cover
Contact Name
Rajab Ritonga
Contact Email
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
ISSN : 08534470     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is for publications focusing on social life in which communication occurs through the use of various media. The manuscripts to be published include the results of research, theoretical thinking, and the study of various phenomena of human life in communication. As a scientific periodical, the journal is subject to standard provisions of peer reviews conducted by Communication Scholars from various universities.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
Resepsi Enviromental Enthusiast terhadap Posisi Pemerintah dalam Kampanye #SaveRajaAmpat oleh Media Greenpeace Indonesia Rao, Saira Saima; Eddyono, Aryo Subarkah
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.443

Abstract

Abstract - This study aims to analyze how the reception of the government's role is formed through the #SaveRajaAmpat campaign by Greenpeace Indonesia media, especially from the perspective of environmental enthusiasts. The campaign highlights the impact of environmental damage caused by nickel mining activities in the Raja Ampat conservation area, Papua. The study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews with environmental enthusiasts who actively follow Greenpeace Indonesia's campaign content on various social media platforms, as well as observations of the campaign content. Stuart Hall's reception theory was used to analyze the process of media message interpretation by the audience. The results show that the informants are in a hegemonic position, namely fully accepting the narrative constructed by Greenpeace Indonesia regarding environmental damage and government responsibility. The informants view the government as the main actor in granting mining permits in conservation areas and assess the revocation of permits carried out only as a response to digital public pressure, not as a form of commitment to protecting the environment. The narrative conveyed by Greenpeace is considered credible, based on open research data delivered with critical emotional audio and visuals, and without commercial interests. These findings show that the media plays a major role in shaping public opinion, ecological awareness and show how audiences actively and critically interpret media messages even when they support the dominant narrative.Keywords: Greenpeace Indonesia; #SaveRajaAmpat; Environmental; Enthusiast; Government Reception Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana resepsi terhadap peran pemerintah dibentuk melalui kampanye #SaveRajaAmpat oleh media Greenpeace Indonesia, khususnya dari sudut pandang environmental enthusiast. Kampanye tersebut menyoroti dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan nikel di wilayah konservasi Raja Ampat, Papua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap environmental enthusiast yang aktif mengikuti konten kampanye Greenpeace Indonesia di berbagai platform media sosial, serta observasi terhadap konten kampanye tersebut. Teori resepsi Stuart Hall digunakan untuk menganalisis proses pemaknaan pesan media oleh audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan berada pada posisi terhegemoni, yaitu menerima sepenuhnya narasi yang dibangun Greenpeace Indonesia mengenai kerusakan lingkungan dan tanggung jawab pemerintah. Para informan memandang pemerintah sebagai aktor utama dalam pemberian izin tambang di wilayah konservasi dan menilai tindakan pencabutan izin yang dilakukan hanya sebagai respons terhadap tekanan publik secara digital, bukan sebagai bentuk komitmen untuk menjaga lingkungan. Narasi yang disampaikan Greenpeace dianggap kredibel, berbasis data riset terbuka disampaikan dengan audio dan visual yang kritis emosional, serta tanpa kepentingan komersial. Temuan ini menunjukkan bahwa media berperan besar dalam membentuk opini publik, kesadaran ekologis dan memperlihatkan bagaimana khalayak secara aktif dan kritis memaknai pesan media meskipun mendukung narasi dominan. Kata kunci: Greenpeace Indonesia; #SaveRajaAmpat; Lingkungan; Antusias; Resepsi Pemerintah
Pengaruh Terpaan Meme Bencana Banjir dan Literasi Media Sosial Instagram terhadap Perubahan Sikap Mitigasi Bencana bagi Gen-Z Anindita, Dhea; Prihantoro, Edy
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.422

Abstract

Abstract This study aims to analyze the influence of exposure to flood disaster memes and media literacy on changes in disaster mitigation attitudes among Generation Z in Bekasi City through Instagram social media. The phenomenon of disseminating disaster information through memes on social media shows new potential in disaster risk education and communication, especially for the younger generation who are active in the digital world. This study uses a quantitative approach with a survey method by distributing questionnaires to 100 Gen-Z respondents domiciled in Bekasi City. The data analysis technique used is multiple linear regression to determine the effect of each independent variable on the dependent variable. This study uses the S-O-R theory, which explains that human behavior is triggered by stimuli in the environment and results in certain attitudes. The results show that both exposure to disaster memes and media literacy have a significant influence on changes in attitudes in disaster mitigation. These findings indicate that social media, especially Instagram, can be an effective tool in shaping disaster awareness and preparedness attitudes among Generation Z, especially if the content is presented in an attractive and easy-to-understand format such as memes. This research contributes to the development of digital-based disaster communication strategies and reinforces the importance of media literacy in dealing with disinformation in the digital era.Keywords:  Disaster Memes, Media Literacy, Disaster Mitigation, Gen-Z, Instagram Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terpaan meme bencana alam banjir dan literasi media terhadap perubahan sikap mitigasi bencana pada Generasi Z di Kota Bekasi melalui media sosial Instagram. Fenomena penyebaran informasi kebencanaan melalui meme di media sosial menunjukkan potensi baru dalam edukasi dan komunikasi risiko bencana, terutama bagi generasi muda yang aktif di dunia digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden Gen-Z yang berdomisili di Kota Bekasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Penelitian ini menggunakan teori S-O-R, yang menjelaskan bahwa perilaku manusia dipicu oleh stimulus yang ada di sekitar dan menghasilkan sikap tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik terpaan meme bencana maupun literasi media berpengaruh signifikan terhadap perubahan sikap dalam melakukan mitigasi bencana. Temuan ini mengindikasikan bahwa media sosial, khususnya Instagram, dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk kesadaran dan sikap siaga bencana di kalangan Generasi Z, terutama jika konten disajikan dalam bentuk yang menarik dan mudah dipahami seperti meme. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi komunikasi kebencanaan berbasis digital dan memperkuat pentingnya literasi media dalam menghadapi disinformasi di era digital.Kata kunci: Meme Bencana, Literasi Media, Perubahan sikap, Mitigasi bencana, Gen-Z, Instagram
Analisis Komunikasi Bencana melalui Media Sosial Instagram @bnpb_indonesia dalam Membangun Budaya Sadar Bencana Maretyana, Rahma Nur; Hidayat, Muhamad
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.387

Abstract

Abstract -   Disaster awareness is the main thing in disaster management. In this case, the community is an important aspect and active participation is needed. This makes the Indonesian National Disaster Management Agency (BNPB) strive to build a disaster awareness culture, one of which is through Instagram @bnpb_indonesia. Appropriate Instagram social media management is needed in order to maximize efforts to build a disaster-aware culture so that it is expected to reduce the number of fatalities due to disasters every year. This study aims to determine the management of BNPB Indonesia's Instagram social media in building a disaster awareness culture and its obstacles. Researchers used the concept of social media management stages according to Luttrell's The Circular Model of SoMe theory, namely Share, Optimize, Manage, and Engage. This research uses descriptive qualitative research methods. Researchers collected data with in-depth interviews, and documentation. The results of this study indicate that the management of Instagram @bnpb_indonesia in building a disaster-aware culture has implemented social media management steps according to Luttrell's The Circular Model of SoMe theory. Internal factors inhibiting the management of Instagram @bnpb_indonesia social media are the lack of human resources and inadequate budget allocation.Keywords: Disaster Communication, Social Media, Instagram, Disaster Awareness CultureAbstrak - Kesadaran akan bencana merupakan hal utama dalam penanggulangan bencana. Dalam hal ini, masyarakat menjadi aspek penting dan dibutuhkan partisipasi aktif. Hal ini membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya membangun budaya sadar bencana, salah satunya melalui Instagram @bnpb_indonesia. Pengelolaan media sosial Instagram yang tepat diperlukan agar dapat memaksimalkan upaya membangun budaya sadar bencana sehingga diharapkan dapat mengurangi jumlah korban jiwa akibat bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan media sosial Instagram BNPB Indonesia dalam membangun budaya sadar bencana dan hambatannya. Peneliti menggunakan konsep tahapan pengelolaan media sosial menurut teori The Circular Model of SoMe yaitu Share, Optimize, Manage, dan Engage. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan, pengelolaan Instagram @bnpb_indonesia dalam membangun budaya sadar bencana telah menerapkan langkah-langkah pengelolaan media sosial menurut teori The Circular Model of SoMe. Faktor internal yang menjadi penghambat pengelolaan media sosial Instagram @bnpb_indonesia adalah kurangnya sumber daya manusia dan alokasi anggaran yang kurang memadai.Kata Kunci: Komunikasi Bencana, Media Sosial, Instagram, Budaya Sadar Bencana
Strategi Komunikasi Pemasaran Sosial dalam Penguatan Kesadaran Lingkungan melalui Program Ecolution di Kota Bekasi -, Marlina; Nugraeni, Dunola Tri; Hamdani, Ayu Rakhmi Tiara
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.448

Abstract

Abstract - The Ecolution program, initiated by the LSPR Institute of Communication and Business, implements a social marketing communication strategy to enhance environmental awareness and foster public participation in household waste management in Bekasi City. This study employs a mixed-methods approach with an explanatory sequential design. Quantitative pre-and post-intervention surveys were conducted with 400 household heads across 10 sample sub-districts. Qualitative data were collected through 22 in-depth interviews with key stakeholders (government officials, academics, activists, and participants) and participatory observation. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics (paired t-test) and thematic analysis with NVivo 12 software. The results indicate significant improvements in environmental knowledge (+28%), positive attitudes toward waste management (+21%), and waste-sorting practices, with an average increase of 12 kg per household per month. Qualitative findings identify three key success drivers: (1) locally framed messages based on community pride, (2) strategic multi-actor collaboration (triple helix), and (3) the use of digital and face-to-face channels for experiential learning. The analysis also shows that creative activities such as skincare waste banks, plogging, and photo competitions significantly boost youth engagement. The study concludes that the Ecolution model is an effective and replicable behavioral change communication framework. Policy recommendations include stakeholder adoption of the model, hybrid funding mechanisms, curricular integration, and the establishment of local green behavior communication units.Keywords: Ecolution; Social Marketing Communication; Environmental Awareness; Waste Management; Sustainable Behavior Abstrak - Program Ecolution yang diinisiasi oleh LSPR Institute of Communication and Business merupakan penerapan strategi komunikasi pemasaran sosial untuk memperkuat kesadaran lingkungan dan mendorong partisipasi publik dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) dengan desain eksplanatoris sekuensial. Survei kuantitatif pra dan pasca-intervensi dilakukan terhadap 400 kepala rumah tangga di 10 kelurahan percontohan. Data kualitatif dikumpulkan melalui 22 wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci (pemerintah, akademisi, aktivis, dan peserta program) serta observasi partisipatif. Data dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial (uji-t berpasangan), serta analisis tematik dengan perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan lingkungan (+28%), sikap positif terhadap pengelolaan sampah (+21%), serta praktik pemilahan sampah dengan peningkatan rata-rata 12 kg per rumah tangga per bulan. Temuan kualitatif mengidentifikasi tiga faktor pendorong keberhasilan: (1) framing pesan berbasis nilai lokal dan kebanggaan komunitas, (2) kolaborasi strategis multi-aktor (triple helix), dan (3) pemanfaatan kanal digital dan tatap muka untuk pembelajaran eksperiensial. Analisis juga menunjukkan bahwa kegiatan kreatif seperti bank sampah skincare, plogging, dan kompetisi foto secara signifikan meningkatkan keterlibatan generasi muda. Studi ini menyimpulkan efektivitas model Ecolution sebagai kerangka komunikasi perubahan perilaku yang dapat direplikasi. Rekomendasi kebijakan mencakup adopsi model oleh pemangku kepentingan, pendanaan hibrida, integrasi kurikulum, serta pembentukan unit komunikasi perilaku hijau di tingkat daerah.Kata kunci: Ecolution; Komunikasi Pemasaran Sosial; Kesadaran Lingkungan; Pengelolaan Sampah; Perilaku Berkelanjutan.