cover
Contact Name
Agus Sifaunajah
Contact Email
agus.syifa@unwaha.ac.id
Phone
+6285646045594
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 26543184     DOI : -
Seminar Nasional Multidisiplin (SNAMI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah adalah seminar rutin yang dilaksanakan untuk menjadi wadah bagi para ilmuan dan akademisi yang bersifat multidisiplin ilmu. Dengan seminar ini diharapkan dapat menghemat sumber daya dan pembiayaan kegiatan, tetapi tetap memberikan pelayanan terbaik bagi peserta. Adapun Topik Makalah Meliputi :Teknologi Informasi dan Sistem Informasi serta rumpun yang terkait, Pendidikan dan Ilmu Keguruan serta rumpun yang terkait, Manajemen dan Ekonomi Islam serta rumpun yang terkait, Bahasa dan Sastra Asing serta rumpun yang terkait, Teknologi Pertanian dan Agribisnis serta rumpun yang terkait, Sains Terapan serta rumpun yang terkait, Kajian Keislaman, dan lain-lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 82 Documents
Studi Keanekaragaman Serangga Di Perkebunan Apel Semiorganik Dan Anorganik Desa Tulungrejo Kota Batu Mohamad Nasirudin; Rohmat Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga yang ada di perkebunan apel Semiorganik dan Anorganik Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pengamatan serangga dilakukan dengan metode mutlak (pengamatan langsung) dan nisbi (yellow trap). Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Mei 2019. Parameter yang diamati pada penelitian ini ialah Indeks Keanekaragaman (H’). Berdasarkan hasil penelitian, keanekaragaman serangga yang ditemukan di perkebunan apel Semiorganik ditemukan 5 Ordo yang terdiri dari 14 Famili. Peranan serangga meliputi Herbivor (5 famili), Predator (6 famili), Polinator (1 famili), dan Detrivor (2 famili). Hasil penelitian serangga di lahan Anorganik ditemukan 5 Ordo, yang terdiri dari 12 famili. Peranan serangga meliputi Herbivor (5 famili), Predator (4 famili), Polinator (1 famili), dan Detrivor (2 famili). Nilai Indeks keanekaragaman (H’) serangga pada lahan Semiorganik lebih tinggi yaitu 2,14, sedangkan pada lahan Anorganik yaitu 1,29. Indeks Kesamaan 2 Lahan (Cs) serangga yang ditemukan pengamatan langsung yaitu 0,75, sedangkan pengamatan menggunakan (yellow trap) yaitu 0,78. Kata Kunci : keanekaragaman serangga, serangga.apel.
Perbedaan Ekspresi Caspase 3 pada Limpa Tikus Model Sepsis yang Diinfeksi Escherichia coli ESBL dan dengan yang Diinfeksi Klebsiella pneumoniae Carbapenemase Lisa Savitri; Willy Sandhika; Agung Dwi Wahyu Widodo
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepsis adalah suatu sindroma klinik yang terjadi karena adanya respon tubuh yang berlebihan terhadap rangsangan produk mikroorganisme. Pasien sepsis dengan infeksi bakteri penghasil ESBL 57,4% terinfeksi E. coli, 21,35% terinfeksi Enterobacter sp, dan 21,3% terinfeksi Klebsiella sp. Sepsis dapat diperberat oleh peningkatan kuman yang multiresisten terhadap bermacam antibiotik, seperti E. coli ESBL dan K. pneumoniae carbapenemase (KPC). Selama infeksi bakteri, faktor virulen diproduksi dan disekresikan dari patogen dan memicu sinyal apoptosis. Penelitian mengenai caspase 3 dianggap penting, karena caspase 3 merupakan efektor caspase terpenting yang bertanggungjawab atas morfologi dan perubahan biologis yang terlihat pada sel apoptosis. Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan penelitian post test only control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi caspase 3 pada limpa mencit yang diinfeksi KPC adalah 65,25±12,69%, sedangkan yang diinfeksi E. coli ESBL adalah 33,75±3,862%, hal tersebut diduga karena adanya kapsul polisakarida yang mengelilingi KPC dan melindungi dirinya terhadap aksi fagositosis dan bakterisidal serum yang dapat dianggap sebagai penentu virulensi paling penting dari KPC dan menyebabkan mitokondria melepaskan ROS. Infeksi bakteri tersebut menyebabkan mitokondria memproduksi ROS dan memicu pelepasan sitokrom c. Sitokrom c akan memicu caspase 9 untuk berikatan dengan efektor caspase 3, sehingga terjadi apoptosis Kata kunci: Sepsis, ekspresi caspase 3, limpa tikus, Escherichia coli ESBL, Klebsiella pneumoniae carbapenemase
Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro Moh. Mustofa
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan gayam mayoritas merupakan lahan pertanian. Dengan adanya aktifitas industri migas, kebutuhan lahan pertanian semakin berkurang. Sementara itu ketersediaan atau luas lahan pada dasarnya tidak berubah, sehingga peningkatan kebutuhan lahan untuk suatu kegiatan akan mengurangi ketersediaan lahan untuk kegiatan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro terhadap adanya industri migas. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk pengumpulan data digunakan metode snowball sampling. Metode ini dipilih karena jumlah populasi yang akan diteliti tidak diketahui secara pasti sedangkan dalam pengolahan data digunakan metode analisis deskriftif dan analisis kuantitatif. Penelitian ini diharapkan bisa membantu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Kata kunci: Kecamatan Gayam, Alih Fungsi Lahan Pertanian, Industri Migas
Kajian Hubungan Antara Kadar Nitrogen Media Tanam dan Keragaan Tanaman Bawang Daun Pada Sistem Vertikultur Anggi Indah Yuliana; Mohamad Nasirudin
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar Nitrogen pada media tanam dan keragaan tanaman bawang daun pada sistem vertikultur. Penelitian ini merupakan percobaan Faktorial disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah Komposisi Media Tanam dengan 8 taraf yaitu : M1 (Tanah); M2 (Kompos); M3 (Arang Sekam); M4 (Tanah + Kompos (1:1)); M5 (Tanah + Arang sekam (1:1)); M6 (Kompos + Arang sekam (1:1)); M7 (Tanah + Kompos + Arang sekam (1:1:1)); dan M8 (Tanah + Kompos + Arang sekam (2:1:1)). Faktor kedua adalah interval penyiraman pupuk organik cair dengan 2 taraf yaitu: O1 (interval 4 hari) dan O2 (interval 7 hari). Dari kedua faktor perlakuan tersebut, diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Hubungan antara masing-masing perlakuan selanjutnya di analisis menggunakan model regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan keragaan tanaman bawang daun pada sistem vertikultur yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot segar tanaman dipengaruhi oleh kadar nitrogen media tanam. Peningkatan kadar nitrogen pada media tanam vertikultur sampai titik tertentu dapat meningkatkan keragaan tanaman bawang daun, namun selanjutnya peningkatan kadar nitrogen akan diikuti oleh penurunan keragaan tanaman bawang daun. Kata kunci: vertikultur, nitrogen, media tanam, tanaman bawang daun
Pemanfaatan Konsorsium Mikroba Dan Cendawan Mikoriza Arbuskular (Cma) Sebagai Biofertilzer Pada Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Mer) Mazidatul Faizah; Anggi Indah Yuliani; Alif Riswandar; Al Ayubi -
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biofertilizer merupakan satu dari berbagai komponen yang sangat penting untuk meningkatkan sistem suplai nutrien dalam bidang pertanian. Beberapa jenis mikroba tanah yang sering digunakan sebagai biofertilizer antara lain bakteri pemfiksasi N non simbiosis, bakteri N simbiosis, jamur mikoriza, Effective Microorganism (EM) dan bakteri pelarut fosfat. Mikroba tanah tersebut bila dimanfaatkan secara bersama dan tepat dalam sistem pertanian organik dapat memberikan dampak positif bagi ketersediaan hara yang dibutuhkan (Paul and Clark, 1989). Kedelai (Glycine max L. Mer) merupakan salah satu komoditi pangan dari famili leguminoseae yang dibutuhkan dalam pelengkap gizi makanan. Kedelai memiliki kandungan gizi tinggi yang berperan untuk membentuk sel-sel tubuh dan menjaga kondisi sel-sel tersebut. Kedelai mengandung protein 75-80% dan lemak mencapai 16-20 serta beberapa asam-asam kasein (Suhardi, 2002). Penelitian ini menghasilkan formula konsorsium mikroba potensial cendawan mikoriza yang dapat meningkatkan efektifitas biofertilizer, penelitian ini bersifat ekperiemental menggunakan RAL. Kata kunci : cma, biofertilizer, kedelai
Pemetaan Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Berbagai Fase Bencana Banjir Berbasis GIS Untuk Meningkatkan Mitigasi Bencana Di Kabupaten Bojonegoro Ita Aristia Sa’ida; Mochamad Nizar Palefi Ma’ady
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat yang hidup di daerah zona rawan banjir memiliki kesiapsiagaan tersendiri yang berbeda-beda tiap wilayah. Biasanya hal itu dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat terhadap risiko dan pengalaman akan bencana banjir (Sutton dan Tierney,2006). Mengingat pada tahun 2007, Bojonegoro pernah dilanda bencana banjir besar yang setidaknya menenggelamkan 80% wilayah Kabupaten Bojonegoro (AntaraNews, 2007). Sehingga sasaran yang ingin dituju adalah untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai fase bencana banjir dan analisis keruangan berbasis GIS. Tulisan ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan analisis keruangan berbasis GIS. Studi ini difokuskan pada kesiapsiagaan yang ada di enam kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Bojonegoro. Indikator-indikator yang akan digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kesiapsiagaan adalah yang umumnya digunakan di beberapa kajian terdahulu yaitu (1) pengetahuan dan sikap, (2) rencana tanggap darurat, (3) sistem peringatan dini, (4) mobilisasi sumber daya, dan (5) modal sosial (Sutton dan Tierney,2006). Dari hasil Pemetaan Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap berbagai fase bencana Banjir di Kabupaten Bojonegoro maka dapat diketahui bahwa rata-rata Tingkat kesiapsiagaan berada pada level sedang-tinggi, hal ini dibuktikan oleh perolehan analisis kuantitatif dari hasil wawancara yakni rata-rata berada pada angka 3-4. Sehingga penelitian ini penting dilakukan guna mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai fase bencana banjir di Kabupaten Bojonegoro. Kata kunci: Kesiapsiagaan Masyarakat, Bencana Banjir, SIG, Bojonegoro .
PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN SENI KAMPUNG LUDRUK UNTUK MENDONGKRAK PENDAPATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT SEKITAR Anggi Diah Pitaloka; Meilia Anggorowati; Davi Ramadhani; Supriyati -
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ludruk merupakan sebuah pertunjukan drama tradisional yang berasal dari Jawa Timur. Pada pementasannya, Ludruk menceritakan kisah-kisah kehidupan sehari-hari rakyat biasa, yang seringkali di bumbui dengan humor atau komedi dan kritik sosial. Pementasan Ludruk biasanya dibuka dengan Tari Remo dan parikan (Cak Edi Karya, Pimpinan Ludruk Karya Budaya). Namun sayangnya popularitas kesenian tradisional Ludruk, kini sudah berangsur pudar (Factualnews.co, 2017). Kami menyoroti salah satu komunitas budaya yang berfokus pada keterampilan seni ludruk yaitu Paguyuban Ludruk Karya Budaya. Dimana komunitas ini adalah komunitas yang terkenal pada masanya, dan realita saat ini sudah lama tidak ada latihan yang terjadwal, beberapa mengatakan kurangnya regenerasi pemain, dan eksistensi yang menurun. Padahal ludruk adalah salah satu asset kekayaan bangsa yang unik, dimana memiliki nilainya tersendiri dan harus kembali dilestarikan. Selain itu, komunitas ini merupakan rumah dan sumber pendapatan bagi sebagian besar anggotanya. Oleh karena itu, melalui program ini telah dirancang beberapa metode yang memiliki tiga fokus utama, yaitu terciptanya komunitas paguyuban yang terstruktur memiliki sistem yang mengacu pada keberlajutan usaha, regenerasi anggota paguyuban, serta peningkatan eksistensi ludruk di masyarakat umum dimana akan berdampak pada peningkatan pendapatan perekonomian masyarakat sekitar (anggota paguyuban). Kata kunci: Ludruk, Generasi Muda, Perekonomian .
KKNPPM: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KRESEK, KECAMATAN WUNGU, KABUPATEN MADIUN MELALUI PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM DAN EKONOMI Intan Immanuela; Theresia Purbandari; Mujilan -
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKNPPM) Universitas Katolik Widya Mandala Madiun Tahun 2019 diadakan di lima dusun yaitu Brojo, Ngandong, Jatirogo, Katregan, dan Sewu, di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Tujuan kegiatan adalah lebih meningkatkan potensi ekonomi dan potensi wisata masyarakat Desa Kresek yang belum optimal; untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat. Target kegiatan adalah: 1) meningkatnya sadar wisata dan pengembangan wisata; 2) meningkatnya wawasan berwirausaha; 3) meningkatnya pengetahuan tentang tata buku dan penentuan harga jual yang benar untuk industri rumah tangga; 4) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pengemasan dan pemasaran produk industri rumah tangga. Metoda pelaksanaan yang dilakukan untuk mencapai tujuan adalah melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan KKNPPM terdiri dari penyuluhan Sadar Wisata Sapta Pesona melalui ceramah, diskusi, pemaparan, tayangan film; pelatihan kewirausahaan; pelatihan pengelolaan dan pemasaran wisata alam dan kuliner; pelatihan membuat cinderamata wisata dan pemberian alat produksi; pelatihan pemasaran wisata berbasis teknologi informasi; pelatihan pengemasan produk; pelatihan pemasaran berbasis teknologi informasi untuk industri rumah tangga yaitu lempeng, pelatihan kripik pare dan abon jamur tiram serta penyerahan alat produksi abon jamur tiram; pelatihan tata buku; pelatihan penentuan harga jual produk; pelatihan pengemasan produk; pelatihan hidroponik, ecobrik, dan aquaponik. Kata kunci: pemberdayaan, potensi wisata, potensi ekonomi, teknologi informasi
Pelatihan Pembuatan Media Belajar Sains Berbasis Ramah Lingkungan Bagi Guru SD/MI di Wilayah Jombang Ino Angga Putra; Iin Baroroh Ma’arif; Suci Prihatiningtyas
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan guru SD/MI membuat media belajar sains berbasis ramah lingkungan. Mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013, maka Guru SD/MI harus memiliki keterampilan dalam merancang suatu media pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih variatif dan interaktif. Media pembelajaran yang dirancang oleh Guru SD/MI dibuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan dan ada di kehidupan sehari-hari siswa. Penggunaan media pembelajaran yang baik akan mempengaruhi kualitas mutu pembelajaran di kelas. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui tahap pelatihan yang dilakukan selama 2 hari pada tanggal 27 & 28 Juli 2019. Pengambilan data menggunakan kuesioner kegiatan pelatihan dan angket penilaian penyusunan media. Hasil pelatihan ini diperoleh data hasil kepuasan bahwa 70% peserta pelatihan menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki manfaat yang sangat baik untuk mendukung proses pembelajaran di dalam kelas. Peserta pelatihan memperoleh wawasan terkait media belajar sains berbasis ramah lingkungan. Hasil penilaian keterampilan guru SD/MI dalam menyusun media diperoleh bahwa 75% peserta pelatihan pada kategori tinggi dan 25% pada kategori cukup tinggi. Kegiatan pengabdian ini diharapkan memberikan manfaat kepada guru SD/MI dalam peningkatan keterampilan mendesain/merancang media pembelajaran serta guru SD/MI dapat mengimplementasikan hasil medianya di dalam pembelajaran. Kata kunci: Pelatihan, Media Belajar Sains Berbasis Ramah Lingkungan, Keterampilan Guru SD/MI .
Penerapan Teknologi Vacuum Pump Sebagai Alat Perah Untuk Produksi Susu Sapi Segar Berkualitas Dalam Mendukung Program Agrowisata Di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi Asmaul Khusna; Anis Usfah Prastujati; Nuraini Lusi
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Licin merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi yang dikembangkan berdasarkan potensi daerahnya menjadi kawasan agrowisata peternakan sapi perah. Peternakan sapi perah di Kecamatan Licin ini mengalami pasang surut usahahal ini disebabkan Karena produksi susu dari Kecamatan Licin ini sebagian besar djpasok ke PT. Nestle. PT. Nestle hanya menerima kualitas susu grade A saja, sedangkan kualitas susu di Kecamatan Licin ini tidak selalu memenuhi standar dari PT. Nestle sehingga kebanyakan susu yang akan disetorkan ke PT. Nestle terkadang ditolak. Kualitas susu yang kurang balk ini diakibatkan pemerahan yang dilakukan di Desa Tamansari masih konvensional yakni pemerahan dilakukan menggunakan kedua tangan pemerah tanpa menggunakan saning tangan dan susu ditampung pada wadah terbuka. Proses pemerahan yang masih konvensional ini mengakibatkan susu yang dihasilkan beresiko tinggi terkena cemaran mikroba sehingga susu tidak masuk katagori grade A. Oleh Karena itu perlu adanya alat pemerah susu dengan teknologi vakum. Dengan adanya alat pemerah susu dengan teknologi vakum di kelompok ternak lien Mahnur Kecamatan Licin dapat mempercepat proses pemerahan dan hasil pemerahan pun lebih higienis. Kata kunci : manajemen pemerahan, sapi perah, vacuum pump