cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
CRYSTALLO-CO-AGGLOMERATION OF SIMVASTATIN: IMPROVING DISSOLUTION AND MICROMERITIC PROPERTIES Indra Indra; Gustania Intan Indriani; Tuslinah Lilis
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1679

Abstract

Simvastatin (SMV), a poorly soluble drug, faces challenges in pharmaceutical formulation due to its limited solubility and poor flow properties. This study aimed to enhance the physicochemical properties of SMV by preparing spherical crystals using a crystallo-co-agglomeration. Spherical crystals of SMV were prepared by dissolving the drug in methanol and adding it to an aqueous solution containing PVP K-30 and PEG 6000 under constant stirring. The resulting agglomerates were filtered, dried, and characterized using Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy, Powder X-Ray Diffraction (PXRD), Differential Scanning Calorimetry (DSC), Scanning Electron Microscopy (SEM), and dissolution testing. Micromeritic properties, including bulk density, Hausner ratio, compressibility index, angle of repose, and flowability, were also evaluated. FTIR confirmed the chemical integrity of SMV with minor shifts indicating interactions with stabilizers. PXRD and DSC analyses revealed reduced crystallinity and partial amorphization in the spherical crystals. SEM showed spherical morphology. Dissolution testing demonstrated a significantly enhanced dissolution rate for the spherical crystals compared to pure SMV. Improved micromeritic properties were also observed, indicating better flowability and packing density. Spherical crystallization significantly improved the solubility, dissolution rate, and flowability of SMV. This technique offers a promising strategy for enhancing the bioavailability and pharmaceutical performance of poorly soluble drugs.
DESAIN SENYAWA DERIVAT HALOFUGINON TERHADAP ENZIM PROLIL-tRNA SINTETASE Plasmodium falciparum SECARA IN SILICO Yuniarta Tegar Achsendo; Gonsalez Fransisco Candra; Azis Arif Maulana; Kesuma Dini
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1705

Abstract

Malaria adalah salah satu penyakit infeksi yang memiliki tingkat kematian cukup tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Sejak tahun 2004 obat pilihan utama untuk malaria adalah obat kombinasi artemisinin (ACT). Salah satu obat yang dapat dikembangkan sebagai calon obat antimalaria saat ini yaitu halofuginon dan turunannya. Halofuginon bekerja dengan metode inhibisi enzim prolil-tRNA sintetase pada Plasmodium falciparum (PfPRS). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi struktur senyawa halofuginon untuk mendapatkan senyawa baru yang poten dan tidak toksik.  Tahapan modifikasi senyawa dilakukan dengan bantuan webserver ADMETopt untuk memperoleh beberapa rekomendasi senyawa derivat. Senyawa turunan ini kemudian disikrining menggunakan webserver SwissADME dengan melihat parameter absorbsi serta deteksi gugus fungsi PAINS dan toksikofor. Senyawa yang memenuhi kriteria dilakukan molecular docking untuk mendapatkan nilai binding energy dan untuk mengetahui interaksi ikatannya dengan residu asam amino enzim PRS. Hasil penelitian ini diperoleh 2 senyawa: 8‐[3‐(7‐bromo‐6‐kloro‐4‐okso‐3,4‐dihidrokuinazolin‐3‐il)‐2‐oksopropil]‐7‐hidroksi‐3,4‐dihidro‐2H‐1,3‐benzoksazin‐2,4‐dion dan 3‐(3‐{2‐amino‐5‐okso‐5H,6H‐imidazo[4,5‐d]azepin‐4‐il}‐2‐oksopropil)‐7‐bromo‐6‐kloro‐3,4‐dihidrokuinazolin‐4‐on. Kedua senyawa ini memiliki nilai energi interaksi sebesar -10,79 kkal/mol dan -10,19 kkal/mol yang mendekati nilai dari halofuginon sebesar -10,98 kkal/mol. Selanjutnya perlu dilakukan verifikasi dengan melakukan uji in vitro terhadap enzim PRS dan parasit Plasmodium falciparum, serta uji toksisitas agar didapat turunan febrifugin yang poten dan non-toksik.
STUDI EFEK ANTIDEPRESAN EKSTRAK DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa (KORTH.) PADA MENCIT JANTAN GALUR Swiss Webster Tarigan Selvianita; Anggadiredja Kusnandar
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1722

Abstract

Antidepresan yang selama ini telah digunakan memiliki beberapa kekurangan terutama terkait keamanannya. Bahan alam dapat menjadi alternatif, dan salah satunya adalah kratom (Mitragyna speciosa Korth.), yang telah ditunjukkan memiliki aktivitas biologi pada sistem saraf.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas antidepresan ekstrak etanol kratom pada model mencit depresi. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi ke dalam 5 kelompok dengan perlakuan berbeda, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif (fluoksetin 5 mg/kgBB) dan kelompok perlakuan dengan konsentrasi dosis 50mg/kgBB, 100mg/kgBB dan 200mg/kgBB. Tingkat depresi diukur dengan 5 parameter yang didapat melalui open-field test (Tcenter, Tborder, Tperiphere, dan jarak tempuh) dan forced swimming test (immobility time), dilanjutkan dengan pengamatan konsentrasi kortisol. Selanjutnya, dilakukan uji statistic dengan metode ANOVA dan post-hoc dengan metode Tukey untuk melihat signifikansi perbedaan ke-3 kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol negatif. Berdasarkan hasil pengamatan, mencit yang mengonsumsi ekstrak daun kratom sebesar 100 mg/kgBB dianggap memiliki efek antidepresan paling kuat, ketika dibandingkan dengan kelompok kontrol pada pengamatan Tcenter (rata-rata 6,92 ± 4,27%), Tperifer (80,02 ± 12,44%), jarak tempuh (7.033,08 ± 1.541,85 cm), dan immobility time (98,89 ± 13,95 detik). Hal tersebut diperkuat dengan perbandingan konsentrasi kortisol antara kelompok yang diadministrasikan daun kratom dengan dosis 100 mg/kgBB.
POTENSI TUMBUHAN BERKHASIAT ANTIBAKTERI DALAM UPAYA SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT DESA BANGUNKARYA KECAMATAN LANGKAPLANCAR KABUPATEN PANGANDARAN Yuliana Anna; Rahmiyani Ira; Nuriman Muhamad Rifki
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1738

Abstract

Swamedikasi adalah usaha pengobatan terhadap diri sendiri yang dilakukan oleh masyarakat sebagai upaya mengobati dirinya. Pengobatan sendiri biasanya dilakukan untuk mengobati penyakit umum dan ringan seperti demam, nyeri, batuk, flu, sakit maag, diare, dan penyakit kulit yang sebagian besar disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui swamedikasi pada masyarakat Desa Bangunkarya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terutama penggunaan tumbuhan yang berkhasiat sebagai antibakteri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional yang bersifat deskriptif, yaitu berkaitan dengan penggunaan obat tradisional pada masyarakat dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi tumbuhan. Tingkat kepercayaan data diuji menggunakan nilai frekuensi sitasi dan rumus freadman (Fidelity Level). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 55 jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat, dan sebanyak 23 jenis diantaranya digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Nilai frekuensi sitasi penggunaan tumbuhan yaitu kunyit (81%), jenis penyakit yang sering diobati adalah batuk (71%), dan sumber perolehan tumbuhannya berasal dari pekarangan rumah (85%), cara pengolahan terbanyak yaitu dengan cara direbus (76%), dan cara penggunaan terbanyak yaitu dengan diminum (86%). Tumbuhan yang prospektif untuk dikembangkan lebih luas di desa Bangunkarya adalah kecombrang hutan (Etlingera hemisphaerica (Bl.) R.M.Smith).
FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM FLUCONAZOLE DENGAN VARIASI KONSENTRASI VASELIN ALBUM Annissya Widia Primi; Nurdianti Lusi; Aziz Abdul; Julianti Ai Rian
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1751

Abstract

Fluconazole merupakan obat antijamur yang bekerja dengan menghambat enzim yang dibutuhkan oleh jamur untuk memproduksi ergosterol, komponen penting dari membran sel jamur. Kelarutan fluconazole larut dalam air pada tingkat yang cukup baik. Pengembangan formulasi yang baik sangat diperlukan dalam upaya memaksimalkan pemanfaatan efektifitas fluconazole dibuatkan formula sediaan krim. Pemilihan sediaan krim sangat tepat mengingat manfaat penggunaan krim yang memiliki tekstur ringan, tidak lengket dan cepat meresap dibandingkan dengan bentuk sediaan lain. Sehingga penelitian ini membuat sediaan krim fluconazole dengan perbedaan variasi konsentrasi vaselin album yaitu 3%, 5% dan 8%. Uji Stabilitas menggunakan metode cycling test meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas. Hasil pengujian stabilitas uji homogenitas dari ke 3 formula menghasilkan hasil yang homogen. Pengujian pH krim fluconazole pada ke 3 formula menunjukan hasil yang memenuhi persyaratan pada rentang pH 4.5- 6.8. Uji daya sebar mempergunakan beban 50 dan 100 gram terhadap 3 formula menunjukan hasil yang memenuhi persyaratan F1 5.7 cm ±0.069 , F2 6.1 cm ±0.173 dan F3 6.5 cm ±0.107. Hasil uji viscositas dari ke 3 formula menunjukan F1 1972,3 cPs  ± 7.27, F2 2151 cPs ±5.16, dan F3 2455,4 cPs ±2.30Pengujian stabilitas yang dilakukan menghasilkan krim fluconazole stabil terhadap kondisi perubahan suhu ekstrem  setelah dilakukan uji cycling test selama 6 siklus. Hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa formulasi dan uji stabilitas krim fluconazole dengan variasi konsentrasi vaselin album 3%, 5% dan 8% hanya mempengaruhi viscositas sediaan. Semakin tinggi konsentrasi vaselin yang diinkomporasikan semakin besar viscositas yang dihasilkan.
PENDEKATAN SISTEM PENGHANTARAN NANOPARTIKEL BERBASIS LIPID SEBAGAI OBAT ANTIJERAWAT : REVIEW: Putriyanti Al-fira; Jafar Garnadi; Mulyani Yani
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1761

Abstract

Jerawat adalah gangguan kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Bakteri gram positif propionibacterium acnes adalah akar dari jerawat. Propionibacterium acne tumbuh karena akumulasi sebum, yang menyebabkan jerawat. Untuk mengatasi jerawat, berbagai bahan aktif dan metode pengobatan telah dikembangkan. Penghantaran melalui nanoteknologi adalah metode terbaru yang digunakan. Ini dipilih karena kemampuan nanoteknologi untuk meningkatkan stabilitas bahan aktif, meningkatkan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit, dan memungkinkan zat aktif dibawa ke area yang ditargetkan. Metode yang digunakan yaitu Artikel ilmiah dikumpulkan dari sumber nasional dan internasional 10 tahun terakhir (2014-2024). Hasil yang ditunjukkan bahwa metode nanopartikel menunjukkan potensi besar sebagai bahan aktif anti jerawat karena ukurannya yang kecil memungkinkan penetrasi kulit lebih baik, pelepasan bahan aktif secara terkendali, dan perlindungan dari degradasi lingkungan. Keberhasilannya terbukti dalam berbagai studi dan uji klinis, dengan penurunan signifikan jerawat dan peningkatan kondisi kulit. Pengembangan terbaru, seperti nanopartikel lipid, nanopartikel polimer, dan nanopartikel metal. Diskusi dalam review artikel ini melakukan pendalaman terhadap pengembangan obat dan sitem penghantaran obat baru, meliputi proses sintesis, karakterisasi, mekanisme kerja, dan hasil uji klinis yang relevan. Penggunaan nanopartikel lipid telah menunjukkan potensi besar sebagai penghantar obat yang efektif,  nanopartikel polimer menawarkan kontrol pelepasan obat yang lebih baik dan nanopartikel logam menawarkan sifat antimikroba intrinsik. dan Kesimpulannya review artikel ini akan mengulas secara menyeluruh berbagai penelitian mengenai penghantaran zat aktif terbarukan melalui nanoteknologi untuk terapi jerawat.
STUDI IN SILICO SENYAWA AKTIF DAUN KEMANGI IMBO (Pycnarrhena cauliflora) TERHADAP RESEPTOR ESTROGEN ALFA (ER⍺) SEBAGAI KANDIDAT ANTIKANKER PAYUDARA Fa’aizah Masayu Kyla; Rahmadhani Nabilah; Masyithah Sitti; Sari Fiona Puspita; Fathin Nayla Maymuna; Rusdin Agus; Novitasari Dhania
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1762

Abstract

Daun kemangi imbo (Pycnarrhena cauliflora) dikenal memiliki sifat farmakologis, salah satunya berpotensi sebagai agen antikanker payudara. Jenis kanker payudara banyak ditandai dengan adanya ekspresi berlebih pada protein hormon, salah satunya ialah reseptor estrogen alpha (ER⍺). Penelitian ini bertujuan mengkaji senyawa yang terdapat dalam daun kemangi imbo yang berpotensi untuk agen antikanker payudara tertarget pada ER⍺. Pengujian yang dilakukan dengan pendekatan studi komputasi, seperti prediksi Lipinski rule of five, prediksi ADMETOKS, penapisan farmakofor, dan penambatan molekuler. Hasil studi menunjukkan bahwa semua senyawa yang diidentifikasi dari daun kemangi imbo memenuhi persyaratan Lipinski rule of five. Penentuan ADMETOKS pada sepuluh senyawa memiliki persentase human intestinal absorption (HIA) yang baik dan penetrasi blood brain barrier (BBB) yang tinggi, permeabilitas Caco-2 yang sedang, sebagian besar memiliki ikatan protein plasma (PPB) yang tinggi, dan beberapa senyawa diprediksi bersifat mutagen dan karsinogenik. Penapisan farmakofor diperoleh kurva nilai AUC100 sebesar 0,95 dan senyawa yang hit yaitu β-sitronelol dengan fit score 43,00. Pada molecular docking, senyawa longipinocarvone menunjukkan kemiripan paling tinggi dengan native ligand yaitu afimoxifene (4-OHT), dengan energi bebas Gibbs paling negatif (-8,20 kkal/mol) dan konstanta inhibisi paling kecil (0,98 µM). Di antara senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam daun kemangi imbo, longipinocarvone menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai agen antikanker payudara tertarget pada ER⍺.
STUDI IN SILICO SENYAWA BIOAKTIF DALAM DAUN ZAITUN (Olea europaea L.) SEBAGAI ACE INHIBITOR DALAM HIPERTENSI Rizal Alya Izzati Zhafira; Putri Salma Chiara; Aisyah Tasza Noor; Ardhita Marshella Dhanu; Rusdin Agus; Fathin Nayla Maymuna; Novitasari Dhania
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1763

Abstract

Daun zaitun (Olea europaea L.) telah diketahui memiliki efek penurunan tekanan darah dengan salah satu mekanismenya ialah mempengaruhi aktivitas angiotensin-converting enzyme (ACE), namun aktivitas molekuler pada enzim tersebut masih belum ditelusuri. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa metabolit sekunder dari daun zaitun terkait dengan karakteristik fisikokimiawi dan profil ADMET, serta interaksinya terhadap ACE melalui studi komputasi. Berdasarkan Samy et al., 2022, dipilih 10 senyawa daun zaitun yang memenuhi Rule of Five dari beberapa senyawa diteliti serta dievaluasi berdasarkan kaidah Lipinski, profil ADMET, skrining farmakofor, dan penambatan molekul. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, senyawa oleuropein aglikon menunjukkan aktivitas paling potensial terhadap target protein ACE (kode PDB: 3BKL) dengan data nilai ikatan bebas dan konstanta inhibisi paling kecil yaitu -7,73 kkal/mol dan 2,16 µM, serta memiliki interaksi pada residu asam amino HIS A: 513 dan TYR A: 523. Hasil studi ini menambah bukti saintifik terkait pengaruh senyawa bioaktif pada daun zaitun khususnya oleuropein aglikon terhadap protein ACE sehingga berpotensi dalam memberikan efek penurunan tekanan darah.
KORELASI FLAVONOID TOTAL DENGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN PURING KURA (Codiaeum variegatum L.) Suhendy Hendy; Nurjanah Dhea Sinta; Rahmiyani Ira
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1768

Abstract

Puring kura (Codiaeum variegatum L.) memiliki potensi sebagai antioksidan alami karena kandungan flavonoidnya yang dapat menetralisir radikal bebas dengan cara mendonorkan elektron kepada senyawa radikal bebas. Flavonoid berperan penting dalam aktivitas antioksidan, di mana semakin tinggi konsentrasi flavonoid, semakin besar aktivitas antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan korelasi nilai kesetaraan flavonoid total dengan aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi daun puring kura.  Ekstrak dan fraksi daun puring kura dipantau menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan dilakukan penetapan flavonoid total dan aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis metode DPPH. Ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan menunjukkan nilai kesetaraan flavonoid total berturut-turut sebesar 66,690; 96,512 dan 66,184 mg QE/g sampel, sedangkan nilai kesetaraan aktivitas antioksidan adalah 60,109; 33,938 dan 32,836 mg AAE/g sampel. Fraksi gabungan 4 menunjukkan nilai kesetaraan flavonoid paling tinggi sebesar 299,615 mg QE/g sampel, sedangkan nilai kesetaraan aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki fraksi gabungan 6 yaitu sebesar 288,599 mg AAE/g sampel. Aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi daun puring kura tidak dipengaruhi oleh kandungan flavonoid total karena pada daun puring kura terdapat senyawa lain yang dapat memberikan aktivitas antioksidan seperti senyawa fenolik lain selain flavonoid atau senyawa-senyawa golongan terpenoid.
STUDI ETNOMEDISIN TUMBUHAN OBAT ANTIPIRETIK DAN ANTIGASTRITIS PADA MASYARAKAT DESA SIRNABAYA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS Suhendy Hendy; Alvionita Vina; Rahmiyani Ira
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1775

Abstract

Etnomedisin adalah pengetahuan kesehatan dari sudut pandang masyarakat lokal paa suatu etnis tertentu. Masyarakat Desa Sirnabaya Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis masih memanfaatkan pengobatan tradisional (Batra) untuk kasus demam dan gastritis e. Praktik pengobatannya selain dilakukan oleh Batra (praktik pengobatan tradisional)  di desa tersebut, dilakukan juga secara mandiri oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan tentang penggunaan obat-obatan sebagai pengobatan antipiretik dan antigastritis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sirnabaya. Jenis penelitian menggunakan desain kualitatif metode deskriptif dengan teknik Purposive dan Snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai frekuensi tertinggi sitasi kasus antipiretik adalah daun dadap serep 50,94%, famili fabaceae 53,92%, bagian daun 76,69%, cara pengolahan ditumbuk 64,49%, dan cara penyajian dibalurkan 58,80%. Sedangkan pada kasus gastritis adalah kunyit 62,33%, famili zingiberaceae 91,86%, bagian rimpang 73,71%, cara pengolahan direbus 41,46%, dan cara penyajian diminum 99,45%. Sedangkan nilai RKI  (Rasio Kesepakatan Informan) tertinggi pada kasus antipiretik yaitu influenza sebesar 0,90 dan kasus antigastritis yaitu anoreksia sebesar 0,88.