Articles
88 Documents
Search results for
, issue
"2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI"
:
88 Documents
clear
EFEKTIVITAS PENGAPLKASIAN ZEOLIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE TYLER SIEVE ASTM, UP FLOW, DAN CATU DALAM UPAYA PENURUNAN KADAR MERKURI PADA LIMBAH PERTAMBANGAN EMAS RAKYAT
Wahyu Idi Pangestu;
Zaida Syafira Putri Pralano;
Ratna Dian Anggraeni
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.152
Pertambangan emas rakyat di Indonesia umumnya memanfaatkan merkuri sebagai pengikat mineral emas dari mineral pengotor atau metode amalgamasi. Penggunaan merkuri dapat mengakibatkan degradasi lingkungan, dikarenakan tidak sesuai dengan aturan tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang tertera didalam UU No.32 Tahun 2009. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak limbah merkuri dari pengolahan pertambangan emas rakyat, mengetahui kemampuan zeolit dalam menurunkan kadar merkuri, menentukan metode yang lebih efektif hingga sesuai dengan ambang batas baku mutu lingkungan sebesar 0,0010 ppm sesuai PP No. 82 Tahun 2001, serta menentukan estimasi biaya penggunaan zeolit dalam satu tahun sesuai tingkat produksi. Zeolit merupakan senyawa alumina silikat dengan struktur berongga dan berpori molekul air yang dapat mudah dipertukarkan sehingga dapat mengasorbsi air. Perolehan data merupakan hasil studi literatur mengenai metode pemanfaatan zeolit pada pertambangan emas rakyat. Metode pemanfaatan zeolit dapat dilakukan bergantian dengan metode penyaringan up flow, menggunakan tyler sieve ASMR, dan catu. Dari studi yang dilakukan terhadap 3 (tiga) metode zeolit terbukti mampu mengurangi kandungan merkuri rata rata 99,2342 % dengan ukuran optimal penggunaan zeolit 20 – 200 mesh. Metode up flow dengan campuran zeolit dan karbon aktif mampu munurunkan kadar merkuri sesuai dengan ambang batas baku mutu lingkungan. Penggunaan zeolit tergolong ekonomis dengan estimasi biaya berkisar Rp 2.000.000 – 5.000.000 pertahun menyesuaikan kapasitas produksi. Perencanaan pemanfaatan zeolit harus dilakukan agar hasil yang diperoleh lebih optimal.
STUDI ANALISA KETERDAPATAN AIRTANAH PADA TAMBANG UTARA DAN SELATAN POMALAA DENGAN PENDEKATAN WATERSHED MODELLING SYSTEM
Reza Riezqi Ramadhan;
Pramudya Septian;
M Arief Wicaksono;
Febri Prihasto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.187
Airtanah merupakan salah satu aspek penting dalam aktivitas penambangan yang perlu untuk diidentifikasi dan diketahui baik pola aliran permukaan maupun pola atau model aliran air bawah permukaan. Hal tersebut dikarenakan, dengan kita mengetahui pola aliran air baik permukaan maupun bawah permukaan perencanaan penambangan akan semakin detil dan komprehensif sehingga dapat mengantisipasi dan memitigasi risiko yang akan muncul dikemudian hari akibat airtanah tersebut. Penelitian dilakukan untuk melakukan identifikasi keterdapatan air tanah pada tambang utara, pit Everest, Pomalaa dan tambang selatan dengan pendekatan awal berupa watershed modelling system. Metode penelitian menggunakan data primer berupa data muka airtanah, pendekatan geolistrik serta topografi atau kontur sebagai acuan. Analisa yang digunakan menggunakan pendekatan delineasi basin airtanah permukaan sebagai indikasi awal lalu dikonfirmasi dengan data bawah permukaan berupa model 2D dan 3D muka airtanah serta pemodelan resistivitas untuk mengetahui sebaran akuifer. Hasil penelitian menunjukan dengan pendekatan watershed dapat diketahui indikasi awal seepage atau rembesan pada Pit Everest, Tambang utara lalu dikonfirmasi dengan data bawah permukaan bahwa pada titik seepage elevasi topografi dan elevasi model muka airtanah berada pada level yang sama sehingga titik tersebut merupakan titik luahan sesuai dengan kenampakan aktual lapangan pada Pit Everest.Sementara pada area tambang selatan, baik model muka airtanah serta model resistivitas menunjukan level airtanah berada dibawah topografi sehingga tidak ada rembesan atau seepage yang menghambat aktivitas penambangan tambang selatan. Dengan pendekatan ini maka dapat diketahui keterdapatan airtanah serta pola aliran air baik pada permukaan maupun bawahpermukaan pada tambang utara dan selatan site Pomalaa. Selain itu paradigma preventif dapat diterapkan pada lokasi lain agar dapat memitigasi risiko akibat airtanah lebih awal.
ANALISIS KESTABILAN LERENG METODE Q-SLOPE, KESETIMBANGAN BATAS DAN PROBABILITAS LONGSOR PADA TAMBANG ANDESIT
Wahyu Nusantara Akbar
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.203
Kegiatan penambangan di lokasi penelitian sudah memasuki tahap penutupan tambang sehingga membentuk lereng-lereng akhir yang terdiri dari 4 lereng tunggal dengan tinggi lereng keseluruhan sebesar 65 m dan sudut kemiringan lereng keseluruhan sebesar 62° yang belum diketahui kestabilan-nya. Lereng akhir penambangan yang ditinggalkan memiliki bidang diskontinu sehingga dapat mempengaruhi potensi adanya longsor berdasarkan analisis kinematika. Pemetaan geoteknik dilakukan pada setiap lereng tunggal dengan metode line mapping (Priest Hudson, 1973). Sifat material properties batuan sebagai parameter masukan dalam analisis kestabilan lereng diketahui berdasarkan pengujian sifat fisik dan sifat mekanik di laboratorium. Analisis tingkat kestabilan lereng berdasarkan potensi longsor yang dapat terjadi dilakukan dengan metode empiris Q-Slope (Bar Barton, 2015), metode analitis kesetimbangan batas (Hoek Bray, 1981) dan analisis statistik probabilitas longsor yang dilakukan dengan metode Monte-Carlo. Berdasarkan analisis kinematika diketahui potensi longsor yang terjadi pada lereng aktual adalah potensi longsor bidang pada lereng tunggal 1 2, potensi blok baji yang tidak dapat runtuh pada lereng tunggal 3 dan potensi blok baji yang dapat runtuh pada lereng tunggal 4. Hasil analisis kestabilan lereng dengan metode Q-Slope diketahui bahwa lereng dalam keadaan stabil dengan nilai sudut maksimal Q-Slope lebih besar dari nilai sudut lereng aktual (βQ-Slope ˃ βLereng). Tingkat faktor keamanan (FK) metode kesetimbangan batas dan probabilitas longsor (PL) metode Monte Carlo pada setiap lereng tunggal menggunakan geometri lereng aktual dan geometri lereng Q-Slope diketahui dalam keadaan yang stabil baik dalam kondisi kering dan kondisi terisi air penuh karena memenuhi kriteria penerimaan dengan nilai faktor keamanan (FK) ≥ 1,1 dan probabilitas longsor (PL) ≤ 37,5% sesuai dengan peraturan pada Kepmen ESDM nomor 1827 K/30/MEM/2018.
PENGARUH PELAPUKAN TERHADAP KUAT TEKAN UNIAKSIAL PADA BATUAN ANDESIT
Listiyawati Nugraha;
Rety Winonazada
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.219
Proses pelapukan merupakan hal yang umum dijumpai pada batuan. Apalagi di daerah yang beriklim tropis memiliki peran dalam mempengaruhi sifat mekanik batuan, khususnya kekuatan massa batuan tersebut. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan batuan, diantaranya adalah faktor pelapukan batuan. Beberapa jenis batuan yang mengalami pelapukan, salah satunya yaitu batuan andesit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kekuatan batuan andesit fresh dan batuan andesit lapuk di dua lokasi yang berbeda. Dimana lokasi 1 adalah batuan andesit yang masih fresh sedangkan di lokasi ke 2 yaitu batuan andesit yang sudah mengalami pelapukan. Perubahan-perubahan yang terjadi pada proses pelapukan kebanyakan berlangsung secara gradual dan biasanya diikuti oleh pola-pola perubahan yang teratur. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan pengamatan secara langsung di lapangan dan melakukan uji laboratorium yaitu uji kuat tekan uniaksial (Uniaxial Compressive Strength). Dari hasil pengujian UCS diproleh hasil kuat tekan batuan andesit fresh pada sampel 01.A yaitu sebesar 17,16 Mpa, sampel 01.B sebesar 15,44 Mpa, sedangkan batuan andesit lapuk yaitu, sampel 02.A sebesar 12,34 Mpa dan sampel 02.B sebesar 6,64 MPa. Berdasarkan hasil uji UCS di dua lokasi tersebut, lokasi dua memiliki kekuatan massa batuan yang lebih kecil dari massa batuan di lokasi pertama, karena adanya proses pelapukan. Dari hasil analisis, proses pelapukan batuan pada lokasi pertama tergolong dalam kelas I yaitu batuan fresh sedangkan batuan di lokasi kedua tergolong dalam kelas IV yaitu lapuk kuat. Oleh karena itu di lokasi kedua perlu dilakukan perkuatan lereng, untuk menghindari terjadinya longsor.
PEMANFAATAN SPEKTROSKOPI REFLEKTANSI DALAM PENGINDRAAN JAUH SENSOR OPTIS UNTUK EKSPLORASI MINERAL
Arie Naftali Hawu Hede;
Syafrizaldan Mohamad Nur Heriawan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.131
Spektroskopi reflektansi merupakan salah satu metode non-desktruktif dan tanpa kontak yang cepat dalam mengidentifikasi material dalam hal ini mineral dan batuan. Teknik ini menggunakan sifat reflektansi yang terjadi pada rentang gelombang elektromagnetik tampak hingga inframerah gelombang pendek (0,4–2,5 µm) dimana rentang gelombang ini juga memiliki kesesuaian dengan produk sensor optis seperti foto udara dan citra satelit multi-/hiperspektral. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan spektroskopi reflektansi yang digunakan dalam pengindraan jauh (indraja) dengan tujuan untuk eksplorasi mineral. Analisis terhadap respon spektral seperti bentuk absorpsi, posisi, dan reflektansi absolut untuk interpretasi jenis material dilakukan terhadap hasil pengukuran langsung menggunakan spektroradiometer. Hasil ini selanjutnya menjadi basis data dan disesuaikan guna keperluan pencitraan spektroskopi disamping menggunakan basis data yang sudah tersedia. Penelitian mengambil studi kasus pemetaan alterasi hidrotermal dan identifikasi mineral ikutan timah termasuk mineral pembawa unsur tanah jarang.Teknik pemetaan spektral yang didemonstrasikan antara lain spectral angle mapper, linear spectral unmixing, perbandingan dan komposit band, serta metode berbasis principal component analysis. Hasil kajian memperlihatkan kapabilitas penggunaan metode indraja berdasar prinsip reflektansi dalam memetakan daerah potensi mineral khususnya pada daerah terbuka. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah pada daerah yang ditutupi tumbuhan penggunaan metode berbasis reflektansi memerlukan perlakuan khusus terutama untuk penekanan reflektansi tumbuhan terhadap mineral guna mengekstrak peta sebaran mineral. Dengan menggunakan metode analisis dan pemilihan citra dengan panjang gelombang yang tepat, pemetaan indraja menggunakan prinsip spektroskopi reflektansi menjadi salah satu inovasi dalam eksplorasi mengingat teknologi pencitraan yang juga terus berkembang.
ANALISIS PENGGUNAAN ALGORITMA NDVI PADA PLATFORM GOOGLE EARTH ENGINE SEBAGAI DATA DUKUNG EVALUASI KEBERHASILAN PELAKSANAAN REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG
Arief Pratama;
Jajat Sudrajat
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.147
Pemegang IUP wajib melaksanakan Reklamasi hingga mencapai kriteria keberhasilan 100 % sebagai bentuk komitmen pemulihan lingkungan hidup akibat dampak kegiatan pertambangan. Untuk meningkatkan pengawasan dalam evaluasi keberhasilan Reklamasi secara akuntabel diujicobakan pemanfaatan Google Earth Engine (GEE) yang merupakan platform geospasial dataset yang dapat mengombinasikan algoritma pemrograman tertentu dengan database time series layanan citra satelit yang dapat diakses publik. Telah dilakukan proses evaluasi dengan menggunakan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) pada titik sampling area Reklamasi tahun tanam 2013 dengan pola “Z-pattern” untuk diobservasi nilai NDVI-nya selama kurun waktu 2013-2020 untuk kemudian diperbandingkan dengan nilai NDVI lokasi referensi (area Reklamasi tahun tanam 2012) yang telah dinyatakan telah mencapai tingkat keberhasilan Reklamasi 100% berdasarkan evaluasi lapangan Pemerintah. Evaluasi terhadap area Reklamasi tahun tanam 2013 dilakukan dengan basis database citra satelit Landsat 8 pada platform GEE, didapatkan bahwa NDVI berada pada rentang 0,09 - 0,7. Titik referensi NDVI yang dipilih adalah area reklamasi tahun tanam 2012 yang telah dinyatakan berhasil 100% berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah dengan NDVI pada tahun 2012-2019 berada pada rentang 0,347 - 0,962. Nilai NDVI yang tinggi (sekitar 0,6 hingga 0,9) memiliki korelasi dengan tingkat kelebatan vegetasi seperti ditemukan di hutan beriklim sedang dan tropis atau tanaman pada tahap pertumbuhan puncaknya. Hasil analisis NDVI tersebut dengan menggunakan platform GEE tersebut memiliki potensi sebagai alat bantu dan data dukung tambahan dalam evaluasi keberhasilan pelaksanaan Reklamasi yang dilakukan oleh Pemerintah
KAJIAN KEBERHASILAN CORPARATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN BATUBARA DI KALIMANTAN TIMUR
Alfianita Mariska Asfandi;
Sundek Hariyadi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.163
CSR adalah sebuah konsep yang tidak hadir secara instan. CSR merupakan hasil dari proses panjang dimana konsep dan aplikasi dari konsep CSR pada saat sekarang ini telah mengalami banyak perkembangan dan perubahan dari konsep-konsep terdahulunya. CSR bukan saja sebagai tanggung jawab, tetapi juga sbuah kewajiban. CSR adalah suatu peran bisnis dan harus menjadi bagian dari kebijakan bisnis. Maka, bisnis tidak hanya mengurus permasalahan laba, tapi juga sebagai sebuah institusi pembelajaran. Bisnis harus mengandung kesadaran sosial terhadap lingkungan sekitar. Perspektif CSR umunya disebut sebagai ”triple bottom line” dan banyak digunakan dalam program CSR yang mengacu pada keberlanjutan untuk perubahan tanggung jawab sosial.Kalimantan Timur adalah salah satu Provinsi yang memiliki blue print sebagai acuan dalam membuat program corporate social responsibility dengan harapan perusahaan dapat menjalankan program corporate social responsibility dengan baik dan benar serta mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Makalah ini akan membahas bagaimana corporate social responsibility berpangaruh pada tingkat kesejahteraan dengan melakukan pendekatan melalui perbandingan jumlah pendduk miskin di Kalimantan Timur.Berdasarkan hasil kajian dari beberapa data yaitu dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimatan Timur, Laporan Perekonomian Kalimantan Timur serta pengamatan dilapangan jumlah penduduk miskin di Kaltim pada Maret 2020 sebesar 230,26 ribu (6,10%). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2019 sebesar 220,91 ribu (5,91%), secara absolut penduduk miskin bertambah 9,35 ribu orang atau bertambah 0,19%. Akan tetapi berdasarkan data dari tahun 2008 sampai dengan maret 2020 presentase penduduk miskin di Kaltim mengalami penurunan.
TRANSFORMASI MANUAL SCHEDULING KE AUTOMATIC SCHEDULING
Juki Bodi Sembada;
Muhammad Khaidir Husain;
Mutiara Andini;
Arif Hindarto;
Febri Estiadi Prihasto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.174
Era Industri 4.0 mengharuskan perusahaan, termasuk perusahaan tambang seperti PT ANTAM Tbk (ANTAM), untuk melakukan transformasi dari proses manual ke era digital dan otomatisasi yang salah satunya adalah proses penjadwalan penambangan. ANTAM memiliki 4 IUP cadangan bauksit dengan proses penjadwalan penambangan membutuhkan waktu yang lama ( 2 minggu/site). Selain itu, kondisi saat ini yang sangat dinamis dengan perubahan bisnis yang begitu cepat mengakibatkan adanya tuntutan untuk mampu menyediakan perencanaan tambang dengan cepat beserta alternatif rencana untuk optimalisasi skenario bisnis, sehingga Satuan Kerja REE-MRD, Unit Geomin Technology Development (UGTD) berusaha membuat perencanaan tambang secara cepat dan komprehensif. Metode yang dilakukan adalah dengan perbaikan atau improvement yang berkelanjutan melalui Quality Control Circle (QCC) dengan melihat aspek Quality, Delivery, Safety, dan Morale (QDSM). Hasil dari kajian didapatkan template blending dan scheduling serta standarisasi penggunaan Minesched sehingga proses penjadwalan tambang dapat dikerjakan dalam waktu 6 hari/site serta dapat dilakukan secara otomatis dan komprehensif.
STUDI PROSES LEDAKAN AKIBAT GAS METANA BATUBARA PADA TEROWONGAN TAMBANG SKALA LABORATORIUM DENGAN SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS ANSYS FLUENT
Putu Yukie Peramesti A
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.198
Ledakan gas metana dan debu batubara merupakan bencana terbesar di dunia pertambangan dan banyak menyebabkan korban terutama para pekerja tambang bawah tanah batubara. Metana mudah meledak di udara saat konsentrasi berkisar 5% hingga 14% (Coward dan Jones, 1952). Penelitian ini bertujuan menganalisis proses terjadinya ledakan akibat gas metana pada terowongan bawah tanah dan menentukan faktor-faktor yang terpengaruh dalam terjadinya ledakan akibat gas metana pada terowongan bawah tanah. Model terowongan bawah tanah skala laboratorium dengan geometri balok tertutup ukuran 164 cm (Panjang) x 19 cm (lebar) x 25 cm (tinggi). Lalu dilakukan simulasi menggunakan variasi konsentrasi metana 5%, 6% dan 9,5% volume. Spark ignition menggunakan high voltage electric trigger dengan energi sebesar 6 J dengan durasi 2 ms. Hasil penelitian ini 1) proses terjadinya ledakan akibat gas metana pada terowongan bawah tanah dimulai dengan adanya gas metana dengan konsentrasi 5% - 9,5% dalam terowongan, lalu diinisiasi penyalaan sehingga menghasilkan ledakan dengan tekanan ledak dan temperatur tertentu. 2) Faktor-faktor yang terpengaruh dalam terjadinya ledakan akibat gas metana pada terowongan bawah tanah adalah temperatur dan tekanan ledak. Semakin besar konsentrasi metana yang diberikan maka semakin besar pula temperatur, tekanan ledak dan nilai pembakaran yang dihasilkan. Semakin jauh dengan titik spark, semakin kecil nilai temperatur dan tekanan ledak.
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN SECARA DARING SELAMA MASA COVID-19 OLEH MAHASISWA DALAM PENINGKATAN SKILL VISUALISASI 3D UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI DI INDUSTRI PERTAMBANGAN 4.0
Ilham Ilham
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.214
Pada masa pandemi Covid-19 semua sektor dituntut untuk WFH (work From home) tanpa kecuali, termasuk mahasiswa juga dituntut untuk belajar daring di rumah guna untuk memutus penyebaran virus. Mendikbud Nadiem menyampaikan Karena keselamatan adalah nomor satu, saat ini semua perguruan tinggi masih melakukan secara online. Oleh sebab itu mata kuliah praktek akan terganggu karena membutuhkan alat-alat dan pempraktekan secara langsung di lapangan. Kita mengetahui mata kuliah praktek tidak kalah penting bagi mahasiswa terutama Teknik. Ilmu yang didapat dalam mata kuliah praktek bisa satu dasar pengetahuan sebelum memasuki dunia kerja. Selama tiga dekade terakhir industri pertambangan telah mengalami transformasi besar-besaran salah satunya visualisasi 3D. Sebelumnya, data yang diambil di lapangan hanya berbentuk analisis 2D yang sulit untuk dijelaskan. Dengan adanya visualisasi 3D akan sangat membantu untuk menggambarkan cadangan batubara dan mineral di bawah permukaan tanah, tidak hanya itu namun juga memberikan keputusan analisis sumber daya, perencanaan teknik, pencegahan dan mitigasi bencana. Juga dalam beberapa tahun terakhir banyak bermunculan software yang di peruntukan untuk visualisasi 3D seperti Surpac, Minescape, Micromine dan lain-lain. Di sisi yang lain masa seperti ini bisa dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa untuk meningkatkan skill visualisasi 3D, akan banyak waktu luang karena WFH (work From Home) dan perkuliahan dilakukan secara daring. Waktu untuk mata kuliah praktek bisa digunakan untuk mempelajari software visualisasi 3D karena praktek merupakan kunci dari mempelajarinya.