cover
Contact Name
Anesa Surya
Contact Email
anesasurya@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anesasurya@staff.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Didaktika Dwija Indria
ISSN : 23378786     EISSN : 27752917     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini membahas tentang hal-hal yang terkait dengan bidang Ke SD an. Beberapa hal yang menjadi bahan kajian dalam jurnal ini yakni metode pembelajaran, model pembelajaran, Teknologi pembelajaran, media pembelajaran, majanemen sekolah, bahan ajar sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 795 Documents
Penerapan Budaya Sekolah dalam Menanamkan Karakter Tanggung Jawab di SD Negeri Wirogunan 01 Margaretha Loyz Armelita Florentia; Endrise Septina Rawanoko; Deni Zein Tarsidi
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 4 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i4.121538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman nilai karakter tanggung jawab melalui budaya sekolah, peran guru dan lingkungan sekolah dalam mendukung penanaman nilai karakter tanggung jawab, serta faktor-faktor pendukung dan penghambatnya di SD Negeri Wirogunan 01. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai karakter tanggung jawab dilakukan melalui budaya sekolah yang diwujudkan dalam penerapan aturan sekolah, kegiatan pembiasaan, dan kegiatan rutin. Nilai tanggung jawab ditanamkan pada aspek tanggung jawab terhadap tugas, aturan sekolah, lingkungan, diri sendiri, dan sosial. Guru berperan sebagai teladan, pembimbing, dan pemberi penguatan kepada siswa, sedangkan lingkungan sekolah mendukung melalui budaya sekolah yang kondusif serta sarana dan prasarana yang memadai. Faktor pendukung meliputi komitmen warga sekolah, keteladanan guru, pembiasaan yang konsisten, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter dan motivasi siswa, kebiasaan yang terbawa dari lingkungan keluarga, serta masih adanya siswa yang memerlukan bimbingan lebih lanjut. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa budaya sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai karakter tanggung jawab siswa di SD Negeri Wirogunan 01.
Penerapan Model Kooperatif Tipe Bamboo Dancing untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Futikha Salsabila Nardiawan; Siti Istiyati; Jenny Indrastoeti Siti Poerwanti
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 4 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i4.122691

Abstract

Kebutuhan akan penerapan model pembelajaran yang dapat memicu keterlibatan aktif peserta didik dipicu oleh masih terbatasnya kecakapan sosial yang ditunjukkan oleh peserta didik pada tingkat sekolah dasar. Keterbatasan ini tampak nyata pada aspek interaksi komunikasi, kerja sama tim, kepedulian (empati), serta kedisiplinan selama proses belajar Pendidikan Pancasila berlangsung. Penelitian ini berfokus pada upaya peningkatan keterampilan sosial peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo Dancing. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus.  Adapun pada tiap siklus dilakukan rangkaian kegiatan yang terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, serta refleksi, dengan melibatkan 16 peserta didik kelas V SDN 02 Sedayu sebagai subjek penelitian. Penelitian ini menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam pelaksanaannya sebagai dasar pendekatan penelitian. (PTK) yang dilaksanakan melalui dua siklus kegiatan pembelajaran. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik angket, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif serta kuantitatif. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa keterampilan sosial peserta didik telah mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, keterampilan sosial peserta didik masih berada pada kategori sedang dengan persentase ketuntasan sebesar 62,5%, sedangkan pada siklus II telah meningkat menjadi kategori baik dengan capaian ketuntasan sebesar 87,5%. Adanya peningkatan keterampilan sosial peserta didik dapat diidentifikasi melalui indikator komunikasi, kerja sama, empati, serta disiplin selama kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Berdasarkan hasil penelitian, Model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo Dancing dinilai efektif untuk digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang berfokus pada peserta didik guna meningkatkan keterampilan sosial.
Studi Fenomenologi tentang Penguatan Digital Citizenship Berbasis Literasi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar Eka Dayani Yulianti; Deni Zein Tarsidi; Sukarno Sukarno Sukarno
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 5 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i5.124934

Abstract

This study is motivated by the high internet penetration in Indonesia, reaching approximately 80.66% of the population in 2025, while cases of cyberbullying among children continue to rise to an average of 40 cases per month, making the strengthening of digital citizenship from elementary school age an urgent matter. This study aims to analyze digital information access, digital communication, and digital ethics in Pancasila Education learning as a means of strengthening digital citizenship in elementary schools. The study employed a qualitative phenomenological approach with nine teachers and eighteen students from three elementary schools, namely SD Aisyiyah Unggulan Gemolong, SD Kristen Manahan, and SD Negeri Mojo Surakarta, as participants. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation studies, then analyzed using Colaizzi's seven-step method and validated through source and technique triangulation. The results show that digital information access occurred through a teacher-mediated access pattern with varying levels of critical literacy quality across schools, digital communication was formed through a triangular school–parent–student ecosystem via WhatsApp groups, and digital ethics was organically integrated with Pancasila values without formal coordination among schools. This study implies that integrating digital citizenship does not require a new subject, but can instead be carried out contextually by linking digital ethics to existing Pancasila values in learning, so that students become not only technically competent but also of good character.
Peran Guru sebagai Demonstrator dalam Pembelajaran Menulis Aksara Jawa Anisa Rizqi Aulya; Joko Daryanto; Siti Istiyati
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 5 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i5.123231

Abstract

This study aims to describe the teacher's role as a demonstrator in Javanese script writing instruction at SD Negeri Ngrandu. Javanese script is one of the local cultural heritages that needs to be preserved through elementary education; however, many students still experience difficulties in writing Javanese script correctly. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. The research was conducted at SD Negeri Ngrandu, Boyolali Regency, involving one third-grade teacher and twelve third-grade students as research subjects. Data were collected through observation, interviews, tests, and document analysis. The data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the teacher had performed the role of demonstrator through several indicators, including mastery of the material, material demonstration, technical and procedural accuracy, the use of varied techniques and media, as well as guidance and feedback. The teacher demonstrated the writing of nglêgêna Javanese script directly, involved students in writing practices, explained writing procedures, utilized learning media such as whiteboards, worksheets, and script cards, and provided guidance and corrections on students’ work. However, the implementation was not yet optimal due to limited learning media, insufficiently detailed explanations, and uneven feedback provided to students. Therefore, the teacher’s role as a demonstrator has been implemented well but still requires improvement to enhance the effectiveness of Javanese script writing instruction.
Analisis Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Pembelajaran Bahasa Jawa Materi Geguritan di Kelas IV Sekolah Dasar Ade Risma Syfa Zahra; Sri Marmoah; Joko Daryanto
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 5 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i5.124480

Abstract

This study aims to describe the implementation stage of differentiated learning in terms of content, process, product, and learning environment differentiation in Javanese language learning on Geguritan material in Grade IV of SD Negeri 2 Urutsewu. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation using purposive sampling. The results showed that differentiated learning was implemented through four elements. Content differentiation was implemented through diagnostic assessments and the adjustment of learning materials, resources, and media according to students’ needs. Process differentiation was applied through flexible grouping, varied learning activities, peer tutoring, individual feedback, and learning reflection. Product differentiation was implemented by providing choices of learning outcomes in the form of written geguritan, posters, and geguritan reading videos, while learning environment differentiation was realized through a safe, comfortable, and inclusive learning atmosphere that supports students’ diverse learning needs. Thus, differentiated learning is able to accommodate students’ diverse learning needs, making learning more active, meaningful, and student-centered.

Filter by Year

2000 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 6 (2026): Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 5 (2026): Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 4 (2026): Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 3 (2026): Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 2 (2026): Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 6 (2025): Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 5 (2025): Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 4 (2025): Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 3 (2025): Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 2 (2025): Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 1 (2025): Didaktika Dwija Indria Vol 12, No 6 (2024): Didaktika Dwija Indria Vol 12, No 5 (2024): Didaktika Dwija Indria Vol 12, No 4 (2024): Didaktika Dwija Indria Vol 12, No 3 (2024): Didaktika Dwija Indria Vol 12, No 2 (2024): Didaktika Dwija Indria Vol 12, No 1 (2024): Didaktika Dwija Indria Vol 11, No 6 (2023): Didaktika Dwija Indria Vol 11, No 5 (2023): Didaktika Dwija Indria Vol 11, No 4 (2023): Didaktika Dwija Indria Vol 11, No 3 (2023): Didaktika Dwija Indria Vol 11, No 2 (2023): Didaktika Dwija Indria Vol 11, No 1 (2023): Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 6 (2022): Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 5 (2022): Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 4 (2022): Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 3 (2022): Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 1 (2022): Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 2 (2022): Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 6 (2021): Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 5 (2021): Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 4 (2021): Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 3 (2021): Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 2 (2021): Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 1 (2021): Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 6 (2020): Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 5 (2020): Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 4 (2020): Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 3 (2020): Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 2 (2020): Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 1 (2020): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 7 (2019): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 6 (2019): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 5 (2019): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 4 (2019): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 3 (2019): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 2 (2019): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 1 (2019): Didaktika Dwija Indria More Issue