cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
FORMULASI SEDIAAN LOTION EKSTRAK DAUN TANAMAN PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) YANG STABIL SECARA FARMASEUTIK Hamsinah Hamsinah; M Vina Purnamasari; Meylinda Amelia; Aminah Aminah
Pharmacoscript Vol. 6 No. 2 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i2.1277

Abstract

Daun tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) memiliki potensi sebagai antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid yang mampu menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi serta mengevaluasi sediaan lotion dari ekstrak daun porang yang stabil secara farmaseutik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu ekstrak kental daun tanaman porang yang diperoleh dengan mengekstraksi daun porang dengan maserasi. Formulasi lotion dibuat dengan memvariasikan asam stearat dengan konsentrasi 10%, 11% dan 12,5% serta trietanolamin dengan konsentrasi 2%, 3% dan 4%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, tipe aliran, serta kestabilan fisik selama 10 hari penyimpanan. Hasil evaluasi yang telah dilakukan sebelum dan setelah kondisi dipaksakan menunjukkan uji organoleptik tidak terdapat perubahan warna, bentuk dan bau. Uji homogenitas menunjukkan ketiga formula homogen. Uji tipe emulsi menunjukkan ketiga formula merupakan emulsi minyak dalam air. Uji pH berkisar antara 7,2-7,69. Uji daya sebar ketiga formula berkisar antara 5,03-6,36. Uji daya lekat pada formula 2 dan formula berkisar antara 4-5 detik sedangkan formula 1 tidak memenuhi kriteria karena lebih dari 4 detik. Uji viskositas berkisar antara 9200-31806,67 cps. Uji tipe aliran menunjukkan aliran thiksotropik-plastis. Semua sediaan lotion yang telah diujikan memenuhi kriteria, kecuali pada pengujian daya lekat terdapat formula 1 sehingga ekstrak daun porang dapat dibuat menjadi sediaan lotion yang stabil secara farmaseutik.
FAKTOR RISIKO INFEKSI SEKUNDER BAKTERI DAN POLA SENSITIVITAS ANTIBIOTIK PADA PASIEN COVID-19 DI RUANG INTENSIF SALAH SATU RUMAH SAKIT TIPE A DI BANDUNG Rejeki Tri Ratna; Amalia Lia; Sumardi Uun
Pharmacoscript Vol. 6 No. 2 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i2.1282

Abstract

Pasien COVID-19 dapat mengalami infeksi sekunder selama perawatan di rumah sakit. Infeksi virus pada saluran pernafasan dapat menjadi predisposisi infeksi sekunder bakteri yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Beberapa penelitian melaporkan adanya infeksi sekunder pada pasien COVID-19 dengan prevalensi yang bervariasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran kejadian infeksi sekunder, menganalisis faktor risiko yang berkaitan dengan kejadian infeksi sekunder, dan mengidentifikasi bakteri serta pola kepekaannya terhadap antibiotik pada pasien COVID-19 di Intensive Care Unit (ICU). Penelitian ini merupakan dekskriptif analitik dengan metode cross sectional menggunakan data retrospektif di salah satu rumah sakit tipe A di Bandung pada periode Maret 2020-Februari 2022. Sebanyak 302 subjek yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan 38,41% subjek mengalami infeksi sekunder bakteri. Bakteri Gram negatif yang paling banyak diidentifikasi pada sputum yaitu Acinetobacter baumannii (56,03%), Klebsiella pneumoniae (38,79%), dan Pseudomonas aeruginosa (9,48%). Sedangkan bakteri Gram positif yang diidentifikasi yaitu Staphylococcus haemolyticus (11,21%), Staphylococcus hominis (3,45%), dan Streptococcus mitis (2,59%). Antibiotik dengan sensitivitas tertinggi terhadap bakteri Gram negatif pada subjek yaitu amikasin dan tigesiklin. Sedangkan terhadap bakteri Gram positif pada subjek yaitu vankomisin, linezolid, tetrasiklin dan tigesiklin. Infeksi sekunder bakteri pada penelitian ini paling banyak disebabkan oleh bakteri Gram negatif. Infeksi sekunder bakteri berhubungan dengan riwayat penggunaan antibiotik, riwayat hospitalisasi, penggunaan ventilator dan penyakit diabetes melitus. Pola sensitivitas antibiotik dapat menjadi pedoman dalam memilih antibiotik yang sesuai untuk infeksi sekunder bakteri pada pasien COVID-19.
KNOWLEDGE INFLUENCE IN THE COMPLIANCE RATE OF TAKING DRUGS TUBERCULOSIS Kamri Andi Maulana; Asmaliani Ira
Pharmacoscript Vol. 6 No. 2 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i2.1285

Abstract

Compliance with medication for tuberculosis patients is one of the determinants of the success of therapy in addition to the effectiveness of antibiotics. The aim of this study is to identify the factors that influence the success of a therapy, in the long-term use of antibiotics for tuberculosis. We use questionnaires that we have created and validated in interviews and can be used to directly measure the level of compliance with the therapy experienced by the patient. This research method is an observational study with cross-sectional design and retrospective data collection. Respondents were patients with tuberculosis, both new and recurrent. The study sample consisted of 30 respondents with sequential sampling selection and the basis for patient interviews. The analysis used is a Chi-square binary between a variable in the history of tuberculosis with a long diagnosis during therapy that shows a relationship between education and family involvement in helping treatment especially in male patients with a P value <0,05. Multivariate analysis showed that men who never completed education even though they were still in a productive age had a low level of compliance. The results of the interviews showed that patients who obeyed the drug only reached 30% with scores reaching a score of 8. This is due to the large amount of medication taken, so the risk of success of therapy is very large. This research shows that the level of education, information, and family environment can support patient medication compliance. In addition, the more the amount of medication taken, the lower the patient's compliance.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM WAJAH EKSTRAK DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum (Burm.f.) Alston) MENGGUNAKAN METODE DPPH Amalia Dewi Zulfa; Adlina Salsabila; Agustien Gina Septiani
Pharmacoscript Vol. 6 No. 2 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i2.1363

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat atau menangkal aktivitas radikal bebas. Daun jambu air digunakan dalam pembuatan sediaan serum wajah karena memiliki aktivitas antioksidan. Serum merupakan salah satu sediaan kosmetik yang mengandung konsentrasi zat yang tinggi dan lebih efektif mengatasi kulit wajah. Konsentrasi ekstrak daun jambu air yang digunakan pada pembuatan serum ini yaitu sebesar 6%, 8%, dan 10%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu air dengan menggunakan metode DPPH. Metode DPPH digunakan untuk menunjukkan kemampuan senyawa antioksidan pada sampel dalam mendonorkan elektronnya. Uji evaluasi sediaan yang dilakukan diantaranya uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji pH, dan uji viskositas. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan ketiga formulasi serum wajah ekstrak daun jambu air telah memenuhi persyaratan pada setiap uji evaluasi. Uji aktivitas antioksidan sediaan serum ekstrak daun jambu air formula 1, 2, dan 3 menghasilkan nilai IC50 berturut-turut sebesar 114,62 ppm; 92,97 ppm; dan 41,93 ppm dengan kategori sedang, kuat, dan sangat kuat.
PEMODELAN MOLEKUL DAN MOLEKULAR DINAMIK PUTIK BUNGA SAFRON (Crocus sativus L.) SEBAGAI KANDIDAT OBAT ANTIKANKER PAYUDARA Pitaloka Ria Indah Kusuma; Kesuma Dini; Azminah Azminah
Pharmacoscript Vol. 6 No. 2 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i2.1391

Abstract

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang berkembang tanpa terkendali. Doxorubicin merupakan antibiotik golongan antrasiklin yang banyak digunakan untuk kemoterapi pada kanker payudara namun menyebabkan kardiotoksisitas. Tujuan penelitian ini adalah menemukan senyawa sebagai kandidat obat antikanker payudara yang berasal dari metabolit sekunder putik bunga saffron (Crocus sativus L) secara in silico. Analisis metabolit sekunder dilakukan dengan prediksi druglikeness, ADME-Tox, dan uji aktivitas metabolit sekunder dengan metode molecular docking menggunakan program AutoDock Vina dengan reseptor SIRT1 (PDB: 4I5I). Tahap selanjutnya dilakukan uji stabilitas dengan molecular dynamic menggunakan program CHARMM-GUI dan GROMACS yang terdiri dari RMSD, RMSF, jari-jari girasi, SASA dan ikatan hydrogen. Hasil molecular docking menunjukkan metabolit sekunder terbaik putik bunga saffron (Crocus sativus L) yaitu Scutellarein 7-methyl ether 6-glucoside (ΔG = -11,53 kkal/mol) terhadap senyawa pembanding doxorubicin (ΔG = -9,46 kkal/mol). Hasil interaksi ikatan senyawa Scutellarein 7-methyl ether 6-glucoside dengan reseptor 4I5I menunjukkan adanya ikatan hydrogen pada asam amino ASP A:348; ILE A:347; ikatan hidrofobik pada asam amino PHE A:273; PHE A:297. Senyawa Scutellarein 7-methyl ether 6-glucoside selama simulasi menunjukkan hasil RMSD yang relatif stabil dengan selisih nilai RMSD pada kisaran 0,15-0,3 Å; nilai RMSF; nilai jari-jari girasi; nilai SASA, ikatan hidrogen yang relatif stabil tanpa adanya fluktuasi selama waktu simulasi berjalan hingga 20ns. Diharapkan pada penelitian lebih lanjut dilakukan uji in vitro terhadap senyawa Scutellarein 7-methyl ether 6-glucoside yang berpotensi sebagai aktivator SIRT1.
PENGARUH ASAM SITRAT DAN JENIS KEMASAN TERHADAP MUTU MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) Faza Rizki Safira; Hasyyati Nadhilah; Setia Permana; Selly Harnesa Putri
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1294

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) adalah varietas jahe dengan kandungan volatil lebih tinggi daripada jenis jahe lainnya, minyak atsiri jahe merah memiliki banyak aktivitas farmakologis seperti antimikroba, antiinflamasi, antikanker, dan antioksidan. Jenis kemasan dan keberadaan bahan pengkelat bisa mempertahankan mutu minyak atisri jahe merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu minyak atisri jahe merah setelah penambahan variasi kadar asam sitrat yang disimpan dalam kemasan plastik HDPE dan botol kaca gelap. Minyak atsiri jahe merah dimasukkan ke dalam kemasan botol kaca gelap (BKG) dan high-density polyethylene (HDPE) dan masing-masing ditambahkan asam sitrat dengan variasi kadar 0, 2, 4, 6% (b/b) dan didiamkan selama 14 hari. Parameter mutu ditetapkan meliputi kadar zingiberen dan sifat organoleptik (warna, aroma, dan rasa). Hasil penetapan kadar zingiberen secara gas chromatography-mass spectrophotometry (GC-MS) menunjukkan kadar zingiberen tertinggi adalah 21,46±0,03% yang terdapat pada kemasan BKG dengan kadar asam sitat 4% (BKG4). Sampel dengan penambahan asam sitrat 2% dan 4% b/b pada kemasan BKG memiliki warna paling stabil. Sampel dengan botol kaca gelap menghasilkan aroma jahe segar yang lebih baik dibandingkan sampel yang disimpan dalam HDPE. Hasil penelitian dapat disimpulkan minyak atsiri jahe merah yang disimpan di dalam botol kaca gelap dengan penambahan asam sitrat 4% b/b memiliki kadar zingiberen tertinggi yang dimana 0,56% lebih tinggi dibandingkan tanpa penambahan asam sitrat dengan sifat organoleptik stabil.
SERBUK EFFERVESCENT KOMBINASI EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var.rubrum) DAN MADU SEBAGAI PENGOBATAN RADANG TENGGOROKAN Anna Yuliana; Widia Ningsih; Hendy Suhendy
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1381

Abstract

Faringitis atau radang tenggorokan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun jamur. Bakteri yang dapat menyebabkan faringitis atau radang tenggorokan yaitu bakteri Streptococcus β hemoliticus grup A atau Streptococcus pyogenes. Pengobatan penyakit infeksi biasanya menggunakan antibiotik, tetapi penggunaan antibiotik yang sering dapat menyebabkan resistensi.  Jahe merah merupakan tanaman yang mempunyai kandungan senyawa metabolit sekunder seperti  fenol, flavonoid, saponin dan minyak astiri yang memiliki aktivitas salah satunya yaitu sebagai antibakteri. Selain tanaman jahe, madu juga mempunyai kandungan vitamin C dan pinobankisne yang bermanfaat sebagai antibakteri dan berfungsi untuk menurunkan tingkat keparahan batuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak jahe merah terhadap Streptococcus pyogenes secara invitro. Rimpang jahe merah di ekstraksi menggunakan etanol 96%. Untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak jahe merah dan madu dapat dijadikan sebagai sediaan serbuk effervescent serta untuk mengetahui apakah sediaan serbuk effervescent kombinasi ekstrak jahe merah dan madu tersebut masih memberikan aktivitas antibakteri Streptococcus pyogenes penyebab radang tenggorokan. Formulasi serbuk effervescent dibuat dengan konsentrasi 1%, 5% dan 10% ekstrak jahe merah dengan penambahan madu 5%. Uji karakteristik serbuk effervescent meliputi uji organoleptik, kelembaban, waktu alir, sudut istirahat, waktu larut, tinggi busa, pH serta uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang jahe merah dapat memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus pyogenes penyebab radang tenggorokan dan formulasi serbuk effervescent telah memenuhi persyaratan uji karakterisktik fisik sediaan tetapi tidak memberikan aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus pyogenes.
ISOLASI KOLAGEN DARI TULANG IKAN GURAME (OSPHRONEMUS GORAMY) YANG DIFORMULASIKAN DALAM SEDIAAN MINUMAN SERBUK INSTAN Tuslinah Lilis; Utami Ferina Muthiara Putri; Fathurohman Mochamad
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1382

Abstract

Kolagen adalah protein yang asam amino utamanya adalah hidroksiprolin dan prolin. Produksi kolagen bisa didapatkan dari tulang ikan gurame (Oshpronemus goramy). Kolagen banyak bersumber dari hewan seperti babi yang banyak mengandung kolagen tetapi dari segi kehalalannya tidak terjamin. Maka dari itu, tujuan dilakukan penelitian ini untuk mempeoleh kolagen dari tulang ikan gurame sebagai alternatif lain penghasil kolgen. Kolgen dibuat sediaan minuman serbuk instan yang memenuhi syarat SNI. Metode yang dilakukan pada penelitian dimulai dari pengumpulan sampel gurame, penyiapan sampel, produksi kolagen menggunakan metode hidrolisis kimia dengan asam asetat 0,5 M dan 0,75 M, karakterisasi kolagen sesuai standar SNI 8076-2014. Tahapan akhir yaitu pembuatan sediaan minuman serbuk instan sesuai syarat dan mutu SNI 01-4320-1996 dengan perbedaan penambahan asam sitrat. Hasil dari penelitian ini diperoleh kolagen menggunakan pelarut asam asetat 0,5 M dan 0,75 M menghasilkan nilai rendemen dengan nilai berturut-turut 1,178 % dan 9,368%. Nitrogen total dari kolagen dengan penggunaan asam asetat 0,75 M sebesar 12,115% dan protein 75,718%. Analisis gugus fungsi menggunakan FTIR diketahui gugus fungsi yang terdapat dalam kolagen yaitu Amida A, Amida B, Amida I, Amida II dan Amida III. Hasil uji syarat mutu minuman serbuk instan kolagen semua formula memenuhi standar SNI 01-4320-1996. Hasil uji hedonik menunjukan formula III menjadi formula terbanyak disukai dari segi citra rasa oleh perbandigan asam sitrat pada ketiga formula.
PENGEMBANGAN SEDIAAN SERUM WAJAH EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L) Merr) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Lusi Nurdianti; Mochamad Fathurohman; Riska Prolina; Fajar Setiawan; Ade Yeni Aprilia; Ardianes Firmansya
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1411

Abstract

Proses penuaan pada setiap orang akan terjadi secara alamiah dan tidak dapat dihindari. Banyak faktor yang menjadi penyebab proses penuaan lebih cepat dari waktu yang seharusnya, salah satunya adalah faktor eksternal seperti radikal bebas dan dari paparan sinar UV. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan sediaan serum wajah ekstrak etanol daun katuk (Sauropus androgynus L.Merr) sebagai antioksidan. Metode penelitian meliputi pengolahan daun katuk menjadi simplisia kering hingga diperoleh berupa serbuk halus, pembuatan ekstrak daun katuk dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, skrining fitokimia, karakteristik ekstrak, pengujian antioksidan dengan metode DPPH menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm, pembuatan formula sediaan serum wajah dengan penambahan ekstrak etanol daun katuk dengan masing-masing konsentrasi 3% (F1), 5% (F2) dan 7% (F3) ke dalam serum. Evaluasi sediaan serum meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, pH, viskositas dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk bisa dikembangkan dalam serum wajah dengan hasil evaluasi semua formula sediaan yang baik memenuhi syarat diperoleh F3 sebagai formula terbaik dengan nilai IC50 sebesar 34,93 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sangat kuat. Dengan demikian sediaan serum ekstrak daun katuk bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi proses penuaan dini yang baik.
PREDIKSI ADMET DAN MOLECULAR DOCKING METABOLIT SEKUNDER CENTELLA ASIATICA SEBAGAI CALON ANTIKANKER PAYUDARA Farah Fadhilah Faza; Dini Kesuma; Azminah
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1413

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit yang ditandai oleh pembelahan sel payudara yang tidak terkendali, karena mutasi atau perubahan abnormal. Doxorubicin adalah agen kemoterapi standart untuk kanker payudara, namun memiliki efek samping dan dapat menyebabkan resistensi obat. Pemanfaatan bahan alam Indonesia dapat digunakan sebagai sarana pengobatan alternatif/komplementer, dengan keunggulan efek samping relatif kecil dibanding bahan kimia sintetis. Centella asiatica adalah salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional antikanker. Dalam pengembangan dan penemuan obat baru membutuhkan biaya yang besar, waktu yang lama serta tenaga yang banyak karena perlu dilakukan uji coba dan sintesis pada sebagian besar prosesnya tanpa adanya desain atau alasan yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik metabolit sekunder Centella asiatica, secara in silico. Pengujian yang dilakukan adalah prediksi sifat fisikokimia druglikeness, ADME-Tox, serta molecular docking metabolit sekunder dan obat pembanding Doxorubicin terhadap target reseptor SIRT1 (kode PBD: 4I5I.pdb) mengguankan program Autodock Vina. Dengan hasil energi ikatan yang lebih baik daripada obat pembanding Doxorubicin (-9,46kkal/mol), yaitu 3-O-cis-Caffeoylquercetin (-10.34kkal/mol), Quercetin (-10.28kkal/mol), dan 3-O-cis-Coumaroyl-kaempferol (-10.19kkal/mol). Maka metabolit sekunder Centella asiatica terbaik secara in sillico, yang dapat digunakan sebagai calon antikanker payudara adalah 3-O-cis-Caffeoylquercetin.

Page 11 of 21 | Total Record : 206