cover
Contact Name
Pribadi Mumpuni Adhi
Contact Email
pribadi.adhi@mesin.pnj.ac.id
Phone
+6282110853350
Journal Mail Official
proceeding.semnas@mesin.pnj.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. G. A. Siwabessy, Kampus UI, Depok 16425
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin
ISSN : 20852762     EISSN : 26859319     DOI : -
Seminar Nasional Teknik Mesin PNJ melibatkan banyak pihak yang dipandang dapat mewakili peran akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pengusaha. Lebih jauh, seminar ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa dan atau lulusan untuk tidak hanya mampu melakukan penelitian yang berkualitas namun juga dapat menghasilkan paten. Oleh karena itu, sudah seharusnya PNJ gencar untuk menyuarakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi manufaktur, material, dan konversi energi untuk turut serta berperan aktif dalam pengembangan industri nasional melalui kompetensi yang dimiliki mahasiswa dan lulusan Teknik Mesin PNJ. Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin PNJ merupakan wadah untuk menampung hasil diseminasi penelitian para dosen dan mahasiswa baik di dalam PNJ maupun di luar PNJ.
Articles 173 Documents
Menghilangkan Kondisi Berdebu pada Area 541-AS1 Ramadan, Pariz; Sholeh, Moch.; Junaedi, Dedi; Aman, Aman
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menjaga kelancaran proses produksi HRC di perlukan adanya pengecekan dan perawatan alat secara berkala sehingga dapat menghilangkan atau meminimalisir terhentinya proses produksi yang di sebabkan oleh kerusakan alat. Salah satu alat yang harus di perhatikan adalah gate air slide 541-AS1 pada jalur bypass antara HRC utara dan HRC selatan yang selalu menimbulkan kondisi berdebu pada saat dilakukan perbaikan air slide. Kondisi berdebu yang terjadi pada gate 541-AS1 di sebabkan karena adanya celah pada gate, sehingga ketika dilakukan perbaikan pada alat 541-AS1 debu hasil proses HRC selatan masih bisa melewati celah gate pada jalur bypass kedua HRC tersebut. Apabila tidak dilakukan perbaikan pada gate tersebut, maka akan tercipta dua pilihan keadaan. Pertama, mengabaikan safety para pekerja yang sedang memperbaiki air slide karena bekerja pada area berdebu. Dan yang kedua, apabila pekerja ingin bekerja tanpa kondisi berdebu proses produksi HRC selatan juga harus di hentikan. Oleh karena itu di perlukan adanya modifikasi pada gate 541-AS1, yang mana gate semula tidak berfungsi optimal akan di modifikasi dengan membuat slide gate dan akan menggantikan gate yang sebelumnya.
Karakteristik Koefisien Tahanan Aliran Melintasi Tiga Silinder Persegi Tersusun Tandem Konfigurasi Seri Dan Paralel Salam, Nasaruddin; Tarakka, Rustan; Jalaluddin, Jalaluddin; Setiawan, Muh.; Machfud, Andi
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini, adalah untuk menentukan karakteristik koefisien tahanan aliran fluida melintasi tiga silinder persegi tersusun tandem konfigurasi seri dan paralel (benda uji), dan menentukan nilai koefisien tahanan yang optimum melintasi benda uji tersebut. Dalam mencapai tujuan tersebut, maka metode penelitian berupa eksperimental dilakukan pada wind tunnel, untuk mengukur gaya tahanan aliran fluida. Pengukuran gaya tahanan aliran dilakukan dengan forces balance measurement. Benda uji silinder persegi 3 buah dengan ukuran panjang sisi-sisi yang sama 5 cm, dan menggunakan material acrylic dengan ketebalan 2 mm. Ketiga silinder tersebut disusun dalam konfigurasi seri dan paralel. Selanjutnya, masing-masing konfigurasi diberikan 2 model perlakuan jarak, yaitu model I jarak selinder 1 dengan silinder 2 (M) berubah sedangkan jarak silinder 2 dengan silinder 3 (N) tetap 6 cm dan model II M dan N berubah dengan jarak yang sama, kemudian diberikan perlakuan 7 tingkat kecepatan yang sama dari 8 m/s sampai dengan 20 m/s. Penelitian berlangsung pada bilangan Reynolds (Re) dari 9.395 sampai dengan 62.634, atau aliran laminar untuk aliran eksternal. Hasil eksperimen menunjukkan karakteristik koefisien tahanan (Cd) pada konfigurasi seri meningkat bila jarak tiga silinder persegi tersusun tandem diperbesar, sedangkan pada konfigurasi parallel nilai Cd menurun bila jarak diperbesar. Nilai Cd yang diperoleh pada masing-masing model konfigurasi seri dan parallel lebih kecil dibandingkan dengan nilai Cd silinder persegi tunggal.
986 ISSN 2085-2762 Analisis Kegagalan Thrust Reverser Pada Pesawat Boeing 737-800 Dignitya, Alya; Saputra, Dian; Gunawan, Rudi
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thrust reverser merupakan sebuah sistem yang dapat membalikan arah engine thrust dari engine fan air exhaust ke depan. Salah satu fungsi dari thrust reverser adalah membantu pesawat dalam pengereman. Akhir-akhir ini terdapat beberapa laporan dari pilot mengenai kegagalan sistem thrust reverser terutama pada pesawat Boeing 737-800. Berdasarkan data yang diperoleh dari Aircraft Maintenance Log Book (AML) pada tanggal 2 Januari 2018 - 30 April 2019, terjadi 188 laporan kegagalan sistem pada thrust reverser B737-800. Jenis kegagalan terbanyak adalah intermittent fault. Metode yang digunakan dengan melakukan observasi, analisis data dan studi literatur. Analisis data menggunakan diagram fishbone untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kegagalan pada thrust reverser. Sehingga mempermudah teknisi/engineer untuk melakukan perawatan yang tepat. Semua prosedur perawatan harus sesuai dengan fault isolation manual (FIM) dan aircraft maintenance manual (AMM) B737-800 ATA 78. Berdasarkan hasil penelitian, intermittent fault disebabkan oleh memori fault yang tersimpan pada Engine Acessory Unit (EAU). Sehingga memungkinkan EAU masih mendeteksi kegagalan sebelumnya yang membuat REVERSER light menyala. Oleh karena itu, perlu dilakukan fault reset pada EAU ketika REVERSER light menyala, agar memori pada EAU terhapus.
Rancang Bangun Meja Simulator Sistem Starting di Politeknik Negeri Jakarta Untuk Membantu Pembelajaran Mahasiswa Makhluf, Muhammad Nadim; Hidayatulloh, Nur; Apriana, Asep
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan tugas akhir ini adalah dapat merancang dan mengaplikasikan meja simulator sistem starting. Proses pengaplikasian sistem ini meliputi langkah-langkah pemilihan komponen seperti motor starter, kabel, jack, penjepit, fuse, relay, starting switch, dan aki. Rancangan kebutuhan kebutuhan lain seperti membuat rangka, meja kerja serta persiapan alat dan bahan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian fungsi komponen dan cara kerja dari sistem starting. Penulis mencari untuk mengetahui bagaimana sistem kerja komponen-komponen yang ada di sitem starting pada unit dengan cara mengaplikasikannya kedalam simulator. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui pengamatan dan buku manual komponen alat. Kesimpulannya bahwa alat ini telah berhasil kami rancang dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Rancang Bangun Jig Welding Exhaust Pesawat N219 Di PT X Rizki, Alifka Dimas; Daniel, Faisal Bramantyo; Rohim, Fatur; Muttaqin, Muhammad Hasan; Yuwono, Budi; Sulistyowati, Ariek
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jig merupakan alat bantu untuk proses penempatan benda kerja hingga beberapa permukaan benda kerja tersebut bersentuhan dengan lokator-lokator yang terdapat pada jig. Selanjutnya dilakukan proses pencekaman (clamping) benda kerja terhadap jig sebagai usaha dalam mempertahankan kedudukan benda kerja ketika proses pemesinan sedang berlangsung. Dalam proses produksi pesawat N219 oleh PT. X, exhaust yang dibuat memiliki dimensi tersendiri yang tidak terdapat di pasaran. Oleh karena itu untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam proses pembuatannya, produksi exhaust dilakukan oleh PT. X tanpa kerja sama dengan perusahaan lain. Rancang bangun ini ditujukan membuat jig pengelasan sebagai alat bantu pembuatan exhaust, dimana salah satu tuntutan utama dari suatu komponen pesawat adalah presisi. Fungsi utama dari jig ini adalah memposisikan dan memegang part pada posisi yang tepat selama pengelasan berlangsung. Dan juga memposisikan jalur pengelasan agar sesuai pola yang diinginkan. Metodologi yang digunakan adalah merancang bangun jig pengelasan berdasarkan hasil identifikasi bentuk exhaust pesawat N219 sehingga dapat dilakukan proses rancang bangun jig pengelasan untuk menghasilkan exhaust pesawat yang presisi.
Pengaruh Viskositas Pelumas SAE Mono-grade Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Sepeda Motor-PPPTMGB LEMIGAS Rizkiya, Anindia Octarisa; Belyamin, Belyamin; Ekayuliana, Arifia
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada mesin motor, pelumasan sangatlah penting. Pelumas akan melumasi bagian-bagian mesin yang saling kontak satu sama lain agar tidak terjadi gesekan berlebih, overheat dan membersihkan kotoran sisa-sisa pembakaran. Viskositas pelumas berpengaruh terhadap kemampuan untuk mengurangi gesekan antara bagian mesin yang saling kontak satu sama lain. Gesekan yang terjadi pada mesin akan mempengaruhi kinerja mesin. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh viskositas pelumas terhadap konsumsi bahan bakar motor. Pada penelitian ini digunakan pelumas mineral SAE 20, 30 dan 40 mono-grade. Pengukuran dilakukan dengan variabel kontrol berupa putaran mesin dengan kecepatan 2300, 2800 dan 3200 RPM serta mengunakan bahan bakar premium, pertalite dan pertamax. Pengambilan data menggunakan motor Honda Blade 110 cc yang diuji menggunakan dynotest. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan pelumas dengan viskositas SAE 20 mono-grade menghasilkan efisiensi termal hingga 77%, konsumsi bahan bakar rendah serta menghasilkan daya mekanik yang lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan pelumas lainnya.
Analisis Kerusakan Refractory pada Cyclone Boiler CFB (Circulating Fluidized Bed) dengan Metode FMEA dan RCFA pada PLTU Jeremiah, Jogi; Jusafwar, Jusafwar; Nusyirwan, Nusyirwan
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisa kerusakan yang terjadi pada refractory pada cyclone yang hancur dan menyebabkan overheat pada dinding cyclone. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan kerusakan pada refractory dan akibatnya. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan RCFA (Root Cause Failure Analysis) serta pembuktian perhitungan CCS (Cold Crushing Strength). Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) yaitu membuat skala prioritas dari setiap kerusakan yang terdeteksi. Metode RCFA (Root Cause Failure Analysis) yaitu membuat fishbone berdasarkan skala prioritas pada FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Perhitungan CCS (Cold Crushing Strength) akan dilakukan berdasakan ASTM c-133. Pada akhirnya akan didapatkan skala prioritas tertinggi dan skema fishbone yang menunjukan penyebab daripada kerusakan refractory berupa abrasi yang menyebabkan timbulnya crack pada casing cyclone dan data yang mendukung seperti kecepatan aliran flue gas masuk cyclone yang melebihi spesifikasi (
Analisis Kegagalan Sistem Kerja Nose Wheel Steering pada Pesawat Boeing 737-800 di PT. GMF Aero Asia Tbk. Sabila, Yolanda Ghina; Saputra, Dian; Anwari, Fuad
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nose wheel steering system merupakan salah satu sistem penting pada pesawat terbang. Sistem ini berfungsi sebagai penggerak arah pesawat saat maneuver di darat. Sistem ini memiliki beberapa hal yang dapat menyebabkan kegagalan pada nose wheel steering. Sehingga perlu dilakukan analisis yang bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya kegagalan sistem kerja nose wheel steering pada pesawat Boeing 737-800 yang dirawat di PT GMF Aero Asia Tbk. Metode yang digunakan adalah melakukan wawancara dengan ahli, observasi, dan mencari data lapangan yang dilaporkan langsung oleh pilot dan teknisi di Aircraft Maintenance Log Book (AML). Analisis data yang dilakukan dengan cara root cause analysis, yaitu diagram fishbone. Hasil data lapangan yang sudah diklasifikasikan dan dianalisis, diketahui bahwa tendensi ke kiri maupun ke kanan menjadi masalah yang paling sering dialami. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan pengecekan rutin pada nose wheel steering agar dapat dilaksanakan perbaikan pada tire pressure dan steering mechanism. Perbaikan ini akan berpedoman pada buku manual perbaikan yaitu, Aircraft Maintenance Manual (AMM) khusus pesawat Boeing 737-800. Ini dilakukan untuk menjadikan pesawat dapat bergerak tanpa hambatan saat manuver di darat, setelah steering dapat bekerja dengan normal.
Penerapan Alat Bantu Pengisian Dan Pengurasan Oli Engine Di Bengkel Alat Berat Politeknik Negeri Jakarta Apriana, Asep; Wijayanti, Fitri; Ernando, Arnol Wibi
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengisian oli engine diperlukan proses penyaringan sebelum masuk kedalam sistem, hal ini dikarenakan oli tidak terbebas dari kontaminasi yang dapat menyebabkan kerusakan pada engine. Untuk itu perlunya alat bantu pengisian dan pengurasan oli engine untuk mengurangi kontaminasi. Penelitian tentang penerapan alat bantu pengisian dan pengurasan oli engine ini bertujuan melakukan pengetesan pada alat bantu pengisian dan pengurasan oli engine, untuk mengetahui hasil dari pengetesan alat bantu tersebut, dan juga untuk membuat prosedur penggunaan alat bantu ini. Dari penelitian sebelumnya telah dilakukan rancang bangun alat bantu pengisian dan pengurasan oli engine dengan dasar studi literatur dan metode pengumpulan data. Untuk mendapatkan hasil pengetesan dilakukan observasi dan uji coba alat saat melakukan penggantian oli engine. Hasil pengetesan dari alat bantu pengisian dan pengurasan oli engine tersebut menjadi dasar dalam pembuatan prosedur penggunaannya. Prosedur penggunaan alat tersebut dapat diterapkan pada saat melakukan pengisian dan pengurasan oli engine, sehingga dapat mempermudah proses pengisian dan pengurasaan oli engine pada saat melakukan preventive maintenance di bengkel teknik alat berat PNJ.
Pengaruh Derajat Pengapian Terhadap Emisi Gas Buang Motor Bakar 6 Langkah Menggunakan Bahan Bakar Ethanol 99% Razi, Misru; Siswanto, Eko; Wijayanti, Widya
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi derajat pengapian terhadap kadar emisi gas buang CO, CO2, O2 dan HC pada motor bakar 6 langkah berbahan bakar etanol. Metode penelitian ini adalah eksperemental langsung dengan menguji pada objek yang dituju. Pengujian dilakukan pada motor 6 langkah berbahan bakar etanol dengan variasi sudut pengapian 240,260 dan 280. Setiap variasi di uji pada interval putaran 600 dari 2400 sampai 7200. Hasil penelitian menunjukan Sudut pengapian mempengaruhi kadar emisi gas buang CO, CO2, O2 dan HC yang di hasilkan pada pembakaran motor 6 langkah menggunkan bahan bakar etanol.Semakin maju derajat pengapian maka kadar emisi gas buang CO2 dan O2 semakin meningkat dan sebaliknya kadar emisi gas bunag CO dan HC semakin menurun.Sifat ethanol yang termasuk oxygenated fuel menyebabkan menghasilkan kandungan O2 yang lebih tinggi.

Page 6 of 18 | Total Record : 173