Articles
173 Documents
Pengelolaan Keuangan Publik Islam Perspektif Historis
Ririn Noviyanti
Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 1 (2016): #1
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35897/iqtishodia.v1i1.59
The instrument of public finance include of zakat, wakaf and infaq. Optimal management of public finance will be able to reach the purpose of human life welfare. The aim of this research is to describe the management of public finance in the classical Islamic period. Specifically at Rasulullah, Shahabah, Umayyah, Abbasiyah and Ustmani period. This reseach uses descriptive - qualitative method with socio – historical approach, which will study about the events of the past on public financial management and to describe the human lives of that period.The conclution of this study, that there are two things that become the foundation of public finance management in classical Islamic period (1). Prioritizes of maslahah (2). Implementing the simplicity life style (qana'ah).
Penyimpangan Akad MurÄbahah Pada Perbankan Syariah di Indonesia
Sofyan Sulaiman
Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2016): #2
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35897/iqtishodia.v1i2.61
Di awal pendirian, perbankan syariah diisukan sebagai alternatif terhadap perbankan konvensional yang berbasis bunga. Ia dibangun atas dasar prinsip profit and loss sharing (bagi-hasil) karena ia dianggap konsep yang lebih berkeadilan. Produk bagi-hasil tersebut adalah mudÄrabah dan musyÄrakah. Namun dalam perjalanannya produk tersebut tidak begitu diminati oleh perbankan syariah, karena sistem bagi-hasil memiliki prosedur yang rumit, karena perbankan dituntut aktif dan terlibat terhadap usaha nasabah. Perbankan syariah lebih tertarik dengan sistem murÄbahah, karena keuntungan bersifat pasti dan tidak rumit dalam praktinya. Sehingga murÄbahah mendominasi 60%-90% dalam skema pembiayaan perbankan syariah. Hal inilah yang memicu sejumlah keritikan karena praktik murÄbahah tak ubahnya bunga dalam perbankan konvensional yang keuntungannya bersifat pasti, yang berbeda hanya basis akadnya saja, murÄbahah berdasarkan jual-beli, sementara bunga berbasis utang. Namun yang menjadi masalah adalah bukan pada akadnya, karena murÄbahah diakui secara syariah, yang menjadi masalah adalah terjadi penyimpangan dalam praktik akad murÄbahah, yang mengakibatkan akad tersebut batil secara syariah. Adapun penyimpangan tersebut terjadi pada (1) pelanggaran syarat murÄbahah, yaitu: syarat kepemilikan terhadap harta (milkiyah) dan harga awal yang diketahui (ra’sul mÄl ma’lÅ«m) dan (2) penempatan akad murÄbahah pada transaksi yang salah dan (3) melibatkan maysir dalam mark up
Kontribusi Ibnu Khaldun Terhadap Perkembangan Ekonomi Islam
Bahrul Ulum;
Mufarrohah
Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2016): #2
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35897/iqtishodia.v1i2.62
Kegiatan perekonomian yang berorientasi pada sistem Ekonomi Islam semakin merebak di berbagai negara tidak terkecuali di Indonesia. Berbicara tentang teori Ekonomi Islam, maka tidak lepas dari pemikiran–pemikiran para tokoh yang mempunyai kontribusi dalam peletakan dasar dan prinsip ekonomi Islam. Pemikiran ulama tentang ekonomi Islam di masa klasik sangat maju dan cemerlang, jauh mendahului pemikir Barat modern seperti Adam Smith, Keynes, Ricardo, dan Malthus. Ibnu Khaldun merupakan salah satu dari banyak tokoh Ekonomi Islam, yang mempunyai peran yang sangat vital terhadap perkembangan ekonomi Islam hingga saat ini.Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap sumbangan pemikiran Ibnu Khaldun terhadap perkembangan Ekonomi Islam. Dengan menggunakan pendekatan historis , penulis menganalisis teori Ekonomi Islam yang berasal dari pemikiran Ibnu Khaldun, beberapa teori tersebut antara lain teori pruduksi yang terdiri dari; tabiat manusia dan produksi, organisasi sosial dan produksi serta organisasi internasional dan produksi. Ia juga mengemukakan teori tentang nilai, uang dan harga, teori tentang distribusi yang terdiri dari gaji, laba dan pajak, serta teori siklus yaitu siklus populasi dan siklus keuangan publik.
Kartu Kredit Syariah dalam Tinjauan Islam
Fitri Anis Wardani
Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2016): #2
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35897/iqtishodia.v1i2.63
Seiring tumbuh dan berkembangnya perbankan syariah, maka berkembang pulalah produk inovasi dari perbankan tersebut. Salah satu inovasi produk dari perbankan syariah yaitu kartu kredit syariah. Hal ini didukung dengan di keluarkannya fatwa DSN MUI tentang dibolehkannya kartu kredit syariah. Dasar yang dipakai dalam penerbitan kartu kredit syariah adalah DSN No.54/DSN-MUI/X/2006 mengenai syariah card. Dalam fatwa tersebut yang dimaksud dengan syariah card adalah kartu yang berfungsi sebagai Kartu Kredit yang hubungan hukum antara para pihak berdasarkan prinsip syariah sebagaimana diatur dalam fatwa. Banyaknya pihak yang terlibat dalam penggunaan kartu kredit menimbulkan banyak perbedaan pendapat tentang dibolehkannya dalam Islam. Para fukaha juga masih berbeda pendapat tentang jenis dan jumlah akad yang di gunakan dalam transaksi kartu kredit. Makalah ini bertujuan untuk membahas jenis-jenis atau tahapan-tahapan dalam suatu transaksi kartu kredit deengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis evaluatif. Menurut hemat penulis menyimpulkan bahwa akad yang dipergunakan dalam kartu kredit syariah berhukum mubah (boleh). Namun, penulis mengevaluasi bahwa penerapan denda atas pembayaran yang menimbulkan riba nasi’ah tidak bisa di abaikan begitu saja, karena akan menimbulkan bahaya yang lebih besar.
Mekanisme dan Sistem Distribusi Harta Perspektif Islam
Zulfa Nur Fadilla
Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2016): #2
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35897/iqtishodia.v1i2.64
Universalitas Islam dalam berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya dalam ekonomi, menghadirkan sebuah konsekuensi bahwa segala kegiatan perekonomian harus berjalan secara Islami sesuai dengan syariat Islam, baik dalam produksi, konsumsi maupun distribusi. Dengan demikian kesejahteraan dunia dan akhirat (falah) akan tercapai. Pembahasan dalam tulisan ini akan di fokuskan dan di batasi dalam kegiatan distribusi, dengan mengkomparasikan antara konsep distribusi Kapitalis, Sosialis dan perspektif Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur , utuk pengumpulan data, penulis menggunakan dokumnetasi baik dari media cetak (buku, koran) maupun media online. Penulis menarik kesimpulan bahwa Islam mengambil jalan tengah antara pola kapitalis dan sosialis yaitu tidak memberikan kebebasan mutlak maupun hak yang tidak terbatas dalam pemilikan kekayaan pribadi bagi individu dalam lapangan produksi, dan tidak pula mengikat individu pada sebuah sistem pemerataan ekonomi yang di bawah sistem ini ia tidak dapat memperoleh dan memiliki kekayaan secara bebas.
Kontribusi Hukum Terhadap Perkembangan Perekonomian Nasional Indonesia
Ahmad Muhtar Syarofi
Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2016): #2
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35897/iqtishodia.v1i2.65
Globalisasi perekonomian dewasa ini telah melahirkan berbagai kejadian baru dalam perkembangan ekonomi dunia yaitu terjadinya era pasar bebas Internasional, interdepedensi sistem baik dalam bidang politik maupun bidang ekonomi, lahirnya berbagai lembaga ekonomi Internasional, pengelompokkan negara dalam kawasan ekonomi regional, maju pesatnya pelaku ekonomi Trans Nasional Corperation, lahirnya Military Industrial Complek dan sebagainya. Hal ini tidak dapat dilaksanakan dalam kevakuman hukum dan kaedah-kaedah hukum sangat diperlakukan untuk mengatur mekanisme hubungan agar tidak menjadi konflik kepentingan dalam pembangunan ekonomi suatu bangsa. Seandainya konflik betul-betul terjadi, maka pranata hukumlah yang dapat dipergunakan sebagai alat untuk menyelesaikannya. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap peran atau kontribusi Hukum terhadap perkembangan perekonomian khususnya di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan dokumentasi dan studi literatur sebagai metode pengumpulan data. Penelitian ini menarik kesimpulan kontribusi hukum terhadap perkembangan perekonomian nasional di Indonesia sangat berpengaruh dalam fungsinya sebagai pembatas dalam segala kegiatan perekonomian agar kegitan perekonomian berjalan sesuai koridor dan batasan-batasan tertentu, demi terciptanya perekonomian yang adil dan merata.
Sistem Muzara’ah Sebagai Alternatif Pembiayaan Pertanian di Indonesia
Jefri Putri Nugraha
Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2016): #2
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35897/iqtishodia.v1i2.66
Pemerintah menaruh perhatian besar pada pengembangan sektor pertanian dengan mengadakan program bantuan pembiayaan dalam berbagai skema. Namun, diantara skema tersebut belum ada skema bantuan pembiayaan yang berbasis syariah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gagasan model pembiayaan pertanian alternatif yang dapat diadopsikan pada program bantuan pembiayaan pertanian yang diselengggarakan oleh pemerintah dengan berbasis syariah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang dilakukan dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian ini berupa dua model pembiayaan pertanian alternatif berbasis syariah dengan skema muzara‟ah. Model pertama merupakan konsep pembiayaan dengan skema muzara‟ah yang tidak melibatkan pemerintah secara langsung dalam usaha pertanian yang dijalankan petani (peserta program bantuan pembiayaan). Model kedua merupakan konsep pembiayaan dengan skema muzara‟ah yang melibatkan pemerintah secara langsung dalam usaha pertanian yang dijalankan peserta program bantuan pembiayaan.
Keuangan Publik Ibn Taimiyah dan Permasalahan Pajak Pada Era Kontemporer
Adib Susilo
Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 1 (2017): #3
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35897/iqtishodia.v2i1.67
Good public finance management becomes an important thing to create people’s welfare. In the management of public finances, the country’s largest incomes are tax and customs. The injustice of tax distribution is a major problem facing our goverment. In Islam, the discourse on public finance and taxes has been a long and serious study. The management of public finances and taxes according to Ibn Taimiyyah is an interesting study to be presented in this study, and then relating it to the tax problems faced at this time. This article is a literature research that reveals the management of public finances according to Ibn Taimiyyah . By the content analisys, this reasearch concluded that in the public financial mecanism, Ibn Taimiyyah classified the main country’s income (ghanimah, fai, zakat) and secondary (amwal fadhla, luqatah, usr, etc) of the state as well as for what income is incurred through neat administration (diwan). Meanwhile, the solution offered as a policy for tax fraud is to provide punishment and reward, tax amnesty and reporting taxpayer wealth and finance. Keyword: Public Finance, Tax, Shariah Economic
Dampak Jahalah Terhadap Keabsahan Akad Jual-Beli
Fatih Fuadi
Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 1 (2017): #3
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35897/iqtishodia.v2i1.68
The principle and the basic law of muamalah is permissible, unless there is a proof that does not allow it. It is also in transaction activities muamalah. However, there are many transaction of muamalah become damaged due to several things, among others the element of uncertanty (jahalah). This literature research using content analysis to provide information related of jahalah. The conclution of this article that every jahalah can lead to disputes that damage the contract that has been agreed between both parties. According to Hanafiah scholars there are several forms of bai’ al-fasiq, among the the jahalah. Jahalah has three levels namely jahalah fakhisyah, jahalah yasirah and jahalah mutawashittah. It is conclude inthis study that any muamalah contact containing the elemant of the jahalah is invalid or void. It depends to the principle of transparency, prudence and avoidence of damage (mafsadat) in muamalah.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dalam Pembiayaan Murabahah Terhadap Kepuasan Nasabah
Anshoriyah Rohman
Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 1 (2017): #3
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35897/iqtishodia.v2i1.69
The success and failure of a bank is determined by how the bank can provide satisfaction to its customers. There are several concept to built customer satisfication, among others, the concept of marketing, the concept of quality, the concept of service quality and so forth. Various attempts by banking companies to survive after of this prolonged crisis in the face of intense competition with other banking companies. Customer satisfication of the customer is the most important form of service for every banking, because with the satisfication of the customer we can know the evaluation of all products offered to the customer. One of the product offered is murabahah financing which is often used by customers in every banking. The result of the research at Bank Muamalat Branch Sragen is murabahah banking sevice in Bank Muamalat Branch Sragen in accordance with Islamic Shari’a and the influence of murabahah financing services to customer satisfication in Bank Muamalat Branch Sragen.