cover
Contact Name
I Putu Dedy Arjita
Contact Email
ipdedyarjita@unizar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram Jalan Unizar No. 20 Turida, Sandubaya - Mataram NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran: Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 24609749     EISSN : 26205890     DOI : 10.36679
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram dengan frekuensi 2 (dua) kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah dalam pengembangan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2015)" : 10 Documents clear
FISIOLOGI ADAPTASI PADA LINGKUNGAN MIKROGRAVITASI Siti Ruqayyah
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Berkurangnya massa tubuh yang dipengaruhi lingkungan mikrogravitasi mengakibatkan perubahan besar pada sistem kardiovaskular. Penyebab dari penurunan fungsi vaskular pada saat kembali ke lingkungan Bumi berhubungan dengan adaptasi pembuluh-pembuluh darah resisten untuk mengubah tegangan dinding akibat hilangnya gradien tekanan hidrostatik selama pajanan mikrogravitasi. Pada hewan coba tikus yang bergerak aktif, bagian utama resistensi vaskular mesenterik adalah berada pada susunan arteri kecil, sehingga adaptasi arteri kecil mesenterik selama paparan mikrogravitasi penting untuk dikaji lebih lanjut. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan fisiologi kardiovaskular, manusia di Bumi yang dipapar pada percepatan gravitasi 1G akan membangkitkan suatu faktor hidrostatik yang mempengaruhi tekanan dan distribusi volume darah pada individu yang berdiri. Penentuan terhadap sifat mekanik pembuluh darah berperan dalam menghadapi postural orthostatic akibat pengaruh gaya gravitasi, karena kondisi orthostatis ini memicu adaptasi yang berujung pada remodeling pembuluh. Penelitian terhadap tikus yang diberi simulasi mikrogravitasi (SUS) selama 28 hari dengan dan tanpa tindakan balasan harian berupa standing posture (S+D), dengan pengamatan pada sifat mekanik dan komposisi arteri kecil mesenterik menunjukkan kekhasan suatu kurva eksponensial stress-strain dengan peningkatan kekakuan pada tegangan yang tinggi. Hasil mengindikasikan adanya peningkatan kekakuan pada pembuluh pasif seiring kenaikan tekanan, sedangkan pembuluh aktif mempertahankan kekakuan dinding relatif konstan akibat reaktivitas myogenik sel otot polos. Simpulan: Adanya gaya gravitasi lingkungan yang dihadapi ketika berada di ruang angkasa memberikan pengaruh besar terhadap mekanisme sirkulasi darah di dalam tubuh yang selanjutnya berdampak pada adaptasi pembuluh darah khususnya arteri.
PENATALAKSANAAN MOLA HIDATIDOSA DAN PERMASALAHANNYA DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PERIODE 1 JANUARI 2004 - 31 DESEMBER 2005 Aida Nurwidya
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di negara-negara yang sudah maju penatalaksanaan mola hidatidosa tidak merupakan masalah karena sebagian besar telah terdiagnosis pada stadium dini, sebaliknya di negara-negara yang sedang berkembang masih cukup tinggi. Di negara berkembang pada umumnya diagnosis terlambat. Komplikasi seperti perdarahan, infeksi, eklamsia dan tirotoksikosis masih menjadi salah satu penyebab kematian ibu. Sebagian besar dari pasien mola akan segera sehat kembali setelah jaringannya dikeluarkan, tetapi ada sekelompok wanita yang kemudian menderita degenerasi keganasan menjadi koriokarsinoma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan mola hidatidosa, untuk mengetahui manfaat kuretase kedua pada penatalaksanaan mola hidatidosa dan untuk mengetahui seberapa besar kejadian tumor trofoblastik gestasional setelah tindakan kuretase dan histerektomi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian noneksperimental, dengan pendekatan deskriptif observasional. Subjek penelitian adalah semua pasien dengan diagnosis mola hidatidosa berdasarkan pemeriksaan fisik dan ultrasonografi. Data diambil dari rekam medik. Sampel penelitian menggunakan total sampling dan masuk dalam kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square pada tingkat kepercayaan 95 %. Dari penelitian penatalaksanaan mola hidatidosa dilakukan dengan tindakan kuretase (90%) dan histerektomi (10%). Hasil histopatologi kuretase kedua sudah tidak ditemukan jaringan mola hidatidosa (100%). Kejadian tumor trofoblastik gestasional sebanyak 20 %. Uji statistik dengan chi-square menunjukkan hasil terdapat hubungan signifikan antara variabel umur, paritas, umur kehamilan dan penatalaksanaan terhadap variabel terjadinya tumor trofoblastik gestasional (p<0,05). Penatalaksanaan mola hidatidosa terbanyak dengan tindakan kuretase, kuretase kedua perlu dipertimbangkan lagi karena hasil histopatologi kuret kedua sudah tidak ditemukan jaringan mola hidatidosa. Kejadian tumor trofoblastik gestasional sebanyak 20 %.
EFEK KOMBINASI XILO-OLIGOSAKARIDA DAN Lactobacillus casei DALAM MENGURANGI KADAR KOLESTEROL SECARA IN VITRO Diani Sri Hidayati
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many studies reported that consumption of probiotics, prebiotics or combination of both (sinbiotics) can reduce cholesterol levels in the blood. Xilooligosaccharides has not clear yet to influence hipercholesterolemia. This study aimed to determine the xilooligosaccharides effeet against the Lactobacillus casei’s activity to reduce cholesterol levels in vitro. Lactobacillus casei is probiotic bacteria that was used as bacteria test in this study. This study was experimental laboratory with design was post test only control group design, samples in this study were Lactobacillus casei and xilooligosaccharides. Total samples 25 divided into five groups witch consist of K: as control (MRSB without L.casei and XOS), Pl :MRSB containing cholesterol + L. Casei, P2: MRSB containing cholesterol + L.casei + XOS 1%, P3: MRSB containing cholesterol + L,casei + XOS 3 %, P4: MRSB containing cholesterol + L.casei + XOS 5%. The results of this study showed that the lowest reduction cholesterol levels was P1 group whose not given the xos (12,42±1,29 µg/ml), then P2 group whose given 1% concentration of XOS (13,15±1,87 µg/ml), then P3 group whose given 3% concentration of XOS ( l4,45+1,53 µg/ml), then the highest reduction was P4 group whose given 5% concentration of XOS (16,40 ± 1,85 µg/ml). This showed that XOS affected L. casei's activity to reduce cholesterol levels. Anova analytic results showed significant differences ( p=-0,008), then post hoc tests with LSD showed significant differences between the P4 with P1 (p=0,002), and P2 between P4 (p=0,007), while between the other group showed no significant differences.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN KESEPIAN DENGAN GEJALA DEPRESI PADA LANSIA Irwan Syuhada
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi pada lansia merupakan gangguan yang sering terjadi pada masa lansia berawal dari stres yang tidak bisa diatasi sehingga menyebabkan individu mengalami fase depresi. Lansia yang memiliki dukungan sosial yang tinggi menunjukkan kesepian yang rendah dan menurunkan resiko depresi. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan kesepian dengan depresi pada lansia. Penelitian melibatkan 177 lansia pensiunan Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Lombok Barat, pengambilan data menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale, Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan Loneliness Scale. Uji signfikansi memperlihatkan F hitung 97.718, model ini signifikan dan dapat digunakan memprediksi depresi melalui dukungan sosial dan kesepian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dan kesepian secara bersama-sama memiliki kontribusi sebesar 53% pada depresi.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK KELINCI LAUT (Aplysia parvula) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Ana Andriana
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelinci laut Aplysia parvula diekstrak dengan metode maserasi menggunakan campuran metanol:diklorometana (2:1). Ekstrak diklorometana dipartisi menggunakan etil asetat:air (3:2). Ekstrak kasar etil asetat dipisahkan dengan kromatografi kolom menggunakan sistem elusi gradien dari n-heksana, kloroform, etil asetat dan metanol. Ekstrak kasar etil asetat dan fraksi dari kromatografi kolom diuji toksisitasnya menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji toksisitas menunjukkan Nilai Lethal Consentration 50 (LC50) ekstrak kasar etil asetat adalah 69,18 µg/mL, sedangkan fraksi I, II, III, IV dan fraksi V hasil kromatografi kolom menunjukkan Nilai LC50 masing-masing sebesar 330,37; 104,47; 295,80; 335,74 dan 223,87 µg/mL.
PERBANDINGAN INTERPRETASI HASIL UJI TUBEX TF DAN ELISA PADA PEMERIKSAAN IgM ANTI Salmonella typhi Herlinawati Herlinawati
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2003, diperkirakan terdapat sekitar 17 juta kasus demam tifoid di seluruh dunia dengan 600.000 kasus kematian tiap tahun. Sedangkan di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 900.000 kasus dengan >20.000 kematian per tahun. Penegakan diagnosis demam tifoid dilakukan secara klinis dan melalui pemeriksaan laboratorium terutama melalui uji serodiagnostik. Berbagai uji serodiagnostik yang digunakan untuk mendeteksi IgM anti Salmonella typhi diantaranya adalah TUBEX TF dan ELISA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan interpretasi hasil uji TUBEX TF dan ELISA pada pemeriksaan IgM anti Salmonella typhi. Penelitian ini bersifat observasional analisis dengan rancangan cross sectional studi. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Jumlah sampel sebanyak 44, semua sampel diperiksa dengan uji TUBEX TF dan ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk hasil pemeriksaan dengan TUBEX TF menunjukkan hasil 24 sampel (54,5%) positif dan 20 sampel (45,5%) negatif, sedangkan untuk hasil pemeriksaan dengan ELISA menunjukkkan hasil 6 sampel (13,6%) positif dan 38 sampel (86,4%) negatif. Analisis statistik menunjukkan bahwa hasil dari kedua alat berbeda secara signifikan dan hasil TUBEX TF dengan hasil ELISA memiliki kesesuaian yang rendah. Sedangkan hasil analisis statistik perbandingan TUBEX TF dengan ELISA menunjukkan bahwa keduanya memiliki korelasi sedang, mempunyai hubungan yang signifikan dan mempunyai hubungan yang searah. Hal ini berarti semakin tinggi skor yang dihasilkan dari tes TUBEX TF, maka semakin tinggi indeks antibodi yang dihasilkan oleh tes ELISA.
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN GANDARUSA (Justicia gendarussa Burm, F) MENINGKATKAN KUALITAS SPERMA MARMUT (Cavia cobaya) Rusmiatik Rusmiatik
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to search for the ingredients or contraception and anti-fertility by using ingredients from plants, has many done by the experts. But not much done intensively so that the result is no satisfactory. One of the plant which is known and is often used as an anti-fertility is willow plants (Justicia gendarussa Burm.f.). This Research study with willow leaf extract treatment (Justicia gendarusa Burm.f.) on guinea-pigs (Cavia cobaya) in order to see its influence on the quality of the sperm. the results of the study showed that the administration of extracting the leaf willows (Justicia gendarussa Burm.f.) orally on guinea-pigs bull with the concentration of 10%, 20%, 30% during 35 day can affect the quality of the sperm on guinea-pigs. The larger the concentration of leaf extract willows (Justicia gendarussa Burm.f.) which led to a further decrease in the concentration of the sperm, sperm motility and sperm morphology guinea-pigs. The higher the concentration of the given cause more low pH sperm treatment groups when compared with the control group.
FAKTOR RESIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN TAHUN 2012-2013 Aena Mardiah
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, dan cenderung menunjukkan kenaikan yang fluktuatif. Dilaporkan terdapat 35 desa dari beberapa kecamatan tersebar sebagai wilayah endemis. Berbagai cara pengendalian telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, tetapi kasus DBD masih ditemukan sepanjang tahun. Faktor individu, lingkungan, dan vektor merupakan faktor yang berpengaruh dalam menunjang terjangkitnya penyakit DBD. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisa kejadian DBD yang disebabkan oleh beberapa faktor risiko. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan case control dan tidak dimatching. Penelitian dilaksanakan di kecamatan Purwokerto Selatan. Subjek penelitian adalah penderita DBD berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan tercatat di register wilayah kerja puskesmas di Purwokerto Selatan dan bukan penderita DBD. Jumlah sampel penelitian 276 responden. Pemilihan subjek penelitian secara purposif. Variabel yang diteliti meliputi: variabel terikat kasus DBD, variabel bebas yaitu faktor host, faktor perilaku, jenis rumah, dan keberadaan jentik. Uji statistik yang digunakan adalah Chi square (analisis bivariat) dan Logistic Regression (analisis multivariat). Hasil: Hasil analisis bivariabel bermakna secara statistik dan praktis, menunjukkan bahwa kejadian DBD pada mereka yang mempunyai kebiasaan menggantung pakaian (p-value 0,013, OR 2,36, 95% CI 1,133-5,072), tidak memiliki kebiasaan PSN (p-value 0,002, OR 2,78, 95% CI 1,359-5,924) dan pada responden yang rumah yang memiliki jentik (p-value 0,031, OR 2,43, 95% CI 1,006-6,291). Hasil analisis multivariabel bermakna secara statistik dan praktis, menunjukkan bahwa kejadian DBD meningkat 2,43 kali pada orang yang mempunyai kebiasaan menggantung pakaian, (p-value 0,016, OR 2,43, 95% CI 1,180-5,032) dan pada tidak memiliki kebiasaan PSN (p-value 0,001, OR 3,21, 95% CI 1,582-6,515), terlindungi 0,35 kali (p-value 0,001, OR 0,35, 95% CI 0,186 – 0,662). Tingkat pendidikan, status pekerjaan secara statistik maupun praktis bukan merupakan faktor risiko kejadian DBD. Kesimpulan: Faktor risiko kejadian demam berdarah dengue (DBD) di kecamatan Purwokerto Selatan adalah kebiasaan menggantung pakaian, kebiasaan PSN, dan keberadaan jentik. Faktor risiko umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, penggunaan kelambu, penggunaan obat anti nyamuk, dan kebiasaan tidur secara statistik tidak memiliki hubungan dengan kejadian DBD di kecamatan Purwokerto Selatan. Faktor risiko jenis rumah bermakna secara statistik mempunyai hubungan dengan kejadian DBD di kecamatan Purwokerto Selatan, namun faktor ini merupakan faktor protektif.
DISTRIBUSI TINGKAT KECEMASAN PENDERITA DIABETES MELLITUS LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN I Putu Dedy Arjita
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya prevalensi Diabetes Mellitus (DM) sebagai salah satu penyakit degeneratif dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup dan pola makan yang tidak seimbang dengan minim aktivitas fisik. DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemi menahun yang terjadi karena kelainan sekresi insulin ataupun kerja insulin. Penderita DM umumnya mengalami perubahan besar dalam hidupnya, seperti : pengaturan pola makan, olahraga teratur, dan kontrol ketat gula darah, sehingga menimbulkan respon psikologis negatif yang bermanifestasi dalam bentuk kecemasan. Kecemasan merupakan keadaan suasana hati yang ditandai oleh efek negatif dengan gejala ketegangan jasmaniah sebagai antisipasi terhadap kemungkinan datangnya bahaya atau kemalangan dimasa yang akan datang dengan perasaan khawatir. Perbedaan jenis kelamin, sebaran usia bahkan pendidikan tentunya menimbulkan distribusi tingkat kecemasan yang beragam pada penderita DM. Tujuan penetilian ini adalah untuk menggambarkan distribusi tingkat kecemasan penderita DM laki-laki dan perempuan dengan sebaran usia dan pendidikannya. Sejumlah 47 responden penderita DM di Poli Penyakit Dalam RSUD Praya yang dijadikan sampel dengan teknik accentidal sampling. Uji Proporsi (p) digunakan dalam penelitian ini dengan cara membandingkan antara frekuensi (f) dengan sampel (n) kali 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi penderita DM laki-laki sebanyak 28 orang (59,57%) dan perempuan 19 orang (40,43%) dengan distribusi tingkat kecemasan penderita laki-laki : ringan 8 orang (28,57%), sedang 3 orang (10,71), berat 1 orang (3,57%), dan tidak cemas 16 orang (57,14%). Selanjutnya distribusi tingkat kecemasan penderita perempuan adalah : ringan 9 orang (47,37%), sedang 3 orang (15,78), berat 1 orang (5,26%), dan tidak cemas 6 orang (31,59%). Berdasarkan distribusi yang beragam tersebut maka secara akumulatif tingkat kecemasan penderita DM perempuan sebanyak 68,41% relatif lebih tinggi dibandingkan dengan penderita laki-laki sebesar 42,85%.
UJIAN OSCE REGULER BERORIENTASI ERGONOMI MENINGKATKAN KINERJA PENGUJI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR MATARAM Iing Iing
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective Structured Clinical Examination (OSCE) reguler merupakan ujian ketrampilan klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram. Penguji OSCE merupakan dokter yang juga dosen terlatih dalam menilai ketrampilan kinik mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji secara terukur apakah Ujian OSCE reguler berorientasi ergonomi yaitu dengan peregangan otot dan pemberian teh manis dapat meningkatkan kinerja penguji di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram. Peningkatan Kinerja dinilai dari indikator menurunnya keluhan berupa kebosanan, kelelahan dan keluhan muskuloskeletal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian eksperimental menggunakan rancangan sama subjek atau treatment by subjek design. Sampel yang digunakan sebanyak 18 orang yang dibagi menjadi dua perlakuan yaitu kelompok perlakuan pertama tanpa intervensi ergonomi yaitu menguji tanpa peregangan otot dan tanpa pemberian teh manis dan kelompok kedua dengan intervensi ergonomi yaitu menguji dengan peregangan otot dan pemberian teh manis. Kebosanan diukur dengan kuesioner kebosanan. Kelelahan secara umum diperoleh melalui pengisian kuesioner 30 items kelelahan dari IFRC (Industrial Fatigue Research Committee) Jepang. Keluhan otot skeletal diprediksi dengan kuesioner Nordic Body Map. Data dianalisis dengan menggunakan uji normalitas dan uji t pada taraf kemaknaan 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang signifikan (p <0,05) pada rerata skor kebosanan, kelelahan dan keluhan muskuloskeletal. Rerata skor kebosanan perlakuan tahap 1 yaitu 39,724 dan perlakuan tahap 2 yaitu 26,415. Terjadi penurunan rerata kebosanan sebesar 33,5%. Rerata skor kelelahan tahap 1 yaitu 44,050 dan tahap 2 yaitu 23,525. Terjadi penurunan kelelahan pada perlakuan 2 sebesar 46,59%. Rerata skor keluhan muskuloskeletal perlakuan tahap 1 yaitu 39,25 dan perlakuan tahap 2 yaitu 14,02. Terjadi penurunan rerata keluhan muskuloskeletal sebesar 64,28%. Disimpulkan bahwa Intervensi ergonomi berupa Peregangan otot dan minum teh manis di sela proses menguji dapat menurunkan kebosanan, kelelahan dan keluhan muskuloskeletal secara bermakna sehingga terjadi peningkatan kinerja pada penguji OSCE reguler di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram.

Page 1 of 1 | Total Record : 10