cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
EVALUASI MINING SEQUENCE PIT B3 UNTUK WEEKLY PRODUKSI PT. RICOBANA ABADI Bryan Kevin Toding Manginte
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu proses perencanaan penambangan adalah perencanaan tahapan penambangan atau mining sequence. Target produksi sangat bergantung dari perencanaan mining sequence yang dibuat agar produksi dapat tercapai dan mengalami keuntungan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dari setiap sequence yang dibuat agar aktual penambangan sesuai dengan tahapan yang sudah dibuat. Penelitian ini mengambil kasus di Pit B3 PT. Ricobana Abadi. PT. Ricobana Abadi merupakan perusahaan kontraktor yang bergerak dalam penambangan batubara yang memiliki target produksi sebesar 509,000 BCM dan 18,457 mT batubara pada bulan Mei 2022 dan memiliki target mingguan 135,248 BCM dan 5,185 mT batubara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persentase ketidaktercapaian target produksi pada target mingguan (weekly), faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian dan mengetahui kesesuaian rencana sequence penambangan dengan aktualisasi aktivitas penambangan. Evaluasi ini dilakukan dengan melakukan perhitungan produktivitas loader dan hauler tiap fleet, waktu kerja efektif serta membandingkan hasil overlay desain untuk area on grade, undercut, dan overcut menggunakan software minescape 5.7. Hasil dari penelitian ini adalah realisasi produksi weekly khususnya di week 20 pada bulan mei 2022 adalah 69 % dari 135,248 yaitu 93,646 BCM untuk pencapaian overburden dan 91 % dari 5,185 mT yaitu 4,700 mT untuk pencapaian coal. Hasil overlay design terdapat area undercut sebesar 42,286 BCM dan overcut sebesar 10,578 BCM. Faktor penyebab ketidaktercapaian overburden adalah waktu kerja yang tidak efektif dengan loss produksi sebesar 35,208 BCM dan Produktivitas dari loader CAT 374 Plan (325 bcm/ jam) yaitu sebesar 229 bcm/jam, sedangkan penyebab ketidaktercapaian coal adalah waktu kerja tidak efektif dikarenakan jumlah jam hujan dan slippery diatas dari plan yaitu 52.12 jam.
OPTIMASI PENGAWASAN TAMBANG QUARRY BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL MELALUI SYSTEM TERPADU QUARRY MINING COMMAND CENTER (QMCC) di PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO ) TBK SITE TUBAN M. Ardy Zailani; Eko Purnomo
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Area penambangan PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban memiliki total luas area lebih dari 1,073 Ha dengan 3 area IUP aktif penambangan. Alat berat yang beroperasi mencapai 100 unit dengan lebih dari 100 orang pekerja setiap shiftnya. seorang pengawas bertanggung jawab untuk memastikan semua peralatan, pekerja dan aktivitas operasional dalam kondisi layak dan aman. Kegiatan pengawasan secara langsung membutuhkan alokasi waktu yang tidak sedikit sehingga memiliki resiko tidak semua area bisa di pantau secara presisi dan optimal dengan waktu dan personil yang tersedia. Beberapa tahun terakhir perusahaan mulai melakukan improvement dengan mengimplementasikan beberapa tools monitoring berbasis teknologi realtime untuk memonitor beberapa parameter operasi seperti posisi alat, pergerakan alat, safety behavior dengan alat tracking system; pergerakan lereng tambang dengan alat Extensometer, visual aktivitas lapangan secara realtime dengan alat CCTV di quarry dan storage clay dan beberapa aplikasi untuk database pekerja, kegiatan inspeksi dan program K3 lainnya pada aplikasi Simpper. Pada awal implementasi semua teknologi ini masih dimanfaatkan untuk evaluasi data/report history saja dikarenakan user pengguna teknologi belum mampu memantau setiap saat output monitoring dikarenakan juga memiliki jobdesk utama lainnya masing-masing. Beberapa inisiatif dilakukan Tim mining operation untuk mengatasi masalah ini salah satunya membuat system informasi terpadu dan terpusat aktifitas penambangan real time berbasis digital melalui Quarry Mining Command Center. Monitoring kegiatan pertambangan dilakukan secara real time oleh seorang commander sehingga memperluas jangkauan pengawasan, mempercepat proses pengawasan. Hasil inisiatif ini membuat semua informasi aplikasi monitoring operasional tambang yang dibutuhkan pengawas dapat diminta secara langsung, dimanapun dan kapan pun melalui personil commander sehingga keputusan operasional dapat lebih akurat dan cepat diambil. Peran commander juga membantu pengawas dapat lebih fokus dalam pengawasan area-area kritis di lokasi tambang.
IDENTIFIKASI POTENSI MINERALISASI KROMIT DALAM LAPISAN BEDROCK NIKEL LATERIT DAERAH POMALAA, SULAWESI TENGGARA Syahrul, Syahrul; Jaya, Rio Irhan Mais Cendra; Kumalasari, Rizki
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks batuan ultramafik daerah Kolaka, Sulawesi Tenggara dikenal sebagai Lajur Ofiolit Sulawesi Tenggara (LOST). Kompleks Ultramafik ini dibagi menjadi 3 satuan batuan yaitu satuan Hazburgit, Lerzolit, dan Gabro. Nikel laterit hasil pelapukan batuan ultramafik ini telah banyak dilakukanpenambangan dengan kandungan kadar nikel dari kadar tinggi sampai rendah. Lapisan nikel laterit yang tidak termanfaatkan untuk ditambang biasanya di lapisan bawah atau lapisan bedrock. Lapisan inisangat penting untuk diidentifikasi mineralisasinya. Mineralisasi dan potensi pengembangan sumberdaya bijih selain nikel di laterit adalah mineral kromit. Mineral kromit di daerah Kolaka,khususnya daerah Pomalaa dan sekitarnya belum dilakukan kajian khusus dan potensi sebarannya.Penelitian ini akan memberikan informasi potensi kandungan kromit dan karakteristik endapannya. Selain itu, dapat menjadi sumber referensi dalam studi selanjutnya di daerah Pomalaa dan sekitarnya serta untuk perhitungan sumberdaya mineralnya. Analisis kromit dalam lapisan bedrock ini dilakukan dengan menggunakan analisis mineragrafi danpetrografi analisis. Sampel batuan diambil di daerah Sopura, Pomalaa. Hasil analisis petrografinya menunjukkan batuannya berjenis Harzburgit dan Serpentinit yang telah mengalami derajatserpentinisasi cukup kuat. Analisis sampel berdasarkan mineragrafi dan arah sebaran kromitnya bertambah besar dari arah barat-baratlaut. Karakteristik dari kromit di daerah ini adalah tipe podiform kromit, tipe kromit kelas II dengan ciri kromit non-kumulat, terkayakan secara tersebar/disseminatedsampai masif, terdeformasi kuat, batuan asal ultramafik jenis Harzburgit.Potensi mineralisasi kromit dari analisis tersebut di atas, menjadi peluang untuk beberapa perusahaan tambang di daerah Pomalaa dan sekitarnya untuk mengembangkan kromit sebagai bahan galian yang menguntungkan secara ekonomis. Analisis geokimia dan metode eksplorasi lainnya dapat dilakukan untuk analisis lebih dalam sehingga memberikan informasi sumberdaya dan cadangan yang akurat. Eksplorasi lanjutan dari penelitian ini diperlukan untuk memberikan informasi bagi penelitiselanjutnya dan juga pemerintah
PENGARUH GETARAN AKIBAT PELEDAKAN TERHADAP KESTABILAN LERENG TAMBANG PT. KALIMANTAN PRIMA PERSADA JOBSITE BDMA Firmansah, Yusron; Pradani, Diana Irmawati
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Kalimantan Prima Persada Jobsite BDMA merupakan perusahaan tambang batubara yang menerapkan metode penambangan terbuka. Kegiatan pengupasan lapisan overburden di PT. KPP Jobsite BDMA dilakukan dengan pengeboran dan peledakan. Hasil evaluasi menunjukkan operasi peledakan yang dilakukan menghasilkan dampak negatif getaran tanah yang dapat mempengaruhi nilai faktor keselamatan (FK) lereng tambang highwall. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kestabilan lereng akibat pengaruh getaran dari kegiatan peledakan. Data yang digunakan meliputi nilai getaran Peak Particle Acceleration (PPA) dengan nilai sebesar 0,063 g, 0,053 g, 0,052 g, 0,039 g dan 0,036 g, sampel penampang lereng A, B, C, D dan E, dengan litologi lereng berupa soluvial, siltstone, claystone dan batubara. Metode analisis kestabilan lereng yang digunakan adalah Morgenstren-Price dengan perangkat lunak Slide 6.0. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan nilai FK lereng sebelum dan saat operasi peledakan. Sebelum operasi peledakan didapatkan nilai FK penampang lereng E-E’ sebesar 1,112 namun saat operasi peledakan didapatkan nilai FK turun menjadi 0,993. Upaya untuk meminimalisir dampak getaran tanah adalah dengan melakukan perancangan ulang geometri peledakan. Perancangan ulang dilakukan dengan metode R.L Ash dan C.J Konya. Hasil dari metodeR.L Ash didapatkan nilai burden 5 meter, spasi 6,5 meter, dan kedalaman 7 meter serta metode C.J Konya didapatkan hasil burden 5,5 meter, spasi 5,7 meter, dan kedalaman 7,1 meter. Prediksi getaran tanah dilakukan terhadap masing-masing geometri peledakan dan diketahui radius aman getaran adalah≤425 meter dari lokasi peledakan.
ANALISA KESTABILAN LERENG UNTUK MENENTUKAN GEOMETRI OPTIMAL PADA LERENG ANISOTROPIK DI PIT MTH PT KALTIM PRIMA COAL Munthaha, Zidni Ilman; Princessca, Channia
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lereng yang terdiri dari batuan sedimen dengan struktur laminasi, pembentukan lereng yang sejajar dengan kemiringan lapisan batuan membentuk lereng anisotropik. Ketidakstabilan lerengnya dipengaruhi oleh kekuatan geser pada bidang lemah yang muncul, bukan hanya dari kekuatan geser batuan itu sendiri. Penelitian ini difokuskan pada analisa kestabilan lereng di low-wall Pit MTH dengan menggunakan model anisotropik yang terdapat bidang lemah dan diinterpretasikan oleh bidang perlapisan. Anisotropik dimasukkan dalam model 2D menggunakan model material Generalized Anisotropic di Slide2, sedangkan kedudukan batuan didasarkan pada pengukuran langsung di lapangan. Untuk mendapatkan geometri optimal lereng, dilakukan beberapa simulasi perhitungan faktor keamanan terhadap variasi ketinggian lereng tunggal yang kemudian menjadi parameter awal dalam penentuan lebar jenjang minimum. Kombinasi lereng tunggal dan lebar jenjang optimal yang membentuk lereng keseluruhan selanjutnya dilakukan perhitungan faktor keamanannya kembali guna memvalidasi setiap bagian lereng memenuhi kriteria geoteknik yang telah ditentukan. Dari hasil perhitungan, didapatkan geometri lereng low-wall Pit MTH optimal dapat dibentuk dengan lereng tunggal setinggi 15m dan lebar jenjang minimal 15m dengan bidang lemah yang dimodelkan berupa kontak perlapisan. 
ANALISIS PERENCANAAN DAN EVALUASI SERAPAN DAYA ELEKTRIFIKASI POMPA DEWATERING TAMBANG (STUDI KASUS PT ADARO INDONESIA) Ramadani, Hari Nukta; Pratama, Jimi Habi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Adaro Indonesia (Adaro) merupakan salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia yang mengkonsumsi bahan bakar cair (diesel fuel) dalam jumlah yang sangat besar. Sebagai bagian dari penerapan kebijakan operasional yang efisien dan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), Adaro menerapkan kebijakan transisi energi dalam bentuk serapan daya listrik guna mendukung misi pemerintah Net Zero Emission melalui program Mining Electrification, meliputi elektrifikasi pada proses pemompaan air tambang dan operasional di field office. Namun dalam perjalanannya ditemui kendala perihal ketidaktercapaian target serapan daya dari Beban elektrifikasi pompa tambang. Melalui penelitian dengan metode analisis hidrologi, dewatering dan energi pompa, tim Project Control berupaya mengevaluasi beban terpasang guna meningkatkan ketercapaian target serapan daya pompa. Dari hasil analisis ditemukan adanya kapasitas berlebih pada trafo-trafo terpasang (rasio beban daya hanya sebesar 62%) dan over plan target serapan daya listrik tahunan. Setelah dilakukan perbaikan dengan cara menambah jumlah elektrifikasi pompa sekaligus optimalisasi trafo yang ada, serta perencanaan target serapan daya yang presisi dan realistis. Sehingga berhasil dicapai rasio ideal konfigurasi beban minimal 70% dan tercapai 112% target serapan daya listrik Adaro pada periode Januari – Desember 2022. Keseluruhan upaya manajemen energi sejak Tahun 2016 hingga April 2023 menghasilkan serapan energi sebesar 190,5 ribu MWh yang setara dengan penghematan diesel fuel sebesar 50.1 juta liter dan mereduksi emisi gas rumah kaca sebesar 133 ribu ton CO2e.
PERAN TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN KESELAMATAN PERTAMBANGAN DALAM HAL PENGELOLAAN KELELAHAN OPERATOR (FATIGUE) DENGAN PENGGUNAAN WEARABLE SMART WATCH PT PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK BAYA, KALIMANTAN TIMUR Tandiarrang, Aris; Junianto, Dwi; Wibowo, Iwan Tri
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pamapersada Nusantara Distrik BAYA atau PAMA BAYA merupakan salah satu jobsite PT Pamapersada Nusantara yang beroperasi dalam Ijin Usaha Penambangan milik PT Jembayan Muarabara PT Khotai Makmur Insan Abadi yang berlokasi di Bhuana Jaya, Kalimantan Timur. Proses penambangan yang menjadi tanggungjawab mulai dari Land Clearing, Top Soil Removal, Drilling Blasting, OB Removal, Coal Getting, hingga Coal Hauling. Selain fokus terkait operasional, PAMA sangat memprioritaskan aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Tahun 2022, tercatat terjadi 76 kali insiden dengan klasifikasi top priority jenis insiden yaitu traffic incident sebanyak 43 kali (termasuk fatigue incident sebanyak 4 kali), serta lainnya adalah property damage dan minor injury. Insiden traffic yang memiliki risiko yang tinggi dan berpotensi terjadi fatality adalah insiden yang disebabkan oleh fatigue. Dari hasil investigasi pada kejadian insiden fatigue masih ditemukan adanya ketidakjujuran dari operator pada saat jam tidur sebelum istirahat yang kurang dari 6 jam namun pada saat mengisi form fit to work menyatakan tidur lebih dari 6 jam. Oleh karena itu diperlukan upaya dalam pengelolaan fatigue terutama operator sebelum kerja sehingga kejujuran dalam mengisi jam tidur sebelum bekerja dapat terdeteksi dan dilakukan pengendalian sehingga mengurangi risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam mengoperasikan unit/kendaraan. Dalam penelitian ini kami menggunakan wearable smart watch yang disebut dengan jam OPA (Operator Personal Assisstent) yang digunakan oleh operator sehingga dapat terdeteksi jam istirahat sebelum bekerja yang dikonfigurasikan dengan aplikasi 1Pama dan dashboard sistem web. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan penggunaan wearable OPA ini dapat menunjukan data operator deep sleep, light sleep, data aktivitas, data aktif penggunaan HP, rata-rata detak jantung, data cukup tidur, kurang tidur dan jam yang tidak dipakai. Dari data-data tersebut maka dapat dilakukan kontrol kepada operator yang secara jam tidurnya kurang untuk tidak mengoperasikan unit sehingga risiko K3 terjadinya insiden karena fatigue kurang jam istirahat sebelum bekerja dapat dihindari. Pemeriksaan data OPA dan work order follow fatigue OPA ini muncul dalam tasklist GL (Group Leader) sehingga pada saat awal shift operator yang jam tidur kurang dari 6 jam akan dipanggil dan dilakukan couching and counceling, follow up istirahat. Dengan penggunaan jam wearable OPA ini menjadi solusi dalam mendapatkan jam istirahat operator secara real dan jujur secara sistem sehingga dapat mengurangi risiko K3 di tempat kerja. Hasil penelitian menunjukkan penurunan traffic incident dari 43 kejadian diperiode year to date 2022 menjadi 5 kejadian diperiode Q1 (Jan – Mar) 2023. Angka ini membuktikan implementasi program berjalan dengan sangat baik dan perlu dijaga konsistensinya.
Perbaikan Sistem Peledakan untuk Efisiensi Penyanggaan H-Beam pada Tambang Bawah Tanah Studi Kasus di Antam UBPE Pongkor Fadillah, Fadillah; Taruna, Taruna; Purwoko, Andik; Kurniawan, Taufik; Nugroho, Bagaskara Widi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antam UBPE Pongkor merupakan salah satu perusahaan tambang emas bawah tanah yang beroperasi di Indonesia. Dalam siklus produksinya, Antam UBPE Pongkor melakukan aktivitas drilling dan blasting yang akan berpengaruh terhadap penyanggaan pada tahap berikutnya. Aktivitas penyanggaan di Pongkor terbagi menjadi dua metode yaitu konvensional berupa steel support di lokasi Ciguha, Kubang Kicau dan Gudang Handak dan modern dengan shotcrete di lokasi Ciurug. Pada lokasi yang masih menerapkan sistem konvensional, bila kelas massa batuan berada di kelas III dan IV dengan RMR 60-41 dan 40-21, Antam Pongkor menerapkan penyanggaan h-beam sesuai dengan kondisi. Dengan semakin dalam level tambang yang berarti semakin turun kelas massa batuan, penyanggaan h-beam di beberapa lokasi tidak bisa dihindari. Dalam penelitian ini, pada tahun 2021 kelas massa batuan III dan IV di Tambang Gudang Handak, Ciguha dan Kubang Kicau (Tambang B) berjumlah 79 persen sehingga membutuhkan penyanggaan h-beam sebanyak 3.057 batang dengan biaya Rp. 15.892.147.713,00.Antam UBPE Pongkor berupaya mengurangi penggunaan H-Beam untuk kegiatan penyanggaan. Masalah yang berhasil diidentifikasi adalah kondisi batuan yang sulit diprediksi dan tidak ada pola pemboran dan peledakan di area kritikal. Pada tahun 2022, direncanakan penggunaan H-Beam adalah3.296 batang dengan biaya Rp. 17.132.864.790,00. Dari tingginya biaya tersebut, kami mencoba mencari masalah dasar dari tingginya penggunaan h-beam. Dengan data geoteknik, pengukuran serta penggunaan bahan peledak, kami menemukan masalah dasarnya yaitu overbreak dimensi peledakan. Oleh karena itu, kami coba mensolusikan dengan Customized and Comprehensive Drilling-Blasting Method. Hasilnya, pada tahun 2022, overbreak turun menjadi 3,11 % dari 22,77% sehingga penggunaan h- beam turun menjadi 2.848 batang atau turun 14 persen dari rencana tahun 2022. Biayanya juga turun menjadi Rp. 14.805.638.432,00 atau turun Rp 2.327.226.359,00.
IMPLEMENTASI KONTROL GEOTEKNIK UNTUK STAGING FINALISASI DESAIN PADA AREA LUMPUR EX-SUMP DI TAMBANG BATUBARA Satria, Muhammad Alam; Rahmawan, Khafidz; Udhaya, Gde Raharja
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur merupakan salah satu tantangan besar dalam proses penambangan batubara. Pada salah satu area kerja di PAMA Distrik BAYA, terdapat area 4N yang merupakan area yang sudah ditinggal selama 8 tahun karena perubahan rencana penambangan. Pada tahun 2022 area ini diaktifkan kembali, sehingga aktivitas penambangannya akan memiliki tantangan besar terkait lumpur. Hal ini dikarenakan sebagian besar cadangan batubara berada di bawah elevasi lumpur sump 4N yang memiliki kedalaman 18 meter. Jika strategi penambangan tidak tepat, maka akan berdampak pada fatality atau property damage akibat longsor atau terperosok dan kerugian finansial akibat ketidaktercapaian produksi batubara.Tujuan dari project ini adalah untuk melakukan finalisasi desain area 4N dengan melakukan penggalian material lumpur sejumlah 971.533 m3 dan material overburden sejumlah 1.686.951 bcm untuk mendapatkan batubara sebanyak 284.122 ton. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan beberapa pekerjaan yaitu kontrol geoteknik (analisis dan monitoring) untuk menentukan staging penggalian di bawah lumpur yang aman dari bahaya longsor, catchment area reduction, dan penggalian lumpur dengan skema mud trucking.Berdasarkan hasil analisis geoteknik, penggalian batubara di bawah elevasi lumpur dapat dilakukan dengan pembuatan buffer material insitu yang dibagi menjadi 4 stage. Stage tersebut mempertimbangkan penurunan elevasi lumpur per 5 sampai 10 meter. Dalam analisis juga sudah mempertimbangkan model dan material properties terbaru berdasarkan hasil surface mapping untuk mengidentifikasi penurunan kekuatan batuan dan keberadaan weak layer. Buffer material insitu tersebut juga menjadi landasan alat ketika melakukan penggalian lumpur. Penggalian lumpur dilakukan bertahap sepanjang buffer material insitu, hingga membentuk angle of repose di 8 degree. Pembuatan outer drainage juga dilakukan agar lowest point bisa segera terbentuk dan meminimalisir volume air yang masuk ke area lumpur yang berpotensi mengurangi viskositas lumpur. Pada akhirnya, aktivitas penggalian lumpur dan material overburden di area 4N dapat berlangsung dengan aman sesuai desain dan rekomendasi geoteknik, serta batubara dapat tercapai sesuai target volume dan waktu.
Optimasi Cadangan Batubara Pit 8-14 Dengan Diversi Parit Sungai Simangono Tambang Senakin PT. Arutmin Indonesia Pratama, Yogie Reza; Pratama, Bayu Mandala; Ismail, Sufrie; Adiprasetyo, Kresno
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pit 8-14 merupakan tambang terbuka yang memproduksi Bituminous Coal yang berada di Site Tambang Senakin di dalam IUPK PT. Arutmin Indonesia. Site senakin telah beroperasi kurang lebih selama 20 tahun dan masih beroperasi sampai sekarang. Dengan semakin panjangnya umur proyek tersebut diikuti juga semakin menipisnya cadangan batubara yang ada. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukanlah optimasi sisa cadangan yang ada.Pit 8-14 ini merupakan pit yang memanjang dari arah utara-selatan yang dilalui oleh beberapa sungai. Salah satu sungai terbesar yang melalui pit tersebut adalah Sungai Simangono. Sungai simangono ini merupakan sungai dengan elevasi terendah yang berada di dalam pitshell tersebut. Sehingga untuk melakukan diversi dengan skala besar berdasarkan kajian teknis sulit untuk dilakukan serta cukup besar risikonya.Dengan mengacu kondisi yang ada, maka dibuat desain untuk melakukan diversi skala kecil dengan melakukan pelurusan aliran Sungai Simangono dengan membuat Parit yang berukuran cukup besar. Dari desain pelurusan Sungai Simangono tersebut dapat memaksimalkan crest sidewall pit 8-14 dengan jarak yang sudah melalui kajian geoteknik. Penambahan cadangan dari optimasi desain tersebut sebesar ± 882 kton batubara. Setelah dilakukan perhitungan keekonomisan dari desain optimasi tersebut dapat dinyatakan optimasi tersebut layak secara teknikal maupun keekonomian dengan SR 14.68.