Articles
129 Documents
INTERVENSI KESEHATAN WASPADA DEMAM BERDARAH (DBD) DI KELURAHAN TURIDA TAHUN 2017
Diani Sri Hidayati;
nisiaputri rinayu
JURNAL KEDOKTERAN Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.171 KB)
|
DOI: 10.36679/kedokteran.v3i2.70
Perubahan musim yang ekstrim dapat memicu timbul dan berkembangnya berbagai macam penyakit yang mungkin dapat menjadi wabah berbahaya bagi masyarakat. Musim hujan menyuburkan datangnya jentik-jentik nyamuk yang menjadi sumber penyakit bila keadaan lingkungan tidak terjaga dengan baik, seperti pada sisi kebersihan serta kerapian lingkungannya. Diperlukan adanya suatu usaha penyadaran masyarakat tentang bahaya penyakit DBD. Usaha-usaha yang dapat dilakukan adalah yang bersifat aktif dan persuasive guna mengajak bersama masyarakat untuk memerangi sertamen cegah penyebaran penyakit DBD untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat KelurahanTurida dalam upaya mencegah penyakit DBD, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kegiatan pencegahan DBD, dan memberikan pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang DBD. Metodenya adalah “Waspada DBD“. Bentuk kegiatan yang dilakukan ada tiga, yaitu; penyuluhan, pembagian abate dan program PJB (PemantauanJentikBerkala), dan pemasangan poster. Hasil penyuluhan dihadiri oleh masyarakat Turida dari lima lingkungan yang berjumlah 56 orang. Dalam penyuluhan ini dipaparkan tanda dan gejala DBD,cara pencegahan, kegunaan abate juga memberi sosialisasi cara mengisi kartu jumantik untuk setiap KK. Pembagian Abate dan Program PJB (Pemantauan Jentik Berkala). Program PJB dan pembagian abate ini dilakukan bersamaan untuk tiga lingkungan yaitu Turida Barat Turida Timur dan Lendang Lekong. Poster dipasang di pertengahan lingkungan Turida Barat danTuridaTimur juga di lingkungan Lendang Lekong. Penelitian ini kurang maksimal karena di hadiri oleh 56 warga sehingga belum dapat mewakili populasi Kelurahan Turida selain itu tidak diketahui tingkat efektifitas penyuluhan terhadap pengetahuan masyrakat.
PENGARUH JALAN SANTAI TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KARANG TALIWANG MATARAM NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2019
Fahrunnisa, Fahrunnisa;
Setiawati, Etyretno;
Nyoman, Cahyadi
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (371.487 KB)
|
DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.102
Latar belakang : Diabetes mellitus merupakan penyebab utama kematian disebagian besar negara maju. Pengelolaan penyakit diabetes mellitus dikenal dengan empat pilar utama yaitu penyuluhan atau edukasi, terapi gizi medis, latihan jasmani dan intervensi farmakologis. Berjalan kaki merupakan salah satu bentuk latihan jasmani yang direkomendasikan untuk dilakukan sehari-hari bagi penderita diabetes.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui apakah ada pengaruh jalan santai terhadap kadar glukosa darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Karang Taliwang Mataram Nusa Tenggara Barat Tahun 2019. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental. Sedangkan desain atau rancangan penelitian ini adalah one group pretest-posttest. Jumlah sampel sebesar 30 responden yang diambil dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian : Hasil pretest dan posttest data menunjukan bahwa, rerata kadar glukosa darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Karang Taliwang Mataram Nusa Tenggara Barat Tahun 2019 sebelum jalan santai sebesar 194,17 mg/dL. Sedangkan rerata kadar glukosa darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Karang Taliwang Mataram Nusa Tenggara Barat Tahun 2019 sesudah jalan santai sebesar 182,7 mg/dL. Hal ini diperkuat oleh hasil uji statistik (uji t) menunjukkan bahwa nilai p= 0.04 artinya p value<0.05, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara jalan santai terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Karang Taliwang Mataram Nusa Tenggara Barat Tahun 2019.
AEROSINUSITIS
Dasti Anditiarina
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (81.781 KB)
|
DOI: 10.36679/kedokteran.v4i1.55
Fungsi hidung yang normal sangat penting bagi personel penerbangan. Malfungsi dari hidung dapat berakibat serius dalam aerasi sinus. Aerosinusitis merupakan peradangan pada sinus yang berlangsung lebih dari 3 bulan dan secara histopatologi telah terjadi kerusakan silia yang irreversibel. Kondisi ini dapat menghambat aliran udara yang masuk dan keluar dari rongga sinus dan adanya gangguan dari tekanan atmosfir. Dimana hal tersebut dapat mengakibatkan aerosinusitis barotrauma, sinus blok atau ‘squeeze’ secara tiba-tiba yang menyebabkan timbulnya inkapasitasi mendadak oleh karena rasa sakit pada saat tugas terbang yang berpengaruh pada keselamatan penerbangan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN WNT (WINGLESS/INT) PATHWAYS REACTIVE OXYGEN SPECIES (ROS) AND CANCER
Fitriannisa F. Zubaidi
JURNAL KEDOKTERAN Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (393.414 KB)
|
DOI: 10.36679/kedokteran.v3i2.78
Reactive oxygen species has been known to play a role in the formation of cancer and determination of cellular death. Less known, however, is its more recently studied role in regulating cellular physiologic functions. The mechanism of how ROS switches between these roles involves detailed interactions with different pathways. The Wnt pathway, specifically the canonical Wnt/β-catenin pathway, seems to be one that has this role switching effect, depending on the amount of ROS present in the cellular microenvirent. This review aims to revisit the regulation of ROS levels, their relationship to cancer, and how the Wnt pathways influence the effect of ROS.
PRIORITAS MASALAH DIARE PADA BALITA AKIBAT KURANGNYA PENGETAHUAN IBU TERHADAP PENYAKIT DIARE DI KELURAHAN MANDALIKA TAHUN 2017
Deny Sutrisna Wiatma;
Suci Nirmala
JURNAL KEDOKTERAN Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.812 KB)
|
DOI: 10.36679/kedokteran.v3i2.71
Di Puskesmas Cakra negara terdapat 4 masalah tersering yang terjadi di kelurahan Bertais yaitu, ISPA, Diare, Demam Berdarah dan cakupan imunisasi yang rendah. Mengetahui akar permasalah diare yaitu kurangnya pengetahuan masyrakat terhadap pentingnya kebersihan, dengan metode Delbeecq yatiu penentuan prioritas masalah dalam komunitas tampa melakukan diskusi antar anggota, sehingga diperoleh akar penybab dari diare adalah kurangnya pengetahuan masyrakat terhadap pentingnya kebersihan. Kesimpilan : Masalah kesehatan di Basretais yang prioritas adalah diare pada balita yang dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang diare.
DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN ANGIOEDEMA DI BIDANG THT-KL
Oka Sari Utari, I Gusti Ayu;
Sudiasa, Sudiasa;
Prapyatiningsih, R Yully
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.18 KB)
|
DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.103
Angioedema adalah edema yang melibatkan lapisan yang lebih dalam dari kulit yaitu dermis, jaringan subkutan, mukosa dan submukosa karena terjadinya peningkatan permeabilitas kapiler akibat mediator inflamasi. Angioedema pertama kali disebarluaskan oleh Heinrich Quincke pada tahun 1882 sehingga angioedema sering juga disebut dengan Quincke edema. Pada angioedema, edema yang timbul adalah non-pitting, berbatas tegas, pucat dan tidak gatal namun angioedema dapat juga timbul bersamaan dengan urtikaria sehingga bisa disertai gatal-gatal dan kemerahan. Angioedema dapat terjadi pada daerah wajah terutama di daerah bibir dan mata, telinga, saluran pernafasan, saluran pencernaan, kardiovaskuler, tangan, kaki dan alat kelamin. Apabila terjadi pada lidah dan saluran pernafasan bagian atas serta berlangsung dengan cepat, dapat mengancam nyawa karena terjadinya obstruksi jalan nafas.Gejala angioedema terkadang sangat mirip dengan beberapa kelainan yang lain. Pengetahuan mengenai cara mendiagnosis angioedema sangat penting sehingga dapat dilakukan penatalaksanaan yang tepat. Dengan demikian penulis tertarik untuk membuat suatu tinjauan pustaka mengenai diagnosis dan penatalaksanaan angioedema khususnya di bidang THT.
HUBUNGAN ANTARA LAMA KETUBAN PECAH DINI ATERM DENGAN KEJADIAN INFEKSI PADA NEONATUS PERIODE 1 JANUARI S/D 31 DESEMBER 2010 DI RSU PROVINSI NTB
Ida Ayu Made Mahayani
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (52.533 KB)
|
DOI: 10.36679/kedokteran.v4i1.56
Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban pada sembarang waktu. Ketuban pecah dini merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya infeksi dan asfiksia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara lama ketuban pecah dini aterm dengan kejadian infeksi pada neonatus periode 1 januari s/d 31 desember 2010 di RSU Provinsi NTB. Metode yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan case control study dengan tehnik pengambilan data sistematik random sampling untuk kelompok control dan total populasi untuk kelompok kasus. Pada penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 155 sampel yang memenuhi kreteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden dengan ketuban pecah dini aterm yang ≥ 12 jam mengalami infeksi neonatus sebesar 31 kasus (50,8%) dan tidak mengalami infeksi sebesar 30 kasus (49,2%). Sedangkan ketuban pecah dini aterm yang < 12 jam yang mengalami infeksi sebesar 26 kasus (27,7%) dan yang tidak mengalami infeksi sebesar 68 kasus (72,3%). Uji statistik menggunakan Chi-square didapatkan hasil P value sebesar 0,003 dengan alpha 0,05 (α = 5%) dan uji statistik menggunakan Coefisien Contingency didapatkan P value sebesar 0,003 dengan alpha 0,05 (α = 5%) maka terdapat Hubungan Antara Lama Ketuban Pecah Dini Aterm dengan Kejadian Infeksi Pada Neonatus Periode 1 Januari s/d 31 Desember 2010 di RSU Provinsi NTB.
PENDAMPINGAN PEMBAYUN SEBAGAI TOKOH ADAT SASAK DI KELAS IBU DALAM PERENCANAAN PERSALINAN KE TENAGA KESEHATAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Fachrudi Hanafi
JURNAL KEDOKTERAN Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.592 KB)
|
DOI: 10.36679/kedokteran.v3i2.79
Latar belakang : Selama ini kegiatan di kelas ibu hamil hanya dihadiri oleh ibu hamil tanpa didampingi oleh keluarga atau pendamping lainnya sehingga saat selesai mengikuti kelas ibu, ibu hamil mengalami kesulitan dalam membuat keputusan untuk perencanaan persalinannya. Dalam penelitian budaya ini peneliti mencoba mengikutsertakan pembayun yang merupakan tokoh adat sasak yang menjadi tokoh sentral dalam suatu upacara perkawinan adat sasak lombok dalam mendampingi ibu hamil di kelas ibu untuk ikut membantu ibu hamil dalam memantabkan perencanaan persalinan ke tenaga kesehatan. Tujuan: mengetahui pendampingan pembayun dalam kelas ibu dalam perencanaan persalinan ke tenaga kesehatan. Metode: Rancangan penelitian adalah pre dan post test design with control yang merupakan jenis quasi experiment. Sampel yang diperoleh sebanyak 4 klas ibu yang diambil dari masing-masing wilayah puskesmas. Peserta kelas ibu yang didampingi pembayun terdiri atas 10 ibu hamil dan 3 pembayun, sedangkan peserta kelas ibu yang tidak didampingi pembayun terdiri atas 10 ibu hamil dan 10 keluarga terdekat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mendapatkan pengetahuan peserta dan wawancara mendalam pada ibu hamil untuk mendapatkan komitmen pembayun. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan semua peserta kelas ibu sesudah pelaksanaan kelas ibu. Semua ibu peserta melahirkan di tempat pelayanan kesehatan baik di RS, puskesmas dan bidan praktek swasta. Wawancara mendalam diperoleh bahwa sebagian besar ibu yang didampingi pembayun melahirkan ke tenaga kesehatan atas kemauan sendiri berdasarkan dari perencanaan yang telah dibuat bersama pembayun saat mengikuti kelas ibu. Ibu hamil yang didampingi pembayun menyatakan bahwa kemauan untuk melahirkan ke tenaga kesehatan selain karena informasi yang didapatkan saat di kelas ibu juga karena anjuran pembayun saat kunjungan ke rumah yang merupakan bentuk komitmen pembayun. Disamping itu para ibu ini juga menganggap bahwa pembayun merupakan orang yang ditokohkan atau menjadi panutan di masyarakat sehingga apapun yang disampaikan saat kunjungan rumah itu akan selalu diikuti. Kesimpulan: pendampingan pembayun pada semua ibu hamil memberikan pengaruh berupa semua ibu peserta melahirkan ke tenaga kesehatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP CEMARAN AIR MINUM ISI ULANG OLEH ESCHERICHIA COLI DI KOTA DENPASAR TAHUN 2015
Sabariah Sabariah
JURNAL KEDOKTERAN Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.985 KB)
|
DOI: 10.36679/kedokteran.v3i2.72
Drinking water is water that meets quality of health. The requirements include microbiology, chemistry, physics and radioactivity aspects.The high public interest in the consumption of bottled water and high prices of bottled drinking water encourage. However, the growth of refill drinking water (AMIU), licensing, training, supervision and circulation can not be done properly, which affect the poor drinking water quality assurance that could potentially cause harm to health.The study was a analytical descriptive study with cross sectional. This study showed 7 (15.6%) of 45 refilled drinking water were contaminated with E.coli. The factors that were not related with E.coli contamination were raw water (p = 0.181> 0.05), the disinfectant (p = 0.368) and sanitary facilities (p=0.771). However, it was related with sanitary location (p=0.000).Factors associated with E.coli contamination in drinking water refilled depot in Denpasar city.
DETEKSI MALARIA FALCIFARUM DENGAN METODE IMMUNOCHROMATOGRAPHIC TEST (ICT)
wati, Herlina
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.709 KB)
|
DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.104
Immunochromatographic test (ICT) digunakan dalam bentuk uji strip yang mengandung antibodi monoklonal. Uji ini berdasarkan deteksi antigen yang dikeluarkan oleh parasit malaria, yaitu PfHRP II. Prinsip ICT adalah mendeteksi antigen yang dikeluarkan plasmodium dan selanjutnya akan terjadi reaksi kompleks antigen-antibodi pada bahan nitroselulose acetat dimana komplek tersebut diberi monoklonal antibodi (Mab) yang berlabel zat warna (colloidal gold) sebagai penanda, sehingga muncul suatu tanda berupa garis yang menyatakan hasil positif untuk Plasmodium falciparum, atau negatif. Interpretasi hasil pemeriksaan ICT, yaitu hasil negatif jika terlihat garis kontrol (C) saja, hasil positif jika 2 garis (C dan T) terlihat dan hasil invalid jika garis kontrol (C) tidak muncul.