cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
PENIMBUNAN MATERIAL LUNAK DENGAN METODE SALURAN (CHANNEL DUMP) PADA AREA PENAMBANGAN PIT PQRT SITE LATI MINE OPERATION PT. BERAU COAL Dudu Anwar S.; M.A.Prasojo Lukman H.; Ichsan S.; Maurys I.
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lati Mine Operation (LMO) merupakan salah satu site penambangan yang dimiliki oleh PT. Berau Coal. Total volume produksi LMO pada tahun 2021 adalah 130.7 Juta Bcm. Kegiatan penambangan site LMO pada tahun 2021 memiliki tantangan besar dengan kehadiran material rawa dan bekas disposal (redisturb) sebesar 31 Juta Bcm yang mengakibatkan kurangnya blending ratio antara material blasting dan material rawa. Berdasarkan perencanaan awal, kebutuhan blending ratio untuk proses penimbunan dan layering sebesar 1:3.55 namun hanya terkomodir sebesar 1:2.44 dengan metode penimbunan yang dilakukan sekarang. Penimbunan material rawa dan redisturb melalui metode saluran (channel dump) ke void PQRT merupakan salah satu improvement yang dilakukan untuk menanggulangi kekurangan blending ratio. Lintasan saluran dibuat dengan beda tinggi 55 meter dan sudut 35 derajat yang dialiri dengan air. Dengan kehadiran metode channel dump, proses penimbunan material rawa dan redisturb dapat dilakukan tanpa dibutuhkannya material blasting sebagai material layering. Dampak channel dump juga secara langsung berhasil mereduksi jarak hauling overburden sebesar 1,068 meter dan mengurangi waktu disposal repair hingga 5 menit/hari. Pembuatan geometri desain channel dump dilakukan dengan pendekatan konsep hukum newton dan gaya gesek untuk memastikan material rawa yang ditimbun pada saluran dapat meluncur secara optimal. Selain dari aspek tersebut, pembuatan desain channel dump dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek geoteknik, safety, dan infrastruktur sehingga aktivitas penimbunan dapat berjalan aman dan target operasional dapat tercapai.
TOP SOIL USAGE EFFICIENCY UP TO 73% WITH THE IMPLEMENTATION OF GROOVE SYSTEM AT LIMESTONE MINE RECLAMATION AREA PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK Eko Purnomo; Putri Elma Octavya
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on Law Number 3/2020, Good Mining Practice’s criteria are mining safety provisions, environmental management, and monitoring, including reclamation and post-mining activity, conservation of minerals and coal, and management of mine waste before being released into the environment. Directorate General of Mineral and Coal state's Strategic plan reclamation target for 2021 is 7.025 hectares and 7.050 hectares in 2022. PT Semen Indonesia, as one of the mining companies, is committed to supporting the reclamation target as stated in their Yearly Land Reclamation Plan. Mine floor reclamation on limestone quarry was generally performed using top soil spreading which cost up to 3,000 m3 of top soil per hectare area. Whereas top soil availability on site is limited. As a result, the existing top soil reserve could not fulfill the needs of reclamation to cover entire mining floor. The practice of Spreading Method depletes reserved top soil, causes excessive planting media preparation and revegetation cost. This challenging condition encourages PT. Semen Indonesia to innovate to suppress reclamation cost without reducing the success rate. The company concluded that Groove Planting System could reduce both top soil transport cost and revegetation cost, even increase the survival rate of the trees. This method reduced up to 2,200 m3 of top soil usage per hectare area, reduced top soil hauling cost, reduced tree planting and treatment, even increased the success rate of reclamation. With this innovation, company could suppress reclamation cost without sacrificing reclamation quality. Benefits emerging from Groove System Implementation include; Reduced top soil volume usage for reclamation up to 73%; Reduced revegetation cost up to 49% or IDR 66,794,354/ha; Cost efficiency of planting media preparation up to IDR 168,000,000/ha; Increased tree survival rate up to 100%; Regulation mandate compliance of Post Mining Reclamation; Best practice pioneer of Post Mining Reclamation using Groove System.
IMPLEMENTASI MV INVENTORY SYSTEM UNTUK OPTIMALISASI LOGISTIK DAN RANTAI SUPLAI DI PT MINEVESTING RESOURCES INDONESIA Mayang Sari; Ahmad Nur Akbar Sahada; Aulia Amanda Fischa
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem manajemen inventaris sangat penting dalam pengelolaan logistik dan rantai suplai barang. Manajemen inventaris mempermudah pengelolaan inventaris suatu perusahaan karena dapat mengefektifkan pengelolaan stok di setiap lokasi secara otomatis. Sistem manajemen inventaris dapat menyederhanakan proses pengelolaan barang yang sangat kompleks, mulai dari pendataan barang, pengecekan inventaris, pemesanan barang, pengambilan dan pengiriman barang, penghitungan nilai inventaris, prediksi kebutuhan inventaris, dan pelacakan pengiriman pesanan. Pengelolaan inventaris secara manual banyak menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya. Sistem manajemen inventaris yang menggunakan teknologi mempermudah perusahaan untuk mengelola stok barang yang disimpan di beberapa lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan realisasi manajemen inventaris dan pengelolaan barang di perusahaan pertambangan. MV Inventory System merupakan perangkat lunak yang terdapat fitur pemantauan dan pemeliharaan barang-barang suatu perusahaan yang dapat digunakan pada telepon genggam dan website. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan pengelolaan inventaris perusahaan, pengiriman barang, status pengiriman barang, riwayat pendataan, dan parameter data barang. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan menggunakan tipe penelitian deskriptif. Penelitian dimulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis sistem, perancangan sistem inventaris, perancangan tampilan, pembuatan aplikasi, pengujian dan implementasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MV Inventory System di PT Minevesting Resources Indonesia yaitu laporan data aset perusahaan lebih rapi, pemantauan lokasi barang dapat dilihat secara waktu sebenarnya, dan perawatan barang lebih mudah dilakukan. PT Minevesting Resources Indonesia merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan dan energi yang terintegrasi dengan fokus membangun ekosistem energi di Asia Tenggara yang diharapkan mampu mendorong konservasi, optimalisasi, dan hilirisasi komoditas tambang untuk menunjang ketahanan energi nasional. Penelitian ini menjadi salah satu proyek pengembangan manajemen inventaris untuk optimalisasi logistik dan rantai suplai khususnya di sektor energi dan pertambangan.
ANALYSIS OF MONTHLY PRODUCTION SCHEDULING USING ORE BLENDING STRATEGY TO FULFILL CONSERVATION PROCESS CASE STUDY GAG NICKEL MINE Andi Milwadi; Heru Anggara; Adella Miranda; Gembong S Wibowo Wibowo
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gag Nickel mine is one of the mining projects in West Papua, Indonesia developed by Antam. Overall amount of reserve owned by this mine is 66 million wmt of nickel ore, with average nickel content 1.85%. In 2023, this mine will be projected to supply 3 million nickel ore to nickel processing plant, with minimum nickel content 1.80% and maximum SiO2/MgO ratio 2.4. Based on block model data, central zone area, consists of A and B pit are carried out to determine the potencies of both pits to meet production target. From pit A, 1.5 million wmt can be obtained, with average Ni 1.83% and SiO2/MgO ratio 2.07. While from pit B, there are 1.5 million wmt allocation, with average Ni content 1.86% and SiO2/MgO ratio 2.20. Then, monthly production scheduling is carried out to produce the mine boundary for each quarter, which is used as guidance in mining operation. After mining process, stockpile management and ore blending strategy are carried out so that the nickel processing plant target can be achieved steadily. By using the ore blending strategy, Gag Nickel mine can apply conservation by optimizing marginal grade reserve so it can be fully utilized.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMOMPAAN LUMPUR UNTUK PENAMBANGAN KEMBALI TAMBANG EAST1, TAMBANG LATI – PT. BERAU COAL Yunus Surya Anggara; Yosua Posma Tambunan; Iwan Setiawan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada rencana penambangan akhir (Life of Mine) Pit PQRT terdapat area lubang bekas tambang (Void) East1 yang masih menyisakan cadangan batubara 2.17 juta ton dengan stripping ratio (SR) 5.5. Void East1 terakhir ditambang tahun 2011 sehingga meninggalkan lumpur (mud) yang diperkirakan mencapai 1.5 juta m3 dan air sebesar 15.5 juta m3. Sementara dalam rencana penambangan tahun 2021, sisi barat Void East1 sudah masuk sequence penambangan di akhir tahun 2021, oleh sebab itu diperlukan penanganan terkait lumpur di Void East1. Untuk penanganan lumpur Void East1 terdapat dua pilihan metode, yaitu secara konvensional menggunakan unit loader dan hauler atau menggunakan teknologi pompa lumpur (slurry pump). Setelah dikaji dari aspek operasional dan keselamatan serta perhitungan biaya operasional, maka metode penggunaan pompa lumpur jauh lebih efektif, efisien, dan ekonomis. Terminologi slurry sendiri merupakan campuran material lumpur (mud) yang solid (S.G = 1.8 gr/cc) dengan air (S.G = 1.0 gr/cc) sehingga diperoleh Specific Gravity (S.G) dari slurry sebesar 1.3 gr/cc. Secara teknis metode pemompaan lumpur Void East1 menggunakan 2 unit pompa lumpur diameter 8 inci (HP8K) dari Eddy Pump (dredger) ke slurry tank (hooper) untuk kemudian dipompakan menggunakan 1 unit pompa booster diameter 6 inci dari Warman. Lokasi pembuangan (disposal) slurry adalah Void OS yang terletak 4 km di sebelah Barat Void East1. Keseluruhan pompa booster yang digunakan dari Void East1 sampai Void OS mencapai 4 unit pompa dengan panjang pipa HDPE mencapai 4,220 meter. Sementara itu untuk freshwater Void East1 dipompakan menuju Water Monitoring Point (WMP) 13 15 LT. Pemompaan slurry Void East1 yang dimulai dari bulan April sampai Desember 2021 berhasil memompakan volume slurry sebesar 2.8 juta m3 dengan S.G rata-rata dari slurry sebesar 1.23 gr/cc. Debit rata-rata 1 unit pompa slurry mencapai 338 m3/jam. Volum lumpur (mud) Void East1 yang berhasil dipindahkan ke disposal Void OS menggunakan pemompaan slurry mencapai 724 ribu m3.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI AERASI TENAGA SURYA PADA BUDIDAYA IKAN KARAMBA SIRING APUNG TELAGA BATU ARANG Nugroho Dewanto; Niko Gusprastomo
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dissolved oxygen (DO) atau kebutuhan oksigen merupakan salah satu parameter penting dalam usaha budidaya ikan. Penurunan oksigen menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi lambat, yang dapat menurunkan hasil produksi. Memastikan kebutuhan oksigen tercukupi menjadi hal mutlak sebelum memulai usaha budidaya ikan. Teknologi aerasi tenaga surya menjadi pilihan optimal, selain mampu mencukupi kebutuhan oksigen, namun juga hemat dan ramah lingkungan. Studi ini, bermaksud mengkaji penggunaan aerasi tenaga surya pada usaha budidaya ikan siring apung (KSA) di kolam Telaga Batu Arang (TBA) PT Kaltim Prima Coal (KPC). Lokasi studi merupakan kolam bekas tambang Pit E South seluas 14,6 Ha. Penelitian menggunakan metode eksprimen dengan mengukur 3 variabel, yakni perlakuan menggunakan aerasi dalam keramba, aerasi disamping keramba dan variabel tanpa aerasi. Variabel perlakuan menggunakan pompa venturi, dengan sumber energi berasal dari intensitas penyinaran matahari selama ± 8 jam perhari dengan total energi solar sebesar 9.744 Wb/m2. Pengukuran dilakukan pada 2 KSA dengan perlakuan aerasi dalam keramba, 2 KSA perlakuan aerasi disamping keramba, dan 2 KSA tanpa perlakuan. Pengukuran variabel meliputi jumlah kadar oksigen terlarut dan berat ikan. Studi dilakukan selama kurun waktu februari 2022 sampai dengan April 2022. Hasil pengamatan adalah sebagai berikut: 1) KSA dengan perlakuan aerasi dalam keramba memiliki DO sebesar 6.03 mg/l dengan peningkatan pertumbuhan bobot ikan mencapai 134%. 2) KSA dengan perlakuan aerasi sekitar keramba memiliki DO sebesar 6.16 mg/l dengan peningkatan pertumbuhan bobot ikan mencapai 122%. 3) KSA kontrol memiliki DO sebesar 5.41 mg/l dengan peningkatan pertumbuhan bobot ikan mencapai 119%.
ANALISIS BEBAN KERJA DAN KELELAHAN KERJA (FATIGUE) DENGAN ALAT L77 LAKASSIDAYA PADA OPERATOR DUMP TRUCK DI PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR David Yerli Irfandi; Wawong Dwi Ratminah; Eddy Winarno; Dyah Probowati; asywir Thaib Siri
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan masalah penting dalam setiap proses industri. Termasuk dalam industri pertambangan yang tentu tidak terlepas dari kecelakaan kerja. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan adalah fatigue. Menurut Wignjosoebroto (2008, p.283), kelelahan kerja merupakan suatu kelompok gejala yang berhubungan dengan adanya penurunan efesiensi kerja, keterampilan serta peningkatan kecemasan atau kebosanan. Fatigue merupakan masalah yang serius bagi industri pertambangan, tidak terkecuali di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. yang memberlakukan sistem kerja 24 jam. Selama kurun waktu dari tahun 2015-2021 terjadi 14 kasus kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan kerja. Ini menjadi masalah yang serius sehingga perlu di analisis penyebab dan upaya perbaikannya. Penelitian ini dilakukan secara survey analitik dengan desain crossectional pada 48 responden. Setiap responden diukur tingkat beban kerja dan kelelahan kerja di saat jam-jam kritis yaitu di shift malam. Beban kerja fisik diukur dengan jumlah denyut nadi dan konsumsi oksigen dan kelelahan kerja akut diukur dengan alat Reaction Timer Lakasidaya L 77 dan untuk kelelahan kerja kronis diukur dengan Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) Jepang yang terdiri dari 30 pertanyaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis bivariat dengan uji Spearman untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil dari analisis didaptkan identifikasi beban kerja fisik berdasarkan denyut nadi dan konsumsi oksigen menunjukan bahwa dari 48 operator dump truck semuanya tergolong kategori beban kerja fisik ringan (100%). Identifikasi kelelahan kerja kronis menggunakan Subjective Self Rating Test diperoleh bahwa dari 48 operator dump truck yang mengalami kelelahan kerja rendah sebanyak 1 orang (2%), dan operator dump truck yang mengalami kelelahan kerja sedang sebanyak 47 orang (98%). Identifikasi kelelahan kerja akut menggunakan alat reaction timer L77 Lakassidaya diperoleh bahwa dari 48 operator dump truck yang tidak mengalami kelelahan (normal) sebanyak 14 orang (29%), operator dump truck yang mengalami kelelahan ringan sebanyak 29 orang (61%), operator dump truck yang mengalami kelelahan sedang sebanyak 3 orang (6%) dan operator dump truck yang mengalami kelelahan berat sebanyak 2 orang (4%). Hasil uji Spearman untuk beban kerja fisik dengan kelelahan kerja mempunyai nilai p=0,143, untuk usia dengan kelelahan kerja p=0,003 dan untuk masa kerja dengan kelelahan kerja mempunyai nilai p=0,001. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja dan terdapat hubungan antara usia dan masa kerja dengan kelelahan kerja.
PENENTUAN KONDISI KESTABILAN TIMBUNAN PIT MENGGUNAKAN PRISMA BERDASARKAN NILAI AMBANG BATAS LAJU PERGERAKAN RELATIF HASIL UJI BALIK Zidni Ilman Munthaha; Kuat Yogiristanto; Alam Tronics
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan pergerakan lereng menggunakan pengamatan prisma merupakan salah satu metode sederhana yang digunakan dalam kegiatan tambang terbuka untuk menentukan kondisi kestabilan lereng timbunan. Metode pemantauan ini dapat memberikan data pergerakan vertikal maupun horizontal yang menghasilkan total vektor, besaran pergerakan, dan laju pergerakan timbunan secara relatif terhadap waktu pengambilan data. Secara umum, kondisi kestabilan lereng dapat diinterpretasi melalui kurva antara total pergerakan timbunan terhadap waktu pengambilan data. Namun setiap individu yang memiliki pengalaman geoteknik berbeda memungkinkan menghasilkan interpretasi yang berbeda. Sehingga studi ini dilakukan untuk dapat mengkuantifikasi kondisi kestabilan lereng melalui kurva laju pergerakan timbunan secara relatif terhadap waktu pengambilan data. Melalui analisa uji balik terhadap kejadian longsor pada timbunan inpit di Pit ABC, yang memiliki rekaman data pembacaan prisma mulai dari kondisi stabil sampai pada kondisi pasca-longsor, didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa kuantifikasi nilai kecepatan pergerakan relatif terhadap data dua hari sebelumnya (48jam) dapat dijadikan acuan dalam menentukan ko
PEMANFAATAN SLURRY PUMP UNTUK PENGANGKUTAN LUMPUR DAN PROSES EKSPOSE BATUBARA DI AREA LOWEST POINT STUDY KASUS AREA SUMP KB4, PIT KG BAWAH PT. BORNEO INDOBARA Yan Heryadi; Yanuar Saragi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu konsekuensi penerapan metode tambang permukaan pada tambang batubara adalah adanya area terendah (lowest point) yang berfungsi sebagai area tampungan air di dalam pit. Air larian dari hujan akan membawa material sedimentasi yang apabila terjadi dalam jangka waktu lama akan terakumulasi menjadi sedimentasi cair dalam bentuk lumpur dengan jumlah banyak yang terkumpul di area lowest point tersebut. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi operasional tambang saat di area lowest point yang tertutup lumpur tersebut masih terdapat cadangan batubara yang belum sempat diangkut karena sequence penambangan atau karena cuaca yang dominan hujan seperti yang terjadi di tahun 2021-2022 di area PT Borneo Indobara, salah satu perusahaan tambang batubara di kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Pit KG Bawah terletak di Blok Timur Konsesi PT Borneo Indobara. Lowest point Pit KG Bawah dinamakan sump KB4 yang berada pada elevasi -90 mdpl (elevasi lumpur di -71 mdpl dan elevasi airnya di -68 mdpl), dengan estimasi volume sump sebanyak 3,44 juta m3 dengan batubara yang belum di angkut di bawahnya sebanyak 3,35 juta ton. Untuk mengekspose batubara dibawah lumpur tersebut apabila mengandalkan metode standar yaitu pemompaan dengan water pump dan loading lumpur menggunakan metode truck and shovel sekelas PC-2000 HD-785 yang produktivitasnya hanya sekitar 350 – 450 m3/jam saja (belum memperhitungkan material blending), akan meningkatkan biaya maintenance jalan, dan tentu saja akan menambah resiko keselamatan karena jalan licin akibat tumpahan lumpur. Hal tersebut menjadikan metode truck and shovel menjadi sangat tidak efisien dan memerlukan waktu serta biaya yang tinggi. Selain itu proses pemompaan air dari sump ke sediment pond berpotensi terganggu karena TSS yang tinggi di sump Pit KG Bawah. Oleh karena itu, pemanfaatan slurry pump menjadi alternatif yang akan dipaparkan dalam makalah ini. Komponen slurry pump yang digunakan di Pit KG bawah terdiri dari 2 (dua) unit Dredger Eddy Pump, 5 (lima) unit Booster Pump, 10 (sepuluh) unit Slurry Tank, 6 km Flexible Hose dan HDPE serta 5 (lima) tank fuel storage dan Sludge Flow meter. Output dari pemompaan dengan slurry pump tersebut adalah sudah terpindahkannya lumpur di sump KB4 sebanyak 1,0 juta m3 (periode Agustus 2021 – Juni 2022) dan batubara yang sudah terangkut ke pelabuhan sebanyak 2,01 juta ton. Perbandingan biaya operasional antara pengangkutan lumpur dengan slurry pump dan metode konvensional dengan jarak buang 5,9 km adalah metode konvensional 2,1 kali lebih mahal dibanding metode slurry pump (metode slurry pump Rp 89,01 Miliar dan metode konvensional Rp 187,26 Miliar). Selain itu resiko keselamatan di jalan tambang dan TSS di sediment pond juga bisa diminimalisir.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH-SIG UNTUK PROGRAM REKLAMASI DAN REHABILITASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PT AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA Arie Dwika Rahmandhana; Muhammad Hatta Aditama; Daniel Mahendra
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan luas reklamasi dan penanaman dalam rangka rehabilitasi daerah aliran sungai (Rehab DAS) yang bertambah setiap tahunnya, penggunaan teknologi penginderaan jauh maupun Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam perencanaan ataupun pemantauan secara rutin telah dilakukan untuk mendukung efektifitas pekerjaan di Departemen Environmental PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“PTAMNT”). Beberapa teknologi penginderaan jauh dan SIG yang telah digunakan oleh PTAMNT antara lain penggunaan aplikasi Mobile Map seperti Avenza Map dan Locus Map pada smartphone, penggunaan drone DJI Mavic 2 Zoom, drone DJI Inspire yang dikombinasikan dengan sensor Infrared/Red-Edge MicaSense, serta pembuatan interface webMAP. Aplikasi Avenza Map dan Locus Map telah digunakan untuk mendapatkan data kemajuan harian sampai mingguan pekerjaan reklamasi / rehab DAS seperti kemajuan hydroseeding, penanaman, dan pengendalian gulma. Pekerjaan geotagging tanaman di area rehab DAS dan penanaman aren sebagai inisiatif beyond compliance PTAMNT juga dilakukan menggunakan Avenza Map. Sementara drone DJI Mavic 2 Zoom telah digunakan dalam perencanaan pekerjaan dan pemantauan keberhasilan reklamasi rehab DAS. Drone DJI Inspire yang dipasang sensor infrared/Red-Edge digunakan untuk mendapatkan scene multispektral area Reklamasi. Analisis NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dengan resolusi spasial drone mencapai 1 cm dilakukan untuk mendapatkan tingkat kehijauan yang lebih akurat sebagai salah satu parameter keberhasilan revegetasi kegiatan Reklamasi. Interface WebMAP dibangun dengan basis bahasa program R yang dapat diakses secara sitewide. Tujuan WebMAP ini adalah membantu pengguna memperoleh data dan informasi spasial s site Batu Hijau sebagai input dalam pengelolaan proyek dan pengambilan keputusan setiap dalam pekerjaan.