cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
REKLAMASI VEGETASI SEBAGAI PENDUKUNG SUKSESI EKOSISTEM DANAU PASCATAMBANG (STUDI KASUS DANAU PASCATAMBANG KARUH) Oktiawan, Fandi; Santosa, Reza; Rahmadani, Arif; Rahman, Syaiful
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blok Karuh merupakan salah satu area Rencana Pengembangan Seluruh Wilayah (RPSW) yang merupakan eks PKP2B dari PT Arutmin Indonesia. Pelaksanaan reklamasi dalam bentuk revegetasi di blok Karuh telah selesai dilaksanakan dan berangsur-angsur telah selesai dilakukan perawatan hingga tahun 2022. Blok Karuh juga menyisakan Danau Pascatambang sebagai upaya reklamasi bantuk lain. Danau Pascatambang Karuh memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai obyek wisata, keramba jaring apung (KJA) dan sumber air bersih sebagaimana upaya-upaya yang pernah dilakukan. Selain perusahaan, keterlibatan masyarakat dan pemerintah selaku stakeholder juga diperlukan untuk mendukung keberhasilan program-program yang telah diupayakan tersebut. Keberadaan infrastruktur memiliki peran yang sangat vital, khusunya akses jalan sebagai penghubung jalan provinsi ke lokasi Danau Pacatambang yang memakan waktu tempuh dua jam perjalanan.Keberhasilan Danau Pascatambang Karuh dalam mendukung pulihnya ekosistem salah satunya diindikasikan dengan kualitas air danau pascatambang yang telah memenuhi baku mutu lingkungan sesuai Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan No.36 Tahun 2008 Tetang Baku Mutu Limbah Cair untuk parameter TSS, pH, Fe, Cd, Mn. Kualitas air yang baik ini secara langsung mendukung kesuksesan pertubuhan dan perkembangan biota air. Berdasarkan indeks Shanon Wanner 1994, hasil pengamatan Indeks Keanekaragaman (H’) dari fitoplankton dan zooplankton pada Danau Pascatambang Karuh, masuk dalam kriteria perairan sedang dengan keadaan struktur komunitas stabil, sedangkan dalam Indeks Keseragaman (E’) masuk dalam kriteria perairan sangat baik dengan keadaan penyebaran jenis dalam komunitas sangat merata. Dengan demikian secara umum kondisi ini menunjukan hasil yang baik dan sangat layak untuk kehidupan fitoplankton dan zooplankton. Pengujian fish tissue nekton dengan jenis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang bersumber dari Danau Pascatambang dilakukan pada tahun 2018 dan 2023, dimana hasilnya tidak menunjukan peningkatan signifikan kadar logam dalam tubuh ikan tersebut. Kegiatan penilaian reklamasi hutan dan reklamasi tambang (JAMREK) di area Pascatambang Karuh telah dilakukan dan kawasan hutannya telah dikembalikan sebagian kepada pemerintah. Hal demikian menjadi indikator keberhasilan pertumbuhan dan perkembagan reklamasi dalam bentuk vegetasi. Perkembangan flora dan fauna pada area reklamasi vegetasi Pascatambang Karuh dan perkembangan biota Danau Pascatambang saling mendukung satu sama lain. Keberadaannya menjadi indikator keberhasilan ekosistem Pascatambang telah pulih dari kerusakaan yang disebabkan selama masa operasi penambangan.
PEMISAHAN KARBON DAN PASIR PADA OVERSIZE SAFETY SCREEN DENGAN METODE GRAVITY SEPARATOR DI PT. ANTAM TBK – PONGKOR, JAWA BARAT (Sub Tema : Konservasi Sumber Daya Mineral) Adi, Hoppy; Nurhakim, Zafar; Wahyudi, Wahyudi; Teguh, Yulian
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengolahan emas di UBPE Pongkor menghasilkan limbah berupa slurry dan waste safety screen. Limbah safety screen berasal dari sampah yang ada pada slurry di tangki terakhir, melalui proses screening akan terpisah oversize (waste) dan undersize (slurry). Selama ini pemanfaatan waste safety screen dilakukan dengan mengumpankan kembali ke tangki CIL karena masih terdapat material berharga yaitu karbon aktif, akan tetapi karena waste safety screen mengandung material lain yaitu pasir dan kayu, sehingga berpotensi menganggu proses agitasi pada tangki, material tersebut harus dipisahkan terlebih dahulu sebelum masuk proses CIL. Selain itu kadar emas yang masih tinggi di pasir, sehingga perlu dilakukan proses re-grinding untuk mengoptimalkan perolehan logam, material tersebut harus dipisahkan terlebih dahulu. Salah satu proses pemisahan yang dapat dilakukan adalah pemisahan secara gravitasi menggunakan humphrey spiral, shaking table, ataupun proses gravitasi lainnya. Pemilihan alat pemisahan oversize safety screen yang tepat dapat menghasilkan proses pemisahan material yang efektif dan efisien. Oleh karena itu penelitian kali ini dilakukan untuk mengetahui teknologi pemisahan waste safety screen yang paling efektif dan efisien diantara metode gravity separator tersebut. Penelitian diawali dengan melakukan karakterisasi material waste safety screen dengan analisa komposisi dan distribusi ukuran waste safety screen. Hasil karakterisasi tersebut menunjukkan waste safety screen memiliki komposisi pasir, karbon dan kayu berturut-turut sebesar 70%,26% dan 4% dengan pasir terdistribusi merata di semua ukuran sedangkan karbon berada pada ukuran 8-14 mesh. Penelitian dilanjutkan dengan uji gravity separator, pada Jig didapatkan hasil sampah kayu terpisah pada overflow dengan komposisi 89% akan tetapi pada underflow karbon dan pasir masih bercampur dengan komposisi 66% dan 34%. Sedangkan pada shaking table didapatkan hasil pada tailing didominasi oleh karbon dan kayu (95%), middling didominasi oleh karbon (99%), sedangkan concentrate didominasi oleh pasir (88%). Adapun pada humphrey spiral didapatkan hasil pada tailing masih terdapat campuran antara karbon dan pasir dengan komposisi 55% dan 45%, middling dan concentrate didominasi oleh pasir dengan komposisi 92% dan 99%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan kesimpulan metode shaking table paling efektif dalam pemisahan karbon, kayu dan pasir dari waste safety screen. Analisa keekonomian juga dilakukan setelah menentukan shaking table sebagai opsi terbaik, dari analisa yang dilakukan, terdapat biaya tambahan berupa capex dan opex sebesar 149 juta untuk capex dan 48 juta per bulan untuk opex. Adapun estimasi perhitungan revenue dari pengolahan oversize safety screen sebesar 1.7 milliar per tahun, sehingga terdapat benefit dari pengolahan pasir yang sudah dipisahkan oleh shaking table sebesar Rp. 892,554,438 per tahun. 
EVALUASI BATAS KRITIS NILAI PERGERAKAN MATERIAL PADA LERENG BATUAN SEDIMEN LUNAK DI AREA PENGGALIAN DAN PENIMBUNAN Ismail, Firda Tubagus; Santoso, M.S. Joko; Nasrullah, M. Ikhsan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah ketidakstabilan lereng penggalian dan penimbunan sering terjadi mulai dari mengganggu operasional, kehilangan sumberdaya cadangan, serta potensi kehilangan nyawa pekerja di industri pertambangan. Penelitian ini membahas evaluasi penentuan ambang batas nilai pergerakan material pada kejadian actual pergerakan lereng dari hasil pemantauan lereng secara realtime menggunakan Teknologi Radar SSR di Area Formasi Warukin, Kalimantan Selatan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan metode statistik dan studi empiris dari kejadian longsor di area material insitu dan residu dan diharapkan dapat memberikan gambaran pola dan nilai acuan pergerakan material. Penilaian parameter dilakukan terhadap nilai deformasi, kecepatan, dan regangan suatu material yang terindikasi mengalami pergerakan material sampai dengan terjadi kelongsoran. Hasil kajian menujukkan bahwa nilai aktual strain material timbunan dapat mencapai maksimal 13% dan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kandungan air hingga 70%. Nilai kecepatan tertinggi suatu material timbunan diketahui mencapai 13 mm/jam hingga 50 mm/jam dengan nilai total deformasi mencapai 932 mm. Pola pergerakan pada material batuan insitu di area tambang menunjukkan bahwa nilai strain relatif konsisten untuk perbedaan kedalaman penggalian dan mulai terdeteksi pergerakan pada nilai kecepatan 10 mm/jam s/d 42 mm/jam dengan nilai total deformasi 272 mm. Rasio nilai axial strain hasil pengujian laboratorium terhadap nilai aktual shear strain membantu dalam melakukan pendekatan prediksi pergerakan kelongsoran di area tambang, penentuan batas kritis dalam pemantauan lereng dan menjadi acuan dalam menentukan metode pemantauan lereng sesuai dengan resiko dan tingkat akurasi yang diperlukan dalam pemantaunan lereng.
ENHANCING MATERIAL MANAGEMENT: PEMETAAN LOKASI MATERIAL PAF DAN NAF MENGGUNAKAN PLATFORM BUSINESS INTELLIGENCE UNTUK EFISIENSI OPERASIONAL DI PT KALTIM PRIMA COAL Wardani, Priema
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan lokasi material yang efektif penting untuk mengoptimalkan efisiensi operasional dalam industri pertambangan batubara. Penelitian ini menggunakan platform Power BI sebagai alat BI (Business Intelligent) utama untuk mengintegrasikan data material, menganalisis pola distribusi, dan membuat visualisasi interaktif dari lokasi material PAF (Potentially Acid Forming) dan NAF (Non Acid Forming). Metode penelitian yang digunakan meliputi tahap pemetaan data, pengolahan data menggunakan Power Query, analisis spasial, dan pembuatan dashboard menggunakan Power BI. Data material PAF dan NAF dikumpulkan dari berbagai sumber termasuk basis data internal, sistem pelacakan, dan catatan lapangan. Dalam tahap analisis, pola distribusi material diidentifikasi dan visualisasi yang interaktif dibuat dalam bentuk peta dan grafik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan platform BI, pengelolaan material PAF dan NAF dapat ditingkatkan secara signifikan. Pemetaan lokasi material memungkinkan pemangku kepentingan untuk dengan mudah melacak dan memantau pergerakan material, mengidentifikasi potensi perbaikan dalam rantai pasok, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Visualisasi yang interaktif membantu pemahaman yang lebih baik tentang pola distribusi material dan memungkinkan pengguna untuk mengambil keputusan data yang akurat. Selain itu penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan sistem pengelolaan material yang efisien di PT Kaltim Prima Coal. Dengan memanfaatkan platform BI untuk pemetaan lokasi material dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya yang terkait dengan manajemen material.
TINJAUAN KERANGKA KERJA REGULASI PENGELOLAAN KEADAAN DARURAT YANG BERDAMPAK LUAS TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA Gaol, Alex Sander Lumban; Sudrajat, Jajat
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Pasal 96 huruf (b) menjelaskan bahwa dalam penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik, pemegang IUP atau IUPK wajib melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan, termasuk kegiatan Reklamasi dan Pascatambang. Kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara dalam kondisi tertentu memiliki risiko/potensi keadaan yang berdampak luas terhadap lingkungan hidup dan menimbulkan keresahan masyarakat seperti tanggul jebol, overtapping air limbah pertambangan menuju badan perairan, tumpahan bahan kimia dan hidrokarbon yang mencemari media lingkungan, atau kebakaran hutan/area Reklamasi. Hal ini perlu diantisipasi sebagai bagian dari pengelolaan keadaan darurat pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Makalah ini menggunakan pendekatan analisis kesenjangan (gap analysis) terhadap kerangka kerja regulasi yang ada terkait keadaan darurat yang berdampak luas terhadap lingkungan hidup dan menimbulkan keresahan masyarakat. Beberapa temuan dan rekomendasi paper ini adalah identifikasi potensi kejadian-kejadian (potential events) yang berdampak luas terhadap lingkungan hidup dan menimbulkan keresahan masyarakat yang perlu diantisipasi oleh kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Paper ini juga merekomendasikan perlunya konsentrasi khusus atas tahapan pemulihan lingkungan (recovery) sebagai bagian dari pengelolaan keadaan darurat pada keiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Hal ini disebabkan karena tahapan pemulihan lingkungan melibatkan target pemulihan lingkungan hidup yang mendasarkan kepada ketentuan peraturan perundang-undangan seperti nilai ambang batas dan baku mutu lingkungan hidup, serta mobilisasi sumberdaya (resources) yang besar pada tahapan ini. Tahapan pemulihan lingkungan hidup juga harus mengakomodasi upaya penghentian sumber pencemar, penanggulangan pencemaran serta perbaikan struktur dan fungsi ekosistem dalam rangka menuju lintasan (trajectory) rehabilitasi, reklamasi, atau bahkan restorasi.
PENINGKATAN KAPASITAS RANTAI PASOK BATUBARA MELEWATI SUNGAI KELAY DENGAN LAND CRAFT TANK (LCT) DI BLOK PARAPATAN SITE BINUNGAN MINE OPERATION AREA 1 PT BERAU COAL Elferdy, Elferdy; Jati, Angkasa Wira; Agustinus, Tri Daryono; Febrianto, Ardyan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blok Parapatan Site Binungan Mine Operation Area 1 merupakan salah satu area operasi PT Berau Coal yang kembali beroperasi pada maret tahun 2020 dan memiliki produksi batubara tahun 2021 mencapai 0.73 juta metric ton. Rantai pasok dari blok parapatan memiliki keunikan tersendiri dimana untuk mencapai area Coal Processing Plant (CPP) sejauh 15 km dibatasi oleh Sungai Kelay dengan lebar mencapai 260 m yang belum memiliki jembatan penyebrangan. Saat ini 26 truk batubara diangkut menggunakan 2 unit Landing Craft Tank (LCT).Pada 2022, produksi Blok Parapatan direncanakan akan naik 136% mencapai 1.73 juta metric ton dengan menggunakan 75 truk batubara. Seiring dengan kenaikan tersebut, perlunya peningkatan kapasitas penyeberangan sungai. Peningkatan dilakukan dengan menambah jumlah unit LCT, peningkatan produktivitas serta mengoptimalkan utilisasi pada kendala alam seperti air surut yang panjang mencapai 8 jam per hari yang menyebabkan LCT kandas dan tidak bisa beroperasi maupun kendala operasional pada saat LCT dioperasikan sehingga produksi yang dihasilkan belum optimal. Selain itu perlu peningkatan kontrol keselamatan operasional karena peningkatan kepadatan penyebrangan.Penambahan 2 unit LCT dilakukan selama 7 bulan berkoordinasi dengan vendor serta otoritas pelabuhan untuk izin Terminal Khusus (Tersus) dengan penambahan dua beaching point baru, optimalisasi pada parameter produksi LCT, yaitu produktivitas dengan peningkatan jumlah muatan LCT dari 4 DT menjadi 5 DT sehingga terjadi peningkatan produktivitas dari 162 ton/jam menjadi 205 ton/jam dan utilisasi skema no waiting base untuk menjaga siklus LCT, Semi Hot Seat Change Shift (HSCS) untuk unit dump truck batubara sehingga terjadi penurunan loss time sebesar 150 menit/hari. Peningkatan kontrol operasi juga dilakukan dengan pengamatan langsung menggunakan CCTV, spotter, batas aman di LCT dan pemantauan level air sungai melalui Automatic Water Level Record (AWLR). Dengan penerapan improvement tersebut maka produksi batubara 2022 dapat mencapai 1.83 juta metric ton.
NALISIS SPASI LUBANG BOR DENGAN METODE GEOSTATISTIK UNTUK MENGEVALUASI SUMBER DAYA BATUBARA PADA FORMASI LATIH, KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR Putra, Jovian Addo; Heriawan, Mohamad Nur; Widayat, Agus Haris; Zulkarnain, Andi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi sumber daya merupakan kegiatan yang sangat penting dalam suatu tahapan eksplorasi mineral dan batubara. Drill hole spacings analysis (DHSA) merupakan metode untuk mengevaluasi tingkat keyakinan sumber daya dengan pendekatan geostatistik terutama untuk endapan batubara. DHSA memberikan nilai global estimation variance (GEV) atau relatif eror berdasarkan skenario spasi bor tertentu dan untuk variabel tert entu yang berhubungan dengan parameter kualitas maupun geometri batubara. Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya, DHSA ini dinilai lebih objektif dan memberikan hasil yang mendekati dengan kompleksitas kondisi geologi daerah penelitian. Daerah penelitian berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang berada pada Formasi Latih, Cekungan Tarakan. Variabel seam batubara yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: kandu ngan abu (ash), ketebalan seam batubara (thickness) dan akumulasi ash-thickness. Selain DHSA dengan pendekatan GEV, maka nilai Kriging Variance (KV) dan Kriging Efficiency (KE) juga digunakan sebagai pembanding. Hasil DHSA menggunakan metode GEV menunjukkan spasi bor optimum untuk kategori sumber daya terukur (Measured) berkisar 400 m, tertunjuk (Indicated) berkisar 900 m, dan terreka (Inferred) berkisar 2500 m. Evaluasi sumber daya berdasarkan nilai KV menunjukkan bahwa spasi bor optimum untuk kategori sumber daya terukur sebesar 250 m. Sedangkan berdasarkan nilai KE menunjukkan spasi bor optimum untuk kategori sumber daya terukur sebesar 300 m. Hasil optimasi spasi bor optimum berdasarkan ketiga pendekatan geostatistik mendekati kriteria kategori sumber daya batubara berdasarkan SNI 5015:2019 untuk kompleksitas geologi sederhana.
POTENSI PEMANENAN AIR HUJAN (RAINWATER HARVESTING) DENGAN LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI UPAYA KONSERVASI AIR DAN TANAH PT AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA Fa’adilah, Balqis Bahirah; Darman, Luky Prasetya; Yudha, Munif Prawira; Aslan, Aslan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data pemantauan historis (1994 – 2022) PT AMMAN di area Batu Hijau, Sumbawa Barat bagian selatan memiliki potensi air hujan yang melimpah dengan jumlah curah hujan mencapai 3665mm. Perluasan operasi PTAMMAN yang masih terus berlangsung berpengaruh terhadap alih fungsi lahan dan berdampak pada keseimbangan sistem hidrologi. Salah satu upaya konservasi air maupun tanah yaitu dengan teknologi pemanenan air hujan (rainwater harvesting). Rainwater harvesting merupakan serangkaian kegiatan mengumpulkan, menggunakan dan/atau meresapkan air hujan kedalam tanah dengan tujuan mengembalikan keseimbangan hidrologi. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari: 1). Pengumpulan data curah hujan; 2). Klasifikasi tipe iklim menurut Schmidt- Ferguson; dan 3). Perhitungan potensi resapan air hujan menggunakan teknologi biopori. Berdasarkan tipe iklim Schmidt-Ferguson dalam rentang 10 tahun Batu Hijau mengalami periode musim basah pada tahun 2016, 2020, 2021, dan 2022 dan musim kering pada tahun 2015, 2018, dan 2019. Hasil rekapitulasi data potensi resapan air hujan oleh satu biopori selama 10 tahun (2012 - 2022) menunjukkan bahwa stasiun cuaca WS-1 memiliki potensi resapan air terbesar dengan nilai 414,27-liter (L) diikuti oleh WS- 2 sebesar 280,88 L, WS-3 sebesar 359,30 L dan WS-4 sebesar 227,56 L. Sementara itu hasil perhitungan potensi pemanenan air hujan dengan biopori setiap stasiunnya untuk musim kemarau dan musim hujan adalah sebagai berikut: 1). WS-1: 54,81 L (kemarau) dan 359,46 L (hujan); 2). WS-2: 29,53 L (kemarau) dan 251,35 L (hujan); 3). WS-3: 45,85 L (kemarau) dan 313, 45 L (hujan); dan 4). WS-4: 17,09 L (kemarau) dan 210, 47 L (hujan). Berdasarkan data kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan biopori di Batu Hijau berpotensi untuk meningkatkan resapan air pada tanah. Upaya ini adalah komitmen perusahaan untuk membantu mengurangi risiko banjir dan memperkuat keseimbangan hidrologi sebagai upaya konservasi air dan tanah di area Batu Hijau.
PREDICTION AND REDUCTION OF BACKBREAK IN BLASTING OPERATIONS USING RANDOM FOREST METHOD AT PAMUBULAN LIMESTONE QUARRY Handayana, Raden Haris; Hartanto, Adrian; Lubis, Jihan Farhan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Backbreak pada operasi peledakan merupakan hasil yang tidak diinginkan yang menyebabkan terbentuknya retakan di belakang barisan terakhir peledakan. Hal ini menyebabkan tidak terciptanya smooth freeface, mengurangi efisiensi pengeboran, dan fragmentasi boulder pada peledakan berikutnya. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan upaya untuk memprediksi dan mengurangi backbreak dengan mempertimbangkan berbagai parameter peledakan seperti sifat batuan, burden, spasi, kedalaman lubang, stemming, powder column, powder factor, total lubang, total baris, desain peledakan, interhole timing, interrow timing, back row control, dan time windows. Karena kompleksitas interaksi di antara parameter-parameter tersebut, dalam makalah ini digunakan metode Random Forest yang terdiri dari banyak pohon keputusan. Ditemukan bahwa koefisien determinasi antara backbreak aktual dan prediksi adalah 83,89%, sedangkan kesalahan relatifnya adalah 13,12%+/- 1,30%. Dengan menerapkan hasil dari penelitian ini, backbreak dapat dikurangi dari 149,38 menjadi 50,04 cm.
ESG RESEARCH OF COAL BRIQUETTES DEVELOPMENT FOR CHICKEN COOP HEATER AS PART OF THE COMMUNITY EMPOWERMENT PROGRAM (Case Study at PT Berau Coal) Aziz, Saeful; Warman, Okky; Hermawan, Reza; Arifiyanto, Teguh; Wicaksono, Edy
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak perusahaan saat ini mulai memperhatikan pengembangan konsep ESG (environment, social, governance) sebagai bagian penting dalam pengembangan bisnis mereka, tidak terkecuali dengan PT Berau Coal. Pada aspek social, Pemerintah Republik Indonesia mendorong seluruh perusahaan pertambangan untuk menjalankan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan Permen ESDM nomor 1824 K/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan dan Perberdayaan Masyarakat pada Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Melalui kajian mendalam baik terhadap internal dan eksternal faktor, PT Berau Coal melihat adanya peluang dalam pengembangan briket batubara yang bersumber dari waste/fine coal yang diintegrasikan dengan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat lingkar tambang khususnya. PT Berau Coal memiliki sumber daya baik itu manusia, mesin, bahan baku, system manajemen menjadi kekuatan yang bisa dikolaborasikan dengan adanya peluang daya serap briket batubara di masyarakat untuk berbagai kebutuhan seperti penghangan di peternakan ayam, pembakaran batubata, bahan bakar di industri makanan sampai dengan rumah tangga.Pada tahapan awal pengembangan PT Berau Coal mengerucutkan target konsumen pada peternak ayam. Berdasarkan analisis pasar terdapat total available market sebanyak 500 peternak, serviceable available market hingga 100 peternak, dan share of market berdasarkan kapasitas awal PT Berau Coal untuk memproduksi dan mengembangkan briket batubara mencapai 50 peternak. Pada periode Q1 tahun 2023 PT Berau berforkus pada persiapan aktivasi produksi briket dan product development dengan pendekatan social kepada masyarakat dalam hal ini focus pada peternak ayam, yakni melakukan uji coba briket batubara secara gratis bergaransi. Dari hasil uji coba diperolah trend feedback dan hasil panen ayam yang positif dari para peternak. Tingkat kebermanfaat briket batubara bagi masyarakat ini dihitung melalui pendekatan social return on investment dimana secara kajian pengembangan briket ini dapat memberikan nilai SROI sebesar 7.74x. Adapun berdasarkan performance actual year to date Mei 2023, nilai SROI actual mencapai 1.44x dengan trend yang positif dimana diharapkan nilai tersebut terus naik dan mencapai nilai optimum di akhir tahun 2023