cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PROGRAM TAYANGAN INDONESIA BAGUS DI NET TV TENTANG BUDAYA (STUDI PADA MAHASISWA PRODI SKI) Yuhaswita Yuhaswita
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.869 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1556

Abstract

Persepsi mahasiswa pada episode mengenal seni dan budaya kota Solok pada aspek mata pencaharian bahwa masyarakat Solok yang berdomisili di dataran menyambung hidup dari bertani sedangkan masyarakat yang berdomisili di pinggiran danau Singkarak bekerja sebagai nelayan ikan Bili dan ada juga sebagai pedagang yang menjual olahan dari ikan Bili. Sedangkan pada episode Tana Toraja persepsi Mahasiswa  pada aspek kesenian yaitu masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman  membuat patung kayu yang bernama Tau-Tau, patung tau-atau merupakan patung orang sudah wafat guna melepas rindu keluarga yang ditinggalkan. Sedangkan pada episode Jayapura pada aspek kesenian mahasiswa memberikan persepsi bahwa masyarakat pedalaman Jayapura mmembuat lukisan flora dan fauna yang bahan bakunya terbuat dali lembaran kayu, kapur, kunyit. Pada episode Tana Toraja pada aspek kesenian mahasiswa memberikan persepsi masyarakat Tana Toraja meyakini jika ada bayi yang mati dan belum bergigi disimpan pada sebuah pohon besar yang sudah tua karena pada pohon tua bayi mendapatkan asi dari getah pohon.
HISTORIOGRAFI MELAYU: ISLAM DALAM SEJARAH DAN KEBUDAYAAN MELAYU Benny Agusti Putra
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 1 (2016): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.35 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i1.866

Abstract

Abstrak: Historiografi Melayu:Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu. Melayu sebagai identitas masyarakat Indonesia menjadi sangat penting didalam Historiografi “penulisan sejarah“ Melayu di Nusantara dalam membangun jati diri negara dan bangsa Indonesia. Penelitian ini menunjukan bahwa sejarah orang Melayu berasal dari dua pendapat yaitu 1. Bangsa Melayu berasal dari Yunnan (Teori Yunnan); 2. Bangsa Melayu berasal dari Nusantara (Teori Nusantara). Kehidupan orang Melayu itu sangat lentur terhadap akomodasi budaya luar yang lebih tinggi, sehingga Melayu tidak hanya sebagai bagian entitas suku berdasarkan bentuk fisik.Bangsa Melayu dalam menggerakkan peradaban umat Islam di wilayah Nusantara, terutama Indonesia. Dalam kontek ini, ia melihat perkembangan sejarah Islam ke daerah kepulauan ini memiliki hubungan yang sangat penting dengan perkembangan serta penyebaran bahasa Melayu, sehingga baginya kesimpulan terpenting adalah tentang keutamaan daerah-daerah Melayu dalam proses peng-Islaman.
MIGRASI ORANG BUGIS DI BENGKULU DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Agus Setiyanto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Tsaqofah & Tarikh
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v4i1.2223

Abstract

The background of the migration of the Bugis people is inseparable from the socio-cultural system that has been tradition in the lives of the people. One of the socio-cultural systems that has been embedded in the life view of the Bugis community is very strong, namely the so-called 'siri'. The Bugis recognize two types of siri, namely siri ripakasiri, and sirimasiri. The initial process of migration The large family of indigenous Bugis to Bengkulu in the seventeenth century, actually can not be separated from the role of the Indrapura kingdom as the gate way (entrance) of various tribes that came from the north towards the Benkoelen region (Bengkulu). Latar belakang migrasinya orang-orang Bugis sebenarnya tidak terlepas dari sistem sosial budaya yang telah mentradisi dalam kehidupan masyarakatnya. Salah satu sistem sosial budaya yang telah terpatri dalam pandangan hidup masyarakat Bugis yang sangat kuat, yaitu yang disebut 'siri'. Orang Bugis mengenal dua macam siri, yaitu siri ripakasiri, dan sirimasiri. Proses awal migrasinya Keluarga besar pribumi Bugis ke Bengkulu pada abad XVII, sebenarnya tidak lepas dari dari peranan kerajaan Indrapura sebagai gate way (pintu masuk) nya berbagai suku-bangsa yang datang dari arah utara menuju wilayah Benkoelen (Bengkulu).
PROTES SOSIAL MASYARAKAT PAREAN GIRANG, INDRAMAYU TERHADAP RELOKASI PETERNAKAN BABI (1995-1996) Wahyu Iryana
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.913 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v2i1.788

Abstract

Abstrak: Protes Sosial Masyarakat Parean Girang, Indramayu terhadap Relokasi Peternakan Babi (1995-1996). Tesis untuk mencoba mengungkapkan dengan baik dipahami bahwa sejarah menolak relokasi Babi di Parean Girang sejak 1995-1996. Mulai dari memindahkan ternak dari proses relokasi babi dari Jakarta ke Indramayu dimana membuat polemik dan protes menjadi berbagai komunitas, karena Ekonomi, Relgious, Politic, dan Sosila-culture. Hal ini membuat keengganan masyarakat, dimana selesai memutuskan negosiasinya terakhir dari MUI No: 08 / MUI-Kec / VI / 1995 inderawi untuk keberatan terhadap ternak dari relokasi babi. Hal ini yang menyebabkan inisiatif masyarakat Desa Parean Girang Kandanghaur ke bawah mengambil langkah-langkah pencegahan yang menolak relokasi peternakan. Berbagai cara telah dilakukan termasuk bekerja sama dengan media, organisasi Islam Ngosor, mengeluarkan astutement, dan demonstrasi yang menyebabkan revolusi di Pemerintahan Daerah Indramayu pada tanggal 29 April 1996.
OBJEK WISATA SEJARAH BENTENG MARLBOROUGH Muhardi Muhardi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.008 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.723

Abstract

Abstrak: Objek Wisata Sejarah Benteng Marlborough. Dari aspek ekonomi wisata benteng Marlborough mempunyai nilai jual tinggi karena memiliki keunikan, arsitektur dan yang tidak kalah menarik adalah nilai sejarahnya yang penuh intrik dan nilai kejuangan rakyat Bengkulu akan sebuah harkat sebagai satu komunitas budaya.  Namun sangat disayangkan benteng  Inggris yang menjadi supremasi kolonial dan juga simpul perjuangan rakyat Bengkulu belum mampu menggugah kesadaran kolektif masyarakat Bengkulu maupun pemahaman masa lalu kepada pengunjungnya.  Hal ini disebabkan pihak pengelola belum maksimal dalam menangani objek.
ANALISIS PENGELOLAAN KOLEKSI NASKAH KA-GA-NGA DI MUSEUM BENGKULU Muhardi Muhardi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.587 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1561

Abstract

Naskah Ka-Ga-Nga adalah karya tulis hasil budaya masa lampau yang menceritakan tentang kehidupan sosial budaya masyarakat  Bengkulu sebagai satu komunitas budaya.    Sebagian dari nilai budaya yang terdapat di dalam naskah tersebut masih tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat saat ini seperti  adat  istiadat,  pertanian,  pengobatan, upacara  tradisi,  dan  kepercayaan, karena itu naskah Ka-Ga-Nga merupakan dokumentasi yang perlu dilestarikan. Pelestarian meliputi penyelamatan, pemanfaatan dan pengembangan naskah Ka- Ga-Nga yang merupakan identitas Bengkulu. Analisis data secara deskriptis terhadap pegelolaan koleksi naskah Ka-Ga-Nga di Museum Bengkulu, terutama  dalam,  perawatan, penyimpanan, penyajian, dan pengolahan informasi  dengan  melakukan  pengamatan  dan  wawancara  dengan pengelola museum serta pemerhati budaya tentang naskah Ka-Ga-Nga di Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan koleksi naskah Ka-Ga-Nga di Museum Bengkulu belum dilaksanakan secara optimal disebabkan terbatasnya sumber daya, khususnya dalam pengelolaan naskah. Akibatnya koleksi naskah kurang mendapat perhatian dari pengunjung museum, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga belum memasyarakat. Dengan demikian Museum Bengkulu harus dapat meningkatkan pengelolaan koleksi naskah Ka-Ga-Nga melalui penyusunan katalog, pengkajian, penyempuraan sistem penyajian, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam publikasi, sehingga dapat menjadi pelopor pelestarian naskah Ka-Ga-Nga khususnya dan budaya Bengkulu umumnya.
Beberapa Perbedan Masalah-masalah Nahwu Antara Bashrah dan Kufah dalam Kitab Al-Inshaaf Fi Masaa’il Al-Khilaf Bain Al-Nahwiyyin Al-Basryyin Wa Alkufyyin dan Dalil-Dalil Nahwu yang Digunakan Neldi Harianto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.173 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1552

Abstract

Dua aliran utama dalam khasanah pemikiran nahwu adalah aliran Bashrah dan Kufah. Keduanya tidak dapat disangkal sebagai pemuka dalam jalan bagian kajian nahwu (gramatika Arab). Seandainya aliran Bashrah disebut peletak dasar nahwu maka aliran Kufah merupakan mata rantai dari pengokoh kajian gramatika Arab terutama dengan ciri khas tertentu yang terkadang merupakan pendekatan yang berdiri diametral dengan aliran Bashrah. Secara sederhana dapat dikatakan perbedaan kedua aliran nahwu tersebut terletak pada perbedaan metodologi yang digunakan oleh keduanya. Aliran Bashrah dalam banyak hal lebih berupaya menciptakan kaidah berdasarkan banyak contoh. Dengan demikian aliran Bashrah menganggap contoh yang sedikit tidak dapat dijadikan dalil atau paling tidak mereka menganggap hal itu sebagai sesuatu yang syaadz. Berlawanan dengan aliran Bashrah, kita menemukan aliran Kufah lebih menganggap bahasa yang benar haruslah sebagaimana diriwayatkan oleh penuturnya betapapun syadznya riwayat itu.
HISTORISITAS DAN NORMATIVITAS HUBUNGAN ANTARA AGAMA Ismail Ismail
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.169 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v2i2.712

Abstract

Abstrak: Historisitas dan Normativitas Hubungan Antara Agama. Ada pendapat yang mengatakan bahwa semua agama itu sama. Meskipun pendapat itu dilontarkan oleh sebagian kecil pendapat masyarakat yang ada di sekitar kita. Dikatakan sama, karena tujuan-tujuan agama itu sama yaitu mendorong manusia untuk melakukan perbuatan baik serta menghindari perbuatan yang jahat, serta selalu membangun hubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Hanya saja cara yang digunakan oleh tiap-tiap agama dalam mendekati Tuhan berbeda-beda. Misalnya, umat Islam pada hari Jum’at pergi ke Masjid, orang Kristen pada hari Ahad pergi ke Gereja, orang Yahudi ke Sinagog, sedangkan orang Hindu atau Budha memuja disuatu Candi atau di tempat yang sunyi untuk melakukan meditasi.
MASJID SEBAGAI PUSAT PERLAWANAN TERHADAP KOLONIALISME BELANDA (STUDI KASUS: MASJID KERAMAT PULAU TENGAH KERINCI) Jamal Mirdad
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Tsaqofah & Tarikh
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.892 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v4i1.2203

Abstract

Semenjak kedatangan Islam ke Kerinci, masjid sudah memiliki posisi penting, ia tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, melainkan mempunyai multifungsi yang digunakan oleh para ulama dan umat Islam di Kerinci. Pada Awal Abad ke-20 merupakan puncak dari Kolonialisme Belanda di Indonesia, hampir disetiap penjuru wilayah Indonesia dijajah oleh Belanda termasuk wilayah Kerinci, untuk merespon kedatangan Belanda tersebut, ulama dan masyarakat Kerinci di sekitar Pulau Tengah menjadikan Masjid Keramat sebagai pusat perlawanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan pendekatan metode penelitian  sejarah, dengan ditemukan bahwa Masjid Keramat adalah pranata terpenting bagi masyarakat Kerinci, sehingga Masjid Keramat dijadikan pusat perlawanan yang berupa: tempat musyawarah, benteng pertahanan, tempat pembekalan para lasykar dan pembekalan ilmu agama.
MAKNA LEKSIKAL DALAM SISTEM KALA PAST TENSE BAHASA INGGRIS DAN TEKNIK PENERJEMAHAN KE DALAM BAHASA INDONESIA PADA BUKU BIOGRAFI SUHARTO: A POLITICAL BIOGRAPHY KARYA R.E ELSON Pebri Prandika Putra
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.442 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v2i1.784

Abstract

Abstrak: Makna Leksikal dalam Sistem Kala Past Tense Bahasa Inggris dan Teknik Penerjemahan ke dalam Bahasa Indonesia pada Buku Biografi Suharto: A Political Biography Karya R.E Elson. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap makna leksikal dalam sistem kala (past tense) bahasa Inggris Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan dan mengkaji makna leksikal dalam sistem kala (past tense) bahasa Inggris dan teknikpenerjemahan yang digunakan ke dalam bahasa Indonesia pada buku biografi Suharto; A Political Biography karya R.E Elson.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Sumber data penelitian adalah buku Biografi Suharto; Sebuah Biografi Politik karya R.E Elson. Hasil penelitian menunjukan bahwa makna leksikal Bahasa Inggris menggunakan aturan yang ketat dalam penggunaaan kalimat past tense, sementara Bahasa Indonesia tidak memiliki sistem yang ketat dalam pembentukan makna kalimat kala. Selain itu penggunaan teknik penerjemahan yang digunakan meliputi teknik penerjemahan harfiah 24 data (52%), teknik modulasi 8 data (17%), teknik adaptasi 3 data (6,5%), teknik peubahan, teknik penghilangan, kesepadanan lazim dan teknik transposisi terdapat 4 data (8,6%).

Page 4 of 13 | Total Record : 123