cover
Contact Name
LIA KAMELIA
Contact Email
lia.kamelia@uinsgd.ac.id
Phone
(022) 7800535
Journal Mail Official
alkhidmat@uinsgd.ac.id
Editorial Address
LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jl. AH Nasution No. 105 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 26232006     EISSN : 26544431     DOI : -
Jurnal Al-Khidmat , with registered number ISSN 2654- 4431 (print), ISSN 2623-2006 (online) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 119 Documents
HADIS DAN DIFABEL NETRA: PEMANFAATAN LITERATUR HADIS BRAILLE TALKINGBOOK KITAB RIYADUS SHALIHIN BAGI DIFABEL NETRA BLBI ABIYOSO-WIYATA GUNA Agus Suyadi Raharusun; Siti Rahmah
Al-Khidmat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i1.25105

Abstract

AbstrakLiteratur bagi penyandang disabilitas sangatlah diperlukan sebagai sumber informasi keilmuan. Fasilitas yang tak mudah serta dukungan pihak lain yang minim membuat kekhawatiran tersendiri bagi kalangan difabel disaat gencarnya informasi dan data yang mudah diakses kaum non difabel. Pengabdian ini bertujuan untuk menguji pemanfaatan literatur hadis braille talkingbook riyadus shalihin di kalangan para pengguna tunanetra. Pengabdian ini juga sekaligus memberikan dukungan baik materi maupun partisipasi langsung dalam menemukan produk yang dapat memudahkan para difabel mengakses ilmu juga sebagai upaya mencetak difabel netra berkualitas yang mampu berkompetisi di dunia pendidikan formal maupun dunia kerja. Metode pengabdian ini menggunakan participation action research dengan menerapkan model evaluasi CIPP (context, input, process, product). Hasil pengabdian menunjukan bahwa keberhasilan dalam menemukan produk seperti talkingbook riyadus shalihin yang membantu meningkatkan kesejahteraan serta pengembangan potensi difabel netra terutama dalam bidang pendidikan dan dakwah inklusif. Dengan penggunaan literatur hadis braille talkingbook memungkinkan difabel netra di BLBI Abiyoso-Wiyata untuk mengakses dan memahami hadis-hadis secara mandiri. Mereka dapat membaca dan mendengarkan hadis-hadis penting dalam agama Islam melalui sentuhan dan pendengaran. Hal ini secara signifikan meningkatkan pemahaman mereka tentang ajaran agama dan memperkuat identitas keagamaan mereka. Penggunaan literatur hadis braille talkingbook juga memberikan dampak positif dalam hal pemberdayaan difabel netra. Mereka dapat belajar dan merenungkan hadis-hadis penting secara mandiri, tanpa perlu bergantung pada pihak lain. Ini meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kemampuan mereka untuk mengambil peran aktif dalam komunitas keagamaan dan masyarakat secara umum. Program talkingbook riyadus shalihin ini sangat berperan banyak dalam membantu dan mendampingi difabel netra di berbagai lembaga dan komunitas difabel khususnya dalam bidang keislaman. Pengabdian ini dimulai dengan pembuatan instrumen penelitian, konsultasi, observasi, pengumpulan data wawancara, serta dokumentasi. Keberhasilan pengabdian ini dilihat dari respon setelah melakukan wawancara langsung dengan para difabel netra dalam menguji produk talkingbook riyadus shalihin. Dengan adanya pengabdian ini dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa dalam bidang keilmuan berupa literatur. Meski demikian terkait dengan talkingbook riyadus shalihin yang menjadi salah satu solusi literasi keagaamaan bagi tunanetra, selain itu perlu untuk dikembangkan, juga memerlukan penyuluhan lanjutan agar bisa sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.              AbstractLiterature for persons with disabilities is needed as a source of scientific information. Facilities that are not easy and minimal support from other parties creates a special concern for people with disabilities when information and data are incessantly accessible to non-disabled people. This service aims to examine the use of braille hadith literature talking book riyadus shalihin among blind users. This service also simultaneously provides material support and direct participation in finding products that can make it easier for people with disabilities to access knowledge as well as an effort to produce quality blind people who are able to compete in the world of formal education and the world of work. This service method uses participation action research by applying the CIPP evaluation model (context, input, process, product). The results of the dedication show that success in finding products such as the talkingbook riyadus shalihin which helps improve welfare and develop the potential of blind people, especially in the fields of education and inclusive da'wah. By using the hadith braille talkingbook literature, it is possible for the blind at BLBI Abiyoso-Wiyata to access and understand hadiths independently. They can read and listen to important hadiths in Islam through touch and hearing. This significantly increases their understanding of religious teachings and strengthens their religious identity. The use of braille talkingbook hadith literature also has a positive impact in terms of empowering blind people. They can learn and meditate on important hadiths independently, without the need to depend on other parties. This increases their self-confidence, independence and ability to take an active role in the religious community and society in general. The Riyadus Shalihin Talkingbook program has played a big role in assisting and assisting blind people in various institutions and communities with disabilities, especially in the Islamic field. This service begins with the creation of research instruments, consultations, observations, interview data collection, and documentation. The success of this service can be seen from the response after conducting direct interviews with blind people in testing the Talkingbook Riyadus Shalihin product. With this service, it can contribute to the progress of the nation in the scientific field in the form of literature. However, related to the Riyadus Shalihin Talkingbook, which is one of the solutions for religious literacy for the blind, apart from that it needs to be developed, it also requires further counseling so that it can suit the required needs.
MODEL PENDAMPINGAN PEMBUDAYAAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI BAHASA DAN MODERASI BERAGAMA DI KECAMATAN CIPARAY Tenny Sudjatnika; Andang Saehu
Al-Khidmat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i1.20894

Abstract

AbstrakEfek globalisasi dan disrupsi pada masalah sosial menimbulkan demoralisasi dan deviasi. Wilayah yang mengalami masalah tersebut biasanya mengalami ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga terjadi perubahan karakter. Tercatat data di beberapa intansi seperti kejahatan, pelanggaran, perceraian, dan sebagainya meningkat pada setiap tahunnya. Upaya meminimalisir bertambahnya demoral diperlukan rehabilisasi sosial salah satunya dalam bentuk pembudayaan pendidikan karakter baik secara personal maupun lingkungan masyarakat. Pembudayaan pendidikan karakter menjadi penting karena karakter suatu bangsa sangat berperan terhadap pertahanan dan ketahanan eksistensi suatu bangsa. Pengabdian ini diarahkan pada pendampingan Penggunaan Bahasa dan Moderasi Beragama melalui pendekatan panel. Pengabdian ini dimaksudkan agar peserta dapat mengembalikan kognitif sosial pembudayaan pendidikan karakter melalui melalui bahasa dan moderasi beragama dilingkungannya sehingga diharapkan terbangunan mental dan kognitif yang sehat dalam menghadapi persoalan hidup. Subjek adalah para perwakilan dari beberapa organisasi keagamaan dan pemasyarakatan yang ada di Kecamatan Ciparay sebagai sampel. Metode pengabdian menggunakan PAR yang didesain melalui research and development diawali dari studi eksplorasi data, verifikasi model, implementasi model, evaluasi dan pengembangan, selanjutnya dianalisis. Hasil pengabdian menunjukan bahwa warga kecamatan Ciparay memahami pentingnya relevansi pendidikan karakter melalui bahasa dan moderasi beragama di masa globalisasi ini dan mereka optimis untuk mewujudkan dalam lingkungannya melalui perubahan pola sikap, pola pikir, pola komunikasi. Pengabdian ini mensarankan sosialisasi di wilayah yang dominan terdapat demoralisasi dan tidak ada faktor pendukung ketahanan karakter. AbstractThe effects of globalization and disruption on social problems lead to demoralization and deviation. Areas that experience these problems usually experience an inability to adapt to the environment so that character changes occur. It is recorded that data on several agencies, such as crime, violations, divorce, and so on, are increasing every year. Efforts to minimize the increase in demorality require social rehabilitation, one of which is in the form of cultivating character education both personally and in the community. Cultivating character education is important because the character of a nation plays a very important role in the defense and resilience of a nation's existence. This service is directed at assisting the Use of Language and Moderation of Religion through a panel approach. This dedication is intended so that the participants can restore the cognitive social culture of character education through language and religious moderation in their environment so that they are expected to develop a healthy mental and cognitive in dealing with life's problems. The subjects were representatives of several religious and correctional organizations in Ciparay District as samples. The service method uses PAR which is designed through research and development starting from data exploration studies, model verification, model implementation, evaluation and development, then analyzed. The results of the service show that residents of Ciparay sub-district understand the importance of the relevance of character education through language and moderation of religion in this globalization era and they are optimistic about realizing it in their environment through changes in attitudes, mindsets, and communication patterns. This service suggests socialization in areas where demoralization is dominant and there are no supporting factors for character resilience. 
PENDAMPINGAN PELATIHAN FAHMIL QURAN DAN SYARHIL QURAN BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN BAHRUL HUDA SARANGMANDI BANGKA TENGAH Muhammad Amin; Winarno Winarno; Ahmad Fadholi; Muhammad Anwar; Muhammad Basir
Al-Khidmat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i1.25218

Abstract

AbstrakArtikel ini diformulasikan sebagai laporan pengabdian pendampingan pelatihan fahmil Quran dan Syarhil Quran di Pondok Pesantren Bahrul Huda Sarangmandi. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah Community Based Research (CBR). Dengan menggunakan metode ini, maka tim pengabdi melakukan lima langkah pengabdian yaitu: Laying foundations, Planning, Gathering and Analysis Information,Action on Finding, Monitoring dan Evaluasi. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan empat problem utama yang dihadapi oleh subyek pengabdian yaitu: sulitnya kaderisasi peserta, sebaran materi Fahmil Quran dan Syarhil Quran yang tidak merata, belum dikuasainya soft-skill pendukung, dan belum adanya pengalaman perlombaan. Untuk menjawab problem ini, tim pengabdian melakukan 10 kali kegiatan pendampingan di lapangan. Problem yang ada dihadapi dengan cara: Pertama, kaderisasi bertingkat yaitu membangun tim MFQ dan MSQ dengan keanggotaan kelas berjenjang (mulai kelas VII hingga kelas X). Kedua, membagikan materi fahmil terbaru sesuai dengan silabus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Naisonal tahun 2022 dan membagi tiga naskah MSQ standar nasional. Ketiga, memberikan pelatihan soft-skill seperti penguasaan bel, penguasaan tilawah, perhitungan waris, hingga pencarian ayat al-Quran. Keempat, mendorong pesantren Bahrul Huda untuk mengadakan liga al-Quran pada perayaan tahun baru Islam atau pada malam-malam di bulan Ramadhan. AbstractThis article is formulated as a report on the service of mentoring the Quran fahmil and Syarhil Quran training at the Bahrul Huda Sarmandi Islamic Boarding School. The method used in the service is Community Based Research (CBR). By using this method, the service team performs five steps of service, namely: Laying foundations, Planning, Gathering and Analysis Information, Action on Finding, Monitoring and Evaluation. Based on the results of the study, it was found that there were four main problems faced by the subjects of service, namely: the difficulty of cadre of participants, the uneven distribution of Fahmil Quran and Syarhil Quran materials, not yet mastered supporting soft-skills, and no competition experience. To answer this problem, the service team carried out 10 assistance activities in the field. The existing problems are dealt with by: First, multilevel regeneration, namely building MFQ and MSQ teams with tiered class membership (from class VII to class X). Second, distributing the latest fahmil material according to the 2022 National Tilawatil Quran Development Institute syllabus and dividing three national standard MSQ texts. Third, providing soft-skill training such as mastering the bell, mastering recitations, calculating inheritance, and searching for verses of the Koran. Fourth, encourage the Bahrul Huda Islamic boarding school to hold an al-Quran league at the celebration of the Islamic new-year or on nights in the month of Ramadan.
PENATAAN AREA TAMAN SEBAGAI FASILITAS JOGGING TRACK DALAM PENERAPAN POLA HIDUP SEHAT WARGA Ryan Putranda Kristanto; Heristama Anugerah Putra; Krisnina Dohan Limantara; Yohana Christela Oktaviani
Al-Khidmat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i1.24942

Abstract

AbstrakKegiatan warga dalam hakikatnya selalu memiliki sifat sosial antara individu yang satu dengan yang lainnya. Seluruh kegiatan sosial manusia selalu ditunjang dengan adanya beberapa fasilitas lingkungan yang memadai. Fasilitas yang memadai itu dapat berupa bangunan ataupun area ruang terbuka hijau. Secara garis besar ruang terbuka hijau dapat dimanfaatkan menjadi suatu lingkungan aktif dalam berbagai kegiatan warga, namun tetap memperhatikan aspek lingkungan. Pembangunan dalam skala perumahan menjadi salah satu unsur penunjang untuk memberikan perubahan suasana bagi para warga. Permasalahan utama saat ini warga dalam melakukan kegiatan olah raga banyak dilakukan di jalan utama perumahan yang dilalui oleh kendaraan. Hal ini membuat kurang nyaman dan aman bagi warga yang melakukan olah raga. Metode yang digunakan yaitu analisa sosial dengan cara mengambil kesimpulan dari permasalahan yang ada melalui diskusi bersama. Sehingga hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan fasilitas olahraga berupa pembangunan jogging track pada area taman RT. 002. Dengan keberadaan jogging track dapat memberikan kenyamanan kepada warga masyarakat dalam berolah raga. Selain itu untuk mengatur tingkat kenyamanan dan keamanan warga dapat dicerminkan dalam lingkungan yang nyaman dengan tersedianya seluruh fasilitas yang dapat digunakan secara umum dalam kondisi yang baik. AbstractCitizen activities in essence always have a social nature between individuals with one another. All human social activities are always supported by the existence of several adequate environmental facilities. Adequate facilities can be in the form of buildings or green open space areas. Broadly speaking, green open space can be used as an active environment in various community activities, but still pay attention to environmental aspects. Development on a housing scale is one of the supporting elements to provide a change of atmosphere for residents. The main problem currently is that residents carry out sports activities mostly on the main residential roads that are traversed by vehicles. This makes it less comfortable and safe for residents who do sports. The method used is social analysis by drawing conclusions from existing problems through joint discussions. So that the expected results of this community service activity are providing sports facilities in the form of building a jogging track in the RT park area. 002. The existence of a jogging track can provide comfort to the community in exercising. In addition, to regulate the level of comfort and security for residents, it can be reflected in a comfortable environment with the availability of all facilities that can be used in general in good condition.
PELATIHAN ISAK 35 PADA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH-SEKOLAH DI KOTA CIMAHI DAN SEKITARNYA Siti Kustinah; Eddy Winarso
Al-Khidmat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i1.24102

Abstract

AbstrakDi era modern ini transparansi dan akuntabilitas merupakan harapan setiap pengguna laporan keuangan, Tuntutan transparansi dan akuntabilitas tidak hanya pada perusahaan saja namun juga bagi suatu badan usaha nonlaba. Di Indonesia masih banyak organisasi nonlaba dan juga yayasan yang belum menerapkan ketentuan pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yaitu ISAK 35 untuk penyusunan laporan keuangan tahunannya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pengelola organisasi nonlaba khususnya pengetahuan mengenai implementasi ISAK 35, untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan pada organisasi nonlaba. Dalam mengembangkan kerjasama perguruan tinggi dengan masyarakat sekitar, melalui program sosialisasi yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa bahwa pemahaman para pengelola sekolah dan pengelola yayasan mengenai ISAK 35 mengalami peningkatan setelah diadakan pelatihan mengenai penyusunan laporan keuangan berdasarkan ISAK 35, namun dari jumlah peserta yang hadir ini masih ada peserta yang kurang paham, hal ini dapat disebabkan karena waktu pelatihan yang singkat dan penggunaan media pelatihan melalui daring (online) dengan berbagai macam kendalanya misalnya jaringan yang tidak stabil. AbstractIn this modern era, transparency and accountability are the hopes of every user of financial statements. Transparency and accountability are demanded not only for companies but also for non-profit business entities. In Indonesia, there are still many non-profit organizations and foundations that have not implemented the provisions of SAK, namely ISAK 35, for the preparation of their annual financial reports. The purpose of this community service is to increase the understanding and knowledge of non-profit organization managers, especially knowledge regarding the implementation of ISAK 35, to improve the quality of financial reports in non-profit organizations. In developing higher education collaboration with the surrounding community, through the socialization program that has been implemented, the results show that the understanding of school managers and foundation managers regarding ISAK 35 has increased after training was held on the preparation of financial reports based on ISAK 35, but the number of participants present was still there are participants who do not understand, this can be caused by the short training time and the use of online training media with various kinds of obstacles, for example an unstable
PENINGKATAN DAYA SAING USAHA MIKRO OLAHAN IKAN (TUNA SPRINGROLL DAN PEMPEK IKAN TENGGIRI) MELALUI SERTIKASI HALAL PRODUK Poppy Arsil; Rumpoko Wicaksono; Hety Handayani Hidayat; Wilis Cahyani
Al-Khidmat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i1.20688

Abstract

AbstrakKewajiban sertifikasi halal produk makanan dan minuman yang berlaku mulai 2024 membuat pelaku usaha harus mempersiapkan diri mendaftarkan produknya. Permasalahan mitra adalah kurangnya pengetahuan dan sumberdaya dalam persiapan sertifikasi halal. Tujuan dari pengabdian ini adalah mendaftarkan sertifikat halal produk olahan ikan berupa pempek ikan tenggiri dan tuna springroll. Metode yang digunakan adalah 1) transfer teknologi, 2) penyusunan manual SJPH, 3) pelatihan penyelia halal internal, 4) bimbingan teknis, 5) perbaikan sarana produksi, 6) pendampingan implementasi sistem jaminan halal serta 7) pendampingan pendaftaran sertifikasi halal melalui jalur self declare.  Hasil dari pengabdian ini adalah manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), penunjukkan penyelia halal internal yang telah memiliki sertifikat pelatihan oleh pimpinan mitra, penguasaan mekanisasi peralatan giling ikan dan kemasan vacuum khusus produk basah. Mitra telah berhasil mendapatkan sertifikasi halal dengan nomor ID33110000437550622) yang berlaku mulai tanggal  29 September 2022 sampai 29 september 2026. AbstractBusinesses must get ready to register their products before the 2024 implementation of the requirement to certify halal food and beverage products. The major issue for micro and small business owners is a lack of expertise and human resources when preparing for halal certification. This community service's main objective is to register a halal certificate for tuna springrolls and savoury fishcakes made with mackerel from a small-micro enterprise. Methods used consisted of 7 steps. First step is the transfer of technology. Second step is preparation for manual of halal product guarantee. Next is internal halal supervisor training. After that is technical guidance following by registering halal certification through self-declare system. This service results in the creation of the manual of halal assurance system, the appointment of an internal halal supervisor with a training certificate from the leader of business owner, the mastery of automated fish grinders, and the usage of vacuum packaging for wet goods. Partners have acquired halal certification (ID33110000437550622), valid from September 29, 2022 to September 29, 2026.
PENDAMPINGAN MENDESAIN SOAL LITERASI MATEMATIKA MODEL PISA DENGAN PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA (KONTEKS SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT KUTAI) Achmad Muhtadin; Nanda Arista Rizki; Petrus Fendiyanto
Al-Khidmat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i1.17697

Abstract

AbstrakProgramme for International Student Assessment (PISA) diprakarsai oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menginisisasi melakukan evaluasi sistem pendidikan suatu negara di seluruh dunia. PISA melakukan tes literasi membaca, literasi matematika dan literasi sains siswa berusia 15 tahun secara acak di suatu negara setiap tiga tahun sekali. Hasil studi PISA untuk literasi matematika, siswa Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. Agar siswa memiliki kemampuan literasi matematika yang bisa bersaing secara global, maka standar kompetensi literasi guru matematika masih perlu ditingkatkan kualitasnya, khususnya terkait dengan penyusunan soal literasi matematika yang sesuai model PISA dengan konteks setempat. Kegiatan ini memberikan pelatihan keterampilan dalam mendesain soal literasi matematika model PISA untuk guru matematika di kabupaten Kutai Kartanegara dengan menggunakan pendekatan etnomatematika (konteks sosial budaya masyarakat Kutai). Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah agar mitra nantinya mampu mendesain soal-soal literasi matematika model PISA dalam pembelajaran di kelas dengan pendekatan etnomatematika masyarakat Kutai yang mudah dipahami dan familiar bagi siswa. Metode kegiatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah: (1) Metode ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman mengenai soal matematika model PISA, literasi matematika, dan soal-soal matematika menggunakan konteks sosial budaya Kutai (etnomatematika); (2) Metode demonstrasi diberikan untuk melatih dan mendampingi guru mendesain soal literasi matematika model PISA menggunakan konteks sosial budaya Kutai (etnomatematika) dan (3) Metode praktik, peserta mempraktikkan semua materi yang sudah didapatkan sebelumnya.  Hasil kegiatan yang telah dilaksanakan guru matematika mampu mendesain soal-soal literasi matematika model PISA menggunakan konteks sosial budaya masyarakat Kutai (etnomatematika). AbstractThe Program for International Student Assessment (PISA) initiated by the Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) has initiated an evaluation of the education systems of a country around the world. PISA tests reading literacy, mathematical literacy and scientific literacy of 15-year-old students at random in some country every three years. The PISA results for mathematical literacy, students in Indonesia are still far from what is expected. In order for students to have mathematical literacy skills that can compete globally, the literacy competency standards of mathematics teachers in Indonesia still need to be improved in quality, especially related to making mathematical literacy problems according to the PISA model with the local context. The purpose of this activity is so that partners will be able to design PISA model mathematical literacy problems in classroom learning with an ethnomathematical approach of Kutai community that is easy to understand and familiar for students. The activity methods used in this training are: (1) Lecture method is used to provide an understanding of PISA model math problems, mathematical literacy, and math problems using the socio-cultural context of Kutai (ethnomathematics); (2) The demonstration Method is given to train and assist teachers in designing PISA model math literacy problems using the Kutai socio-cultural context (ethnomathematics) and (3) Practice Method, the participants to practice all the material that has been previously obtained. The results of the activities that have been carried out by mathematics teachers are able to design mathematical literacy problems PISA model using the socio-cultural context of the Kutai community (ethnomathematics). 
PENDAMPINGAN PEMIJAHAN BUATAN IKAN MAS BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN DI KECAMATAN HAURWANGI DAN CIRANJANG KABUPATEN CIANJUR Ahmad Taofik; Setia Mulyawan; Cepy Slamet
Al-Khidmat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i1.20790

Abstract

AbstrakKecamatan Haurwangi dan Kecamatan Ciranjang secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Cianjur.  Berdasarkan data EMIS Kementerian Agama tahun 2021, jumlah pesantren yang berlokasi di Kecamatan Haurwangi berjumlah 2 (dua) pondok pesantren, sedangkan di Kecamatan Ciranjang terdapat 6 (enam) pondok pesantren.  Berdasarkan data EMIS Kemenag, setiap pondok pesantren yang terdaftar dicatat potensi unggulan ekonomi.  Salah satu potensi unggulan ekonomi adalah maritime dan perikanan.  Berdasarkan hal tersebut, telah dilaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat tentang pelatihan pembenihan ikan air tawar bagi santri di pesantren yang memiliki potensi unggulan ekonomi dalam maritim dan perikanan. Metode pelatihan dibagi menjadi pelatihan teoritis yang berisi mengenai potensi dan pentingnya penyediaan benih ikan air tawar, dan pelatihan praktik yang meliputi cara pembiusan ikan hingga penetasan ikan air tawar.  Kegiatan pelatihan    dipusatkan di pondok pesantren Al-Huda Al-Musri Kecamatan Ciranjang,  santri perwakilan pondok pesantren dari Kecamatan Haurwangi dijadwalkan tanggal  19 hingga 20 Juli 2022, sedangkan santri perwakilan dari Kecamatan Ciranjang  tanggal  26 dan 27 Juli 2022.    Waktu pelaksanaan dilakukan pada malam hari, setelah shalat berjamaah Isya. Awal pembukaan kegiatan rasa keingin-tahuan para peserta terlihat biasa-biasa saja, namun setelah memasuki materi tentang prospek penyediaan benih ikan air tawar yang cukup menjanjikan, antusias para peserta terlihat meningkat, tergambar dari pertanyaan yang diajukan disela-sela pemaparan pelatihan teori.  Kesulitan yang mereka hadapi adalah saat mengambil bahan induksi menggunakan spuit tuberculin 1 ml karena kondisi botol dalam keadaan hampa, demikian juga saat memasukkan bahan induksi secara intra muscular karena harus menyelipkan jarum diantara sisik ikan, namun para peserta dapat melakukannya AbstractBoth Haurwangi Subdistrict and Ciranjang Subdistrict are administratively included in the Cianjur Regency area.  EMIS data from the Ministry of Religion Affair in 2021, showed that the number of Islamic boarding schools located in Haurwangi District is 2 (two), while in Ciranjang District there are 6 (six) Islamic boarding schools.  Each registered Islamic boarding school is recorded for its superior economic potential, such as maritime and fisheries.  According to their potential, Community Service has been carried out on freshwater fish hatchery training for santri in Islamic boarding schools that have excellent economic potential in maritime and fisheries. The training method is divided into theoretical which contains both the potential and importance of providing freshwater fish fry, and practical training which includes anesthetizing fish to hatching freshwater fish.  The training activities are centered at the Al-Huda Al-Musri Islamic Boarding School, Ciranjang District, the representative students of the Islamic boarding school from the Haurwangi District are scheduled from 19 to 20 July 2022, while the representative students from the Ciranjang District are 26 and 27 July 2022. The implementation time is carried out at night, after the Isha congregational prayer.  At the beginning of the opening of the curiosity activity, the participants looked normal, but after entering the material on the prospect of providing freshwater fish seeds which were quite promising, the enthusiasm of the participants seemed to increase, as illustrated by the questions asked on the sidelines of the theoretical training presentation. The difficulty they faced was when taking the induction material using a 1 ml tuberculin syringe because the bottle was empty, as well as when inserting the induction material intramuscularly because they had to insert the needle between the fish scales, but the participants were able to do this.  
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA-SISWI SMK ST. LOUIS GAMBAR 3D ARSITEKTUR NUSANTARA DENGAN SKETCHUP Josephine Roosandriantini; Yulia Wahyuningsih; Antonius Sachio Troy Wijaya; Ferdinard Hendra Setiawan; Jessica Aprilia Poernama; Alvin Widyadhana Kosman
Al-Khidmat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i1.25115

Abstract

AbstrakPelestarian menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 11 Tahun 2010 bahwa cagar budaya wajib untuk dipertahankan keberadaannya. Salah satu cagar budaya di Indonesia ini adalah arsitektur nusantara. Keberadaan arsitektur nusantara yang mengalami transformasi menjadi lebih modern, dari segi material hingga fasade bangunan. Perkembangan menuju era modern, mulai berkembang teknologi digital yang terfokus pada jaringan internet, internet of things dalam melakukan segala aktivitas, bekerja maupun hiburan. Era Society 5.0 telah berkembang kearah mengandalkan manusia sebagai komponen utama dalam memanfaatkan  teknologi  modern  seperti IoT, AI dan Robot. Generasi   sekarang   dan mendatang  akan  semakin  erat  dengan  teknologi digital. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk  melakukan pelestarian arsitektur nusantara dengan memanfaatkan teknologi digital diteruskan ke generasi selanjutnya tanpa mengurangi nilai yang terdapat didalamnya melalui digitalisasi. Salah satu teknologi digital yang sedang berkembang saat ini di dunia virtual 3D yaitu metaverse. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di siswa-siswi dan guru ST. Louis Surabaya. Metode pelaksanaannya yaitu memberi pemahaman arsitektur nusantara, dan pelatihan menggambar 3D obyek rumah adat dengan menggunakan SketchUp dan Metaverse. Selain itu siswa-siswi St.Louis ini juga mempresentasikan mengenai obyek arsitektur nusantara tiap daerah. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan generasi muda dapat lebih mengenai wujud fisik arsitektur nusantara dan meningkatkan kompetensi menggunakan sketchup untuk gambar 3D. AbstractPreservation according to the Law of the Republic of Indonesia number 11 of 2010 that it is mandatory for cultural heritage to be maintained. One of the cultural heritages in Indonesia is archipelago architecture. The existence of archipelago architecture has undergone a transformation to become more modern, in terms of materials to building facades. Developments towards the modern era, digital technology began to develop which focused on internet networks, the internet of things in carrying out all activities, work, and entertainment. Era Society 5.0 has developed towards relying on humans as the main component in utilizing modern technologies such as IoT, AI, and Robots. Current and future generations will be increasingly connected to digital technology. Therefore, this community service aims to preserve the archipelago's architecture by utilizing digital technology to be passed on to the next generation without reducing the value contained in it through digitization. One of the digital technologies currently being developed in the 3D virtual world is the metaverse. This community service is carried out by the students and teachers of ST. Louis Surabaya. The implementation method is to provide an understanding of archipelago architecture, and training in a 3D drawing of traditional house objects using Sketchup and Metaverse. Apart from that, the St.Louis students also presented the architectural objects of the archipelago in each region. The results of community service carried out by the younger generation can be more about the physical form of archipelago architecture and increase competency using SketchUp for 3D images.
PENDAMPINGAN PETANI ORGANIK BERBASIS POTENSI DESA DI CINANJUNG, TANJUNGSARI LIberty, LIberty; Birnadi , Suryaman; Fitri , Yuda Septia; Wicaksana , Noladhi
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v7i2.44971

Abstract

Abstrak Pada saat ini minat generasi muda semakin berkurang pada sektor pertanian, karena menganggap bertani adalah pekerjaan tradisional yang kurang bergengsi dan hasilnya tidak dapat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sektor pertanian banyak diisi oleh generasi tua yang masih bertahan ditengah kesulitan lahan yang semakin sempit dan harga pupuk yang semakin meninggi, oleh karena itu untuk membangun citra pertanian diperlukan sosialisasi pertanian dengan harapan mampu membuat generasi muda sadar akan pentingnya pertanian dengan segala potensi wilayah yang ada dan dimiliki. Desa Cinanjung terletak di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang, dahulu daerah ini merupakan daerah pertanian tetapi anak muda lebih memilih untuk bekerja di kota, walaupun hanya menjadi buruh atau kuli bangunan daripada menjadi petani di desanya. Tujuan dari pengabdian ini adalah masyarakat bisa meningkatkan potensi pemudanya dalam pemanfaatan pertanian organik serta mengetahui cara memaksimalkan potensi tersebut. Metode yang digunakan adalah Partisipatory Rural Appraisal (PRA), yaitu metode pendekatan perencanaan wilayah pedesaan melalui pelibatan masyarakat secara aktif dan efektif. Hasil dari pengabdian ini masyarakat di Desa Cinanjung memeiliki ketertarikan dalam bertani organik dan mengali potensi desa dalam kegiatan yang ada dalam program pengabdian ini.

Page 11 of 12 | Total Record : 119