cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam
ISSN : -     EISSN : 25028294     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi dan Dakwah | Online ISSN 2502-8294 is an academic journal published by Department of Islamic Dakwah and Communication Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto. Jurnal Al-Tsiqoh is focusing on issues of da’wah in Indonesia. This journal publishes the results of research on da’wah: Islamic communication, da'wah contemporary, da’wah management, Islamic counseling, and Islamic community development. Articles can be written in Indonesian or English. Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi dan Dakwah is an open-access journal, published twice a year (April and Oktober).
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Karakter Ganda Penyiar Radio Puji Laksono
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 1 No 2 (2016): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Auditory radio broadcasts that rely solely on sounds allow radio broadcasters to present a picture of themselves in different characters with sound only. This means through thevoice of the announcer trying to show self-performance to be able to give an idea to theaudience as if there are different broadcasters in the studio. This research raised a problemabout the self-construction of a broadcasting radio broadcaster in the program of IWT (IstanaWong Tani) at Radio Istana FM Bojonegoro. The theory used is the Phenomenology theory ofAlfred Schutz, Symbolic Interactionism of George Herbert Mead, and Dramaturgy's theory ofErving Goffman. The research method used is qualitative with phenomenology approach. Forthe selection of informants, researchers chose informants deliberating (purposive). Data werecollected through direct observation and in-depth interviews. The validity of the data was doneby using triangulation. The results obtained are the motives of being a radio announcer which consists of themotive of cause, namely a hobby in the world of broadcasting and channeling ideals that arenot achieved the ideals as a puppeteer. Then the motive of the goal is the economic motive, tobe famous, to preserve the Javanese culture and obtain the inner pleasure. As a professionalradio announcer, the demands are to present themselves as best as possible to provide excitingentertainment. As an entertainer, radio broadcasters present themselves in different charactersin their appearance. Double-character radio broadcasters construct themselves in two differentcharacters from self-concept as serious broadcasters and comedian broadcasters. In the eventprogram IWT (Istana Wong Tani), radio broadcasters use verbal symbols to present themselvesdifferently. The symbols used include name, tone of voice, and the use of different Javalanguageson each character. These symbols are as an identity to display different characters.The symbols are as a tool to distinguish each character and change the character according tothe situation. During off-air broadcasting, the dual-character broadcasters use non-verbalsymbols, in the form of costume attributes according to the character to present themselves tobe displayed. Among listeners there is a different perception in judging the appearance ofbroadcasters. Such perceptions can be a praise and a criticism. From these perceptions, thecategory of listeners, the listeners who like a serious broadcaster, listeners who like comedianbroadcasters and listeners who like both.
Karakteristik dan Fungsi Isteri: Perspektif Al-Qur’an Abdul Muhaimin
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 1 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB)

Abstract

Istri adalah salah satu bagian penting dalam membina keluarga harmonis. Dari keluarga yangharmonis tercipta masyarakat yang harmonis. Sejahtera dan tidaknya suatu bangsa merupakancerminan dari keluarga-keluarga yang hidup pada masyarakat bangsa tersebut.Penelitian inimerupakan riset kepustakaan yang mengkaji tentang istri dan karakternya perspektif al-Qur’an.Al-Qur’an menjadi sumber utama dan beberapa tafsir yang representatif. Pendekatannyamenggunakan ilmu tafsir dengan memakai metode tematik. Hasilnya menunjukkan: pertama, 1)Term dengan makna istri ada tiga: imraah, al-nisa>’ dan zawj. Term imraah disebut 20 kali dalam12 surat, term al-Nisa>’ 15 kali dalam 5 surat, term al-zawj dengan bentuk mufrad 13 kali pada 8surat, berbentuk jama’ 38 kali pada 20 surat. 2) Imraah untuk istri yang musyrik atau istri orangmusyrik, atau untuk sifat melekat pada perempuan. Kata al-Nisa<’ lebih membahas hukum-hukumsyari’ah yang berkaitan dengan pernikahan. Kedua, macamnya istri ada tiga: istri dunia, istridunia akhirat dan istri akhirat. Karakteristik istri yang dianjurkan al-Qur’an adalah karakteristik s}a>lih}ah, yang dilarang al-Qur’an adalah karakteristik ghair al-s}a>lih}ah. Ketiga, fungsi istri:1)penjaga rahasia suami, pelindung suami dan hartanya, membanggakan dan memotivasi suami. 2)menciptakan ketentraman dan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang, 3) membantu suamiuntuk mengajar dan mendidik anak-anaknya. 4), melestarikan keturunan.
Epistemologi Nalar Arab Kotemporer Aspandi Aspandi
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 1 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Turast (tradisi) dan Tajdid (modernitas) merupakan isu utama dalam diskursus kebangkitan Islam.Hegemoni epistemologi Barat dan keterbelakangan Arab dengan turast dianggap sebagai problemutama dalam usaha mewujudkan kebangkitan Islam. Untuk menjawab tantangan modernitas,perlu membangun epistemologi nalar Arab yang tangguh. Abed Al-Jabiri salah seorang filosof danpemikir kontemporer Maghribi, merasa prihatin atas ketrpurukan bangsa Arab dan gagalnyaupaya kebangkitan Islam pada umumnya. Dalam analisanya, Al-Jabiri menilai, faktor utamapenyebab kegagalan kebangkitan Islam adalah problem epistemologi yang tidak sesuai denganmekanisme kebangkitan yang semestinya. Oleh Karena itu, Al-Jabiri menilai perlunya wacanarenovatif (mutajaddid) dengan kembali kepada ‚prinsip-prinsip dasar‛ dari masa lalu, sebagailandasan kebangkitan yang dihadirkan sebagaimana adanya, yang kemudian di interpretasikandalam bentuk yang sesuai dengan nilai-nilai yang baru. Salah satu upaya yang dilakukan Al-Jabiriadalah menawarkan tipologi epistemologis yang dikenal dengan epistemoogi bayani yang bersifatteks, epistemology irfani yang bersifat intuisi dan epistemology burhani yang bersifat rasional.Ketiga epistemologi tersebut dalam pandangannya Al-Jabiri dianggap sebagai solusi dalammenghadapi modernitas Barat.
Pesantren Sebagai Identitas Islam Nusantara Muslihun Muslihun
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 1 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Pesantren merupakan asrama tradisional dimana siswanya tinggal bersama dan belajar di bawahbimbingan kiai secara langsung. Tidak jarang Islamolog selalu memperhatikan perkembagan pendidikanPesantren dari masa ke masa. Salah satunya Zamakhsyari Dhofier, ia melakukan penelitian cukup seriustentang pesantren, karyanya berjudul Tradisi Pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk melakukankoreksi atas warna kajian keislaman di Nusantara. Dalam penelitian pesantren, ia menggunakanetnografi untuk memahami kebudayaan Islam di Nusantara. Objek penelitian berpusat pada duapesantren: Tebuireng dan Tegalsari. Dua pesantren ini merupakan representasi pesantren yang ada diNusantara. Penemuan Zamakhsyari Dhofier dalam pendidikan pesantren ada dua tipe: integrasi klasikdan sekolah modern. Tradisi lembaga pendidik pesantren yang berlangsung lama di bumi Nusantara inimenjadi identitas tersendiri dari masyarakat Islam di negara lain.
Rasionalitas Hadis al Syu'm Studi Ma'ani Hadis dalam Kutub al-sittah Achmad Zainul Arifin
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 3 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman tentang maksud hadis biasanya dapat difahami dengan membaca syarhnya. Akan tetapitidak semua hadis dapat difahami hanya sebatas memahami syarh hadis, karena satu hadis terkadangmemiliki keterkaitan dengan hadis-hadis lain untuk dapat memahami secara obyektif dari berbagaisegi. Dalam masyarakat masa kini masih mempercayai pekara-perkara yang tidak beralasan sepertiterm sial. Dampaknya menghubung-hubungkan sesuatu yang tidak ada kaitannya menjadi penyebabkesialan itu sendiri. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah library research denganpendekatan studi ma’ani al Hadis dan menghasilakn beberapa simpulan yaitu: Pertama hadis tersebutdari segi kualitasnya temasuk hadis sahih karena memiliki syawahid dan tawabi’, hadis terebut selainriwayat ‘Abdullah ibn ‘Amr juga Sahl ibn Sa’d, Hukaim ibn Mu’awanah, Abu Hurairah dan ‘Aisyah. Kedua, memahami al syu’m dalam hadis Nabi SAW secara bahasa mempunyai makna sebaliknya karena didapati beberapa hadis baik dari segi definisi maupun kronologis hadis. Ketiga, pemahamanhadis secara kontekstual dapat dilakukan dengan melihat latar belakang munculnya Hadis (asbab alWurud) sebagaimana riwayat siti ‘Aisyah r.a sehingga hadis tentang مؤشلا konteksnya yaitu Nabimenceritakan masa lampau yaitu zaman jahiliyah dengan kata lain tidak ada legitimasi kesialanterhadap ketiganya
Abu Lahab: Tangan dan Kebinasaan Ashad Abdillah Rosyid
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 3 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Abu Lahab adalah salah satu paman Nabi Muhammad SAW, bernama ‘Abd al-‘Uzza bin ‘Abd alMut}t}alibbinHa>shimbin‘AbdMana>f bin Qus}ay. Usahanya dalam memusuhi dakwah Islam sangatkeras, menentang dan tidak segan melukai Nabi Muhammad SAW keponakannya sendiri. Usahatersebut dilakukannya menggunakan tangannya sendiri dengan melempari Nabi tatkalamenyampaikan risa>lah al-tauh}i>d di waktu dan tempat dimana Nabi berdakwah disitulah Abu Lahabmengikuti dan melemparinya dengan batu, di gunung, pasar, jalan dan lainnya. Atas usaha tersebut,Allah SWT menyebutnya secara khusus dalam ayat 1 (satu) surat Tabbat, bahwa tangan Abu Lahabakan binasa. Kebinasaan tersebut tidak hanya berakibat pada tangannya, tetapi diri Abu Lahab secarautuh akan merasakan kebinasaan. Tetapi tangan adalah redaksi yang dipilih oleh al-Qur’an untukdisebutkan. Ini dapat melahirkan hipotesis bahwa yang dimaksud redaksi tangan pada ayat yangdimaksud tidak hanya bermakna kiasan, tetapi dapat bermakna tangan dalam arti sebenarnya dantangan dalam arti isyarat awal dari sebuah proses kebinasaan Abu Lahab.
Pendekatan Gender dalam Studi Quran Asna Andriani
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 3 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

The Qur'an as a sacred Muslim scripture of justice that upholds the principle of equality (egalitas)between men and women, but in its interpretation there are some points that seem to discreditwomen, resulting in a gender-biased understanding. This invites question marks among Muslimsitself. Is there a mistake lies in the text of the Qur'an or on how to understand it? Is it possiblethat Islam that teaches the principle of equality contains contradictory things, such asunderestimating women? So to reveal the crucial issues that invite the interpretation of thegender-biased verses of the Qur'an, a special study is needed about the egalitarian interpretiveparadigm and not contaminated by the patriarchal culture. This paper attempts to reveal theparadigm of interpretation in the study of the Qur'an with the gender approach used by feminists,in order to gain an understanding and interpretation of the verses of the Qur'an that fit thecontexts and demands of times.
TADWIN AL-HADITH (Kontribusinya sebagai Penyempurna Hukum Islam Ke dua) Muhammad Nizar
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 4 No 1 (2019): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.1234/altsiq.v4i1.188

Abstract

Perhatian ilmuwan Muslim terhadap dunia penulisan hadis bukanlah sebuah hal prioritas berbeda halnya dengan perluasan daerah (futuh}a>t). Hadis pada masa-masa sahabat hanya diriwayatkan secara oral (lisan). Namun, seiring banyaknya hadis maud}u>’ yang tersebar bebas, mendorong Khalifah ‘Umar Ibn Abdul Aziz memerintahkan pengumpulan hadis secara resmi dan menyeluruh lewat perantara Muhammad Ibn H}azm dan Muhammad Shiha>b al-Zuhri>. Pengumpulan ini dinamakan dengan tadwi>n al-h}adi>th. Tadwi>n pada masa abad II H merupakan awal mula hadis dikumpulkan dan awal mula dari kemajuan pesat terhadap kelimuwan hadis, karena setelah masa tersebut, bermunculan kitab-kitab hadis yang menjadi rujukan hukum islam otoritatif sebagaimana kitab s}ah}ih}ain yang disusun pada abad III H.
PESAN KOMUNIKASI DAKWAH PADA LAGU GRUP BAND WALI (Analisis Semiotik Pada Lagu Abatasa, Status Hamba dan Cari Berkah) Imam Safi'i
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 4 No 1 (2019): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.1234/altsiq.v4i1.202

Abstract

Tulisan saya ini mengkaji lagu grup band musik Indonesia yaitu wali salah satu grup band yang sedang naik daun di Indonesia. Ada tiga lagunya yang kemudian dijadikan sebagai objek penelitian diantaranya “Abatasa, Status Hamba dan Cari Berkah”. Pertanyaan penelitian yang akan dijawab pada penelitian ini adalah 1). Bagaimana isi pesan komunikasi dakwah pada Ketiga lagu ?. 2) Pesan komunikasi dakwah apa saja yang paling dominan pada ketiga lagu ?. Namun untuk lebih menariknya didalam menelaah pesan komunikasi dakwah pada ketiga lagu wali ini, saya menggunakan pisau analisis semiotik yang dikemukakan oleh Roland Barthes. Bhartes menyebutnya signifikasi dua tahap yang kemudian membentuk sebuh mitos, mitos dalam hal ini adalah bahasa yang dikategorikan sebagai gaya komunikasi.Setelah dilakukan analisis terhadap ketiga lagu wali, saya menemukan gaya komunikasi/Qaul. Qaulan Baligha, Qaulan karima, Qaulan Maisura, Qaulan Sadida, Qaulan Layyina, Qulan Tsakila dan Qaulan Ma’rufa. Diantara 7 Qaul ini gaya komunikasi pada lagu. Qaulan Tsaqila didominasi dilagu “Abatasa”. Qaulan Maisura didominasi pada lagu “Status Hamba”. Qaulan Layyina didominasi di lagu “Cari Berkah”. Pada lagu pertama saya menemukan tiga macam Qaul yaitu Qaulan Karima, Qaulan Tsaqila dan Qaulan Maisura. Pada lagu kedua saya menemukan tiga macam Qaul. Qaulan Layyina, Qaulan Tsaqila, dan Qaulan Maisura. Pada lagu ke tiga Qaulan layyina, Tsaqila, Maisura, dan Balihga.
DAKWAH ISLAM: ANTARA DAMAI DAN PERANG Retna Dwi
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 4 No 1 (2019): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.1234/altsiq.v4i1, April.203

Abstract

Islam adalah agama damai dan yang senantiasa mengajarkan kasih sayang dan berdakwah dengan persuasif. Islam agama yang rahmatan lil alamin, penuh kedamaian. Dalam menyampaikan agama ini, Rasulullah memperkenalkannya dengan penuh kasih sayang dan budi pekerti yang luhur. Maka menjadi sangat disayangkan apabila ada anggapan atau pendapat bahwasanya Islam disebarkan dengan jalan kekerasan maupun perang. Umat lain, Yahudi dan Nasrani, senantiasa menampilkan sisi propaganda mereka akan hal tersebut. dari zaman Nabi Muhammad hingga saat ini, mereka (Yahudi dan Nasrani) tak henti-hentinya melancarkan serangan pada umat Islam dengan berbagai macam bentuk serangan, baik serangan secara fisik (militer) atau serangan secara soft melalui ekonomi, politik, ajaran pemikiran dan lain-lain. Adapun salah satu bentuk dari serangan mereka, yaitu serangan pemikiran (ghazwul fikri). Ghazwul fikri (perang pemikiran) adalah suatu upaya untuk menyerang umat Islam dari segi ajaran, pola pikir, dan citra umat Islam itu sendiri. Tentunya dengan mempelajari fakta dalam sejarah Islam, dan berdasarkan dalil yang jelas dalam Al-Qur’an maupun Hadist Nabi, maka kita akan mengetahui kebenaran bahwa tuduhan-tuduhan yang selama ini dilontarkan oleh para orientalis Barat akan terbukti tidak benar adanya.