cover
Contact Name
Rajab Ritonga
Contact Email
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
ISSN : 08534470     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is for publications focusing on social life in which communication occurs through the use of various media. The manuscripts to be published include the results of research, theoretical thinking, and the study of various phenomena of human life in communication. As a scientific periodical, the journal is subject to standard provisions of peer reviews conducted by Communication Scholars from various universities.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
Gaya Komunikasi Memotivasi Santri Menghafal Al-Qu’ran 30 Juz di Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Azhaar Ummu Suwanah Kan, Munir; Siregar, Astriana Baiti; Amir, Saiful; Abd Gani, Ahmad Yani
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.429

Abstract

Abstract - Communication style is something that can change at any time depending on the circumstances. Communication is natural and will automatically occur when someone is exchanging information with others in social life or in work situations, in accordance with the communication style that is usually used. The main issue in this study is how KH. Ali Sodikin's communication style motivates students to memorize 30 chapters of the Qur'an at the Al Azhaar Ummu Suwanah Qur'an Memorization Boarding School. This study uses a qualitative approach with descriptive methods, and data collection using interviews, observation, and documentation techniques. The data validity was tested through source triangulation, so that the degree of reliability of information and data could be obtained. The results of this study explain that KH. Ali Sodikin's communication style in motivating students to memorize 30 juz of the Qur'an at the Al Azhaar Ummu Suwanah Qur'an Memorization Boarding School, both verbally and non-verbally, uses the Equalitarian Style of communication, whereby KH. Ali Sodikin conveys messages in a relaxed and casual manner, accompanied by humor that prevents the audience from feeling bored or tired. Keywords:  Communication Style, Leadership, Motivation Abstrak - Gaya komunikasi adalah sesuatu yang setiap saat dapat berubah sesuai dengan kondisi. Komunikasi merupakan hal yang alamiah dan otomatis akan ditampilkan bila seseorang sedang melakukan tukar infoemasi dengan orang lain dalam kehidupan sosial atau dalam situasi kerja, sesuai dengan gaya komunikasi yang biasanya digunakan. Pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana gaya Komunikasi KH. Ali Sodikin dalam memotivasi santri hafal Al-Qur’an 30 Juz di Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al Azhaar Ummu Suwanah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi. Adapun uji keabsahan datanya melalui trianggulasi sumber, sehingga diperoleh derajat kepercayaan suatu informasi dan data. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa gaya Komunikasi Kh. Ali Sodikin dalam memotivasi santri hafal Al-Qur’an 30 Juz di Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al Azhaar Ummu Suwanah secara verbal dan non verbal menggunakan gaya komunikasi The Equalitarian Style dimana Kh. Ali Sodikin dalam menyampaikan pesan dengan rilek, santai dan disertai dengan humor yang membuat audience tidak merasa bosan dan jenuh.Kata kunci: Gaya Komunikasi, Kepempinan, Motivasi
Meme Jomok sebagai Representasi Interseksionalitas Ras dan Gender di Media Sosial Putra Sembiring, Farrell Riskia; Pratiwi, Aprilianti
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.452

Abstract

Abstract - Social media has become a place for communication and interaction. It is also a place for exchanging information and ideas. As a result of this exchange of information and ideas, digital communities have emerged, consisting of users who share similar interests. In this era, memes have become a practical means of communication. This is because memes provide a practical representation of life as it is. Memes are a form of entertaining communication, but they have now become a means of indirectly conveying stereotypes. Jomok memes are meme content that directly displays muscular, masculine black men in homoerotic poses. This occurs in a community called Sungut Lele. The purpose of this study is to analyse Jomok meme content as intersectionality content on social media. The research method used is qualitative research. The data collection techniques used are digital participatory observation, interviews, and document studies. The theory used is the theory of intersectionality proposed by Kimberle Crenshaw. The results of this study show that the Sungut Lele community practically uploads memes that have intersectionality visuals towards black people. Black people are visualised as muscular, erotic, and homosexual black men. This content constantly reinforces new stereotypes about black people, which causes discomfort to individuals. These findings show that memes are not only a means of communication that is full of entertainment, but also a means of indirectly conveying new stereotypes to the audience.Keywords:  Digital Observation; Intersectionality; Memes; Stereotypes; Virtual Community Abstrak - Media sosial menjadi tempat untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Media sosial juga menjadi tempat untuk bertukar informasi serta tempat untuk bertukar pikiran. Akibat adanya proses pertukaran informasi dan pikiran tersebut, muncullah komunitas-komunitas digital yang terdiri atas pengguna yang memiliki kesamaan akan keinginan. Pada zaman ini, meme menjadi alat komunikasi yang praktis. Karena, meme dengan praktisnya memberikan jelemaan tentang kehidupan yang sudah terjadi. Meme merupakan alat komunikasi menghibur, namun sekarang menjadi alat untuk menyampaikan stereotip secara tak langsung. Meme Jomok adalah konten meme yang secara langsung menampilkan laki-laki berkulit hitam yang berotot, maskulin, dan menampilkan pose yang homoerotik. Hal tersebut terjadi pada suatu komunitas yang bernama Sungut Lele. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konten Meme Jomok sebagai konten interseksionalitas di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif digital, wawancara, dan studi dokumen. Teori yang digunakan adalah teori interseksionalitas yang dikemukakan oleh Kimberle Crenshaw. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunitas Sungut Lele secara praktis mengunggah meme yang memiliki visual interseksionalitas terhadap orang kulit hitam. Orang kulit hitam divisualisasikan sebagai pria kulit hitam yang berotot, erotis, dan berorientasikan homoseksual. Konten tersebut senantiasa memberikan stereotip baru terhadap orang kulit hitam yang menimbulkan ketidaknyamanan terhadap suatu individu. Temuan tersebut menunjukkan meme tidak hanya sebagai alat komunikasi yang penuh hiburan, tetapi juga alat untuk menyalurkan stereotip baru secara tak langsung kepada audiens. Kata kunci: Interseksionalitas; Komunitas Virtual; Meme; Observasi Digital; Stereotip
Praktik Komunikasi Inklusif Influencer Disabilitas di Instagram: Studi Kasus Akun @Jenniferrnatalie Susilawaty, Fera Tri; Halika, La Ode Herman; Wardanhi, Sartika Sari
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.423

Abstract

Abstract - This study aims to analyze the practice of inclusive communication by a disabled Indonesian influencer through a case study of the Instagram account @jenniferrnatalie. Theories of inclusive communication, media representation, and digital activism were used as the theoretical framework to explain how social media functions as a participatory space for people with disabilities, especially the Deaf community. This research employed a qualitative descriptive approach with a case study method, analyzing 18 content posts published from November 2024 to April 2025. The findings reveal that Jennifer Natalie consistently uses accessibility features such as sign language, captions, and inclusive visuals in her content. Advocacy and educational narratives emerged as the dominant themes, delivered in a personal and relatable style. Audience responses were generally positive, with high engagement particularly seen in content related to family and personal experiences. These findings indicate that social media can serve as an effective medium for inclusive communication and as a platform for empowerment and self-representation of people with disabilities. This study underscores the importance of accessibility- and inclusivity-based communication strategies in raising awareness and challenging stereotypes about disability.Keywords: Accessibility; Disability; Inclusive Communication; Influencer; Instagram Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi inklusif oleh influencer disabilitas Indonesia melalui studi kasus akun Instagram @jenniferrnatalie. Teori komunikasi inklusif, representasi media, dan aktivisme digital digunakan sebagai landasan teoritis untuk menjelaskan bagaimana media sosial menjadi ruang partisipatif bagi penyandang disabilitas, khususnya komunitas Tuli. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, menganalisis 18 konten yang dipublikasikan antara November 2024 hingga April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jennifer Natalie secara konsisten menggunakan simbol aksesibilitas seperti bahasa isyarat, caption, dan visual inklusif dalam kontennya. Narasi advokasi dan edukasi menjadi tema dominan, dengan pendekatan yang personal dan representatif. Respons audiens terhadap konten tersebut umumnya positif dan menunjukkan interaksi yang cukup aktif, terutama pada konten bertema keluarga dan pengalaman pribadi. Temuan ini mengindikasikan bahwa media sosial dapat berfungsi sebagai medium komunikasi inklusif yang efektif serta ruang pemberdayaan dan representasi diri penyandang disabilitas. Studi ini memperkuat pentingnya strategi komunikasi yang berbasis aksesibilitas dan inklusivitas dalam membangun kesadaran serta mendobrak stereotip tentang disabilitas.Kata kunci: Aksesibilitas; Disabilitas; Influencer; Instagram; Komunikasi Inklusif
Adopsi dan Penerimaan Teknologi AI: Tinjauan Sistematis Berdasarkan Model UTAUT Anggi R., Novia; Hapsari, Inas Ulfa; Irwansyah, Irwansyah
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.327

Abstract

This study uses the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) developed by Venkatesh et al. (2003), as a perspective to understand the factors that influence the acceptance of Artificial Intelligence (AI) technology in various aspects of life. This model has been used in various studies to analyze the behavioral intentions of technology users. The method in this study is a literature review, by selecting and analyzing 30 accredited scientific journals published between 2019 - 2025. This study aims to analyze the acceptance and implementation of AI technology and its implications for communication dynamics. The results of the study have important implications for AI technology being accepted and implemented in various sectors. The suggestion that can be offered through this study is to develop strategies to overcome obstacles that may be encountered in the process of technology acceptance and adaptation. One concrete step that can be taken is to provide training or provision aimed at technology users.Keywords: Artificial Intelligence, UTAUT, Technology acceptance, Technology adoption, Systematic literature review.
Website Management as Public Information Media in Bogor Regency Government Diniati, Anisa; Phonna, Intan Dara; Wisudawaty, Hanna; Lestari, Martha Tri
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.457

Abstract

Abstract - Websites are widely employed in its use as a way of delivering targeted information, such as the use of websites in government organizations aimed at distributing integrated information. The information will be published on the official government website so that the public may obtain all vital government information. Researchers picked online media websites because Bogor Regency is highly active and constant in distributing information in the form of increasingly diverse material every day. The purpose of this research is to define the Bogor Regency Government's plan for administering the bogorkab.go.id website. The website is an attempt to address public information demands, particularly those of the Bogor Regency government. The reference concept employed refers to the components that must be addressed in identifying the major message that government agencies aim to transmit through their social media initiatives, namely: Character, major Purpose, Main Motive, Main Story, and Details. The results indicated that in a month, this one regional apparatus website could post more than 140 materials regarding the Regent's operations and policies in the form of YouTube videos, pictures, and COVID-19 infographics, which were also shared on social media. The uploaded news material also demonstrates that the information given by Bogor Regency as the Regent's centralized official media is simple to grasp and diverse from numerous views, fields, and concerns in the Bogor Regency region. Keywords: Digital Media, Digital Media Management, Information Media, Website Management, Bogor Regency Goverment
Stereotip Kecantikan Perempuan pada Kampanye #BeautyDiQuity dalam Iklan Luxcrime Ariani, Fadila; Suskarwati, Sri Ulya; Yudizon, Zhafran Tsany
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.462

Abstract

Abstract - The study aims to analyze stereotypical representations of female beauty in the #BeautyDiQuity campaign for Luxcrime advertisement using Roland Barthes semiotic approach. The main focus is how the stereotype of beauty from the model of #BeautydiQuity campaign, which are people with disability shown with photo and video in Luxcrime social media page Instagram. This research using interpretive paradigm, qualitative methodology research, with Roland Barthes Semiotic data analyze, with three level of meaning: connotation, denotation, and myth as well as using data collection techniques through Kenneth Burke’s Pentad method analysis. The result of the research shows that Luxcrime #BeautyDiQuity campaign successfully create a new ideology about beauty. Beauty is not seen based on stereotype of beauty formed in society, which usually measured by physical perfection, but beauty is also seen from other things such as self-love, self-acceptance, daring to appear different, and all the strengths and weaknesses that women have are the true definition of beauty.Keywords: Semiotic; beauty stereotype; social media; beauty product; campaignAbstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stereotip kecantikan perempuan pada kampanye #BeautydiQuity dalam iklan Luxcrime dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Fokus utama dalam penelitian ini adalah bagaimana stereotip kecantikan model dalam kampanye #BeautyDiQuity yang merupakan penyandang disabilitas diperlihatkan melalui video dan foto yang terdapat di halaman media sosial Instagram Luxcrime. Penelitian ini menggunakan paradigma penelitianinterpretif,metodologipenelitiankualitatif,dengananalisisdatamenggunakansemiotika Roland Barthes dengan memperhatikan tiga tingkatan makna: konotasi, denotasi, dan mitos serta menggunakan metode pengumpulan data menggunakan analisis pentad dari Kenneth Burk. Hasil penelitianmenunjukkanbahwakampanye#BeautyDiQuityLuxcrimeberhasilmembuatsuatuideologi baru dari kecantikan. Kecantikan tidak dipandang berdasarkan stereotip kecantikan yang terbentuk di masyarakat yang biasa diukur dengan kesempurnaan fisik, namun cantik juga dilihat dari hal lainnya seperti cinta kepada diri sendiri, penerimaan diri, berani tampil berbeda, dan semua kelebihan dan kekurangan yang dimiliki perempuan adalah definisi cantik sesungguhnya.KataKunci:Semiotika;stereotipkecantikan;mediasosial;produkkecantikan;kampanye
Neosufisme sebagai Strategi Dakwah Spritual Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin Fitriyani, Kurnia Nur
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.447

Abstract

Abstract - This study explores the concept of neo-Sufism as a transformative strategy for spritual da'wah (Islamic propagation) through the leadership of Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) and the Qadiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Using a qualitative case study approach with data collected through interviews, document analysis, and hermeneutic interpretation, this paper reveals how neo-Sufism integrates spiritual purification with active social engagement. The findings show that Abah Anom’s da'wah includes spiritual guidance (talqin), moral instruction (tanbih), and institutionalized services such as education, rehabilitation, and public welfare programs. These initiatives not only emphasize individual piety but also promote collective well-being and moral governance. Abah Anom’s model demonstrates that Sufism, when renewed through neo-Sufi principles, can contribute to social transformation, state collaboration, and spiritual resilience in the face of modern challenges. The study offers a framework for contextual Islamic propagation that is inclusive, adaptive, and impactful in both national and transnational settings.Keywords: Neo-Sufism; Social Da'wah; Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin; Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah; Spiritual Transformation; Islamic Social InstitutionsAbstrak - Penelitian ini mengkaji konsep neosufisme sebagai strategi transformasi dakwah spiritual melalui kepemimpinan Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) dalam Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, serta metode wawancara, analisis dokumen, dan interpretasi hermeneutik, penelitian ini menemukan bahwa neosufisme menggabungkan pemurnian spiritual dengan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial. Dakwah Abah Anom meliputi pembinaan spiritual (talqin), penanaman nilai moral (tanbih), serta layanan sosial yang terinstitusi seperti pendidikan, rehabilitasi, dan program kesejahteraan masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya menekankan kesalehan individu, tetapi juga mendorong pembangunan kolektif dan kerja sama dengan negara. Model dakwah yang dibangun menunjukkan bahwa sufisme yang diperbarui melalui prinsip-prinsip neosufisme dapat menjadi kekuatan transformasi sosial dan ketahanan spiritual yang relevan dengan tantangan zaman modern. Studi ini menawarkan kerangka dakwah Islam yang kontekstual, inklusif, dan berdampak di tingkat nasional maupun lintas negara.Kata kunci: Neosufisme; Dakwah Sosial; Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin; Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah; Transformasi Spiritual; Institusi Sosial Islam.
Strategi Komunikasi Branding Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dalam Membangun Citra Destinasi Investasi Pariwisata dan Infrastruktur Limarandani, Ni Putu; Sulitya, Inka; Mutiah, Tuty
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.456

Abstract

Abstract - The Mandalika Special Economic Zone (SEZ) is one of Indonesia’s Super Priority Tourism Destinations (SPTD), strategically developed to drive economic growth through the tourism and infrastructure sectors. In this context, branding communication strategy plays a crucial role in shaping a positive image of the area as a competitive investment destination, both nationally and internationally. This study aims to analyze the branding communication strategies implemented by the Mandalika SEZ management and evaluate their effectiveness in building a favorable perception among investors. Employing a qualitative approach with a case study method, data were collected through in-depth interviews with various stakeholders, including SEZ managers (ITDC), local and central governments, investors, academics, communication practitioners, local communities, media, and influencers. Field observations and document studies were also conducted to enrich the analysis. The findings reveal that despite the use of various media and promotional channels, the current communication strategies still face significant challenges, such as message inconsistency, generalized narratives, lack of focus on return on investment (RoI), minimal authentic local storytelling, and limited stakeholder involvement in communication planning. A more participatory, collaborative, and contextual communication approach is needed, emphasizing message personalization for target investors and strengthening local culture-based storytelling as a distinctive element. Direct investor involvement in communication campaigns can also enhance credibility and promotional reach. Strategic recommendations include message consistency, audience segmentation, integration of local values in branding, and cross-sector synergy in formulating communication strategies. With these improvements, Mandalika SEZ has the potential to become a globally competitive and sustainable tourism and infrastructure investment destination.Keywords: Communication Strategy, Branding, Mandalika SEZ, Investment, Tourism, Infrastructure Abstrak - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan infrastruktur. Dalam konteks ini, strategi komunikasi branding memegang peran krusial dalam membentuk citra positif kawasan sebagai destinasi investasi yang kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi branding yang diterapkan oleh pengelola KEK Mandalika serta mengevaluasi efektivitasnya dalam membangun persepsi positif di kalangan investor. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengelola kawasan, pemerintah daerah dan pusat, investor, akademisi, praktisi komunikasi, masyarakat lokal, serta media dan influencer. Observasi lapangan dan studi dokumentasi turut dilakukan untuk memperkaya analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun berbagai media dan saluran promosi telah digunakan, strategi komunikasi yang ada masih menghadapi tantangan serius, antara lain ketidakkonsistenan pesan, generalisasi narasi, kurangnya fokus pada return of investment (RoI), minimnya narasi lokal yang autentik, serta rendahnya partisipasi stakeholder dalam perencanaan komunikasi. Diperlukan pendekatan komunikasi yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan kontekstual, dengan penekanan pada personalisasi pesan kepada investor sasaran dan penguatan storytelling berbasis budaya lokal sebagai elemen pembeda. Keterlibatan langsung investor dalam kampanye komunikasi juga dapat meningkatkan kredibilitas dan jangkauan promosi. Rekomendasi strategis meliputi konsistensi pesan, segmentasi audiens, integrasi nilai-nilai lokal dalam branding, serta sinergi lintas sektor dalam perumusan strategi komunikasi. Dengan demikian, KEK Mandalika berpotensi menjadi destinasi investasi pariwisata dan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Kata kunci: Strategi Komunikasi, Branding, KEK Mandalika, Investasi, Pariwisata, Infrastruktur
Retorika Kuasa Menuju Budaya Resistensi Digital: Krisis Komunikasi Pejabat Indonesia pada Media Massa Yudha, Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma; Yogantari, Made Vairagya
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.362

Abstract

Abstract - Words are meant to serve as bridges, not walls. However, within the current landscape of political communication in Indonesia, public officials' statements often deepen the divide between the ruling power and the people. This study examines how state officials’ communication—through unequal and non-empathetic rhetoric—creates dissonance that erodes public trust. Employing a qualitative approach grounded in an interpretive-critical paradigm, this research analyzes ten official statements drawn from national media coverage in 2025, where political communication failed to respond to social realities in a just and humane manner. The theoretical framework employed includes Agenda Setting Theory, Symbolic Domination, and Crisis Communication. Critical discourse analysis is used to uncover hidden layers of meaning embedded in official rhetoric, dissect power relations, and understand the dynamics of social representation constructed within the digital public sphere. The findings reveal that the pattern of politically insensitive communication within Indonesia's current administration, as reflected in digital mass media, accelerates the degradation of governmental legitimacy, amplifies digital resistance, and widens the gap between the state and its citizens. In a world increasingly connected through technology, it is ironically fractured emotionally. This research serves as a reminder that genuine democracy can only flourish in a communicative space that is equal, honest, and empathetic—across both digital and physical platforms of information exchange.Keywords: political communication; social dissonance; crisis of representation; digital public sphere; civic resistance. Abstrak - Kata-kata seharusnya menjadi jembatan, bukan tembok. Namun dalam lanskap komunikasi politik Indonesia hari ini, ujaran para pejabat sering kali membentang jurang antara kekuasaan dan rakyat. Penelitian ini membedah bagaimana komunikasi pejabat negara, melalui ujaran-ujaran yang timpang dan tidak empatik, menciptakan disonansi yang merusak kepercayaan publik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berparadigma interpretatif-kritis, penelitian ini menganalisis sepuluh pernyataan pejabat yang diambil dari pemberitaan media nasional dalam tahun 2025, di mana komunikasi politik gagal merespons kenyataan sosial secara adil dan manusiawi. Kerangka teori yang digunakan meliputi Teori Agenda Setting, Dominasi Simbolik dan Komunikasi Krisis. Metode analisis wacana kritis juga digunakan untuk menggali lapisan makna yang tersembunyi. Metode analisis wacana kritis digunakan untuk menggali lapisan makna yang tersembunyi di balik retorika pejabat, membedah relasi kuasa, serta memahami dinamika representasi sosial yang terbangun dalam ruang publik digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya pola komunikasi politik yang nir-sensitif pada pemerintahan Indonesia saat ini, yang tercermin melalui media massa digital, mempercepat degradasi legitimasi pemerintah, menguatkan resistensi digital, dan “memperlebar jarak” antara negara dan warganya. Di tengah dunia yang semakin terhubung secara teknologi, namun sayangnya, retak secara emosional. Penelitian ini menjadi pengingat bahwa demokrasi sejati hanya bisa tumbuh dalam ruang percakapan yang setara, jujur nan empatik. Dalam berbagai ruang penyaluran informasi baik secara digital maupun secara nyata.Kata kunci: komunikasi politik; disonansi sosial; krisis representasi; ruang publik digital; resistensi masyarakat.
Gaya Bahasa Presenter MetroTV di TikTok: Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough Sanjaya, Ade Bangun; Widaswara, Rieka Yulita; Suardana, I Ketut Putu
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.403

Abstract

Abstract - The digital revolution has changed the way people consume information, including in the world of journalism. Social media such as TikTok has become a new space for mass media to deliver news. This study aims to analyze changes in journalistic communication patterns in the digital era, focusing on the language style of MetroTV Presenters on Tiktok social media. Using Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis theory, this study analyzed four popular news videos selected through purposive sampling techniques. The results of the analysis show that the language style used is informal, humorous, and full of subtle satire. The three dimensions of Fairclough's analysis of linguistic texts, discourse practices, and socio-cultural practices show a transformation in news delivery. Presenters not only convey information, but also build closeness with young audiences through language that is relevant to popular culture and internet trends. In the digital era, the success of delivering journalistic messages depends on the media's ability to package content that is not only informative but also emotionally and socially appealing.Keywords: Critical Discourse Analysis; Style of Language; Digital Journalism; Social Media; MetroTV Abstrak - Revolusi digital telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi, termasuk dalam dunia jurnalistik. Media sosial seperti TikTok menjadi ruang baru bagi media massa dalam menyampaikan berita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola komunikasi jurnalistik di era digital yang berfokus kepada gaya Bahasa Presenter MetroTV di media sosial Tiktok. Menggunakan teori Analisis Wacana Kritis dari Norman Fairclough, penelitian ini menganalisis empat video berita populer yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan bersifat informal, humoris, dan penuh sindiran halus. Ketiga dimensi analisis Fairclough teks linguistik, praktik diskursus, dan praktik sosial budaya menunjukkan adanya transformasi dalam penyampaian berita. Presenter tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kedekatan dengan audiens muda melalui bahasa yang relevan dengan budaya populer dan tren internet. Dalam era digital, keberhasilan penyampaian pesan jurnalistik bergantung pada kemampuan media mengemas konten yang tidak hanya informatif tetapi juga menarik secara emosional dan sosial.Kata kunci: Analisis Wacana Kritis; Gaya Bahasa; Jurnalistik Digital; Media Sosial; MetroTV