cover
Contact Name
Isnanita Noviya Andriyani
Contact Email
isnanita.87@gmail.com
Phone
+628562906161
Journal Mail Official
almanar@journal.staimsyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Pringgokusuman No.12 Gedongtengen
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Manar : Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam
ISSN : 22527265     EISSN : 26158779     DOI : -
Jurnal AL Manar: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam ini harus meliput tentang pendidikan Islam baik sebagai bentuk dakwah dengan integritas pendidikan sebagai realitas sosial yang dinamis dan terus berubah. Jurnal ini juga bertujuan menjembatani kesenjangan antara pendidikan Islam dan dakwah baik secara tekstual maupun kontekstual untuk Studi Islam; dan menyelesaikan dikotomi dalam pendidikan dan dakwah Islam. Maka, jurnal ini mengundang titik temu beberapa disiplin ilmu dan cendekiawan. Dengan kata lain, kontributornya meminjam dari berbagai disiplin ilmu, termasuk humaniora dan ilmu sosial yang memuat kajian studi ilmiah tentang hasil-hasil penelitian, pengembangan dan kajian ke-Islaman dalam bentuk hasil penelitian, gagasan konseptual, tinjauan literatur, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 160 Documents
MEMBANGUN KESADARAN SPIRITUAL DI ABAD 21: DARI AKTIVITAS MENGAGUMI HINGGA MENGINSPIRASI Unik Hanifah Salsabila
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.005 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i1.98

Abstract

Makalah ini membahas konsepsi umum Pendidikan Islam dalamkonteks orientatif, yang semestinya menjadi spirit pengembangangagasan besar (powerful ideas) di dalam praktik pembelajaran.Miskonsepsi di dalam sistem Pendidikan Islam menimbulkanparadigma konvensional terhadap konten ajaran Islam untukmenghadapi laju zaman. Penulis melalui studi lapangankualitatif, berupaya menyajikan gagasan inovatif modelpengembangan Pendidikan Islam praksis untuk menyikapidarurat kebutuhan literasi spiritual melalui pola rekonstruksipengalaman menggunakan integrasi tujuh fase belajar yangmenginspirasi, yakni mengagumi, menghayati, meneliti,menghubungkan, mengkolaborasi, mengaktualisasi, danmemberi. Model revitalisasi kebermaknaan pembelajarantersebut didesain untuk merespon problematika kontemporer didalam sistem Pendidikan Islam.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SOSIOLINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Nurhapsari Pradnya Paramita
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.078 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.75

Abstract

Sosiolinguistik merupakan cabang linguistik yang secara etimologi kata tersebut berasal dari bahasa Inggris, yaitu terdiri atas kata socio dan linguistics. Linguistik yaitu ilmu yang mempelajari atau membicarakan bahasa, khususnya unsur-unsur bahasa (fonem, morfem, kata, kalimat) dan hubungan antara unsur-unsur itu termasuk hakikat dan pembentukan unsur-unsur itu. Unsur sosio adalah seakar dengan sosial, yaitu yang berhubungan dengan masyarakat, kelompok-kelompok masyarakat, dan fungsi kemasyarakatan. Jadi, sosiolinguistik adalah studi atau pembahasan dari bahasa sehubungan dengan penutur bahasa itu sebagai anggota masyarakat. Dapat juga dikatakan bahwa sosiolinguistik mempelajari dan membahas aspek-aspek kemasyarakatan bahasa, khususnya perbedaan-perbedaan (variasi) yang terdapat dalam bahasa yang berkaitan dengan faktor-faktor kemasyarakatan (sosial).
REFLEKSI PEACE-EDUCATION DALAM TRANSFORMASI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM (Solusi Alternatif Resolusi Konflik Melalui Pendidikan Formal) Unik Hanifah Salsabila
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.499 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.31

Abstract

Pada konteks pendidikan Islam, kurikulum merupakan planning of learning dari tataran idea yang terbingkai dalam integritas antara hal-hal yang profan maupun sakral untuk mengkonstruk manusia menjadi hamba yang bertakwa. Adapun dialektika dan persinggungan pendidikan Islam terhadap berbagai jenis konflik kekerasan sekaligus performa kurikulum pendidikan Islam yang memegang konsep continuing education dan lifelong learning itulah, yang kemudian mengharuskan adanya upaya rekonstruksi melalui eksplorasi konsep peace building yang bersumber pada Alquran dan hadis. Dalam tradisi Islam klasik, konsepsi tentang peace-education tersebut telah dipraktikkan oleh Nabi sesuai dengan konteks zamannya pada waktu itu. Sehingga menjadi tugas berkelanjutan dari praktisi pendidikan untuk menderivasikan konsepsi tersebut ke dalam transformasi kurikulum pendidikan Islam praksis di lembaga pendidikan formal.
KEMAMPUAN MERANCANG DAN MELAKSANAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN GURU BAHASA ARAB MTs DI KABUPAEN BANTUL Muhamad Fathoni
Jurnal Al-Manar Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.214 KB) | DOI: 10.36668/jal.v5i1.50

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Arab MTs dalam Merancang dan Melaksanakan Evaluasi Pembelajaran di Kabupaten Bantul, mumpunyai tingkat kemampuan cukup yaitu dengan nilai rata-rata 73 untuk kelompok guru yang sudah sertifikasi dan 65 untuk kelompok guru yang belum sertifikasi. Kedua, Thitung lebih kecil dari Ttabel (1,469 < 2,03) dan Signifikansinya lebih besar dari signifikansi 0,05 (0,005 < 0,05) maka H0 terima, artinya tidak ada perbedaan nilai tes yang signifikan antara kelompok guru yang sudah sertifikasi dengan kelompok guru yang belum sertifikasi. Pada tabel Group statistics diatas terlihat rata-rata (mean) untuk kelompok guru yang sudah sertifikasi adalah 73,42 dan untuk kelompok guru yang belum sertifikasi adalah 64,69, artinya bahwa nilai rata-rata kelompok guru yang sudah sertifikasi tidak lebih tinggi dari pada rata-rata untuk kelompok guru yang belum sertifikasi.
PERAN PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM BERKARAKTER Isnanita Noviya Andriyani
Jurnal Al-Manar Vol 4, No 1 (2015): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.795 KB) | DOI: 10.36668/jal.v4i1.66

Abstract

Kemunculan dan perkembangan pendidikan Islam tentu membawa ke arah perubahan yang tidak lepas dari peran para pendidik Islam. Namun, bersamaan dengan perputaran dunia, modernisasi dan pengembangan ilmu pengetahuan teknologi dari hari ke hari yang semakin berkembang, akhirakhir ini membuat banyak generasi muda yang tidak memikirkan dampak yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan dunia pendidikan. Pada hakikatnya usaha pendidikan Islam adalah dengan mengutamakan beberapa hal yang diwujudkan secara utuh dan terpadu, karena konsep pendidikan Islam dikembangkan berawal dari kandungan ajaran dan tradisi Islam yang menjunjung berprinsip pendidikan manusia seutuhnya. Di zaman yang modern ini sangat relevan untuk mengetahui konsep pendidikan Islam yang semakin berkembang. Maka dalam jurnal ini akan dibahas mengenai bagaimana konsep pendidikan Islam yang meliputi pengertian pendidikan dan pendidik dalam Islam, kurikulum, tanggung jawab pendidik dan tujuan pendidikan Islam.
KRITIK KHALED ABOU EL-FADL ATAS EPISTEMOLOGI HADITS SUJUD PADA SUAMI M Rifian Panigoro
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.18 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i2.90

Abstract

Khaled M. Abou El Fadl seorang intelektual muslim yangdikenal luas sebagai penulis prolific. Ia mengkritik studi hadiskaum puritan yaitu studi hadist yang dilakukan oleh ulamatradisional yang berkisar pada kritik sanad dan kritik matan,salah satunya adalah hadist mengenai istri yang sujud kepadasuami. Menurut Khaled hadist ini seringkali dijadikan acuanoleh beberapa orang untuk melegitimasi hubungan suami istri,disini ia mengutarakan kritik sanad dan matannya. Ia akanmembuka pandangan baru kita untuk tidak menggunakanhadîts-hadîts tentang bersujud dan taat kepada suami sebagaisandaran dalam persoalan hukum atau teologi. dengan caramengevaluasi secara menyeluruh semua hal yang bisaditemukan dari hadîts-hadîts tersebut. Menurutnya hadîtstersebut sangat bertentangan dengan pemahaman dalam teksAlQuran. Dampak nyata dari hadîts tersebut adalah seorangistri mempunyai kewajiban yang sangat besar terhadap lakilakiyang menjadi suaminya, semata karena posisi laki-lakitersebut sebagai suaminya. Seorang suami berhak mendapatpenghormatan dan pelayanan dari istrinya. Hadîts ini akanterkesan merendahkan perempuan apabila dipahami secaraliteral. Sehingga Hadîts ini membutuhkan riwayat-riwayat lainuntuk menjelaskan makna yang terkandung di dalamnya.
MENCARI PROFOUND KNOWLEDGE TENTANG PERILAKU KERJA PENDIDIK Desy Aniqotsunainy
Jurnal Al-Manar Vol 4, No 1 (2015): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.333 KB) | DOI: 10.36668/jal.v4i1.8

Abstract

Perfection of worship as a manifestation hablumminallah be obtained when Hablumminannas done with humility and always respect others. Educator profession as one of the prototype and systematics are unique and original. Unique because educators sincerity manifested in every educator behavior. Original because of instinct, and the bodies educator ratio is a creation god that benefit everyone.
KAJIAN PSIKOLOGIS BERPIKIR DALAM AL-QUR’AN DAN HADITS Alfiana Chofifah
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.286 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i1.25

Abstract

Berpikir adalah proses menyajikan atau memanipulasi pengalaman-pengalaman secara lebih lengkap, misalnya dalam melakukan proses memanggil kembali informasi, membayangkan dan mempertimbangkan sesuatu. Berpikir berarti memproses informasi secara mental atau secara kognitif. beberapa pandangan dasar dalam berpikir Berpikir adalah kognitif, yaitu timbul secara internal dalam pikiran tetapi dapat diperkirakan dari perilaku, Berpikir merupakan sebuah proses yang melibatkan beberapa manipulasi pengetahuan dalam sistem kognitif, dan Berpikir diarahkan dan menghasilkan perilaku yang memecahkan masalah. Menurut Piaget, cara berpikir logis berkembang secara bertahap, kira-kira pada usia dua tahun dan pada sekitar tujuh tahun. Piaget berpendapat bahwa cara berpikir anak-anak berbeda dengan cara berpikir orang dewasa. Berpikir dalam perspektif al-qur’an dan hadits pengertian berpikir (tafkiir. Secara etimologi, tafkir (berpikir) adalah salah satu kerja akal tingkat tinggi. Karena, orang yang berpikir menghadirkan di dalam otaknya gambaran menyeluruh mengenai tema atau masalah yang hendak dibahas dan dianalisis, sebagai tahapan pertama untuk menentukan bingkai umum masalah yang dipikirkan. Inovasi dalam berpikir perspektif Al-Qur’an dan Hadits, Kemampuan manusia untuk berpikir inilah yang menjadikannya sebagai makhluk-Nya yang diberi amanat untuk dapat beribadah kepada-Nya serta diberi tanggung jawab dalam segala pilihan dan keinginannya.
KEDUDUKAN MADRASAH DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL (SISDIKNAS) Rubini Rubini
Jurnal Al-Manar Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.51 KB) | DOI: 10.36668/jal.v5i1.45

Abstract

Implikasi Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 terhadap sistem pendidikan Islam, secara konseptual memberikan landasan kuat dalam mengembangkan dan memberdayakan sistem pendidikan Islam dengan prinsip demokrasi, desentralisasi, pemerataan/keadilan, mutu dan relevansi, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Sehingga terwujud akuntabilitas pendidikan yang mandiri menuju keunggulan. Implikasi tersebut mengindikasikan upaya pembaharuan sistem pendidikan Islam baik kandungan, proses maupun manajemen. Karena itu, konsep yang ditawarkan dan sekaligus sebagai konsekuensi berlakunya Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, adalah mereformulasikan konsep pendidikan Islam yang berwawasan semesta, dengan langkah-langkah membangun kerangka filosofis-teoritis pendidikan, dan membangun sistem pendidikan Islam yang diproyeksikan melalui Laboratorium fungsi ganda, yakni peningkatan mutu akademik dan pengembangan usaha bisnis. Upaya ini dilakukan dalam kerangka mewujudkan akuntabilitas lembaga pendidikan Islam yang mandiri menuju keunggulan, sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun bangsa dan negara Indonesia. Pendidikan Islam merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Artinya jika saat ini masih dipahami posisi pendidikan Islam sebagai subsistem dalam konteks pendidikan nasional sebagai sekadar berfungsi sebagai pelengkap (suplemen), maka hendaklah terjadi pergeseran ”peran” dari sekadar suplemen menjadi bagian yang juga turut berperan dan menentukan (substansial).Hanya saja, jika masih tetap dalam posisi yang sama, maka sudah selayaknya Depag memberikan hak pengaturan pendidikan kepada Depdiknas, sehingga untuk masa mendatang, pengaturan masalah-masalah pendidikan berada pada satu unit Departemen saja, dan tidak seperti sekarang ini banyak departemen mengelola pendidikan kedinasan dan non-kedinasan.
MODEL PEMBELAJARAN BAHASA ARAB TERPADU DI MAPK MAN I SURAKARTA Widi Astuti
Jurnal Al-Manar Vol 4, No 2 (2015): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.293 KB) | DOI: 10.36668/jal.v4i2.61

Abstract

Model pembelajaran bahasa arab terpadu merupakan salahsatu model implementasi kurikulum yang diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan, melalui model pembelajaran ini diharapkan siswa memperoleh pengetahuan dan menguasai empat keterampilan berbahasa Arab (Istima’, Kalam, Qira’ah, Kitabah) secara utuh dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan dan evaluasi program pembelajaran bahasa Arab terpadu di MAPK MAN I Surakarta. Hasil dari penelitian ini adalah sekolah ini menerapkan model pembelajaran bahasa Arab terpadu tipe nested (tersarang) yaitu memadukan berbagai unsur bahasa dan keterampilan berbahasa yang tertuang dalam materi pelajaran. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa guru bahasa Arab memiliki metode pengajaran yang berbeda-beda dalam menyampaikan materi pelajaran. Sedangkan pembelajaran bahasa Arab terpadu juga dilaksanakan pada kegiatan asrama yaitu terbentuknya kelompok belajar intensif bahasa Arab (Arabic Club). Pada pelaksanaannya pembelajaran ini menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran terpadu yaitu mengangkat tema yang actual dan otentik, membentuk siswa secara berkelompok dan menciptakan suasana berbahasa Arab yang hidup dan bermakna diluar kelas formal.

Page 2 of 16 | Total Record : 160