cover
Contact Name
Amda Resdiar
Contact Email
agroteklestari@utu.ac.id
Phone
+6282277483839
Journal Mail Official
agroteklestari@utu.ac.id
Editorial Address
REDAKTUR JURNAL AGROTEK LESTARI JALAN ALUE PEUNYARENG PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN KAMPUS UNIVERSITAS TEUKU UMAR KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT 23615
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrotek Lestari
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 24774790     EISSN : 27218945     DOI : https://doi.org/10.35308
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Lestari (JAL) merupakan media publikasi ilmiah yang membahas isu aktual di bidang agroteknologi mengenai permasalahan yang berkaitan dengan Ilmu Agronomi dan Produksi Tanaman, Ilmu Tanah, dan Proteksi Tanaman. Jurnal Agrotek Lestari terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober mulai tahun 2015.
Articles 196 Documents
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Melon (cucumis melo L,) Dengan Pemberian Dosis Pupuk Guano Dan Bioarang Sekam Padi Selly Amelia; Syamsul Bahri; Boy Riza Juanda
Jurnal Agrotek Lestari Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v12i1.14610

Abstract

Tanaman melon merupakan salah satu tanaman buah yang paling populer di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk guano dan biochar sekam padi, serta pengaruh interaksi antara kombinasi perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei hingga Agustus 2025 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Samudra, Kota Langsa, Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) dengan 2 faktor, yaitu pemberian Pupuk Guano (P) yang terdiri dari 4 tingkatan, yaitu P0 = Kontrol / tanpa pupuk guano, P1 = 1,05 kg/petak (10 ton/ha), P2 = 2,01 kg/petak (20 ton/ha), P3 = 3,15 kg/petak (30 ton/ha). Selain itu, diberikan juga Biocharcoal Sekam Padi (B) yang terdiri dari 4 tingkatan, yaitu B0 = Kontrol/tanpa biocharcoal sekam padi, B1 = 0,52 kg/petak (5 ton/ha), B2 = 0,78 kg/petak (7,5 ton/ha), B3 = 1,05 kg/petak (10 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk guano mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap beberapa parameter pengamatan, dengan hasil terbaik yang diperoleh pada dosis 3,15 kg/petak (30 ton/ha) pupuk guano. Pemberian biocharcoal sekam padi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap beberapa parameter pengamatan dengan hasil terbaik yang diperoleh pada dosis 0,78 kg/petak (7,5 ton/ha).
Inventarisasi Dan Identifikasi Penyakit Pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Di Desa Ujong Tanjong Kabupaten Aceh Barat Agustinur Agustinur; Marwiah Marwiah; Chairudin Chairudin; Vina Maulidia; Siti Aminah
Jurnal Agrotek Lestari Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v12i1.15125

Abstract

Red chili (Capsicum annuum L.) is a strategic commodity whose productivity is often hindered by pathogen attacks. This study aims to inventory the types of diseases and characterize the pathogens based on morphology and damage symptoms in Ujong Tanjong Village, West Aceh Regency. The research was conducted using a survey method with a purposive sampling technique for field observations, followed by laboratory characterization including pathogen isolation on Potato Dextrose Agar (PDA) and confirmation via Koch’s Postulates. The results identified four major diseases: Fusarium wilt, leaf spot (Cercospora sp.), fruit rot (anthracnose), and chili leaf curl virus (CLCV). Fusarium wilt was found to be the most dominant threat, with the highest disease incidence of 34.13% and a severity index of 12.23%. Morphological characterization of the isolates showed distinct features consistent with field symptoms, including the presence of pink conidial masses in the anthracnose isolates. Koch’s Postulates validated all isolates as the causal agents with high virulence, where clinical symptoms emerged within 14–21 days post-inoculation. In conclusion, soil-borne pathogens are the primary biotic constraint in the coastal areas of West Aceh, exacerbated by microclimatic conditions with high humidity. The implications of this study highlight the urgency of implementing integrated disease management, particularly the use of biological control agents and farmer education on field sanitation techniques, to prevent further yield loss and maintain regional chili production stability.Keywords: West Aceh, Red Chili, Disease Inventory, Fusarium Wilt, Koch’s Postulates.
Evaluasi Kesuburan Tanah Sawah Irigasi dan Tanah Sawah Tadah Hujan Terhadap Produktivitas Tanaman Padi Budy Frasetya Taufik Qurrohman; Muhamad Ziyad; Mohammad Zinedine Maulidan Rustian; Enjang Muhammad
Jurnal Agrotek Lestari Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v12i1.13121

Abstract

Evaluasi kesuburan tanah sawah memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi pupuk dan peningkatan hasil panen. Ketersedian data hasil evaluasi kesuburan tanah realtif terbatas.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesuburan tanah sawah irigasi dan tadah hujan serta pengaruhnya terhadap produktivitas tanaman padi. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode survei pada penelitian tahap pertama dan metode percobaan pada penelitian tahap kedua. Parameter yang diamati pada penelitian tahap satu yaitu pH, C-organik, K, P205 dan N total. Parameter penelitian tahap dua yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan dan gabah kering panen. Data hasil pengamatan tahap satu dan tahap dua kemudian dianalisis menggunakan uji T pada taraf 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa sifat-sifat kimia tanah sawah irigasi dan tanah sawah tadah hujan tidak nyata perbedaanya. Respons tanaman padi terhadap variasi sifat kimia tanah sawah tadah hujan dan tanah sawah irigasi menunjukkan perbedaan pada parameter tinggi tanaman sedangkan pada jumlah anakan dan gabah kering panen tidak nyata perbedaannya. Kata kunci: Bahan induk, bentuk lahan, produktivitas, posfor, tanah sawah
Karakterisasi Variabilitas Genetik Kedelai Pada Kondisi Tanah Masam Berdasarkan Karakter Morfologis dan Agronomis Desfal Triati; Patimah Anjelina; Nadiya Pirhat
Jurnal Agrotek Lestari Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v12i1.14694

Abstract

Tanah masam merupakan salah satu kendala utama dalam peningkatan produktivitas kedelai di wilayah tropis karena rendahnya ketersediaan hara dan tingginya toksisitas aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variabilitas genetik, variabilitas fenotipik, dan heritabilitas arti luas beberapa karakter morfologis dan agronomis kedelai pada kondisi tanah masam (pH ±4,5), serta mengidentifikasi karakter seleksi potensial untuk pengembangan varietas adaptif. Percobaan dilaksanakan di Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat varietas kedelai (Grobogan, Dena 1, Deja 1, dan Dering 1) dan tiga ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap karakter kualitatif dan kuantitatif tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kualitatif relatif stabil dan dikendalikan oleh gen mayor, sehingga tidak dipengaruhi secara nyata oleh kondisi tanah masam. Karakter kuantitatif menunjukkan respons yang beragam antar genotipe. Karakter pertumbuhan vegetatif, seperti tinggi tanaman dan jumlah cabang, memiliki variabilitas genetik dan heritabilitas rendah, menandakan dominasi pengaruh lingkungan. Sebaliknya, karakter komponen hasil, khususnya jumlah polong berisi per tanaman dan bobot 100 biji, menunjukkan variabilitas genetik dan heritabilitas tinggi, yang mengindikasikan kuatnya pengendalian genetik dan stabilitas ekspresi pada tanah masam. Dengan demikian, karakter komponen hasil berpotensi dijadikan kriteria seleksi utama dalam pemuliaan kedelai adaptif pada lahan masam. Kata kunci: Kedelai, Tanah masam, Variabilitas genetik, Heritabilitas, Seleksi varietas
Pengaruh Aplikasi Palm Oil Mill Effluent (POME) Terhadap Indeks Kualitas Tanah dan Produktivitas Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Syahdina Atiyyah Dinata; Iwan Saputra; Boy Riza Juanda
Jurnal Agrotek Lestari Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v12i1.14773

Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) is one of Indonesia’s most important plantation commodities, and the application of Palm Oil Mill Effluent (POME) has been increasingly adopted to support sustainable production. This study aimed to evaluate the effect of land application of POME on the Soil Quality Index (SQI), analyze the relationship between soil quality and oil palm productivity, and compare oil palm yields between POME-applied and non-applied areas at PTPN IV Regional II, Langkat Oil Palm Estate, North Sumatra. The research was conducted from March to April 2025 using a survey method with descriptive analysis. Soil samples were collected purposively from two POME pumping blocks (O and W) at depths of 0–30 cm and 60–90 cm, and analyzed for physical and chemical soil properties. The results showed that land application of POME significantly improved the Soil Quality Index, indicated by increased soil pH, organic carbon, total nitrogen, and available phosphorus, as well as decreased bulk density, particularly on undulating land. A positive relationship was observed between soil quality and oil palm productivity, and POME-applied areas consistently produced higher yields than non-applied areas. These findings demonstrate that land application of POME effectively enhances soil quality and increases oil palm productivity.Keywords : Oil palm, Palm Oil Mill Effluent (POME), Land application, Soil quality index, Productivity
Evaluasi Tingkat Kesesuaian Lahan Aktual dan Potensial untuk Budidaya Bawang Merah (Allium cepa L.) di Desa Lampoko Kabupaten Bone Muh. Alif Akbar Barsut; Sulkifli Sulkifli
Jurnal Agrotek Lestari Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v12i1.14729

Abstract

The study was conducted with the aim of analyzing the suitability of land for shallot (Allium cepa L.) cultivation in Lampoko Village, Barebbo District, Bone Regency. The study was conducted from April to July 2025, using a combination of field surveys and laboratory tests. The approach used to evaluate land suitability was the matching method based on FAO standards. The results showed that soil in Lampoko Village generally had a pH ranging from 5.96 to 6.17 (slightly acidic to neutral), low total Nitrogen (0.15%-0,17%), and low available Phosphate (10.51-11,61 ppm). However, the soil has the advantage of high Cation Exchange Capacity (CEC) and Potassium availability that varies from very low to moderate. The evaluation results show that the actual land suitability class is S3n (Marginally Suitable) with the main limiting factor being nutrient availability (especially Phosphate. Through improvement efforts such as balanced N, P, and K fertilization and the addition of orgonic matter, the suitability class can be upgraded to Potential S2n (Moderately Suitable). This study concluded that Lampoko Village has the potential for shallot development, provided that location-specific nutrient management is applied to overcome phosphorus deficiency.