cover
Contact Name
Ani Tjitra Handayani
Contact Email
ani.tjitra@sttnas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jalan Babarsari, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
KURVATEK
ISSN : -     EISSN : 24777870     DOI : https://doi.org/10.33579/krvtk.v4i1
Jurnal KURVATEK diterbitkan pertama kali tahun 2016 oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian masyarakat pada Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Jurnal ini mempunyai misi sebagai media pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang geologi, pertambangan, elektro, sipil, material teknik,konversi energi, enegi terbarukan, serta perencanaan wilayah dan kota. Area tulisan dalam jurnal ini cukup luas. Cakupan penulisan mulai dari kajian pustaka maupun ekperimen yang ditulis dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah yang baik dan benar.
Articles 265 Documents
SIMULASI SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK HIBRID TENAGA SURYA DAN ANGIN DI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI hendra hardianto pradana; Husein Mubarok
KURVATEK Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i2.1103

Abstract

Dalam melakukan aktifitas belajar mengajar di Fakultas Teknologi Industri memerlukan energi listrik.. Energi listrik yang digunakan merupakan suplai dari PLN yang berasal dari bahan bakar fosil. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil maka dibutuhkan pemanfaatan pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi alternatif. Untuk memanfaatkan energi alternatif yang tersedia, peneliti menggunakan panel surya dan turbin angin sebagai pembangkit energi listrik energi terbarukan. Perangkat lunak HOMER digunakan dalam pembuatan simulasi sistem pembangkit hibrid serta digunakan untuk menentukan sistem pembangkit yang paling optimal serta dapat mengetahui nilai ekonomis dari sistem pembangkit yaitu Net Present Cost (NPC) dan Cost of Energy (COE). Hasil simulasi yang didapatkan dari perangkat lunak HOMER adalah sistem pembangkit hibrid dan panel surya mampu menghasilkan daya 39.099 kWh/tahun dan memiliki persantase penggunaan energi terbarukan sebesar 71 %. Dari sisi ekonomis pembangkit  listrik tenaga angin dan surya memiliki nilai NPC yang lebih tinggi sebesar Rp 1.137.367.996,00 dibandingkan dengan pembangkit listrik dari PLN sebesar Rp 750.060.108,00. Namun sistem pembangkit hibrid energi alternatif memiliki COEyang rendah yaitu sebesar Rp 836,34 dan niali COE dari PLN sebesar Rp 900,00.Kata kunci : Renewable Energy, sel surya, Turbin angin, HOMER
PENERAPAN TEKNOLOGI CORRUGATED-MORTAR BUSA PUSJATAN (CMP) PADA FLY OVER DERMOLENG Wahyu S Winurseto
KURVATEK Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i2.1104

Abstract

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga pada tahun 2017 membangun beberapa jembatan layang untuk mengatasi kemacetan, salah satunya adalah Fly Over Dermoleng yang terletak di Provinsi Jawa Tengah ditargetkan dapat difungsikan pada Lebaran 2017 dengan masa konstruksi yang hanya sekitar empat bulan. Pembangunan Fly Over Dermoleng menggunakan teknologi Corrugated-Mortar Busa Pusjatan (CMP) yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, teknologi andalan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di perkotaan. Penggunaan teknologi tersebut dapat berhasil mengefisiensikan masa konstruksi jembatan layang menjadi hanya sekitar empat bulan serta mampu menghemat biaya pembangunan hingga 70 persen dibandingkan teknologi konstruksi jembatan layang konvensional. Teknologi CMP merupakan pengembangan teknologi Corrugated Steel Arch, yang mempunyai banyak kelebihan dibandingkan apabila fly over menggunakan konstruksi konvensional. Kelebihan teknologi CMP antara lain lebih efisien 60-70% serta 50% lebih cepat dalam masa konstruksi dibandingkan konstruksi konvensional, sehingga istilah fly over CMP dapat juga diartikan sebagai “Fly Over Cepat Murah Pusjatan”. Tingkat efisiensi tinggi yang diperoleh merupakan hasil kontribusi penggunaan mortar busa untuk timbunan pendekat jembatan, yang merupakan ciri unik dari teknologi CMP. Potensi penggunaan CMP, dengan perkembangan teknologi yang ada, tidak hanya dapat dipergunakan untuk perlintasan kereta api saja, namun sangat cocok untuk persimpangan jalan yang membutuhkan bentang yang panjang. Kata kunci: Corrugated-Mortar Busa Pusjatan (CMP), fly over, teknologi konstruksi
KAJI EKSPERIMENTAL SISTEM MINI BRINE COOLING UNTUK PENDINGIN KABIN DENGAN METODE RADIANT COOLING Arda Rahardja Lukitobudi; Asep Rohmat Hidayat
KURVATEK Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i2.1105

Abstract

Pendinginan ruangan  dengan radiant cooling menyerap panas yang masuk melalui proses radiasi dan konveksi dengan menggunakan brine serta mensirkulasikan brine tersebut ke dalam saluran pemipaan yang dipasang secara khusus dengan cara ditanam pada dinding semen, lantai dan atap kabin untuk memberikan suhu yang rendah sebagai penyimpan kalor. Pendingin brine menggunakan sistem refrigerasi kompresi uap dengan secondary refrigerant yaitu larutan propylene glycol sejumlah 33% dari besar volume thermal storage yang dirancang. Desain mini brine cooling ini dibuat agar dapat digunakan sebagai sistem pendinginan umum yang pada penelitian ini menggunakan beban pendinginan tomat 1 kg, menggunakan metode radiant cooling dengan semen sebagai media penyimpan kalor serta untuk menguji performansinya. Dalam perhitungan didapatkan beban total pendinginan sebesar 1152,62 watt. Chilling Time selama 93 menit dengan sistem kompresi uap berkapasitas 1Hp. Temperatur cut off kabin pada temperatur 5 °C dengan media pendingin larutan propylene glycol 33% dan beban produk tomat 1 Kg. COPaktual  yang  didapatkan sebesar 3,70 dan COPcarnot sebesar 4,57 serta nilai efesiensi sistem sebesar 80,96%. Capaian pendinginan brine pada temperatur -3,2 °C dan capaian pendingin produk paling rendah pada temperatur 4,1 °C pada menit ke-430. Kata kunci: radiant cooling, propylene glycol
PREDIKSI CADANGAN RESERVOIR GAS BERDASARKAN INTEGRASI TIGA MODEL TEKANAN RESERVOIR RATA-RATA,TUJUH MODEL FAKTOR KOMPRESIBILITAS GAS DAN METODE MATERIAL BALANCE; (STUDI KASUS LAPANGAN “MC” PER 31-01-2017) Sudarmoyo Gunanto; Avianto Kabul Pratiknyo; Sigit Priyanto
KURVATEK Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i2.1106

Abstract

Lapangan gas “MC” reservoir “SDM” terletak dibagian barat blok Sumatera Selatan.  Reservoir “SDM” telah diproduksi oleh 4 sumur, mulai produksi  Juli 1987. Kumulatif produksi gas per 31-01- 2017 adalah  38.771 MMSCF. Perusahaan bermaksud membuat rencana pengembangan lanjut lapangan (POFD) dalam  rangka untuk mengoptimalkan  perolehan gas. Permasalahan utamanya adalah berapa cadangan gas per 31-01-2017. Data teknik pendukung untuk  prediksi  cadangan gas, seperti data reservoir, produksi, karakteristik gas fungsi waktu  telah dicatat oleh perusahaan sejak lapangan “MC” mulai berproduksi, termasuk data cadangan gas mula-mula volumetrik. Metodologi yang digunakan, pertama mengumpulkan data teknik pendukung, kedua analisa perilaku reservoir, ketiga menentukan tekanan reservoir rata-rata  menggunakan tiga model tekanan rata-rata (sumuran, area dan volume),  keempat  menentukan faktor kompresibilitas gas (Z) menggunakan  tujuh  model faktor kompresibilitas Z (metode Standing & Katz, Thomas Hankinson Phillips, Soave Redlich Kwong, Beggs & Brill, Dranchuk Abu Kassem, Peng-Robinson, dan M.A. Mahmoud), kelima menentukan jenis mekanisme pendorong dengan Metode Cole Plot , keenam   menentukan Original Gas In Place (OGIPi) dan  Ultimate Recovery (URi) berdasarkan  pendekatan  Material Balance P/Z , ketujuh  prediksi Cadangan Gas per 31-01-2017. Hasilnya adalah cadangan gas per 31-01-2017  reservoir “SDM” sebesar 7.200 MMSCF setelah divalidasi dengan cadangan gas per 31-01-2017 volumetrik. Kata kunci: tekanan reservoir, rata-rata, faktor Z, cadangan sisa gas.
PSO BASED MULTI-OBJECTIVE OPTIMIZATION FOR DISTRIBUTION PLANNING WITH DISTRIBUTED GENERATION Sugiarto, Sugiarto
KURVATEK Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i2.1109

Abstract

This paper presents a multi-objective function for optimal placement of distributed generation (DG) resources in distribution systems in order to minimize the power losses and improve voltage profile. Particle swarm optimization (PSO) and weight method are applied to the proposed technique to obtain the best compromise between these costs. Simulation results on IEEE 30-bus test system are presented to demonstrate the usefulness of the proposed procedure.
PEMODELAN BAWAH PERMUKAAN MANIFESTASI MINERAL DENGAN METODE GEOMAGNETIK DAERAH PACITAN JAWA TIMUR Fatimah Fatimah
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1113

Abstract

Tulakan Subdistrict, Pacitan Regency, East Java Province. This area is part of the Southern Mountain Zone of East Java, which is the Sunda-Banda magmatic arc of Oligo-Miocene age, where there are alterations and indications of valuable ore minerals. Field magnetic data is taken in an area of 1 x 1 km, with the looping method on the grid trajectory within 200 x 100 m. Then, magnetic data correction and data processing were carried out with Oasis Montaj. From the magnetic anomaly map, the value of high magnetic intensity in the southern part is fresh (intrusive) andesit-dasitic rock as host rock which causes alteration, in the middle has a low magnetic intensity value which is in the direction of the relatively NE-SW river direction, whereas in the north with high intensity is fresh andesite lava. From the image data, it can be seen that the straightness pattern of the geological structure which is dominated by the extensional structure with the direction of NE-SW and E-W is the main trap of epithermal veins carrying ore mineralization mainly Cu, Pb in the study area.
DAMPAK SALURAN TRANSMISSI TEGANGAN EKSTRA TINGGI 500 kV PADA KENDARAAN TANGKI PEMBAWA BAHAN BAKAR FLAMMABLE Budi Utama
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1114

Abstract

Abstraks                                Telah dikerjakan suatu simulasi komputer melalui program Matlab dalam penentuan tegangan pe nyalaan (Igition Voltage) utk kendaraan tangki pembawa bahan bakar cair (Premium dan Liquified Petro leum Gas, LPG). Juga telah dihitung nilai tegangan terbuka yang ditimbulkan oleh intensitas medan listrik, serta membadingkan tegangan penyalaan yang dimiliki oleh tangki dengan tegangan terbuka yang muncul ketika kendaraan tangki melewati kawasan bermedan listrik. Objek penelitian terdiri dari 3 unit kendaraan tangki pembawa bahan bakar masing masing dengan kapasitas volume 5 000 liter dan 16 000 liter isi bahan bakar jenis premium dan  9 500 kg isi bahan bakar jenis LPG.  Hasil penelitian menunjukan bahwa tegangan penyalaan yang dimiliki oleh masing masing tangki adalah : 3014.15 Volt utk tangki 5 000 liter isi premium, 2 773 Volt utk tangki 9 500 kg  isi LPG dan 2 818.66 Volt utk tangki 16 000 liter isi premium. Terungkap dalam penelitian bahwa kendaraan tangki gas LPG kapasitas volume 9 500 kg mempunyai batasan tegangan penyalaan paling rendah, yaitu sebesar 2 773.93 Volt dgn medan listriknya 2 042.66 V/m.
COMPARISON THE PERFORMANCE OF ORDINARY KRIGING AND INVERSE DISTANCE WEIGHTING METHODS FOR MAPPING NICKEL LATERITE PROPERTIES Hendro Purnomo
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1116

Abstract

Pemilihan metode interpolasi yang sesuai untuk memprediksi kadar bijih pada lokasi yang tidak tersampel merupakan hal yang penting untuk pemetaan sebaran anomaly kadar dan estimasi sumberdaya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi hasil estimasi metode ordinary kriging (OK) dan inverse distance weighting (IDW) dalam pemetaan distribusi dan potensi sumberdaya nikel (Ni) dan cobalt (Co) pada zona limonit dan saprolit. Dalam penelitian ini digunakan aplikasi perangkat lunak ArcGis 10.2 dengan Geostatistical Analyst Extention untuk menganalisis data. Untuk pemilihan model variogram dan interpolasi yang terbaik digunakan nilai parameter root mean square error (RMSE) yang diperoleh dari prosedur cross validation. Fitting variogram eksperimental dilakukan dengan model spherical, exponential dan gaussian, sedangkan pemilihan model variogram terbaik dilakukan berdasarkan nilai RMSE terkecil. Pada zona limonit, metode IDW dengan power 2 mempunyai performa terbaik untuk kadar Ni dan Co, sedangkan prosedur OK menghasilkan performa terbaik untuk  ketebalan. Pada zona saprolit metode IDW dengan power 5 mempunyai performa terbaik untuk kadar Ni dan IDW power 1 menunjukkan performa terbaik pada kadar co dan ketebalan. Hasil interpolasi menunjukkan bahwa distribusi nikel dan potensi tambahan sumberdaya pada zona limonit dan saprolit masih terbuka ke arah timur laut dan barat daya daerah penelitian.Kata Kunci: ArcGIS, cross validation, IDW, OK, RMSE
DAYA TAMPUNG TANAH TERHADAP INFILTRASI AIR PERMUKAAN PADA KASUS GENANGAN AREA PERSAWAHAN DESA KATEKAN, GANTIWARNO, KLATEN. Wisnu Aji Dwi Kristanto; Hurien Helmi
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1117

Abstract

Lahan pertanian yang tersedia di Indoesia semakin terbatas. Keterbatasan yang ada dibarengi dengan pemanfaatan yang kurang maksimal. Faktor material penyusun tanah lahan pertanian menjadi salah satu penyebab utama kurang maksimalnya pemanfaatan lahan pertanian. Perbedaan material penyusun tanah, menyebabkan karakter tanah satu dengan yang lain berbeda, diantaranya adalah kemampuan tanah untuk menampung dan meloloskan air. Kemampuan ini sangat mempengaruhi tingkat produktifitas tanah lahan pertanian. Sebagai contoh, tanah pasiran memiliki kemampuan menampung air lebih kecil dibanding dengan tanah lempungan. Tanah dengan ukuran butir pasir halus-pasir kasar memiliki kecepatan meloloskan air sebesar 10-2-10 mm/dtk, sedangkan tanah dengan ukuran butir lanau-lempung  memiliki kecepatan meloloskan air sebesar 10-5-10-8mm/dtk. Desa katekan merupakan daerah yang area persawahannya sering digenangi oleh air permukaan dalam waktu yang tidak wajar pada saat musim penghujan.Dengan pengamatan kondisi geologi dilapangan, Desa Katekan tersusun oleh endapan alluvial lempung di seluruh area persawahan. Sedangkan area yang lain terdiri dari endapan alluvial lempung pasiran. Desa katekan dengan luas lahan pertanian 70,6 ha, dibagi menjadi area persawahan bagian selatan dan bagian utara.Berdasarkan analisa batas cair dan batas plastis, diperoleh daya tampung tanah lapisan atas area persawahan Desa Katekan terhadap infiltrasi air permukaan sebesar 131.219.550 liter untuk area persawahan bagian selatan dan 288.307.415 liter untuk area persawahan bagian utara, permasalahan genangan air permukaan disebabkan oleh kecepatan infiltrasi atau kemampuan meloloskan air kebawah permukaan yang sangat kecil yaitu 0,864 mm/hari  untuk area persawahan bagian selatan dan 0,0864 mm/ hari untuk area persawahan bagian utara sehingga air lebih banyak tertahan dipermukaan menjadi genangan. Kata kunci: Genangan, Daya Tampung Tanah, Batas Cair, Lempung
PENILAIAN KELAYAKAN EKONOMI INVESTASI PERALATAN TAMBANG MENGGUNAKAN METODE INCREMENTAL COST (STUDI KASUS: EXCAVATOR DOOSAN DX 340 LC-5) hidayatullah sidiq; Faisol Mukarrom
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1118

Abstract

Penambangan merupakan kegiatan padat modal, salah satunya pertimbangan investasi dalam kepemilikan peralatan penambangan. Dalam menentukan kapan harus melakukan investasi peralatan juga harus dipertimbangkan. Alternatif pertimbangan penilaian kelayakan ekonomi dalam investasi terdapat beberapa metode, diantaranya adalah metode average cost dan incremental cost. Analisa kelayakan dimulai dengan membuat model life cycle cost excavator Doosan DX 340 LC-5 untuk mengetahui performa biaya yang ditimbulkan akibat penggunaan alat tersebut. Model life cycle cost dimulai dari data tahun 2012 sampai dengan tahun 2018. Biaya dan harga menggunakan dolar ($), dengan konversi dari rupiah ke dolar adalah Rp. 14.000,-. Harga rental alat excavator Doosan DX 340 LC-5 saat pengambilan data ini adalah $ 25,36/ jam. Harga solar industry yang digunakan adalah $ 0,75/Lt, dan gaji operator sebesar $ 1,75/jam. Dari hasil Analisa penggunaan excavator Doosan 340 DX LC5 saat ini tidak layak jika diteruskan hingga tahun proyek selesai. Untuk melanjutkan sisa proyek tersebut akan lebih baik jika mendatangkan excavator Doosan 340 unit baru dengan metode sewa walaupun harga sewa lebih mahal dari saat ini, tetapi dengan PA unit yang baik maka average unit cost akan lebih menguntungkan dibandingkan tetap menggunakan alat yang lama. Alternatif mendatangkan unit dengan cara membeli alat tidak direkomendasikan karena dilihat dari analisis incremental cost pada cash flow terlihat NPV dan ROR yang lebih kecil sehingga tidak layak secara ekonomi.

Page 7 of 27 | Total Record : 265