cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
SEJARAH TERORISME DI INDONESIA Benny Agustia Putra
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.285 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v2i2.719

Abstract

Abstrak: Sejarah Terorisme di Indonesia. Sejarah terorisme di Indonesia mulai dari era 1980-an. Indonesia memiliki akar sejarah yang jauh lebih dalam terkait kelompok fanatik Islam. Penyebab aksi terosisme di Indonesia; Pertama, aksi terorisme tersebut adalah konflik social politik sebagaimana terjadi di Aceh, konflik bermotif solidaritas agama dengan target sasarannya antara lain rumah ibadah dan prasana sipil lainnya, konflik social lainnya berlabel agama di Ambon dan Poso serta beberapa tempat lainnya. Konflik ini merupakan motif separatisme serta motif benturan pentingan ekonomi politik elit local-nasional.Kedua, perang melawan terorisme, peristiwa 11 September 2001 adalah titik tolak menguatnya wacana dan terorisme di Indonesia.Ketiga, teori konspirasi adalah penolakan bahwa bukan kelompok Islam yang melakukan aksi terorisme. Keempat, jihad global gerakan Islam Transnasional, memicu bangkitnya aksi balasan yang dilakukan oleh gerakan Islam lintas bangsa  transnasional dengan klaim Jihat global.
DIALEKTIKA TRADISI SENI BEDENDANG DI KOTA BENGKULU Salim Bella Pili
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.931 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1557

Abstract

Dalam pelaksanaannya, seni berdendang itu meliputi tiga macam kesenian, yaitu seni syair berpantun, seni tari dan seni musik. Seni berdendang ini juga mempunyai enam tahapan. Tahap pertama, Tari Berandai, yang dilakukan sebagai tari pembuka yang dilakukan oleh sepasang penari diiringi oleh seruling dilakukan dihalaman sebagai cara untuk mempersilahkan para pedendang untuk naik kepanggung. Tahap kedua, Ketapang yang berisi dari tiga macam tarian yaitu tari sapu tangan/selendang, tari gendang dan tari piring, dimana pantun-pantun mulai dibacakan, yang biasanya pantun-pantun yang menghibur, dan pantun itu dibacakan dua baris sampirannya saja dengan lagu. Tahap ketiga, Rampai-rampai yang hampir seluruhnya berisikan pantu-pantun yang dilakukan secara bersahutan dan bergiliran diiringi alat-alat musik biola, rebana, seruling, rabanga dan alat-alat musik lainnya. Tahap keempat, Senandung Suniug. Tahap kelima, Talibun yang hampir sama dengan tahap ketiga. Tahap keenam, Dendang mati dibunung, dimana tahap ini sebagai tahap penutup yang berisikan hampir sama dengan tahap kedua.
SOSIOLOGI DALAM SASTRA ARAB JAHILIAH (Pendekatan Sosiologis dalam Karya Puisi An-Nabighoh Adz-Dzubyani) Neldi Harianto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 1 (2016): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.695 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i1.867

Abstract

Abstrak: Sosiologi dalam Sastra Arab Jahiliah (Pendekatan Sosiologis dalam Karya Puisi An-Nabighoh Adz-Dzubyani). Sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra. Sastra merupakan pencerminan masyarakat. Melalui karya sastra, seorang pengarang mengungkapkan problema kehidupan. Karya sastra menerima pengaruh dari masyarakat dan sekaligus mampu memberi pengaruh terhadap masyarakat. Sosiologi dapat diartikan sebagai ilmu atau pengetahuan yang sistematis tentang kehidupan berkelompok manusia dalam hubungannya dengan manusia-manusia lainnya yang secara umum disebut masyarakat.
PERBANDINGAN IDEOLOGI PADA NOVEL ‘AZRA’ JAKARTA DENGAN IMAGOLOGIE SEJARAH G30S-PKI VERSI PERPUSTAKAAN NASIONAL Nia hailiyati
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Tsaqofah & Tarikh
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.426 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v4i1.1102

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan ideologi pada novel Azra’ Jakarta dengan sejarah G30 S/ PKI versi perpustakaan nasional, data penenlitian adalah  novel azra’ Jakarta yang di tulis oleh Najib Kaelani dan sejarah G30 S/ PKI versi perpustakaan nasional, data dianalisis dengan metode deskriptif dengan pendekatan perbandingan, sedangkan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dengan cara menjaring data tertulis melalui novel azra’ Jakarta dan buku sejarah G30 S/PKI. Berdasarkan  hasil analisis, ditemukan ideologi yang dibangun oleh Najib Kaelani dalam novel adalah dari segi keagamaan,  yakni (anti tuhan bagi pemimpin, nilai-nilai keislaman, yakni sebagai penyeimbangan antara ketertindasan kaum muslimin terhadap politik, penindasan terhadap kaum  muslim), adapun dari segi politik menculik para pembesar negara, ideologi yang terdapat dalam sejarah G30 S/PKI versi Nasional aspek ketuhanan, yakni perubahan terhadap pancasila, aspek agama yakni pancasila adalah semangat toleransi yang bersumber pada kekuasaan Allah, aspek siasat PKI yakni mempengaruhi petani miskin, peberontakan PKI, penyusupan PKI kedalam jajaran aparatur negara, keterkaitan antara novel Azra’ Jakarta karangan Najib Kaelani dengan sejarah G30 S /PKI versi perpustakaan nasional adalah kedua-duanya terdapat nilai keIslaman yang berdasar kemanusiaan dan keadilan sosial, adanya kesamaan peristiwa yang terjadi ditempat si  pengarang dengan sejarah Indonesia, diasumsikan Najib mempelajari kesejarahan Indonesi, segi keagamaan, negara asal pengarang  mayorita Islam, begitu juga Indonesia, adnya kedekatan politik dengan pemimpin terhadap dua negara (Mesir dan Indonesia)
MOSLEM AS A HOOK FOR BEGGARS Apdelmi Apdelmi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.765 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v2i1.789

Abstract

Abstrak: Muslim Kaitannya dengan Pengemis. bahwa pengemis merupakan salah satu komunitasyang menggunakan agama untuk mendapatkan uang dari masyarakat muslim. Merekamenggunakan dua simbol Islam, seperti simbol visual dan simbol pendengaran. Kedua simboltersebut adalah identitas muslim, kepercayaan diri, dan sarana untuk mendapatkan uang.Selanjutnya, saat-saat suci umat Islam, seperti Jumat dan Ramadhan menjadi "masa panen" bagimereka untuk mendapatkan uang dari umat Islam, yang ingin melakukan amal melalui zakat danzakat. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengemis memiliki arti sendiri darisimbol, hari, dan bulan suci umat Islam. Sebenarnya, simbol, hari, dan bulan ini digunakan sebagaimedia dan momen untuk berbagi dan melakukan amal oleh umat Islam. Namun, pengemismenggunakannya sebagai media dan momen untuk mendapatkan uang.
ENHANCING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY THROUGH DEBATE ACTIVITIES AT DARUSSALAM ISLAMIC BOARDING SCHOOL OF KEPAHIANG Dedi Efrizal
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.114 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.724

Abstract

Abstract: Enhancing Students’ Speaking Ability through Debate Activities at Darussalam Islamic Boarding School of Kepahiang. This study was carried out to improve the students’ speakingabilitythrough Debate Activitiesin Second Year Students of Darussalam Islamic Boarding School of Kepahiangin academis year 2015-2016. The subjects of this study were consisted of 30 students.The method used in this study was Classroom Action Research ( CAR). The Clasroom Action Research design applied in this study was a collaborative classroom action research. The data shows that in cycle I, students speaking achievement is 0% (excellent), 10% (good), 17% (average), 40% (poor), 34% (very poor). In cycle II the students’ speaking achievement is 7% (excellent), 20% (good), 40% (average), 20% (poor) and 13% (very poor). In cycle III students’ speaking achievement is 13% (excellent), 20% (good), 54% (average), 13% (poor) and 0% (very poor). In conclusion, Debate Activitiescould solve the students’ problems and improve their speaking ability.
SEJARAH KERUNTUHAN SISTEM PEMERINTAHAN TRADISIONAL DI BENGKULU R. Ade Hapriwijaya
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.89 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i2.1562

Abstract

Perbedaan-perbedaan mengenai pemikiran hukum Inggris dan praktek-praktek hukum adat Bengkulu menjadi sumber kemelut dan sengketa. Hal ini mendorong diambilnya suatu putusan penting dalam tahun 1778 untuk mengubah serta merombak beberapa praktek lokal tersebut, khususnya yang dapat merugikan perkebunan lada, sedangkan pegawai Inggris hanya sebagai peninjau pada peradilan distrik.  Setelah 1778 pegawai Inggris di distrik diwajibkan ambil bagian dalam perkara yang penting. Dengan reformasi ini banyak kemajuan yang diperoleh tetapi masih terhambatdengan adanya perbuatan korupsi yang terus menerus, serta pentingnya penyalahgunaan kekuasaan oleh pegawai Pemerintah Inggris dan Depati setempat. Pesoalan ekonomi terus berlanjut, hingga tahun 1785 pemukiman dipesisir Barat diubah menjadi Karesidenan dan daerah-daerah administratif diperluas.
FENOMENA GERAKAN SEMPALAN ISLAM DI INDONESIA Wahyu Iryana
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.451 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1553

Abstract

Fenomena sekte menyimpang atau gerakan sempalan di kalangan umat Islam Indonesia akhir-akhir ini menjadi sangat populer dalam deretan aksi dan catatan-catatan yang menyertainya. Banyak yang melaporkan adanya sekte menyimpang yang mengajarkan doktrin yang menyimpang dari arus utama, atau sekte dan agama yang menjadi induknya. Yang muncul di permukaan, kebanyakan lahir dari Islam sebagai aliran orang tua, seperti Salat bilingually di Malang, sekte Ahmadiyah dan seseorang yang mengaku telah memiliki nabi terakhir atau kitab suci itu sendiri seperti di Brebes, Tangerang, Tulungagung, dll . Di Indonesia kesan negatif dari kelompok sempalan menjadi lebih kuat setelah kecenderungan gerakannya menjadi ancaman bagi stabilitas dan keamanan bangsa dan negara. Fakta terbaru tentang stigma ini dilihat dari kelompok Syi'ah dan Ahmadiyah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang mengarah pada perilaku anarkis. Mau tidak mau pemerintah merasa perlu membatasi gerakan serpihan untuk mewujudkan keamanan di negara. Jurnal ini berusaha membuat tipologi kelompok-kelompok sempalan yang ada di kalangan umat Islam di Indonesia dan mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan munculnya gerakan-gerakan itu dengan berbagai lingkaran konsentrisnya
PERADABAN ISLAM DI ANDALUSIA (PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA) Refileli Refileli
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.169 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v2i2.713

Abstract

Abstrak: Peradaban Islam di Andalusia (Perspektif Sosial Budaya). Dari sisi ilmu pengetahuan, tidak hanya dari kalangan muslim sendiri, orang-orang baratpun telah mengakui, bahwa sebagian besar dasar-dasar ilmu pengetahuan di lahirkan oleh para ilmuwan muslim. Begitu pula dengan masa kebangkitan Eropa yang tidak lepas dari pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam, dimana para pelajar-pelajar dari Eropa telah dikirim ke Baghdad dan Cordova untuk menggali ilmu pengetahuan di sana. Di bidang-bidang ilmu keIslaman, perkembangan sastra dan bahasa Arab secara meluas terjadi pada masa Umayyah. Selain itu lahir pula Ulama-ulama besar. Oleh karena itu, meneliti kembali sejarah Bani Umayyah menjadi penting adanya, sebab peradaban masa kini merupakan bagian dari rantai sejarah yang tidak putus dan dengan meneliti dan memahami sejarah peradaban Islam pada masa Bani Umayyah II di Andalusia kita akan dapat memetakan rentetan sejarah peradaban Islam yang merupakan bagian dari rantai evolusi hingga masa kini.
PERADABAN ISLAM NUSANTARA (KAJIAN SASTRA SUFI MELAYU) Ismail Ismail
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 1 (2016): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.01 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i1.863

Abstract

Abstrak: Peradaban Islam  Nusantara (Kajian  Sastra Sufi Melayu). Memahami perkembangan arah pemikiran dan peradaban Islam Melayu Nusantara secara umum telah menggambarkan proses dan hasil yang telah dicapai pada masyarakat Islam Nusantara baik periode klasik maupun periode modern dengan hasil yang sangat menakjubkan. Hasil itu, terbukti dengan maju  dan pesatnya ilmu-ilmu naqliyyah dan ilmu-ilmu aqliyyah dengan segala farian-fariannya. Terlebih lagi wilayah Nusantara merupakan wilayah yang ada di seluruh kepulauan Indonesia yang memperlihatkan keberagaman atau kemajemukan dalam berbagai hal. Misalnya saja bahasa dan adat-istiadat yang dimiliki masyarakatnya.Perjalanan sejarah yang dilampaui masyarakatnya juga cukup panjang. Sebelum Islam masuk ke wilayah Nusantara ini, masyarakatnya telah memeluk agama, misalnya, Hindu, Budha, dan Nasrani. Oleh sebab itu, peradaban Islam Melayu Nusantara memperlihatkan kekhasan tersendiri yang tidak sama dengan peradaban Islam di manana pun. Peradaban Islam di wilayah ini tumbuh dan berkembang sesuai dengan latar belakang pendukungnya. Tulisan ini berbicara tentang wujud peradaban Islam Melayu Nusantara yang terdiri dari  pemikiran,  ilmu pengetahuan dan tulisan, sistem sosial, dan seni sastra.

Page 5 of 13 | Total Record : 123