cover
Contact Name
Rajab Ritonga
Contact Email
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
ISSN : 08534470     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is for publications focusing on social life in which communication occurs through the use of various media. The manuscripts to be published include the results of research, theoretical thinking, and the study of various phenomena of human life in communication. As a scientific periodical, the journal is subject to standard provisions of peer reviews conducted by Communication Scholars from various universities.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2022)" : 12 Documents clear
Proses Adaptasi Speech Codes dalam Komunikasi Interpersonal pada Pasangan Antaretnis Melayu Meranti Hasbiran; Lely Arrianie
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i1.150

Abstract

Perbedaan latar belakang budaya sering dijumpai dalam proses berkomunikasi, oleh karena itu diperlukan upaya khusus dari masing-masing peran untuk memperoleh saling pengertian. Tinjauan pustaka menggunakan paradigma interpretif untuk menjelaskan fenomena kasus yang bertemakan komunikasi antarbudaya menggunakan metode grounded theory dari Speech Codes Theory, dan teori pendukung yang diturunkan dari konsep adaptasi budaya yaitu model U-Curve pada salah satu The Integrative Models dalam konsep Adaptasi. Merujuk pada proses adaptasi yang dilakukan dalam studi penelitian, diasumsikan tokoh pelaku sebagai sosok migran sesuai dengan gagasan utama teori adaptasi kurva-U, karena telah melalui tiga tahapan atau fase yaitu: Antisipasi, Gegar Budaya dan Penyesuaian. Dalam mengatasi masalah komunikasi interpersonal pada pasangan multikultural antar etnis Melayu, studi ini merekomendasikan upaya praktis yang diadaptasi dari teori adaptasi budaya untuk beradaptasi dengan perbedaan kode bicara melalui asimilasi, pemisahan dan segregasi, integrasi dan marginalisasi.
Pengaruh Intensitas Penggunaan Aplikasi Tiktok dan Media Sosial terhadap Kecenderungan Phubbing Nuril Ilmiatus Solikhah; Nur Maghfirah Aesthetika
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i1.140

Abstract

Penggunaan gadget dan aplikasi media sosial kini membuat pengguna betah dalam menggunakan aplikasi dan cenderung memiliki perilaku Phubbing terhadap lingkungannya. Hal ini membawa suatu dampak yang negatif bagi remaja atau pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana sosial media dan aplikasi Tiktok ini mempengaruhi mahasiswa untuk terus bertahan dengan penggunaan dalam jangka waktu yang lama sehingga menyebabkan terjadinya Phubbing. Model penelitian Kuantitatif Deskriptif dengan menggunakan teknik pengambil sampel purposive sampling digunakan pada penelitian ini, sedangkan teknik analisa data mempergunakan validitas, regresi, dan uji asumsi klasik. Populasi studi ini ialah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dengan sampel 90 orang. Temuan penelitian adalah intensitas penggunaan Tiktok dan Instagram berpengaruh pada perilaku Phubbing mahasiswa Umsida. Dari kedua variabel penelitian, pengaruh paling besar ditimbulkan oleh penggunaan Tiktok, sebesar 70,3% sedangkan varibel penggunaan sosial media mendapatkan hasil 32%.
Male Make-up Artist Self-concept Against Social Bullying Cosmas Gatot Haryono; Meysca Meysca
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i1.145

Abstract

This study looks at the self-concept of men who work as make-up artists in Jakarta. The majority of Indonesians who still follow a patriarchal culture believe that the make-up artist profession should be performed by women because the world of make-up, make-up, and beauty are the hallmarks of femininity. As a result, a man who works as a make-up artist still invites the public's pros and cons to this day. The constructivist paradigm is used in this study, along with qualitative research methods and Alfred Schutz's phenomenological theory. Researchers used observation and interview techniques, such as semi-structured interviews and in-depth interviews, to collect data for this study.According to the study's findings, not all men who work as make-up artists adopt or apply all of the characteristics of women. The study's resource persons were able to distinguish between the context of their soul and the context of their body, allowing them to limit and assume that the make-up artist profession is only a passion and a promising job opportunity.
Wacana Edukasi Antirasisme pada Kanal YouTube DramatizeMe Firli Daffa Satiya; Mayer Roland Ferdiansyah; Martriana P Said
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i1.143

Abstract

Media sosial tidak hanya menjadi wadah penyebaran informasi umum, namun sering jadi wadah mengedukasi masyarakat dengan jangkauan yang luas. Salah satu media sosial yang memiliki banyak peran adalah YouTube yang dinilai mudah memberikan informasi dan edukasi dengan subtitle teks baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing. YouTube juga dianggap sebagai salah satu media sosial yang dapat dengan cepat menyebarkan ideologi baru, termasuk ideologi antirasisme yang digaungkan oleh saluran YouTube DramatizeMe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis untuk mengetahui individu tidak hanya belajar tentang dunia sosial, tetapi melihat keamanan tindakan untuk mengubahnya. Setiap peristiwa dianggap memiliki makna yang berbeda dan bertujuan membangun makna baru. Analisis yang digunakan adalah analisis wacana kritis Norman Fairclough. Teknik pengumpulan data melalui cuplikan adegan dan teks yang terdapat dalam video di kanal YouTube DramatizeMe. Temuan penelitian mengungkap adanya edukasi antirasis dalam kanal YouTube DramatizeMe. Pembuat video berusaha menggambarkan isu diskriminasi rasial dan gender dalam karya mereka itu sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia dan layak mendapatkan perhatian publik yang lebih luas.
Fungsi Pembelajaran Media Sosial Youtube dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Ririt Yuniar; Tiara Rosana Nurul Fajri
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i1.163

Abstract

Optimalisasi fungsi media pada Youtube Kemendikbud RI sebagai fungsi pembelajaran guna mencerdaskan kehidupan Bangsa yang dicita-citakan oleh Bangsa Indonesia termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 perlu mendapat perhatian dan peningkatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana Fairclough. Temuan penelitian ini adalah fungsi media sebagai informasi, pendidikan, persuasi, hiburan, dan sebagai pilar keempat demokrasi sudah dijalankan dengan baik dalam video yang diunggah channel Youtube Kemendikbud RI. Namun fungsi media sebagai kontrol sosial belum direpresentasikan dengan baik dalam video tersebut. Dari berbagai fungsi media yang ditemukan, fungsi media sebagai pendidikan menjadi fokus pembahasan yang dianalisis lebih mendalam dalam tulisan ini. Maka dari itu hasil studi memperlihatkan sebagian besar fungsi media sudah dioptimalkan oleh Youtube Kemendikbud RI, namun terjadi disfungsi pada fungsi kontrol sosial, yang mana fungsi tersebut belum begitu tampak. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah data yang didapatkan masih relatif kecil, yaitu video dalam kurun waktu Februari – Juli 2021, dan hanya mengulas satu video saja. Namun demikian, data yang digunakan dalam penelitian ini cukup komprehensif karena mengungkap feedback yang diberikan audiens baik berupa tanggapan, apresiasi, dukungan, pertanyaan, harapan, kritik, saran, aduan, dan daerah. Sehingga diperlukan penelitian lebih mendalam yang berkaitan tentang fungsi media Youtube dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Spesifik pada konten-konten yang mengarah sasaran audiens, misalnya anak muda, pendidik, atau masyarakat umum, sehingga konten tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh Bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Stigma pada Suspek COVID-19: Penyebab dan Solusinya Nikmah Suryandari
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i1.144

Abstract

Berdasarkan  sejarah, penyakit menular seperti wabah, demam kuning, influenza dan sejenisnya kerap menimbulkan stigma. Stigma  bukan hanya terbentuk oleh karakteristik penyakit, tetapi  juga  oleh proses sosial  dan  kelembagaan yang menciptakan kondisi  munculnya  diskriminasi,  permusuhan  dan    disharmoni sosial.  Artikel  ini  membahas  proses perilaku dan sosial-politik yang mempengaruhi produksi stigma pada kasus COVID-19 dan dampaknya pada kesehatan masyarakat.  Kasus diambil dari beragam kasus yang terjadi di beberapa wilayah dunia termasuk Indonesia. Ada tiga tema utama yang coba dieksplorasi - stigma sebagai penghalang aktif dalam respons pandemi, stigma dan marginalisasi dan stigma sebagai alat politik. Menggambar dari pengamatan tersebut, makalah ini menyajikan  model konseptual tentang implikasi stigma penyintas COVID-19 dan  membuktikan bahwa  stigma adalah  hambatan utama terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit menular.
Model Kolaborasi Komunikasi Terapeutik Kiai dan Perawat Jiwa sebagai Media Kekuatan Pencapaian Realisasi Diri Orang dengan Gangguan Jiwa Sri Wahyuningsih
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i1.146

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, menganalisis, dan menggali model kolaborasi kiai, kader jiwa, dan perawat jiwa sebagai media kekuatan pencapaian realisasi diri orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Paradigma konstruktivistik dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif digunakan pada studi ini. Pendekatan penelitian menggunakan studi kasus instrumental tunggal. Subjek penelitiannya adalah kiai dan perawat jiwa, sedangkan objek penelitiannya ialah model kolaborasi komunikasi terapeutik kiai dan perawat jiwa sebagai media kekuatan pencapaian realisasi diri ODGJ. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan bahan audio visual. Teknik analisis data, diantaranya menciptakan dan mengorganisasikan file untuk data; membaca seluruh teks, membuat catatan pinggir, membentuk kode awal; mendiskripsikan kasus dan konteksnya; menggunakan agregasi kategorikal untuk membentuk tema dan pola; menggunakan penafsiran langsung; dan menyajikan gambaran mendalam tentang kasus dengan menggunakan narasi, tabel, dan gambar. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode, teori, dan member check. Lokasi penelitian di Panti Jiwa Bani Amrini, Bangkalan, Madura. Teori yang dipakai adalah teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead: interaksi yang terjadi antara kiai, kader jiwa, dan perawat jiwa dengan ODGJ merupakah pertukaran simbol dan pesan yang bermakna guna realisasi diri ODGJ. Hasil penelitiannya adalah model kolaborasi antara kiai, kader jiwa dengan terapi psikoreligius, terapi air, terapi pra karya, terapi komunikasi harian, terapi pra karya dengan terapi suntik dan terapi obat, dengan dua cara yang berbeda untuk memberikan kekuatan realisasi diri ODGJ.
Respon Krisis Twitter PLN saat Listrik Mati Massal Tahun 2019 untuk Mempertahankan Reputasi Perusahaan Wulan Yulianti; Mursal Boer; Anita Yunia; Janette Maria Pinariya
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i1.149

Abstract

Peristiwa mati listrik massal telah memberikan kerugian bagi sektor usaha dan layanan publik hingga mencapai triliunan rupiah. Peristiwa ini menjadi tranding di Twitter yang mengantarkan PLN pada situasi krisis. Berlandaskan Situational Crisis Communication Theory (SCCT), crisis response merupakan dimensi penting dalam penanganan sebuah krisis dan dapat berpengaruh pada reputasi perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada 100 followers Instagram PLN @pln_123. Hasil penelitian menunjukan, terdapat pengaruh langsung crisis responsibility untuk mempertahankan reputasi perusahaan. Terdapat pengaruh langsung rebuilding response PLN untuk mempertahankan reputasi perusahaan. Kemudian, terdapat pengaruh langsung crisis responsibility dan rebuilding response melalui Twitter PLN secara bersama sebesar 45,9% dan 54,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Pemilihan media saat menangani krisis menjadi faktor penting agar penanganan yang dilakukan bisa berjalan efektif. Studi ini juga mencatat semakin pentingnya fungsi sosial media dalam menangani suatu peristiwa krisis.
Popularitas, Kompetensi dan Perilaku sebagai Indikator Kredibilitas Influencer Ketahanan Kesehatan Masyarakat Menghadapi Pandemi Covid-19 Metha Madonna; Fikri Reza; Rina Sovianti; Dessy Amru Widyasari
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i1.147

Abstract

Pemanfaatan influencer dari kalangan selebriti sebagai duta perubahan perilaku dan kampanye penegakan protokol kesehatan, membuat pemerintah dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) di Indonesia dianggap tidak serius.  Aktivitas sejumlah influencer yang mengundang kontroversial seperti abai memakai masker atau malah mengadakan kerumunan, dianggap kontra produktif dan dianggap menghabiskan uang negara mengingat biaya jasa selebritis mencapai milliaran rupiah. Pemerintah sepatutnya mengevaluasi keterlibatan influencer dalam komunikasi dan penyuluhan kesehatan. Meskipun banyak negara maju memanfaatkan influencer dan dibuktikan riset cukup membantu dalam penanganan masalah kesehatan. Realitanya, terdapat kesenjangan soal dampak pemanfaatan influencer di Tanah Air dengan hasil positip yang terjadi beberapa negara lainnya seperti di Kanada. Artikel ini mengulas secara sistematis perihal influencer yang ideal dan tepat untuk dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi dan literasi dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat. Pertanyaan penelitian dalam studi ini adalah: “Bagaimana mengidentifikasi seorang influencer memiliki kredibilitas dalam komunikasi kesehatan?” Tujuan penelitian ini adalah memperoleh indikator kredibilitas influencer. Teori yang digunakan adalah Teori Sosial Kognitif, sedangkan metode penelitiannya adalah systematic review. Temuan studi ini adalah popularitas, kompetensi, perilaku dan kepercayaan merupakan indikator penentu kredibilitas seorang influencer kesehatan. Temuan ini relevan dengan penelitian sebelumnya mengenai kontribusi influencer dalam upaya menekan kasus obesitas pada masyarakat di Kanada.
Analisis Jaringan Komunikasi pada Tagar #KPKEndGame di Media Sosial Twitter Aditya Ilham Priambodo; Irwan Dwi Arianto
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i1.156

Abstract

Isu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK menjadi topik yang ramai dibicarakan khalayak umum. Pada media sosial Twitter muncul tagar #KPKEndGame yang menjadi trending topic pada periode waktu tertentu. Munculnya tagar #KPKEndGame sebagai trending membuka ruang diskusi bagi khalayak umum untuk berinteraksi serta menyuarakan opini-opininya terkait isu TWK. Interaksi yang terjadi tersebut membentuk sebuah jaringan komunikasi. Penelitian ini bertujuan memetakan jaringan komunikasi dari isu TWK KPK dengan menggunakan kata kunci #KPKEndGame berlandaskan analisis jaringan komunikasi Eriyanto dan didalami lebih lanjut dengan level analisis dari Suratnoadji Arianto yaitu level konten, level perilaku, serta level jaringan. Penelitian ini menemukan, kata kunci #KPKEndGame banyak digunakan mulai 28 Mei 2021 dan terus memuncak pada 29 hingga 30 Mei 2021. Terdapat 8.255 vertices serta 18.214 relasi yang terdiri dari 5.338 edges dan 12.876 unique edges. Terbentuk lima cluster utama dengan masing-masing influencer dan cluster keenam yang tidak memiliki influencer. Aktor utama dalam jaringan #KPKEndGame adalah akun @kpk_endgame. Sebagai aktor utama, @kpk_endgame dapat berperan secara efektif dalam menyampaikan serta mengontrol persebaran pesan dan informasi dalam jaringan sehingga dapat menentukan arah opini masyarakat terkait isu ini yang didominasi dengan sentimen negatif.

Page 1 of 2 | Total Record : 12