cover
Contact Name
Ani Tjitra Handayani
Contact Email
ani.tjitra@sttnas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jalan Babarsari, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
KURVATEK
ISSN : -     EISSN : 24777870     DOI : https://doi.org/10.33579/krvtk.v4i1
Jurnal KURVATEK diterbitkan pertama kali tahun 2016 oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian masyarakat pada Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Jurnal ini mempunyai misi sebagai media pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang geologi, pertambangan, elektro, sipil, material teknik,konversi energi, enegi terbarukan, serta perencanaan wilayah dan kota. Area tulisan dalam jurnal ini cukup luas. Cakupan penulisan mulai dari kajian pustaka maupun ekperimen yang ditulis dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah yang baik dan benar.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2017): April 2017" : 12 Documents clear
PREDIKSI KEDALAMAN BATUBARA MENGGUNAKAN TRIANGGULASI DAN KRIGING Agung Dwi Sutrisno
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.249

Abstract

Salah satu fokus dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) adalah pengembangan energi batubara. Sebelum batubara dieksploitasi dilakukan eksolorasi terlebih dahulu. Kegiatan eksplorasi meliputi kegiatan pemboran. Dalam pemboran detil penghematan dapat dilakukan apabila prediksi kedalaman batubara dapat diperkirakan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keakuratan antara metode trianggulasi dengan metode kriging dalam memprediksi kedalaman lapisan batubara pada suatu lokasi menggunakan software surfer. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode komparatif. Data lapisan batubara meliputi koordinat dan elevasi serta elevasi dan ketebalan batubara diplot bersamaan dengan peta topografi. Peta kontur batubara dibuat menggunakan metode trianggulasi dan kriging. Keduanya dikomparasikan. Analisis dilakukan dengan cara crosscheck dari kedua metode di atas dengan record data aktual. Nilai dengan selisih tekecil berarti tingkat akurasinya lebih baik. Hasilnya, metode kriging mempunyai selisih prediksi rata-rata 22,2 m, sedangkan metode trianggulasi mempunyai selisih prediksi 2,4 m. Dengan demikian, metode trianggulasi prediksinya lebih baik dibandingkan dengan metode kriging.
PEMETAAN DAERAH RAWAN RESIKO GEMPA BUMI BERDASARKAN ANALISIS DATA MIKROTREMOR MENGGUNAKAN METODE HVSR DI KOTAMADYA DENPASAR DAN SEKITARNYA, BALI Riski Kurniawan
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.415

Abstract

Telah dilakukan pengukuran mikrotremor di Kotamadya Denpasar dan sekitarnya pada bulan Mei sampai Juni dan Oktober sampai November 2014 oleh Pusat Survey Geologi (PSG) Bandung.. Penelitian ini dilakukan pada 249 titik pengukuran mikrotremor single station.  Pemetaan ini dilakukan untuk memetakan daerah rawan resiko di daerah penelitian berdasarkan hasil pengolahan data mikrotremor menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectrum Ratio) dengan bantuan software geopshy. Hasil pengolahan data mikrotremor Kotamadya Denpasar dan sekitarnya diperoleh nilai frekuensi dominan berkisar antara (0,96 – 14,59) Hz, nilai amplifikasi 1,15 – 12,08, nilai indeks kerentanan seismik 0,27 – 39,81, nilai percepatan getaran tanah permukaan (34,93 – 147,59) gal dan nilai ground shear strain 1,5 x  – 2,1x    .Berdasarkan pengolahan data mikrotremor daerah Kotamadya Denpasar dan sekitarnya menunjukan bagian selatan daerah penelitian memiliki potensi kerusakan lebih tinggi dibandingkan dengan bagian utara saat terjadi gempa bumi.
PENYEBARAN BATUAN ANDESIT DENGAN METODE GEOLISTRIK DI DESA LAKSANAMEKAR BANDUNG handoyo saputro
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.418

Abstract

Penelitian Penyebaran Batuan Andesit dilakukan dengan Metode Geolistrik di Desa Laksanamekar Bandung yang bertujuan menentukan volume batuan andesit dan distribusinya, dengan menggunakan metode resisitivity vertical electrical sounding konfigurasi Wenner. Daerah tersebut terletak di antara kontur 725 dan 758 m. Pelapisan di daerah ini diwakili oleh lapisan lapuk di permukaan, endapan vulkanik muda dan batuan andesit. Pada daerah seluas 225 m x 150 m, dilakukan pengukuran tahanan jenis semu melalui 7 lintasan sounding. Pengolahan data dilakukan dengan sofware IPI2Win untuk memperoleh kurva pseudo cross-section dan resistivity section sehingga dapat ditentukan ketebalan lapisan di bawah permukaan. Batuan andesit terletak antara kedalaman (38 – 45) m, dengan variasi tahanan jenis dari (352 – 512) W.m. Volume batuan andesit dihitung dengan metode mapping. Volume batuan andesit terhitung 1.347.866 m3. Hasil penelitian ini dipakai untuk menunjang operasi penambangan batuan andesit demi optimalisasi pemakaian peralatan tambang dan efisiensi waktu kerja.
PERHITUNGAN SUMBERDAYA BATUAN BREKSI ANDESIT BERDASARKAN UKURAN FRAGMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KABUPATEN CILEGON BANTEN Andyono Broto Santoso; Hidayatullah Sidiq
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.526

Abstract

Pemerintah Indonesia saat ini sedang mencanangkan program Infrastruktur yang berkelanjutan, dalam program tersebut akan dibutuhkan berbagai macam sumberdaya alam untuk ikut menyukseskannya. Salah satu sumberdaya yang ikut berperan besar adalah bahan baku berupa batuan breksi andesit. Breksi andesit merupakan salah satu komoditi pertambangan bahan galian yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat, seperti untuk pondasi bangunan, pembuatan jembatan, dan lain sebagainya. Breksi andesit dengan jumlah yang berlimpah dan dekat dengan lokasi proyek pembangunan akan bernilai ekonomis untuk ditambang. Namun demikian, dalam eksplorasinya breksi ini tidak semuanya tersingkap di permukaan sehingga perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut dengan menggunakan metode geofisika untuk mengetahui keberadaan breksi dibawah permukaan untuk mengurangi resiko kegagalan dalam penambangan serta dapat memperkirakan potensi sumberdaya breksi di daerah penelitian. Hasil penelitian dari nilai resistivitas lebih besar dari 150 Ohmm menunjukan volume potensi keseluruhan jumlah andesite berfragmen kecil dan besar dengan volume 15.600.000 BCM. Sedangkan pada nilai resistivitas lebih besar dari 400 Ohmm menunjukan volume andesite fragmen besar dengan karakteristik batuan yang lebih massif dengan volume 3.384.000 BCM.
PENENTUAN KENAIKAN TEGANGAN PADA KONDUKTOR PHASA PASCASAMBARAN PETIR DI PUNCAK MENARA SUTET-500 kV Budi utama
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.534

Abstract

Besaran tegangan lebih pada konduktor fasa ketika terjadi sambaran petir di puncak menara transmisi yang dikaitkan dengan amplitudo arus petir adalah hal yang sulit ditentukan. Padahal data besaran tegangan lebih sangat penting dalam memprediksi kinerja petir pada saluran transmisi, perhitungan tegangan flashover pada isolator suspensi, dan penentuan intensitas medan listrik pada jalur transmisi tegangan ekstra tinggi.  Tulisan ini mennyajikan sebuah metoda perhitungan tegangan lebih dengan menggunakan komputer dimana sebuah “aliran-penghubung-naik” untuk sebuah sambaran petir ikut dipertimbangkan. Hasil akhirnya adalah bahwa hubungan antara arus petir, parameter menara, dan pemunculan tegangan lebih dapat disajikan melalui beberapa kurvanya
IDENTIFIKASI POTENSI PERKEMBANGAN EKONOMI WILAYAH KABUPATEN SLEMAN DALAM KONTEKS URBAN-RURAL LINKAGE Ogi Dani Sakarov
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.536

Abstract

Polarisasi desa-kota telah menjadi fenomena kewilayahan hampir di semua negara berkembang di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh ekspansi perkembangan aktivitas kota baik spasial maupun non spasial dimana dalam proses perkembangannya selalu melibatkan wilayah sekitar. Yang menjadi permasalahan adalah sering munculnya back-wash effect, dimana peran kota atas desa dalam proses perkembangan ini sering kali menjadikan desa sebagai penyangga dan pemasok sumber daya pertumbuhan kota, sehingga kota lebih berperan sebagai parasit yang mengekploitasi sumberdaya desa untuk stimulan pertumbuhannya. Penelitian ini mengidentifikasi kecenderungan perkembangan ekonomi wilayah Kabupaten Sleman sehingga dapat teridentifikasi potensi perkembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif, dan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik analisis sector basis (location quotient) dan shift share. Dari hasil analisis sektor basis dapat dilihat bahwa sektor-sektor yang merupakan ciri khas sektor ekonomi perdesaan sebagian besar bukan merupakan sektor basis, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan dan penggalian, perdagangan besar dan eceran. Sedangkan, sektor yang menjadi basis aktivitas ekonomi wilayah cenderung menunjang proses urbanisasi, seperti real estat, konstruksi, industry dan lain-lain. Begitu juga yang diperlihatkan oleh hasil analisis kinerja ekonomi wilayah melalui analisis shift-share, bahwa sector-sektor khas masyarakat perdesaan memiliki ritme pertumbuhan yang lambat dan tidak memiliki daya saing. Kata kunci: potensi ekonomi, hubungan desa-kota, sektor basis, kinerja ekonomi wilayah
PERBANDINGAN NILAI MOMEN PADA BALOK BETON BERTULANG MENGGUNAKAN SNI 1726-2002 DAN SNI 1726-2012 DI JAKARTA, BANDUNG, DAN YOGYAKARTA rizal maulana
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.542

Abstract

AbstrakTelah terjadi perubahan wilayah gempa di Indonesia, sehingga diterbitkanlah peraturan gempa baru, yaitu SNI 1726-2012 yang menggantikan SNI 1726-2002. Oleh karena itu bangunan saat ini harus direncanakan dengan peraturan baru. Perubahan SNI gempa ini berakibat pada perencanaan struktur pada bangunan gedung. Penelitian dilakukan dengan membuat model struktur bangunan kantor 3 lantai menggunakan program computer SAP 2000 v.14. Lokasi bangunan yang diteliti berada di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Parameter bangunan untuk SNI 1726-2002 dan SNI 1726-2012 pada tiga kota tersebut adalah sama, hal ini bertujuan karena penelitian dilakukan untuk membandingkan efek gempa terhadap nilai momen pada balok beton bertulang pada kota tersebut. Dari hasil analisis program computer SAP 2000 v.14 didapatkan peningkatan nilai momen ultimit awal balok menggunakan SNI 1726-2012 dibandingkan dengan SNI 1726-2002 pada Kota Jakarta sebesar 7,1%, Kota Bandung sebesar 39,38%, dan Kota Yogyakarta sebesar 32,85%. Peningkatan terbesar terjadi pada Kota Bandung, dan terkecil pada Kota Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan seismisitas yang cukup signifikan di Kota Bandung dan Yogyakarta. Kata kunci: Gempa, Struktur Balok, Momen
ANALISIS PENGURANGAN RESIKOBANJIR LAHAR DINGIN DI KECAMATAN DANUREJAN Sely Novita Sari
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.547

Abstract

Letusan gunung pada tahun 2010 membawa dampak yang sangat luar biasa terhadap tatanan social ekonomi maupun kehidupan seputar puncak gunung merapi.Hal tersebutmengakibatkan ancaman bencana banjir lahar pada daerah pemukiman di sepanjang bantaran yang berhulu di daerah Gunung Merapi.Sungai Code merupakan salah satu sungai yang terkena dampak aliran lahar GunungMerapi pasca erupsi 2010 lalu. Endapan dari material pasir dan batuan yang dibawa air daripuncak Gunung Merapi membuat Sungai Code mengalami pendangkalan dan mengurangikapasitas tampungan sehingga rawan akan terjadinya aliran lahar. Kecamatan Danurejan yang berada berada di wilayah Kota Jogjakarta merupakan daerah yang padat penduduk, dengan kepadatan 27.856 jiwa/km2. Letak KecamatanDanurejan berada di bantaran sungai Code, yang merupakan sungai berhulu di GunungMerapi, sehingga termasuk daerah yang terancam oleh banjir lahar dingin.Dari beberapa kejadian di tahun yang sudah lalu, banjir lahar dingin terbuktimenimbulkan kerusakan dan kerugian yang tidak sedikit, yang meliputi aspek fisik, ekonomi,social, dan budaya.Sehingga perlu dilakukan Risk Assessment di Kecamatan Danurejanuntuk mengetahui tingkat risiko yang ditimbulkan oleh bencana banjir lahar dingin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tindakan apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko banjirlahar dingin di kecamatan Danurejan. (Risk Response) dan menentukan tindakan yang paling tepat untuk mengurangi risiko akibat banjir lahar dingin di kecamatan Danurejan. (Risk Monitoring).Penelitian ini membutuhkan dua macam data, yaitu data hazard banjir kali code dikecamatan Danurejan dan data wilayah kecamatan Danurejan. Data hazard meliputi catatansejarah kejadian banjir lahar dingin di kecamatan Danurejan pada masa yang lalu dan dataancaman banjir lahar dingin merapi di kali Code. Sedangkan data wilayah kecamatanDanurejan meliputi data kependudukan, data kondisi fisik, ekonomi, social dan budaya, sertadata kemajuan wilayah.Dari nilai hazard, vulnerability, dan capacity akan menjadi dasar dalamperhitungan Risk Assesment, sehingga diperoleh nilai risiko untuk banjir lahardingin di Kecamatan Danurejan adalah 0,4506 dan termasuk risiko tinggi.Risk Respon dilakukan setelah analisa terhadap risk assessment dilakukan dandiketahui memiliki risiko tinggi terhadap banjir lahar dingin, sehingga dilakukanmitigasi untuk menurunkan risiko tersebut. Hasil keseluruhan biaya yang harusdikeluarkan saat mitigasi adalah 2,8 M.
PETROGENESA BATUAN INTRUSIF GUNUNG BERJO - BUTAK, DAERAH GODEAN BERDASARKAN DATA PETROGRAFINYA Okki Verdiansyah
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.550

Abstract

Daerah Godean merupakan bagian dari vulkanisme Miosen, yang tersisa pada daerah Yogyakarta bagian tengah. Vukanisme pada daerah Godean, diperkirakan sebagai produk dari busur gunungapi kepulauan dengan diferensiasi yang terbentuk mulai dari andesit basaltik, andesit dasitik, dasit, riodasit, dan kembali menjadi andesit basaltik. Penelitian dilakukan pada batuan beku pada gunung Berjo, gunung Butak, batuan intrusi subvulkanik dengan orientasi sebaran selatan- timurlaut. Analisis data menggunakan petrografi sebanyak 17 sayatan tipis untuk melihat mineralogi dan tekstur khusus yang terdapat dalam batuan. Morfologi daerah penelitian berupa bukit terisolir dengan kelerengan 51 – 56 %, merupakan produk denudasional yang dikelilingi endapan kuarter dari fluvio-vulkanik gunung Merapi. Litologi pada gunung Berjo dan gunung Buthak terdiri dari andesit piroksen, dasit, andesit, basalt piroksen, yang merupakan batuan intrusi dangkal (subvolcanic intrusion) dengan tekstur utama berupa intersitial, mortar, porfiritik  yang diikuti tekstur khusus berupa oscilating zoning, sieve, dan miarolitic cavities terisi epidot-feldspar-kuarsa sebagai indikasi proses magmatic-hydrothermal pada suhu ± 200 - 400ºC diikuti alterasi hidrotermal berupa phyllic dan propylitic alteration yang terbentuk pada pH  4-5 dengan temperatur 200-3000C. Petrogenesa batuan gunung Berjo dan Butak diinterpretasi terbentuk sebagai batuan intrusi dangkal pada kedalaman 500 m dari permukaan purba, afinitas magma kapur alkali busur gunung api kepulauan dengan konten air tinggi, yang diikuti proses fraksinasi kristalisasi dengan pergerakan magma intrusi yang relatif melambat dan menerobos batuan sedimen karbonat. Petrogenesa daerah Godean masih perlu diperkuat dengan riset mineralogi lebih detil dan data lain yang mendukung.
HYDROISOTOPE OF GROUNDWATER IN WESTERNPART OF WEST PROGO DOME T. Listyani R.A.
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.552

Abstract

Penelitian ini merupakan survei hidrogeologi dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik isotop airtanah. Lokasi penelitian adalah daerah Samigaluh, khususnya yang termasuk dalam Kubah West Progo,  termasuk dalam kapling peta RBI Lembar Purworejo dan Sendangagung.  Wilayah yang diteliti ini merupakan daerah yang masuk dalam zone non Cekungan Airtanah (non CAT). Metode penelitian adalah survei hidrogeologi lapangan, disertai dengan pengambilan dua contoh airtanah untuk uji isotop. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi data airtanah dan petrologi. Analisis data meliputi analisis hidrogeologi berdasarkan data isotop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa airtanah yang diteliti memiliki karakteristik isotop ringan dan berat. Kandungan isotop tersebut menunjukkan bahwa airtanah mengalir pada jarak relatif dekat dan kemungkinan hingga intermediate. Kandungan isotop yang lebih berat menunjukkan adanya sumber air recharge di dekat mataair namun pada elevasi yang lebih rendah. Hal ini didukung oleh kandungan TDS airtanah yang relatif rendah (86 – 108 ppm)

Page 1 of 2 | Total Record : 12