cover
Contact Name
Isnanita Noviya Andriyani
Contact Email
isnanita.87@gmail.com
Phone
+628562906161
Journal Mail Official
almanar@journal.staimsyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Pringgokusuman No.12 Gedongtengen
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Manar : Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam
ISSN : 22527265     EISSN : 26158779     DOI : -
Jurnal AL Manar: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam ini harus meliput tentang pendidikan Islam baik sebagai bentuk dakwah dengan integritas pendidikan sebagai realitas sosial yang dinamis dan terus berubah. Jurnal ini juga bertujuan menjembatani kesenjangan antara pendidikan Islam dan dakwah baik secara tekstual maupun kontekstual untuk Studi Islam; dan menyelesaikan dikotomi dalam pendidikan dan dakwah Islam. Maka, jurnal ini mengundang titik temu beberapa disiplin ilmu dan cendekiawan. Dengan kata lain, kontributornya meminjam dari berbagai disiplin ilmu, termasuk humaniora dan ilmu sosial yang memuat kajian studi ilmiah tentang hasil-hasil penelitian, pengembangan dan kajian ke-Islaman dalam bentuk hasil penelitian, gagasan konseptual, tinjauan literatur, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 160 Documents
TELAAH TERHADAP PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN PONDOK ASRAMA TAMANSISWA Waharjani Waharjani
Jurnal Al-Manar Vol 4, No 1 (2015): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.574 KB) | DOI: 10.36668/jal.v4i1.67

Abstract

Pembahasan ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang Ki Hadjar Dewantara melahirkan pemikiran Pondok Asrama Tamansiswa; wujud konkrit sistem penyelenggaraan pendidikan Pondok Asrama Tamansiswa; dan untuk mengetahui sosialisasi pemikiran tersebut di saat Ki Hadjar Dewantara masih hidup. Pembahasan yang perolehan datanya berupa dokumen/manuskrip itu dilakukan penggalian datanya dengan metode dokumenter dan metode analisis deskriptif sebagai analisa data. Adapun hasil pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa pemikiran pendirian Pondok Asrama itu lahir karena subyektivitas Ki Hadjar Dewantara yaitu (1) bahwa sistem pendidikan pondok adalah sistem pendidikan nasional yang ideal; (2) perlu adanya peningkatan kualitas kader pamong muda Tamansiswa melalui pendidikan khusus dengan peserta didik yang diasramakan dan lengkap dengan kurikulum yang memadai, berorientasi dalam semangat dan budaya bangsanya. Di antara wujud konkrit pendidikan Pondok Asrama Tamansiswa adalah pendidikan model asrama yang di dalamnya terdapat ruang belajar bagi para cantrik dan pamong, rumah-rumah guru, rumah cantrik dan kelengkapan lainnya yang berada dalam satu lokasi. Bersama-sama seluruh penghuni menciptakan suasana tertib damai sehingga kopel-kopel itu disebut pondok merdeka.
PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU, INTELEGENSI DAN KOMPETENSI SOSIAL TERHADAP KINERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR DOSEN (Studi Kasus Pada Universitas Islam Madura Tahun 2017) Qaiyim Asy'ari
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.424 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i2.91

Abstract

Menurut Gibson, dkk (1997), terdapat 3 (tiga) kelompokvariabel yang mempengaruhi kinerja dan perilaku seseorang,yaitu variabel individu, variabel organisasi, dan variabelpsikologis. Kinerja dosen tidak hanya dilihat dari kemampuankerja yang sempurna, tetapi juga kemampuan menguasai danmengelola diri sendiri serta kemampuan dalam membinahubungan dengan orang lain (Martin, 2000). Kemampuantersebut oleh Daniel Goleman disebut dengan EmotionalIntelligence atau kecerdasan emosi. Salah satu bentukkecerdasan lain yang saat ini tengah popular adalahkecerdasan sipiritual. kecerdasan spiritual mampumengintegrasikan dua kemampuan lain yang sebelumnya telahdisebutkan yaitu IQ dan EQ. Selain faktor Intelgency dankarakteristik individu yaitu faktor kempetensi sosial. Yaitusuatu kemampuan individu dalam berinteraksi secara efektifdengan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan yaitupenelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisisregresi linear berganda, Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh dosen di Universitas Islam Madura. Adapun hasil daripenelitian ini yaitu; 1) Variabel karakteristik individu, Variabelkecerdasan, Variabel kompetensi sosial berpengaruh secaraparsial dan signifikan terhadap kinerja dosen danpengembangan karir dosen. 2) Variabel karakteristik individu,kecerdasan, kompetensi sosial sama sama berpengaruh secarasimultan terhadap kinerja dosen dan pengembangan karirdosen.
TELAAH KRITIS BAHAN AJAR BAHASA ARAB ANAK USIA DINI PERSPEKTIF TEORI BELAJAR HUMANISTIK CARL R. ROGERS Nurhapsari Pradnya Paramytha
Jurnal Al-Manar Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.572 KB) | DOI: 10.36668/jal.v5i1.43

Abstract

Bahasa Arab adalah pintu gerbang untuk ilmu pengetahuan, terutama ilmu-ilmu Islam. Kesadaran ini mendorong lembaga pendidikan Islam untuk mengajarkan pendidikan Islam sejak dini. Bahasa Arab telah diperkenalkan sejak anak usia dini. Belajar bahasa Arab pada anak usia dini mulai dari kosakata sederhana untuk memperkenalkan kalimat lengkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk studi yang digunakan untuk menentukan apakah model pembelajaran bahasa Arab untuk anak usia dini yang relevan dengan tahap pengembangan penguasaan bahasa pada anak-anak melalui perspektif Psikologi Humanistik Carl Rogers. Penelitian ini adalah jenis penelitian dokumen karena data diperiksa adalah belajar bahasa Arab untuk anak usia dini. bahan pembelajaran bahasa Arab untuk anak usia dini yang penelitian E-book yang Haza dan Haẓihi (belajar bahasa Arab untuk anak usia dini), aktivitas kreatif Independent Book, belajar bahasa Arab Gratis CD untuk guru TK. Menurut perspektif Carl Rogers, ketiga bahan ini dapat digunakan sebagai bahan dalam kegiatan pembelajaran bahasa Arab sejak anak berusia kurang dari satu tahun, hanya. Menurut Carl Rogers, manusia harus cenderung untuk belajar. Sejak kelahiran anak memiliki kecenderungan untuk belajar. Pengajaran Bahasa Arab awal memungkinkan anak-anak untuk mencapai tingkat tertinggi kefasihan.
علم البلاغة : نظريته وتعليمه Alam Budi Kusuma
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.19 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.27

Abstract

Ilmu Balaghah merupakan cabang ilmu dalam bahasa arab. Ilmu balaghah berkembang beriringan dengan perkembangan ilmu nahwu. Mempelajari bahasa arab tanpa ilmu balaghah seperti masakan tanpa bawang. Maka sudah selayaknya sebagai pegiat bahasa arab harus mendalaminya. Bagaimana cara mendalaminya? Yaitu dengan cara menelusuri teori-teorinya dan pelaksanaan pembelajarannya. Teori-teori ilmu balaghah bias berupa ilmu bayan, badi, dan ma'ani. Ilmu ilmu tersebut masih terbagi menjadi beberapa bagian lagi, yang bagian-bagian itu mempunyai sub-sub bagian lagi. Ilmu balaghah sangatlah kaya ilmu dan materi.bahkan alquran penuh dengan ilmu balaghah. Pada dewasa ini, ilmu balaghah dipelajari dengan berbagai metode dan strategi.Metode dan strategi tersebut dikolaborasi agar lebih mudah dalam mempelajari teori-teorinya.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MENURUT ISLAM Sutinah Sutinah
Jurnal Al-Manar Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.177 KB) | DOI: 10.36668/jal.v5i1.46

Abstract

Di zaman yang modern ini sangatlah penting untuk mengetahui pendidikan berkarakter, karena pendidikan sekolah saja tidak mampu menghasilkan generasi penerus bangsa seperti yang dicita-citakan pancasila, karena sering kita dengar dan kita lihat ditayangan – tayangan TV tauran antara pelajar, pelecehan sexual, pelajar terlibat narkoba, dan lain-lainnya. Untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa maka muncul pendidikan berkarakter yang tidak hanya bertugas mencerdaskan siswa secara akademik, tetapi juga mendewasakan mental mereka dan sekaligus terjamin kepribadiannya. Mudah-mudahan pendidikan berkarakter dapat membentengi siswa dari segala macam pengaruh buruk yang ada di luar sana.
PENDIDIKAN SEBAGAI PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN (Tinjauan Surat Ali Imran Ayat 159) Afga Sidiq Rifai
Jurnal Al-Manar Vol 4, No 1 (2015): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.705 KB) | DOI: 10.36668/jal.v4i1.62

Abstract

Kepribadian seorang muslim merupakan bagian penting dari diutusnya Muhammad SAW ke muka bumi, dimana tujuan diutusnya Muhammad adalah sebagai penyempurna akhlak manusia. Kepribadian muslim sering disebut juga akhlakul karimah dalam bahasa yang lebih kontemporer disebut juga dengan karakter. Pada perkembangan saat ini, realita sebagian kaum muslimin justru bersifat kasar, mudah menyalahkan orang lain dan sulit menerima perbedaaan. Surat al-Imran ayat 159 memberi gambaran akan kepribadian muslim yang ideal, dimana seorang muslim haruslah toleran, humanis dan bertanggung jawab.
KONSEP SYUKUR (GRATEFULNES) (Kajian Empiris Makna Syukur bagi Guru Pon-Pes Daarunnahdhah Thawalib Bangkinang Seberang, Kampar, Riau) Akmal Masyhuri
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.561 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i2.86

Abstract

Kebersyukuran (gratitude) adalah respons positif yangditunjukkan dalam menerima sesuatu dari orang lain ataupengalaman yang terjadi. Penelitian tentang kebersyukuran inibertujuan untuk mengetahui bagaimana makna dan sumbersumberkebersyukuran bagi guru Pondok Pesantren DaarunNahdhah Thawalib Bangkinang. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode grounded theory. Subjekdalam penelitian ini adalah Guru Pon-Pes DaarunnahdhahThawalib Bangkinang yang berjumlah 40 orang. Prosespengambilan data dilakukan dengan memberikan angketkepada partisipan dalam bentuk pertanyaan terbuka. Hasilpenelitian menunjukkkan bahwa makna bersyukur bagi guruPon-Pes Daarunnahdhah Thawalib Bangkinang adalahmenerima segala pemberian nikmat dari Allah SWT denganperasaan bahagia dan apa adanya dan dikuti dengan rasaterima kasih atas pemberian tersebut dengan mengucapkanalhamdulillah serta menjalankan segala perintahnya dansaling berbagi atas nikmat yang telah diberikan”. Sumberkebersyukuran bagi guru Pon-Pes Daarunnahdhah ThawalibBangkinang adalah Keluarga, harta, prestasi akademik,kesehatan, pengalaman hidup, umur, kemudahan dalamhidup dan ilmu pengetahuan. Adapun cara bersyukur bagiguru Guru Pon-Pes Daarunnahdhah Thawalib Bangkinangadalah dengan cara memuji Allah dengan mengucapkanAlhamdulillah, beribadah mendekatkan diri kepada Allah,bersedekah, berinfaq, sujud syukur dan menjaga Kepemilikanyang telah diberikan Allah.
MENGGAGAS MODEL PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM BERBASIS PESANTREN Cahya Edi Setyawan
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.03 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i1.21

Abstract

Berbicara tentang perguruan tinggi agama islam (PTAI) tak akan terlepas dari pesantren. PTAI tumbuh dari embrio pesantren. Pertumbuhan itu untuk mengcover kebutuhan akan ilmu pengetahuan dan intelektualitas. Betapa tidak banyak PTAI yang besar dan mencetak generasi besar baik dalam kancah nasional maupun internasional. Perkembangan ilmu keagamaan dipesantren mempengaruhi perkembangan keilmuan nasional dan perkembangan Negara dari segala aspek terutama aspek pendidikan, social, politik, dan ekonomi. Dari perkembangan pesantren mencapai PTAI mendapat respon baik dari pemerintah. Pemerintah banyak memberikan sokongan moril dan materiil untuk mendukung perkembangannya. Pesantren banyak memberikan kontribusi untuk Negara melalui intelektual-intelektual muda yang terbentuk didalam pendidikan pesantren.
PSIKOLOGI KOMUNIKASI NABI MUHAMMAD DENGAN PARA SAHABAT Azis Abdullah
Jurnal Al-Manar Vol 5, No 2 (2016): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.824 KB) | DOI: 10.36668/jal.v5i2.39

Abstract

Komunikasi Nabi Muhammad SAW melalui bahasa verbal dan non verbal, yang selalu sesuaikan dengan bahasa umatnya, baik komunikasi dengan para istri, para sahabat dalam berbagai kalangan, para remaja dan bahkan anak-anak. Komunikasi yang dilakukan bersifat persuasif dengan menggunakan data fakta psikolgis maupun sosiologis sasaran dakwahnya, sehingga ajaran Islam menjadi salih likulli zaman wa makan tidak hanya menjadi cerita dan kenangan saja. Pesan-pesan komunikasi yang dirancang dengan baik, dapat menimbulkan efek kepada komunikan dakwah. Proses komunikasi Nabi Muhammad SAW selalu diimbangi dengan tauladan akhlak yang mulia, sehingga lawan bicara akan terkesan positif dan menunjukkan kenampilan yang kharismatik dan mempesona semua orang.
MENJAGA KESUCIAN FITRAH MANUSIA Isnanita Noviya Andriyani
Jurnal Al-Manar Vol 4, No 2 (2015): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.546 KB) | DOI: 10.36668/jal.v4i2.57

Abstract

Manusia adalah ciptaan Allah SWT yang hakikat perkembangannya dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan faktor lingkungan. Fitrah manusia adalah semua bentuk potensi yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT kepada manusia semenjak proses penciptaannya di alam rahim untuk kelangsungan hidupnya di dunia serta menjalankan tugas dan fungsinya sebagai makhluk terbaik yang diciptakan oleh Allah SWT. Fitrah manusia terdiri dari empat macam, yaitu Potensi Fisik (Psychomotoric), Potensi Mental Intelektual (IQ), Potensi Mental Spritual Question (SP), Potensi Sosial Emosional (EQ). Konsep fitrah mempercayai bahwa secara alamiah manusia itu positif (fitrah), baik secara jasmani dan ruhani (spiritual) dan mengakui bahwa komponen terpenting manusia adalah qalbu (aqidah). Sedangkan perkembangan fitrah manusia ditentukan oleh faktor usaha manusia itu sendiri dan hidayah (petunjuk) dari Allah SWT.

Page 4 of 16 | Total Record : 160