cover
Contact Name
Anesa Surya
Contact Email
anesasurya@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anesasurya@staff.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Didaktika Dwija Indria
ISSN : 23378786     EISSN : 27752917     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini membahas tentang hal-hal yang terkait dengan bidang Ke SD an. Beberapa hal yang menjadi bahan kajian dalam jurnal ini yakni metode pembelajaran, model pembelajaran, Teknologi pembelajaran, media pembelajaran, majanemen sekolah, bahan ajar sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 795 Documents
Self Regulated Learning sebagai Faktor Computational Thinking Skill Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Andita Anggit Saraswati; Dwi Yuniasih Saputri; Roy Ardiansyah
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 5 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i5.124211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan positif antara Self Regulated Learning (SRL) dan Computational Thinking Skill (CTS) peserta didik kelas V SD Negeri se-Gugus 03 Gajah Mada Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 104 peserta didik yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Instrumen SRL berupa angket tervalidasi yang mencakup aspek metakognisi, motivasional, dan behavioral, sedangkan CTS diukur menggunakan tes uraian tervalidasi yang mencakup dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Analisis data menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas ANOVA, dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SRL berada pada kategori sedang (74,04%) dengan aspek behavioral tertinggi dan metakognisi terendah. CTS juga berada pada kategori sedang (63,46%) dengan aspek dekomposisi tertinggi dan algoritma terendah. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara SRL dan CTS (r = 0,205; p = 0,037). Temuan ini menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki kemampuan mengatur proses belajar secara mandiri cenderung memiliki kemampuan berpikir komputasional yang lebih baik begitu pula sebaliknya. Guru dapat meningkatkan kedua kemampuan tersebut melalui pembelajaran IPAS yang mendorong penetapan tujuan belajar, pemantauan strategi berpikir, dan refleksi hasil belajar.
Optimalisasi Penanaman Karakter Demokratis melalui Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada Peserta Didik Sekolah Dasar Dhevina Anggraini Fatekah; Endrise Septina Rawanoko; Fadhil Purnama Adi
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 4 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i4.122742

Abstract

Penanaman karakter demokratis pada peserta didik sekolah dasar merupakan bagian penting dalam penguatan pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan upaya optimalisasi penanaman karakter demokratis melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila di SDN Nayu Barat 1 Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter demokratis ditanamkan melalui diskusi kelompok, kerja sama, pembiasaan, demonstrasi, dan simulasi pemilu mini. Nilai yang berkembang meliputi keberanian berpendapat, toleransi, komunikasi terbuka, kerja sama, dan penghargaan terhadap pendapat orang lain. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya rasa percaya diri peserta didik, dominasi dalam diskusi, dan keterbatasan media pembelajaran. Upaya optimalisasi dilakukan melalui keteladanan guru, penerapan metode pembelajaran partisipatif, pembiasaan sikap demokratis, dan penciptaan iklim sekolah yang demokratis. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang berorientasi pada penguatan karakter demokratis peserta didik sekolah dasar.
Efektivitas Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Kelas IV dalam Konteks Nilai Gotong Royong Khusnul Khotimah; Roy Ardiansyah; Deni Zein Tarsidi
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 5 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i5.124821

Abstract

Keterampilan berpikir kritis perlu dikembangkan sejak sekolah dasar untuk mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Dalam kelas Pendidikan Pancasila, khususnya ketika membahas topik gotong royong, keterampilan ini membantu siswa mengidentifikasi masalah, mengevaluasi informasi, dan memilih solusi yang tepat. Namun, pada kenyataannya, metode pengajaran yang masih berpusat pada guru cenderung membatasi keterlibatan aktif siswa dalam aktivitas berpikir tingkat tinggi. Lebih lanjut, studi tentang penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) untuk tema gotong royong di sekolah dasar masih relatif sedikit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji perubahan keterampilan berpikir kritis siswa setelah penerapan model PBL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimental dan desain kelompok kontrol pretest-posttest, yang melibatkan 42 siswa kelas empat dari SD Segugus Singosari Kartasura sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui tes esai keterampilan berpikir kritis dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,637 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok. Meskipun demikian, melalui aktivitas pembelajaran yang berpusat pada pemecahan masalah, siswa menjadi lebih aktif dalam mengidentifikasi masalah, mengevaluasi informasi, dan mengembangkan solusi secara kolaboratif. 
Pembelajaran Membaca Permulaan Dengan Model Berbantuan Aplikasi Marbel Ulfa Aliyatul Azizah; Septi Yulisetiani; Dwi Yuniasih Saputri
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 5 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i5.123589

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan kemampuan krusial yang perlu dimiliki peserta didik sekolah dasar karena menjadi pondasi dalam memahami pembelajaran pada jenjang berikutnya. Namun, masih ditemukan peserta didik yang mengalami kesulitan mengenali huruf, membaca suku kata, serta membaca kata dan kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Quantum Learning berbantuan aplikasi Marbel dalam pembelajaran membaca permulaan peserta didik kelas I sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Ngadirejo 3. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes kemampuan membaca permulaan yang dilihat dari aspek ketepatan lafal, kelancaran membaca, dan ketepatan intonasi dengan indikator yang mencakup kemampuan membaca huruf dan tanda baca, membaca suku kata, membaca kata, serta membaca kalimat. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca permulaan dengan model Quantum Learning dilaksanakan melalui tahapan Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan. Aplikasi Marbel berfungsi sebagai media interaktif yang mendukung sintaks Alami, Namai, dan Demonstrasikan melalui penyajian gambar, suara, serta latihan membaca. Respon positif peserta didik terlihat dari meningkatnya keaktifan, antusiasme, fokus, serta kepercayaan diri selama mengikuti pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintaks Alami, Demonstrasikan, dan Ulangi memberikan pengaruh paling besar terhadap kemampuan membaca permulaan. Pada tahap Alami peserta didik memperoleh pengalaman dalam mengenal huruf dan bunyi huruf, tahap Demonstrasikan membantu memperlancar membaca, sedangkan tahap Ulangi peserta didik memperoleh kesempatan untuk berlatih membaca secara berulang sehingga ketepatan dan kelancaran membaca semakin meningkat.
Efektivitas Collaborative Learning Berbantuan Media Audiovisual Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis IPAS Siswa SD fansa aulia rahman; Joko Suprapmanto
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 4 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i4.122920

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Collaborative learning berbantuan media audiovisual dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV pada pembelajaran IPAS di SDN Babakan Cibatu Kabupaten Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling yang terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas isi, reliabilitas, normalitas, homogenitas, hipotesis, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan instrumen memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,878. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai Sig. (2-tailed) < 0,001 yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penerapan model Collaborative learning berbantuan media audiovisual terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 63,22%, sedangkan kelas kontrol sebesar 34,55%. Dengan demikian, model Collaborative learning berbantuan media audiovisual efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS.Kata Kunci: Collaborative learning, media audiovisual, kemampuan berpikir kritis, IPAS, sekolah dasar. 
Analisis prinsip praktis dari ing ngarsa sung tuladha pada pembelajaran kelas I sekolah dasar Haffa Islam Mubarok Wiranegara; Joko daryanto
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 3 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i3.108267

Abstract

This study aims to examine the implementation of the Ing Ngarsa Sung Tuladha principle as part of the Among System in the learning process of Bahasa Indonesia in first grade at SD Negeri Soropadan. This principle is regarded as a pedagogical foundation that emphasizes the importance of teacher role modeling in shaping students' character and learning behavior, particularly in the early years of primary education. The research employed a qualitative approach using a case study method. Data collection techniques included observation, semi-structured interviews, and documentation. The data were analyzed using a descriptive-analytical approach through Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that the teacher consistently applied the Ing Ngarsa Sung Tuladha principle across four key dimensions: attitude, behavior, action, and thought. The teacher served not only as a verbal and non-verbal role model but also fostered a learning environment that supports students’ independence, responsibility, and emotional development in a holistic manner. These findings highlight the significance of the teacher’s presence as a figure who internalizes and enacts the values of character education in daily teaching practice.
Pembelajaran berdiferensiasi untuk siswa berkebutuhan khusus slow learner di sekolah dasar Ijah Mulyati; Tri Joko Raharjo; Harianingsih Harianingsih
Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 6 (2025): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v13i6.110790

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang menekankan pada penyesuaian strategi, metode, dan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, serta kemampuan peserta didik. Penerapannya menjadi sangat penting dalam konteks pendidikan inklusif, khususnya bagi siswa berkebutuhan khusus dengan kategori slow learner. Siswa slow learner umumnya mengalami hambatan dalam memahami materi secara cepat, kesulitan dalam konsentrasi, dan membutuhkan waktu lebih lama dalam menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan di SD Negeri Salem 05 guna meningkatkan efektivitas pembelajaran bagi siswa slow learner. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan konteks dan karakteristik siswa lamban belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi efektif meliputi: modifikasi materi dan metode pembelajaran, penggunaan media konkret dan visual, akomodasi waktu dan penilaian, serta pengelolaan lingkungan belajar yang kondusif. Selain itu, kolaborasi antara guru kelas, guru pendamping khusus, dan orang tua sangat berperan dalam mendukung proses pembelajaran. Penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi secara tepat dapat membantu siswa slow learner dalam memahami materi pelajaran, meningkatkan kepercayaan diri, serta mencapai tujuan belajar secara optimal. Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan kompetensi dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan responsif terhadap keragaman peserta didik.
Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Multimedia Interaktif terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas IV SD Ira Nurlina; Nurdinah Hanifah; Sidqia Nurfadilah
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 3 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i3.118637

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemandirian belajar siswa dan pentingnya penerapan model pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Discovery Learning berbantuan multimedia interaktif terhadap kemandirian belajar siswa kelas IV SD. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group Design, melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa angket kemandirian belajar dan lembar observasi. Analisis data dilakukan melalui uji statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji Independent Sample t-test, serta uji N-Gain dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan awal antara kedua kelas, namun setelah perlakuan terdapat perbedaan yang signifikan, di mana kelas eksperimen memiliki kemandirian belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Nilai effect size menunjukkan kategori sangat tinggi, sedangkan N-Gain berada pada kategori sedang, yang menunjukkan peningkatan yang cukup efektif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa model Discovery Learning berbantuan multimedia interaktif dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi yang mendorong siswa untuk lebih aktif dan mandiri dalam proses belajar.
Peningkatan Keterampilan Membaca Peserta Didik Melalui Media Flipbook Interaktif Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Rosita Putri Damayanti; Sukarno -; Sri Marmoah
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 5 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i5.123127

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakang tingkat keterampilan membaca peserta didik yang masih rendah dan pembelajran guru yang masih konvensional. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk 1) meningkatkan keterampilan membaca peserta didik melalui penerapan media flipbook interaktif pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SDN Kratonan dan 2) untuk menjelaskan peningkatan hasil keterampilan membaca melalui media flipbook interaktif pada peserta didik kelas II SDN Kratonan. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan konsep Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dijalankan dalam tiga tahap, masing-masing terdiri dari proses perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Ada 27 peserta didik yang menjadi subjek dalam studi ini. Metode pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, tes lisan, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Validitas data diuji dengan triangulasi dari teknik dan sumber yang berbeda. Berikut adalah temuan dari penelitian ini.Pada tahap pra siklus, sebanyak 63% (10 peserta didik) telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada siklus I, angka tersebut meningkat menjadi 81,48% (22 peserta didik), di siklus II mencapai 85% (23 peserta didik), dan pada siklus III melonjak menjadi 88,88% (24 peserta didik). Dengan demikian, keterampilan membaca peserta didik kelas II SDN Kratonan menunjukkan progres di setiap tahap siklus. Dalam keterampilan membaca, peserta didik sudah mencapai target yang diharapkan dalam aspek intonasi, pengucapan, kejelasan, tanda baca, vokal. Hanya ada 3 peserta didik yang masih kurang lancar dalam intonasi, tanda baca, dan pengucapan saat membaca. Setiap siklus menunjukkan peningkatan dalam keterampilan membaca peserta didik. Pada siklus III, peningkatan keterampilan membaca mencapai 88,88%. Kesimpulannya, penerapan media flipbook interaktif berhasil meningkatkan keterampilan membaca peserta didik kelas II, dan perkembangan keterampilan membaca ditunjukkan melalui hasil tes yang semakin baik dari pra tindakan menuju siklus I dan mengalami kenaikan signifikan pada siklus III mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan.
Pengaruh Game-Based Learning berbantuan Wordwall Terhadap Pemahaman Konsep Materi Pecahan pada Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Gugus R.A. Kartini Huria Khansa Maulidian; Riyadi Riyadi; Sandra Bayu Kurniawan
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 6 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i6.125123

Abstract

 This research focuses on the understanding of fraction concepts, which many fourth-grade elementary school students still struggle with due to the abstract nature of the subject and teacher-centered learning. The purpose of this study was to determine the effect of using a Game-Based Learning paradigm combined with Wordwall media on fourth-grade students' knowledge of fraction concepts. This research was conducted at Kartini Elementary School, Laweyan District, Surakarta City. This study used a quantitative approach, with a quasi experimental Unequal Control Group Design method. The samples were selected using cluster random sampling, consisting of an experimental group of 52 students who were taught using the Game-Based Learning model assisted by Wordwall and a control group of 50 students who received conventional instruction. Data were collected through a conceptual understanding test consisting of 20 multiple-choice questions. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics, including the Kolmogorov–Smirnov normality test, Levene’s homogeneity test, balance test, and the Independent Samples t-test. The results showed that the experimental group achieved a higher mean posttest score (81.44) than the control group (70.70). The hypothesis testing also indicated a significance value of less than 0.05. The findings revealed that students conceptual understanding became clearly evident during the Wordwall gameplay stage, where students identified, matched, classified, and applied fraction concepts to solve game-based challenges. Therefore, the implementation of the Game-Based Learning model assisted by Wordwall had a significant effect and was more effective in improving fourth-grade elementary school students conceptual understanding of fractions than conventional learning. 

Filter by Year

2000 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 6 (2026): Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 5 (2026): Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 4 (2026): Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 3 (2026): Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 2 (2026): Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 1 (2026): Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 6 (2025): Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 5 (2025): Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 4 (2025): Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 3 (2025): Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 2 (2025): Didaktika Dwija Indria Vol 13, No 1 (2025): Didaktika Dwija Indria Vol 12, No 6 (2024): Didaktika Dwija Indria Vol 12, No 5 (2024): Didaktika Dwija Indria Vol 12, No 4 (2024): Didaktika Dwija Indria Vol 12, No 3 (2024): Didaktika Dwija Indria Vol 12, No 2 (2024): Didaktika Dwija Indria Vol 12, No 1 (2024): Didaktika Dwija Indria Vol 11, No 6 (2023): Didaktika Dwija Indria Vol 11, No 5 (2023): Didaktika Dwija Indria Vol 11, No 4 (2023): Didaktika Dwija Indria Vol 11, No 3 (2023): Didaktika Dwija Indria Vol 11, No 2 (2023): Didaktika Dwija Indria Vol 11, No 1 (2023): Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 6 (2022): Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 5 (2022): Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 4 (2022): Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 3 (2022): Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 1 (2022): Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 2 (2022): Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 6 (2021): Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 5 (2021): Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 4 (2021): Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 3 (2021): Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 2 (2021): Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 1 (2021): Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 6 (2020): Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 5 (2020): Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 4 (2020): Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 3 (2020): Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 2 (2020): Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 1 (2020): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 7 (2019): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 6 (2019): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 5 (2019): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 4 (2019): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 3 (2019): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 2 (2019): Didaktika Dwija Indria Vol 7, No 1 (2019): Didaktika Dwija Indria More Issue