Articles
123 Documents
MOTIVASI ELITE POLITIK DAN ELITE AGAMA DALAM GERAKAN SOSIAL (Studi Historis Bengkulu Abad XIX)
Agus Setyanto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.57 KB)
|
DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.721
Abstrak: Motivasi Elite Politik dan Elite Agama dalam Gerakan Sosial (Studi Historis Bengkulu Abad XIX). Motivasi elit politik tradisional dan elit agama terlibat dalam gerakan sosial di Bengkulu pada abad XIX berkaitan erat dengan masalah ketidakadilan, kesewenangan, ketertindasan, maupun kezaliman yang dilakukan oleh pemerintah kolonial baik Inggris maupun Belanda. Motivasi keterlibatan elit politik tradisional dan elit agama dalam gerakan sosial tidaklah tunggal, melainkan dilatar-belakangi oleh beberapa faktor, baik faktor ekonomi, maupun politik. Demikian juga motivasi elit politik tradisional dan elit agama dalam peristiwa Bukit Palik (1807), peristiwa Tabat Mono (1835), peristiwa Seluma (8135), peristiwa Tanjung Terdana (1873), maupun peristiwa Bintunan (1873).
JEJAK SEJARAH BUNG KARNO DI BENGKULU
Agus Setiyanto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.359 KB)
|
DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1559
Penulisan ini bertujuan untuk melengkapi data sejarah tentang perjalanan perjuangan Bung Karno semasa pengasingannya di Bengkulu. Penulisan jejak sejarah Bung Karno di Bengkulu (1938 – 1942) selain bermanfaat bagi pengembangan penulisan sejarah bagi bangsa Indonesia, juga diharapkan bermanfaat sebagai bahan pendidikan sejarah bagi generasi muda Indonesia agar lebih mencintai serta bangga terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Penulisan ini menggunakan metode sejarah, yang terdiri atas empat tahapan, yaitu heuristik (tahap pengumpulan sumber), kritik entern (menentukan autensitas sumber) dan kritik intern (menentukan kredibilitas sumber), interpretasi (analisis) data, dan historiografi (penulisan). Hasil penelusuran jejak sejarah Bung Karno antara lain: Bung Karno tiba di Bengkulu tanggal 9 Mei 1938.
ISLAM DAN SEJARAHNYA PADA MASYARAKAT JAMBI SEBERANG
Apdelmi Apdelmi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.544 KB)
|
DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1550
Adanya Islam di Jambi karena kedatangan kapal dari Kesultanan Turki untuk penyebaran agama Islam di Jambi, rombongan tersebut di pimpin oleh Ahmad Ilyas atauAhmad Barus. Mereka datang kemari karena kapal rombongannya terdampar di Pulo Berhalo kaerna Ahmad Ilyas menyebarkan agama Islam di Jambi selain itu beliau yang menghancurkan patung-patung berhala sembahan di pulau berhala sehingga Ahmad Ilyas dijulukisebagai Datuk Paduko Berhalo. Diketahui bahwa masuknya Islam pada masyarakat Jambi Seberang banyak dipengaruhi oleh pedagang-pedagang Islam yang masuk dan berlayar di sepanjang sungai Batanghari. Ditemukannya beberapa peninggalan dari pedagang-pedangang Arab, Persia dan Turki menjadi salah satu bukti bahwa proses penyebaran Islam tersebut pernah terjadi. Ditambah lagi bahwa Budaya Arab Melayu sangat melekat kuat pada masyarakat Jambi Seberang. Bahkan melekat pada adat orang Melayu Jambi yang kita kenal dengan “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah”
TRADISI BULAN MUHARAM DI INDONESIA
Japarudin Japarudin
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (316.413 KB)
|
DOI: 10.29300/ttjksi.v2i2.700
Abstrak: Tradisi Bulan Muharam di Indonesia. Kekayaan tradisi budaya masyarakat Indonesia diwarnai oleh Islam sebagai agama yang dianut oleh masyarakat mayoritas. Persentuhan Islam dengan budaya lokal membawa pada keberagaman tradisi yang bernuansa Islam. Tradisi di bulan Muharam pada masyarakat Indonesia yang secara umum dilakukan pada tanggal 1-10 Muharam, direpresentasikan dalam berbagai bentuk dan ragam. Di Aceh terdapat tradisi bulan Asan Usin, Sumatra Barat dengan tradisi Tabuik, Bengkulu memiliki tradisi Tabut. Sedangkan di tanah Jawa, yang paling menunjol adalah tradisi kirab di kraton Jogjakarta dan Solo. Tulisan ini mendeskripsikan keberagaman tradisi masyarakat tersebut dalam perspektif sejarah dan budaya.
PERADABAN ISLAM PERIODE AL-KHULAFA’ AL-RASYIDIN
Refileli Refileli
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 1 (2016): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.81 KB)
|
DOI: 10.29300/ttjksi.v1i1.860
Abstrak: Peradaban Islam Periode Al-Khulafa’ Al-Rasyidin. Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 12 Rabiulawal tahun 11 H atau tanggal 8 Juni 632 M. Sesaat setelah beliau wafat, situasi di kalangan umat Islam sempat kacau. Hal ini disebabkan Nabi Muhammad SAW tidak menunjuk calon penggantinya secara pasti. Dua kelompok yang merasa paling berhak untuk dicalonkan sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW adalah kaum Muhajirin dan Anshar. Terdapat perbedaan pendapat antara kaum Muhajirin dan Anshar karena kaum Muhajirin mengusulkan Abu Bakar as Shiddiq, sedangkan kaum Anshar mengusulkan Sa’ad bin Ubadah sebagai pengganti nabi Muhammad SAW. Perbedaan pendapat antara dua kelompok tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara damai setelah Umar bin Khatab mengemukakan pendapatnya. Selanjutnya, Umar menegaskan bahwa yang paling berhak memegang pimpinan sepeninggal Rasulullah adalah orang-orang Quraisy. Alasan tersebut dapat diterima oleh kedua belah pihak.
WANITA DALAM KAJIAN BAHASA
Bustomi Bustomi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.343 KB)
|
DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.726
Abstrak: Wanita dalam Kajian Berbahasa. Secara alami, manusia dilahirkan ke muka bumi ini dengan jenis kelamin yang berbeda. Manusia, dalam hal ini, tentu tidak bisa mengubah ketentuan alami itu walaupun berupaya dengan kecanggihan teknologi. Artinya, pria dan wanita memang berbeda secara alami dalam aspek fisiknya. Namun demikian, aspek lain yang mestinya tidak dipersoalkan dalam wacana gender justru muncul dalam bahasa. Dalam bahasa, posisi wanita lebih rendah dibanding pria. Karena itulah, para aktivis perempuan menganggap bahwa hal ini diskriminatif. Tiga bahasa, Inggris, Arab, dan Indonesia, sebagai objek kajian dalam tulisan ini, menguraikan adanya perbedaan bentuk dalam penggunaan morfem, makna leksikal, dan kalimat antara pria dan wanita.
SEJARAH NEGARA TUHAN
Armin Tedy
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.167 KB)
|
DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1564
Dalam tulisan ini menjelaskan bagaimana sebuah negara yang digariskan oleh Allah SWT. Salah satu pemikir Islam Klasik, yakni Ibnu Taimiyah, menurut beliau Negara harus ada sebagai sarana untuk merealisasikan kewajiban- kewajiban agama. Dalam hal ini Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa kesejahteraan umat manusia tidak dapat diwujudkan secara sempurna kecuali dengan hidup bermasyarakat dan bernegara, maka dalam setiap kelompok hidup manusia dibutuhkan sebuah Negara, karena disamping untuk menjalankan kewajiban- kewajiban, agama juga sebagai sarana untuk mensejahterakan masyarakat. Sehingga ia berpendapat bahwa menegakkan Negara adalah perintah agama. Oleh karena itu, setiap Negara harus memiliki suatu sistem pemerintahan tertentu untuk menjalankan tugas- tugas dari Negara tersebut. Banyak konsep yang ditawarkan tetapi Ibnu Taimiyah lebih mendasarkan kepada negara hukum yang bersumber hukum ilahi (negara syari’ah) yang penulis istilahkan dengan Negara Tuhan.
PELESTARIAN BUDAYA PERKAWINAN SUKU LEMBAK DI KOTA BENGKULU (Studi Analisis Pemahman Ushul Fiqh)
Zurifah Nurdin
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.929 KB)
|
DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1555
Aturan-aturan hukum adat perkawinan di berbagai daerah di Indonesia berbeda-beda dikarenakan sifat kemasyarakatan, adat istiadat, agama dan kepercayaan masyarakat yang berbeda beda, serta adanya kemajuan dan perkembangan jaman. Perkawinan dalam hukum adat pada umumnya di Indonesia bukan hanya berarti sebagai perikatan perdata saja, tapi juga perikatan adat dan sekaligus merupakan perikatan kekerabatan dan ketetanggaan. Ini menunjukan bahwa ikatan perkawinan selain membawa akibat pada hak dan kewajiban suami isteri, harta bersama, kedudukan anak, hak dan kewajiban orang tua, juga menyangkut hubungan adat istiadat kewarisan, kekeluargaan, kekerabatan ketetanggaan serta menyangkut upacara-upacara adat dan keagamaan. Guna mengatur tata tertib perkawinan di kalangan masyarakat adat terdapat kaidah-kaidah hukum yang tidak tertulis dalam bentuk perundang-undangan yang pada masing-masing lingkungan masyarakat adat terdapat perbedaan prinsip dan asas-asas perkawinan yang berlaku. Seperti dalam kegiatan lamaran, juga ijob qobul dan walimahan. Oleh karena itulah penelitian ini bermaksud melakukan sebuah penelitian yang berhubungan dengan bagaimana cara suku lembak di kota Bengkulu dalam melestarikan adat istiadat perkawinan.
BIOGRAFI INTELEKTUAL SYEKH NAWAWI AL-BANTANI
Suwarjin Suwarjin
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.994 KB)
|
DOI: 10.29300/ttjksi.v2i2.717
Abstrak: Biografi Intelektual Syekh Nawawi al-Bantani. Sejarah intelektual Indonesia telah menorehkan nama-nama besar bertaraf dunia, yang paling terkenal di antaranya adalah Syekh Nawawi Banten. Ia menempuh pendidikan sangat panjang baik di Indonesia maupun di beberapa negara Arab. Ia sukses menjadi ulama Indonesia yang disegani di dunia internasional dan memimpin sebuah koloni di Makkah. Kebesaran namanya menginspirasi banyak pelajar Indonesia untuk menuntut ilmu di Haramain. Sumbangan terbesarnya dalam bidang pendidikan dapat dilihat pada pengembangan pesantren. Ia banyak menyediakan bahan ajar pada kurikulum pesantren melalui karya-karyanya yang hingga kini masih eksis. Murid-muridnya menjadi ulama-ulama pesantren yang secara akademik masih melestarikan pemikirannya. Di antara murid-muridnya juga banyak yang menjadi tokoh perlawanan terhadap penjajah. Para pemimpin pemberontakan petani Banten 1888 adalah murid-muridnya, karena itu ia sangat ditakuti oleh penjajah.
PROTES SOSIAL PETANI INDRAMAYU MASA PENJAJAHAN JEPANG (1942-1945)
Wahyu Iryana
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 1 (2016): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.775 KB)
|
DOI: 10.29300/ttjksi.v1i1.865
Abstrak: Protes Sosial Petani Indramayu Masa Penjajahan Jepang (1942-1945). Pelaku sejarah perlawanan menentang penjajahan Jepang umumnya terdiri dari ulama desa seperti Kiai Sualaiman, Kiai Srengseng, Haji Akhsan, Kiai Abdul Ghani (Kaplongan), Kiai Madrais (Cidempet), Kiai Muktar (Kertasmaya), Tasiah (Pranggong), Haji Dulkarim (Panyindangan Kidul), Sura (Sindang) dan Karsina (Slijeg). Kendati pun mereka berasal dari desa terpencil, namun mereka mampu memiliki rasa kebangsaan nasional yang terandalkan.Kenyataan sejarah yang demikian itu, memberikan gambaran bahwa penindasan penjajahan telah dirasakan beratnya oleh segenap bangsa Indonesia, dan penduduk hingga ke pelosok desa.Kesamaan sejarah yang dialaminya inilah, menjadi bahan dasar bila terjadi gerakan perlawanan terhadap Jepang, memperoleh dukungan dari rakyat walaupun di desa ataupun di daerah-daerah lain baik dipegunungan ataupun daerah pantai.Sekalipun hampir tak pernah ditulis dalam buku resmi sejarah, petani Indramayu sudah menorehkan tinta emas dalam sejarah perjuangan bangsa.