cover
Contact Name
Isnanita Noviya Andriyani
Contact Email
isnanita.87@gmail.com
Phone
+628562906161
Journal Mail Official
almanar@journal.staimsyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Pringgokusuman No.12 Gedongtengen
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Manar : Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam
ISSN : 22527265     EISSN : 26158779     DOI : -
Jurnal AL Manar: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam ini harus meliput tentang pendidikan Islam baik sebagai bentuk dakwah dengan integritas pendidikan sebagai realitas sosial yang dinamis dan terus berubah. Jurnal ini juga bertujuan menjembatani kesenjangan antara pendidikan Islam dan dakwah baik secara tekstual maupun kontekstual untuk Studi Islam; dan menyelesaikan dikotomi dalam pendidikan dan dakwah Islam. Maka, jurnal ini mengundang titik temu beberapa disiplin ilmu dan cendekiawan. Dengan kata lain, kontributornya meminjam dari berbagai disiplin ilmu, termasuk humaniora dan ilmu sosial yang memuat kajian studi ilmiah tentang hasil-hasil penelitian, pengembangan dan kajian ke-Islaman dalam bentuk hasil penelitian, gagasan konseptual, tinjauan literatur, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 160 Documents
KHAWARIJ DAN MURJI’AH PERSPEKTIF ILMU KALAM Rubini Rubini
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 1 (2018): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.036 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i1.85

Abstract

Khawarij adalah sekte yang terbentuk karena ketidaksetujuan terhadap keputusan Ali, karena Ali telah bersedia dan menerima tahkim, maka akhirnya sekte tersebut keluar dari kelompok Ali tersebut. Aliran Khawarij ini muncul karena ketidaksetujuan dan sebagai wujud protes kepada Ali yang telah menerima tahkim, yang pada akhirnya aliran ini keluar dari kelompok Ali. Aliran Khawarij mempunyai doktrin-doktrin pokok yang sifatnya terlalu radikal, anarchis, yang memusuhi semua pihak dan tidak mau diatur. Pada akhirnya aliran ini mengalami perkembangan, yaitu terpecah menjadi sub-sekte yang kecil-kecil, karena perbedaan pandangan terhadap suatu masalah. Murji’ah adalah sekelompok atau segolongan orang yang menunda keputusan mengenai masalah-masalah perselisihan seperti khilafah dan lain sebagainya, sampai di hadapan Tuhan, ketika manusia menghadap Tuhan nanti. Latar belakang kemunculan aliran Murji’ah adalah ketidaksetujuan dengan pendapat kaum Khawarij, yang menghukumi kafir orang-orang yang melakukan dan menyetujui tahkim. Ajaran pokok murji’ah pada dasarnya bersumber dari gagasan atau doktrin irja yang diaplikasikan dalam banyak persoalan, baik politik maupun teologis. Aliran Murji’ah mengalami perkembangan, yaitu dengan terbagi menjadi sub-sekte yang kecil-kecil. Hal itu dikarenakan perbedaan pendapat yang bersifat internal tentang permasalahan-permasalahan yang muncul.
PENDIDIKAN MORAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM Rubini Rubini
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.952 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i1.104

Abstract

utama. Yang pertama adalah faktor keluarga dan yangkedua adalah faktor lingkungan sosialisasi. Adanyapendidikan moral sangat berperan penting dalampembentukan generasi muda bangsa guna memiliki nilainilaipendidikan yang baik pada lingkungan masyarakat,khususnya lingkungan sekolah. Ini merupakan tugaspendidik menciptakan generasi-generasi bangsa yang baik,berakhlak mulia, dan berbudipekerti sesuai dengan nilainilainorma keagamaan. Di antara nilai-nilai yang harusditanamkan adalah sopan santun, berbudi pekerti, berdisiplin,berhati lapang, berhati lembut, beriman dan bertakwa,berkemauan keras, bersahaja, bertanggung jawab,bertenggang rasa, jujur, mandiri, manusiawi, mencintai ilmu,menghargai karya orang lain, rasa kasih sayang, rasa malu,rasa percaya diri, rela berkorban, rendah hati, sabar, pemaaf,semangat kebersamaan, setia, sportif, taat asas, takutbersalah, tawakal, tegas, tekun, amanah, terbuka, danulet. Pada makalah ini akan membahas tentang pendidikanmoral dalam perspektif Islam. Pendidikan Moral adalahpendidikan atau usaha yang dilakukan untuk menjadikananak manusia bermoral atau bermanusiawi. Artinyapendidikan moral adalah pendidikan yang mengajarkantentang sikap dan bagaimana perilaku sehari-hari yang baik.Jika dalam Islam adalah Pendidikan Akhlak yaitu pendidikanyang mengajarkan tentang bagaimana seharusnya bersikapterhadap seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini, baikyang hidup maupun mati. Fungsi dari pendidikan moral danpendidikan akhlak adalah untuk memagari seseorang dari halperbuatan buruk atau perbuatan tidak baik yang tidak sesuaidengan norma-norma yang ada dalam pendidikan,bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
ANALISIS DESKRIPTIF TEORI PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA Dailatus Syamsiyah
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.143 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.26

Abstract

The Second Language Acquisition (SLA) is quite difference with the Second Language Learning (SLL). Krashen said that SLA refers to linguistic competence and focuse on linguistic forms which are naturally internalized into the learner. Instead the SLL has an opposite meaning, it is a nurture learning and a result of formal learning situation. The context of SLA is natural while the SLL is formally programmed. Usually people learn language for the sake of achievement motivation, inspite of acquiring language as a communication motivation. SLL focuse on mastering the rules of language while SLA trying to master the skill of communication. This study aims to describe the theories of second language acquisition developed by psychologists as well as linguists such as B.F. Skinner, Noam Chomsky and Stephen D Krashen. These three will give us such wide insight about an empirical concrete aspect as well as an abstract intuitive aspect of second language acquisition.
BERBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN KOSA KAT BAHASA ARAB Widi Astuti
Jurnal Al-Manar Vol 5, No 2 (2016): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.65 KB) | DOI: 10.36668/jal.v5i2.38

Abstract

Kosa kata adalah elemen yang penting dalam penguasaan bahasa Arab. Koleksi jumlah kosakata yang terbatas akan menghambat siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa target, yakni bahasa Arab. Oleh karena itu, guru harus memiliki strategi strategi didalam pembelajaran bahasa Arab khususnya dalam meningkatkan perbendaharaan kosakata siswa agar tujuan menguasai bahasa Arab siswa tercapai dengan baik.
MANAJEMEN PESERTA DIDIK RAUDLATUL ATHFAL (RA) Fu'ad Arif Noor
Jurnal Al-Manar Vol 4, No 2 (2015): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.173 KB) | DOI: 10.36668/jal.v4i2.56

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep peserta didik Raudlatul Athfal dalam penerimaan dan belajar serta pengelolaan peserta didik Raudlatul Athfal bahwa kehadiran dibutuhkan di lembaga pendidikan tingkat satuan RA. Peserta didik adalah subjek dan objek dalam proses transformasi pengetahuan dan keterampilan sebagai dasar utama untuk masa awal dan dini. Peserta didik manajemen ditujukan untuk mengatur bagaimana berbagai kegiatan yang mengarah pada peserta didik potensi pertumbuhan dan perkembangan Raudlatul Athfal usia 4 (empat) sampai 6 (enam) tahun ini sehingga kegiatan belajar prategangan halus, tertib dan teratur untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Manajemen peserta didik didefinisikan sebagai pengaturan bisnis untuk pelajar dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai mereka lulus. Jadi pengelolaan administrasi peserta didik atau murid personel sebagai layanan yang difokuskan pada regulasi, pengawasan dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan untuk dilakukannya di sekolah. Tingkat pencapaian perkembangan peserta didik RA meliputi nilai-nilai agama dan moral, kotor fisik dan motorik halus, kesehatan dan perilaku keselamatan, kognitif terdiri dari belajar dan pemecahan masalah, serta berpikir logis dan simbolis. Untuk bahasa termasuk memahami bahasa, mengungkapkan bahasa, dan keaksaraan. Selain itu, lingkungan sosial termasuk emosional kesadaran diri anak, rasa tanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain, serta perilaku prososial. Sedangkan ruang lingkup perkembangan terbaru termasuk seni meliputi anak-anak dapat menikmati berbagai alunan lagu atau suara dan tertarik pada kegiatan seni.
TEORI EKOLOGI BRONFENBRENNER SEBAGAI SEBUAH PENDEKATAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Unik Hanifah Salsabila
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 1 (2018): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.006 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i1.72

Abstract

Salah satu tantangan terbesar bagi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam ialah pada ranah internalisasi nilai dalam menumbuhkan karakter dan habit peserta didik, sehingga materi Pendidikan Agama Islam tidak sekedar berorientasi pada aspek kognitif semata. Adapun realitas adanya interelasi yang dinamis antara peserta didik dengan lingkungannya dalam berkontribusi terhadap tumbuhnya karakter dan habit tertentu dalam diri peserta didik, rupanya menjadi permasalahan sekaligus solusi bagi upaya internalisasi nilai tersebut. Dalam konteks ini, teori ekologi perkembangan Brofenbrenner membantu mengkaji efektifitas pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam secara tersistem dan terpola di lingkup satuan pendidikan dengan memanfaatkan subsistem sekolah sebagai lingkungan mikrosistem terdekat dalam keseharian peserta didik.
TANTANGAN, PROSPEK DAN PERAN PESANTREN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Rz. Ricky Satria Wiranata
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.901 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i1.99

Abstract

Salah satu pilar utama yang menjadi kebanggaan umat Islamadalah dibangunnya satu sistem perilaku yang menjadi modaldasar seorang Muslim untuk menjalani hidup yaitu akhlaqulkarimah. Namun fakta menunjukkan, masih ditemukan perilakumenyimpang yang tidak menunjukkan akhlaqul karimahdikalangan umat Muslim. Atas dasar tersebut, pesantren tampilsebagai Lembaga Pendidikan Islam yang konsen dibidangpemberdayaan Umat khususnya mencetak manusia betaqwa danberakhlaq karimah tidak terkecuali di Era Revolusi Industri 4.0.Pesantren harus selalu optimis karena selama ini pesantrensecara konsisten terbukti mampu membentengi setiap pribadisantri terhadap derasnya budaya Barat yang masuk keIndonesia.
PENDEKATAN ACCELERATED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN QIRA’AH Muhamad Fathoni
Jurnal Al-Manar Vol 4, No 2 (2015): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.541 KB) | DOI: 10.36668/jal.v4i2.14

Abstract

Accelerated learning is a learning approach concerning with student psychology in their learning. It is a concept based on a finding of a Bulgarian psychiatrist, Dr. George Lozanov. Lozanov says that human brain, a main learning tool, can be effectively used only when it is "fun", not in pressure, free and comfortable. This learning approach has many elements which are called SAVI (Somatic, Auditory, Visual and Intellectual), learning which is involved whole brain to work. It is expected to actualize Qira'ah learning that is fun and motivates student to learn with no pressure.
PEMIKIRAN OMID SAFI : HUMANISME DAN SUFISME Subhan Subhan
Jurnal Al-Manar Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.734 KB) | DOI: 10.36668/jal.v6i2.32

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pemikiran Omid Safi yaitu humanisme dan sufisme yang menjadi dasar ide gagasan muslim progresif. Untuk mengetahui hal itu, digunakan pendekatan analisis terhadap kary-karya Omid Safi yang berisi muatan humanisme dan sufisme kemudian menafsirkannya. Hasilnya adalah bahwa humanisme dan sufisme merupakan dua pemikiran besar Omid Safi yang identik sekali dengan dirinya. Humanisme Omid Safi merupakan sebuah gagasan besar untuk menggambarkan sejatinya muslim progressif yang meliputi gagasan-gagasan Omid lainnya seperti social justice, gender equality dan pluralism. Sementara sufisme adalah sebuah gagasan besar Omid Safi yang mendukung gagasan humanismenya.
ISLAM DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN Fu'ad Arif Noor
Jurnal Al-Manar Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.675 KB) | DOI: 10.36668/jal.v5i1.51

Abstract

Kajian ini mengungkap premis mayor perihal asumsi dasar bahwa Islam adalah agama yang “rahmatan lil’alamin”. Sangat menjunjung tinggi keseimbangan kehidupan antara makhluk satu dengan lainnya. Berawal dari Pendidikan yang merupakan suatu proses pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna. Islam memandang pendidikan itu sangat penting adanya. Karena dengan menjalani sebuah proses itulah seseorang bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang dapat menunjang taraf hidup dan posisinya di hadapan Allah dan manusia lainnya. Sementara Nilai adalah sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi manusia sebagai acuan tingkah laku. Sehingga nilai-nilai pendidikan Islam menjadi sifat-sifat atau hal-hal yang melekat pada pendidikan Islam yang digunakan sebagai dasar manusia untuk mencapai tujuan hidup manusia itu sendiri yaitu mengabdi kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan pada anak sejak kecil, karena pada waktu itu adalah masa yang tepat untuk menanamkan kebiasaan yang baik padanya. Secara garis besar, ada 2 model pendidikan Islam di Indonesia. Yaitu; 1) Pesantren yang berupa Pesantren Salafy, Semi Modern, dan Modern. 2) Sekolah/ Madrasah, terdiri : RA/TPA/TPQ (TK), MI/SDI (SD), MTs/SMPI (SMP), MA/SMAI (SMA/SMU), dan Perguruan Tinggi. Islam juga memandang Pendidikannya mampu menjadi rahmat bagi alam semesta yang tanpa memandang suku, ras, budaya, agama, bahasa, Negara, dan lain-lain selama pendidikannya itu menjalankan 3 proses, yaitu : 1) Proses internalisasi pendidikan sebagai nilai, keyakinan, pengetahuan sesuai dengan kemampuan dan pemahaman seseorang (subyektif) yang kemudian dilanjutkan dengan : 2) Proses Eksternalisasi, diwujudkan dalam tindakan, sikap, prilaku yang sesuai dengan norma dan keyakinannya, ini belum menjadi rahmatan lil alamin selama belum mencapai proses berikutnya yaitu : 3) Proses Obyektifikasi, dengan pertimbangan kognitif dan budaya melahirkan kriteria-kriteria kemasyarakatan yang berilmu pengetahuan dan santun dalam merealisasikannya sehingga mampu memberi manfaat dan kemaslahatan kepada yang lain, tanpa menganggu hak asasinya dan mampu berdampingan dengan kesejahteraan bersama.

Page 3 of 16 | Total Record : 160