cover
Contact Name
Ns. Imelda Feneranda Seravia Tambi, M.Kep
Contact Email
imeldatambi90@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Phone
+6281350117017
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl.Pasundan No. 21, Samarinda, Kalimantan TImur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK)
ISSN : -     EISSN : 27152707     DOI : -
Core Subject :
JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, which is published twice a year in October and April that contains scientific articles on community service in the fields of health, social, politics, administration, public policy, law, engineering, education, economics, counseling, psychology, agriculture, forestry, religion, communication and informatics. Articles are written in Bahasa Indonesia and English.
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI PEMBINAAN SELF EFFICACY PADA SISWA DI KOMUNITAS KHUSUS Theofrida Bone, Andrea; Ping, Maria Floriana
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 7 No 1 (2025): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v7i1.797

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama bagi pemberdayaan masyarakat, terutama bagi kelompok yang berada dalam komunitas khusus. Tantangan utama yang dihadapi oleh siswa di komunitas khusus adalah rendahnya kemandirian belajar. Kemandirian belajar (self-regulated learning) bukan hanya tentang kemampuan belajar tanpa bantuan, tetapi juga mencakup kemampuan siswa dalam mengelola motivasi, menetapkan target belajar, dan mengevaluasi kemajuan mereka sendiri secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan pembinaan self efficacy yang dilakukan meningkatkan nilai bahasa Inggris siswa. kecemasan berbahasa dan membuat siswa enggan berpartisipasi aktif, lingkungan yang jarang menggunakan bahasa Inggris menyebabkan ketrampilan mendengar (listening) dan berbicara (speaking) pemilihan strategi belajar yang tidak sesuai dengan gaya belajar siswa. Peningkatan Self Efficacy menjadi kunci untuk mengatasi hambatan psikologis dan membangun sikap positif dalam belajar bahasa Inggris. Pelatihan Self Efficacy ini membantu siswa melihat kesalahan sebagai bagian dari proses pembelajaran, meningkatkan keberanian untuk mencoba, serta menumbuhkan rasa senang dalam mempelajari bahasa Inggris.
PENGUATAN KETRAMPILAN PERTOLONGAN TERSEDAK PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI RW XVII DESA JATEN KABUPATEN KARANGANYAR JAWA TENGAH Nuryanti, Aprilia; Rahayu Setyaningsih
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 7 No 1 (2025): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v7i1.798

Abstract

Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas anak, termasuk pada anak usia sekolah. Kejadian tersedak pada kelompok usia ini sering terjadi di luar pengawasan langsung orang dewasa, sehingga teman sebaya berpotensi menjadi penolong pertama. Edukasi pencegahan dan pertolongan tersedak sejak usia sekolah menjadi strategi preventif yang penting. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak usia sekolah dalam pencegahan dan pertolongan pertama tersedak melalui edukasi kesehatan berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah program pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan edukasi tatap muka, meliputi penyampaian materi, demonstrasi, simulasi, dan redemonstrasi teknik pertolongan tersedak (tepukan punggung dan teknik Heimlich). Kegiatan dilaksanakan pada 13 Juli 2025 di RW XVII Desa Jaten dengan durasi ±60 menit, melibatkan 15 anak usia 8–11 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator. Kemampuan menyebutkan pengertian tersedak meningkat dari 33,33% menjadi 100%, penyebab tersedak dari 53% menjadi 80%, dan cara pertolongan dari 26,67% menjadi 80%. Kemampuan mempraktikkan pertolongan tersedak meningkat dari 26,67% menjadi 66,67%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dengan metode demonstrasi dan simulasi efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak usia sekolah dalam pencegahan dan penanganan tersedak. Program serupa direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN PADA KOMUNITAS REMAJA: EDUKASI MANFAAT GIZI DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUBUH MANUSIA Ping, Maria Floriana; Sari, Fransiska Novita
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 6 No 2 (2025): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v6i2.812

Abstract

Adolescents in Indonesia face a triple burden of malnutrition, characterized by the co-existence of undernutrition, overnutrition, and micronutrient deficiencies. Dietary patterns and health, established during youth, are influenced by behavioral choices and environmental factors. Generally, adolescents are at risk of malnutrition, primarily due to high nutritional requirements that often conflict with their food choices and eating habits. This community service activity involved 35 female high school students residing at the Kartini Dormitory in Samarinda. The program was conducted by a team of lecturers from STIKES Dirgahayu Samarinda through discussion methods and physical examinations. The results indicated that the majority of female adolescents at the Kartini Dormitory were underweight based on Body Mass Index (BMI), totaling 15 individuals (43%), and the majority had a Mid-Upper Arm Circumference (LILA) of <23.5 cm, totaling 20 individuals (57%). BMI and MUAC are key indicators of nutritional status. The health education results showed a p-value of 0.00, signifying a significant change in the participants' knowledge regarding the importance of nutrition. Health education is a vital process to enhance the community's ability to maintain and improve their health status.
PHBS: PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PREVENTIF BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA BUDAYA SUNGAI BAWANG Ping, Maria Floriana; Sari, Fransiska Novita
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 1 (2023): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i1.814

Abstract

Early adolescence is a critical period of physical maturation often accompanied by risky behaviors due to a lack of reproductive health knowledge. This community service project aims to enhance the understanding of elementary school students regarding reproductive health and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). The activities were conducted at SD Negeri 014 in Sungai Bawang Cultural Village, involving 30 students from the 5th and 6th grades. The implementation method included interactive education using flip charts and role-play media, as well as evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The results showed a significant increase in students' knowledge levels, with the mean score rising from 22.42 to 33.23 after the intervention (p=0.00). This improvement proves that school-based education is effective in equipping students to face puberty. In conclusion, reproductive health education integrated with PHBS can serve as an effective preventive strategy for school-aged children in fostering independence in maintaining personal health and protection from social risks.
EDUKASI INKONTINENSIA URIN PADA WANITA DI RT 03 RW 01 GRATI TUNON KECAMATAN GRATI KABUPATEN PASURUAN Wardani, Alifiyah Lintang
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 7 No 2 (2026): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v7i2.867

Abstract

Urinary incontinence is a condition characterized by the involuntary leakage of urine in amounts and at frequencies that are difficult to control. Urinary incontinence is a common complaint that is often overlooked by the public because it is considered a normal part of aging. One effective therapy for urinary incontinence in women is Kegel exercises. Therefore, it is important to conduct educational activities, particularly among women in the mothers’ group of RT 03 RW 01 Grati Tunon, Grati Subdistrict, Pasuruan Regency. This activity is expected to improve understanding of urinary incontinence as well as how to prevent and manage it. Educational leaflets were distributed to all participants after the pre-test, followed by the delivery of educational material through lectures and demonstrations of Kegel exercises. The closing session included a post-test and a question-and-answer session. The evaluation showed an increase in knowledge among the 10 participants present regarding urinary incontinence and Kegel exercises, indicating that this activity had a positive impact on them.
EDUKASI DAN LATIHAN RINGAN UNTUK MENGATASI NYERI PINGGANG FLEKSIBILITAS SENDI DENGAN PENDEKATAN FLEKSI WILLIAM Mahmudah, Rifa'atul
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 7 No 1 (2025): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v7i1.872

Abstract

ABSTRAK Penurunan fleksibilitas sendi dan nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan masalah umum pada dewasa dan lansia akibat proses penuaan dan kurangnya aktivitas fisik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menjaga fleksibilitas sendi melalui pendekatan Fleksi William. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan edukatif, demonstrasi latihan, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-post test. Kegiatan dilaksanakan di Jl. Sungai Gampa RT.022 Banjarmasin dengan sasaran masyarakat dewasa dan lansia. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta sebesar 52%, dari 44,6 pada pre-test menjadi 94,2 pada post-test. Peserta juga mampu mempraktikkan gerakan Fleksi William dengan benar. Kesimpulannya, edukasi dan latihan Fleksi William efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam manajemen nyeri pinggang secara mandiri. Kata Kunci—Fleksi William, Fleksibilitas Sendi, Latihan Ringan, Nyeri Pinggang ABSTRACT Decreased joint flexibility and low back pain are common issues among adults and the elderly due to the aging process and physical inactivity. This community service activity aims to improve public knowledge and ability to maintain joint flexibility through the William Flexion approach. The implementation methods included educational counseling, exercise demonstrations, direct practice, and evaluation via pre-post tests. The activity was conducted at Jl. Sungai Gampa RT.022, Banjarmasin, targeting adults and elderly residents. The evaluation results showed a 52% increase in the participants' average knowledge score, rising from 44.6 on the pre-test to 94.2 on the post-test. Participants were also able to perform William Flexion movements correctly. In conclusion, education and William Flexion exercises are effective in improving community understanding and skills in managing low back pain independently. Key Words--- William Flexion, Joint Flexibility, Light Exercise, Low Back Pain
Program PENA PENERAPAN MODEL PENA (PENDAMPINGAN, EDUKASI, NALURI DAN AFIRMASI) DALAM MANAJEMEN PELAYANAN IBU HAMIL, IBU NIFAS, DAN WANITA USIA PRODUKTIF Rahayu, Anik Puji
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 7 No 2 (2026): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v7i2.875

Abstract

Edukasi kesehatan melalui Model PENA (Pendampingan, Edukasi, Naluri Ibu, dan Afirmasi) yang dilaksanakan di RT 29 Kelurahan Lok Bahu terbukti dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu nifas, serta wanita usia produktif terkait kesehatan maternal. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan proporsi responden pada kategori pengetahuan baik, dari 33,3% menjadi 51,9% pada aspek manajemen pelayanan, serta dari 29,6% menjadi 55,6% pada pengetahuan program PENA setelah diberikan penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan program PENA masih didominasi pada kategori sedang (55,6%), yang mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan belum sepenuhnya diikuti oleh perubahan perilaku. Oleh karena itu, kegiatan edukasi melalui program PENA efektif dalam meningkatkan pengetahuan, namun perlu diikuti dengan pendampingan dan penguatan secara berkelanjutan agar penerapan perilaku kesehatan dapat lebih optimal. Diharapkan, pengetahuan yang telah diperoleh dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar guna mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.