cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS AIR REBUSAN REBUSAN DAUN SIRSAK DAN MAHKOTA DEWA DALAM MENURUNKAN KADAR ASAM URAT WANITA PADA MASA KLIMAKTERIUM Royhanaty, Isy; Sari, Novita; Salamah, Umu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i2.276

Abstract

ABSTRAK  Latar belakang: Wanita premenopause (klimakterium) akan mengalami penurunan fungsi ovarium secara alamaiah, yang menyebabkan menurunnya hormone esterogen. Produksi hormon estrogen berkurang dan memperburuk fungsi pengeluaran urin sehingga meningkatkan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Air rebusan daun sirsak dan air rebusan mahkota dewa merupakan alternatif pengobatan hiperurisemia. Tujuan : Mengetahui efektivitas air rebusan daun sirsak dan air rebusan mahkota dewa dalam menurunkan kadar asam urat wanita pada masa klimakterium di Desa Lambur, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Metode: Jenis penelitian quasi experiment dengan two group pretest and posttest design. Sampel adalah 30 wanita usia 40-50 tahun yang dipilih sesuai kriteria, berjumlah 30 orang, yang terbagi menjadi 2 kelompok. Analisa data menggunakan paried t test, wilcoxon dan independent t test. Hasil : Pemberian air rebusan daun sirsak dapat menurunkan secara signifikan kadar asam urat wanita pada masa klimakterium (p value = 0,001). pemberian air rebusan mahkota dewa dapat menurunkan secara signifikan kadar asam urat wanita pada masa klimakterium (p value = 0,000). Pemberian air rebusan daun sirsak lebih efektif menurunkan kadar asam urat wanita pada masa klimakterium dibanding pemberian air rebusan mahkota dewa (p value = 0,001). Kesimpulan : Pemberian air rebusan daun sirsak lebih efektif menurunkan kadar asam urat wanita pada masa klimakterium dibanding pemberian air rebusan mahkota dewa. Wanita pada masa klimakterium yang menderita hiperurisemia disarankan untuk mengkonsumsi air rebusan dau sirsak 200 ml yang terbuat dari 5 mg daun sirsak kering, sehari 2 kali (pagi dan sore) selama 7 hari, untuk mendapatkan penurunan kadar asam urat yang signifikan.  Kata Kunci : Asam Urat, Daun Sirsak, Mahkota Dewa  ABSTRACT  Background : Premenopausal (climacteric period) women will naturally experience decreased ovarian function, which causes a decrease in the hormone estrogen. The production of the hormone estrogen decreases and worsens the function of urine output thereby increasing levels of uric acid in the blood (hyperuricemia). Boiled water of Annona muricata L leaves and boiled water of Phaleria macocarpa are alternative treatments for hyperuricemia. Objective : To determine the effectiveness of Boiled water Annona muricata L leaves and boiled water of Phaleria macocarpa in reducing levels of female uric acid during climacteria in Lambur Village, Kandangserang District, Pekalongan Regency. Method : A quasi-experimental study with two groups pretest and posttest design. The sample was 30 women aged 40-50 years who were selected according to criteria, totaling 30 people, who were divided into 2 groups. Data analysis uses paried t test, Wilcoxon and independent t test. Results : Boiled water of Annona muricata L leaves can significantly reduce a woman's uric acid levels during the climacteric period (p value = 0.001). Boiled water of Phaleria macocarpa can significantly reduce the level of uric acid in women during climacteric period (p value = 0,000). Giving boiled water of Annona muricata L leaves is more effective in reducing the level of uric acid in women during climacteria compared to giving boiled water of Phaleria macocarpa (p value = 0.001). Conclusion : Giving Boiled water of leaf of Annona muricata L is more effective in reducing the level of uric acid in women during climacteria compared to giving boiled water of Phaleria macocarpa. Climacteric women suffering from hyperuricemia are advised to consume 200 ml of water of leaf of Annona muricata L made from 5 mg of dried Annona muricata L leaves, 2 times a day (morning and evening) for 7 days, to get a significant decrease in uric acid levels. Keywords: Uric Acid, Annona muricata L leaves, Phaleria macocarpa
REPRESENTASI KUALITAS INFORMASI DOKUMEN REKAM MEDIS BERBASIS PERMENKES RI NOMOR 269/MENKES/PER/III/2008 DI KLINIK PRATAMA SURYA MEDIKA SEMARANG Harsono, Harsono; Sugiharto, Sigit
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i2.275

Abstract

ABSTRAK Salah satu komponen pelayanan kesehatan untuk menentukan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan adalah tersedianya informasi dari rekam medis.  Kualitas informasi dokumen rekam medis ditentukan oleh beberapa hal diantaranya yaitu lengkap, akurat dan konsisten.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas informasi dokumen rekam medis berbasis Permenkes RI No 269/Menkes/Per/III/2008 di klinik pratama surya medika semarangPenelitan ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian crossectional. Lokasi pengampilan sampel di Klinik Pratama Surya Medika Semarang.  Populasi penelitian dokumen rekam  medis periode bulan Agustus-Desember 2019 dengan sampel penelitian sejumlah 200 dokumen rekam medis. Analisa data yang digunakan analisa univariat yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan  prosentase dari kualitas informasi rekam medis pasien klinik surya medika semarang.  Hasil observasi kualitas informasi dokumen rekam medis berdasarkan komponen kelengkapan didapatkan hasil terdapat ketidaklengkapan pada No Rekam Medis Pasien 55%, Tanggal Lahir 14%, Jenis Kelamin 9%, Alamat 36%, Tanggal Periksa 4%, Terapi 2% dan Tanda Tangan berikut Nama Dokter 95%. Berdasarkan komponen keakuratan didapatkan hasil adanya ketidakakuratan pada perbaikan no rekam medis pasien dengan cairan penghapus tulisan 1%, ketidaksesuaian no rekam medis pasien pada formulir dengan map 2% dan perbaikan tulisan (coretan) pada kolom diagnosis, anamnesis, terapi tidak diparaf nakes 14%.  Sementara untuk komponen konsistensi didapatkan hasil terdapat ketidakkonsistenan pada penulisan kode no rekam medis pasien tidak sesuai antara formulir dengan map 6% dan penulisan nama pasien tidak sesuai antara formulir dengan MAP 2%Kualitas  informasi  dokumen rekam  medis berbasis Permenkes RI No 269 /Menkes/Per/III/2008 pada klinik pratama surya medika semarang masih didapatkan hasil kurang lengkap, kurang akurat dan kurang konsisten dengan besaran prosentase yang bervariasi   Kata Kunci : Kualitas Informasi, Dokumen Rekam Medis, Permenkes RI No 269 /Menkes/Per/III/2008   ABSTRACT One component of health service to determine the quality of health services in health care facilities is the availability of information from medical records. The quality of medical record document information is determined by several things including the complete, accurate and consistent. This Study aims to determine the quality of information on medical record documents based on the Minister of Health Republic of Indonesia Number 269/Menkes/Per/III/2008 at the Surya Medika Pratama clinic in SemarangThis research is a descriptive study using a cross-sectional research design. Location of the sample performance at Surya Medika Pratama Clinic Semarang. The population of the study was the medical record documents for the period August-December 2019 with a research sample of 200 medical record documents.  Analysis of the data used univariate analysis presented in the form of frequency distributions and percentages of the quality of medical record information of patients in the surya medika clinic in semarangThe results of observations of the quality of medical record document information based on the completeness component found that there was an incompleteness in the patient medical record number 55%, date of birth 14%, gender 9%, address 36%, check date 4%, therapy 2%, the following signatures is the name of the doctor 95%.  Based on the accuracy component, it is found that there is an inaccuracy in the improvement of the medical record number of patients with written eraser fluid 1%, Incompatibility of patient’s medical record number on the form with folder 2%, Improved writing (graffiti) in the diagnosis column, history taking, therapy not initialled by health workers 14%.  While for the consistency component, there was a result that there was an inconsistency in the writing of the patient’s medical record number which did not match the form with the map 16% and writing the patient’s name does not match the form with folder 2%The quality of information on medical record documents based on the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 269/Menkes/Per/III/2008 in the Semarang Surya Pratama Clinic still results in incomplete, inaccurate and less consistent with varying percentages Key words : Information Quality, Medical Record Documents, the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 269/Menkes/Per/III/2008
Peningkatan Kepatuhan Pola Hidup Melalui Acceptance Comitment Theraphy (ACT) Pada Klien Hipertensi Sianturi, Renta; Pardede, Lisbeth
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i2.238

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit yang dapat berkembang menjadi kronik akibat klien tidak mampu untuk mempertahankan pola hidup yang dapat menjaga keseimbangan tekanan darah. Faktor pemicu kenaikan tekanan darah yaitu ketidakpatuhan pola hidup seperti ketidak patuhan pola makan dan minum, pola istirahat dan aktivitas, pengendalian stress, dan kepatuhan kontrol dan minum obat hipertensi. Ketidak patuhan yang terjadi pada klien hipertensi dapat ditangani dengan pemberian tindakan Acceptance Comitment Theraphy (ACT). Kesadaran pentingnya kepatuhan pola hidup harus diketahui oleh klien hipertensi sehingga memiliki komitmen untuk menjaga dan mempertahankan pola hidup yang sehat. Penelitian ini dilakukan dengan quasi eksperiment, jumlah responden 33 orang dipilih dengan purposive sampling, desain pre post test. Data yang dikumpulkan yaitu karakteristik responden, kepatuhan pola hidup meliputi kepatuhan makan dan minum, kepatuhan aktivitas dan istirahat, pengendalian stress dan kepatuhan kontrol dan minum obat. Hasil penelitian ada perbedaan  nilai rata – rata sebelum dan sesudah dilakukan Acceptance Comitment Theraphy  p value (0,000) dengan CI 95%.  Setelah dilakukan Acceptance Comitment Theraphy responden menyadari bahwa klien memiliki penyakit hipertensi yang harus diatasi dengan komitmen mematuhi pola hidup. Komitmen yang dilakukan oleh klien akan menjadi suatu perubahan perilaku yang menetap. Acceptance Comitment Theraphy dapat menjadi salah satu tindakan untuk berkomitmen meningkatkan kepatuhan pola hidup.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG AYU SEMARANG Qomariyah, Qomariyah; Maharani, Kristina; Maulidiyah, Fia Nur
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i2.362

Abstract

 Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia belum menggembirakan. Pada tahun 1986-1991 sebesar 39%, tahun 2002-2003 sebesar 39,5%, tahun 2005 sebesar 27,30%,dan tahun 2007 sebesar 21,51%, sedangkan di Kecamatan Sumowono tahun 2008 sebesar 29,02%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Karang Ayu Semarang.Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain kasus kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 7-12 bulan yang memberikan ASI eksklusif (kasus) dan tidak memberikan ASI eksklusif (kontrol). Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling dan didapatkan jumlah sampel sebesar 39 orang (kasus) dan 28 orang (kontrol). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05 dan penentuan Odds Rasio (OR)).Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan (p = 0,012, OR = 3,35), pendidikan ibu (p value=0,047, OR=2,19), pekerjaan ibu (p value=0,005, OR=4,47), ketertarikan promosi susu formula (p value=0,031, OR=2,57), dan dukungan suami (p value =6,37, OR= 1,15).Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diajukan adalah supaya ibu-ibu di Puskesmas Karang Ayu Semarang diharapkan lebih meningkatan kemampuan dalam memelihara kesehatan bayi melalui pemberian ASI eksklusif dan diperlukan motivasi suami untuk mendukung ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Kata kunci : Pemberian ASI Eksklusif. The exclusive breastfeeding coverage in Indonesia had not been satisfactory. In 1986 through 1991 period it was 39%, in 2002-2003 39.5%, in 2005 27.30%, and in 2007 21.51%, while in Sumowono District in 2008 it was 29.02%. This study aimed at discovering the factors related to exclusive breastfeeding in Karang Ayu Health Clinic Semarang. This research was an analytical survey using case control research design. The population in this research was mothers with infants of 7-12 months of age and exclusively breastfed them (case) and those with infants of 7-12 months of age and did not exclusively breastfeed them (control). The sample was taken using simple random sampling and 39 cases and 28 controls were obtained. The instrument in this research was questionnaire. The data was analyzed in univariately and bivariately (using chi-square statistical test formula and determining Odds Ratio (OR)).From the research result it was found that the factors related to exclusive breastfeeding were mothers’ knowledge (p value=0.012,OR=3,35), mothers’ education (p value=0.047,OR=2.19), mothers’ job (p value=0.005,OR=4.47), formula milk promotion attractedness (p value=0.031, OR=2.57), and husband support (p value=6.37, OR= 1.15).From the research result, the suggestions the researcher could offer was for mothers in Karang Ayu Health Clinic Semarang shall improve their capability in nursing and raising babies/infants through exclusive breastfeeding their husbands’motivation to support mothers in breastfeeding their babies exclusively. Keywords : Exclusive Breastfeeding.
HUBUNGAN DURASI WAKTU BERMAIN GAME ONLINE DENGAN PRAKTIK PERSONAL HYGIENE PADA SISWA SMK NEGERI 2 SURAKARTA Anjayani, Safitri; Susilowati, Tri; Prajayanti, Eska Dwi; Mursudarinah, Mursudarinah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i2.361

Abstract

Latar Belakang; Perkembangan teknologi saat ini telah mengalami berbagai kemajuan yang sangat pesat. Salah satu aspek perkembangan teknologi yakni munculnya game online yang di gemari oleh anak sekolah, remaja hingga dewasa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center tentang game 97 % (umur 12 sampai 17 tahun) dari para remaja bermain games (99 % merupakan remaja pria). Pada kecepatan dan pemakaian berlebihan bermain game online sering terjadi seorang gamers yang lupa diri atau terlalu mengejar level up pada game online itu sendiri, sehingga menyebabkan para gamers yang lupa mandi, lupa makan, lupa pulang kerumah jika bermain game. Tujuan; Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara durasi waktu bermain game online dengan praktik personal hygiene. Metode; Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil; Sebagian besar siswa SMK Negeri 2 Surakarta durasi waktu bermain game online. 14 jam/minggu atau termasuk kategori cukup yaitu sebanyak 61 siswa (65,6%). Sebagian besar siswa SMK Negeri 2 Surakarta dalam praktik personal hygiene kurang baik yaitu sebanyak 67 siswa (72%), sedangkan sisanya yaitu sebanyak 26 siswa (28%). Hasil uji Chi Square diperoleh p-value sebesar < 0,001 < 0,05 maka Ho ditolak sehingga menerima Ha, artinya terdapat hubungan durasi waktu bermain game online dengan praktik personal hygiene siswa SMK Negeri 2 Surakarta. Kesimpulan; Terdapat hubungan durasi waktu bermain game online dengan praktik personal hygiene pada siswa SMK Negeri 2 Surakarta.Kata Kunci: durasi waktu bermain, game online, praktik personal hygiene.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELUHAN PENDENGARAN PADA PEKERJA PANDE BESI DI DESA MOJO KECAMATAN ANDONG KABUPATEN BOYOLALI Permatasari, Ulfa; Sari, Irma Mustika; Purwaningsih, Wahyu; Mursudarinah, Mursudarinah; Siswanto, Siswanto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i2.363

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Perkembangan teknologi dibidang industri, telah berhasil menciptakan berbagai produk mesin yang dalam proses pembuatannya seringkali menghasilkan polusi suara bising di tempat kerja. Pada tahun 2000 terdapat 250 juta penduduk dunia yang menderita gangguan pendengaran, 75-140 juta di antaranya terdapat di Asia Tenggara. Tujuan ; Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keluhan pendengaran pada pekerja pande besi di Desa Mojo Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali. Metode Penelitian ; Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil ; Hasil penelitian ini diperoleh dari 32 responden diketahui bahwa mayoritas yang mengalami keluhan pendengaran berdasarkan usia yaitu berusia >40 tahun (90.6%), keseluruhan berjenis kelamin laki-laki (100%), kebisingan seimbang antara >NAB dengan <NAB (50%), riwayat merokok yaitu mayoritas perokok berat (90.6%), mayoritas tidak mengkonsumsi obat-obatan (68.8%), mayoritas tidak mengalami penyakit (93.8%). Kesimpulan ;  Pekerja pande besi mayoritas berusia lebih dari 40 tahun, keseluruhan berjenis kelamin laki-laki, kebisingan seimbang antara lebih dari NAB dengan kurang dari NAB, mayoritas tidak mengkonsumsi obat-obatan, mayoritas tidak mengalami penyakit.Kata Kunci                           : keluhan pendengaran, pande besi                 ABSTRACTBackground of the study: Technological developments in the field of industry, has successfully created a wide range of products machines in the manufacturing process often results in the emergence of noise pollution or noise in the workplace. In 2000 there were 250 million of the world population suffer from hearing loss, where there are 75-140 million of them in Southeast Asia.Purpose ;To determine the factors that affect hearing complaints in workers Mojo blacksmith in the village of Andong District of Boyolali. Research methods ; This research uses a descriptive method. Results; The results of this study were obtained from 32 respondents note that the majority who had complaints of hearing by age are aged> 40 years (90.6%), the overall sex male (100%), noise is balanced between the> NAB with <NAV (50%), smoking history that the majority of smokers (90.6%), the majority are not taking medication (68.8%), the majority did not have the disease (93.8%). conclusion; Workers blacksmith majority over the age of 40 years, the entire male gender, noise balanced between more than NAB with less than NAB, the majority do not consume drugs, the majority do not have the disease.Keywords             : grievance hearing, blacksmith
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Dengan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks pada WUS di Puskesmas Tlogosari Wetan Semarang Cahyaningsih, Oktaviani; Sulistyowati, Indah; Alfiani, Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i2.366

Abstract

ABSTRAK Hingga saat ini kanker serviks merupakan penyebab kematian terbanyak di negara berkembang. Angka kejadian penyakit ini rendah pada wanita berumur dibawah 25 tahun, namun insidens meningkat pada wanita berumur 35 sampai 40 tahun dan mencapai titik maksimum pada usia 50-an. Kanker serviks menempati urutan ke-2 sebagai penyakit yang sering menyerang wanita terutama di negara berkembang. Menurut WHO  terdapat 460.000 kasus baru diseluruh dunia dimana sebanyak 75% berada di negara berkembang, sehingga dalam 10 tahun mendatang diperkirakan 9 juta orang akan meninggal setiap tahun akibat kanker. Tujuan  Penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks Di Wilayah Kerja Puskesmas Tlogosari Wetan Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.Penelitian ini termasuk dalam penelitian explanatory research dengan jumlah sample 67 WUS. Hasil Penelitian ini adalah  ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dan perilaku deteksi dini kanker serviks dimana ρ ρ = 0,003 < 0,05 dan ada hubungan yang signifikan antara variabel sikap dan perilaku deteksi dini kanker serviks dimana ρ = 0,011 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan ada hubungan antara  pengetahuan dan  sikap WUS dengan deteksi dini kanker serviks. Dengan demikian diperlukan modivikasi dalam memberikan penyuluhan seperti  penggunaan leaflet, lembar balik dan video kesehatan dalam rangka untuk meningkatkan partisipasi WUS untuk melakukan  deteksi dini untuk mencegah kanker serviks.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap dan PerilakuABSTRACT         Until now cervical cancer is the leading cause of death in developing countries. The incidence of this disease is low in women under the age of 25, but the incidence increases in women aged 35 to 40 years and reaches a maximum at 50. Cervical cancer ranks second as a disease that often attacks women, especially in developing countries. According to WHO there are 460,000 new cases worldwide where as many as 75% are in developing countries, so that in the next 10 years an estimated 9 million people will die each year from cancer.                    The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge and attitudes towards early cervical cancer detection behavior of Early Detection of Cervical Cancer in Fertile Age Women in Tlogosari Pedurungan Semarang. This study was included in the explanatory research with a sample of 67 WUS. The results of this study are that there is a significant relationship between variables of knowledge and behavior of early detection of cervical cancer where ρ ρ = 0.003 <0.05 and there is a significant relationship between attitude variables and early detection behavior of cervical cancer where ρ = 0.011 <0.05 thus it can be concluded that there is a relationship between knowledge and attitudes of WUS with early detection of cervical cancer. Thus modification is needed in providing counseling such as the use of leaflets, leaflets and health videos in order to increase the participation of WUS to conduct early detection to prevent cervical cancer. Keywords: Knowledge, Attitudes and Behavior

Page 1 of 1 | Total Record : 7