cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
NALAR HISTORIS PERPOLITIKAN KAUM HAWA MASA NABI MUHAMMAD SAW Wahyu Iryana
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Tsaqofah & Tarikh
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.119 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v4i1.2222

Abstract

This paper tries to portray the role of women in the socio-political dimension in the era of the early arrival of Islam Islam is a tolerant religion that has given birth to a number of figures of brave women.. Just mention Khadijah Binti Khuwalid, Fatimah Az Zahra, Shafiyyah Binti Abdul Muthollib, Lubabah, Umul Fadhal Binti Harits, Asma Binti Amis (Wife Jafar), Fatimah Binti Khatab (Wife Said Bin Zaid), Sumayyah fighters women who sacrificed to make the nation proud and religion. For Islam, women are not only used as the secondline of life but rather, women can color the joints of life in a wider scope. So prominent is the role of women in the time of Prophet Muhammad SAW, that they were able to give up property for the glory of Islam they deserve to be called "de leidster van het verzet". Leaders of resistance like Summayah. The research method uses a descriptive approach by processing data into a writing with historical flow. The results of the study have been found that since Islam came Women have contributed to everything, starting from the economy as entrepreneurs, politicians, war fighters, housewives, and propagators of religious preaching. Tulisan ini mencoba memotret peran perempuan dalam dimensi sosial politik di era awal kedatangan Islam. Islam adalah agama toleran yang telah melahirkan sejumlah tokoh perempuan pemberani. Sebut saja Khadijah Binti Khuwalid, Fatimah Az Zahra , Shafiyyah Binti Abdul Muthollib, Lubabah, Umul Fadhal Binti Harits, Asma Binti Amis   (Istri Jafar), Fatimah Binti Khatab (Istri Said Bin Zaid), Sumayyah  pejuang wanita yang rela berkorban untuk mengharumkan nama Bangsa dan Agama. Bagi Islam Perempuan sesungguhnya bukan hanya dijadikan secondline kehidupan saja melainkan dari itu, Perempuan bisa mewarnai sendi-sendi kehidupan dalam cakupan yang lebih luas. Begitu menonjolnya peranan perempuan di masa Nabi Muhammad SAW., hingga mampu merelakan harta benda untuk kejayaan Islam mereka layak dsebut“de leidster van het verzet”. Pemimpin perlawanan seperti halnya Summayah. Metode penelitian menggunkan pendekatan deskriptif dengan mengolah data menjadi sebuah tulisan dengan alur historis. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa sejak Islam datang Perempuan sudah memberikan kontribusinya di segala hal, dari mulai ekonomi sebagai pengusaha, politikus, pejuang perang, ibu rumah tangga, dan penyebar dakwah agama.
TARIKAT DALAM LINTASAN SEJARAH (Studi Masuknya Tarikat Naqsybandiyah di Kabupaten Kaur) Rozian Karnedi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.377 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v2i1.787

Abstract

Abstrak: Tarikat Dalam Lintasan Sejarah (Studi Masuknya Tarikat Naqsybandiyah di KabupatenKaur). Tarikat sebagai pengamalan tasawuf yang melembaga mengalami perkembang dalam duniaIslam, masuk ke Indonesia dan belakangan baru masuk di Kabupaten Kaur propinsi Bengkulu. Tahun2002-2004 dapat dikatakan cikal bakal masuknya tarikat Naqsyabandiyah ke kabupaten Kaur.Penulis berpendapt demikian karena pada tahun tersebut banyak warga Kaur yang diawali olehRamadhan Syhari dan keluarganya berbaiat masuk Masuk Tarikat Naqsyabandiyah ada yangberbaiat ke Bengko Curup dan ada yang ke Bangkenang Manna Bengkulu Selatan. Namun secararesmi masuknya tarikat Naqsyabandiyah ke kabupaten Kaur adalah tahun 2005 karena Syeikh RasyidSyhafandi yang berdomisili di Curup mengutus langsung muridnya yang bernama al-Faruqi untukmenyebarkan ajaran tarikat Naqsyabandiyah di Kabupaten Kaur.
PERISTIWA TUTUR, CAMPUR KODE, DAN ALIH KODE ANTARA PEDAGANG DAN PEMBELI DI PASAR TANJUNG BAJURE KOTA SUNGAI PENUH Rengki Afria
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.837 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.722

Abstract

Abstrak: Peristiwa Tutur, Campur Kode, dan Alih Kode Antara Pedagang dan Pembeli di Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh. Suatu peristiwa tutur harus memenuhi delapan komponen, yang apabila huruf-huruf pertamannya dirangkaikan menjadi akronim SPEAKING. Kedelapan komponen tersebut adalah:S (= Setting and scene), P (=Participants) E (= Ends : Purpose and goal), A (= Act sequences), K (= Key : tone or spirit of act), I (= Instrumentalities), N (=Norms of Interaction and interpretation), G (= Gennres). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Data yang diambil adalah data yang bersumber dari sumber lisan. Metode penyediaan data adalah metode cakap dan metode simak. Analisis data menggunakan metode padan. Hasil analisis data terdapat bahwa campur kode dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti; faktor lingkungan, kebiasaan pemakai bahasa, menggunakan bahasa asing atau daerah beserta variasinya, terbatasnya kosa kata dalam bahasa Indonesia, serta kurangnya kesadaran pemakai bahasa dalam menggunakan bahasa Indonesia.
EKSISTENSI PMII DI BENGKULU (Analisis Sejarah dan Perkembangannya di Kota Bengkulu Antara Tahun 1990-2015) Rizal Agusnawan
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.505 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1560

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini  Mengetahui Sejarah Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Bengkulu. Mengetahui Eksistensi (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) PMII terhadap Organisasi kemahasiswaan di Bengkulu dalam bidang sosial dan Keagamaan. Untuk mengungkapkan persoalan tersebut secara mendalam dan menyeluruh, peneliti menggunakan metode penelitian sejarah (historis) dengan cara melakukan observasi, wawancara dengan tokoh-tokoh pendiri, alumni, pengurus PMII kota Bengkulu dan tokoh PMII yang bisa memberikan informasi, Sejarah, Perkemabangan, eksistensi, kontribusi dan data mengenai PMII, kemudian data tersebut dianalisis dan dibahas untuk menjawab permasalahan tersebut. Dari penelitian ini ditemukan bahwa perta; perkembangan PMII di Kota Bengkulu Dalam mendidik anggota maupun kader, Pengurus Cabang PMII Kota Bengkulu menerapkan tiga bentuk pengkaderan, yakni formal, informal, non formal. Pengkaderan formal adalah pendidikan di PMII yang berjenjang dan terstruktur dengan jelas. Kedua; Kontribusi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bengkulu terhadap aktivitas sosial kegamaan di Kota Bengkulu yakni dalam hal: Safari Ramadhan, Kerja Bakti Sosial bersama Warga, Peringatan Hari Besar Islam, Yasinan, Aksi Pengurus Cabang PMII Kota Bengkulu.
KELAS HAJI KELAS SOSIAL Sejarah Haji dari Zaman Kolonial Hingga Kini Ditinjau dari Kajian Kritis Kapitalisme Asyhadi Mufsi Sadzali
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.79 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1551

Abstract

Fenomena haji dimasa kini yang sarat penipuan dan antri hingga tujuh tahun adalah satu bentuk kesadaran palsu mode baru yang diciptkan para kapitalis. Kasus penipuan terkait umroh yang berulang-ulang kali nampaknya tidak menimbulkan efek jera dan pembelajaran bagi masyarakat. Fenomena yang sangat menarik rupanya tidak hanya terjadi diera ‘medsos’ seperti saat ini, namun juga terjadi pada  masa kolonial. Tentu pola berulang ini menawarkan tanda tanya untuk ditelaah lebih dalam sampai ke akar masa lalu, yakni masa kolonial. Oleh karena itu kajian ini mencoba melihat sisi lain dibalik prosesi ibadah haji dengan mengunakan kajian kritis kapitalisme dan pendekatan historis. Pendekatan historis yang digunakan yakni dengan membandingkan prosesi haji di masa kolonial dengan masa sekarang berikut fenomena sosial yang terajadi dalamnya. Babak akhir dari perburuan jejak kapitalis dalam kelas haji yakni berupa benang merah yang dapat kita tarik kesimpulannya bahwa kesadaran palsu dan pembentukan kelas sosial yang diciptakan pemerintah kolonial selaku kapitalis tunggal, hingga saat ini masih terus berlanjut dengan mode baru zaman now.
BELAJAR DARI KARAKERISTIK BANGSA JEPANG DALAM MENGHARGAI KEBUDAYAAN Fatonah Fatonah
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.374 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v2i2.711

Abstract

Abstrak: Belajar dari Karakeristik Bangsa Jepang dalam Menghargai Kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan data kualitatif melalui pendekatan ekstrinsik, yaitu pandangan dan penilaian  peneliti  dari kacamata netral  guna mengetahui dan memahami pandangan hidup bangsa Jepang,  selain itu juga bertujuan untuk memahami karakteristik bangsa Jepang dalam budaya. Fokus penelitian ini adalah pemahaman tentang pandangan hidup masyarakat Jepang dan karakteristi-karakteristik bangsa Jepang dalam menghargai kebudayaan. Dengan menggunakan menggunakan metode deskriptif dalam ranah kebudayaan. Simpulannya, karakteristik masyarakat Jepang mencerminkan bangsa yang memiliki moralitas yang tinggi, mental dan etika yang kuat, tercermin dalam nilai-nilai dan norma mereka junjung tinggi, memiliki budi bahasa yang sopan, sikap yang ramah tamah, menjunjung tinggi kesetiaan, sangat menjagga perasaan dan menghormati hak orang lain, bangsa Jepang juga taat pada hukum, tata tertip, disiplin dan sangat menghagai waktu dan bersikap jujur. Gemar membaca dan senang menuntut ilmu. Semua hal tersebut sudah menjadi budaya bagi mereka.
AKAL, MANUSIA DAN KEBUDAYAAN Yuhaswita Yuhaswita
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 1 (2016): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.988 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i1.861

Abstract

Abstrak: Akal, Manusia dan Kebudayaan.Manusia merupakan makhluk Tuhan yang sempurna, kesempurnaannya terletak pada adanya akal dan qalbu.Fungsi akal pada manusia tidak terlepas dari tujuan penciptaan manusia yaitu sebagai khalifah di permukaan bumi Allah.Akal pada manusia menghasilkan pikiran, pemikiran, atau gagasan, ide, akal sangat penting fungsinya ketika manusia dihadapkan oleh berbagai tantangan, hambatan serta kesulitan hidup yang dialaminya selama manusia berada di bumi.Akal selain mampu berpikir dan memikirkan sesuatu seperti tentang baik dan buruk, dan menilai baik dan buruk, indah dan tidak indah objek-objek yang ada di sekitarnya. Menurut pandangan ilmu budaya, bahwa manusia adalah makhluk yang unik juga sempurna, karena manusia dengan akalnya mampu menghasilkan pikiran, pemikiran, gagasan dan dari ide, gagasan itu mewujudkan berbagai aktivitas budaya seperti, meramu obat, makanan, membuat tempat tinggal agar terhindar dari berbagai ancaman dari luar.
PENGAJIAN AN NAHL DI KAMPUNG PILAHAN, REJOWINANGUN, KOTAGEDE, YOGYAKARTA (1992-2012) Sidik Fauji
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Tsaqofah & Tarikh
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.318 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v4i1.1878

Abstract

ABSTRAK Didirikannya sebuah lembaga pengajian dalam suatu masyarakat tidak lain didasari oleh sebuah kesadaran umat Islam tentang betapa pentingnya menuntut ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaannya sangat efektif sebagai tempat dan media pembelajaran, khususnya ilmu-ilmu agama bagi kaum ibu, bapak, maupun remaja. Pengajian An Nahl yang berada di kampung Pilahan awalnya terbentuk juga sebagai wadah untuk pembelajaran ilmu-ilmu agama oleh kaum ibu-ibu. Dalam perkembangannya pengajian ini tidak hanya difokuskan pada pemberian materi-materi keagamaan tetapi mampu menciptakan perubahan- prubahan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh jamaah maupun masyarakat. Salah satunya yaitu Pengajian An Nahl memberikan pinjaman tanpa bunga bagi masyarakat Pilahan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan sejarah perkembangan Pengajian An Nahl serta kontribusinya terhadap masyarakat.Penelitian ini dipusatkan pada penelitian lapangan. Data atau sumber yang digunakan adalah arsip, hasil wawancara serta penelitian langsung di lokasi tempat pengajian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah yang dipakai untuk menyusun fakta, mendeskripsikan, dan menarik kesimpulan tentang masa lampau. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam metode sejarah yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah deskripsi tentang Pengajian An Nahl mulai dari latar belakang didirikan hingga mengalami perkembangan. Dalam perkembangannya Pengajian An Nahl dapat dikatakan mengalami kemajuan. Hal ini dapat dilihat dari segi jumlah jamaah yang mencapai ratusan, pada awalnya pengajian ini hanya diikuti oleh delapan orang. Dari segi kualitas juga mengalami perubahan yang lebih baik. Contohnya dari cara berpakaian yang awalnya sebagian jamaah belum memakai kerudung, setelah mendapat ilmu dari Pengajian An Nahl dengan penuh kesadaran sekarang mereka mengenakannya. Selain dakwah Pengajian An Nahl juga memberikan hutang- piutang tanpa bunga dan beasiswa bagi warga Pilahan yang masih duduk di bangku SD sampai SMA.Kata kunci : Pengajian An Nahl, Perkembangan, Kontribusi.
NABI ADAM AS DALAM HISTORIOGRAFI BENGKULU (Kajian Naskah Ulu atau Ka_Ga_Nga Asal Mulo Jabarail Menempo Adam) Ahmad Abas Musofa
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.846 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v2i1.783

Abstract

Abstrak: Nabi Adam As dalam Historiografi Bengkulu (Kajian Naskah Ka_Ga_Nga Asal Mulo Jabarail Menempo Adam). Aksara Ulu atau Ka-Ga-Nga Bengkulu ditulis pada kulit kayu, bilah bambu, bambu bulat, tanduk, kertas dan rotan. Dan terbagi menjadi beberapa tema yaitu kelompok asal-usul dan mitologi, kisah kejadian, kelompok hukum adat, tambo atau silsilah, kelompok rejung atau sedingan, perambak atau rimbaian, kelompok pengobatan, usuran, doa & jampi, cerita binatang, juarian, tuwah ayam dan lain-lain. Dalam alpabhet bahasa Rejang terdiri dari 23 huruf dan bahasa Serawai ada 28 huruf. Salah satu naskah yaitu bijabarail nempa adam berupa satu ruas gelondong bambu berisi tentang proses pembuatan Adam yang berbahasa Serawai. Isi yang diceritakan membuktikan telah masuknya pengaruh Islam dan itulah pengetahuan yang dimiliki masyarakat lokal tentang sejarah nabi Adam dari dua puluh lima nabi dan rasul yang wajib diimani dalam Islam.
PERLAWANAN RAKYAT BENGKULU TERHADAP KOLONIALISME BARAT 1800-1978 R. Ade Hapriwijaya R. Ade Hapriwijaya
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.446 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v2i2.718

Abstract

Abstrak: Perlawanan Rakyat Bengkulu terhadap Kolonialisme Barat 1800-1978. Pemerintah Belanda juga berusaha untuk membentuk suatu sistem pemerintahan desa yang baru dengan jalan memberlakukan Undang-Undang Simbur Cahaya dan pembagian marga untuk daerah Lais. Walaupun cara ini dilakukan Belanda setelah diadakan penghapusan kerajaan yang ada di daerah Bengkulu, yaitu Kerajaan Sungai Lemau, Sungai Itam, Silebar dan Anak Sungai, yang dimulai tahun 1881 hingga 1870. Selain itu, pembunuhan ini juga disebabkan oleh kebijaksanaan pemerintah Belanda dalam bidang ekonomi, yaitu dalam masalah tanam paksa, yang dimulai pada tahun 1833, serta diharuskan pada tahun 1872 dan sebagai gantinya pemerintah Belanda menetapkan pajak Kepala, sehingga kemakmuran masyarakat menurun, dan ini menyebabkan terjadinya gerakan pembunuhan terhadap pejabat kolonial di Bengkulu. Usaha Belanda untuk memberlakukan Undang-undang Simbur Cahaya dapat diterima setelah terlebih dahulu dilakukan perbaikan terhadap pasal-pasal yang ada di dalam undang-undang tersebut. lni merupakan kekalahan pemerintah Belanda dalam ikut serta mengatur kehidupan adat yang ada di Bengkulu.

Page 3 of 13 | Total Record : 123