cover
Contact Name
Ani Tjitra Handayani
Contact Email
ani.tjitra@sttnas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jalan Babarsari, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
KURVATEK
ISSN : -     EISSN : 24777870     DOI : https://doi.org/10.33579/krvtk.v4i1
Jurnal KURVATEK diterbitkan pertama kali tahun 2016 oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian masyarakat pada Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Jurnal ini mempunyai misi sebagai media pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang geologi, pertambangan, elektro, sipil, material teknik,konversi energi, enegi terbarukan, serta perencanaan wilayah dan kota. Area tulisan dalam jurnal ini cukup luas. Cakupan penulisan mulai dari kajian pustaka maupun ekperimen yang ditulis dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah yang baik dan benar.
Articles 265 Documents
ANALISA PERILAKU DAYA DUKUNG FRIKSI TIANG PANCANG PADA TANAH LEMPUNG Muhammad Mukhlisin
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.577

Abstract

Pondasi pad konstruksi jembatan pada umumnya menggunakan pondasi dalam berupa tiang. Daya Dukung pondasi tiang dipengaruhi oleh parameter tanah yaitu sudut geser dalam (j) dan kohesi (c). Kedua parameter tanah ini dipengaruhi oleh kadar air yang disebabkan oleh perubahan iklim. Pada jenis tanah lempung kondisi tersebut akan mengakibatkan tanah mengalami pengembangan dan penyusutan. Kondisi ini diduga sebagai faktor utama yang mempengaruhi kegagalan struktur pondasi. Penelitian ini menjelaskan pola perilaku perubahan daya dukung friksi pondasi tiang grup akibat perubahan kadar air terhadap waktu melalui pembebanan skala laboratorium. Percobaan dilakukan menggunakan tanah lempung di kampus Politeknik Negeri Semarang, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Model menggunakan tanah remolded dengan 4 buah tiang pancang Ø16 mm, yang direndam dan didiamkan pada suhu ruang dengan durasi waktu 1,3, dan 7 hari. Penelitian ini menggambarkan sebuah fenomena bahwa jenis tanah lempung yang digunakan setelah mengalami penjenuhan dan pengeringan pada suhu ruang, daya dukung friksi tiang tidak kembali seperti kondisi awal walaupun kadar air sudah sama atau lebih rendah dari kondisi awal.
PENGKATEGORIAN BERITA ONLINE SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN METODE PLSA Nur Cahyo Wibowo; Dhian Satria Yudha Kartika; Septiyawan Rosetya Wardhana
KURVATEK Vol 3 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i1.578

Abstract

Pengguna internet di Indonesia berkembang pesat mampu mengubah gaya hidup masyarakat. Masyarakat memanfaatkan internet untuk mengakses informasi pada berita online. Berita online yang beragam jenis dan kategori membuat penyedia layanan berita online harus menyediakan informasi sesuai dengan permintaan pengguna. Pada paper ini menjelaskan proses pengkategorian berita online secara otomatis. Tujuan pengkategorian secara otomatis untuk mempermudah penyedia layanan dalam membuat sebuah berita. Proses pengkategorian berita secara otomatis menggunakan metode probabilistyc laten semantic analysis (PLSA). Dari 60 dokumen berita sebagai dataset yang diambil pada tiga berita online : kompas, sidomi, liputan6 menghasilkan 4 kelompok kategori (labels) berita. Sehingga dapat disimpulkan dengan metode PLSA mampu menghasilkan nilai presisi tertinggi sebesar 0,68 dengan iterasi sebanyak 300 kali
KARAKTERISASI TURBIN ANGIN SUDU FLAT BERBINGKAI DENGAN VARIASI LEBAR SUDU UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN Bono Bono; Gatot Suwoto; Margana Margana; Sunarwo Sunarwo
KURVATEK Vol 3 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i1.579

Abstract

Penelitian ini bentujuan untuk menghasilkan turbin angin sudu flat berbingkai dengan variasi lebar sudu. Penelitian diawali dengan membuat bingkai sudu sebanyak 6 buah, dengan lebar sudu masing masing sebesar 4 cm, 6 cm, dan 8 cm. Sudu dibuat dari bahan plat galvalum dengan model 4 buah bilah sudu di bingkai menjadi satu. Pengujian yang dilakukan meliputi uji karakteristik turbin, dimana kecepatan angin dibuat bervariasi antara 5 m/s sampai dengan 8 m/s.  Hasil uji berupa grafik karakteristik turbin untuk masing-masing lebar sudu. Parameter yang diukur dalam pengujian adalah kecepatan angin, putaran turbin, beban.turbin, arus dan tegangan listrik keluaran dari generator. Parameter yang ditentukan dan merupakan variabel dalam penelitian ini adalah lebar sudu 4 cm, 6 cm, dan 8 cm. Beban turbin divariasikan dan setiap variasi dilakukan pencatatan terhadap parameter-parameter diatas. Pengujian dilakukan pada kondisi kecepatan angin konstan, pada sudut sudu 600 dengan 6 buah bingkai sudu, dan lebar sudu 4 cm, pada kondisi tersebut beban generator divariasikan, pada setiap variasi beban dilakukan pencatatan terhadap parameter uji di atas. Selanjutnya dilakukan hal yang sama untuk lebar sudu sama kecepatan angin yang berbeda. Selanjutnya dilakukan pengujian dengan tahapan yang sama untuk lebar sudu 6 cm dan 8 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya generator tertinggi yang mampu dibangkitkan adalah sebesar 21,44 watt, pada kecepatan angin sebesar 8 m/s dengan putaran 203,14 rpm, sedangkan Efisiensi sistem tertinggi sebesar 33,15 % terjadi pada kecepatan angin 5 m/s  dengan putaran 164,43 rpm
KAJIAN HUBUNGAN DIAGENESIS DAN SIKUEN STRATIGRAFI FORMASI NANGGULAN BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI BATUPASIR Wahyu Sasongko
KURVATEK Vol 3 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i1.580

Abstract

Proses diagenesis yang terjadi pada batuan memiliki hubungan yang erat dengan konsep sikuen stratigrafi. Proses diagenesis awal (eogenesis) yang terbentuk pada suatu batuan dipengaruhi oleh posisi stratigrafi batuan tersebut dalam tataan sikuen stratigrafi. Eogenesis tersebut dapat diteliti dengan menggunakan data petrografi batupasir mengenai proses diagenesis yang terdapat pada batuan, dan juga dengan melihat posisi batuan dalam tataan sikuen stratigrafi. Formasi Nanggulan yang tersingkap di Kulon Progo, Yogyakarta merupakan salah satu formasi yang dengan beberapa interval litologi batupasir. Analisis mengenai sikuen stratigrafi Formasi Nanggulan telah diteliti sebelumnya dengan menggunakan analisis batuan inti. Studi lebih lanjut mengenai Formasi Nanggulan bertujuan untuk mengetahui karakteristik batupasir dan proses diagenesisnya, serta mencari hubungan antara proses diagenesis dan sikuen stratigrafi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis petrografi dari data batuan inti dan singkapan permukaan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara diagenesis dan sikuen stratigrafi pada batupasir Formasi Nanggulan.Berdasarkan analisis petrografi terhadap diagenesis pada Formasi Nanggulan, dapat dikonfirmasi bahwa Formasi Nanggulan terdiri dari 3 system tract yaitu lowstand system tract (LST), transgressive system tract (TST), dan highstand system tract (HST). Tahapan proses diagenesis yaitu eogenesis, mesogenesis dan telogenesis telah mempengaruhi Formasi Nanggulan. Karakteristik diagenesis pada Formasi Nanggulan bervariasi sesuai dengan system tract dan marker batas sikuen pada tataan sikuen stratigrafi. Berdasaran penelitian ini dapat diketahui bahwa sikuen stratigrafi Formasi Nanggulan dapat dikonfirmasi dengan data diagenesis.
ANALISIS STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN GROUND PROFILES Vs DI KECAMATAN PRAMBANAN DAN KECAMATAN GANTIWARNO KABUPATEN KLATEN nugroho budi wibowo
KURVATEK Vol 3 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i1.734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kecepatan gelombang geser dari pemodelan ground profiles menggunakan metode ellipticity curve, dan untuk menentukan struktur bawah permukaan. Akuisisi data mikrotremor dilakukan sebanyak 30 titik. Sinyal mikrotremor dianalisis menggunakan metode HVSR sehingga diperoleh data frekuensi predominan dan faktor amplifikasi yang disajikan dalam bentuk kurva H/V. Ground profile Vs diperoleh menggunakan metode ellipticity curve dengan input kurva H/V, Vs, Vp, density dan poisson ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan di daerah penelitian terbagi menjadi tiga zona yang diklasifikasikan berdasarkan formasi pada lokasi penelitian, yaitu  zona I (Formasi Merapi Muda), zona II (Formasi Kebobutak)  dan zona III (Formasi Semilir). Nilai Vs pada zona I  bervariasi antara 50,15 m/s - 1657 m/s. Pada zona II nilai Vs bervariasi antara 50,75 m/s - 1555,08 m/s. Zona III memiliki nilai Vs bervariasi antara 52,09 m/s - 1744,5 m/s. Struktur bawah permukaan daerah penelitian didominasi oleh abu dan tuff yang tebal pada zona Formasi Merapi Muda. Konglomerat dan aglomerat pada zona Formasi Kebobutak. Lempung, dasit dan andesit pada zona Formasi Semilir. Analisa Struktur bawah permukaan memperlihatkan bahwa Kecamatan Prambanan dan Kecamatan Gantiwarno adalah wilayah yang mempunyai resiko bahaya seismik yang tinggi dikarenakan didominasi oleh material lunak.Kata kunci: ellipticity curve, ground profiles, kecepatan gelombang geser, struktur bawah permukaan
PERAN MURAL DALAM PEMBENTUKAN SENSE OF PLACE KAMPUNG CODE YOGYAKARTA Dwi Kunto Nurkukuh
KURVATEK Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i2.739

Abstract

Kampung Code Yogyakarta sekarang menjadi berwarna penuh mural. Identitas Kampung Code dapat dilihat dari sense of place. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mural dalam pembentukan sense of place Kampung Code Yogyakarta yang meliputi komponen atribut fisik lingkungan, aktivitas yang terjadi di lingkungan dan konsepsi masyarakat terhadap lingkungan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan analisis interaktif meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Bentuk Mural di Kampung Code merupakan lukisan dinding dan atap rumah serta lingkungan yang berisi warna, budaya, himbauan, perjuangan. Proses terbentuknya mural kampung code sudah ada sejak 1980 digagas Romo Mangun. Kemudian adanya pengecatan sebagai promosi rokok. Diakhiri dengan gerakan Tunjukkan Warna Aslimu merubah Kampung Code sebagai kampung mural sepenuhnya. Mural berperan dalam pembentukan sense of place dengan menambah estetika kampung, menambah semangat guyup, menguatkan identitas kampung kreatiif dan berbudaya.
ARAHAN PERENCANAAN RTH (RUANG TERBUKA HIJAU) KABUPATEN KULON PROGO Candra Ragil
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.741

Abstract

Jumlah penduduk terus bertambah, sedangkan ruang yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk pembangunan relatif tetap. Lahan tidak terbangun atau open space menjadi sasaran limpahan pemenuhan kebutuhan akan ruang yang mengakibatkan semakin menurunnya fungsi lingkungan secara umum. Ketersediaan RTH yang cukup merupakan salah satu upaya mempertahankan kualitas fungsi lingkungan secara optimal. RTH menjadi unsur penting untuk keberlangsungan kehidupan manusia khususnya sebagai penyeimbang unsur bangunan di lingkungan perkotaan. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang setiap Kabupaten/ Kota diwajibkan menyediakan sekurang-kurangnya 30% Ruang Terbuka Hijau (RTH). RTH tersebut dimaksudkan sebagai salah satu instrumen untuk menjaga lingkungan perkotaan yang berkelanjutan secara ekologi dengan peningkatan nilai lahan RTH sekaligus merupakan ruang publik yang memiliki manfaat rekreatif dan rasa nyaman karena faktor estetikanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretasi citra dengan tahapan analisis: GIS (geographic information system), analisis kuantitatif dan triangulasi. Dari hasil penelitian akan ditemukan gambaran mengenai kondisi eksisting RTH dan arahan perencanaan RTH di kawasan perkotaan Kabupaten Kulon Progo.   Kata kunci: perkotaan, perencanaan, ruang terbuka hijau
STRUKTUR EKONOMI DAN DISPARITAS WILAYAH KABUPATEN SLEMAN Mutiasari Kurnia Devi
KURVATEK Vol 3 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i1.742

Abstract

Salah satu tujuan dari pembangunan ekonomi regional adalah untuk meningkatkan sektor perekonomian, khususnya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Kabupaten Sleman merupakan wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat. Namun, pertumbuhan ini nyatanya hanya terjadi di sebagian wilayahnya saja, khususnya wilayah yang menjadi kawasan aglomerasi perkotaan Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi struktur dan pola pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sleman; 2) mengidentifikasi tingkat disparitas antar wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman; serta 3) menganalisis keterkaitan antara struktur ekonomi dan disparitas wilayah. Analisis yang digunakan adalah tipologi Klassen dan indeks Williamson serta analisis korelasi untuk menjelaskan keterkaitan antara struktur ekonomi dan disparitas wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 3 kecamatan di Kabupaten Sleman yang termasuk dalam kategori wilayah pertumbuhan cepat, yaitu Kecamatan Sleman, Depok, dan Godean. Terdapat hubungan positif antara struktur ekonomi dan tingkat disparitas wilayah kecamatan, khususnya wilayah yang menjadi kawasan aglomerasi dengan kawasan yang bukan merupakan kawasan aglomerasi perkotaan Yogyakarta. Kata kunci: struktur ekonomi, disparitas wilayah, tipologi Klassen, indeks Williamson
ANALISA PERILAKU DAYA DUKUNG FRIKSI TIANG PANCANG PADA TANAH LEMPUNG Muhammad Mukhlisin
KURVATEK Vol 3 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i1.749

Abstract

Pondasi pad konstruksi jembatan pada umumnya menggunakan pondasi dalam berupa tiang. Daya Dukung pondasi tiang dipengaruhi oleh parameter tanah yaitu sudut geser dalam (j) dan kohesi (c). Kedua parameter tanah ini dipengaruhi oleh kadar air yang disebabkan oleh perubahan iklim. Pada jenis tanah lempung kondisi tersebut akan mengakibatkan tanah mengalami pengembangan dan penyusutan. Kondisi ini diduga sebagai faktor utama yang mempengaruhi kegagalan struktur pondasi. Penelitian ini menjelaskan pola perilaku perubahan daya dukung friksi pondasi tiang grup akibat perubahan kadar air terhadap waktu melalui pembebanan skala laboratorium. Percobaan dilakukan menggunakan tanah lempung di kampus Politeknik Negeri Semarang, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Model menggunakan tanah remolded dengan 4 buah tiang pancang Ø16 mm, yang direndam dan didiamkan pada suhu ruang dengan durasi waktu 1,3, dan 7 hari. Penelitian ini menggambarkan sebuah fenomena bahwa jenis tanah lempung yang digunakan setelah mengalami penjenuhan dan pengeringan pada suhu ruang, daya dukung friksi tiang tidak kembali seperti kondisi awal walaupun kadar air sudah sama atau lebih rendah dari kondisi awal.
RANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA SEKOLAH TINGGI TEKNIK POLIPROFESI MEDAN siti Jamilah Tarigan; Wing Wahyu Winarno; Henderi Safei
KURVATEK Vol 3 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i1.750

Abstract

Pengambilan keputusan dan perencanaan bidang akademik sering kali tidak berdasarkan pada informasi yang lengkap. Jajaran pengambil keputusan (rektorat atau tingkat eksekutif) hanya bisa melihat sebuah data dalam satu dimensi. Pengambil keputusan akan lebih baik jika informasi dapat disajikan dari berbagai dimensi. Perguruan tinggi telah memiliki data operasional yang lengkap dari kegiatan akademik, kepegawaian, dan penerimaan mahasiswa yang telah dikumpulkan lebih dari 4 tahun. Data warehouse adalah suatu koleksi optimasi database untuk mendukung keputusan. Konsep ini mengintegrasikan antara sistem lama dan sistem baru sehingga tidak terjadi duplikasi data. Data yang telah diintegrasikan dapat diolah dalam berbagai bentuk laporan sesuai dengan kebutuhan.Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana data yang ada bisa menghasilkan informasi yang akurat dan multidimensi sehingga pengambilan keputusan lebih cepat dan akurat. Penelitian ini menggunakan analisis data OLAP, dan skema bintang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rancangan yang dihasilkan bisa membantu pihak akademik dalam membuat keputusan berdasarkan data dan informasi yang mulitidimensi.

Page 5 of 27 | Total Record : 265