cover
Contact Name
Andi Faisal Anwar
Contact Email
faisal.anwar@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255779975
Journal Mail Official
ecces@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Economics Department, Faculty of Economic and Islamic Business, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Jl. H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia. 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ecces: Economics, Social, and Development Studies
ISSN : 24076635     EISSN : 25805770     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Ecces specializes in Economics and is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to: economic development, macroeconomics, microeconomics, monetary economics, public economics, political economics, and digital economics, etc.
Articles 123 Documents
Menelusur Struktur Pasar Pada Kontrak Informal di Sentra Industri Brem Sabrina Mufidha; Multifiah Multifiah; Dias Satria
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.11014

Abstract

Fenomena unik terkait kontrak informal yang terjadi di Sentra industri brem yaitu produsen besar yang telah menguasai pasar dapat menentukan arah pasar sesuai keinginan. Akibatnya banyak produsen kecil gulung tikar karena adanya persaingan tidak sehat dengan harga yang berlaku. Disisi lain, produsen besar dapat melebarkan sayap dengan melakukan kontrak informal bersama distributor dan agen. Dalam kontrak, distributor memiliki peran yang besar dalam memasarkan produk brem sehingga dapat menerima hasil produksi brem hingga beberapa produsen dengan harga ditetapkan. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan mengetahui proses terbentuknya struktur pasar dalam hubungan kontrak informal antar pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil telusur terdapat praktik oligopoli dan oligopsoni dalam proses pemasaran brem tersebut sehingga mengakibatkan inefisiensi bagi pelaku usaha yang terlibat dalam kontrak. Saran yang dapat penulis berikan untuk menciptakan kondisi pasar yang baik yaitu pemerintah perlu membentuk kartel dan istana brem di lingkungan sentra industri. Kata kunci: Kontrak Informal, Sentra Industri brem, Struktur Pasar.
Penyerapan Tenaga Kerja Industri Provinsi Jawa Timur: Apakah Upah Minimum Masih Menjadi Faktor Penentu? Atu Bagus Wiguna
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.11178

Abstract

Model standar pasar tenaga kerja kompetitif memprediksi upah minimum sebagai faktor penentu penyerapan tenaga kerja. Dengan tren peningkatan upah minimum dan kinerja industri, penyerapan tenaga kerja masih mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fakor – faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja industri di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Menggunakan data level Kabupaten / Kota, persamaan penyerapan tenaga kerja diestimasi dengan regresi data panel. Ditemukan bahwa penyerapan tenaga kerja industri dipengaruhi oleh PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) industri; sedangkan upah minimum tidak menjadi indikator utama yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja seiring dengan implementasi kebijakan pengupahan di Indonesia yang mempertimbangkan PDB (Produk Domestik Bruto) dan inflasi. Implikasi dari temuan ini, pada wilayah dengan PDRB tinggi perlu fokus pada perbaikan kualitas tenaga kerja untuk meminimalisir shifting antara tenaga kerja dan modal; sedangkan wilayah dengan PDRB rendah perlu mempercepat pembangunan kawasan industri baru agar dapat menampung tren relokasi dan perpindahan tenaga kerja.                               Kata Kunci: Penyerapan Tenaga Kerja, Upah Minimum, PDRB Industri
Studi Ekonomi Korupsi di Beberapa Kota Indonesia Angga Erlando
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.10989

Abstract

Persoalan korupsi nampaknya ikut memicu masalah-masalah ekonomi dan sosial, menurunkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi minat berinvestasi, menghambat distribusi pendapatan, meningkatkan kemiskinan hingga memicu terjadinya inflasi, bahkan korupsi juga diyakini menghambat perbaikan sistem politik. Hasil penelusuran terhadap studi literatur menunjukkan bahwa penelitian berkaitan dengan determinan faktor korupsi terbagi atas tiga jenis tema besar. Hal tersebut meliputi dari perspektif ekonomi, politik, serta sosial dan budaya yang berfokus pada sampel observasi lintas negara di dunia. Sementara itu, penelitian ini berfokus pada studi ekonomi korupsi dengan mempertimbangkan faktor ekonomi seperti pertumbuhan riil, IPM, belanja pemerintah, inflasi, tingkat pengangguran terbuka, dan penerimaan pajak, yang ditengarai berdampak pada tingkat korupsi di skala wilayah yang lebih kecil yaitu daerah perkotaan. Walaupun studi ini masih cukup terbatas, karena data yang tersedia di Indonesia hanya menghasilkan formasi data panel sebanyak 56 obeservasi (14 Kota di Indonesia pada tahun 2004, 2006, 2008, dan 2010). Namun, output penelitian ini memberikan hasil yang menarik. Regresi menggunakan model Tobit yang dilakukan, menunjukkan bahwa faktor ekonomi seperti pertumbuhan riil, belanja pemerintah, dan tingkat pengangguran terbuka memiliki kecenderungan dalam menaikan tingkat korupsi, yang diukur melalui Indeks Perspesi Korupsi (IPK). Sementara itu, variabel IPM berkecenderungan memberikan determinasi menurunkan tingkat korupsi, sedangkan inflasi dan penerimaan pajak daerah bukan merupakan determinan terhadap korupsi. Arah implikasi penelitian ini adalah mendukung hadirnya survei berkaitan dengan tingkat korupsi pada level daerah (kabupaten/kota) secara berkala dan konsiten, serta akselerasi lembaga pencegahan korupsi yang seharusnya ada di setiap daerah.Kata Kunci: Faktor Ekonomi, Tingkat Korupsi (IPK), Tobit, Beberapa Kota di Indonesia.
Interelasi Pengeluaran Pemerintah dan Kesempatan Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah Andi Lopa Ginting; Sondang Nauly Hasibuan
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.10957

Abstract

Permasalahan mendasar tenaga kerja Kalimantan Tengah dirumuskan sebagai penduduk usia kerja yang didominasi oleh tenaga kerja dengan kompetensi dan etos kerja rendah, produktivitas rendah sehingga menerima upah rendah, perlakuan tidak sejajar dalam hubungan industrial yang pada akhirnya menyebabkan kesejahteraan dan pekerja rendah maka dari Penelitian ini bertujuan untuk interelasi pengeluaran pemerintah dan kesempatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder time series tahun 2010-2016. Data dianalisis menggunakan path analisis. Hasil penelitian menemukan pengeluaran pemerintah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob ( 0,001 ). Pengeluaran pemerintah tidal berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob (0,008). Kesempatan kerja berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob (0,002). Kesempatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob (0,004).  Pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob (0,001). Pengeluaran pemerintah tidal berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob (-0.724). Kesempatan kerja berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan melalui mediasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob (1.198). Pemerintah diharapkan lebih banyak melakukan investasi yang memberikan manfaat pada perekonomian masyarakat secara umum seperti pembangunan infrastruktur perekonomian. Kesempatan kerja yang semakin baik berakibat pada semakin rendahnya angka kemiskinan pada masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga perlu adanya peningkatan investasi baik dari pemerintah maupun swasta untuk membuka lapangan pekerjaan yang dapat meningkatkan penyerapan tenga kerja masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah. Kata kunci: Pengeluaran Pemerintah, Kesempatan Kerja, Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan.
Menyorot Relasi Luas Lahan, Harga Jual, Hasil Produksi, dan Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Petani Padi siti aisyah; Asriani Yunus
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.10777

Abstract

Petani diperhadapkan dengan berbagai permasalahan, yang terus menggerus pendapatan mereka dari waktu ke waktu. Ketika masa panen telah tiba, hasil produksi padi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan para petani. Semakin berkurangnya lahan pertanian yang disebabkan banyaknya alih fungsi lahan, akibat pembangunan perumahan, pendapatan yang diperoleh petani tidak menentu sedangkan pengeluaran mereka semakin meningkat dari hari ke hari. Selain itu, pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi dan produksi padi yang dihasilkan tidak menentu, serta melaratnya petani dalam hal pembiayaan pertanian yang membuat petani terlibat hutang.  Persoalan-persoalan itu menjadi, tantangan besar bagi penghidupan petani saat ini. Tujuan          penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh luas lahan, harga jual, hasil produksi, dan biaya produksi terhadap tingkat pendapatan petani padi di Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo. Jenis penelitian yaitu kuantitatif explanatory method, dengan menggunakan regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan software SPSS 24 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel luas lahan, harga jual, hasil produksi, dan biaya produksi berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap pendapatan petani. Dan secara parsial luas lahan dan harga jual, serta hasil produksi berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap pendapatan petani. Sedangkan biaya produksi secara parsial berpengaruh positif dan berhubungan negatif terhadap pendapatan petani. Untuk meningkatkan produksi bagi petani, dari pihak pemerintah ataupun swasta harus mengarahkan petani dalam hal pemasaran hasil panen yang diperoleh serta cara penggunaan teknologi dibidang produksi, seperti penggunaan bibit unggul baik itu secara kualitas maupun kuantitas.Kata Kunci: Pendapatan, Luas Lahan, Harga, dan Produksi.
Analisis Transisi Penyerapan Tenaga Kerja Sektoral di Indonesia Intan Lestari
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v7i1.13491

Abstract

Penelitian ini menjelaskan adanya kondisi Indonesia yang mengalami transisi penyerapan tenaga kerja menuju industrialisasi secara sektoral. Dengan menggunakan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), penelitian ini melihat keadaan sebelumnya dari pekerja yang dipekerjakan untuk mengetahui transisi pekerjaan sektoral. Dengan model multinomial logit, penelitian ini menggunakan variabel transisi dilengkapi dengan karakteristik lain yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sektoral. Hasil temuan ini menjelaskan bahwa transisi sektoral yang memiliki peluang besar mengarah pada sektor industri dan jasa yang menjelaskan peran disrupsi ekonomi yang besar terhadap perubahan. Tidak hanya transisi di sektor lain, studi ini juga menunjukkan bahwa besarnya kemungkinan pekerja memilih untuk tetap berada di sektor yang sama sesuai dengan perspektif mereka sendiri. Dari keseluruhan transisi antar sektor, sektor pertanian memiliki nilai penyerapan tenaga kerja terkecil dibandingkan sektor lainnya dan sektor industri merupakan sektor yang paling diminati dibandingkan dengan sektor jasa. Dengan hasil temuan ini, pemerintah sebaiknya mendorong peningkatan dalam sektor pertanian melalui kemajuan pada sektor non pertanian dengan tujuan meningkatkan nilai tambah bagi sektor pertanian.Kata kunci: Disrupsi Ekonomi, Industri, Jasa, Pertanian, Transisi Sektoral.
Menyoal Capaian Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri Edwin Setya Parahita; Junaedi Junaedi
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v7i1.11087

Abstract

Capaian realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kabupaten Jombang beberapa tahun terakhir tercatat cukup tinggi. Namun diduga bahwa validitas capaian yang tinggi tersebut masih banyak dipertanyakan karena adanya permasalahan penyusunan dan pelaporan data investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data capaian realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Kabupaten Jombang. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari hasil penelusuran langsung, wawancara, dan laporan realisasi PMDN periode 2010-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan data capaian realisasi PMDN di Kabupaten Jombang diindikasikan terjadi kesalahan prosedur. Pertama, data yang digunakan dalam penyusunan tidak bersumber dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Kedua, penggunaan data perizinan berusaha dalam penyusunan data capaian realisasi PMDN tanpa verifikasi dan validasi ke lapangan. Ketiga, ketidaktelitian dalam mengolah data sehingga terjadi duplikasi dan data tidak valid. Implikasi dari penlitian ini adalah penyusunan data target dan realisasi nilai investasi oleh pemerintah, untuk perencanaan pembangunan agar lebih logis dan berhati-hati dalam proses penyusunannya. Lebih dari itu, penting untuk memperhatikan data investasi yang tampak sangat tinggi, agar lebih presisi dalam menentukan angka nilai riil investasi, dan tidak terjebak dalam angka-angka proyeksi investasi semata. Kata Kunci: LKPM, Perizinan Berusaha, PMDN, Realisasi 
Dampak Angka Harapan Hidup dan Kesempatan Kerja Terhadap Kemiskinan Andi Lopa Ginting
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v7i1.13197

Abstract

Keberhasilan dari program pembangunan sosial ekonomi menjadi indikator indeks pembangunan manusia (IPM). Angka harapan hidup erat kaitannya dengan angka kematian bayi, Kesempatan Kerja, kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor  Pengaruh Angka Harapan Hidup dan Kesempatan Kerja terhadap Kemiskinan Provinsi Kalimantan Tengah. Subjek penelitian ini adalah 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Tengah, dengan tahun pengamatan 2011-2018. Data dalam penelitian ini adalah Angka Harapan Hidup, Kesempatan kerja, Kemiskinan, dan Kesempatan Kerja di Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan menggunakan alat analisis Path Analysis (Analisis Jalur). Angka harapan hidup pada dasarnya merupakan gambaran kondisi suatu wilayah secara garis besar. Semakin tingginya angka harapan hidup di Provinsi Kalimantan Tengah menandakan adanya perbaikan status kesehatan masyarakat, termasuk peningkatan akses,  kualitas pelayanan kesehatan yang mengurangi taraf kemiskinan karena meningkatnya peluang angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian ini juga menunjukkan angkatan kerja dan pertumbuhan ekonomi harus memiliki strategi yang tepat untuk mensejahterakan masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah karena tidak terdampak positif dengan Program strategis yang selama ini berjalan dalam mengurangi kesenjangan pembangunan sosial masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah.Kata kunci : Angka Harapan Hidup; Kesempatan Kerja; Kemiskinan; Pertumbuhan Ekonomi.
Menggagas Pembangunan Blue Economy Terumbu Karang; Sebuah Pendekatan Sosial Ekonomi Lisa Nursita
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v7i1.13730

Abstract

Terumbu karang di Pulau Karampuang merupakan aset yang berperan dalam menopang ekonomi masyarakat sekitar. Pengalaman masyarakat setempat mengenai pemanfaatan ekosistem terumbu karang, baik secara sosial maupun ekonomi tidak hanya dapat dinilai secara moneter, tetapi juga dapat dinilai lebih dalam secara kualitatif. Pengkajian dari sisi kualitatif ini, dapat melengkapi penilaian peran penting terumbu karang bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dari ekosistem terumbu karang bagi masyarakat Desa Karampuang Mamuju, baik dari segi sosial maupun dari segi ekonomi. Dari sini kemudian akan diketahui bagaimana sikap masyarakat dalam penggunaan ekosistem ini dan dampak kerusakan ekosistem ini bagi masyarakat, lebih jauh penelitian ini akan bermuara pada simpulan saran kebijakan pengelolaan ekosistem terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui survei dan wawancara pada stakeholder yang memiliki hubungan timbal balik dengan terumbu karang di perairan Pulau Karampuang, dengan jumlah informan yaitu sebanyak empat partisipan masing-masing merupakan informan kunci dengan berbagai profesi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan terumbu karang oleh masyarakat setempat bergantung pada terumbu karang tempat mencari nafkah, aset wisata, penjaga pulau dari terjangan gelombang, bahkan bahan bangunan. Melalui penelitian ini dapat dirumuskan beberapa saran alternatif yang efektif mengatasi permasalahan tentang terumbu karang yang ada di Pulau Karampuang, diantaranya penerapan payung hukum yang jelas, perencanaan pengelolaan sumber daya terumbu karang yang berkelanjutan berpola blue economy, dan diversifikasi pekerjaan pada masyarakat Pulau Karampuang demi meminimalisir jumlah tekanan pada terumbu karang.  Kata kunci : Sosial-ekonomi; Ekonomi Biru; Terumbu Karang
Perencanaan Pembangunan Inklusif Melalui Peran Partisipatif Pemerintah Daerah Sugianto Sugianto; Yul Tito Permadhy
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v7i1.13565

Abstract

Pembangunan desa memegang peranan penting dan tidak terpisahkan dengan pembangunan nasional, terbukti adanya beberapa program pembangunan yang dirancang oleh pemerintah. Kabupaten Lebak terdiri atas 28 Kecamatan, meliputi 5 Kelurahan dan 340 Desa, diantaranya terdapat Desa Bojongcae dan Desa Cibadak. Kedua desa ini memiliki jumlah penduduk 3.499 jiwa dan 4.905 jiwa yang umumnya bekerja sebagai petani dan buruh tani, jika dilihat dari topografi kedua desa ini masih dikelilingi ladang dan sawah. Berdasarkan observasi, terlihat bahwa kedua Desa tersebut memiliki potensi untuk dijadikan desa wisata yang meliputi wisata kesenian, edukasi pertanian, perkebunan dan peternakan. Kedua desa ini berpotensi menyukseskan pembangunan daerah, kerena didukung adanya warga yang memiliki semangat perubahan. Penelitian menggunakan metode pendekatan rasionalistik, menjelaskan secara umum khusus dan semua ilmu pada metode berasal dari pemakaian intelektual yang dibangun di atas kemampuan argumentasi secara logik. Populasi penelitian adalah para kepala keluarga, tokoh masyarakat, dengan menggunakan sampel penelitian untuk satu Rukun Tetangga (RT) pada setiap desa akan diambil 5 responden. Untuk jumlah RT pada 2  desa sebanyak 31 RT, meliputi Desa Cibadak sebanyak 18 RT dan Desa Bojongcae sebanyak 13 RT, sehingga jumlah keseluruhan sampel responden 155 orang, pengumpulan data digunakan teknik mix method kuantitatif dan kualitatif, teknik analisis digunakan Analisis Statistik Inferensial, SWOT dan LQ. Hasil penelitian menunjukkan nilai prob>chi2 terdistribusi normal, sesuai dan terbukti valid, serta nilai LQ tertiggi 4,72 menunjukkan hasil sektor pertanian berpotensi, diharapkan pemerintahan desa dapat mengelola hasil pertanian dengan pemenuhan subsidi pupuk dari pemerintah pusat dapat mendukung hasil pertanian lebih maksimal.  Kata Kunci : Pembangunan Inklusif; Potensi Desa; Partisipasif; Pemerintah Daerah 

Page 7 of 13 | Total Record : 123