cover
Contact Name
ISNANI AGRIANDITA
Contact Email
jurnal.migasian@gmail.com
Phone
+6287727911590
Journal Mail Official
jurnal.migasian@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu
ISSN : 25805258     EISSN : 26156695     DOI : -
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Migasian adalah jurnal yang diterbitkan oleh LPPM AKAMIGAS BALONGAN. Jurnal Migasian akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan bidang ilmu teknik, K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, Lingkungan Kerja), dan bidang-bidang dengan ruang lingkup pengabdian kepada masyarakat. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kajian atau telaah ilmiah kritis dan komprehensif atas isu penting dan terkini atau resensi dari buku ilmiah.
Articles 153 Documents
Evaluasi Gradien Tekanan Sumur RDM Lapangan Geothermal Rial Dwi Martasari; Faizal Firdaus
Jurnal Migasian Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i1.64

Abstract

Scaling adalah terbentuknya endapan padat. Masalah yang umum terjadi pada sumur panas bumi khususnya sumur dominasi air atau water dominated sebagaimana terjadi pada sumur panas bumi di Dieng yang dikaji dalam penelitian ini. Scale yang terbentuk pada instalasi produksi sumur panas bumi dapat menyebabkan penurunan produksi sumur, bahkan dapat menyebabkan berhentinya produksi. Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan masalah scaling menjadi hal penting yang diperhatikan. Endapan dapat terbentuk karena adanya reaksi kimia oleh pencampuran satu fluida panas bumi dengan fluida panas bumi lain yang berbeda komposisinya atau juga dapat disebabkan oleh perubahan sifat fisik fluida dikarenakan perubahan tekanan dan temperatur yang menyebabkan perubahan kejenuhan zat-zat penyusun fluida panas bumi. Titik kondisi tekanan dan temperatur tertentu dimana fluida panas bumi mulai terjadi penguapan atau mulai terjadi perubahan fasa dari satu fasa menjadi dua fasa, biasa disebut sebagai flash point. Pada inilah zat -zat yang melebihi titik jenuhnya akan mengalami pengendapan. Dengan mengetahui letak kedalaman titik uap atau flash point fluida panas bumi maka dapat diestimasi dimana letak scaling pertama kali terjadi. Letak kedalaman flash point dapat diketahui dengan melakukan penghitungan penurunan tekanan dari well head ke dasar sumur hingga diperoleh kondisi temperatur saturasi fluida, yaitu temperatur dimana mulai terjadi aliran dua fasa. Diantaranya adalah metode Beggs and Brill, metode Horrison-Freeston dan metode Lockhart-Martinelli. Pada studi kali ini korelasi yang digunakan adalah dengan korelasi penurunan tekanan Beggs and Brill yang pada studi-studi sebelumnya dianggap paling valid. Besarnya Gradien tekanan yang terjadi pada sepanjang pipa bawah permukaan sekitar 32.2578 Bar/m.s2, dengan asumsi kondisi sumur vertikal. Sehingga semakin besar tekanan wellhead menunjukkan semakin besar letak flash point. Hal ini disebabkan semakin besar tekanan maka semakin panjang penurunan tekanan hingga sampai pada tekanan saturasinya.
Evaluasi Sumur Injeksi Pada Lapangan Panas Bumi Hululais, Bengkulu Riza Andhika Mahendra Putra; Febiasto Bimantoro; Ade Indra Gurada Capah; Cahyadi Julianto
Jurnal Migasian Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v4i2.134

Abstract

Lapangan panasbumi Hululais terletak di Bengkulu yang dioperasikan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) memasuki tahap pengembangan dengan 10 cluster dan 21 sumur, terdiri dari 16 sumur produksi dan 5 sumur re-injeksi untuk pembangkit 2x55 MW. Reservoir Hululais bertipe dominasi air dengan temperatur 250oC sampai 280oC memerlukan evaluasi kapasitas injeksi kelima sumur injeksi untuk memenuhi pembuangan seluruh air brine hasil dari separator dan cooling tower. Kapasitas injeksi dari perhitungan analisa nodal (Brown,1984) diperoleh kapasitas injeksi aktual total dari ke lima sumur injeksi dengan suhu air brine 170.9 oC adalah sebesar 318,4 kg/s, total air brine dari separator 746,3 kg/s, dan air brine yang tidak terinjeksikan sebesar 427.9 kg/s. Pada tahun 2018 dilakukan pengkajian akibat adanya penurunan kapasitas injeksi secara drastis yaitu sumur HLS-1 mengalami penurunan yang cukup besar yaitu sekitar 28.4 kg/s dari produksi awal yang sebesar 52 Kg/s, sedangkan sumur HLS-2 sekitar 37.8 kg/s dari produksi awal yang sebesar 77 kg/s, dan sumur HLS-3 sekitar 118.8 kg/s dari produksi awal yang sebesar 148 kg/s. Kemudian dilakukan analisa diperoleh nilai calcite scaling index sebesar 1.32 (SI>0) yang menunjukkan bahwa ada kecenderungan untuk terbentuk scaling yang dapat ditanggulangi dengan hydrofrac pada pada sumur HLS-1, HLS-2, dan HLS-3. Hydrofrac yang dilakukan mengakibatkan peningkatan nilai permeabilitas sebesar 50% sehingga nilai injectivity index meningkat. Dalam mengatasi sisa air brine dilakukan dengan injeksi dingin dengan suhu air brine 94.5oC, maka didapatkan hasil rekomendasi sebesar 777.5 kg/s.
Evaluasi Penerapan Program “Peka Perisai” (Studi Kasus Bagian Pemboran Dan WOWS PT. Pertamina EP Asset V) Andri Tri Susanto; Maya Dewi Dyah Maharani; Tatan Sukwika
Jurnal Migasian Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i2.172

Abstract

Permasalahan di PEP Asset 5 berupa perilaku tidak aman seperti kurangnya pengetahuan dan keterampilan sehingga gagal mengingatkan, mengamankan, serta mengidentifikasi bahaya. PEKA PERISAI sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja resmi dilaksanakan tahun 2020. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan PEKA PERISAI, kendala-kendala dalam penerapannya, dan pengaruh PEKA PERISAI terhadap K3 di PEP Asset 5. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan ISM (Interpretative Structural Model) untuk mengevaluasi tujuan dan kendala dalam penerapan PEKA PERISAI, dan uji regresi linear untuk mengevaluasi pengaruh PEKA PERISAI terhadap K3 di PEP Asset 5. Hasil penelitian yaitu (1) Evaluasi tujuan berdasarkan ISM menunjukkan bahwa tujuan utama sebagai penggerak yaitu mendukung penerapan Pertamina HSE Golden Rules (Patuh, Intervensi, dan Peduli), dan didukung tujuan kedua berupa memberikan coaching dan consoling agar pekerjaan aman dilakukan sesuai prosedur. (2) Evaluasi kendala berdasarkan ISM menunjukkan bahwa semua kendala makro menjadi kendala besar terutama kurangnya pembinaan, bimbingan, dan pengawasan pengendalian bahaya. Tahun 2020 ditemukan 1.792 kasus tidak aman dengan 1.517 kasus (84,65 %) merupakan human error (3) Penerapan PEKA PERISAI berpengaruh positif dan signifikan terhadap K3 sebesar 16 %, artinya dengan peningkatkan PEKA PERISAI maka K3 di PEP Asset 5 pun dapat meningkat. Kata kunci: evaluasi, hsse, ism, peka perisai, pep.
ANALISA CLEANLINESS FACTOR SEBAGAI NILAI PERFORMASI KONDENSER UNIT 4 PT. INDONESIA POWER UP SURALAYA Ghusrina Prihandini; Muhammad Tri Sinarta
Jurnal Migasian Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i2.14

Abstract

PT. Indonesia Power UP Suralaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang ketenaga listrikan yang melayani kebutuhan listrik hingga seputaran daerah Jawa, Bali, dan Madura. Dengan kapasitas 3400 MW PT. Indonesia Power UP Suralaya merupakan salah satu PLTU terbesar dikawasan Asia Tenggara. Kondenser, salah satu alat utama pada proses di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kondenser itu sendiri merupakan alat yang digunakan untuk merubah uap yang digunakan untuk menggerakan turbin menjadi air yang akan digunakan kembali pada proses PLTU. Kondenser yang digunakan pada PLTU Suralaya adalah tipe surface condenser. Air pendingin yang digunakan dalam kondenser pada PLTU suralaya adalah air laut dengan menggunakan sistem one through. Cleanliness factor merupakan faktor tingkat kebersihan kondenser, cleanliness factor menjadi sangat penting untuk menunjukkan seberapa besar performance dari kondenser tersebut jika semakin besar nilai cleanliness factor yang dihasilkan maka semakin besar pula kefektifan daripada kondenser tersebut. Perbandingan nilai cleanliness factor yang dihasilkan pada tanggal 2 April 2016 adalah sebesar 91,98 % dan pada tanggal 3 April 2016 menghasilkan nilai cleanliness factor sebesar 81,18%. Performa kondenser pada unit 4 masih dalam performa yang cukup baik.
Design Of Real-Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) System Using Geophone as the Detection of Seismic Vibration umi salamah; Apik Rusdiarna I.P; Qonitatul Hidayah; Aji Nur Rizki
Jurnal Migasian Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i2.83

Abstract

Indonesia is one of the most volcanic countries in the world. The series of volcanoes extends from the islands of Sumatra, Java, Bali and Nusa Tenggara. From the islands in the Banda Sea to the northern part of Sulawesi Island is the longest volcanic region in the world. Indonesia has 129 active volcanoes, 70 of which are threatened and 500 are inactive. Since 1800, at least 600 recorded eruptions by 70 volcanoes in Indonesia. Therefore, Indonesia can be regarded as a country prone to disaster, especially the threat of disasters volcano. Observation, monitoring, recording, dissemination of information and warning signs of volcanic activity to be one focus in volcano disaster mitigation.One of the instrumentation used to monitor the volcanic activity of Mount Merapi is Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM). RSAM is a system that provides a continuous measurement of the absolute average seismic amplitude of the number of seismic stations. RSAM occupies a strategic role in monitoring the seismic activity of volcano especially in times of crisis before the eruption. In this research, the RSAM system design using a geophone sensor to detect the seismic vibration. The frequency of the tests given in this study included 10 Hz, 30 Hz, and 50 Hz. The system that has been designed to build can detect frequencies well as evidenced by the greater the frequency of the test given the more the graph output of the output is produced. In addition, the magnitude produced is also getting bigger. At a frequency of 10 Hz, the resulting magnitude is 0.997, at 30 Hz the resulting magnitude is 1.559 while at 50 Hz the magnitude generated is 1.962 The RSAM system designed to build produces an amplitude that has a linear relationship to the magnitude of the vibration source provided.
Pore Pressure Prediction Using Artificial Neural Network Based On Logging Data RAKA SUDIRA WARDANA; Meredita Susanty; Hapsoro B.W
Jurnal Migasian Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v4i1.97

Abstract

Pore pressure is a critical parameter in designing drilling operations. Inaccurate pore pressure data can cause problems, even incidents in drilling operations. Pore pressure data can be obtained from direct measurement methods or estimated using indirect measurement methods such as empirical models. In the oil and gas industry, most of the time, direct measurement is only taken in certain depth due to relatively high costs. Hence, empirical models are commonly used to fill in the gap. However, most of the empirical models highly depend on specific basins or types of formation. Furthermore, to predict pore pressure using empirical models accurately requires a good understanding in determining Normal Compaction Trendline. This proposed approach aims to find a more straightforward yet accurate method to predict pore pressure. Using Artificial Neural Network Model as an alternative method for pore pressure prediction based on logging data such as gamma-ray, density, and sonic log, the result shows a promising accuracy.
Analisa Pengangkatan Cutting Pemboran dengan Perhitungan Lifting Capacity Isnani Agriandita
Jurnal Migasian Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i1.155

Abstract

Kemampuan lumpur pemboran dalam mengangkat cutting perlu diperhatikan, hal ini untuk meminimalisir terjadinya masalah pemboran yaitu terjepitnya rangkaian pemboran yang dikarenakan oleh adanya cutting yang menumpuk pada rangkaian alat pemboran. Salah satu parameter penting yang perlu diperhatikan pada lumpur pemboran dalam proses pengangkatan cutting adalah Lifting Capacity. Pada penelitian ini untuk mendapatkan Lifing Capacity dilakukan perhitungan kecepatan lumpur pemboran di Annulus dan kecepatan turun cutting pemboran. Dari hasil perhitungan kecepatan lumpur pemboran dan kecepatan turun cutting didapatkan bahwa kecepatan lumpur pemboran lebih besar dari kecepatan (slip) turun cutting, hal ini menunjukkan bahwa fluida lumpur pemboran berhasil mengangkat cutting pemboran. Keberhasilan proses pengangkatan cutting didukung dengan hasil yang didapat dari nilai Lifting Capacity dengan tingkat keberhasilan menunjukkan prosentase sebesar 91% sampai 92.346%. Hasil dari tingkat keberhasilan yang tinggi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, densitas dari fluida pemboran, viskositas fluida pemboran, tipe aliran fluida, ukuran lubang anulus, kecepatan pada lubang anulus, serta bentuk dan ukuran cutting.
PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL Isnani Agriandita; Alfi Syahri Layali
Jurnal Migasian Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v1i2.8

Abstract

Pengembangan teknologi proses produksi surfaktan MES (Metil Ester Sulfonat) dari minyak sawit untuk aplikasi EOR/IOR pada lapangan ASL telah dilakukan sebelumnya melalui penelitian secara terus menerus dan berkesinambungan. Studi laboratorium recovery minyak dilakukan dalam 6 metode penginjeksian yaitu dengan Surfaktan (0.3%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Polimer P2 (0.2%), Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%). Viskositas pada pengukuran polimer 1 (P1) sebesar 28,79 cp, polimer 2 (P2) sebesar 18,41 cp, surfaktan+Polimer 1 sebesar 11,07 cp, surfaktan+polimer 2 sebesar 9,28 cp. Recovery minyak pada injeksi Surfaktan (0.3%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 0,50 ml atau 11,0%, injeksi %), Surfaktan (0.3%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 0,45 ml atau 9,2%, injeksi Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 0,90 ml atau 17,3%, injeksi Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 0,85 ml atau 15,7%, injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 1,15 ml atau 23,0%, injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 1,05 ml atau 19,8%. Recovery minyak yang didapat dari tahap waterflood berada pada kisaran 50.50% sampai 59.60% IOIP (Initial Oil In Place). Oil Recovery yang didapat oleh uji core flood menggunakan injeksi chemical berada di angka 9.2% - 23%, sehingga total recovery yang diperoleh 61.2% sampai 76.90%. Dari injeksi chemical yang paling efektif dilakukan yaitu dengan injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) dengan recovery factor (RF) 1,15 ml atau 23%.
Pencapaian Monitoring Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (Smk3) Di Pt X Bambang Sulistyo Pamodo
Jurnal Migasian Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i2.36

Abstract

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) NO. 50 tahun 2012 tentang SMK3 maka semua perusahaan wajib menerapkan SMK3 terutama pada industri migas yang memiliki resiko yang besar salah satunya pada pengeboran minyak bumi. Untuk itu PT X menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada proses produksi pengeboran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui tingkat pencapaian penerapan sistem manajemen K3, mengetahui evaluasi penerapan sistem manajemen K3 di PT X. Metodologi pelaksanaan penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumen, checklist dan observasi. Hasil penelitian ini adalah PT X sudah menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik sebesar 93, 37% masuk ke dalam klasifikasi memuaskan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah PT X sudah melakukan penerapan SMK3 dengan baik dapat dibuktikan dengan penilaian mendapat klasifikasi memuaskan.
Local Grid Refinement Dan Perbandingan Aplikasi Beberapa Metoda Prediksi Permeabilitas Untuk Keperluan Simulasi Reservoir Al Ghazali
Jurnal Migasian Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i2.79

Abstract

Penghalusan grid setempat (local grid refinement) merupakan kombinasi antara sistem grid kartesian antara coarse dan penghalusan grid setempat yang digunakan untuk daerah di sekitar sumur, dengan tujuan untuk mendapatkan ukuran grid pada sumur sekecil mungkin (mendekati diameter sumur). Tujuan sistem penghalusan grid di sekitar sumur adalah agar respon tekanan dan aliran fluida mendekati kondisi reservoir. Rock type atau flow unit merupakan kunci dalam pengembangan karakterisasi reservoir yang dibangun oleh integrasi data geologi dan teknik perminyakan. Berbagai metoda dapat diaplikasikan untuk mendefinisikan flow unit dan properti petrofisiknya, tergantung dari ketersediaan data dan alatnya. Rock type atau flow unit direpresentasikan oleh hubungan permeabilitas-porositas berdasarkan proses geologi tertentu. Tujuan dari jurnal ini adalah mengimplementasikan penyebaran permeabilitas dengan metoda Fuzzy logic, FZI, dan PGS pada satu model reservoir minyak dan gas yang telah dilakukan local grid refinement dan meramalkan kinerja masa depan. Tujuan local grid refinement adalah agar respon tekanan dan aliran fluida mendekati kondisi reservoir. Dengan sistem grid ini, fluida yang masuk ke lubang sumur menyerupai aliran radial, yaitu sumur berada ditengah-tengah lingkaran dan aliran masuk ke lubang sumur dari segala arah. Hasil dari simulasi reservoir menggunakan local grid refinement kemudian dibandingkan dengan simulasi menggunakan coarse grid. Data yang digunakan untuk simulasi reservoir adalah drill stem test (DST) yang meliputi nilai skin, laju produksi dan bottom hole pressure (BHP). Hasil yang didapat dengan menggunakan local grid refinement lebih mendekati data DST dibandingkan dengan simulasi menggunakan coarse grid. Pada tahap peramalan kinerja masa depan menunjukkan nilai skin sangat mempengaruhi hasil peramalan, nilai skin yang kecil akan memberikan nilai recovery factor yang lebih besar, begitu juga sebaliknya.

Page 11 of 16 | Total Record : 153