cover
Contact Name
I Putu Dedy Arjita
Contact Email
ipdedyarjita@unizar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram Jalan Unizar No. 20 Turida, Sandubaya - Mataram NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran: Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 24609749     EISSN : 26205890     DOI : 10.36679
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram dengan frekuensi 2 (dua) kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah dalam pengembangan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan.
Articles 129 Documents
SKRINING TUBERKULOSIS (TB) PARU DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH Mardiah, Aena
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.574 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i1.62

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Target pembangunan milenium Indonesia pada tahun 2015, angka prevalensi tuberkulosis di Indonesia diharapkan dapat turun sebesar 50% dan pada tahun 2050 diharapkan eliminasi tuberkulosis sebagai masalah kesehatan masyarakat. Di Kabupaten Banyumas penyakit TB masih merupakan masalah yang cenderung fluktuatif. Angka prevalensi di Kabupaten Banyumas dari tahun 2009-2011 masih jauh dari angka prevalensi Jawa Tengah. Berdasarkan situasi tersebut untuk menemukan kasus TB sedini mungkin maka perlu dilakukan skrining TB. Metode: Sasaran skrining TB adalah penduduk yang belum terdiagnosis sebagai penderita BTA positif TB paru di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas, Sumbang I, dan Kembaran I, Kabupaten Banyumas. Untuk memudahkan pengambilan sputum dahak maka subjek skrining dipilih yang mengalami batuk atau batuk berdahak, termasuk kontak serumah dengan penderita TB – BTA positif. Uji diagnostik berdasarkan gejala klinis TB, sedangkan gold standar dengan pemeriksaan mikroskopis dahak menggunakan metode pengecatan Zeihl Neelsen.Hasil: Hasil pelaksanaan skrining TB paru di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas, Kembaran I, dan Sumbang I Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 menunjukkan bahwa dari 97 orang yang diperiksa, ditemukan 90 orang (92,8%) memiliki gejala utama penderita TB paru yaitu batuk berdahak selama 2 – 3 minggu atau lebih. Kasus TB BTA positif ditemukan sebanyak 6 orang (6,18%). Berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis dahak dengan metode pengecatan Zeilh Neelsen sebagai gold standar, didapatkan proporsi TB BTA positif pada penduduk berusia ≥ 15 tahun sebesar 6,18%.Kesimpulan: Gejala klinis utama TB paru berupa batuk berdahak selama 2 – 3 minggu atau lebih yang mana batuk tersebut diikuti dengan gejala tambahan yaitu sesak nafas, badan lemah, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, malaise, dan demam pada malam hari dapat digunakan mengidentifikasi penyakit TB paru pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas, Kembaran I, dan Sumbang I Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah.
PERBANDINGAN FIKSASI LARUTAN BOUIN DAN FORMALIN PADA SEDIAAN PREPARAT HISTOLOGI TESTIS MARMUT Rusmiatik Atik
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.566 KB)

Abstract

Fiksasi merupakan salah satu bagian dari beberapa tahapan dalam pembuatan sediaan histologi. Maksud dari dilakukannya fiksasi adalah untuk membuat struktur unsur-unsur jaringan menjadi stabil, tidak mengalami perubahan (post-mortem) pasca kematian. Apabila individu mati maka ada dua hal yang bisa merusak struktur jaringan yaitu pengaruh enzim proteolitik dan pengaruh bakteri pembusuk. Larutan fiksatif yang sering digunakan adalah larutan bouin dan formalin. Dalam proses fiksasi dengan larutan bouin yang terdiri dari picrid acid 75 ml, formaldehid 25 ml, acetid acid 5ml, sedangkan untuk formalin digunakan dengan konsentrasi 40%. Dalam proses fiksatif dengan formalin, tidak mengkerutkan jaringan tetapi jaringan mengkerut karena pengaruh alkohol pada waktu proses dehidrasi. Jaringan yang di fiksasi dengan formalin dapat langsung di pindahkan ke dalam alkohol 70%, alkohol 80%, alkohol 96%,dan alkohol absolut.
PEMERIKSAAN RADIOLOGI PADA KASUS HIPERTROPHY PYLORIC STENOSIS (HPS) Fauzy Ma'ruf
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.721 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i1.50

Abstract

Hipertropi pyloric stenosis (HPS) merupakan gangguan gastrointestinal paling sering pada bayi. Pada HPS terjadi penebalan muskulus sirkuler antropyrolus dan menyebabkan konstriksi serta obstruksi di gastric outlet. Pemeriksaan dengan barium merupakan pemeriksaan penting untuk deteksi HPS. Selain itu USG juga digunakan sebagai pilihan prosedur diagnostik HPS karena tekniknya cepat dan relatif mudah dilakukan. Sensitivitas dan spesifitas pemeriksaan USG bisa mencapai 89% sampai 100% dan akurasinya bisa sampai100%. Hal ini merupakan alasan mengapa USG digunakan secara luas.
PENGARUH DUKUNGAN SUAMI DAN DUKUNGAN ATASAN TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI WILAYAH KERJA UPT BLUD PUSKESMAS TANJUNG KARANG TAHUN 2016 Yunita Marliana
JURNAL KEDOKTERAN Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.052 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v3i2.76

Abstract

World Health Organization (WHO) merekomendasikan pamberian ASI Eksklusif sekurang-kurangnya selama 6 bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan dengan makanan pendamping sampai usia 2 tahun, rekomendasi serupa juga oleh American Academy of Pediatrics (AAP), Academy of Breasfeeding Medicine demikian pula oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diperkirakan bahwa pemberian ASI eksklusif dapat mengurangi kematian bayi sebesar 13%. Pemberian ASI eksklusif telah diakui sebagai salah satu intervensi utama di seluruh dunia utuk mengurangi angka kematian bayi dan anak-anak. Penelitian ini menggunakan jenis observasional analitik dengan dan desain cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tanjung Karang pada bulan Mei-Juni 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bekerja (sektor negeri maupun swasta) yang memiliki bayi yang berusia 7-12 bulan. Sampel yang digunakan adalah keseluruhan populasi atau Total Sampling, sebanyak 34 orang. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan Ibu bekerja yang mendapatkan dukungan dari suami sebagian besar berhasil menyusui bayinya sebanyak 76,5%. Dengan hasil uji Chi Square 0,001 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh dukungan suami terhadap keberhasilan pemberian ASI Ekslusif pada ibu bekerja. Sedangkan mayoritas ibu bekerja yang mendapatkan dukungan dari atasannya memiliki tingkat keberhasilan pemberian ASI Ekslusif sebanyak 78,9%. Dengan hasil uji Chi Square 0,000 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh dukungan atasan terhadap keberhasilan pemberian ASI Ekslusif pada ibu bekerja.
PENGARUH LATIHAN SIRKUIT TERHADAP VO₂ MAX PADA KOMUNITAS BERLARI RUNJANI KOTA MATARAM TAHUN 2018 Arief As'ad, Lalu Muhammad; Ruqayyah, Siti; Nauval, Muhammad
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.318 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.108

Abstract

Latar Belakang: Kebugaran jasmani merupakan salah satu aspek fisik dari kesegaran menyeluruh (total fitness). Latihan Sirkuit adalah suatu program latihan terdiri dari beberapa stasiun dan di setiap stasiun seorang atlet melakukan jenis latihan yang telah ditentukan. VO₂ Max adalah jumlah maksimal oksigen yang dapat dikonsumsi selama aktivitas fisik yang intensif sampai akhirnya terjadi kelelahan. Pengukurannya dapat digunakan untuk menganalisis efek dari suatu program latihan fisik. Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan sirkuit terhadap VO₂ Max pada Komunitas Berlari RUNJANI Kota Mataram. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental dengan desain penelitian one group pre test post test design. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan total sampel sebanyak 30 subjek. Data yang telah terkumpul diolah menggunakan program SPSS. Hasil: Berdasarkan nilai VO2 Max pre-test didapatkan 5 subjek kategori terlatih (16.6%), 2 subjek kategori baik sekali (6.6%), 8 subjek kategori baik (26.6%), dan 10 subjek kategori sedang (33.3%). Pada nilai VO2 Max post-test didapatkan 6 subjek kategori terlatih (20%), 1 subjek kategori baik sekali (3.33%), 14 subjek kategori baik (46.6%), dan 9 subjek kategori sedang (30%). Standard deviasi sebelum perlakuan sebesar 1,62095 dan setelah perlakuan sebesar 1,83366 dengan hasil p-value sebesar 0,1 (p < 0,05), berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara latihan sirkuit degan nilai VO₂ Max.
HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD KOTA MATARAM TAHUN 2017 Nauval, Muhammad; Tahang, Andi Setiawan; Afna, Niky Reisiva
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.671 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i1.63

Abstract

Preeklampsia adalah salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kematian pada wanita hamil di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Beberapa wanita hamil yang mengalami preeklmpsia juga dapat mempengaruhi janin yang akan menyebabkan terjadinya asfiksia neonatorum. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara preeclampsia dengan kejadian asfiksia neonatorum Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram tahun 2017.Metode penelitian yang digunakan bersifat analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Subyek penelitian adalah wanita hamil yang memiliki diagnosis preeklampsia di rekam Medis Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram sebanyak 100 orang.Studi ini menggunakan 100 orang sampel wanita hamil Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram pada tahun 2017 dengan usia rata-rata 32 (±7,012) tahun. Sebanyak 35 orang melahirkan secara SC, dan 35 lainnya melahirkan secara normal. 67 orang subjek mengalami preeclampsia dan 45 diantaranya melahirkan bayi asfiksia. Hasil analisis uji Chy Square diperoleh nilai signifikan sebesar 0,008 atau p <0,005 (0,008 <0,005).Terdapat hubungan antara preeklampsia dengan kejadian asfiksia neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram pada tahun 2017 dengan koefisien kontingensi sebesar 1,705 yang menunjukkan kekuatan hubungan yang cukup bermakna.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI DAERAH PESISIR KOTA KENDARI en, Ti; Musyarrafah, Musyarrafah; Noor Kholidha, Andi; Aritrina, Pranita; Amal Abdal, Ikhlasul; wati, Arimas
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.195 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.100

Abstract

Background: Diabetes Mellitus is a metabolic disease characterized by chronic hiperglikemia and caused by the impairment of insulin secretion or insulin resistance or both. There are some risk factors in the process. They are obesity, lack of activity, nutritional deficiency, family history of diabetes, history of gestational diabetes, old age, and genetic. Research Purpose: This research purpose is to understand the relationship between risk factors including obesity and family history with the incident of type-2 DM in coastal area of Kendari. Research Methods: This research used analytical-observational study with case control approach. The independent variables used in this research are Body Mass Index (BMI) and family history while the the dependent variables are the incident of type-2 DM. The location of this research is working area of Puskesmas Mata, Puskesmas Benu-benua, Puskesmas Kandai, Puskesmas Abeli and Puskesmas Poasia located in the coastal area. There are 75 people choosen to be our samples by include and exclude criteria with cluster sampling method. Data are obtained by using questionnaire and laboratory analysis. The results are processed by applying Chi-Square test with p<0,050 and the Odd Ratio score. Research Result: This research showed that between BMI with the incident of type-2 DM has p=0,000 (OR=7,875), between family history with the incident of type-2 DM has p=0,030 (OR=2,800), between BMI and family history with the incident of type-2 DM has p=0,000 (OR=14,571). Conclusion: The conclusion of this research was that the relationship between BMI with the incident of type-2 DM in the coastal area of Kendari exists. The relationship between family history with the incident of type-2 DM in the coastal area of Kendari exists. The relationship between BMI and family history with the incident of type-2 DM in the coastal area of Kendari exists.
FAKTOR INTERNAL MOTIVASI, COPING, MOOD DAN RELAPS PADA KASUS PECANDU NARKOBA Irwan Syuhada
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.845 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i1.49

Abstract

Relaps merupakan perilaku penggunaan kembali narkoba setelah menjalani penanganan secara rehabilitasi yang ditandai dengan adanya pemikiran, perilaku dan perasaan adiktif setelah periode putus zat. Secara garis besar ada dua faktor yang mempengaruhi terbentuknya relaps yaitu faktor internal dan faktor eksternal dari individu. Skala yang digunakan untuk mengukur faktor internal motivasi, mood, dan coping adalah skala SCL 90 (skala klinis 90). Skala SCL ini bisa digunakan untuk mengungkap aspek motivasi, mood, dan coping.
DIAGNOSA DAN PENATALAKSANAAN KARSINOMA NASOFARING Suci Ariani; Rachmat Belgi Saputra; I Putu Sudiasa
JURNAL KEDOKTERAN Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.286 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v3i2.77

Abstract

Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas yang timbul pada epithelial pelapis ruangan dibelakang hidung (nasofaring) dengan predileksi yang paling sering adalah di fossa Rossen muller. Insidensi KNF tertinggi di Asia, Afrika Utara dan Timur Tengah. Penderita lebih banyak berjenis kelamin laki-laki. Di Indonesia KNF termasuk 5 besar keganasan bersama kanker serviks, kanker payudara, tumor ganas getah bening dan kanker kulit. Hampir 60% dari tumor di daerah kepala dan leher adalah KNF. Faktor risiko KNF secara umum dibagi menjadi 3, yaitu genetik, lingkungan dan virus Ebstein Barr. Untuk mengaktifkan Virus EBV dibutuhkan faktor pemicu lain untuk menimbulkan proses keganasan (Meka dan Mukhlis, 2017).
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP BAKTERI (Staphylococcus Aureus) Fahmi, Yusril Ilham; Andriana, Ana; Hidayati, Diani Sri
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.265 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.109

Abstract

Mikroorganisme alami yang ada dalam tubuh manusia disebut mikroorganisme normal atau flora normal, namun dalam keadaan tertentu dapat bersifat patogen dan menimbulkan penyakit infeksi salah satunya Staphylococcus Aureus. Bakteri ini sering resisten terhadap berbagai jenis obat sehingga mempersulit pemilihan antimikroba yang sesuai untuk terapi. Bawang putih (Allium Sativum) mempunyai bahan aktif yaitu alicin, flavonoid, ajoene, minyak atsiri dan saponin yang mempunyai efek antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya hambat ekstrak bawang putih (Allium Sativum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian True Experiment dengan rancangan Posttest dengan Kelompok Kontrol (Posttest Only Control Group Design), menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 24 perlakuan dan 4 kali ulangan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri Staphylococcus aureus yang diberi perlakuan ekstrak bawang putih (Allium Sativum) dengan konsentrasi 250 µg/mL, 500 µg/mL, 750 µg/mL, 1000 µg/mL, 2 kelompok kontrol terdiri dari kontrol positif ciprofloksasin dan kontrol negatif aquades steril. Daya hambat diperoleh berdasarkan pengukuran zona hambat dan data yang diperoleh dari analisis menggunakan uji One Way Anova. Hasil pengukuran zona hambatan bakteri Staphylococcus aureus pada masing-masing konsentrasi berturut turut adalah, konsentrasi 250 µg/mL sebesar 6.5 mm; 500 µg/mL,13.3 mm; 750 µg/mL, 15 mm dan 1000 µg/mL, 17.8 mm. Pada konsentrasi yang paling tinggi menghasilkan daerah zona hambat yang terlebar. Hasil uji One Way Anova diperoleh nilai signifikan yakni 0,008 lebih kecil dari p value: 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa konsentrasi ekstrak bawang putih (Allium Sativum) dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus.

Page 2 of 13 | Total Record : 129