cover
Contact Name
Dede Hidayatullah
Contact Email
dayatdh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.undas@kemdikbud.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
ISSN : 18584470     EISSN : 26856107     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Undas is a journal of language and literature research. First published by Balai Bahasa South Kalimantan since 2006. This journal is a research journal that publishes various research reports, both literature studies and field studies, linguistics and literature include structural linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral literature (folklore), philology, pure literature, applied literature, and interdisciplinary literature. Publish regularly twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
The Discussion On Religious And Ethnical Dictions Of Online Headlines Irawan Syahdi
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2737

Abstract

This study discusses the effects or impacts of using diction related to ethnicity and religion or belief found in several online headlines. The method in this study is a descriptive method with a qualitative form of research stated by Kaelan, and uses data analysis techniques suggested by Miles and Huberman. This discussion of diction uses the theory put forward by Gorys Keraf. Based on the results of data analysis, it is found that the use of diction related to a particular ethnicity or religion as a whole will give and trigger negative effects or impacts on the social community who read it, even though the news presented is based on actual facts. Penelitian ini mendiskusikan efek atau dampak pengunaan diksi yang berkaitan dengan suku dan keagamaan atau kepercayaaan  yang ditemukan dalam beberapa headlines berita online. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian bersifat kualitatif yang utarakan oleh Kaelan, dan menggunakan teknik nalisis data yang disarankan oleh Miles and Huberman. Diskusi penggunaan diksi ini memanfaatkan teori yang dikemukakan oleh Gorys Keraf. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa penggunaan diksi yang berkaitan dengan suku atau agama tertentu secara keseluruhan akan memberikan dan memicu efek atau dampak negatif bagi masyarakat sosial yang membacanya, walaupun berita yang disajikan berdasarkan fakta aktual.
Hegemoni dalam Kumpulan Cerpen Kinokot Karya Andhika Mappasomba: Kajian Hegemoni Gramscian Sakaria Sakaria; Nurlailatul Qadriani; Nursyamsi Nursyamsi
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3415

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk hegemoni dalam kumpulan cerpen Kinokot karya Andhika Mappasomba. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa teks yang mengacu pada bentuk-bentuk hegemoni dalam cerpen “Kinokot” dan “Dia Tak Pernah Kembali” karya Andhika Mappasomba sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu kumpulan cerpen Kinokot yang diterbitkan oleh P3i Press pada tahun 2018. Objek formal penelitian ini adalah teori hegemoni Gramsci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk hegemoni tampak pada dua cerpen yang ada di dalam kumpulan cerpen Kinokot yaitu cerpen Dia Tak Pernah Kembali dan cerpen Kinokot. kedua cerpen tersebut menunjukkan adanya bentuk hegemoni menyeluruh yang dibuktikan dengan hadirnya tokoh yang dengan sadar melarungkan anaknya ke laut demi mematuhi anjuran pemerinta tentang keluarga berencana. Selain hegemoni menyeluruh, kedua cerpen tersebut, menghadirkan bentu hegemoni minimum yang dibuktikan melalui sikap negosiasi dan resisten yang ditampakkan dalam cerita. Kata Kunci: hegemoni, kumpulan cerpen Kinokot Abstract: This study aims to describe the form of hegemony in a collection of short stories by Andhika Mappasomba Kinokot. This research is a qualitative study using a qualitative descriptive method. The data in this study is in the form of text that refers to the forms of hegemony in “Kinokot” short stories and “He Never Returns” to Andhika Mappasomba's work while the data source in this study is a collection of Kinocot short stories published by P3i Press in 2018. The formal object of this research is the theory of hegemony. Gramsci. The results showed that the forms of hegemony were seen in the two short stories in the Kinokot short story collection, namely Dia Tak Never Return and the Kinokot short stories. The two short stories show a form of overall hegemony as evidenced by the presence of a character who is conscious of throwing himself out to sea in order to comply with the government's recommendation regarding family planning. In addition to the overall hegemony, the two short stories present a minimum form of hegemony as evidenced by the negotiation and resistance attitudes shown in the story.Keywords: hegemony, collection of short stories Kinokot
Leksikon Nama Hewan dan Tumbuhan pada Peribahasa Bakumpai: Kajian Semantik Kognitif NFN Indrawati
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 2 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i2.3895

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tentang peribahasa Bakumpai yang berupa pepatah dan perumpamaan berkaitan dengan penggunaan leksikon nama hewan dan tumbuhan. Tujuan dari penelitian ini, yaitu:  1) menemukan penggunaan leksikon nama hewan dan tumbuhan dalam peribahasa berupa pepatah dan perumpamaan Bakumpai, 2) menemukan intepretasi leksikon nama hewan dan tumbuhan dalam peribahasa berupa pepatah dan perumpamaan Bakumpai. Data tertulis diambil dari buku Bahasa Bakumpai Struktur dan Identitasnya karya M. Hatta Baduani. Selanjutnya data diklasifikasikan berdasarkan leksikon nama hewan dan tumbuhan. Analisis data menggunakan metode intepretatif dengan teori semantik kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penggunaan leksikon nama hewan dalam peribahasa berupa pepatah dan perumpamaan Bakumpai, yaitu:  manuk‘ayam’, asu‘anjing’, baui‘babi’, buayi‘buaya’, burung, ikan, pilanduk‘kancil, barangkatak‘katak’, kambing, bekel‘kera’, kukang, kerbau, musang, cacing, tasak‘cecak’, bajang‘rusa’, dan handipe‘ular’. Sementara itu, leksikon nama tumbuhan yang digunakan dalam peribahasa berupa pepatah dan perumpamaan Bakumpai, yaitu: enyuh’nyiur’, alang-alang, dan  tamparanjang. Intepretasi makna leksikon peribahasa Bakumpai berupa pepatah dan perumpamaan yang menggunakan nama hewan dan tumbuhan yaitu, pepatah dan perumpamaan yang menggambarkan sifat, perilaku, dam fisik manusia, baik sifat , perilaku, fisik yang baik maupun sifat, perillaku, fisik yang tidak baik.
Undas: Volume 17, Nomor 2 Prakata, Daftar Isi, Abstrak
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 2 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitos dan Banjir Dede Hidayatullah
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 2 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i2.4074

Abstract

Abstrak: Banjir besar melanda bumi Kalimantan Selatan pada awal Januari 2021. Pada saat yang sama, muncul mitos-mitos yang berhubungan dengan banjir besar ini.  Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan mitos yang muncul pada saat banjir, menjelaskan hubungan antara banjir (lingkungan) dan mitos ini, dan mengungkap penyebab pengaruhnya kepada masyarakat. Ada beberapa tahapan dalam penelitian ini; Pertama, mendata mitos-mitos yang muncul pada saat banjir besar bulan Januari 2021; Kedua, menghubungkan dan mencari sumber mitos itu dari sastra lisan di Kalimantan Selatan. Ketiga, Mengungkapkan makna mitos tersebut. Keempat, menganalisis mitos-mitos dengan menggunakan teori ekokritik Garrard. Kelima, menghubungkan antara mitos dengan masyarakat serta pengaruh mitos itu dalam masyarakat. Ada dua mitos yang muncul pada saat banjir di Kalimantan Selatan, yaitu mitos naga dan mitos keladi. Mitos naga bersumber dari adanya cerita naga penunggu Sungai Barito dalam cerita Asal Mula Sungai Barito dan Sungai Amandit dalam cerita Legenda Lok Sinaga. Sementara itu, mitos keladi berkaitan dengan pamali yang dipercaya orang Banjar. Kedua mitos ini merefleksikan kebudayaan Banjar yang berkaitan dengan isu lingkungan. Mitos naga merupakan kritik sosial terhadap kondisi pegunungan Meratus yang sudah memprihatinkan akibat pertambangan dan perkebunan sawit, sedangkan mitos keladi merupakan kritik untuk bersikap adil terhadap hutan. Kedua mitos ini juga menunjukkan sikap urang Banjar yang tidak menyalahkan alam, lingkungan, dan cuaca, tetapi menyalahkan diri sendiri karena tidak mampu merawat alam.Kata kunci: mitos, naga, keladi, banjir, dan kerusakan lingkungan Abstract: A big flood hit South Kalimantan in early January 2021. At the same time, the myths related to this big flood came out. The research objectives are first, to describe the myths that came out during the flood, second, to explain the relationship between floods (environment) and these myths, the third, to reveal the causes of their effects on society. There are several stages in this research; First, to list the myths that emerged during the great flood in January 2021; Second, connecting and finding the source of the myth from oral literature in South Kalimantan. Third, revealing the meaning of the myth. Fourth, analyzing myths using Garrard's eco-critical theory. Fifth, connecting myths with society and the influence of these myths in society. Two myths emerged during the big flood in South Kalimantan, namely the dragon myth and the taro myth. The myth of the dragon comes from the story of the dragon guarding the Barito River in the origin story of the Barito River and the Amandit River in the Legend of Lok Sinaga. The taro myth relates to pamali believed by the Banjar people. These two myths reflect Banjar culture relates to environmental issues. The dragon myth is a social critique of the condition of the Meratus mountains, which is already alarming due to mining and oil palm plantations. Meanwhile, the taro myth is a criticism of being wise to the forest. These two myths also show the attitude of the Banjar people who do not blame nature, the environment, and the weather but blame themselves for ignorance of nature. Key word: myth, dragon, taro flood, and environmental damage
Analisis Situasi Tutur dalam Perbedaan Berkomunikasi Presiden Jokowi Melalui Cuplikan Video pada Channel Youtube Metrotvnews Asep Purwo Yudi Utumo
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 2 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i2.2491

Abstract

Dalam berkomunikasi sehari-hari seorang penutur perlu memperhatikan adanya situasi tutur. Maksud dari sebuah tuturan dapat dipahami dan diidentifikasi oleh mitra tutur karena adanya situasi tutur. Selain itu, situasi tutur juga mempengaruhi penutur untuk menentukan ragam bahasa yang sesuai digunakan ketika tuturan itu terjadi. Penelitian ini mendeskripsikan perbedaan berkomunikasi Presiden Jokowi dalam  situasi  tertentu. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan catat. Hasil temuan penelitian ini adalah pola tuturan Presiden Jokowi dalam situasi resmi dengan mitra tutur, yaitu pemimpin negara, wartawan, dan atau masyarakat melalui media massa menggunakan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan performatif. Produk tindak verbal dari tuturan tersebut adalah penggunaan ragam bahasa formal. Pola tuturan Presiden Jokowi dalam situasi tidak resmi dengan mitra tutur, yaitu rakyat secara langsung menggunakan tindak tutur perlokusi. Produk tindak verbal dari tuturan tersebut adalah penggunaan ragam bahasa santai. Manfaat penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar semakin memperhatikan tuturan yang digunakan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan penggunaan ragam bahasa dalam situasi tutur tertentu.Kata kunci: Tindak tutur, situasi tutur, ragam bahasa, ragam formal, ragam santai In daily communication, a speaker needs to pay attention to the existence of a speech situation. The meaning of a speech can be understood and identified by the speech partner because of the speech situation. In addition, the speech situation also influences the speaker to determine the appropriate variety of language used when the speech occurs. This study describes President Jokowi's communication differences in certain situations. This research uses descriptive analysis method. The method of collecting data in this study used the observation and note method. The findings of this study are the speech patterns of President Jokowi in official situations with speech partners, namely state leaders, journalists, and / or the community through the mass media using locusive, illocutionary and performative speech acts. The product of the verbal act of the speech is the use  of various formal languages. President Jokowi's speech patterns in informal situations with speech partners, namely the people directly use perlocution speech acts. The product of the verbal act of the speech is the use of a variety of casual language. The benefit  of  this research is to increase public awareness in order to pay more attention to the utterances  used in order to avoid misunderstandings. Apart from that, people also need to pay attention to the use of various languages in certain speech situations.Key words; Speech act, speech situation, language variety, formal variety, casual variety
Nilai-Nilai Kearifan dalam Dongeng Banjar NFN Saefuddin
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 2 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i2.4060

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas bagaimana dongeng Banjar ditinjau dari perspektif nilai. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tentang dongeng Banjar ditinjau dari perspektif nilai yang digambarkan dalam teks dongeng dan dalam kehidupan nyata di masyarakat. Dongeng secara umum banyak lahir dari imajinasi manusia atau khayalan manusia tentang kehidupan mereka sehari-hari yang dari waktu ke waktu dapat berubah, bahkan dikurangi dan ditambahkan oleh pemilik cerita sesuai dengan keperluan waktunya. Proses berlangsungnya cerita dongeng di masyarakat menghasilkan, salah satunya ialah sebuah kepercayaan (mitos). Cerita dongeng juga bagi anak di antaranya sebagai alat hiburan dan anak akan mendapatkan pesan serta nilai-nilai cerita dongeng yang akan diingatnya sepanjang masa. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengulas dari perspektif nilai. Penelitian ini menggunakan metode pemaparan atau deskriptif-kualitatif. Metode deskriptif-kualitatif ialah suatu metode untuk memperoleh informasi tentang pesan nilai-nilai dalam dongeng. Hasil penelitian memberikan gambaran isi dan nilai-nilai yang disampaikan melalui dongeng Banjar.Kata kunci: dongeng, perspektif, nilai.
Kajian Ekokritik dalam Novel Kekal Karya Jalu Kancana Alvian Rivaldi Sutisna
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 2 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i2.3459

Abstract

Penelitian ini dimulai dari latar belakang masalah lingkungan yang saat ini sedang menjadi sorotan akibat dari alih fungsi lahan, eksploitasi flora dan fauna, dan sebagainya. Tujuan pembuatan artikel jurnal yaitu mendeskripsikan kajian ekokritik dalam novel Kekal karya Jalu Kancana. Ekokritik adalah kajian yang mengkritisi lingkungan melalui karya sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ekokritik yakni dengan mencari kutipan dalam karya sastra yang memuat nilai-nilai lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah novel Kekal karya Jalu Kancana. Penelitian ini terfokus pada kajian ekokritik. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjuk pada kajian ekokritik dalam novel Kekal karya Jalu Kancana yang menggambarkan tentang perjuangan tokoh bernama Alit yang sedang menggaungkan program Save Ciharus untuk dapat terus mempertahankannya sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dari tangan kotor sebuah korporasi yang hanya mementingkan aspek ekonomi dibandingkan dengan aspek ekologi.Kata Kunci: Ekokritik, Kekal, Jalu Kancana This research start from the background of environmental problems that are currently in the spotlight as a result of land transfer, exploitation of flora and fauna, and etc. The purpose of journal is to describe the study of ecocriticism in the novel Kekal by Jalu Kancana. This research is qualitative research. The subject in this study was jalu Kancana's novel Kekal. This research focuses on ecocriticism studies. The data was analyzed using descriptive qualitative methods. The results point to the ecocriticism study in jalu Kancana's novel Kekal which describes the struggle of a figure named Alit who is promoting the Save Ciharus program to be able to continue to maintain it as part of environmental conservation efforts from the dirty hands of a corporation that only attaches importance to economic aspects compared to ecological aspects.Keywords: Ecocriticism, Kekal, Jalu Kancana
Nilai Kemanusiaan dalam Lirik Lagu Ahmad Dhani: Sebuah Analisis Wacana Kritis Mohammad Siddiq; Hartini Salama
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 2 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i2.4028

Abstract

Lirik lagu secara jelas merupakan bagian yang pasti ada dalam setiap kebudayaan, sehingga sebagai teks ia dapat menjadi salah satu cerminan realitas. Di sisi lain, ia juga dapat membentuk kesadaran tertentu bagi masyarakat, sehingga sebagai teks ia mampu membentuk realitas secara khas. Terdapat lirik-lirik lagu dalam musik populer yang terbukti memiliki pengaruh yang bersifat emansipatoris secara sosial. Lirik-lirik lagu tersebut biasanya mengandung ide-ide yang memperjuangkan nilai kemanusiaan. Di Indonesia, jumlah seniman musik yang telah terjun ke industri musik mungkin tidak terhitung. Akan tetapi, dari sekian banyak seniman musik, terdapat beberapa musisi yang konsisten menyuarakan ide kemanusiaan melalui lirik-lirik lagunya dan memiliki daya tawar yang tinggi di industri musik sehingga tetap mampu menampilkan idealismenya di tengah arus komersialiasi seni. Salah satunya adalah Ahmad Dhani. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pesan kemanusiaan dalam lirik lagu Ahmad Dhani. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan kerangka analisis wacana kritis model N. Fairclough. Data penelitian ini adalah teks lagu Ahmad Dhani yang terbit dari 1992 sampai 2020. Lirik lagu Ahmad Dhani dianalisis berdasarkan pada tiga dimensi yaitu dimensi tekstual yang meliputi aspek linguistik dan intertekstualitas teks, dimensi praktik diskursif yang meliputi aspek produksi dan konsumsi teks, dan dimensi praktik sosial, yaitu dengan melihat pengemukaan nilai kemanusiaan sebagai sebentuk tindakan sosial, dan memahami kaitannya dengan aspek situasional, institusional, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan yang terkandung dalam lirik lagu Ahmad Dhani diekspresikan dalam tema percintaan, nasionalisme, kritik sosial politik, dan spiritual religius. Pesan kemanusian tersebut disampaikan dalam ungkapan yang lugas dan metaforik. Secara praktik diskursif, lirik lagu dengan tema-tema kemanusian yang dikarang Ahmad Dhani tetap mendapat fasilitas dari industri musik yang lazimnya didominasi oleh tema-tema percintaan. Sebaliknya, dengan membicarakan nilai kemanusiaan yang lebih luas melalui lagu dengan beragam tema, Ahmad Dhani dapat memperlebar jalur distribusi untuk memungkinkan lagunya dapat diterima secara lebih luas.
Telaah Freud : Kepribadian dan Pertahanan Tokoh Utama Novel Seputih Hati yang Tercabik Karya Ratu Wardarita Wiwik Murtiwik; Ratu Wardarita
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 2 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i2.3439

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan kajian psikoanalisis tokoh utama  novel “Seputih Hati yang Tercabik” karya Ratu Wardarita dengan teori Sigmund Freud sebagai pisau bedahnya untuk menganalisis kepribadian dan pertahanan tokoh utama pemeran utama dalam novel.  Peneliti menggunakan metode deskriptif analitis  dengan pendekatan kualitatif.  Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik, yaitu baca, catat dan kepustakaan.  Kutipan berupa kata, frasa dan kalimat yang didapat dalam novel yang berfungsi memperkuat analisis data terkait teori Freud, selanjutnya dianalisis dengan prosedur (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa struktur kepribadian menimbulkan pergumulan antara id, ego, dan superego.   Sedangkan mekanisme pertahanan konflik menghasilkan efek represi, rasionalisasi, regresi, reaction formulation, perasaan trauma, dan intelektual. The purpose of this study is to describe the psychoanalytic study of the main character of the novel "Seputih Hati Tercabik" by Ratu Wardarita with Sigmund Freud's theory as the scalpel to analyze the personality and defense of the main character in the novel. Researchers used descriptive analytical methods with a qualitative approach. Meanwhile, data collection was carried out using three techniques, namely reading, taking notes and literature. Quotations in the form of words, phrases and sentences obtained in the novel serve to strengthen data analysis related to Freud's theory, then analyzed by procedures (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) drawing conclusions. The results of this study indicate that the personality structure causes a struggle between the id, ego, and superego. Meanwhile, conflict defense mechanisms produce effects of repression, rationalization, regression, reaction formulation, feelings of trauma, and intellectuality.

Page 10 of 13 | Total Record : 123