. Pendekatan penelitian ini berupa pendekatan deskriptif kualitatif. Penulis menggunakan metode observasi dengan mengunduh video blog, kemudian menggunakan teknik pencatatan untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan melalui transkripsi, analisis terjemahan dan interpretasi, kemudian dibuat kesimpulan tentang jenis tindak tutur ilokusi yang digunakan penutur dalam Vlog Q&A sesi 3. Data penelitian ini berupa tuturan yang disampaikan oleh pemilik akun kanal youtube Sherly Annavita Rahmi. Dari hasil analisis data, ditemukan terdapat lima jenis tindak tutur ilokusi yang dipakai penutur, diantaranya yaitu : (1) tindak tutur asertif menyatakan, menunjukan, menyatakan pendapat, berspekulasi, dan menyebutkan; (2) direktif memerintah, meminta, menyarankan, mengajak, menyuruh, dan mendesak; (3) ekspresif mengucapkan terima kasih, mengkritik, dan mengucapkan selamat; (4) komisif menawarkan dan (5) deklaratif memutuskan. Penelitian ini diharapkan dapat menemukan jenis dan makna tuturan ilokusi dalam vlog yang akan berguna untuk referensi dalam kehidupan.Vlog (video blogging)  is a form of blogging activity using vlog medium which represents personality and usually discusses, tells, or discusses about certain content. Besides being entertainment, video blogging also provide knowledge for the audience. One of the vlog that is full of knowledge is the vlog "Q&A Session 3" contained on Sherly Annavita Rahmi's channel on social media Youtube. Please note that the types of vlogs that are often uploaded in the YouTube channel are motivational vlogs, Question & Answers (Q&A), and speakers' opinions on various issues. This study aims to describe the range of illocutionary speech acts that exist in the V&A Q&A Session 3. The research approach is a qualitative descriptive approach. At the stage of data collection, the authors use the observation of referring to downloading vlogs first, and followed by the note taking technique. The author uses the method of referring to downloading vlogs and continued with note taking techniques to collect data. Data analysis was performed by transcription, translation analysis and interpretation, then making conclusions about the types of illocutionary speech acts used by speakers in the V&A Q&A Session 3. The research data is in the form of utterances delivered by Sherly Annavita Rahmi's youtube channel account owner. Based on the data analysis, there are five types of speech acts of are (1) asertive speech acts, including stating, speculating, and mentioning; (2) directive ordering, giving cue, suggesting, and urging; (3) expressive thank you, criticize, and congratulations; (4) commisives, includes offer; and (5) Declarative, including deciding. From this research it is expected to find the types and meanings of illocutionary speech in vlogs that will be useful for reference in life.language, vlog, sherly annavita rahmi, speech acts, illocution
Legenda Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Pengaruhnya pada Masyarakat Banjar Dede Hidayatullah
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2838

Abstract

Cerita para datu merupakan cerita dalam bentuk legenda yang menceritakan kiprah para datu dalam membina masyarakat  dan menyebarkan ajaran Islam. Legenda Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari merupakan cerita yang terdapat di Martapura yang mempunyai peranan penting dalam penyebaran agama Islam di Kalimantan Selatan. Penelitian ini akan membahas tentang legenda salah seorang datu yang menyebarkan agama Islam di Kabupaten Banjar, yaitu Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Penelitian ini bertujuan menguraikan tentang mitos Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, mendeskripsikan perjalanan hidupnya  dan keramat Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi deskritif. Dengan metode akan diuraikan pengaruh  yang muncul dari legenda Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari pada  budaya dan kehidupan masyarakat Banjar. Dengan menggunakan metode ini ditemukan bahwa legenda Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari telah membentuk karakter orang Martapura menjadi suka akan ilmu, peduli pada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, yaitu pesantren dan memandang keramat sebagai pelengkap keilmuan, bukan menjadi fokus dalam menuntut ilmu dan ibadah. The story of the datu is a story in the form of a legend that tells the role of the datu in developing society and spreading Islamic teachings. The legend of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari is a story from Martapura, which has an important role in the spread of Islam in South Kalimantan. This study will discuss the legend of one of the datu who spread Islam in Banjar Regency, namely Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. The objective of this study is to describe the myth of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, the story of his life, and the sacredness of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Using the ethnographic descriptive method, it will reveal the influence that emerged from the legend of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari in the Banjar society. This method has shown that the legend of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari has shaped the character of the Martapura people. They like studying and care about the development of educational facilities and infrastructure, such as Islamic boarding schools, and view of sacredness as a part of science, not as a focus in studying and worship.
Metode Penerjemahan Metafora pada Novel Peter Pan Karya J.M. Barrie Fikriya Choiruna Buditama; Sajarwa Roman
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3181

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan metode-metode penerjemahan metafora dalam novel Peter Pan karya J.M. Barrie. Hal itu disebabkan oleh metafora merupakan bahasa figuratif yang dalam proses penerjemahannya ditemukan kesulitan untuk mencari kesepadanannya dalam bahasa sasaran. Dalam penelitian ini, proses penerjemahan tersebut dianalisis melalui delapan metode penerjemahan, yakni penerjemahan kata per kata, penerjemahan literal, penerjemahan setia, penerjemahan semantis, penerjemahan komunikatif, penerjemahan idiomatis, penerjemahan bebas, dan penerjemahan adaptasi. Sementara itu, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif, yaitu membandingkan metafora dalam novel Inggris dalam novel Peter Pan dengan terjemahan metafora dalam novel terjemahan berbahasa Indonesia. Data metafora dianalisis secara kualitatif berdasarkan metode penerjemahannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) perbedaan sistem kebahasaan serta pola pikir pengguna bahasa sumber dengan bahasa sasaran menyebabkan tidak semua metafora dapat diterjemahkan dengan menggunakan padanan metafora dalam bahasa sasaran dan (2) dengan menggunakan metafora yang tepat, penerjemah dapat menyampaikan berbagai makna metafora teks sumber ke dalam teks sasaran tanpa mengubah makna dan citranya.Metaphor is a figurative language whose formation is influenced by cultural background thus the equivalent of source language cannot necessarily be found in the target language. The application of the translation methods can affect the result of translation equivalent.  Therefore, this research aims to identify and describe the methods of metaphor translation in the J.M. Barrie’s novel, “Peter Pan”. This is a comparative research since it compares the metaphors found in the English source novel with their translations in its Indonesian translated novel. The metaphorical expressions used as the data are in the form of word, phrase, and clause which were taken purposively and were analyzed descriptively qualitatively based on Newmark’s theory of translation methods. The result shows that (1) there are eight translation methods which are used by the translator such as word-for-word translation, literal translation, faithful translation, semantic translation, communicative translation, idiomatic translation, free translation, and adaptation translation; (2) the difference in the linguistic system between the source language and the target language causes not all the metaphorical expressions are able to be translated with the equivalent metaphorical expressions; and (3) translation equivalent can be achieved if the translator is able to adjust the translation methods with the type of metaphorical expressions to be translated.
Undas: Volume 16, Nomor 2 Prakata, Daftar Isi, Abstrak
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 8 of 13 | Total Record : 123