cover
Contact Name
Isnanita Noviya Andriyani
Contact Email
isnanita.87@gmail.com
Phone
+628562906161
Journal Mail Official
almanar@journal.staimsyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Pringgokusuman No.12 Gedongtengen
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Manar : Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam
ISSN : 22527265     EISSN : 26158779     DOI : -
Jurnal AL Manar: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam ini harus meliput tentang pendidikan Islam baik sebagai bentuk dakwah dengan integritas pendidikan sebagai realitas sosial yang dinamis dan terus berubah. Jurnal ini juga bertujuan menjembatani kesenjangan antara pendidikan Islam dan dakwah baik secara tekstual maupun kontekstual untuk Studi Islam; dan menyelesaikan dikotomi dalam pendidikan dan dakwah Islam. Maka, jurnal ini mengundang titik temu beberapa disiplin ilmu dan cendekiawan. Dengan kata lain, kontributornya meminjam dari berbagai disiplin ilmu, termasuk humaniora dan ilmu sosial yang memuat kajian studi ilmiah tentang hasil-hasil penelitian, pengembangan dan kajian ke-Islaman dalam bentuk hasil penelitian, gagasan konseptual, tinjauan literatur, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020): Desember" : 10 Documents clear
STRATEGI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAQ PADA PESERTA DIDIK TUNAGRAHITA DI SLB MUHAMMADIYAH DEKSO KALIBAWANG Istikomah Istikomah; Hafidh Nur Fauzi
Jurnal Al-Manar Vol 9, No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v9i2.190

Abstract

Dalam pendidikan luar biasa atau pendidikan khusus anak berkelainan, memiliki istilah penyimpangan eksplisit yang ditujukan kepada anak-anak yang yang dianggap memiliki kelaianan penyimpangan dari kondisi rata-rata anak normal pada umumnya. kelainan tersebut dapat terlihat dari fisik, mental maupun karakteristik perilaku sosial. Peserta didik tunagrahita sangat memerlukan pendidikan serta layanan khusus yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SLB Muhammadiyah Dekso Kalibawang, dapat disimpulkan metode yang digunakan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran Akidah Akhlak pada anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Muhammadiyah Dekso Kalibawang Kulonprogo adalah metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab, metode tanya jawab, dan metode latihan/ drill. Metode yang dipakai dengan cara berganti-ganti di setiap pertemuan untuk menghindari kebosanan pada peserta didik tunagrahita.
PERTEMUAN NABI MUSA عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ DENGAN ALLAH سبحانه و تعالى (Studi Psikologi Sufisme Kisah Musa dalam Tafsir Ibnu Katsir) Musmuliadi Musmuliadi
Jurnal Al-Manar Vol 9, No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v9i2.196

Abstract

Jenis penelitian yang penulis gunakan di sini adalah penelitian kepustakaan (library reseach) dengan pendekatan psikologi sufisme. Pendekatan psikologi sufisme merupakan pendekatan dengan mempelajari dan memfokuskan pada tiga konsep dasar psikologi sufi, yaitu hati, jiwa dan ruh.            Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dalam penelitian ini, dapat penulis simpulkan sebagai berikut: (1) Pertemuan nabi Musa menurut pandangan sufisme (para Arif Billahi ) adalah bisa terjadi dengan Nur mukhasyafah. Bahwa yang dimaksud dengan melihat Allah bukan berarti melihat Dzat-Nya (bentuk rupa). (2) Dikalangan sebagaian Ulama sufi terdapat keyakinan bahwa melihat Tuhan bisa terjadi dengan pandangan mata batin yang mendapat nur dari Allah. (3) Firman Allah “engkau tidak dapat melihatku” tidak bisa melihat Tuhan. Tetapi tidak berarti menutup kemungkinan untuk dilihat dengan mata hati. Bila mata hati itu dilengkapi oleh Allah dengan Nur-Nya yang kemudian disebut dengan “nurul bashirah” (cahaya pandangan batin yang disebut (bashar) yang kemudian mata kepala sama sekali tidak berfungsi termasuk tidak berfungsinya daya pikir dan seluruh kemampuan fisikal (jasmani) yang oleh orang sufi digambarkan dengan fana dzauqy maka kondisi itulah terjadi melihat Tuhan. (4) Pingsangnya nabi Musa disebabkan karena ketidakmampuannya melihat Allah, dan ini bukan berarti Allah tidak bisa dilihat.(5) Tasbihnya Musa setelah sadar menunjukkan kekurangan dan kelemahan Musa yang tidak mampu melihat Allah di dunia, dan tidak semua yang bisa dilihat berarti tidak baik atau kurang. (6) Melihat Allah di dunia tidak pernah dilihat dengan mata kepala baik oleh nabi Musa maupun Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa salallam. Allah hanya bisa dilihat di dunia dengan pandangan hati atau lewat mimpi sesuai dengan kapasitas keimanan dan keyakinannya kepada Allah. Adapun pada hari kiamat kelak Allah akan dilihat oleh seluruh makhluknya. Tetapi melihat allah yang hakiki menjadi tambahan kenikmatan hanya bisa dirasakan oleh orang mukmin setelah mereka masuk surga.
MODEL KEPEMIMPINAN KEWIRAUSAHAAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL Haryadi Haryadi
Jurnal Al-Manar Vol 9, No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v9i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai; (1) kompetensi kewirausahaan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah, (2) strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah, (3) model kepemimpinan kewirausahaan kepala sekolah di Sekolah Dasar Metode penelitian menggunakan model penelitian kualitatif deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara yang mendalam dan dokumentasi Metode analisa data menggunakan analisis Miler dan Huberman dengan aktivitas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian; (1) kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan kewirausahaan dapat dilihat dari kompetensi kewirausahaan telah dituangkan di dalam KTSP dan renstra sekolah, (2) Strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah, yaitu pengembangan kurikulum, meningkatkan kompetensi SDM, peningkatan fasilitas sarpras pendidikan dan kemitraan dengan pihak lain, (3) model kepemimpinan kewirausahaan kepala sekolah SD di Kabupaten Bantul adalah; kepala sekolah SDN 1 Bantul adalah model kepemimpinan Karismatik yang dikembangkan dengan kepemimpinan kewirausahaan, kepala sekolah SD Unggulan Aisiyah Bantul adalah model kepemimpinan Transformasiona dipadukan dengan kepemimpinan kewirausahaan, kepala sekolah MIN 1 Bantul adalah model kepemimpinan Karismatik yang dipadukan dengan kepemimpinan kewirausahaan, dan kepala sekolah SD IT Ar-Raihan Bantul adalah model kepemimpinan Transformasional dikolaborasikan dengan kepemimpinan kewirausahaan.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK ANAK TUNAGRAHITA BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SMALB KABUPATEN GUNUNGKIDUL Teguh Suyono Arifin
Jurnal Al-Manar Vol 9, No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v9i2.192

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran pendidikan agama Islam pada anak tunagrahita, mengidentifikasi kesesuaian strategi yang digunakan dengan karakter yang akan dibentuk, menemukan keberhasilan pembentukan karakter anak tunagrahita melalui strategi pembelajaran pendidikan agama Islam, dan mengetahui faktor penghambat dan solusi stategi pembelajaran pendidikan agama Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan strategi pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis pendidikan karakter di SMALB Gunungkidul. Sumber data dalam penelitian kepala sekolah, dan guru pendidikaan agama Islam. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan macam-macam strategi pembelajaran pendidikan agama Islam pada anak tunagrahita antara lain, teacher center strategies, deduktif, ekspositori, individualisai, kooperatif dan modifikasi tingkah laku. Kesesuain strategi pembelajaran yang digunakan dengan karakter religiusitas dengan deduktif; jujur dengan individualisai, ekspositori; disiplin dengan teacher center strategies, individualisasi, modifikasi tingkah laku; kooperatif dengan toleransi. Keberhasilan pembentukan karakter anak tunagrahita melalui strategi pembelajaran pendidikan agama Islam, antara lain, karakter religiusitas membuat siswa menjalankan sholat dhuha, sholat jamaah, karakter jujur, disipli membuat siswa menjalankan upacara bendera, apel pagi, toleransi membuat siswa dapat bergaul tanpa membedabedakan. Penghambat dan solusi strategi pembelajaran pendidikan agama Islam, antara lain motivasi guru untuk pengembangan profesi rendah, perencanaa pembelajaran yang kurang baik, ketrampilan dan keluasan ilmu yang berbeda-beda, letak geografis sekolah sehingga kesulitan jaringan internet, maka solusinya dengan mengadakan workshop, pendidikan kilat supaya menambah motivasi guru dalam pengembangan profesionalitas, penyusunan perencanaan pembelajaran secara bersama-sama peningkatan ketrampilan supaya keluasan ilmu meningkat, serta penyediaaan jaringan internet yang cepat dan stabil.
EFEKTIFITAS METODE AT-TIBYAN DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN ANAK USIA DINI DI TAUD SAQU NURUSSUNNAH DI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Syaiful Anam; Azis Azis
Jurnal Al-Manar Vol 9, No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v9i2.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan metode alTibyan dengan berbagai keunggulannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bercorak lapangan, yang bersumber dari data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden, baik dengan cara observasi dan wawancara. Pengumpulan data dengan metode observasi dan wwancara untuk memperoleh datadata yang akurat tentang keefektifan metode at-Tibyan dalam membaca al-Quran di TAUD Saqu Nurussummah kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan efektif dengan bukti metode AtTibyan diajarkan secara praktis, menggunakan tahajji dan berbahasa Arab, diajarkan secara klasikal dan peraga, diajarkan secara individual, mudah untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur’an karena adanya pengulangan dan banyak diadakan dengan latihan.
REGULASI DIRI DAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KURANG MAMPU DI SMK MUHAMMADIYAH TEPUS DAN SMAN 1 TANJUNGSARI GUNUNGKIDUL Ahmad Zuhdhi
Jurnal Al-Manar Vol 9, No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v9i2.193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan regulasi diri dan motivasi berprestasi siswa kurang mampu di SMK Muhammadiyah Tepus dan SMA Negeri 1 Tanjungsari. Sekolah menengah menjadi salah satu sarana dari pemerintah untuk memberikan Pendidikan baik pengetahuan maupun karakter kepada siswa pada umumnya. Kondisi ekonomi siswa kurang mampu menjadi penghambat yang nyata bagi terlaksananya pendidikan siswa, akan tetapi banyak ditemui siswa kurang mampu yang berprestasi di kalangan siswa sekolah menengah. Penelitian ini dilakukan di 2 sekolah di kabupaten Gunungkidul dengan subyek penelitian ini berjumlah 4 siswa dengan rincian 2 dari SMK Muhammadiyah Tepus dan 2 dari SMA Negeri 1 Tanjungsari yang termasuk dalam kategori siswa kurang mampu dan berprestasi yang dibuktikan dengan dokumen dari sekolah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama regulasi diri yang baik yang ditunjukkan dengan terpenuhinya semua indikator regulasi diri yaitu: 1) Kemampuan siswa dalam mengaktivasi pemikiran, 2) Kemampuan siswa dalam mengaktivasi perilaku, 3) Kemampuan siswa dalam mengaktivasi perasaan, 4) Kemampuan siswa dalam menghasilkan Tindakan, 5) Kemampuan siswa dalam menghasilkan perencanaan, 6) Kemampuan siswa dalam mengatur strategi pencapaian, 7) Kemampuan siswa dalam mengadaptasi diri, 8) Kemampuan siswa dalam mengevaluasi belajar, 8) Kemampuan siswa dalam mengatur kognisi. Kedua Motivasi berprestasi dimiliki oleh semua subyek ditunjukkan dengan terpenuhinya semua indikator motivasi berprestasi yaitu: 1) Mengetahui perubahan energi, 2) Mengetahui tumbuhnya perasaan, 3) Reaksi mencapai tujuan, 4) Mengeluarkan tingkat usaha yang tinggi, 5) Pemenuhan kebutuhan individual, 6) Menyukai tantangan. Ketiga, semua subyek menunjukkan bahwa regulasi diri yang baik dapat menumbuhkan motivasi dalam diri (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik) yang dapat berwujud berbeda-beda dari satu siswa dengan yang lain.
IMPLEMENTASI KURIKULUM ISMUBA DI SEKOLAH MUHAMMADIYAH Umam Mufti
Jurnal Al-Manar Vol 9, No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v9i2.188

Abstract

Dalam penelitian ini menganalisis implementasi kurikulum ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyhan dan Bahasa Arab, dengan metode diskriptif kualitatif, menggunkan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa di SD Muhammadiyah Banguntapan implementasi kurikulum ismuba sudah baik, berdasar pada perencanaan, proses dan evaluasi pembelajaran, akan tetapi ada beberapa hal yang menjdi catatan, banyak terkendalanya program yang sudah di rumuskan didalam kurikulum disebabkan karena rendah nya etos kerja guru.
PRAKTIK PEMBELAJARAN DI MADRASAH PERSPEKTIF PRAGMATISME (STUDI TERHADAP PEMIKIRAN IBN KHALDUN DAN JHON DEWEY) Rz. Ricky Satria Wiranata; Arham Junaidi Firman; Tri Mulyanto; Agung Ilham Prastowo
Jurnal Al-Manar Vol 9, No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v9i2.194

Abstract

Artikel ini berusaha mencari format praktik pembelajaran di Madrasah dalam perspektif pragmatisme. Artikel ini menarik karena mencoba membenturkan dua filosof besar dikalangan Islam dan Barat yaitu Ibn Khaldun dan Jhon Dewey kemudian di komparasi dan di reposisi menjadi sebuah temuan konsepsi praktis pembelajaran di Madrasah. Artikel ini merupakan studi Pustaka (library research) yaitu prosedur mengumpulkan data dari berbagai karya tulis seperti buku, artikel, catatan ilmiah kemudian di telaah secara dialogis menjadi sebuah simpulan. Pendekatan yang digunakan dalam artikel ini adalah filosofis. Hasil penelitian menyatakan bahwa ciri khas dari pendidikan pragmatis adalah praktek langsung (Learning by Doing). Madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengasah kecerdasan kognitif tetapi juga sebuah laboratorium pengalaman tempat ide dan gagasan diuji coba. Tujuan Pendidikan pragmatis di madrasah adalah pengembangan pemikiran, kesadaran sosial dan peningkatan kerohanian siswa. Praktik pembelajaran pragmatis hendaknya dimulai dari pengalaman hidup yang bersifat umum menuju yang lebih kompleks. Kurikulum Pendidikan pragmatis di madrasah hendaknya menyesuaikan dengan kemampuan inteletual siswa. Pembelajaran pragmatis hendaknya membuat siswa mampu memetik intisari pelajaran, keterangan dan penjelasan yang komprehensip multi perspektif.
PERAN KELEKATAN ANAK DENGAN IBU DAN KEMATANGAN EMOSI AYAH TERHADAP KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANAK Farah Saufika Permana; Abd. Madjid; Aris Fauzan
Jurnal Al-Manar Vol 9, No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v9i2.189

Abstract

Manusia hidup di dunia untuk saling berinterkasi dengan sesamanya. Interkasi dapat dibangun dengan adanya komunikasi interpersonal. komunikasi interpersonal pada anak tentunya dapat terbentuk dari pola komunikasi orangtua di rumah. Salah satu factor keberhasilan komunikasi yang baik pada anak adalah kelekatan antara anak dengan ibu. Ibu merupakan figure lekat bagi anak, sehingga kelekatan aman mampu menciptakan komunikasi interpersonal yang baik. Namun, di zaman sekarang dapat dijumpai komunikasi interpersonal yang buruk pada anak seperti adanya ejekan verbal dan kasus bullying di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui tingkat komunikasi interpersonal siswa di SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta; (2) Mengetahui tingkat kelekatan anak pada ibu di SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta; (3) Mengetahui tingkat kematangan emosi ayah pada siswa yang bersekolah di SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta; (4) Menganalisis peran kelekatan anak dengan ibu dan kematangan emosi ayah terhadap komunikasi interpersonal anak pada siswa di SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta secara parsial dan simultan. Jenis penelitian yang penulis gunakan di sini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif ex post facto. Adapun lokasi yang peneliti pilih adalah SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta. sampel yang digunakan oleh peneliti adalah 86 siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Purwodiningratan. Teknik pengumpulan data, penulis menggunakan kuisioner, observasi, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dalam penelitian ini, dapat penulis simpulkan: (1) Tingkat komunikasi interpersonal pada siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Purwodiningratan menghasilkan rata-rata 132,6 dan sebanyak 56,1% masuk dalam kategori tinggi . (2) Tingkat kelekatan anak dengan ibu masuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata sebesar 39,2 hal ini juga dapat dilihat bahwa sebanyak 51,5% siswa tergolong memiliki kelekatan aman dengan ibunya. (3) Tingkat kematangan emosi ayah pada siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Purwodiningratan menunjukkan rata-rata sebesar 75,9 dan sebesar 62,8% dalam kategori tinggi, yang artinya kematangan emosi ayah pada siswa tersebut tinggi. (4) Berdasarkan penelitian terdapat peran yang signifikan pada kelekatan anak dengan ibu dan kematangan emosi ayah terhadap komunikasi interpersonal anak pada siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta. Hasil uji F menunjukkan sig. 0.000 < 0.05 sehingga X1 dan X2 memiliki pengaruh pada variable Y (komunikasi interpersonal anak) dan sumbangannya sebesar 44,7%. Hasil uji T pada kelekatan menunjukkan sig.0.000<0.05 dan kematangan emosi sig. 0.016<0.05 yang menunjukkan masing-masing variabel X memiliki peran terhadap variabel Y. Sumbangan efektif pada kelekatan sebesar 28,8 dan kematangan emosi sebesar 15,9. Sedangkan untuk sumbangan relatif pada variabel kelekatan sebesar 64,5% dan variabel kematangan emosi sebesar 35,5% terhadap variabel Y.
PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM FUNGSIONAL DALAM PEMBINAAN PERKAWINAN DI KABUPATEN SLEMAN (Tinjauan Konseling Islam) Surahmat Surahmat
Jurnal Al-Manar Vol 9, No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v9i2.195

Abstract

KUA (Kantor Urusan Agama) merupakan pihak pemerintah yangpaling dibutuhkan dalam urusan perkawinan. Di dalamstrukturnya ada Penghulu yang bertugas dalam pelayananpencatatan perkawinan, Staf Pembinaan Perkawinan danKeluarga Sakinah (Binwin KS) yang bertugas dalam pembinaanperkawinan dan keluarga sakinah, dan Penyuluh Agama IslamFungsional (PAIF) yang bertugas dalam bimbingan penyuluhanagama Islam. Dalam kasus di Kabupaten Sleman, DIY; peranideal PAIF dalam pembinaan perkawinan (binwin) sudah bersifatIslami dan legal. Adapun kegiatannya terkelompok dalam 8 peran(P), yakni menjadi narasumber: penasihatan calon pengantin(catin) individual (P1), penasihatan catin berpasangan/ sepasang(P2), penasihatan catin klasikal/ kursus catin (P3), panitia kursuscatin (P4), khutbah nikah (P5), penasihatan pascanikah individual(P6), penasihatan pascanikah berpasangan (P7), dan menjadiKonsultan Perkawinan BP4 (P8). Dari 8 peran ideal tersebut yangdapat diperankan oleh para PAIF sebagai peran aktual di KUA seKabupaten Sleman adalah: P1, P2, P3, P6, P7, dan P8 dengansignifikasi peran yang berbeda-beda; ada yang berperan secarasignifikan (S), cukup signifikan (CS), kurang signifikan (KS), danada pula yang tidak signifikan (TS). Dari tinjauan KonselingIslam, baik peran ideal maupun peran aktual PAIF itumenunjukkan relevansi dengan standar Konseling Islam.Relevansi ini dapat dianalisis keterkaitannya dengan strategioptimalisasi peran PAIF dalam binwin.

Page 1 of 1 | Total Record : 10