cover
Contact Name
Selma Intan Himawan
Contact Email
selma.intan@uai.ac.id
Phone
+6285711856586
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : 20879725     EISSN : 23558059     DOI : -
Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September adalah jurna; ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitan ilmiah dan ide-ide di bidang sains dan teknologi. Jurnal ini berfokus pada bidang teknik industri, teknik elektro, teknik infromatika, biologi, gizi dan teknologi pangan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 306 Documents
Physico-Chemical Analysis of Protein Fortified Papaya Jam Dimas Bayu Pinandoyo; Saleem Siddiqui; M.K. Garg
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i1.323

Abstract

Abstract - Vegetarian food products content less protein source compare to non-vegetarian. Protein fortification is one of the option can be chosen to fulfil protein needs of the vegetarian consumer. Papaya Jam was fortified with protein isolate from soy bean with amount of 5%. The analysis of physico-chemical analysis was done using Association of Official Agricultural Chemist (AOAC) official methods of analysis. The physico-chemical analysis of protein fortified papaya jam showed that the product had 31.07± 0.20 % moisture contents, 68.00 ± 0.54 % Total Soluble Solid, 0.49 ± 0.02 % of acidity, 3.27± 0.52 in pH, 31.30± 0.10 mg/100g ascorbic acid content, 53.60 ± 0.18 % total sugar amount, 33.60± 0.78 % reducing sugar, 2.81± 0.08 mg/100 total carotenoid, 0.540.54 ± 0.02 mg/100g total phenol, and 5.43 ± 0.06 % dwb of crude protein content. The physico-chemical of protein fortified papaya jam found still in the range of jam standard standardized by FAO and previous research results for physico-chemical analysis of jam.ntuk naskah berbahasa Indonesia, abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.Keywords - Physico-chemical, protein, fortification, papaya, jam
Kualitas Jajanan Siswa di Sekolah Dasar Riris Lindiawati Puspitasari
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v2i1.99

Abstract

Kebersihan makanan dan minuman sangatlah penting, karena berkaitan dengan kondisi tubuh manusia, terutama makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak, karena mereka memiliki imunitas yang lebihrentan terhadap penyakit. Namun, kebanyakan dari anak usia sekolah mempunyai kebiasaan untuk jajan. Sering kali jajanan tersebut dijajakan di pinggir jalan atau di pinggir saluran pembuangan air dan ditempatkan pada area terbuka sehingga memudahkan terjadinya kontak antara pangan yang dijajakan dengan mikroba. Padahal mikroba adalah salah satu penyebab dari berbagai penyakit (foodborne disease). Penelitian ini meneliti kualitas makanan jajanan anak sekolah dasar dengan melihat adanya bakteri Escherichia coli yang terkandung dalam jajanan tersebut. Sampel makanan berasal dari penjaja jajanan yang berdagang di sekitar sekolah dasar di daerah Sisingamangaraja. Sampel yang diambil merupakan makanan yang tidak mengalami pemanasan sebelum disajikan dan minuman yang dibuat saat akan disajikan dan tidakdikemas secara tertutup. Dilakukan tiga metode pengujian, yaitu uji pemeriksaan mikroba, uji pemeriksaan Coliform dan uji konfirmasi E.coli.uji pemeriksaan mikroba menggunakan Nutrient Agar sebagai media umum, uji pemeriksaan Coliform menggunakan Lactose Broth dan Brilliant Green Lactose Broth sebagai media khusus untuk menguji keberadaanColiform, dan uji konfirmasi Eschrichia coli menggunakan Eosin Methylane Blue Agar sebagai media khusus untuk pengujian Escherichia coli. Data yang diperoleh menunjukkan hasil yang positif terhadap adanya bakteri pada media umum, bakteri Coliform dan diduga terdapat bakteri Escherichia coli pada kedua sampel. Untuk itu, diperlukan pengujian lebih lanjut guna memastikan bakteri yang terkandung adalah Escherichia coli.
Eksplorasi Keberadaan Tumbuhan Langka Lokal Bali di Kawasan Hutan Danau Buyan-Tamblingan dan Beberapa Desa di Kabupaten Buleleng Bali Sutomo -
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v2i4.161

Abstract

Abstrak – Semakin meningkatnya gangguan terhadap kawasan hutan mengakibatkan sebagian jenis tumbuhan menjadi terancam keberadaannya di alam. Kawasan Bedugul-Batukahu-Pancasari pun tak luput dari gangguan ini. Kebun Raya Bali sebagai lembaga konservasi ex-situ bergerak untuk mulai melakukan konservasi terhadap lima jenis tumbuhan langka lokal. Lima target tersebut adalah Majegau (Dysoxylum caulostachyum Miq.), Kaliasem (Eugenia polycephala Miq.), Rijasa (Elaeocarpus grandiflora J. E. Smith.), Kemoning (Murraya paniculata Jacq.), dan Tulak (Schefflera elliptica Harms.). Kegiatan eksplorasi di kawasan hutan Danau Buyan-Tamblingan dan beberapa desa di Kabupaten Buleleng Bali pun dilaksanakan untuk tujuan ini. Eksplorasi dilakukan dengan metode wawancara terbuka dengan penduduk lokal dan dengan metode jelajah untuk mendapatkan jenis tumbuhan yang dtargetkan baik di kawasan hutan maupun kawasan sekitar desa yang dikunjungi. Eksplorasi tumbuhan langka ini berhasil mengkoleksi sebanyak 22 nomor koleksi yang terdiri dari 14 suku, 18 marga dan 18 jenis dengan 3 gendub. Dari keseluruhan jenis yang ditargetkan, semua jenis berhasil didapatkan di dalam kegiatan ini. Abstract – Disturbance  to forested lands had caused some plant species to become threatened of its existence in the wild. The Bedugul-Batukahu-Pancasari areas also experiencing various disturbances. Bali Botanical Garden as a conservation institution is conducting efforts to conserve targeted species which are in rare status according to IUCN and national criteria. Five plant species were chosen as targets in this expedition in Bali: Majegau (Dysoxylum caulostachyum Miq.), Kaliasem (Eugenia polycephala Miq.), Rijasa (Elaeocarpus grandiflora J. E. Smith.), Kemoning (Murraya paniculata Jacq.), and Tulak (Schefflera elliptica Harms.). This expedition was done using forest exploration and open interview methods to find the targeted species. All of the targeted species were found. We found and collected 22 plant specimens from 14 species and 8 families of locally useful rare plants. Keywords - Locally rare plants, Bali, Buleleng, Buyan-Tamblingan, Bali Botanical Garden.
Identifikasi Khamir Patogen pada Kulit dan Telinga Anjing Peliharaan Zakia Ulfa; Dewi Elfidasari; Irawan Sugoro
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i4.236

Abstract

Abstrak - Anjing adalah hewan kesayangan bagi manusia. Kesehatan anjing harus diperhatikan, terutama kebersihan kulit dan telinga hewan. Tingkat kebersihan yang rendah akan menyebabkan infeksi pada kulit dan telinga. Salah satu penyebab infeksi ini adalah pertumbuhan ragi yang tidak terkontrol. Pencegahan infeksi bisa dicoba dengan mengetahui jenis ragi dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya. Identifikasi ragi dilakukan dengan metode Tape Strip Test, metode Ear Staining, dan kultur ragi. Identifikasi faktor yang mungkin mempengaruhi pertumbuhan ragi diidentifikasi dengan menyebarkan kuesioner kepada pemilik anjing. Studi ini menunjukkan bahwa ragi ditemukan pada sampel kulit dan telinga. Ragi yang ditemukan pada sampel kulit adalah Malassezia sp., Sedangkan di sampel telinga adalah Candida sp., Malassezia sp., Dan Cryptococcus sp. Faktor yang paling mempengaruhi pertumbuhan ragi pada kulit anjing atau telinga anjing adalah jenis kelamin, jenis kelamin, usia, keadaan tempat tinggal dan taman bermain, intensitas perawatan, dan frekuensi anjing dibawa ke luar. Kata Kunci: Anjing, Pewarnaan telinga, Malassezia spp, Uji Strip Tape, Ragi Abstract - Dogs are favorite pet for humans. Dog’s health must be considered, especially the hygiene of the skin and ear of the animal. Low levels of hygiene will cause infections on the skin and ears. One cause of these infections is the uncontrolled growth of yeast. Prevention of infection can be attempted by knowing the type of yeast and factors affecting its growth. Identification of yeast was done using Tape Strip Test method, Ear Staining method, and yeast culture. Identification of factors that may affecting the growth of yeast was identified by distributing questionnaires to dog owners. This study shows that yeast was found on the sample of skin and ears. Yeast was found on the skin sample is Malassezia sp., while in the ear samples are Candida sp., Malassezia sp., and Cryptococcus sp. The factors that most affect the growth of yeast on the dog’s skin or dog’s ear are sex, breed, age, circumstance of residence and playground, intensity of care, and the frequency of the dogs are taken to the outside. Keywords: Dogs, Ear Staining, Malassezia spp., Tape Strip Test, Yeast.
Perilaku Makan Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) Di Taman Margasatwa Ragunan Rena Riana Anita; Dewi Elfidasari; Donny Gunaryadi
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v4i4.311

Abstract

Abstrak - Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan subspesies dari gajah Asia yang hidup di Pulau Sumatera, Indonesia. Gajah merupakan spesies kunci sehingga harus dijaga kelestariannya. Oleh karena itu diperlukan adanya konservasi terhadap gajah. Taman Margasatwa Ragunan (TMR) merupakan salah satu kawasan konservasi eksitu. Pengamatan perilaku makan gajah di kawasan eksitu penting dilakukan untuk mengetahui mekanisme adaptasi gajah di kawasan eksitu yang bukan merupakan habitat aslinya karena sebagian besar aktivitas makan gajah dihabiskan untuk aktivitas makan. Pengamatan perilaku makan bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku makan gajah sumatera di TMR. Penelitian dilakukan dengan pengamatan perilaku makan empat ekor gajah yang terdiri dari dua ekor gajah dewasa dan dua ekor gajah anakan yang meliputi: waktu aktivitas makan, jenis makanannya, perilaku makan, dan interaksi yang terjadi selama aktivitas makan. Metode pengamatan dilakukan dengan focal observastion. Analisis data yaitu menggunakan analasis deksriptif dan dengan membandingkan hasil presentase perilaku makan gajah yang terlihat. Hasil yang diperoleh adalah terdapat tiga perilaku gajah yaitu mengambil, memotong dan mengunyah makanan. Perbedaan perilaku gajah dipengaruhi oleh faktor umur dan jenis pakan gajah yang diberikan oleh perawat TMR.Abstract - Sumatran Elephants (Elephas maximus sumatranus) is one of Asian elephants subspecies that live in Sumatra Island, Indonesia. Elephants are a key species that must be preserved. Therefore, it is necessary to do a conservation about elephants. Taman Margasatwa Ragunan (TMR) is one of the ex-situ conservation area. An observation about elephant feeding behavior in ex-situ area is important to know the mechanism of elephant adaptation in the ex-situ area which is not their original habitat because most of elephant activity is spent on feeding activity. The purpose of this observation is to describe the feeding behavior of Sumatran elephant in TMR. This observation was conducted by observing the eating behavior of four elephants consisting of two adult elephants and two baby elephants which included: the time of feeding activity, the type of food, the eating behavior, and the interactions that occurred during feeding activity. Data analysis is using descriptive analysis and by comparing the percentage of elephant feeding behavior. The result obtained is there are three behaviors of elephants in TMR during feeding: taking, cutting, and chewing foods. Differences in elephant behavior are affected by age and type of foods.Keywords – Elephants, Sumatran Elephants, Eating behaviour, Ragunan Wildlife Park
A Straightforward Design and Implementation of Real Time Pressure Monitoring System in Water Pipe Dwi Astharini; Arizka Arizka
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v1i4.89

Abstract

This paper reports the development of a real time system for pressure monitoring inside water pipe. In water supply industry it is valuable to know the water pressure inside the pipe. Thus the system created consisting hardware parts in compact form along with software in laptop for high mobility. In the hardware part, pressure gauge is chosen as sensor, and a conversion of the data into frequency is decided for better communication with the computer. The process in the software includes data captures, conversion, and display using visual basic MSviewer.
Perancangan Software Defined Radar Untuk Radar Pulsa dan Radar FMCW Octarina Nur Samijayani; Suci Rahmatia; Vita Nur Septiyani; Ibrahim Ibrahim
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i3.220

Abstract

Abstrak - Software Defined Radio (SDR) merupakan sistem komunikasi radio berbasis software yang saat ini mulai banyak diimplementasikan dan menunjukkan potensi yang besar. Tingginya efisiensi dalam hal biaya dibandingkan dengan sistem konvensional berbasis perangkat menjadi motivasi bagi berkembangnya konsep ini diberbagai aplikasi. Salah satu aplikasi yang dapat diterapkan menggunakan konsep SDR adalah sistem komunikasi Radar, Software Defined Radar (SDRadar). Radar berbasis software diharapkan dapat menurunkan biaya pembuatan hardware, serta dapat mendukung perancangan Radar yang dapat melakukan banyak fungsi dan lebih flexible untuk melakukan konfigurasi ulang. Radar multifungsi dapat dibangun dengan berbasis software yakni mulai dari pengaturan jenis sinyal, frekuensi operasi, hingga pada tahap pemrosesan sinyal radar. Penelitian ini merancang FMCW Radar menggunakan platform SDR.  Simulasi dilakukan dengan mencoba posisi objek yang berbeda, dengan nilai SNR yang berbeda. Hasil simulasi menunjukkan implementasi konsep SDR untuk Radar dapat mendukung fleksibilitas rekonfigurasi parameter Radar. Untuk spesifik radar yang disimulasikan diperoleh bahwa SNR yang baik untuk dapat mendeteksi jarak object dengan baik (error <11%) ialah diatas 20dB. Radar dengan SNR dibawah 20 dB tidak dapat mendeteksi jarak objek dengan baik, dimana error melebihi 50%. Radar Pulsa disimulasikan menggunakan pernagkat USRP dengan factor pengkoreksi/kalibrasi 1.376, sedangkan untuk Radar FMCW masih terdapat error sebsar 70.8%. Kata Kunci : SDR, SDRadar, FMCW Radar Absract - Software Defined Radio (SDR) is a software-based radio communication system that is currently implemented and show great potential to be developed. The efficiency in terms of cost as compared to conventional systems which based on devices is a motivation for the development of this concept in various applications. One of the applications that can be implemented utilizing the concept of SDR is Software Defined Radar (SDRadar). Radar with software based is expected to have lower cost and support the feasibility of Radar to perform in many functions and more flexible to be reconfigured. This research implement the FMCW Radar using SDR platform. Simulations carried out by trying different object positions, with different SNR values. The simulation results show the implementation concept of SDR's Radar can support the flexibility of Radar parameter reconfiguration. For specific simulated radar shows that a suitable SNR value to detect the distance of object (error <11%) is above 20dB. Radar with SNR under 20 dB could not detect the distance of objects well, where the error exceeds 50%. Radar Pulse also simulated using USRP with factor correction or calibration factor of 1,376, while for FMCW with USRP still obtain high error of about 70.8%. Keywords: SDR, SDRadar, FMCW Radar.
Imunisasi AGE-BSA Mempengaruhi Kadar Glukosa Darah, AGE dan Antibodi Anti AGE Serum pada Mencit Diabetik Nefropati Nurona Azizah; Musthika Wida Mashitah; Nur Samsu
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v4i3.283

Abstract

Abstrak - Diabetik nefropati adalah salah satu komplikasi serius dari diabetes melitus dan menjadi penyebab penting dari gagal ginjal stadium akhir. Salah satu kondisi hiperglikemia menyebabkan nefropati adalah melalui jalur pembentukan Advanced Glycation End Products (AGE). Saat ini, terapi hanya berkisar obat-obatan anti-AGE yang harus dikonsumsi terus-menerus sehingga kurang efisien. Untuk itu, imunisasi dapat menjadi kandidat terapi yang lebih baik. Penelitian ini mengamati efek imunisasi antigen AGE-BSA dalam menurunkan kadar gula darah, serum AGE, dan serum antibodi anti AGE. Penelitian ini menggunakan desain true experimental laboratory dan metode Randomized Posttest Only Control Group Design. Mencit dibagi menjadi empat kelompok; Grup I mendapatkan PBS, Grup II diinjeksi STZ, Grup III diberikan imunisasi AGE-BSA, dan Grup IV diimunisasi AGE-BSA kemudian diinjeksi STZ. Penegakan diabetik nefropati apabila glukosa darah pada Grup II ≥ 280 mg/dL. Dua belas minggu post injeksi STZ terakhir, kadar AGE dan antibodi anti AGE serum diukur menggunakan kit ELISA. Hasil menunjukkan jika imunisasi AGE-BSA secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah dan AGE serum (p = 0.000; p < 0.05), namun meningkatkan secara signifikan kadar antibodi anti AGE serum (p < 0.05). Sebagai tambahan, imunisasi AGE-BSA pada Grup III tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan mencit normal (Grup I), mengindikasikan imunisasi ini tergolong aman bagi variabel yang diukur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah imunisasi AGE-BSA mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan menghambat pembentukan AGE.Kata Kunci - AGE-BSA, glukosa darah, diabetik nefropatiAbstract - Diabetic nephropathy is one of serious complication from diabetes mellitus and become vital cause of end-stage renal disease. One path how hyperglycemic condition causes nephropathy is through the formation of Advanced Glycation End Products (AGE). Recently, therapies related AGE still use medicine only which need to be consumed routinely thus less effective. Thus, immunization may be a better candidate therapy. We observed the immunization effect using AGE-BSA antigen in decreasing blood glucose, serum AGE, and anti-AGE antibody levels. This study used true experimental laboratory with randomized post-test only control group design. Mice were randomly divided into four groups; Group l received PBS, Group II was given STZ, Group III was immunized AGE-BSA, Group IV was immunized AGE-BSA followed with STZ injection. Diabetic nephropathy confirmed when blood glucose reached ≥ 280 mg/dL. Twelve weeks post last STZ injection, the level of AGE and anti-AGE antibody from serum were measured using ELISA Kit. Result showed that immunization of AGE-BSA significantly decreased blood glucose and AGE level (p = 0.000; p < 0.05) whereas, the level of anti-AGE antibody was significantly increased in Group IV (p < 0.05). Additionally, immunization in Group III showed no any difference with Group I, indicating this immunization might be safe therapy for the variables measured.  The conclusion of this research that AGE-BSA immunization is able to decrease the level of blood glucose in diabetic nephropathy through inhibition of AGE formation.  Keywords - AGE-BSA, blood glucose, diabetic nephropathy
Model Prakiraan Harga dan Permintaan pada Rantai Pasok Karet Spesifikasi Teknis Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Nofi Erni; M. Syamsul Maarif; Nastiti S.Indrasti; Machfud Machfud; Soeharto Honggokusumo
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v1i3.49

Abstract

Karet spesifikasi teknis (TSR) merupakan jenis karet alam yang penting, dengan pertumbuhan permintaan yang tinggi dibanding jenis karet alam yang diproduksi dan diekspor oleh Indonesia. TSR paling banyak digunakan sebagai bahan baku untuk industri ban, sehingga dengan tumbuhnya indutri otomotif mendorong peningkatan permintaan terhadap TSR. Namun permasalahan muncul dalam produksi TSR, dimana tingkat  fluktuasi baik karena kelebihan maupun kekurangan produksi sangat berpengaruh terhadap perubahan harga TSR di pasar Internasional. Untuk mengurangi fluktuasi tersebut diperlukan suatu metode untuk memperkirakan tingkat permintaan dan harga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu metode prakiraan yang dapat merperkirakan tingkat harga dan volume permintaan untuk TSR 20.  Prakiraan dilakukan dengan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dengan algoritma propagasi balik, menggunakan data perkembangan pasar TSR di bursa berjangka SICOM. Model JST yang dirancang  mempertimbangkan pola harga, pola permintaan dan interaksi kedua faktor.  Hasil simulasi menunjukkan penggunaan 5 input neuron yaitu: 1) harga tertinggi, 2) harga terendah, 3) harga penutupan, 4) volume permintaan awal, 5) volume permintaan penutupan, 15 neuron pada lapisan tersembunyi dan 2 output yaitu harga dan volume permintaan pada lapisan output. Tingkat akurasi hasil prakiraan harga mencapai 91% dan akurasi prakiraan permintaan 87%. Berdasarkan hasil prakiraan ditentukan status harga dan permintaan. Harga tinggi jika perbedaan antara nilai maksimum dan nilai tengah lebih tinggi dari 47%, harga rendah jika perbedaan antara nilai minimum dan nilai tengah lebih dari 20%.  Prakiraan permintaan dinyatakan tinggi atau rendah jika terjadi peningkatan maupun penurunan sebesar 50 % dari rata-rata permintaan.Abstract Technically Specified Rubber (TSR) is the most important of natural rubber type which has a high demand growth which is produced and exported by Indonesia. TSR is mostly used as raw material for tire industries, as the world’s automotive industries grow up the demand for TSR is also rise up. However, the problem appears in the production of TSR, which is fluctuative production rate in the form of over and under production correlated to the price change in International market.  Therefore, a method to forecast the price and demand level is needed to design in order to reduce fluctuation. The result is a forecasting that used as an input for preparing and adjusting TSR rubber production planning that working adaptively with market condition by utilising the expert knowledge. This research aimed to design a method that can forecast the changes in price level and demand volume. Artificial Neural Network (ANN) which is  backpropagation algorithm that has been designed according to data TSR market condition in SICOM is used in this research, the ANN model is modified by observing the price pattern, demand pattern and the connection between both of them together. Experiments have shown that the optimal architecture network for price and demand forecasting can be obtained by using 5 different neuron parameter, there are: 1) the highest price, 2) the lowest price, 3) the closing price, 4) demand volume interest, 5) demand volume close for input layer, 15 neuron for hidden layer and 2 different neuron there are price and demand volume for output layer. The accuracy of forecasting price had reached 91% and 87% for forecasting demand.  Based on forecasting result had determined the state of price and demand. The price is high if the differences between maximum and mean score is higher than 47% and the price is low if the differences between the minimum and mean score is higher than 20%. The demand is high if the demand forecasting is higher than 50% and it is low if smaller than 50% of average demand volume.
Identifikasi Bioaktif Golongan Flavonoid Tanaman Anting-Anting (Acalypha indica L.) Arief Pambudi; Syaefudin -; Nita Noriko; Risa Azhari; Purwanty Rara Azura
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v2i3.139

Abstract

Abstrak – Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang melimpah. Namun, untuk jenis tumbuhan, baru sekitar 8% yang dimanfaatkan sebagai tanaman pangan, obat-obatan, sumber kayu, dan  tanaman hias. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat adalah Acalypha indica. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini memiliki aktivitas antibakteri Salmonella. Namun profil senyawa metabolit apa saja yang terkandung masih belum banyak diteliti. Fraksinasi senyawa metabolit dilakukan dengan kromatografi kertas pada ekstrak etanol (akar, batang, dan daun) tanaman Acalypha menggunakan eluen BAW (Butanol: Asam asetat: Air = 4:1:5) dan asam asetat 15%. Jumlah, letak, warna, dan nilai Rf bercak kemudian digunakan sebagai pedoman identifikasi dan menduga golongan flavonoid. Spektrofotometri serapan panjang gelombang maksimum dilakukan sebagai konfirmasi dugaan golongan flavonoid. Ketiga organ utama tanaman anting-anting (akar, batang, dan daun) memiliki distribusi kandungan senyawa yang berbeda-beda namun dengan jenis yang hampir sama. Golongan flavonoid yang berhasil teridentifikasi dari ketiga organ antara lain isoflavon, flavon, flavonol, flavanon, dihidroksiflavonol, khalkon, dan antosianidin. Organ daun memiliki keragaman kelas flavonoid lebih banyak dibanding akar dan batang.  Abstract – Indonesia is a megabiodiversity country, but only about 8% of its plant diversity are utilized as food, medicine, timber, and ornamental plants. One plant species that potential to be used as a medicinal plant is Acalypha indica. Previous research showed this plant extract has some antibacterial activiting against Salmonella. However, the profile of the metabolites contained in the plant is not studied yet. Fractination of the metabolites was done by using paper chromatography in ethanol extract (roots, stems, and leaves) of Acalypha plants using BAW (butanol: acetic acid: water = 4:1:5) and 15% acetic acid eluent. Number, location, color, and Rf values of spots were used for identification of flavonoids class. Maximum absorption wavelength performed using spectrophotometry assay to confirm the flavonoid class. The three major plant organs (roots, stems, and leaves) have different compounds distribution, but with almost same class. Class of flavonoids which were identified from the three organs are isoflavones, flavones, flavonols, flavanones, dihidroxyflavonols, chalcones, and anthocyanidins. Leaf has more diverse flavonoid class than roots and stems.  Keyword – Acalypha indica bioactive compound, chromatography, flavonoids.

Page 11 of 31 | Total Record : 306