cover
Contact Name
Anisa Arianingsih
Contact Email
-
Phone
+6285659247804
Journal Mail Official
sj@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur No.112-116, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang
ISSN : 23015519     EISSN : 23015527     DOI : https://doi.org/10.34010/js
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang is a journal published two times annually (May and November) by Japanese Department (Program Studi Sastra Jepang) Universitas Komputer Indonesia, Bandung. This journal consist of paper-based articles, fresh ideas about Japanese language, literature, culture and its teaching and learning, which have never been published before. Scientific articles dealing with Japanese Studies are particularly welcome.
Articles 103 Documents
Bentuk Konsumsi Simbolik pada Mahasiswa Penggemar Anime dan Manga: (Studi Kasus: Komunitas Jakarta Japan Lunatic Club (JJLC) UNJ) Alyaa Revina Anindya; Dzaki Nawal Zaidan; Febrilian Putri Pradani; Sabila Nur Syfa; Asep Suryana
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 15 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v15i1.19805

Abstract

 Abstract This study aims to describe consumerist behavior, identify influencing factors, and analyze how symbolic consumption contributes to the identity formation of university students in the Jakarta Japan Lunatic Club (JJLC) at Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Utilizing a qualitative descriptive method, data were collected through in-depth interviews with five community members, observations, and documentation. The findings reveal that purchasing anime and manga merchandise, attending Japanese cultural events, and participating in cosplay are not merely functional economic activities but hold deep symbolic meanings. Discussions highlight that this consumption behavior is driven by the desire for social validation, self-expression, and appreciation for creators, serving as a medium for students to construct their social identities and build solidarity within the fandom. In conclusion, symbolic consumption of Japanese pop culture is a meaningful social practice that strengthens community bonds and personal identity. We recommend further research to explore the broader digital economic impact of such fandoms on a national scale. Keywords: Symbolic consumption, Japanese pop culture, Identity, Student community, Fandom   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk perilaku konsumtif, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menganalisis kontribusi konsumsi simbolik terhadap pembentukan identitas mahasiswa anggota komunitas Jakarta Japan Lunatic Club (JJLC) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima anggota komunitas, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas membeli merchandise anime dan manga, menghadiri acara jejepangan, serta berpartisipasi dalam cosplay bukanlah sekadar aktivitas ekonomi fungsional, melainkan sarat akan makna simbolis. Pembahasan menyoroti bahwa perilaku konsumsi ini didorong oleh keinginan untuk mendapatkan validasi sosial, ekspresi diri, serta bentuk apresiasi terhadap kreator, yang pada akhirnya berfungsi sebagai media untuk mengonstruksi identitas sosial dan membangun solidaritas di dalam fandom. Kesimpulannya, konsumsi simbolik budaya populer Jepang merupakan praktik sosial bermakna yang memperkuat ikatan komunitas dan identitas personal. Direkomendasikan adanya penelitian lanjutan mengenai dampak ekonomi digital dari ekosistem fandom ini. Kata kunci: Konsumsi simbolik, Budaya populer Jepang, Identitas, Komunitas mahasiswa, Fandom 
Gaya Bahasa Metafora pada Lagu “Ano Hi, Ano Sekai de” Karya Mitei no Hanashi Sherly; Dhaniar Asmarani
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 15 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v15i1.19862

Abstract

 Abstract In literary works, it is common for readers to encounter metaphors and find it difficult in understanding them. The problem addressed in this study is the limited understanding of the systematic concepts of metaphorical language styles and the components that construct metaphors in literary works, particularly in Japanese song lyrics. This study aims to identify the types of metaphorical language styles and analyzes the metaphor components found in the song “Ano hi, Ano Sekai De” by Mitei no Hanashi. The analysis is based on the theory of metaphorical language styles proposed by Lakoff and Johnson (2003), as well as the metaphor component theory by I. A. Richards and G.N. Leech (1936). This research uses a qualitative approach and descriptive analysis method using the song lyrics as the primary data source. The results of this study reveal the presence of structural, orientational, and ontological metaphors. This research is expected to contribute to the expansion of stylistic studies, particularly in the analysis of metaphors in Japanese song lyrics, and to help readers understand metaphorical meanings in Japanese songs more systematically. Keywords: Language style, Metaphor, Components of Metaphor, Song   Abstrak Dalam sebuah karya sastra, umumnya pembaca akan menemukan metafora dan kesulitan untuk memahaminya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih kurangnya pemahaman mengenai konsep sistematis jenis gaya bahasa metafora serta komponen pembentuk metafora dalam karya sastra, khususnya pada lirik lagu Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis gaya bahasa metafora dan menganalisis komponen metafora yang terdapat dalam lagu “Ano hi, Ano Sekai De” karya Mitei no Hanashi. Penelitian ini dianalisis menggunakan kajian jenis gaya bahasa metafora oleh Lakoff dan Johnson (2003), serta kajian komponen gaya bahasa metafora oleh I. A. Richards dan G.N. Leech (1936). Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif melalui sumber data primer berupa lirik lagu tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat metafora berjenis struktural, orientasional, dan ontologis. Kontribusi penelitian ini diharapkan dapat memperluas kajian stilistika, khususnya dalam analisis metafora pada lirik lagu Jepang, serta membantu pembaca memahami makna metafora pada lagu Jepang secara lebih sistematis. Kata kunci: Gaya Bahasa, Metafora, Komponen metafora, Lagu 
Analisis Wacana Kritis Multimodal Pada Buku Teks Kira-Kira Nihongo I Anggun Widiyani; Zakie Asidiky
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 15 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v15i1.19887

Abstract

 Abstract In Japanese language learning at the senior high school level in Indonesia, textbooks play an important role in introducing Japanese culture to students. However, cultural representations in textbooks are not always neutral, as they may contain particular ideological constructions that shape learners’ perceptions of Japan. Therefore, this study aims to examine the representation of Japanese culture in the textbook Nihongo Kira-Kira I using the framework of Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA) (Machin & Mayr, 2012). The data consist of 25 visual illustrations accompanied by instructions and questions presented in the textbook. The findings reveal that the cultural representations are predominantly characterized by depictions of disciplined, harmonious, and orderly school life. These representations implicitly construct an idealized image of Japanese society and may influence students’ perceptions of Japanese culture. Accordingly, this study highlights the importance of critical literacy in foreign language and culture learning so that learners can understand cultural representations in a more reflective and contextualized manner. Keywords : ideology; Japanese culture; Nihongo Kira-Kira I textbook; multimodal critical discourse analysis   Abstrak Dalam pembelajaran bahasa Jepang di tingkat SMA di Indonesia, buku ajar berperan penting dalam memperkenalkan budaya Jepang kepada siswa. Namun, representasi budaya dalam buku ajar tidak selalu bersifat netral karena dapat memuat konstruksi ideologis tertentu yang membentuk cara pandang pembelajar terhadap Jepang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji representasi budaya Jepang dalam buku Nihongo Kira-Kira I menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Multimodal (AWKM) (Machin & Mayr, 2012). Data penelitian ini berupa 25 ilustrasi visual yang disertai instruksi dan pertanyaan dalam buku teks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi budaya didominasi oleh penggambaran kehidupan sekolah yang disiplin, harmonis, dan tertib. Representasi tersebut secara implisit membangun citra ideal masyarakat Jepang dan berpotensi memengaruhi persepsi siswa terhadap budaya Jepang. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya literasi kritis dalam pembelajaran bahasa dan budaya asing agar pembelajar mampu memahami representasi budaya secara lebih reflektif dan kontekstual. Keywords : ideologi; budaya Jepang; buku ajar; Nihongo Kira-Kira I; analisis wacana kritis multimodal (AWKM) 

Page 11 of 11 | Total Record : 103