cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
KORELASI FLAVONOID TOTAL DENGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN PURING KURA (Codiaeum variegatum L.) Suhendy Hendy; Nurjanah Dhea Sinta; Rahmiyani Ira
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1768

Abstract

Puring kura (Codiaeum variegatum L.) memiliki potensi sebagai antioksidan alami karena kandungan flavonoidnya yang dapat menetralisir radikal bebas dengan cara mendonorkan elektron kepada senyawa radikal bebas. Flavonoid berperan penting dalam aktivitas antioksidan, di mana semakin tinggi konsentrasi flavonoid, semakin besar aktivitas antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan korelasi nilai kesetaraan flavonoid total dengan aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi daun puring kura.  Ekstrak dan fraksi daun puring kura dipantau menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan dilakukan penetapan flavonoid total dan aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis metode DPPH. Ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan menunjukkan nilai kesetaraan flavonoid total berturut-turut sebesar 66,690; 96,512 dan 66,184 mg QE/g sampel, sedangkan nilai kesetaraan aktivitas antioksidan adalah 60,109; 33,938 dan 32,836 mg AAE/g sampel. Fraksi gabungan 4 menunjukkan nilai kesetaraan flavonoid paling tinggi sebesar 299,615 mg QE/g sampel, sedangkan nilai kesetaraan aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki fraksi gabungan 6 yaitu sebesar 288,599 mg AAE/g sampel. Aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi daun puring kura tidak dipengaruhi oleh kandungan flavonoid total karena pada daun puring kura terdapat senyawa lain yang dapat memberikan aktivitas antioksidan seperti senyawa fenolik lain selain flavonoid atau senyawa-senyawa golongan terpenoid.
STUDI ETNOMEDISIN TUMBUHAN OBAT ANTIPIRETIK DAN ANTIGASTRITIS PADA MASYARAKAT DESA SIRNABAYA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS Suhendy Hendy; Alvionita Vina; Rahmiyani Ira
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1775

Abstract

Etnomedisin adalah pengetahuan kesehatan dari sudut pandang masyarakat lokal paa suatu etnis tertentu. Masyarakat Desa Sirnabaya Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis masih memanfaatkan pengobatan tradisional (Batra) untuk kasus demam dan gastritis e. Praktik pengobatannya selain dilakukan oleh Batra (praktik pengobatan tradisional)  di desa tersebut, dilakukan juga secara mandiri oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan tentang penggunaan obat-obatan sebagai pengobatan antipiretik dan antigastritis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sirnabaya. Jenis penelitian menggunakan desain kualitatif metode deskriptif dengan teknik Purposive dan Snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai frekuensi tertinggi sitasi kasus antipiretik adalah daun dadap serep 50,94%, famili fabaceae 53,92%, bagian daun 76,69%, cara pengolahan ditumbuk 64,49%, dan cara penyajian dibalurkan 58,80%. Sedangkan pada kasus gastritis adalah kunyit 62,33%, famili zingiberaceae 91,86%, bagian rimpang 73,71%, cara pengolahan direbus 41,46%, dan cara penyajian diminum 99,45%. Sedangkan nilai RKI  (Rasio Kesepakatan Informan) tertinggi pada kasus antipiretik yaitu influenza sebesar 0,90 dan kasus antigastritis yaitu anoreksia sebesar 0,88.
PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA KESEHATAN TERHADAP OBAT HALAL DI KOTA SAMARINDA Suparningtyas Juniza Firdha; Janggo Abdul Rahman; Rijai Laode
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1777

Abstract

Produk farmasi halal mendapatkan perhatian yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya permintaan akan produk yang sesuai dengan prinsip Islam. Sebagai pemangku kepentingan utama dalam industri pelayanan kesehatan, petugas kesehatan memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan pasien, khususnya dokter dan apoteker sebagai lini terdepan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan terhadap obat halal, menggali pemahaman mereka tentang obat halal dan sikap mereka terhadap peresepan dan pemberian produk tersebut. Metode penelitian observasi secara cross sectional menggunakan kuisioner terhadap 58 apoteker dan dokter di kota Samarinda yang ditentukan secara purposive sampling. Beberapa karakteristik responden juga dianalisis selain tingkat pengetahuan dan sikap. Tingkat pengetahuan dan sikap ditentukan dengan analisis univariat sehingga diperoleh bahwa sebaran tingkat pengetahuan apoteker dan dokter yang tergolong tinggi, secara berurutan yaitu 89,4% dan 85,2%. Begitu pula sikap apoteker dan dokter juga tergolong tinggi terhadap obat halal, secara berurutan yaitu sebesar 82,4% dan 87,5%.
HUBUNGAN EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS KETANGGUNGAN Syahrina Nadira Alvi; Pandanwangi Siti; Susanti Nina Pratiwi; Utami Try
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1782

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Salah satu faktor penyebab rendahnya angka kesembuhan adalah ketidakpatuhan dalam pengobatan pasien TB. Hal ini disebabkan karena adanya efek samping obat TB, sehingga sebagian pasien memilih berhenti mengkonsumsi obat anti tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian efek samping obat anti tuberkulosis (OAT) terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Puskesmas Ketanggungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, rancangan penelitian menggunakan corelational study, dengan pendekatan yang digunakan bersifat cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 73 pasien TB paru di Puskesmas Ketanggungan. Penelitian dilakukan dengan  hasil kuesioner untuk menilai efek samping dan kepatuhan. Hubungan antara kepatuhan dan efek samping minum obat OAT dianalisis menggunakan Chi-Square test. Penelitian ini menggunakan interval kepercayaan 95% dan taraf signifikan 5%. Jika nilai p < 0,05, menunjukan perbedaan yang bermakna, sebagian besar responden mengalami efek samping ringan sebanyak (58,9%) dan sebagian besar responden patuh dalam mengkonsumsi obat sebanyak (74,0%). Pada penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan yang cukup erat antara kejadian efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TB paru dengan tingkat kekuatan korelasi yang cukup.
FORMULASI DAN EVALUASI DARI EKSTRAK Monascus purpureus SEBAGAI PEWARNA ALAMI KOSMETIK DEKORATIF Shaleha Resha; Yuliana Anna; Nurdianti Lusi; Wahyudin Nabila Aini
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1794

Abstract

Penggunaan kosmetik dekoratif saat ini semakin meningkat terutama pada kaum wanita yang selalu ingin terlihat cantik sehingga membuat penampilan terlihat lebih percaya diri dan dapat menutupi kekurangan pada area wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pigmen kapang Monascus purpureus dapat digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan kosmetik dekoratif.  Pigmen merupakan metabolit sekunder yang diproduksi melalui proses fermentasi Monascus purpureus pada beras sebagai substrat. Beras diekstrasi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Formula kosmetik yang dibuat adalah perona pipi, perona mata dan lipcream, dengan 4 formula untuk setiap sediaan (F0-F3). Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji daya oles, uji stabilitas, uji pH, uji iritasi, uji homogenitas, uji kesukaan, uji keretakan, dan uji daya sebar. Sediaan tersebut memiliki konsentrasi yang berbeda. Hasil analisis data metode friedmant menunjukkan bahwa F2 memiliki lipcream yang paling disukai, F3 memiliki perona pipi yang paling disukai, dan F2 memiliki perona mata yang paling disukai.
STUDI PREFORMULASI GINGEROL DALAM SEDIAAN GEL DENGAN PERBANDINGAN BASIS CARBOPOL DAN VISCOLAM Widyastuti Laras Rizkia; Zustika Diana Sri; Nurdianti Lusi; Gustaman Firman; Amanda Sisca Julyani
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1904

Abstract

Jerawat merupakan suatu keadaan yang seringkali menurunkan kepercayaan diri seseorang karena mengganggu penampilan. Pencegahan kulit berjerawat dapat dilakukan dengan perawatan menggunakan kosmetik dalam bentuk sediaan gel  untuk penghantaran obat topikal. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan penggunaan Carbopol dan viscolam sebagai gelling agent dalam formulasi sediaan gel dengan menggunakan bahan aktif gingerol. Metode penelitian meliputi pre-formulasi gingerol, pengujian aktivitas antibakteri gingerol menggunakan metode difusi sumuran, pembuatan formula sediaan gel gingerol dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% pada masing-masing gelling agent (carbopol dan viscolam). Evaluasi sediaan meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Penelitian ini menunjukkan bahwa gingerol berhasil dibuat dalam sediaan gel dengan  aktivitas antibakteri gingerol terhadap Staphylococcus aureus dengan daya hambat sebesar 14,3%-18,5% dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan gel sebagai antibakteri. Hasil evaluasi fisik sediaan gel menunjukkan bahwa gel dengan carbopol lebih jernih dan lebih kental dibandingkan dengan gel yang menggunakan viscolam sehingga mempengaruhi nilai daya sebar sediaannya.
ANALISIS DRUG’s RELATED PROBLEMS (DRP’s) PADA PASIEN DENGAN KASUS CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK II SARTIKA ASIH KOTA BANDUNG Setiadi Anggi; Prasanti Rani Wahyoe; Wikaningtyas Pratiwi
Pharmacoscript Vol. 6 No. 2 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i2.1210

Abstract

Chronic kidney disease atau CKD adalah penurunan progresif fungsi ginjal (penurunan sejumlah fungsi nefron) yang terjadi lebih dari beberapa bulan sampai beberapa tahun. Masalah medis yang kompleks umumnya ditemui pada pasien dengan diagnosa CKD baik dengan komorbid atau tanpa komorbid, sehingga hal ini rentan menyebabkan timbulnya masalah-masalah yang berkaitan dengan obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menilai kejadian masalah terkait obat potensial pada pasien CKD dengan atau tanpa penyakit komorbid. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian non-eksperimental deskriptif dengan rancangan cross sectional secara prospektif dengan melihat data rekam medik pasien selama periode Mei 2022-Juli 2022. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode non-probability sampling   yaitu total sampling, dengan jumlah sampel 76 pasien. Kriteria inklusi adalah pasien baru masuk rawat inap dengan diagnosis CKD, dan dengan atau tanpa penyakit komorbid, berusia diatas 18 tahun (pria/wanita), memiliki LFG < 60 mL mnt/ 1,73 m2. Sedangkan, kriteria eksklusi meliputi pasien dengan rekam medis tidak lengkap atau tidak terbaca. Klasifikasi Drug Related Problems (DRPs) menggunakan Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi 9.1. Hasil analisis DRPs potensial menunjukkan bahwa terdapat terdapat 4 kasus indikasi tidak diobati (5,26%), 70 kasus interaksi obat potensial (93,33%), 67 kasus polifarmasi (88,16%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa diagnosis penyakit dan jumlah obat secara signifikan meningkatkan kejadian DRPs pada pasien (p <0,05). Analisis multivariat menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa variabel diagnosis penyakit dan jumlah obat terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan kejadian DRPs pada pasien (p <0,05), dengan hasil Odds Ratio (OR) variabel jumlah obat yaitu 2,618 artinya pasien dengan penyakit CKD yang mendapatkan jumlah obat banyak (polifarmasi) memiliki peluang resiko 2-3 kali terhadap terjadinya DRPs, begitupun pada hasil OR variabel jumlah diagnosa penyakit yaitu 2,382 artinya pasien dengan penyakit CKD yang mendapatkan multidiagnosa  memiliki peluang resiko 2 kali terhadap terjadinya DRPs.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANTIDIABETES PASIEN NEFROPATI DIABETES DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) FATMAWATI Kusuma Ema Nillafita Putri
Pharmacoscript Vol. 6 No. 2 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i2.1215

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan kesehatan yang menjadi salah satu penyebab kondisi darurat kesehatan global dengan progresitas penyakit yang sangat cepat di abad 21. Prevalensi diabetes melitus diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya, hingga mencapai 643 juta orang pada tahun 2030. Kondisi DM akan memunculkan sebuah risiko komplikasi baik komplikasi mikrovaskular ataupun makrovaskular, serta akan berdampak pada besaran biaya yang diperlukan untuk sebuah proses terapi medis yang berkelanjutan. Pertimbangan kondisi komplikasi pasien, efektivitas, risiko efek samping, dan harga obat akan sangat menentukan pilihan terapi dan keberhasilan proses terapi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan terapi antidiabetika yang lebih cost effective untuk pasien nefropati diabetik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan menggunakan data rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati dalam jangka waktu 1 (satu) tahun. Berdasarkan perhitungan secara ACER penggunaan Glimepiride lebih cost effective, namun secara ICER penggunaan Gliquidone lebih cost effective dibandingkan dengan pilihan terapi yang lain.
POLA PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DISPEPSIA DI PUSKESMAS CIMAHI TENGAH KOTA CIMAHI Suherman Linda Purnamawati; Islamiyah Alfi Nurul; Mutawali Ahmad; Amelia Riza; Septiani Vina; Ramdani Robby; Indrawati Wiwiek
Pharmacoscript Vol. 6 No. 2 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i2.1257

Abstract

Dispepsia merupakan suatu kondisi nyeri atau rasa tidak nyaman, seperti mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa perut penuh, dan nyeri pada epigastrium. Dispepsia merupakan penyakit tidak menular dengan peringkat 20 penyakit terbesar di Puskesmas Kota Bandung. Di Puskesmas di Kecamatan Batununggal Bandung (2020) ditemukan ketidaktepatan dosis (40,38%), ketidaktepatan waktu interval pemberian (29%), dan ketidaktepatan lama pemberian obat (90,38%) dispepsia. Penggunaan obat dispepsia yang rasional sangat penting untuk mencapai keberhasilan terapi dan mencegah kejadian yang tidak dikendaki.. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan dan rasionalitas penggunaan obat pada pasien dispepsia yang meliputi tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis obat, tepat interval waktu pemberian obat, dan tepat cara pemberian obat. Penelitian bersifat deskriptif dengan metode pengambilan data secara retrospektif dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada resep 52 pasien dengan diagnosa dispepsia di Puskesmas Cimahi Tengah pada bulan Oktober-Desember 2021. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan karaktersitik pasien, profil obat dan kesesuaian penggunaan obat berdadsarkan Konsensus Nasional Penatalaksanaan Dispepsia dan Infeksi Helicobacter pylori. Hasil penelitian diperoleh data sebanyak 17 pasien laki-laki (32,69%) dan 35 pasien perempuan (67,31%). Pasien dispepsia mayoritas terjadi pada pasien berusia 36-45 tahun (21,15%). Golongan obat dispepsia paling sering digunakan adalah antasida (71,83%) dan obat terapi pendukung yang paling sering digunakan adalah parasetamol (61,54%), terapi kombinasi obat terbanyak digunakan yaitu antasida dan omeprazole sebanyak (19,23%). Ketepatan pemilihan obat, ketepatan indikasi obat, ketepatan dosis obat, ketepatan interval waktu pemberian obat, dan ketepatan cara pemberian obat dispepsia di Puskesmas Cimahi Tengah Kota Cimahi didapatkan hasil 100% tepat sesuai literatur.
DESAIN DAN STUDI INTERAKSI SENYAWA KOMPLEKS COBALT (II)-(1-BENZOYL-3-METHYL THIOUREAS) DENGAN DNA SEBAGAI KANDIDAT ANTIKANKER Ruswanto Ruswanto; Mardianingrum Richa; Naser Fahmi Muhamad
Pharmacoscript Vol. 6 No. 2 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i2.1264

Abstract

Kompleks logam Cobalt (II) dengan ligan turunan tiourea telah banyak diteliti dan dipelajari dalam pengembangan obat anti kanker. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan kandidat antikanker yang lebih poten dari senyawa Cobalt (II)-tiourea dengan cara mempelajari interaksi pada DNA Dodecamer. Metode yang digunakan adalah simulasi docking dan prediksi farmakokinetik dan toksisitas. Dua senyawa Cobalt (II)-tiourea yaitu senyawa Bis-[3-methyl-1-(naphthalene-2-carbonyl)thiourea] Cobalt (III) dan Bis-[1-(4-heptylbenzoyl)-3-methylthiourea] Cobalt (III) yang diprediksi sebagai kandidat antikanker melalui interaksi dengan DNA Dodecamer.

Page 10 of 21 | Total Record : 206