Articles
453 Documents
Profil Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dalam Memecahkan Masalah Matematika Kontekstual pada Siswa Kelas VIII Ditinjau dari Gaya Kognitif
Syekhudin, Rizal;
Supandi, Supandi;
Wulandari, Dewi
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i2.8981
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis dalam memecahkan masalah matematika kontekstual pada siswa kelas kelas VIII ditinjau dari gaya kognitif Field Independent (FI) dan gaya kognitif Field Dependent (FD). Penelitian ini dilakukan siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Slawi pada kelas VIII G yang terdiri dari empat siswa, dua subjek dengan gaya kognitif Field Dependent dan dua siswa dengan gaya kognitif Field Independent. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa dengan gaya kognitif Field Dependent subjek cenderung hanya memenuhi satu dari tiga aspek dalam indikator berpikir kreatif yaitu aspek kefasihan. Sehingga subjek berada pada tingkat kemampuan berpikir kreatif ke 1 (kurang kreatif). Sedangkan siswa dengan gaya kognitif Field Independent cenderung memenuhi tiga aspek dalam indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan, kelenturan dan kebaruan. Sehingga subjek berada pada tingkat kemampuan berpikir kreatif ke 4 (sangat kreatif).
Pengaruh Model Pembelajaran Means-End Analysis (MEA) dan Mind Mapping Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas VIII
Wulandari, Astri;
Ariyanto, Lilik;
Sutrisno, Sutrisno
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i1.8694
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Alternatif pembelajaran terhadap kemampuan penalaran matematis adalah dengan menerapkan model pembelajaran Means-End Analysis, model pembelajaran Mind Mapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Mengetahui adanya perbedaan rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa dengan model pembelajaran Means-End Analysis, model pembelajaran Mind Mapping, dan pembelajaran konvensional dengan model Direct Learning. (2) Mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa menggunakan model pembelajaran Means-End Analysis lebih baik dari pembelajaran konvensional dengan model Direct Learning. (3) Mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa menggunakan model pembelajaran Mind Mapping lebih baik dari pembelajaran konvensional dengan model Direct Learning. (4) Mengetahui adanya perbedaan rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Means-End Analysis, dengan yang menggunakan model pembelajaran Mind Mapping. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Kedungtuban tahun pelajaran 2020/2021. Sampel yang diambil adalah kelas VIII A, VIII B, dan VIII C dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dokumentasi dan tes. Teknik analisis data dengan anava satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa: Tidak terdapat perbedaan rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa antara yang diajarkan dengan model pembelajaran Means-End Analysis (MEA), model pembelajaran Mind Mapping dan model pembelajaran konvesional (Direct Learning).
Profil Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Ditinjau dari Kemandirian Belajar
Al Rosyid, Muhammad Dody;
Ariyanto, Lilik;
Nursyahidah, Farida
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i2.9093
Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis profil atau gambaran mengenai kemampuan komunikasi matematis siswa SMP yang dapat ditinjau dari kemandirian belajar siswa kelas VII Semester 2. Adapun penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian yaitu 3 siswa SMP Negeri 1 Tirto kelas VII D dengan kemandirian belajar kategori tinggi, sedang, dan rendah. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan dari teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner kemandirian belajar siswa, tes kemampuan komunikasi matematis, dan wawancara. Kemampuan komunikasi matematis subjek KNN dengan kemandirian belajar kategori tinggi dapat memenuhi memenuhi semua indikator dari kemampuan komunikasi matematis. Kemampuan komunikasi matematis subjek JLP dengan kemandirian belajar kategori sedang hanya memenuhi lima indikator yang ada dalam kemampuan komunikasi matematis. Kemampuan komunikasi matematis subjek MF dengan kemandirian belajar kategori rendah hanya mendapatkan dua indikator dalam kemampuan komunikasi matematis.
Efektivitas Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan Think Talk Write (TTW) Berbantu Ispring Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMK Antonius Semarang
Pramujito, Yosef Sunar;
Sutrisno, Sutrisno;
Zuhri, M. Saefuddin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i1.8576
Kunci kesuksesan dari seseorang dapat dilihat dari kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Dalam dunia pendidikan komunikasi merupakan salah satu hal penting yang seharusnya mendapat perhatian khusus dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Usaha guru dalam mengembangkan kemampuan komunikasi matematis perlu menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dan Think Talk Write (TTW) menggunakan media Ispring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantu media Ispring, Think Talk Write (TTW) berbantu media Ispring, dan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Antonius Semarang dengan menggunakan random sampling yang memperoleh kelas X AKL sebagai kelas eksperimen I, kelas X OTKP sebagai kelas eksperimen 2, dan kelas X MM sebagai kelas kontrol. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar pada siswa yang menggunakan model Think Pair Share berbantu Ispring pada kelas eksperimen I dan model pembelajaran Think Talk Write berbantu Ispring pada kelas eksperimen II dengan pembelajaran konvensional. Rata-rata siswa yang menggunakan model Think Pair Share dan Think Talk Write berbantu Ispring lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model konvensional. Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model Think Pair Share dan Think Talk Write.
Problematika Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Matematika pada Pembelajaran Blended di Masa Pandemi COVID-19
Karsim, Karsim;
Ratnaningsih, Nani
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i2.10254
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis problematika yang dialami guru dan siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan strategi pembelajaran blended di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Banjar dengan subjek penelitian guru matematika dan siswa kelas IX. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik puposive sampling. Pada penelitian ini akan digunakan instrumen berupa angket dan lembar wawancara untuk pengambilan data penelitian. Berdasarkan hasil analisis angket dan wawancara yang dilakukan kepada guru dan siswa, problematika yang dialami guru dan siswa dalam pembelajaran matematika pada pembelajaran blended di masa pandemi COVID-19 yaitu pembelajaran blended belum mampu membuat siswa dapat belajar secara mandiri, guru masih perlu usaha untuk membimbing dan membangkitkan semangat siswa secara dalam agar aktif dalam mengikuti pembelajaran, hanya mampu memahami materi sekitar 50-75% dan sebagian besar siswa lebih memilih pembelajaran tatap muka penuh. Melalui pembelajaran blended, siswa merasa kurang semangat mengikuti pembelajaran matematika disekolah dan berpendapat bahwa kurang efektif dilaksanakan dalam pembelajaran matematika serta menjadi tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran. Dalam pembelajaran blended, siswa dapat meminta bantuan siapapun saat pembelajaran online dirumah untuk mengerjakan tugas matematika yang diberikan guru dan tidak berani bertanya langsung kepada guru ketika mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diberikan. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu masih banyak problematika yang dialami siswa dan guru dalam pembelajaran matematika pada pembeljaran blended di masa pandemi COVID-19.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dengan Pendekatan PMRI pada Materi Lingkaran Kelas VIII SMP
Saptana, Della Ayu;
Supandi, Supandi;
Buchori, Achmad
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i2.8986
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa dengan pendekatan PMRI pada materi lingkaran kelas VIII SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 27 siswa kelas VIII SMP PGRI Purwareja Klampok kemudian dipilih 1 siswa dari kategori kemampuan komunikasi tinggi, 1 siswa dari komunikasi matematis sedang dan 1 siswa dari kategori komunikasi matematis rendah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil dari tes tertulis, dan wawancara. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan siswa yang berada pada kategori kemampuan komunikasi matematis tinggi memiliki skors komunikasi matematis yang tinggi pula, siswa yang berada pada kategori komunikas matematis sedang memiliki skors komunikasi matematis berada di rata – rata dan siswa yang berada pada kategori rendah memiliki skors komunikasi matematis yang rendah pula. Siswa dengan kategori komunikasi tinggi mampu menggunakan indicator komunikasi matematis dengan baik dan benar, mampu menuliskan permasalahan kedalam model matematika. Siswa komunikasi matematis kategori sedang mampu menggunakan indicator komunikasi matematis dengan baik namun kurang lengkap. Siswa dengan kategori rendah kurang mampu menggunakan indicator komunikasi matematis.
Keefektifan Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dan Realistic Mathematics Education (RME) Berbantuan E-Magazine Terhadap Kemampuan Berpikir Logis pada Siswa SMP
Noviasari, Tutik;
Shodiqin, Ali;
Dwijayanti, Ida
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i1.8665
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Apakah terdapat perbedaan rata-rata penggunaan model pembelajaran MMP dan RME berbantuan E-Magazine dengan model pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan berpikir logis siswa. (2) Apakah terdapat perbedaan rata-rata penggunaan model pembelajaran MMP berbantuan E-Magazine lebih baik daripada penggunaan model pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan berpikir logis siswa. (3) Apakah terdapat perbedaan rata-rata penggunaan model pembelajaran RME berbantuan E-Magazine lebih baik daripada penggunaan model pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan berpikir logis siswa. (4) Apakah terdapat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir logis siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran MMP dengan RME berbantuan E-Magazine. (5) Apakah kemampuan berpikir logis siswa pada penggunaan model pembelajaran MMP berbantuan E-Magazine mencapai ketuntasan secara individu dan klasikal yang telah ditetapkan. (6) Apakah kemampuan berpikir logis siswa pada penggunaan model pembelajaran RME berbantuan E-Magazine mencapai ketuntasan secara individu dan klasikal yang telah ditetapkan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling terpilih kelas VIII A sebagai kelas eksperimen 1, kelas VIII B sebagai kelas eksperimen 2, dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Hasil analisis diperoleh bahwa ketiga kelas berdistribusi normal, homogen dan hipotesis 1 untuk anava diperoleh   yaitu 5,6616 3,146 artinya ada perbedaan rata-rata antara ketiga model pembelajaran. Pada hipotesis 2, 3 dan 4 diperoleh   yaitu 0,029 3,146 maka kemampuan berpikir logis kelas eksperimen 1 sama dengan kemampuan berpikir logis kelas eksperimen 2. Pada hipotesis 5 dan 6 diperoleh    yaitu 13,719 1,73 maka siswa kelas eksperimen 1 dan 2 tuntas secara individual, dikatakan tuntasan belajar klasikal sebesar 100%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran MMP dan RME berbantu E-Magazine lebih efektif dari pada model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir logis pada siswa SMP.
Kemampuan Literasi Matematis Siswa Kelas VIII dalam Memecahkan Soal SPLDV Model PISA Ditinjau dari Adversity Quotient Tipe Climbers
Budiyanti, Ajeng Ivo Alfiyun;
Sutrisno, Sutrisno;
Prayito, Muhammad
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i2.9145
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tahapan literasi matematis siswa kelas VIII dalam memecahkan soal Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) model PISA yang ditinjau dari Adversity Quotient tipe climbers. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari dua siswa kelas VIII yang bertipe climbers. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu angket adversity response profile (ARP), tes tertulis dan wawancara, serta dilengkapi dengan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data reduction, data display dan conclusion drawing/verification yang berbantuan software QSR NVivo. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kedua subyek climbers mampu merumuskan masalah secara matematis; (2) kedua subyek climbers mampu menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran untuk memperoleh solusi; (3) kedua subyek climbers mampu menafsirkan, menerapkan dan mengevaluasi hasil perhitungan. Sehingga, kedua subyek climbers mampu dalam proses tahapan literasi matematis.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Program Linier
Larasati, Diah Ayu;
Nugroho, Aryo Andri;
Setyawati, Rina Dwi
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i1.8473
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah program linier.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa dengan kemampuan representasi matematis tinggi, sedang dan rendah. Siswa dipilih berdasarkan nilai hasil ulangan harian program linier, lalu diberikan tes pertama dan wawancara pertama. Selanjutnya subjek diberikan tes dan wawancara kedua dengan materi yang hampir sama dengan tes pertama untuk mengetahui subjek menjawab dengan konsisten. Teknik triangulasi menggunkan triangulasi waktu. Kemampuan representasi matematis siswa di deskripsikan dengan menguasai indikator kemampuan representasi visual (gambar/tabel), simbolik (persamaan atau ekspresi matematis), dan verbal (kata-kata dan teks tertulis). Hasil menunjukan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi dan sedang memenuhi semua indikator dengan baik dibanding dengan siswa berkemampuan representasi matematis rendah hanya memenuhi satu indikator.
Rekonstruksi Langkah Penyelesaian Pertidaksamaan Kuadrat Berbantuan Aljabar
Waliyuddin, Dzulfiqar Satria;
Afandi, Hanif Abdul Karim;
Fathin, Muhammad Akmal
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i2.9930
Kesulitan siswa dalam menyelesaikan permasalahan pertidaksamaan kuadrat salah satunya disebabkan oleh miskonsepsi dalam mengaplikasikan langkah-langkah penyelesaian. Hal tersebut dapat dilihat dari kesalahan-kesalahan yang ditunjukan oleh siswa ketika menyelesaikan permasalahan pertidaksamaan kuadrat dengan menggunakan langkah-langkah penyelesaian yang dicontohkan oleh text book atau modul belajar siswa. Definisi umum dari langkah-langkah penyelesaian adalah urutan langkah-langkah logis untuk memecahkan penyelesaian dari suatu masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Oleh karena itu, kesulitan-kesulitan siswa dalam mengerjakan soal pertidaksamaan kuadrat dapat diatasi dengan langkah sistematis dan jelas. Penelitian ini dilakukan untuk merekonstruksi ulang langkah-langkah penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. Proses penyusunan ulang dilakukan berdasarkan studi literatur yang dilakukan oleh peneliti. Selanjutnya berdasarkan informas-informasi yang diperoleh, peneliti merekonstruksi ulang langkah penyelesaian pertidaksamaan kuadrat sehingga diperoleh langkah-langkah yang sistematis dan logis.