cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER" : 8 Documents clear
PENOLAKAN HADIS AHAD DALAM TINJAUAN SEJARAH INGKAR SUNNAH Syahidin Syahidin
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.004 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1563

Abstract

Pembedaan hadis antara yang ahad dan mutawatir belum muncul pada masa Rasulullah dan para sahabat. Para sahabat menerima hadis dari seseorang yang meriwayatkan kepada mereka setelah jelas status dan kredibilitas penyampainya.  Pembedaan tersebut baru muncul pada masa tabi’in dan sesudahnya. Menurut Ibn Hazm (w. 456 H), sesungguhnya seluruh kaum muslimin dahulunya menerima hadis ahad, yakni hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang ‘adil dan dapat dipercaya. Lebih lanjut ibn Hazm menuturkan bahwa semua golongan melakukan itu samapai kemudian muncul Mu’tazilah satu abad sesudah hijriyah, lalu menetang ijma’ tersebut. Tulisan ini mencba mengungkap bagaimana sejarah munculnya penolakan terhadap kehujahan hadis ahad sebagai sumber ajaran Islam dari masa klasik hingga masa modern.
JEJAK SEJARAH BUNG KARNO DI BENGKULU Agus Setiyanto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.359 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1559

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk melengkapi data sejarah tentang perjalanan perjuangan Bung Karno semasa pengasingannya di Bengkulu. Penulisan jejak sejarah Bung Karno di Bengkulu (1938 – 1942) selain bermanfaat bagi pengembangan penulisan sejarah bagi bangsa Indonesia, juga diharapkan bermanfaat sebagai bahan pendidikan sejarah bagi generasi muda Indonesia agar lebih mencintai serta bangga terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Penulisan ini menggunakan metode sejarah, yang terdiri atas empat tahapan, yaitu heuristik (tahap pengumpulan sumber), kritik entern (menentukan autensitas sumber) dan kritik intern (menentukan kredibilitas sumber), interpretasi (analisis) data, dan historiografi (penulisan). Hasil penelusuran jejak sejarah Bung Karno antara lain: Bung Karno tiba di Bengkulu tanggal 9 Mei 1938.
SEJARAH NEGARA TUHAN Armin Tedy
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.167 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1564

Abstract

Dalam tulisan ini menjelaskan bagaimana sebuah negara yang digariskan oleh Allah SWT. Salah satu pemikir Islam Klasik, yakni Ibnu Taimiyah, menurut beliau Negara harus ada sebagai sarana untuk merealisasikan kewajiban- kewajiban agama. Dalam hal ini Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa kesejahteraan umat manusia tidak dapat diwujudkan secara sempurna kecuali dengan hidup bermasyarakat dan bernegara, maka dalam setiap kelompok hidup manusia dibutuhkan sebuah Negara, karena disamping untuk menjalankan kewajiban- kewajiban, agama juga sebagai sarana untuk mensejahterakan masyarakat. Sehingga ia berpendapat bahwa menegakkan Negara adalah perintah agama. Oleh karena itu, setiap Negara harus memiliki suatu sistem pemerintahan tertentu untuk menjalankan tugas- tugas dari Negara tersebut. Banyak konsep yang ditawarkan tetapi Ibnu Taimiyah lebih mendasarkan kepada negara hukum yang bersumber hukum ilahi (negara syari’ah) yang penulis istilahkan dengan Negara Tuhan.
EKSISTENSI PMII DI BENGKULU (Analisis Sejarah dan Perkembangannya di Kota Bengkulu Antara Tahun 1990-2015) Rizal Agusnawan
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.505 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1560

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini  Mengetahui Sejarah Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Bengkulu. Mengetahui Eksistensi (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) PMII terhadap Organisasi kemahasiswaan di Bengkulu dalam bidang sosial dan Keagamaan. Untuk mengungkapkan persoalan tersebut secara mendalam dan menyeluruh, peneliti menggunakan metode penelitian sejarah (historis) dengan cara melakukan observasi, wawancara dengan tokoh-tokoh pendiri, alumni, pengurus PMII kota Bengkulu dan tokoh PMII yang bisa memberikan informasi, Sejarah, Perkemabangan, eksistensi, kontribusi dan data mengenai PMII, kemudian data tersebut dianalisis dan dibahas untuk menjawab permasalahan tersebut. Dari penelitian ini ditemukan bahwa perta; perkembangan PMII di Kota Bengkulu Dalam mendidik anggota maupun kader, Pengurus Cabang PMII Kota Bengkulu menerapkan tiga bentuk pengkaderan, yakni formal, informal, non formal. Pengkaderan formal adalah pendidikan di PMII yang berjenjang dan terstruktur dengan jelas. Kedua; Kontribusi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bengkulu terhadap aktivitas sosial kegamaan di Kota Bengkulu yakni dalam hal: Safari Ramadhan, Kerja Bakti Sosial bersama Warga, Peringatan Hari Besar Islam, Yasinan, Aksi Pengurus Cabang PMII Kota Bengkulu.
ANALISIS PENGELOLAAN KOLEKSI NASKAH KA-GA-NGA DI MUSEUM BENGKULU Muhardi Muhardi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.587 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1561

Abstract

Naskah Ka-Ga-Nga adalah karya tulis hasil budaya masa lampau yang menceritakan tentang kehidupan sosial budaya masyarakat  Bengkulu sebagai satu komunitas budaya.    Sebagian dari nilai budaya yang terdapat di dalam naskah tersebut masih tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat saat ini seperti  adat  istiadat,  pertanian,  pengobatan, upacara  tradisi,  dan  kepercayaan, karena itu naskah Ka-Ga-Nga merupakan dokumentasi yang perlu dilestarikan. Pelestarian meliputi penyelamatan, pemanfaatan dan pengembangan naskah Ka- Ga-Nga yang merupakan identitas Bengkulu. Analisis data secara deskriptis terhadap pegelolaan koleksi naskah Ka-Ga-Nga di Museum Bengkulu, terutama  dalam,  perawatan, penyimpanan, penyajian, dan pengolahan informasi  dengan  melakukan  pengamatan  dan  wawancara  dengan pengelola museum serta pemerhati budaya tentang naskah Ka-Ga-Nga di Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan koleksi naskah Ka-Ga-Nga di Museum Bengkulu belum dilaksanakan secara optimal disebabkan terbatasnya sumber daya, khususnya dalam pengelolaan naskah. Akibatnya koleksi naskah kurang mendapat perhatian dari pengunjung museum, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga belum memasyarakat. Dengan demikian Museum Bengkulu harus dapat meningkatkan pengelolaan koleksi naskah Ka-Ga-Nga melalui penyusunan katalog, pengkajian, penyempuraan sistem penyajian, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam publikasi, sehingga dapat menjadi pelopor pelestarian naskah Ka-Ga-Nga khususnya dan budaya Bengkulu umumnya.
DIALEKTIKA TRADISI SENI BEDENDANG DI KOTA BENGKULU Salim Bella Pili
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.931 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1557

Abstract

Dalam pelaksanaannya, seni berdendang itu meliputi tiga macam kesenian, yaitu seni syair berpantun, seni tari dan seni musik. Seni berdendang ini juga mempunyai enam tahapan. Tahap pertama, Tari Berandai, yang dilakukan sebagai tari pembuka yang dilakukan oleh sepasang penari diiringi oleh seruling dilakukan dihalaman sebagai cara untuk mempersilahkan para pedendang untuk naik kepanggung. Tahap kedua, Ketapang yang berisi dari tiga macam tarian yaitu tari sapu tangan/selendang, tari gendang dan tari piring, dimana pantun-pantun mulai dibacakan, yang biasanya pantun-pantun yang menghibur, dan pantun itu dibacakan dua baris sampirannya saja dengan lagu. Tahap ketiga, Rampai-rampai yang hampir seluruhnya berisikan pantu-pantun yang dilakukan secara bersahutan dan bergiliran diiringi alat-alat musik biola, rebana, seruling, rabanga dan alat-alat musik lainnya. Tahap keempat, Senandung Suniug. Tahap kelima, Talibun yang hampir sama dengan tahap ketiga. Tahap keenam, Dendang mati dibunung, dimana tahap ini sebagai tahap penutup yang berisikan hampir sama dengan tahap kedua.
SEJARAH KERUNTUHAN SISTEM PEMERINTAHAN TRADISIONAL DI BENGKULU R. Ade Hapriwijaya
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.89 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1562

Abstract

Perbedaan-perbedaan mengenai pemikiran hukum Inggris dan praktek-praktek hukum adat Bengkulu menjadi sumber kemelut dan sengketa. Hal ini mendorong diambilnya suatu putusan penting dalam tahun 1778 untuk mengubah serta merombak beberapa praktek lokal tersebut, khususnya yang dapat merugikan perkebunan lada, sedangkan pegawai Inggris hanya sebagai peninjau pada peradilan distrik.  Setelah 1778 pegawai Inggris di distrik diwajibkan ambil bagian dalam perkara yang penting. Dengan reformasi ini banyak kemajuan yang diperoleh tetapi masih terhambatdengan adanya perbuatan korupsi yang terus menerus, serta pentingnya penyalahgunaan kekuasaan oleh pegawai Pemerintah Inggris dan Depati setempat. Pesoalan ekonomi terus berlanjut, hingga tahun 1785 pemukiman dipesisir Barat diubah menjadi Karesidenan dan daerah-daerah administratif diperluas.
SEJARAH ISLAM DI KOTA BINTUHAN KECAMATAN KAUR SELATAN KABUPATEN KAUR Bobi Syahri Adha; Maryam Maryam; Japarudin Japarudin
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.826 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1558

Abstract

Persoalan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu: pertama; Bagaimana sejarah masuknya Islam di Kota Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur. Kedua; Apa saja jejak-jejak peninggalan Islam di Kota Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur. Jenis penelitian historis (historical research) dengan menggunakan teknik bola salju (snowball) dalam menentukan informannya dan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan rekaman. Hasil penelitian sebagai berikut: pertama; Sejarah masuknya Islam di Kota Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur di bawa oleh seorang musafir Arab, bernama Sayid Ahmad bin Ali bin Syeikh Abu Bakar yang berasal dari Hadramaut, Yaman pada pertengahan abad ke-19 M di daerah Pasar Palembang (desa Air Dingin) yang sekarang dikenal dengan sebutan Kampung Masjid. Kedua; Adapun jejak-jejak peninggalan Islam di Kota Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, yakni berupa Makam Keluarga Habib Ahmad bin Ali bin Syeikh Abu Bakar terletak di desa Jembatan Dua, Makam Puyang Pinang Tawar di desa Pengubaian, Masjid Jamik Asy Syakiriin di Kampung Masjid desa Air Dingin, Masjid Tua Bandar di desa/Kelurahan Bandar, Dokumentasi Pondok Pesantren Mu’awatul Her School (MHS) yang di dapat dari H. Nuzuar Zahari Said di desa Air Dingin (Kampung Masjid), Sekolah Nahdlatul Ulama (NU) di simpang 3 (tiga) desa Pasar Lama dan yang terakhir buku lama/kitab berbahasa Arab dengan judul Penjelasan Berbagai Ilmu Dalam al-Qur’an milik Sayid Ahmad bin Ali bin Syeikh Abu Bakar.

Page 1 of 1 | Total Record : 8