cover
Contact Name
Sumliyah
Contact Email
sumliyah@umc.ac.id
Phone
+6285659748716
Journal Mail Official
zakiyyah@umc.ac.id
Editorial Address
Jl. Fatahillah, Watubelah, Kec. Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Integral : Pendidikan Matematika
ISSN : 20864590     EISSN : 27147541     DOI : https://doi.org/10.32534/jnr
Core Subject : Education,
INTEGRAL: Jurnal Pendidikan Matematika berisi artikel-artikel mengenai isu-isu pendidikan matematika yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah berupa diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh ahli, ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa dan kajian pustaka dalam bidang Pendidikan Matematika dengan lingkup: Desain Pembelajaran Matematika Pengembangan Bahan Ajar ataupun Model Pembelajaran Penelitian Tindakan Kelas Media Pembelajaran Matematika Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Matematika Alat Peraga Pembelajaran Matematika Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran Evaluasi Pembelajaran Matematika Kurikulum Pendidikan Matematika Teori Belajar Matematika Sejarah dan Filsafat Matematika Analisis Penerapan Model/Pendekatan/Metode/Strategi Pembelajaran Media Pembelajaran berbasis IT Lesson Study Pembelajaran Matematika.
Articles 76 Documents
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM BERBANTUAN GEOGEBRA PADA MATA KULIAH ANALISIS VEKTOR DITINJAU DARI LOCUS OF CONTROL MAHASISWA Ahmad Faridh Ricky Fahmy; Nurul Husnah Mustika Sari; Mei Yuniati; Eka Ramanda
Integral : Pendidikan Matematika Vol 12 No 2 (2021): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.396 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v12i2.2539

Abstract

Locus of Control adalah keyakinan setiap individu mengenai sumber penyebab dari keberhasilan dan kegagalan yang terjadi pada diri individu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran flipped classroom berbantuan geogebra dalam masa pandemi covid-19; 2) mengetahui hasil belajar dan keaktifan mahasiswa ditinjau dari locus of control pada mata kuliah analisis vektor mahasiswa Tadris Matematika IAIN Pekalongan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan penentuan subjek penelitian menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan datanya meliputi (1) angket, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa 84% mahasiswa memberikan respon positif terhadap implementasi pembelajaran flipped classroom berbantuan geogebra. Mahasiswa dengan internal locus of control memperoleh nilai paling tinggi pada semua aspek penilaian. Memiliki usaha yang lebih dalam memahami materi dan mengerjakan tugas atau ujian. Mahasiswa dengan internal-external locus of control memperoleh rata-rata nilai dibawah dari mahasiswa dengan internal locus of control. Sudah memiliki usaha lebih dan cukup aktif dalam pembelajaran. Berusaha makasimal dalam menyelesaikan tugas, namun terkadang kurang percaya diri terhadap kemampuannya. Mahasiswa dengan external locus of control memperoleh nilai paling rendah pada semua aspek penilaian. Selama pembelajaran tidak aktif dan juga telat dalam pengumpulan tugas. Kurang berusaha dalam memahami materi dan arahan dari dosen kurang diperhatikan.
A KREATIVITAS SISWA KOLERIS DAN PHLEGMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRIKREATIVITAS SISWA KOLERIS DAN PHLEGMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI Fitria Ningsih; Harina Fitriyani
Integral : Pendidikan Matematika Vol 12 No 2 (2021): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.721 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v12i2.1470

Abstract

Pembelajaran abad 21 mencerminkan 4 tujuan belajar (4C) yaitu Critical Thinking, Creativity, Communication and Collaboration. Dapat dilihat bahwa kreativitas merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran di era modern ini terutama pada pembelajaran matematika dimana pada mata pelajaran ini terdapat berbagai masalah yang dapat dikatakan rumit dan membutuhkan kreativitas untuk menyelesaikannya. Sedangkan kreativitas individu berbeda-beda karena memiliki kepibadian yang beragam pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kreativitas siswa SMP kelas VII dalam menyelesaikan soal-soal matematika ditinjau dari tipe kepribadian koleris dan phlegmatis. Penelitian ini menggunakan pendekan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 2 orang siswa pada setiap tipe kepribadian kelas VII A dan VII B SMP Negeri 4 Dompu. Teknik pengumpulan datannya menggunakan angket tipe kepribadian, tes soal kreativitas, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Sedangkan untuk mendapatkan data penelitian digunakan tringulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap tipe kepribadian mempunyai keterampilan kreativitas yang berbeda dan khas. Perbedaan ciri-ciri kepribadian berdampak pada keterampilan kreativitas siswa. Hal ini dapat dilihat dari subjek kholeris memenuhi kemampuan keluwesan, keaslian, dan penguraian namun tidak memenuhi kemampuan kelancaran. Sedangkan subjek phlegmatis mampu memenuhi komponen kelancaran, keluwesan, keaslian, dan penguraian. Pembelajaran abad 21 mencerminkan 4 tujuan belajar (4C) yaitu Critical Thinking, Creativity, Communication and Collaboration. Dapat dilihat bahwa kreativitas merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran di era modern ini terutama pada pembelajaran matematika dimana pada mata pelajaran ini terdapat berbagai masalah yang dapat dikatakan rumit dan membutuhkan kreativitas untuk menyelesaikannya. Sedangkan kreativitas individu berbeda-beda karena memiliki kepibadian yang beragam pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kreativitas siswa SMP kelas VII dalam menyelesaikan soal-soal matematika ditinjau dari tipe kepribadian koleris dan phlegmatis. Penelitian ini menggunakan pendekan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 2 orang siswa pada setiap tipe kepribadian kelas VII A dan VII B SMP Negeri 4 Dompu. Teknik pengumpulan datannya menggunakan angket tipe kepribadian, tes soal kreativitas, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Sedangkan untuk mendapatkan data penelitian digunakan tringulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap tipe kepribadian mempunyai keterampilan kreativitas yang berbeda dan khas. Perbedaan ciri-ciri kepribadian berdampak pada keterampilan kreativitas siswa. Hal ini dapat dilihat dari subjek kholeris memenuhi kemampuan keluwesan, keaslian, dan penguraian namun tidak memenuhi kemampuan kelancaran. Sedangkan subjek phlegmatis mampu memenuhi komponen kelancaran, keluwesan, keaslian, dan penguraian.
Peningkatan kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Self-Efficacy dengan Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Creative Problem Solving Tista Imam Riyadi
Integral : Pendidikan Matematika Vol 12 No 2 (2021): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.21 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v12i2.2021

Abstract

This study aims to determine the differences of Critical Thinking mathematically attainment and enhancement between students who get Creative Problem Solving (CPS) learning approach to those who get conventional learning in terms of the whole students and based The Ability of Early Mathematical (AEM). Type of this research is a quasi-experimental. The sample research is obtained by using purposive random sampling technique, it is applied to two classes of the first grade of SMAN 1 Jakarta. The first class gets approach Creative Problem Solving and the second class gets conventional learning model (PC). All class are given a pre-test and post-test of critical thinking mathematically. The results showed that (1) the students of CPS have greater ability of mathematically critical thinking rather than those of PK, (2) the the students of CPS class have greater ability of mathematically critical thinking enhancement rather than of PC ; (3) different points of mathematically critical thinking enhancement appear in CPS class (level of students of AEM); it occurs between medium and low level, high and low level, but the difference is not found in the high and medium level, (4) difference of mathematically critical thinking enhancement occurs in PCPS and PC class based their Ability of Early Mathematical (AEM), (5) mathematical Self-Efficacy enhancement of the CPS students seems better than the conventional ones; (6) mathematical Self-Efficacy enhancement differs in PCPS class based on AEM (high, medium, and low). Keywords: Approach of Learning Creative Problem Solving, Mathematical Critical Thinking, and Self-Efficacy
KEMAMPUAN SPASIAL SISWA KELAS VIII SMPK St. ISODORUS LEWOTALA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA PADA TOPIK JARING-JARING KUBUS DAN BALOK Roberta Uron Hurit; Bernadus Bin Frans Resi
Integral : Pendidikan Matematika Vol 12 No 2 (2021): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.825 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v12i2.2434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan spasial siswa pada topik jaring-jaring kubus dan balok dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah. Kemampuan spasial dalam penelitian ini adalah kemampuan memanipulasi dan merotasi secara mental suatu gambar ke dalam susunan lain serta kemampuan membayangkan bentuk suatu objek yang ada di dalam benda padat dari perspektif berbeda dalam menyelesaikan masalah geometri berkaitan dengan jaring- jaring kubus dan balok. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2021. Penelitian meliputi proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMPK St. Isodorus Lewotala. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil tes dan wawancara dianalisis mengacu pada aspek kemampuan spasial yakni kemampuan: pengimajinasian, pengonsepan, penyelesaian masalah, dan pencarian pola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa dalam membuat sjaring-jaring kubus masih belum maksimal. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa peserta didik belum memenuhi indikator kemampuan spasial dalam membuat jaring-jaring kubus dan Balok
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING (ONLINE) DI MASA PANDEMI COVID-19 Rifqi Amir Kurnia; Betti Dian Wahyuni; Nopi Handayani; Yoza Nopita Sari
Integral : Pendidikan Matematika Vol 13 No 1 (2022): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.693 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v13i1.3107

Abstract

Abstract This study aims to analyze the impact of COVID-19 on students' mathematics learning difficulties in online learning at school. The research conducted was qualitative research. Data collection method used is the interview method with the interview guide instrument. Meanwhile, the data analysis technique used is to use interactive techniques with three procedures. Based on the results of an interview by one of Bengkulu City's SMPN 4 students named Muhammad Radja Al-Farabi, he experienced difficulties in learning mathematics online, difficulty in focusing on learning mathematics, and difficulty in getting internet network access. Keywords: Mathematics Study Difficulties, Online Learning, Covid-19 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa mengenai dampak COVID-19 terhadap kesulitan belajar matematika siswa dalam pembelajaran daring di sekolah. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian secara kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dengan instrumen pedoman wawancara. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan teknik interaktif dengan tiga prosedur. Berdasarkan hasil wawancara oleh salah seorang siswa SMPN 4 Kota Bengkulu bernama Muhammad Radja Al-Farabi, ia mengalami kesulitan dalam belajar matematka secara online, Kesulitan fokus belajar matematika, dan Kesulitan dalam mendapatkan akses jaringan internet. Kata Kunci : Kesulitan Belajar Matematika, Pembelajaran Daring, Covid-19
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI MATEMATIKA SISWA Yandi Heryandi; Nur`aini Nur`aini
Integral : Pendidikan Matematika Vol 13 No 1 (2022): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.374 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v13i1.3108

Abstract

ABSTRACT This study aims to: (1) determine students' mathematical misconceptions (2) determine student responses to instructional video media (3) determine the effect of using instructional video media to reduce students' mathematical misconceptions. This type of research is a mixed study with a one group pre-test post-test design. Subjects are students of class X-B MA Addzikro Putat Payung for the 2020/2021 academic year. The instrument used is a questionnaire and a CRI (Certainty of Response Index) test. The results showed: (1) the average percentage of pre-test and post-test data was 57.4% and 13.4% so that it was reduced by 44%, meaning that there was a reduction in misconceptions (2) the student response questionnaire showed a positive response, the average percentage is 74% with good category. (3) the data on the linear regression test shows the value of Sig. 0.000 <0.05 then Ha is accepted and H0 is rejected. From the value of R Square in the determination test 0.659 or 65.9% with a strong category while 34.1% is the magnitude of the influence of other factors, meaning that there is a significant influence and there is a strong contribution in the use of learning video media to reduce students' mathematical misconceptions. Keywords: Learning Video Media, Misconceptions, CRI ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui miskonsepsi matematika siswa (2) mengetahui respon siswa terhadap media video pembelajaran (3) mengetahui pengaruh penggunaan media video pembelajaran untuk mereduksi miskonsepsi matematika siswa. Jenis penelitian ini penelitian campuran dengan desain one group pre-test post-test design. Subyek siswa kelas X-B MA Addzikro Putat Payung tahun ajaran 2020/2021. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes CRI (Certainty of Response Index). Hasil penelitian menunjukkan: (1) rata-rata persentase data pre-test dan post-test adalah 57,4% dan 13,4% sehingga berkurang sebesar 44%, artinya menunjukkan adanya pengurangan miskonsepsi (2) angket respon siswa menunjukkan respon positif, persentase rata-rata 74% dengan kategori baik. (3) data pada uji regresi linear menunjukkan nilai Sig. 0,000<0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Dari nilai R Square pada uji determinasi 0,659 atau 65,9% dengan kategori kuat sedangkan 34,1% adalah besarnya pengaruh faktor lain, artinya terdapat pengaruh signifikan dan terdapat kontribusi kuat dalam penggunaan media video pembelajaran untuk mereduksi miskonsepsi matematika siswa. Kata kunci: Media Video Pembelajara, Miskonsepsi, CRI
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA SMP PADA MATERI LUAS PERMUKAAN KUBUS Putri Parhati Meilani; Titi Rohaeti; Jajang Rahmatudin
Integral : Pendidikan Matematika Vol 13 No 1 (2022): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.209 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v13i1.3109

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to describe the algebraic thinking skills of junior high school students who were categorized as high and students' errors in solving algebraic problems on the surface area of ??a cube. This study uses a descriptive research method with a qualitative approach. The subjects of this study were three students from class VIII-3 of SMP Negeri 2 Pancalang who were categorized as high level. The instrument in this study is the researcher himself, using an algebraic thinking ability test to measure algebraic thinking skills and interviews to describe the results of the interview. The results of this study indicate that the algebraic thinking of students with high-level categories in solving mathematical problems with the surface area of ??a cube consists of generational, transformational, and global meta-levels. Students tend to do better in global and new generational meta-level activities than transformational activities. Keywords: Algebraic Thinking Ability, Cube Surface Area, Student Error. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir aljabar siswa SMP yang berkategori tinggi dan kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah aljabar pada materi luas permukaan bangun kubus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga siswa dari kelas VIII-3 SMP Negeri 2 Pancalang yang berkategori tingkat tinggi. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti itu sendiri, dengan menggunakan tes kemampuan berpikir aljabar untuk mengukur kemampuan berpikir aljabar dan wawancara untuk mendeskripsikan hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan berpikir aljabar siswa dengan kategori tingkat tinggi dalam memecahkan masalah matematika materi luas permukaan kubus terdiri atas generasional, transformasional dan level-meta global. Siswa cenderung lebih baik dalam aktivitas level-meta global dan generasional baru kemudian aktivitas transformasional. Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Aljabar, Luas Permukaan Kubus, Kesalahan Siswa.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI DERET ARITMATIKA KELAS X DI MASA PANDEMI COVID-19 Dessy Fitriyani; Rifqi Hidayat; sumliyah sumliyah
Integral : Pendidikan Matematika Vol 13 No 1 (2022): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.418 KB)

Abstract

ABSTRACT This study discusses the development of Contextual-based mathematics worksheets on Arithmetic Series material for class X SMK. This study aims (1) to develop contextual-based math worksheets on the subject matter of valid and practical arithmetic series, and (2) to find out contextual-based math worksheets on the subject matter of arithmetic series that are developed meet valid and practical criteria. The type of research used is Research & Development (R&D) or research and development. The development model used is the model proposed by Sugiono which consists of several phases, namely potential problems, data collection, product design, validation and revision. The subjects in this study were class X teachers of SMKN 1 Jamblang and lecturers of Mathematics Education, University of Muhammadiyah Cirebon. The instruments used in this study were expert validation sheets and teacher response questionnaires. Based on the results of the trials carried out, it was found that (1) the results of the LKPD validation were 4.20 which were in the valid category with an interval of 3.5 M < 4.3 , (2) the practicality validation sheet which is the practicality component obtained positive results, namely validation sheet with a positive category because it is in the interval 70% < 85%, thus the teaching materials meet the practical criteria. Keywords: Development of teaching materials, contextual based, valid, practical. ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang pengembangan LKPD matematika berbasis Kontekstual pada materi Deret Aritmatika kelas X SMK. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengembangkan LKPD matematika berbasis kontekstual pada pokok materi deret aritmatika yang valid dan praktis, dan (2) untuk mengetahui LKPD matematika berbasis kontekstual pada pokok materi deret aritmatika yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan praktis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research & Development (R&D) atau penelitian dan pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model yang dikemukakan oleh Sugiono yang terdiri dari beberapa fase yaitu potensi masalah, pengumpulan data, desain Product, validasi dan revisi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas X SMKN 1 Jamblang dan dosen Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Cirebon. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi ahli dan angket respon guru. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, diperoleh bahwa (1) hasil validasi LKPD adalah 4,20 berada pada kategori valid dengan interval 3,5 ? M < 4,3 , (2) lembar validasi kepraktisan yang merupakan komponen kepraktisan diperoleh hasil yang positif yaitu lembar validasi dengan kategori positif karena berada pada interval 70% ? ???????? < 85% dengan demikian bahan ajar memenuhi kriteria praktis. Kata kunci : Pengembangan Bahan ajar, berbasis kontekstual, valid, praktis.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN RELASIONAL SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL KUBUS DAN BALOK Nidya Mutiara Rizki
Integral : Pendidikan Matematika Vol 13 No 1 (2022): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jnr.v13i1.2023

Abstract

Abstract The ability of relational understanding is the ability of students to be associated with several mathematical concepts by knowing how these concepts are used. This relational understanding ability is a high-level ability. The purpose of this research is to find out how the students relational understanding to solving cube and block problems is by describing them by reviewing three categories. This research is a descriptive qualitative research conducted in one of the junior high schools in Karawang, with subjects taken from each category of high, medium and one subject each. The results of this study indicate that: 1) students with high relational understanding ability easily solve the given problem. 2) students who are quite capable of relational understanding are able to solve the problems given, but still have some time in the arithmetic operations. 3) students with low relational understanding ability in solving the given problem, but still not associated with other mathematical concepts. Abstrak Kemampuan pemahaman relasional adalah kemampuan siswa dalam mengaitkan beberapa konsep matematika dengan mengetahui bagaimana konsep tersebut digunakan. Kemampuan pemahaman relasional ini adalah kemampuan tingkat tinggi. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemahaman relasional siswa dalam menyelesaikan persoalan kubus dan balok dengan cara mendeskripsikannya dengan ditinjau tiga kategori. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di salah satu sekolah SMP di Karawang, dengan subjek yang diambil dari tiap kategori tinggi, sedang dan rendah masing-masing ialah satu subjek. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1) siswa berkemampuan pemahaman relasional tinggi dengan mudahnya menyelesaikan persoalan yang diberikan. 2) siswa berkemampuan pemahaman relasional sedang cukup mampu menyelesaikan soal yang diberikan, namun masih memiliki beberapa kekeliruan dalam operasi hitungnya. 3) siswa berkemampuan pemahaman relasional rendah cukup dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan, namun masih belum mampu mengaitkan konsep matematika lainnya. Kata Kunci : Matematika, Pemahaman, Relasional
PENERAPAN METODE BLENDED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA KELAS V PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI MASA PANDEMI Karila Rezki Afinadhita
Integral : Pendidikan Matematika Vol 13 No 2 (2022): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jnr.v13i2.2056

Abstract

Abstract Covid-19 pandemic has plagued Indonesia for more than a year. As a result, all human activities are disrupted, especially in the field of education. Teaching and learning activities can no longer be carried out directly, but online. Studying from home or online is not enough for student understanding. Especially for the fifth grade students of SDN Nagacipta 01. Based on the preliminary study, the fifth grade students of SDN Nagacipta 01 did not get sufficient understanding of the teaching materials distributed by the teacher during online learning. Especially in the matter of adding and subtracting fractions. Therefore, there is a need for learning methods that can improve students' understanding of the material. Researcher use blended learning learning methods. Blended learning is a learning method that mixes face-to-face and online learning. Based on the results of the independent samples test, the value of Sig. (2-tailed) of 0.000>0.05, because the value of Sig. (2-tailed) is equal to 0.000, smaller than 0.05, so it can be concluded that the use of blended learning methods in learning mathematics with addition and subtraction of fractions for fifth grade students at SDN Nagacipta 01 has increased. Keywords: Blended Learning, Covid-19, fraction, student understanding. Abstrak Pandemi Covid-19 sudah mewabah lebih dari satu tahun di Indonesia. Akibatnya semua aktivitas manusia terganggu, khususnya pada bidang pendidikan. Kegiatan belajar mengajar tidak dapat lagi dilaksanakan secara langsung, melainkan online. Belajar dari rumah atau daring tidaklah cukup untuk pemahaman siswa. Khususnya pada siswa kelas V SDN Nagacipta 01. Berdasarkan studi pendahuluan, siswa kelas V SDN Nagacipta 01 tidak mendapat pemahaman yang cukup pada bahan ajar yang dibagikan oleh guru ketika pembelajaran online. Khususnya pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Maka dari itu perlu adanya metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi tersebut. Peneliti menggunakan metode pembelajaran blended learning. Blended learning adalah metode pembelajaran yang mencampurkan pembelajaran tatap muka dan daring. Berdasarkan hasil uji independent samples test nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000>0,05, karena nilai Sig. (2-tailed) sama dengan 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode blended learning dalam pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa kelas V SDN Nagacipta 01 mengalami peningkatan. Kata Kunci: Blended Learning, Covid-19, Pecahan, Pemahaman siswa