Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Defragmenting Struktur Berpikir Melalui Refleksi Untuk Memperbaiki Kesalahan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita Achmad Muhtadin
Primatika : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.439 KB) | DOI: 10.30872/primatika.v9i1.248

Abstract

Sebagian siswa masih kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan defragmenting struktur berpikir melalui refleksi untuk memperbaiki kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi balok di kelas IX SMPN 34 Samarinda. Defragmenting struktur berpikir siswa dilakukan melalui refleksi dari hasil wawancara peneliti dengan subyek. Siswa diberikan soal cerita kemudian diambil 3 orang yang dijadikan sebagai subjek penelitian dengan metode think-out-loud (TOL). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kesalahan siswa adalah proses memahami soal, dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian, siswa kurang terbiasa dengan jenis soal terbuka, dan ketidaklengkapan struktur berpikir siswa dalam penyelesaian. Adapun defragmenting yang dilakukan peneliti untuk memperbaiki kesalahan siswa tersebut adalah, meminta S1 untuk menuliskan bagian yang diketahui dan yang ditanyakan dari soal yang diberikan dan memberikan indeks berbeda untuk membedakan keterangan pada kolam lama dan baru, meminta S1 untuk mengingat kembali tentang cara menghitung volume, kemudian menentukan volume kolam awal V1=p1×l1×t1 dan volume kolam baru V2=4×V1, mensubtitusikan hasil V2 dan l2 ke rumus volume kolam baru V2=p2×l2×t2, menyelesaikan p2×t2=16 dengan bantuan tabel, mengecek kembali jawaban yang diperoleh dengan mengambil pasangan bilangan pada tabel kemudian mencocokkan hasil V2=p2×l2×t2 dengan V2=4×V1.
Pendampingan Orang Tua dalam Pembuatan Media Belajar Matematika di Kelurahan Sungai Pinang Luar Kota Samarinda Ikmawati Ikmawati; Auliaul Fitrah Samsuddin; Siti Najmiah; Dwi Rizki Ramadhan; Rusdiana Rusdiana; Zainuddin Untu; Achmad Muhtadin; Petrus Fendiyanto; Nanda Arista Rizki; Kurniawan Kurniawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6384

Abstract

Pembelajaran matematika untuk anak usia dini harus merupakan proses yang menyenangkan. Untuk itu dibutuhkan media pembelajaran yang membuat pembelajaran anak bermakna namun tetap menyenangkan. Tujuan pengabdian ini adalah mendampingi orang tua khususnya ibu membuat media pembelajaran matematika sederhana. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2022. Peserta pengabdian ini terdiri dari 20 ibu rumah tangga sekaligus anggota PKK di kelurahan Sungai Pinang Luar. Metode yang digunakan adalah presentasi serta pendampingan praktik pembuatan media belajar. Hasil yang diperoleh adalah para peserta pelatihan mampu membuat media belajar matematika sederhana yang bahan-bahannya mudah ditemukan. Setelah penelitian ini diharapkan para orang tua lebih termotivasi dalam mendampingi pembelajaran matematika anak di rumah.Mathematics learning, especially for preschool children, should be a fun process. Therefore, what is needed is a learning media which promotes fun and, at the same time, meaningful learning. The current community service aims to guide parents, especially mothers, to make simple learning media. The participants comprised 20 women and members of the Family Welfare Movement (PKK) in Sungai Pinang Luar Sub-district. Presentation and practice are methods employed in this community service. The Renault showed that participants could use attainable material to make simple mathematics learning media. It is expected that after this activity, parents become more engaged in supporting their children's mathematics learning.
The Geometry Transformation Concepts in Bead Craft Motifs by the Kenyah Dayak Tribe Muhammad Hafizh Naufal Yahya; Haeruddin Haeruddin; Achmad Muhtadin; Nanda Arista Rizki
Ethnomathematics Journal Vol 4, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ej.v4i1.58425

Abstract

When studying mathematics, many students consider mathematics to be a difficult subject because they see it as a close system that prioritizes standards of rigor, speed, and memory. Conventional learning methods might make students bored. Various model is needed to overcome this. One of which is the culture associated with learning mathematics, known as ethnomathematics. The purpose of this study was to explore the bead crafts of the Kenyah Dayak tribe, located in Kalimantan, Indonesia, that develop heritage motifs attributed to the concept of geometric transformations on rotation and dilatation. This type of research was qualitative research involving observation, interviews, and documentation. The subject of this study was bead craft in the local area and the object of this study was the concept of geometric transformation on rotation and dilatation that exists in the craft motifs of the beads made. The data obtained in this study provides insights into the various cultural objects that can be used for triggering mathematics thinking. Through this resource, students may understand geometric concepts such as rotation and dilation, applicable to the real context of their daily life.
PENDAMPINGAN MENDESAIN SOAL LITERASI MATEMATIKA MODEL PISA DENGAN PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA (KONTEKS SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT KUTAI) Achmad Muhtadin; Nanda Arista Rizki; Petrus Fendiyanto
Al-Khidmat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v6i1.17697

Abstract

AbstrakProgramme for International Student Assessment (PISA) diprakarsai oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menginisisasi melakukan evaluasi sistem pendidikan suatu negara di seluruh dunia. PISA melakukan tes literasi membaca, literasi matematika dan literasi sains siswa berusia 15 tahun secara acak di suatu negara setiap tiga tahun sekali. Hasil studi PISA untuk literasi matematika, siswa Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. Agar siswa memiliki kemampuan literasi matematika yang bisa bersaing secara global, maka standar kompetensi literasi guru matematika masih perlu ditingkatkan kualitasnya, khususnya terkait dengan penyusunan soal literasi matematika yang sesuai model PISA dengan konteks setempat. Kegiatan ini memberikan pelatihan keterampilan dalam mendesain soal literasi matematika model PISA untuk guru matematika di kabupaten Kutai Kartanegara dengan menggunakan pendekatan etnomatematika (konteks sosial budaya masyarakat Kutai). Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah agar mitra nantinya mampu mendesain soal-soal literasi matematika model PISA dalam pembelajaran di kelas dengan pendekatan etnomatematika masyarakat Kutai yang mudah dipahami dan familiar bagi siswa. Metode kegiatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah: (1) Metode ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman mengenai soal matematika model PISA, literasi matematika, dan soal-soal matematika menggunakan konteks sosial budaya Kutai (etnomatematika); (2) Metode demonstrasi diberikan untuk melatih dan mendampingi guru mendesain soal literasi matematika model PISA menggunakan konteks sosial budaya Kutai (etnomatematika) dan (3) Metode praktik, peserta mempraktikkan semua materi yang sudah didapatkan sebelumnya.  Hasil kegiatan yang telah dilaksanakan guru matematika mampu mendesain soal-soal literasi matematika model PISA menggunakan konteks sosial budaya masyarakat Kutai (etnomatematika). AbstractThe Program for International Student Assessment (PISA) initiated by the Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) has initiated an evaluation of the education systems of a country around the world. PISA tests reading literacy, mathematical literacy and scientific literacy of 15-year-old students at random in some country every three years. The PISA results for mathematical literacy, students in Indonesia are still far from what is expected. In order for students to have mathematical literacy skills that can compete globally, the literacy competency standards of mathematics teachers in Indonesia still need to be improved in quality, especially related to making mathematical literacy problems according to the PISA model with the local context. The purpose of this activity is so that partners will be able to design PISA model mathematical literacy problems in classroom learning with an ethnomathematical approach of Kutai community that is easy to understand and familiar for students. The activity methods used in this training are: (1) Lecture method is used to provide an understanding of PISA model math problems, mathematical literacy, and math problems using the socio-cultural context of Kutai (ethnomathematics); (2) The demonstration Method is given to train and assist teachers in designing PISA model math literacy problems using the Kutai socio-cultural context (ethnomathematics) and (3) Practice Method, the participants to practice all the material that has been previously obtained. The results of the activities that have been carried out by mathematics teachers are able to design mathematical literacy problems PISA model using the socio-cultural context of the Kutai community (ethnomathematics). 
Workshop Pendampingan Literasi Guru Matematika SMP Dengan Pendekatan Konteks Sosial Budaya Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara Petrus Fendiyanto; Nanda Arista Rizki; Achmad Muhtadin; Ikmawati Ikmawati; Auliaul Fitrah Samsudin; Kurniawan Kurniawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.7692

Abstract

Literasi matematika menggunakan konteks sosial budaya masyarakat sekitar siswa akan membantu siswa dalam memaksimalkan kemampuan literasi matematikanya. Kegiatan workshop etnomatematika ini ditujukan kepada guru matematika SMP di Kabupaten Kartanegara agar dapat membuat dan mengembangkan soal literasi matematika dengan pendekatakan konteks sosial budaya masyarakat Kutai. Model pembelajaran yang dilakukan selama kegiatan menggunakan model Project Based Learning (PjBL), yang dimulai tahap persiapan, pelaksanaan, hingga penutup. Sejumlah 28 guru matematika SMP berpartisipasi dalam kegiatan ini. Seluruh peserta mengumpulkan tugas proyek individu dan kelompok. Di akhir kegiatan, peserta diberi angket respon selama mengikuti workshop dan diperoleh nilai rata-rata di atas 80%. Konteks sosial budaya masyarakat kutai yang digunakan dalam soal literasi meliputi ulap doyo, tas anjat, baju manik-manik, amplang, tradisi Erau, dan objek wisata Desa Pela. Desain soal-soal literasi matematika dikumpulkan untuk menyempurnakan modul workshop dan telah mendapatkan HKI.Mathematical literacy using the socio-cultural context of the community around students will help students maximize their mathematical literacy skills. This ethnomathematics workshop activity is aimed at junior high school mathematics teachers in Kartanegara Regency, so they can create and develop mathematical literacy questions by approaching the social–cultural context of the Kutai community. The workshop participants were given a Project-based learning (PjBL) model during the activity. This activity started from the preparation, implementation, and closing stages. The participants in this workshop are 28 junior high school mathematics teachers. All participants were given an activity response questionnaire at the end of the workshop and obtained an average value above 80%. Workshop participants can design mathematical literacy questions using the socio-cultural context of the Kutai people. The context used includes doyo ulap, anjat bag, manik-manik dress, amplang, Erau tradition, and Pela village tourist attraction. Mathematical literacy problem designs were collected to complete the workshop module and have been copyrighted. 
Pengaruh Prokrastinasi Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII MTs Insan Cendekia Sangatta Muflihah Utami Tahir; Azainil Azainil; Achmad Muhtadin
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Mulawarman Vol 3 (2023): Pembelajaran Berdeferensiasi dalam Mewujudkan Generasi Pancasila Unggul melalui Pembel
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prokrastinasi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII MTs Insan Cendekia Sangatta tahun ajaran 2022/2023.Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto. Dalam penelitian ini terdapat satu variabel bebas yaitu prokrastinasi serta satu variabel terikat yaitu hasil belajar. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Insan Cendekia Sangatta tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 108 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 83 siswa. Instrumen penelitian ini berupa angket prokrastinasi, dan tes hasil belajar. Angket digunakan untuk memperoleh data mengenai prokrastinasi, sedangkan tes tersebut digunakan untuk memperoleh data mengenai tes hasil belajar siswa pada materi aritmatika sosial. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan taraf signifikan (α) sebesar 5% atau 0,05. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata prokrastinasi siswa termasuk dalam kategori sedang dan rata-rata hasil belajar siswa termasuk dalam kategori rendah. Hasil analisis inferensial prokrastinasi nilai siginifikansi yaitu 0,099 maka diterima berarti tidak terdapat pengaruh prokrastinasi terhadap hasil belajar matematika siswa. Berdasarkan analisis inferensial maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh prokrastinasi terhadap hasil belajar siswa kelas VII MTs Insan Cendekia Sangatta.
Eksplorasi Etnomatematika Konsep Transformasi Geometri Translasi pada Motif Kerajinan Manik-Manik Suku Dayak Kenyah Haeruddin Haeruddin; Achmad Muhtadin; Muhammad Hafizh Naufal Yahya
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 7 No 1 (2023): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v7i1.5587

Abstract

Abstract This study aims to explore the Dayak Kenyah tribe's bead crafts through motifs that found and relatedto geometry transformation’s concept. This kind research is the qualitative research thorough an ethnography approach. Data were collected through observation, interview and documentation. The subject of this research is bead crafts and the object of this research is the geometry transformation’s that found in the motifs of bead crafts’s made. The data obtained in this research came from derived from direct observation of interview results, the results of interview, and the results of documentation. Based on the results of the exploration, it was found that the ten bead bening, saungaban, anjat, besunung, batuksapei, beluko letto, sepeiinoq, avet, and ta’a) studied had a connection to five motifs (fern’s motif, asoq’s motif, bang bekat’s motif, pun’s motif, and silung kelunan’s motif) were used which became examples the application of geometry transformation’s concept in translation.
Workshop Pembuatan Soal Matematika Berbasis CTL (Contextual Teaching Learning) dan Implementasinya Menggunakan Google Sites dalam Pembelajaran Achmad Muhtadin; Berahman Berahman; Reski Herawati
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.574

Abstract

Pemanfaatan media pembelajaran berbasis web berupa Google Sites masih asing dan belum familiar di kalangan guru. Google Sites sebagai media pembelajaran dapat dimanfaatkan oleh guru dalam mengupload video pembelajaran, gambar-gambar, maupun pembahasan materi dan bahkan soal evaluasi yang terintegrasi (video, gambar dan pembahasan/umpan baliknya). Soal berbasis CTL (Contextual Teaching Learning) mengaitkan isi pelajaran dengan lingkungan sekitar siswa, sehingga akan membuat pembelajaran lebih bermakna (meaningful learning). Untuk itu, perlu dibuat soal matematika yang berbasis CTL lalu mengimplementasikan soal dengan memanfaatkan Google Sites sebagai bahan evaluasi yang efektif dan efisien. Kegiatan Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kompetensi, dan skill guru dalam membuat soal-soal matematika berbasis CTL lalu menerapkannya dalam media pembelajaran berbasis web (Google Sites) yang variatif dan interaktif. Kegiatan diikuti oleh 20 orang guru matematika yang tampak antusias mengikuti workshop selama berlangsung. Metode kegiatan yang digunakan dalam workshop ini adalah: (1) Metode Ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman pembuatan soal matematika berbasis CTL dan implementasinya dengan Google Sites, (2) Metode demonstrasi, metode ini guru berlatih mempraktikkan membuat soal-soal matematika berbasis CTL sekaligus Google Sites setelah soal diselesaikan, dan (3) Metode diskusi dan Tanya jawab diberikan untuk mendampingi guru selama praktik. Hasil kegiatan workshop ini, guru mampu memaksimalkan dan meningkatkan kualitas soal matematika berbasis CTL dan web Google Sites dalam implementasi pembelajaran.
Eksplorasi Etnomatematika Konsep Geometri Datar dan Ruang pada Pakaian Adat Suku Dayak Kenyah Abdul Basir Abbas; Achmad Muhtadin; Krismarlina Jalung
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1343

Abstract

Etnomatematika hadir untuk menjembatani antara matematika dan budaya khususnya dalam pembelajaran matematika yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran matematika kontekstual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep geometri datar dan ruang yang terdapat pada pakaian Adat Suku Dayak Kenyah. Tempat penelitian di Desa Pampang Kota Samarinda Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek dalam penelitian ini adalah pakaian adat dan aksisoris suku dayak kenyah, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah konsep geometri datar dan ruang pada bentuk dan motif pakaian adat suku dayak kenyah. Data dikumpulkan melalui Studi literatur mengenai pakaian adat suku dayak kenyah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh lalu dianalisis dan dikelompokkan sesuai dengan konsep geometri datar dan ruang Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pakaian adat suku dayak Kenyah Desa Pampang terdapat konsep geometri datar dan ruang, meliputi (1) garis sejajar pada Baheng; (2) Persegi pada Tabit; (3) persegi panjang pada Tabit, Kelempit, dan Ta’a; (4) Segitiga Siku-siku pada Tabit dan Kelempit; (5) Segitiga Sama kaki pada Besunung; (6) Trapesium Sama Kaki pada Besunung, Tabit, dan Kelempit; (7) Belah Ketupat pada Kelempit, Seleng, dan Anting; (8) Lingkaran pada Kelempit, Sapai, Tapung, Sabau, dan Seleng; (9) Prisma Segitiga pada Kelempit; dan (10) Tabung pada Baheng.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA MATERI STATISTIKA Achmad Muhtadin; Putri Haryani Syahar; Usfandi Haryaka
EMTEKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/emteka.v5i1.4761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan project based learning pada materi Statistika di Kelas VIII-A SMP Negeri 29 Samarinda tahun ajaran 2021/2022. Metode penelitian yang diterapkan adalah peneltian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah 28 siswa. Sebanyak 22 siswa dianalis karena 6 siswa tidak mengikuti pembelajaran secara penuh. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumen berupa nilai dasar (Nilai UTS siswa), tugas individu (LKS Individu), tugas kelompok (LKS Kelompok), Tabel Perkembangan Proyek, Lembar Observasi Kegiatan (Siswa dan Guru), dan Tes Akhir Siklus. Hasil belajar matematika siswa dilihat dari peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari nilai dasar ke siklus I yaitu 48,64 menjadi 63,74. Pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 72,76. Pada siklus III nilai rata-rata meningkat menjadi 85,04. Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran pada siklus I masih tergolong cukup dan kurang sekali. Pada siklus II aktivitas guru dan siswa mencapai kategori baik dan cukup. Pada siklus III telah mengalami peningkatan dan mencapai amat baik untuk aktivitas guru maupun aktivitas siswa. Proyek berhasil dituntaskan secara kelompok sesuai dengan tuntunan LKS dengan nilai rata-rata tugas akhir 85,99. Model pembelajaran project based learning berhasil diimplementasikan dan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi statistika di kelas VIII-A SMP Negeri 29 Samarinda tahun ajaran 2021/2022.