cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
ANALISIS POTENSI DAN ARAH STRATEGI KEBIJAKAN LOGAM TANAH JARANG DI INDONESIA Adinda Ramadhani Haka Putri; Agam Diandra Lesmana
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya logam tanah jarang (LTJ) merupakan material kritis dunia karena dinilai memiliki prospek strategis di masa depan. Proyeksi kebutuhan akan LTJ di dunia meningkat seiring dengan pengembangan energi hijau atau energi yang bersifat lebih ramah lingkungan. Dalam pemenuhan kebutuhan teknologi tinggi tersebut, keterdapatan LTJ berpotensi menjadi mineral kritis dunia. Mineral didefinisikan sebagai kritis jika memiliki kepentingan ekonomi yang tinggi dan pasokannya dikaitkan dengan risiko yang signifikan. Pada dasarnya, LTJ merupakan kumpulan dari 17 unsur kimia pada tabel periodik yang terdiri dari 15 unsur kelompok lanthanida ditambah dengan yttrium dan scandium. Istilah “jarang” pada logam tanah jarang mengacu pada kehadiran yang “tidak umum dijumpai” karena jumlahnya yang terbatas. Dalam periode 2011-2019, beberapa negara termasuk Indonesia berhasil mengidentifikasi keberadaan sumber daya LTJ. BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) memperkirakan terdapat potensi 1,5 miliar ton bijih cadangan LTJ yang tersebar di Indonesia, meliputi: Bangka Belitung, Kalimantan, Kepulauan Riau, Sulawesi, Jawa Barat, dan Papua. Namun pada realisasinya, Indonesia belum menetapkan definisi dan daftar mineral kritis sebagai sumber daya strategisnya, termasuk LTJ. Sehingga membuat negara Indonesia belum diakui memiliki komoditas mineral kritis yang berpotensi ekonomis untuk dikembangkan. Hal tersebut dikarenakan belum adanya eksplorasi yang sistematis untuk keterdapatan LTJ di Indonesia. Sejalan dengan UU Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang pengembangan dan peningkatan nilai tambah kegiatan usaha pertambangan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi keterdapatan LTJ serta menentukan arah strategi kebijakannya. Riset ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan analisis metode kualitatif yang menjelaskan mengenai peluang potensi LTJ dengan implementasinya pada peningkatan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan beberapa rekomendasi kebijakan, di antaranya: 1) perlu dilakukan kegiatan eksplorasi yang berfokus pada greenfield/ wilayah-wilayah baru yang belum pernah dijamah, 2) penerapan teknologi informasi untuk menjaga kerahasiaan data dan informasi eksplorasi, 3) penerapan kewajiban pembatasan ekspor produk yang belum dilakukan pemurnian, 4) merumuskan kebijakan iklim investasi yang lebih fleksibel, 5) menentukan langkah CSR di daerah prospek. Di samping itu, faktor kunci keberhasilan eksplorasi yang sistematis pada penemuan potensi LTJ ini tentunya sangat membutuhkan dukungan sinergi dari berbagai pihak seperti pemerintah, universitas, lembaga penelitian, perusahaan tambang termasuk BUMN maupun swasta, dan organisasi profesi seperti Perhapi dan MGEI-IAGI
REDESAIN GEOMETRI PELEDAKAN DAN PENERAPAN METODE AIR DECK UNTUK EFISIENSI BIAYA BAHAN PELEDAK DI QUARRY BATU GAMPING PT SEMEN INDONESIA PERSERO TBK SITE TUBAN M. Ardy Zailani; Firhad Firmansyah
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan harga bahan peledak sebesar 23,9% untuk Amonium Nitrat, 15% untuk dinamit/peka detonator dan 11,6% solar di kwartal 2 tahun 2022, mendorong PT Semen Indonesia harus mencari cara untuk menekan biaya peledakan dalam rangka menjaga biaya penambangan batu gamping untuk kebutuhan produksi semen yang relatif tidak terjadi kenaikan harga jual. Improvement dilakukan untuk bisa mengurangi penggunaan bahan peledak tanpa mengurangi kualitas hasil peledakan. Beberapa inisiatif dilakukan Tim mining operation mulai dari melakukan redesain geometeri dan penerapan metode air deck di lubang ledak. Metode air deck pada kolom lubang ledak menggunakan alat bantu rocklock produk stemrock berbentuk bola yang berukuran diameter 0.75 meter. Inisiatif pertama tim mining operation melakukan redesain geometri lubang ledak dengan diameter lubang 3,5 Inch yang semula memiliki burden 2.5 meter, spasi 3 meter dengan kedalaman 6 meter menjadi burden 2.5 meter, spasi 3.5 meter, dengan kedalaman 8.6-9 meter pada area batu gamping yang berhasil menurunkan powder factor yang awalnya rata-rata 0.26 Kg/ton menjadi 0.21 Kg/ton batu gamping dengan fragmentasi material 80cm diatas 92%. Selanjutnya tim mining operation melakukan inisitaif kedua yaitu menerapkan metode air deck menggunakan alat bantu rocklock produk stemrock berbentuk bola yang berukuran diameter 0.75 meter dengan desain geometri peledakan burden 2.5 meter, spasi 3.5 meter dan kedalaman lubang 8.6- 9 meter dengan kolom air deck rata-rata 0.75 meter dan kolom isian anfo 5-5.2 meter. Improvement tersebut menghasilkan penurunan powder factor yang sebelumnya powder factor awal yaitu 0.21 Kg/ton turun menjadi 0.19 Kg/ton. Kedua inisiatif perbaikan yang dilakukan berhasil menurunkan biaya bahan peledak/material batu gamping (Rp/Ton) yang sebelumnya Rp. 2,996.13 menjadi Rp. 2,241.35. Dari hasil beberapa kali percobaan improvement redesain dan penerapan air deck disimpulkan impelemtasi sangat optimum dilakukan di area batu gamping area timur dengan kondisi material cendrung soft dan tidak berongga.
TOP SOIL USAGE EFFICIENCY UP TO 73% WITH THE IMPLEMENTATION OF GROOVE SYSTEM AT LIMESTONE MINE RECLAMATION AREA PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK Eko Purnomo; Putri Elma Octavya
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on Law Number 3/2020, Good Mining Practice’s criteria are mining safety provisions, environmental management, and monitoring, including reclamation and post-mining activity, conservation of minerals and coal, and management of mine waste before being released into the environment. Directorate General of Mineral and Coal state's Strategic plan reclamation target for 2021 is 7.025 hectares and 7.050 hectares in 2022. PT Semen Indonesia, as one of the mining companies, is committed to supporting the reclamation target as stated in their Yearly Land Reclamation Plan. Mine floor reclamation on limestone quarry was generally performed using top soil spreading which cost up to 3,000 m3 of top soil per hectare area. Whereas top soil availability on site is limited. As a result, the existing top soil reserve could not fulfill the needs of reclamation to cover entire mining floor. The practice of Spreading Method depletes reserved top soil, causes excessive planting media preparation and revegetation cost. This challenging condition encourages PT. Semen Indonesia to innovate to suppress reclamation cost without reducing the success rate. The company concluded that Groove Planting System could reduce both top soil transport cost and revegetation cost, even increase the survival rate of the trees. This method reduced up to 2,200 m3 of top soil usage per hectare area, reduced top soil hauling cost, reduced tree planting and treatment, even increased the success rate of reclamation. With this innovation, company could suppress reclamation cost without sacrificing reclamation quality. Benefits emerging from Groove System Implementation include; Reduced top soil volume usage for reclamation up to 73%; Reduced revegetation cost up to 49% or IDR 66,794,354/ha; Cost efficiency of planting media preparation up to IDR 168,000,000/ha; Increased tree survival rate up to 100%; Regulation mandate compliance of Post Mining Reclamation; Best practice pioneer of Post Mining Reclamation using Groove System.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITALISASI DALAM AKTIVITAS KONSERVASI BATUBARA DI AREA KERJA PT.BERAU COAL DAN PT.PAMAPERSADA NUSANTARA Mochamad Azis Qosim N.S.; Edi Kurniawan; Aldo Brilianto; Evanda Eko Putra M; Andi Zulkarnain
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan Undang-Undang No. 3 tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batubara telah mengamanatkan kepada Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik, yang salah satunya yaitu wajib melaksanakan penerapan upaya konservasi mineral dan batubara. Konservasi mineral dan batubara merupakan upaya dalam rangka optimalisasi pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya mineral dan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Dalam Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 salah satu objek yang menjadi target dalam penerapan konservasi minerba yaitu perencanan dan pengelolaan recovery penambangan / mining recovery. Dalam menunjang program konservasi tersebut, di era indutsri 4.0 pada saat ini juga menuntut perusahaan pertambangan untuk melakukan transformasi dari proses manual ke digital agar semua proses dapat dilakukan secara efektif dan efisien, serta tersinkronisasi dalam suatu basis data / big data secara menyeluruh, terlebih dalam hal pelaporan. Studi kasus pelaksanaan program konservasi ini dilaksanakan di area kerja PT. Berau Coal, yang merupakan perusahaan pemegang izin usaha pertambangan batubara. PT. Berau Coal mempunyai tantangan yang cukup tinggi dalam melaksanakan program konservasi ini. Tantangan tersebut antara lain : jumlah multi seam yang sangat tinggi (80 seam) dengan rentan ketebalan yang sangat variatif, multi parting dalam satu seam utama dengan keterdapatan bone coal yang tinggi, dan proses pelaporan yang rendah dengan keseragaman mitra kerja kontraktor pertambangan yang tinggi. Hal ini tentu menuntut agar PT. Berau Coal membuat suatu terobosan dalam pengelolaan program konservasi ini agar dapat dijalankan dengan baik, efektif dan efisien oleh semua kontraktor pertambangan yang berada di area konsesi PT. Berau Coal. Dengan komitmen yang tinggi, PT. Berau Coal dan mitra kerja mencoba melaksanakan program digitalisasi menggunakan aplikasi seluler yang dinamai ArcGIS Survey123. Aplikasi seluler ini merupakan formulir cerdas yang berfungsi untuk mempermudah pengumpulan data dari smartphone dalam mengontrol aktivitas coal handling dan pelaporan pengambilan produk konservasi, khususnya dalam penanganan mining recovery, optimalisasi pengambilan batubara tipis / thin coal, dan produk mine out. Sebagai pilot project, program ini dilaksanakan di area operasional Binungan Mine Operation 2 (BMO2) dengan PT. Pamapersada Nusantara sebagai salah satu mitra kerja pelaksana penggunaan aplikasi seluler ini. Harapanya dengan dilaksanakanya secara efektif program ini di area kerja PT. Pamapersada Nusantara, maka target pencapaian mining recovery diatas 100% (dengan tambahan konservasi) dapat tercapai, dan semua mitra kerja di area operasional PT. Berau Coal yang lain dapat melaksanakan dengan baik penggunaan aplikasi aplikasi seluler ArcGIS Survey123 ini untuk mencapai target mining recovery yang ditargetkan.
PENINGKATAN KAPASITAS PELEDAKAN TROUGH SEAM BLAST DI PT. KALTIM PRIMA COAL (PT. KPC) Kiagus Nirwan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peledakan terkontrol tembus batu bara atau yang lazim disebut peledakan through seam blast (TSB) merupakan metode peledakan terkini untuk mendapatkan beberapa hasil peledakan dalam satu proses tunggal dimana overburden, batu bara, dan interburden diledakan dalam satu kali proses. Metode ini memiliki maksud dan tujuan inti yakni untuk mengurangi waktu tunggu pada aktifitas pengeboran-peledakan, mengoptimalkan pencapaian powder factor (PF) pada elevasi tujuan peledakan dengan tetap menjaga parameter fragmentasi, meningkatkan kuantitas blasting material, mengeliminasi peledakan top of coal (TOC), memastikan ketercapaian kualitas dan target recovery batu bara tertambang setelah peledakan, dan mengurangi intensitas pengeboran-peledakan sehingga akan berdampak pada peningkatan target produktifitas alat muat. Pada operasional peledakan di PT. KPC, metode ini mulai diujicobakan pada tahun 2015 di area penambangan Mining Operation Division (MOD), dan kemudian implementasinya terus dikembangkan dengan memperhatikan perbaikan bekelanjutan pada sisi teknis maupun operasionalnya. Pada awalnya peledakan TSB memiliki tingkat ketercapaian sekitar 20% dan kemudian terus meningkat sampai 90% pada pit MOD di tahun 2021. Tulisan ini dibuat untuk memaparkan proses transisi peledakan konvensional menjadi peledakan through seam blast dengan paremeter ukur yang spesifik. Sehingga dalam aplikasinya seluruh hal yang menjadi Key performance Indicator (KPI) seperti tidak ada pelanggaran prosedur keselamatan kerja, ketercapaian fragmentasi dan waktu penggalian (digging time), tidak ada kerusakan batu bara dan ketercapaian target hilang atau kontaminasi batu bara, dan perhitungan potensial cost saving pada praktek peledakan ini. Tujuan dari pelaksanaan peledakan TSB adalah untuk memberikan perbaikan pada operasional penambangan karena dapat mengurangi frekuensi peledakan sekitar 20-30% dibandingkan dengan peledakan konvensional, memberikan kontribusi penghematan bahan peledak (tingkat PF) sampai 10% dan memberikan potensial keuntungan sampai dengan $589K sejak awal project sampai dengan YTD Juli 2022.
WINE-Work Area Inteligent Salah Satu Program Dalam Peningkatan Pengelolaan Keselamatan Supandi Supandi; Endra Kustiawan; Selvi Yolanda
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan keselamatan pertambangan harus diusahakan secara menyeluruh sehingga pencapaian kinerja keselamatan pertambangan bukan karena kebetulan namun berkat usaha-usaha yang sistematis. Memastikan area kerja menjadi salah satu langkah pengelolaan keselamatan pertambangan yang haus dilakukan sehingga operasional bisa produktif dan aman. Semua area kerja harus mendapatkan kesempatan untuk mendapakan pengawasan berupa inspeksi dan obervasi secara berkala sehingga ketika dijumpai ketidaksesuaian langsung dapat ditindaklanjuti segera. Untuk memastikan area pernah mendapatkan pengawasan maka diluncurkannya program WINE – Work Area Intelegent. Program ini merupakan program yang sistematis yang melibatkan semua sumberdaya untuk terlibat dalam dalam memastikan area kerja dari ketidaksesuaian. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program WINE – Work Area Intelegent terhadap kinerja keselamatan Pertambangan. Indikator keselamatan pertambangan diukur terhadap terhadap nilai Total Incident Frequency Rate (TIFR). Variable dalam penelitian ini berupa cakupan area yang masuk dalam program WINE – Work Area Intelegent dibandingkan dengan total nilai Total Incident Frequency Rate (TIFR). Variable WINE – Work Area Intelegent berupa jumlah Hazard Report, Observasi dan Inspeksi yang dilakukan pada area tersebut. Variable Nilai TIFR berhubungan dibandingkan dengan jumlah jam kerja tenaga yang terlibat dalam kegiatan pertambangan. Rata-rata pelaporan hazard report, observasi dan inspeksi dilakukan hanya sekitar 40% setiap bulannya. Peningkatan jumlah hazard report, observasi dan inspeksi menjadi sekitar 90% ketika program WINE – Work Area Intelegent diimplementasikan. Jumlah hazard report, observasi dan inspeksi mengalami peningkatan dari ~90 kegiatan perbulan meningkat menjadi ~184 laporan perbulan atau meningkat hamoir 200%. Dari cakupan area yang diawasi dan jumlah laporan yang sampaikan terbukti meningkat hampir2x lipat sehingga program ini telah mampu meningkatkan partisipasi banyak pihak. Diharapkan dengan peningkatan cakupan area dan jumlah laporan akan berdampak pada peningkatan kinerja keselamatan. Evaluasi program dilakukan dengan membuat korelasi antara peningkatan laporan hazard report dan nilai TIFR setiap bulannya. TIFR mengalami penurunan dari 1.77 menjadi 1.34 setelah program WINE – Work Area Intelegent. Memang tidak bisa di tarik garis linier untuk hubungan antara program WINE – Work Area Intelegent dengan penurunan TIFR karena pengelolaan keselamatan pertambangan tidak tergantung pada salah satu program kerja saja. Namun program WINE – Work Area Intelegent ini telah membantu dalam mengarahkan pengelolaan keselamatan yang lebih terarah. Model WINE – Work Area Intelegent dapat diterapkan pada semua kegiatan pertambangan di Indonesia.
ALGORITMA PERENCANAAN TATA KELOLA AIR Fahmi Syaifudin; Yogi Irmas Pratama
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu prinsip dalam tata kelola air tambang batu bara terbuka adalah kontrol kuantitas air. Konfigurasi desain kolam optimal yang diterapkan terdiri atas embung kering sebagai kolam detensi untuk kontrol debit dan kolam labirin untuk pengolahan kualitas air. Sumber air yang akan diolah pada kolam pengendap berasal dari limpasan air permukaan (run off) yang muncul ketika terjadi hujan (event flow). Selain itu terdapat aliran dasar (base flow) yang berasal dari pompa pit (dewatering pump) dan aliran natural yang alirannya cenderung bersifat terus menerus (continuous flow). Pada pemodelan hidrograf, perhitungan aliran dasar dipisahkan dengan aliran limpasan. Pemisahan perhitungan berdasarkan karakteristik aliran akan memberikan ruang lebih untuk mengakomodasi volume air dari bangkitan event flow, terutama pada kondisi hujan yang terjadi berulang pada hari berikutnya. Penerapan metode ini pada simulasi lebih menggambarkan kondisi faktual. Kontrol debit harus mempertimbangkan besaran continuous flow, kemampuan kapasitas kolam kontrol debit yang bisa dibangun, dan kapasitas instalasi pengolahan kualitas air. Kapasitas outlet harus mempertimbangkan continuous flow untuk dapat secara langsung dikeluarkan dari sistem kolam detensi. Hasil dari simulasi perhitungan menunjukkan bahwa tinggi muka air pada intake saluran akan cepat kembali normal pada kejadian hujan dan debit yang timbul akibat hujan susulan dapat ditangani.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA DENGAN METODE CLOUD SEEDING DALAM KEGIATAN OPERASIONAL PERTAMBANGAN DI PT BORNEO INDOBARA Hasan Asari; Ranto Bagus Sihombing; Antoyo Setyadipratikto; Ita Pamularsih
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim mengakibatkan anomali pola musim sehingga intensitas hujan meningkat drastis. Kondisi ini mengganggu aktifitas operasional pertambangan batubara karena mempengaruhi waktu kerja dan area kerja. Teknologi modifikasi cuaca dengan metoda cloud seeding diyakini mampu mengantisipasi ancaman intensitas hujan berlebih. PT Borneo Indobara bekerja sama dengan BPPT-TMC melakukan pemanfaatan Teknologi modifikasi cuaca pada tahun 2018-2019 dan berlanjut di Oktober 2021- April 2022 dengan tujuan untuk menurunkan intensitas hujan dan durasi hujan. Modifikasi cuaca dilakukan dengan generator partikel dan bahan semai berupa metanol dan CaCl yang bertindak sebagai pemecah awan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif untuk menghitung efektifitas cloud seeding dalam memodifikasi cuaca. Selama 6 bulan penelitian berlangsung terdapat penurunan intensitas hujan sebesar 377 mm yang mengurangi biaya operational water pumping cost (benefit sebesar Rp 8,38 Milyar) dan penurunan durasi hujan sebesar 140 jam yang menaikkan effective working hours (benefit sebesar Rp 51,17 Milyar). Dengan biaya sebesar Rp 18,98 Milyar maka BCR pemanfaatan Teknologi modifikasi cuaca sebesar 3,14.
PENGGUNAAN FLEET MANAGEMENT SYSTEM DALAM PENERAPAN KESELAMATAN OPERASIONAL HAULING PT BORNEO INDOBARA Teguh Arifiyanto; Verda Wahyuni; Christian Palumean
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi batubara PT Borneo Indobara yang diiringi dengan penambahan pekerja dan unit produksi berpotensi meningkatkan frekuensi kecelakaan yang dominan disebabkan oleh perilaku tidak aman pekerja. Kegiatan operasional pengangkutan batubara (coal hauling) menjadi salah satu sektor yang mengalami peningkatan jumlah unit dump truck yang melintas sepanjang 30 km menuju Port. Jarak tempuh yang panjang berdampak pada kurang optimalnya peran dan fungsi pengawas terhadap perilaku tidak aman operator dump truck yang cenderung menyebabkan kecelakaan seperti melebihi batas kecepatan, mengalami gejala kelelahan, tidak menjaga jarak aman saat beriringan, merokok, dan menggunakan HP saat berkendara. Salah satu upaya menunjang pencapaian target produksi batubara yang terus mengalami peningkatan serta perlunya penerapan aspek keselamatan untuk mendukung kaidah teknik pertambangan yang baik. Pada tahun 2020, PT Borneo Indobara telah mengembangkan digitalisasi pada kegiatan operasionalnya. Fleet Management System (FMS) merupakan salah satu program Transformasi Digital yang diterapkan pada kegiatan pengangkutan batubara untuk memantau secara real time perilaku berkendara operator dump truck, keamanan operator, peralatan, serta mengetahui setiap informasi terkait operasional dump truck yang dipantau melalui aplikasi Telegram, dashboard monitoring FMS yang dapat diakses melalui HP atau komputer. Dengan Penerapan FMS, pengawas operasional lebih mudah melakukan pemantauan perilaku berkendara operator dump truck di sepanjang jalan pengangkutan batubara dimana setiap pelanggaran yang diidentifikasi oleh FMS dapat segera ditindaklanjuti oleh pengawas. Pemantauan FMS secara real time juga berperan dalam meningkatkan kepedulian operator dump truck serta memudahkan Safety Evaluator dalam menganalisa database pelanggaran yang mencakup trend pelanggaran, waktu pelanggaran, unit yang melanggar, dan aspek lainnya. Parameter yang lengkap dari FMS telah memberikan kemudahan proses pengawasan dan membantu percepatan pembentukan budaya keselamatan dari operator DT hauling
ANILISIS DAMPAK BIAYA DAN LINKUNGAN PADA SKENARIO OPTIMASI PEMANFAATAN LIMBAH OLI SEBAGAI PENCAMPUR BAHAN PELEDAK (STUDI KASUS PT BERAU COAL) Saeful Aziz; Taufik Faturohman
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Berau Coal sebagai perusahaan pertambangan yang bergerak di bidang energi untuk komoditas batubara, berkontribusi dalam penyediaan energi global. Salah satu upaya PT Berau Coal dalam mengurangi intensitas konsumsi energi dan emisi adalah dengan menerapkan konsep 3R waste oil sebagai blending agent untuk kegiatan peledakan pada proses penambangan. Improvement project ini memberikan banyak manfaat bagi perusahaan terutama dari segi aspek keuangan dalam hal efisiensi biaya dan kepatuhan lingkungan. Pelaksanaan proyek ini telah dilakukan sejak tahun 2015. Selama kurun waktu 2015-2020 masih terdapat kesenjangan antara realisasi penggunaan limbah oli sebagai blending agent dengan rata-rata komposisi pelaksanaan sebesar 34% dari limbah oli yang tersedia. kapasitas pabrik pengolahan dan izin yang ada optimum sebesar 48%. Penelitian ini menghitung gap yang kemudian didefinisikan sebagai hilangnya peluang yang terjadi pada periode 2015-2020 dan memberikan skenario optimasi pemanfaatan limbah oli pada periode 2021-2025 untuk menciptakan dampak optimal pada efisiensi biaya dan dampak lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Ruang lingkup penelitian ditinjau dari aspek finansial dengan pendekatan konsep capital budgeting dan aspek lingkungan melalui pendekatan konsep Proper dan carbon pricing hingga monetisasi manfaat pengurangan emisi karbon. Data diperoleh dari berbagai sumber antara lain data perusahaan, studi pratinjau, dan data yang tersedia di berbagai media publikasi. Hasil pengolahan data, dampak optimalisasi pemanfaatan limbah oli dengan komposisi 100% terhadap efisiensi biaya adalah $2.086.995.64 atau meningkat 232% dari NPV pemanfaatan limbah oli dengan kinerja eksisting. Kontribusi pengurangan intensitas konsumsi energi meningkat sebesar 0,62% dari pencapaian pemanfaatan limbah oli dengan kinerja yang keluar atau setara dengan 585.296,31 GJ. Kontribusi penurunan intensitas emisi GRK meningkat 0,04% dari pencapaian pemanfaatan limbah oli dengan kinerja eksisting atau setara dengan 7.241,99 ton CO2eq atau setara dengan $41.122,92. Kesimpulannya, optimalisasi pemanfaatan limbah oli bumi sebagai pengganti bahan bakar minyak sebagai campuran bahan peledak memberikan dampak ganda yang optimal terhadap efisiensi biaya dan mengurangi intensitas konsumsi energi dan emisi.