cover
Contact Name
Suleha
Contact Email
suleha@umsrappang.ac.id
Phone
+6285342913951
Journal Mail Official
cakrawala@umsrappang.ac.id
Editorial Address
Jl. Angkatan 45 No 1A Lautang Salo Rappang
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Cakrawala Indonesia
ISSN : 25275151     EISSN : 26866471     DOI : -
Core Subject : Education,
Linguistics; phonology, morphology, syntax, discourse analysis, psycholinguistics, sociolinguistics, and critical discourse analysis. Literature: local literature studies, Indonesian literature, foreign literature studies, children literature, literature studies for character education, and other literature studies. Indonesian Language Teaching:curriculum development, learning methods, learning materials, learning media, assessment, Indonesian language learning across curricula, information and communications technology in Indonesian language learning, language skills, and other Indonesian language learning analyses.
Articles 157 Documents
Campur Kode Pengguna Media Sosial X dalam Akun Tanyarlfes: Kajian Sosiolinguistik Winalda Tahir; Muhlis Muhlis; Sitti Hasriyati Anies; Ahmad Ghazali Samad; Nurcaya Nurcaya
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2430

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi olehnya fenomena campur kode merupakan masalah yang sering terjadi pada masyarakat pengguna media sosial yang sering dianggap sepele. Padahal hal ini dapat menghambat pemahaman lawan tutur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui campur kode pengguna media sosial X dalam akun Tanyarlfes. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, dokumentasi, dan teknik pencatatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah klasifikasi, analisis, interpretasi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 kategori campur kode penyisipan, yaitu campur kode penyisipan kata berjumlah 39 data dan campur kode penyisipan frase 22 data. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia pengguna media sosial cenderung menggunakan kata-kata yang lebih singkat dan selalu menciptakan gaya berbahasa baru dengan mengadopsi berbagai macam bahasa. Perbedaan latar belakang menciptakan ruang berkembangnya campur kode sebagai strategi komunikasi antarpenutur.
Simbol-Simbol Perlawanan Perempuan dalam Film Biografi : Analisis semiofeminisme Terhadap Kartini (2017) Nina Noviana
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana sosok wanita tangguh direpresentasikan dalam film Kartini (2017) karya Hanung Bramantyo, dengan menggunakan pendekatan semiofeminisme. Pendekatan ini merupakan perpaduan antara teori semiotika dan feminisme yang digunakan untuk menganalisis tanda-tanda visual dan naratif yang menggambarkan perempuan dalam konteks ketidaksetaraan gender. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, serta studi pustaka. Analisis data memanfaatkan teori semiotika dari John Fiske yang mencakup tiga level kode: realitas, representasi, dan ideologi. Hasil temuan menunjukkan bahwa film ini menggambarkan karakter perempuan yang berpikiran tajam, berani menyuarakan pendapat, dan gigih dalam memperjuangkan kesetaraan, terutama dalam hal pendidikan dan kebebasan dari nilai-nilai patriarki. Unsur-unsur seperti busana tradisional, ruang yang membatasi gerak, pencahayaan, ekspresi wajah, hingga dialog tokoh, menjadi elemen simbolik yang memperkuat makna perjuangan perempuan. Film Kartini tidak hanya menampilkan tokoh sejarah, tetapi juga mengangkatnya sebagai lambang perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan ketimpangan gender. Melalui pendekatan semiofeminisme, film ini menyampaikan pesan ideologis tentang pentingnya emansipasi dan pemberdayaan perempuan. Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan bagi pengembangan kajian sastra, budaya, serta memperdalam pemahaman tentang peran media dalam membentuk konstruksi sosial dan kesadaran gender.
Dua Sisi Akulturasi Bahasa: Dampak Budaya Yogyakarta-Korea pada Novel Langit Goryeo Teori John W. Berry Indah Baso; Andi Sahtiani Jahrir; Salam Salam
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2217

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak akulturasi bahasa dalam novel Langit Goryeo karya Berliana Kimberly, yang merepresentasikan perpaduan budaya Yogyakarta dan Korea. Dengan menerapkan teori akulturasi dari John W. Berry, fokus penelitian diarahkan pada identifikasi dampak positif dan dampak negatif. Adapun dampak positif, meliputi bilingualisme, multibahasa, penyesuaian psikologis dan sosial, serta keuntungan kognitif, lalu pada dampak negatif, seperti kehilangan bahasa, isolasi dan hambatan, serta kehilangan bahasa ganda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data bersumber dari narasi dan dialog dalam novel. Hasil penelitian tersebut menunjukkan dominasi dampak positif, mengindikasikan bahwa akulturasi bahasa dalam konteks ini cenderung menghasilkan outcome yang konstruktif. Selain itu, adanya data non-dominan pada dampak negatif menunjukkan bahwa novel ini relevan dengan strategi integrasi Berry. Hal ini menyiratkan pesan, adaptasi antarbudaya, ketika dijalani dengan tepat dan didukung oleh lingkungan yang positif, tidak harus berujung pada penderitaan atau kehilangan identitas, melainkan dapat menjadi katalisator bagi pengayaan diri dan pemahaman lintas budaya.
Peningkatan Keterampilan Berpidato dengan Menerapkan Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Campalagian Marwah Al Mukarramah; Anshari Anshari; Sakaria Sakaria
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2387

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berpidato siswa melalui penerapan metode demonstrasi. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini mengacu pada teori keterampilan berbicara dan berpidato yang dikemukakan oleh Henry Guntur Tarigan, Safari, serta teori metode demonstrasi menurut Joyce & Weil. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 32 siswa kelas VIII C. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes keterampilan berpidato. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada keterampilan berpidato siswa. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa mencapai 70,96 dengan tingkat ketuntasan sebesar 37,50%. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik, dengan nilai rata-rata 82,18 dan ketuntasan belajar mencapai 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi efektif dalam membantu siswa meningkatkan penguasaan materi, intonasi, ekspresi, kelancaran berbicara, serta rasa percaya diri saat berpidato.
Analisis Wacana Nilai Moral dalam Video Animasi Cerita Ubay dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Ramadhan Kusuma Yuda; Dewi Leni Mastuti; Elya Sasena
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2709

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam video animasi cerita Ubay serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia . Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana dan pragmatik. Data berupa dialog dan adegan dalam video animasi yang dianalisis berdasarkan struktur wacana, tindak tutur, prinsip kerja sama, dan kesantunan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur wacana dalam video animasi tersusun secara sistematis melalui tahapan orientasi, komplikasi, dan resolusi. Selain itu, ditemukan berbagai jenis tindak tutur, seperti ekspresif, direktif, dan representatif, serta penggunaan implikatur dalam dialog. Prinsip kerja sama dan kesantunan berbahasa juga terpenuhi dalam interaksi antar tokoh. Nilai moral yang terkandung dalam cerita meliputi saling memaafkan, tanggung jawab, empati, dan kerukunan. Nilai-nilai tersebut disampaikan secara implisit dan eksplisit melalui alur cerita dan dialog. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa video animasi memiliki relevansi yang kuat dengan pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam pengembangan keterampilan menyimak, berbicara, pemahaman teks naratif, serta penanaman nilai karakter. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa video animasi tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukatif yang mampu mengintegrasikan pembelajaran bahasa dengan penanaman nilai moral secara efektif pada siswa.
Variasi Ilokusi dalam Berita Online Kompas.com dan Detik.com (Analisis Komparatif) Ade Safitri Nur Ainun; Nur Khadijah Razak; Arifuddin Arifuddin
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2435

Abstract

Headline berita online merupakan bentuk komunikasi singkat yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memuat strategi pragmatik melalui tindak tutur ilokusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi tindak ilokusi dalam berita online media Kompas.com dan Detik.com dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa headline beserta isi berita yang dipublikasikan dalam rentang enam bulan terakhir. Analisis dilakukan berdasarkan teori tindak tutur John Searle yang meliputi lima kategori ilokusi yakni representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com lebih dominan menggunakan ilokusi representatif untuk menyampaikan fakta secara objektif dan informatif, sedangkan Detik.com cenderung menonjolkan ilokusi direktif dan ekspresif yang bersifat ajakan, imbauan, serta penguatan emosional. Perbedaan karakteristik ini berkaitan dengan gaya penyajian kedua media. Kompas.com berorientasi pada analisis mendalam dan kredibilitas, sementara Detik.com lebih menekankan kecepatan, ringkasnya informasi, serta daya tarik emosional. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada kajian pragmatik dalam wacana media massa sekaligus manfaat praktis bagi pembaca agar lebih kritis dalam menafsirkan pesan media.
Kesantunan Berbahasa Masyarakat Seginim dalam Komentar Instagram: Kajian Teori Brown dan Levinson Susi Seles; Dina Putri Juni Astuti; Andre Taulani Sandi; Nelda Sari Siregar
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa dan strategi komunikasi (strategi langsung, kesantunan positif, kesantunan negatif, dan strategi tidak langsung) yang digunakan oleh keturunan keluarga Seginim di media sosial Instagram sebagai upaya menjaga harmoni sosial di dunia maya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan untuk membedah strategi kesantunan adalah teori Brown dan Levinson (mencakup Bald on record, Positive politeness, Negative politeness, dan Off record). Data berupa percakapan di kolom komentar unggahan foto atau video reels Instagram. Sumber data adalah akun Instagram milik masyarakat keturunan Seginim, Bengkulu Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) serta teknik catat. Penelitian ini mengidentifikasi penggunaan berbagai strategi kesantunan oleh masyarakat Seginim di Instagram. Fokus analisis menunjukkan bagaimana identitas kultural dan sistem sapaan khas Seginim bertransformasi atau bertahan di ruang digital, serta apakah nilai-nilai etika lokal tersebut tetap dipraktikkan atau justru mengalami asimilasi dengan gaya bahasa internet yang seragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan strategi kesantunan berbahasa oleh keturunan Seginim di Instagram berfungsi sebagai alat pertahanan budaya lokal di era digital. Hasil penelitian memberikan kontribusi pada bidang pragmatik dalam mendokumentasikan ketahanan nilai sosiokultural daerah dalam interaksi publik virtual.