cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 2 (2025)" : 13 Documents clear
Kajian Pengembangan Budidaya Padi (Oryza sativa L.) Varietas Unggul Lokal Siporang Di Kabupaten Tapanuli Selatan Lubis, Yenny; Pulungan, Sutan; Syah Lubis, Erwin
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22583

Abstract

Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu produsen beras di Sumatera Utara yang memiliki beragam varietas, salah satunya adalah padi unggul local Siporang yang telah dilepas oleh Kementerian Pertanian RI No.125/HK.540/C/04/2021 sebagai varitas unggul Siporang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi pengembangan budi daya dan strategi pengembangan varietas Unggul Siporang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sipirok, Arse dan Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan sejak April-Juni 2024. Hasil penelitian menunjukkan terdapat factor-faktor yang mempengaruhi pengembangan padi unggul Siporang yaitu; varietas Siporang sudah dikenal petani, benih padi diushakan secara mandiri, dan Beras Siporang memiliki rasa, tekstur dan aroma yang disukai masyarakat, dan faktor eksternal adalah; pemasaran beras siporang sudah sampai ke ibu kota propinsi, Benih padi unggul Siporang belum tersedia di pasar dan beras siporang memiliki kompetitor di pasar. Strategi pengembangan varietas Siporang menggunakan analisis SWOT berada pada kuadran I dengan titik koordinat X:0,27 dan Y:0,10 terdapat peluang antara kekuatan faktor internal dan eksternal. Hal ini merupakan strategi dan peluang dalam pengembangan padi melalui kolaboratif antara petani, pengusaha penggilingan padi dan pemerintah daerah dalam penguatan kelembagaan petani dalam pengembangan padi varietas unggul Siporang. Kata kunci; budi daya, padi lokal, Siporang
Karakterisasi Morfologi Tanaman Langsat (Lansium domesticum) Lokal Kabupaten Aceh Utara Fadli, Fadli; Ismadi, Ismadi; Handayani, Rd. Selvy; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22584

Abstract

Langsat (Lansium domesticum) merupakan tanaman tropis dengan iklim basah yang berasal dari Malaysia dan Kalimantan Timur Indonesia. Tanaman langsat memiliki kesamaan dengan beberapa jenis tanaman lain dari spesies meliaceae seperti kokosan, pisitan, dan celoring. Akan tetapi hingga saat ini belum ada informasi tentang karakteristik morfologis tanaman langsat di Provinsi Aceh. Identifikasi perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi terhadap penyebaran sentra produksi langsat, karakteristik langsat, dan keanekaragaman sifat tanaman langsat lokal Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan daerah sebaran, karakter morfologi, dan kualitas buah langsat lokal Aceh Utara. Pelaksanaan penelitian karakterisasi dilaksanakan di Kabupaten Aceh Utara yang meliputi Kecamatan Simpang Kramat dan Kecamatan Kuta Makmur, penelitian ini di mulai bulan Februari - April 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi 35 aksesi tanaman langsat yaitu tinggi pohon dan lingkar batang pada tiga desa di Kecamatan Simpang Keuramat dan Kecamatan Kuta Makmur. Keragaman/karakteristik morfologi langsat lokal Aceh Utara memiliki kekuatan batang yang sangat kuat, permukaan batang halus, mahkota berbentuk piramida, pertumbuhan pohon tegak, sedangkan untuk kerapatan percabangan bervariasi yaitu jarang, sedang, dan padat. Kerapatan percabangan sedang dan padat dominan ditemukan, sementara pola percabangan ditemukan dalam bentuk tegak. Kata Kunci : Karakteristik, langsat, morfologi
Peningkatan Produksi Tanaman Kol Bunga Dataran Rendah (Brasssica oleraceae L.) Akibat Pemberian Biosaka Dan Tiga Jenis Pupuk Kandang Yuskarina, Yuskarina; jamidi, jamidi; Baidhawi, Baidhawi; Ismadi, ismadi; hafifah, Hafifah
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22585

Abstract

Kol bunga/Cauliflower (Brassica oleraceea L) merupakan sayuran yang termasuk dalam keluarga kubis-kubisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga terhadap pemberian Biosaka dan pupuk kandang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial, yaitu Biosaka, B0 = 0 ml/l, B1 = 2 ml/l, B2 = 3 ml/l, B3 = 4 ml/l, dan Pupuk Kandang, P0 = tanpa pupuk kandang, P1 = pupuk kandang sapi, P2 = pupuk kandang kambing, P3 = pupuk kandang ayam sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan dengan jumlah unit percobaan sebanyak 48 unit. Aplikasi biosaka, meskipun secara statistik tidak berbeda nyata menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan pada hampir semua parameter pertumbuhan, dengan berat basah bunga tertinggi dibandingkan tanaman kontrol. Namun demikian, aplikasi tiga jenis pupuk kandang (sapi, kambing, dan ayam) berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kubis dengan dosis 0,625 kg/tanaman atau 2,5 kg/petak. menunjukkan peningkatan bobot basah bunga kubis yang lebih tinggi yaitu 896,58 g, dibandingkan dengan jenis pupuk yang lain. Kata Kunci: Mikroorganisme, nutrisi, pupuk organik
Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Nutrisi Ab Mix Dan Media Tanam Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Mikrogreens Pakcoy (Brassica rapa L.) Maulia , Tasya; Iswahyudi, Iswahyudi; Juanda , Boy Riza
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22586

Abstract

Mikrogreens pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan tanaman muda bernutrisi tinggi yang sesuai untuk sistem pertanian urban farming. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi nutrisi AB Mix dan media tanam terhadap pertumbuhan mikrogreens pakcoy. Penelitian dilakukan di Desa Meurandeh Dayah, Kota Langsa, selama 2 minggu menggunakan Rancangan acak kelompok dengan pola faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi AB Mix (0 ppm, 300 ppm, 400 ppm, dan 500 ppm), sedangkan faktor kedua adalah media tanam (arang sekam, cocopeat, dan vermikulit), dengan 12 kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat segar per tanaman, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi AB Mix 500 ppm memberikan hasil terbaik dengan tinggi tanaman 2,64 cm, jumlah daun 3,77 helai, lebar daun 1,24 cm, dan berat segar per tanaman 0,33 gram. Media tanam vermikulit memberikan hasil terbaik dengan tinggi tanaman 3,63 cm, lebar daun 1,57 cm, dan panjang akar 7,17 cm. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi nutrisi dan media tanam terhadap pertumbuhan mikrogreens pakcoy. Oleh karena itu, untuk pertumbuhan optimal mikrogreens pakcoy, disarankan menggunakan nutrisi AB Mix 500 ppm dan media tanam vermikulit secara terpisah. Kata Kunci: Mikrogreens pakcoy, nutrisi AB Mix, media tanam
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Salak (Salacca zalacca) Di Kota Sabang Sari , Dewi Anggraini; Akbar , Halim; Nasruddin, Nasruddin; hafifah, Hafifah; Ismadi, Ismadi
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22587

Abstract

Kota Sabang dikenal sebagai penghasil salak di Provinsi Aceh karena memiliki potensi pertanian yang baik, tidak hanya dari segi lahan tetapi juga karena tanahnya yang subur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap budidaya salak di Kota Sabang. Metode evaluasi mencakup penilaian kualitatif dan kuantitatif pada 6 sampel tanah diambil untuk menganalisis sifat fisik dan kimia tanah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan suhu rata-rata sebesar 27,8 °C, curah hujan 2172,3 mm/tahun, drainase tanah yang baik, kedalaman tanah sedang (>50 cm), tekstur tanah lempung berdebu, pH tanah berkisar dari asam hingga sedikit basa, kandungan C-organik berkisar dari rendah hingga tinggi, kejenuhan basa dari sedang hingga tinggi, kandungan N-total dari rendah hingga sedang, P₂O dari sedang hingga tinggi, K₂O dari rendah hingga tinggi, serta bahaya erosi yang sangat rendah. Kelas kesesuaian lahan untuk tanaman salak di Kota Sabang termasuk dalam kategori sesuai marginal (S3). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pedoman teknis yang tepat dalam pengelolaan lahan untuk meningkatkan produktivitas tanaman salak di Kota Sabang. Kata kunci; Kesesuaian lahan, produktivitas salak, evaluasi tanah
Revegetasi Lahan Bekas Tambang Batu Bara Dengan Beberapa Jenis Tanaman Dan Pengaruhnya Terhadap Makro Fauna Tanah Sawahlunto Sumatera Barat Emalinda, Oktanis; Adrinal, Adrinal; Rahayu, Clara; Sandi , Nofrita
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22589

Abstract

Kegiatan penambangan batubara menimbulkan berbagai kerusakan lahan, terutama terganggunya aktivitas makro fauna tanah. Usaha untuk memulihkan kembali lahan ini adalah melakukan kegiatan revegetasi dengan penanaman tanaman pionir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis tanaman revegetasi terhadap makro fauna tanah pada lahan bekas tambang batubara di Kota Sawahlunto. Pengambilan sampel dilakukan dengan metoda survei secara purposive sampling pada tiga jenis tanaman revegetasi, yaitu tanaman Akasia, Sengon dan Balik angin. Sampel tanah diambil di tengah kanopi tanaman dengan kedalaman 0-30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi makro fauna tanah tertinggi ditemukan pada lahan tanaman sengon (7 ekor cacing dan 6 ekor semut), lahan tanaman akasia (6 ekor cacing dan 4 ekor semut) dan terendah pada lahan tanaman balik angin (6 ekor semut dan 3 ekor cacing). Keragaman makro fauna tanah pada lahan revegetasi terdiri dari 2 jenis (cacing dan semut). Frekuensi keberadaan adanya jenis cacing lebih tinggi terdapat pada lahan tanaman balik angin (0,66), diikuti lahan tanaman akasia (0,60) dan terendah pada lahan tanaman sengon (0,58). Frekuensi keberadaan jenis yang terdapat semut lebih tinggi pada lahan tanaman sengon (0,41), diikuti lahan tanaman akasia (0,40) dan terendah pada lahan tanaman balik angin (0,33). Nilai kekayaan jenis pada lahan tanaman balik angin (0,45) lebih tinggi dibandingkan lahan tanaman akasia (0,43) dan sengon (0,40). Hasil penelitian menunjukkan terdapat makro fauna tanah dan kegiatan revegetasi lahan bekas tambang batubara harus dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah dengan menanam berbagai jenis tanaman revegetasi. Kata Kunci: Makro fauna, Tanaman revegetasi, Tambang batubara
Penilaian Status Kesuburan Berbasis Horizon Tanah Di Perkebunan Kopi Arabika Dataran Tinggi Gayo Deya Inge Kanaya, Mahesa; Khusrizal, Khusrizal; Nasruddin, Nasruddin; Yusra, Yusra; Akbar, Halim
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22592

Abstract

Kesuburan tanah memainkan peran kunci dalam mendukung keberhasilan budidaya tanaman, dalam penilaian status kesuburan tanah lazim ditentukan hanya pada lapisan permukaan tanah, padahal lapisan dibawahnya juga diperlukan, terutama pada area budidaya tanaman tahunan yang berakar lebih dalam. Penelitian ini bermaksud untuk menetapkan status kesuburan tanah area budidaya kopi dataran tinggi Gayo berbasis pada horizon atas dan bawah. Dua puluh empat sampel tanah telah dikumpulkan dari dua belas profil tanah untuk penetapan sifat-sifat tanah sebagai parameter status kesuburan yang terdiri masing-masing satu sampel dari horizon permukaan dan horizon bawah. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), fosfor (P2O5), kalium (K2O), dan karbon organik (C-organik). Hasil penelitian menunjukkan nilai parameter yang ditetapkan bervariasi, kadar KTK rendah hingga tinggi (8.45-31.49 me/100g), KB rendah sampai sedang (2,27-26,91%), P2O5 sangat rendah hingga sangat tinggi (0,91-81,49 mg/100g), K2O rendah sampai sedang (10,50-34,50 mg/100g), dan C-organik juga bervariasi sangat rendah hingga sedang (0,33-2,78%). Kecuali KTK, parameter lain menunjukkan kadar di horizon permukaan lebih tinggi daripada horison bawah. Status kesuburan tanah semua profil adalah rendah, begitu pula status kesuburan tanah horison atas dan bawah yang termasuk rendah. Kata Kunci: kesuburan tanah, fosfat, karbon organik tanah, kejenuhan basa, kalium oksida, tanaman kopi
Pengaruh Naungan Dan Variasi Sumber Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max L.Merill) Wahyudin Purba, Deddy; Rahma Manurung , Wana Aulia; Safruddin, Safruddin; Ansoruddin, Ansoruddin; Batu Bara , Lokot Ridwan
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22805

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merill) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai peranan penting sebagai tanaman bernilai ekonomis dan gizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan dan variasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2024, menggunakan metode rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu naungan : N0= 0% (kontrol), N1= 40%, N2= 80% dan pupuk organik cair (POC); P0= tanpa POC, P1= POC limbah buah pisang, dan P2= POC limbah sayur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa N2 menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (30,01 cm), diameter batang (8,56 mm), dan indeks luas daun (66,99 cm²), sedangkan jumlah polong terbanyak (42,48) dihasilkan pada tanpa penggunaan POC. P3 menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (31,07 cm) dan luas daun tertinggi (69,17 cm²), P0 menghasilkan diameter batang terbesar (8,31 mm), dan P1 menghasilkan polong terbanyak (43,22). Terdapat interaksi yang nyata antara naungan dan POC pada semua parameter, dengan kombinasi terbaik adalah perlakuan naungan tanpa naungan dan POC limbah sayur dengan tinggi tanaman tertinggi (32,93 cm), naungan 40% dan POC tanpa naungan menghasilkan diameter batang tertinggi (8,97 mm), dan kombinasi POC sayur dan tanpa naungan memiliki luas daun tertinggi (71,35 cm²). Kata Kunci ; Naungan, Pupuk Organik Cair, Pertumbuhan Kedelai
Nd Evaluation And Suitability of Land For Development of Sorghum (Sorghum bicholor L.) on Peat Land in West Sumatera, Indonesia Juniarti, Juniarti; N, Sandi.; A, Sari.; A , Agustar.; D.P, Sari.
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22811

Abstract

Sorghum is a perennial food crop that has great potential for development in Indonesia. The development of sorghum will increase land productivity, supporting the development of sustainable agriculture and enhancing Indonesian food production. The research findings establish sorghum as an ideal choice for enhancing the productivity of arid, acidic, or otherwise unproductive lands, including former mining areas reclaimed. Through the assessment of land characteristics suitable for sorghum development as biomass energy crop in West Sumatra, Indonesia, this research endeavors to facilitate the sustainable growth of sorghum cultivation within the region. This research aims to evaluate the suitability of land for sorghum in West Sumatra, Indonesia. Regency uses purposive sampling and survey methods. The results showed that peatland in West Sumatera, Indonesia has potential for the development of sorghum plants with average temperature characteristics 25-27 º C, rainfall <200 mm, air humidity <75%, good drainage, soil depth of peatland > 60 cm, pH 4.4 - 5.1 but low N, P and K nutrient availability. Key words: land evaluation, perennial crop, marginal land
Pengaruh Perlakuan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Kualitas Hasil Tiga Varietas Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Agustina, Agustina; jamidi, jamidi; Ismadi, Ismadi; Baidhawi, Baidhawi; Nazirah, Laila
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22852

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu jenis sayuran buah yang sangat baik untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan kualitas hasil tiga varietas tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor yang diuji. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari 3 taraf, yaitu V1 (Servo F1), V2 (Gustavi F1), dan V3 (Varietas Lokal Lara). Faktor kedua adalah dosis pupuk yang terdiri dari 4 taraf, yaitu P0 (tanpa pupuk), P1300 g, P2 600 g, dan P3 900 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penggunaan varietas Lokal Lara meningkatkan jumlah buah tomat pada panen ke-2, panen ke-3, panen ke-4, dan total. Penggunaan kombinasi perlakuan pupuk organik dan varietas menunjukkan adanya interaksi pada variabel tinggi tanaman dan jumlah buah per tanaman. Jumlah buah tertinggi diperoleh pada perlakuan pupuk organik 300 g pada varietas lokal Lara, yaitu 43,66 buah per tanaman. Kata kunci: Dosis, Pupuk Organik, Tomat, Varietas.

Page 1 of 2 | Total Record : 13