cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
PENGEMBANGAN METODE KLT VIDEO DENSITOMETRI UNTUK ANALISIS MIKONAZOL NITRAT DAN HIDROKORTISON ASETAT DALAM SEDIAAN KRIM Winasih, Rachmawati; Salsabila, Putri; Fauzan Zein, Muttaqin
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2441

Abstract

Infeksi jamur pada kulit dapat diatasi dengan sediaan krim yang mengandung mikonazol nitrat (MN) dan hidrokortison asetat (HA). Penetapan kadar kedua zat tersebut dapat dilakukan secara simultan menggunakan beberapa metode seperti KCKT, spektrofotometri UV dan FTIR, akan tetapi penggunaan metode KLT video densitometri belum pernah dilaporkan di literatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan KLT video densitometri untuk analisis MN dan HA yang efektif dalam formulasi krim. Tahapan penelitian dimulai dari pembuatan larutan baku, optimasi sistem KLT, validasi metode analisis dan penetapan kadar MN dan HA pada sediaan krim. Sistem KLT terbaik untuk pemisahan yaitu menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak campuran n-heksan:kloroform:metanol (6:3:1). Bercak pada plat KLT divisualisasikan di bawah lampu UV254, kemudian direkam menggunakan kamera digital, dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan software ImageJ untuk menghitung luas area. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor selektivitas (α) sebesar 1,52. Nilai koefisien korelasi (r) untuk keduanya diatas 0,99. Nilai batas deteksi dan batas kuantitasi berturut-turut adalah 30,63 dan 102,10 bpj untuk MN, serta 12,12 dan 40,39 bpj untuk HA. Perolehan kembali sebesar 100,84±1,25% untuk MN dan 100,27±0,89% untuk HA, sedangkan nilai presisi (%SBR) untuk MN dan HA sebesar 0,647% dan 0,547%. Kadar MN dan NA dalam sediaan krim berturut-turut adalah 100,41±0,27% dan 101,15±0,18%. Metode KLT video densitometri dapat digunakan sebagai metode analisis alternatif yang sederhana, cepat dan andal dalam penetapan kadar zat aktif MN dan HA dalam sediaan krim kombinasi.
STUDI KOMPUTASI TURUNAN FLAVONOID DAUN SAMBUNG NYAWA TERHADAP ENZIM COX-1 DAN COX-2 SEBAGAI KANDIDAT ANTIINFLAMASI Himyatul, Hidayah; Ruswanto, Ruswanto; Yeni Ari Safitri, Dalimunthe; Surya, Amal
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2447

Abstract

Penggunaan bahan alami sebagai sumber obat semakin meningkat sebagai alternatif terapi untuk berbagai penyakit, termasuk inflamasi dan kanker. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) ada sekitar 11,9 juta orang yang menderita radang sendi di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi turunan flavonoid yang terkandung dalam daun sambung nyawa (Gynura procumbent) terhadap enzim cyclooxygenase-1 (COX-1) dan enzim cyclooxygenase-2 (COX-2) sehingga dapat diprediksi mempunyai aktivitas sebagai kandidat antiinflamasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu secara in silico. Hasil Virtual screening pada turunan flavonoid dalam daun sambung nyawa yang berinteraksi dengan reseptor 1EQG terdapat satu senyawa yang memiliki energy Gibbs terendah yaitu senyawa homoorientin -9,3 kal/mol, sedangkan senyawa yang memiliki energy Gibbs terendah saat berintraksi dengan reseptor 3LN1 yaitu senyawa apigenin -9,9 kal/mol. Hasil molecular dinamic pada senyawa homoorintin terhadap reseptor COX-1 memiliki nilai RMSD 2,40 Å dan nilai RMSF 1,09, untuk senyawa apigenin terhadap reseptor COX-2 yaitu memiliki nilai RMSD 3,25 Å dan nilai RMSF 1,36. Berdasarkan hasil simulasi molekular dinamik dari interaksi terhadap reseptor cyclooxygenase-1 dan cyclooxygenase-2 terlihat bahwa homoorientin memiliki interaksi yang cukup stabil terhadap reseptor cyclooxygenase-1 (1EQG) dibandingkan interaksi antara cyclooxygenase-2 (3LN1) dengan apigenin.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) PADA MODEL HEWAN UJI ZEBRAFISH DIABETES Raden Maya, Febriyanti; Shannon, Patricia; Miski Aghnia, Khairinnisa
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2452

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) diketahui mengandung flavonoid, seperti kuersetin, yang berpotensi antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi pemodelan diabetes melitus (DM) pada zebrafish dan mengevaluasi aktivitas hipoglikemik ekstrak etanol daun kersen. Ekstrak distandardisasi melalui penetapan kadar air dan identifikasi KLT menggunakan pembanding kuersetin. Dua pendekatan model DM dievaluasi, yakni perendaman dalam glukosa 4% serta kombinasi glukosa 2% dengan pakan tinggi lemak. Uji hipoglikemik membandingkan kontrol normal, kontrol negatif (glukosa 4%), kontrol positif (metformin 1,65 mg/dL), dan tiga dosis ekstrak (50, 100, 150 mg/L) pada hari ke-0, 3, 5, 7, dan 14. Ekstrak memenuhi mutu awal (kadar air 3,69%; bercak KLT dengan Rf 0,346 ko-migrasi dengan kuersetin). Perendaman dalam glukosa 4% menghasilkan zebrafish hiperglikemia dengan kadar gula darah >1,5x dari nilai baseline, responsif terhadap metformin, dan bermortalitas rendah, sedangkan induksi dengan kombinasi pakan dan glukosa gagal karena mortalitas ±30%/hari. Pada pengujian hipoglikemik, kadar glukosa kontrol negatif meningkat hingga 227 ± 5,37 mg/dL (H14), sementara metformin menurunkannya menjadi 29,5 ± 2,43 mg/dL (H14; −73,5%). Ekstrak menurunkan glukosa secara bermakna pada seluruh dosis; dosis 150 mg/L mencapai 24,5 ± 1,05 mg/dL (−78,0%) dan lebih rendah daripada metformin, sedangkan dosis 50–100 mg/L berada pada 40,17–38,83 mg/dL (−63,9% s.d. −65,1%). Analisis ANOVA satu arah/Welch menunjukkan perbedaan signifikan antar-kelompok dan antar-waktu (p<0,001), dan uji lanjut Games–Howell mengonfirmasi bahwa seluruh dosis ekstrak berbeda bermakna dari kontrol negatif, dengan dosis 150 mg/L lebih efektif dibanding 50–100 mg/L pada H14. Temuan ini menegaskan bahwa model zebrafish glukosa 4% optimal untuk skrining antidiabetes dan bahwa ekstrak daun kersen memiliki aktivitas hipoglikemik signifikan yang mendukung pengembangannya sebagai kandidat obat antidiabetes alami.
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DISMENOREA DAN SIKAP TERHADAP PENANGANAN DISMENOREA PADA SISWI DI KABUPATEN GARUT Genialita, Fadhilla; Harlena Pratama, Putri; Sinta, Fitriyani
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2475

Abstract

Masa remaja merupakan periode yang ditandai oleh berbagai perubahan biologis, termasuk nyeri menstruasi yang umum dialami oleh remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penanganan dismenorea pada siswi MA di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain potong lintang dan melibatkan 120 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup (51,7%), sementara sebagian besar responden juga menunjukkan sikap cukup dalam menangani nyeri haid (80,8%). Mayoritas responden mengunakan terapi non-farmakologi sebesar 95% untuk meredakan nyeri. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman rho menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap dalam penanganan dismenorea, dengan nilai signifikansi <0,001 dan koefisien korelasi sebasar 0,329. Nilai koefisien tersebut menunjukkan hubungan yang terbentuk bersifat positif dengan kekuatan hubungan lemah, sehingga semakin tinggi tingkat pengetahuan responden maka semakin baik pula sikap yang ditunjukkan dalam menangani dismenorea, meskipun pengaruhnya tidak terlalu kuat. Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan terarah sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman serta membentuk sikap yang lebih baik dalam memilih Tindakan penangan yang tepat dalam mengatasi dismenorea.
PENILAIAN POTENSI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI DISERTAI PENETAPAN KADAR KOMPONEN BIOAKTIF EKSTRAK DAUN DAN BUNGA Lavandula angustifolia Kania, Fajarwati; Asep, Roni
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2486

Abstract

Lavender (Lavandula angustifolia) dikenal luas sebagai tanaman aromatik yang memiliki berbagai khasiat farmakologis, terutama sebagai antioksidan, antibakteri, dan agen pencerah kulit alami. Seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk perawatan kulit berbahan dasar alami, lavender memiliki komponen utama yaitu linalool asetat, senyawa yang berfungsi untuk membantu relaksasi sistem saraf serta melemaskan otot-otot yang tegang, dan flavonoid yang terbukti mampu menangkal radikal bebas, menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, serta menghambat aktivitas enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan melanin. Radikal bebas diketahui sebagai pemicu stres oksidatif yang merusak sel kulit dan mempercepat penuaan dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kemampuan antioksidan sampel menggunakan dua pendekatan, yaitu metode DPPH dan metode CUPRAC juga menetapkan kandungan senyawa aktif sampel dan menguji aktivitas antibakteri menggunakan metode KHM dan KBM. Hasil yang didapatkan dari aktivitas antioksidan tertinggi dengan metode DPPH dan CUPRAC terdapat pada ekstrak n-Heksan daun sebesar 18,39 ± 0,01 dan 29,75 ± 0,02 dengan kadar flavonoid total tertinggi sebesar 6,52 ± 0,03 dan kadar fenolat total sebesar 11,51 ± 0,05. Aktivitas antibakteri paling signifikan diamati pada ekstrak metanol bunga lavender, dengan diameter zona hambat terhadap Escherichia coli sebesar 12,61 mm dan terhadap Staphylococcus aureus sebesar 14,00 mm pada konsentrasi 10%.
ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT ORAL ANTIDIABETES (OAD) PASIEN PROLANIS KLINIK X DI GARUT Genialita, Fadhilla; Harlena Pratama, Putri; Elsa, Maritsa
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2489

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan, di mana keberhasilan terapi sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien mengonsumsi obat antidiabetes. Meskipun Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) telah diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengobatan pasien DM, tingkat ketidakpatuhan tetap menjadi masalah, khususnya di fasilitas kesehatan primer. Hingga saat ini, masih terbatas penelitian yang secara spesifik mengidentifikasi faktor-faktor penentu kepatuhan pada peserta Prolanis di tingkat klinik, terutama di wilayah Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuam untuk menilai faktor-faktor yang berhubungan terhadap kepatuhan konsumsi obat antidiabetes pada pasien Prolanis di salah satu klinik di Kabupaten Garut. Metode cross-sectional dengan teknik total sampling digunakan dalam penelitian ini sebagai pendekatan studi observasional analitik. Kuesieoner divalidasi, data yang sudah didapatkan kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori sedang untuk faktor pengetahuan (50%), sikap (43,8%), kondisi psikologis (43,8%), status sosial ekonomi (50%), dukungan keluarga (53,1%), serta kompleksitas regimen pengobatan (46,9%). Mayoritas responden memiliki tingkat kepatuhan konsumsi obat antidiabetes pada kategori sedang (59,4%). Analisis bivariat menunjukkan faktor pengetahuan, sikap, kondisi psikologis, status sosial ekonomi, dukungan keluarga, dan kompleksitas regimen pengobatan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pasien (p<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa intervensi seperti edukasi dan konseling rutin dapat meningkatkan kepatuhan pasien DM dalam pengobatan jangka panjang.
AKTIVITAS INHIBISI α-AMILASE EKSTRAK ETANOL DAN BERBAGAI FRAKSI KULIT BATANG MAHONI (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) Atun, Qowiyyah; Dita, Kartika; Deswita, Febriani; Fikri Rijalul, Haq; Fajar Fauzi, Abdullah
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2492

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) ialah penyakit yang dicirikan hiperglikemia kronis akibat sekresi dan/atau kerja insulin yang tidak adekuat. Salah satu strategi pengendalian kadar glukosa darah adalah melalui penghambatan enzim pencerna karbohidrat seperti α-amilase. Studi literatur menunjukkan tumbuhan mahoni memiliki aktivitas antidiabetes in vitro maupun in vivo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas inhibisi enzim α-amilase ekstrak etanol dan berbagai fraksi kulit batang mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) dan menentukan nilai IC₅₀-nya. Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi simplisia kulit batang mahoni dengan etanol 96%, kemudian fraksinasi dengan metode ekstraksi cair–cair menggunakan etil asetat, n-heksan, n-butanol, serta air. Uji inhibisi α-amilase dilakukan dengan metode kolorimetri menggunakan reagen 3,5-dinitrosalisilat untuk mengukur produk gula pereduksi yaitu maltosa. Akarbose digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas inhibisi α-amilase dari ekstrak etanol maupun fraksi kulit batang mahoni dengan IC₅₀ fraksi etil asetat sebesar 0,68 µg/mL; diikuti oleh ekstrak etanol (IC₅₀ = 9,02 µg/mL); fraksi air (IC₅₀ = 9,36 µg/mL); fraksi n-butanol (IC₅₀ = 16,59 µg/mL); dan fraksi n-heksan (IC₅₀ = 379,035 µg/mL); dibandingkan dengan akarbose (IC₅₀ = 1,896 µg/mL). Fraksi etil asetat kulit batang mahoni menunjukkan aktivitas inhibisi α-amilase yang paling tinggi dibanding ekstrak etanol atau fraksi lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat kulit batang mahoni berpotensi sebagai inhibitor α-amilase alami untuk pengendalian kadar glukosa darah.
FORMULASI DAN EVALUASI PATCH BUAH STROBERI (Fragaria ananassa) TERHADAP EROSIVITAS DAN TINGKAT KECERAHAN GIGI Alifia Dwi, Rahma; Neni Sri, Gunarti; Farhamzah, Farhamzah
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2500

Abstract

Buah stroberi (Fragaria ananassa) merupakan buah dari tanaman famili Rosaceae yang mengandung asam elagat dan asam malat yang berpotensi sebagai bahan alami yang mampu mengembalikan kecerahan gigi. Salah satu sediaan yang dapat digunakan untuk tujuan mencerahkan gigi adalah sediaan patch. Patch merupakan salah satu jenis sediaan yang paling digemari, karena memberikan kenyamanan saat digunakan dan dapat dengan cepat dilepas jika terjadi efek samping yang merugikan. Penelitian formulasi sediaaan patch untuk sediaan pencerah gigi mengandung buah stroberi masih terbatas. Sebelumnya telah dilakukan sediaan dengan tujuan serupa dalan bentuk sediaan lain seperti pasta gigi. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengembangkan sediaan patch pemutih gigi yang mengandung jus stroberi (Fragaria ananassa). Penelitian dilakukan secara in-vitro menggunakan metode visual konvensional melalui alat Vitapan Classical Shade Guide, dan evaluasi erosivitas melalui analisis morfologi permukaan gigi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai peningkatan kecerahan gigi setelah pemakaian patch stroberi, serta membandingkan tingkat erosivitas setelah penggunaan patch stroberi dan hidrogen peroksida. Patch dibuat dalam tiga formula, yaitu F1, F2, dan F3, dengan variasi konsentrasi jus stroberi masing-masing 55%; 60%; dan 65% (b/b). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kecerahan gigi meningkat setelah penggunaan patch F1, F2, dan F3, di mana formula F3 menunjukkan peningkatan kecerahan yang signifikan pada sampel gigi hingga peningkatan 5 tingkat kecerahan gigi, sementara hidrogen peroksida (H2O2) menunjukkan efek erosif yang lebih kuat dibandingkan dengan patch stroberi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah patch stroberi dengan konsentrasi 65% paling efektif dalam memutihkan gigi dan stroberi merupakan alternatif pemutih gigi alami dengan efek erosif yang lebih rendah.