cover
Contact Name
Anisa Arianingsih
Contact Email
-
Phone
+6285659247804
Journal Mail Official
sj@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur No.112-116, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang
ISSN : 23015519     EISSN : 23015527     DOI : https://doi.org/10.34010/js
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang is a journal published two times annually (May and November) by Japanese Department (Program Studi Sastra Jepang) Universitas Komputer Indonesia, Bandung. This journal consist of paper-based articles, fresh ideas about Japanese language, literature, culture and its teaching and learning, which have never been published before. Scientific articles dealing with Japanese Studies are particularly welcome.
Articles 87 Documents
Interferensi Gramatikal dalam Percakapan Mahasiswa Pemelajar Bahasa Jepang Tingkat Shochuukyuu Anisa Arianingsih
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v11i2.8434

Abstract

Abstract This study aims to determine the form of grammatical interference in Japanese conversation at pre-intermediate level students. The research method used the note-taking technique. The data is in the form of recorded conversations of 42 students of the 3rd semester Japanese Department of Unikom in 2022/2023 academic year who contracted the Shochuukyuu Kaiwa I course. The results showed that of the 70 interferences found, the most grammatical interference was found in changes in the form of the verb (40%), followed by the use of particles (28.6%), changes in adjective form (15%), and forms of explanation and explained (DM and MD) by 10%, while interference in the SKOP structure pattern was not found. This is because students at the pre-intermediate level have mastered basic Japanese sentence patterns that place the predicate at the end of the sentence. Keywords: Conversation, grammatical interference, pre-intermediate Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interferensi morfologi dalam percakapan bahasa Jepang pada mahasiswa tingkat shochuukyuu. Metode penelitian menggunakan teknik simak catat. Data berupa rekaman hasil percakapan 42 mahasiswa semester III Program Studi Sastra Jepang Unikom tahun akademik 2022/2023 yang mengontrak mata kuliah Shochuukyuu Kaiwa I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 interferensi yang ditemukan, interferensi gramatikal paling banyak ditemukan pada perubahan bentuk kata kerja (40%), diikuti oleh penggunaan partikel (28,6%), perubahan bentuk kata sifat (15%), dan bentuk kata penerang dan diterangkan (DM dan MD) sebanyak 10%, sedangkan interferensi dalam pola struktur SKOP tidak ditemukan. Hal ini dikarenakan mahasiswa tingkat Shochuukyuu sudah menguasai pola kalimat dasar bahasa Jepang yang menempatkan predikat pada akhir kalimat. Kata kunci: Interferensi gramatikal, percakapan, shochuukyuu
Perbandingan Unsur Kebudayaan Dongeng Shita-Kiri Suzume (Jepang) Dengan Dongeng Semangka Emas (Indonesia) Putu Sita Juniantini; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ni Luh Gede Meilantari
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i1.5311

Abstract

Abstract This study aims to describe the similarities and differences in the cultural elements contained in the two fairy tales from different countries. Data collection methods and techniques used are descriptive qualitative methods which are then followed by note-taking techniques. The data source of this research uses a dialogue that shows the existing cultural elements. The theory used in this study is the theory of cultural elements from Koentjaraningrat (1985). Furthermore, the research is presented with an informal method. The results of this study are to find out about the similarities through the storyline and use the sparrow as the main character in the two stories. As for the difference between the two fairy tales is the tool or container used in the two stories. The container used in the Golden Watermelon story is a watermelon, while the container used in Suzume's Shita-Kiri fairy tale is a box or chest. These similarities and differences are obtained by using Koentjaraningrat's (1985) cultural theory. Keywords: Comparison, The Elements of Culture, Fable, Similarities, Differences Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan unsur-unsur kebudayaan yang terdapat dari kedua dongeng yang berbeda negara tersebut. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Sumber data dari penelitian ini menggunakan dialog yang memperlihatkan tentang unsur-unsur kebudayaan yang ada. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori unsur kebudayaan dari Koentjaraningrat (1985). Selanjutnya, penelitian disajikan dengan metode informal. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui tentang persamaan melalui alur ceritanya dan menggunakan burung pipit sebagai tokoh utama dalam kedua cerita tersebut. Sedangkan untuk perbedaan yang terdapat dari kedua dongeng tersebut adalah alat atau wadah yang digunakan pada kedua cerita tersebut. Wadah yang digunakan pada cerita Semangka Emas adalah semangka, sedangkan wadah yang digunakan pada dongeng Shita-Kiri Suzume adalah kotak atau peti. Persamaan dan perbedaan tersebut didapat dengan menggunakan teori kebudayaan Koentjaraningrat (1985). Kata Kunci: Perbandingan, Unsur Kebudayaan, Dongeng, Persamaan, Perbedaan
ANALISIS TEMATIK JAPANESE BUZZWORDS 2020 Windy Harsiwi
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i1.5446

Abstract

Abstrak Sejak tahun 1984 di Jepang, setiap tahunnya, sebuah perusahaan penerbitan bernama Jiyu Kokuminsha Co. Ltd. bekerja sama dengan U-Can selalu mengadakan pemilihan untuk mengetahui kata-kata yang populer dan banyak digunakan dalam tahun tersebut, pemilihan tersebut bernama “U-Can Shingo Ryukogo Taisho 2020” atau dalam bahasa Inggris diesbut U-Can New Words and Buzzwords. Ada 30 nominasi dalam polling tersebut setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah tren buzzwords di Jepang pada tahun 2020. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap pemahaman tren di Jepang pada tahun 2020 dari kategori kata-kata yang sering digunakan, atau populer di kalangan masyarakat pada tahun tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode Analisis Tematik. Dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat 5 kategori buzzwords tahun 2020, yaitu: (1) hiburan; (2) covid-19; (3) olahraga; (4) sosial; dan (5) politik. Sebaran kata menurut kategori tersebut adalah sebagai berikut: (1) 9 kata untuk kategori hiburan; (2) 17 kata untuk kategori covid-19; (3) 1 kata untuk kategori olahraga; (4) 2 kata untuk kategori sosial; dan (5) 1 kata untuk kategori politik. Kata kunci: Buzzwords, Covid-19, Jiyu Kokuminsha, New Words, U-Can Abstract Since 1984 in Japan, every year, a publishing company called Jiyu Kokuminsha Co. Ltd. in collaboration with U-Can always hold a polling to find out which words are popular and widely used that year, the polling is called “U-Can Shingo Ryukogo Taisho” or in English it is called U-Can New Words and Buzzwords. There are 30 nominations in the poll each year. This study aims to find out how the buzzwords trend in Japan in 2020. This research is expected to contribute to understanding trends in Japan in 2020 from the category of words that are often used, or popular among the public that year. This research is a qualitative research with thematic analysis method. From this study it was found that there are 5 categories of buzzwords in 2020, namely: (1) entertainment; (2) covid-19; (3) sports; (4) social; and (5) politics. The word distribution according to these categories is as follows: (1) 9 words for the entertainment category; (2) 17 words for the covid-19 category; (3) 1 word for sports category; (4) 2 words for social category; and (5) 1 word for the political category. Keywords: Buzzwords, Covid-19, Jiyu Kokuminsha, New Words, U-Can
Solusi Untuk Mengatasi Kesulitan Pembelajaran Bahasa Jepang Secara Daring di SMAN 2 Temanggung Nian Prastika Adhani; Ai Sumirah Setiawati; Yuyun Rosliyah; Heni Hernawati
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i1.6527

Abstract

This study was conducted to describe the difficulties of SMAN 2 Temanggung students in facing online Japanese learning during the Covid-19 pandemic and then find out the causes so that researchers can provide solutions. This study uses a quantitative descriptive method. The research sample was the entire population, namely 81 students from class XII IPA and XII IPS of SMA Negeri 2 Temanggung who participated in online Japanese language learning. Data was obtained through a questionnaire containing 4 indicators with 24 questions. The scale used is a Likert scale with an interval of 1-4. The validity of the research instrument was carried out with content validity and the reliability of the instrument was calculated using the Cronbach Alpha formula through the SPSS application. The data analysis technique was carried out using the percentage scale guideline model and the interpretation classification of the number of percentage answers according to Arikunto. Based on the results of the study, the average percentage was 56.21% which showed that more than half of XII IPA and XII IPS students had difficulty learning Japanese online. These difficulties are technical difficulties, difficulties when learning Japanese online takes place, difficulties in doing assignments and difficulties from the environment.
Kepribadian Tokoh Umine Zenko Pada Drama Sora Wo Kakeru Yodaka Ni Ketut Prihantini Widianingsih; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Betty Debora Aritonang
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i1.6723

Abstract

ABSTRACT The research entitled Umine Zenko’s Personality in the drama Sora wo Kakeru Yodaka, aims to describe the personality structure and her conflicts that underlies the personality of Umine Zenko. The data source of this research uses dialogue that shows the personality and conflicts that occur the character Umine Zenko in the drama Sora wo Kakeru Yodaka. The theory used in this research is the psychoanalytic theory of personality proposed by Sigmund Freud (1923). The data collect methods and techniques used in this research were listening method followed by note-taking technique. Furthermore, this research presented with an informal method. Results of this research are that Zenko’s personality structure is dominated by desires from id and ego decisions and when the desires of the id are not fulfilled, the death instinct that underlies aggressive and destructive actions as a result of the conflicts experienced by Umine Zenko can affect her personality. Keywods: Main Character, Drama, Personality, Personality Psychoanalysis ABSTRACT Penelitian yang berjudul Kepribadian Tokoh Umine Zenko Drama Sora wo Kakeru Yodaka ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian serta konflik yang mendasari kepribadian dari tokoh Umine Zenko. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini menggunakan dialog yang memperlihatkan kepribadian dan konflik yang terjadi pada tokoh Umine Zenko dalam drama Sora wo Kakeru Yodaka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Psikoanalisis Kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud (1923). Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode simak kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Selanjutnya, penelitian ini disajikan dengan metode informal. Hasil dari penelitian ini adalah struktur kepribadian Zenko didominasi oleh keinginan dari id dan keputusan ego dan ketika keinginan id tidak terpenuhi maka naluri kematian yang mendasari tindakan agresif dan destruktif akibat dari konflik yang dialami oleh Umine Zenko dapat mempengaruhi kepribadiannya. Kata kunci: Tokoh Utama, Drama, Kepribadian
Struktur Pembentuk Modalitas Ajakan Mashouka Serta Maknanya Rini Puji Astuti; Shofiyya Qonitina Dienillah; Dwinda Rizca Hartono; Akmal Syuhada
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i1.7310

Abstract

The mashouka form is a change of mashou form which is changed into a question form, only has the meaning of guru-pu gata no kanyuu which means collective invitation and does not have the meaning of hikikomi gata no kanyuu (invitation in the form of force). This study aims to find out the structure that forms the meaning of mashouka and the meaning it creates. Therefore, the research uses descriptive method to make descriptive data in the form of description or painting, factual and accurate about the facts, characteristics and relationships of the phenomena to be studied. The descriptive method will also facilitate the presentation of data results. The invitation form mashouka is a kanyuu hyougen of the shiyouka group. Structurally, it is a shiyou form of verb which is then converted into a question form (interrogative). The shiyouka invitation form belongs to the guru-pu gata no kanyuu group (collective invitation) which does not contain coercion. Usually, the form of invitation in Japanese is often accompanied by a persona pronomina either clearly or implicitly. The meaning arising from the use of this form of mashouka invitation emphasizes the speaker's desire to perform an action together / as a group.
Penggunaan Ateji Sebagai Retorika Bahasa Jepang Dalam Manga Mohammad Ali
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i1.9664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan ateji dalam manga sebagai bentuk retorika bahasa Jepang. Ateji dalam manga adalah sebutan untuk penggunaan huruf yang tidak sesuai hakikat dari pada suatu kosakata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tabloid manga mingguan shuukan shounen jump edisi nomor 1 tahun 2023. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat, sementara teknik analisis data dilakukan dengan tabulasi dan klasifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 gaya bahasa, 1. Metafora; 2. Metonimi; 3. Sinekdoke, yang menjadi indikasi bahwa penggunaan ateji dalam manga dapat diklasifikasikan sebagai sebuah bentuk retorika dalam bahasa Jepang.
Semiotika Riffaterre: Signifikansi Puisi Shirayuri Jima Karya Kaneko Misuzu Raharjo, Mentari Nur Addinda; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Meidariani, Ni Wayan
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i2.5312

Abstract

This article aims to determine the significance of the poem Shirayuri Jima by Kaneko Misuzu. The theory used in this research is Riffaterre's semiotic theory. Sources of data used in this study is primary data sources obtained from data collection using non-interactive methods. The data obtained were analyzed using a qualitative descriptive method, then presented with an informal method, namely the data is presented in the form of sentences that are good and can be understood easily. Based on the results of data analysis that has been obtained, it can be seen that the significance of Shirayuri Jima's poem is about someone with a closed personality who prefers to spend his time painting the imaginary world he creates.
Representasi Konsep Ganbaru pada Tokoh Etsuko Kono dalam Drama Jepang Jimi ni Sugoi (Analisis Semiotika John Fiske) Safira, Syiffa Erdi; Lusiana, Yusida; Kadafi, Muammar
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i2.6484

Abstract

Penelitian ini menggunakan objek penelitian berupa drama Jepang yang berjudul “Jimi ni Sugoi”, tokoh Etsuko Kono dalam drama Jepang ini memperlihatkan representasi dari konsep ganbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori semiotika John Fiske (The Codes of Television) yang terbagi menjadi tiga level analisis yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Konsep ganbaru merupakan karakter dari masyarakat Jepang yang memiliki arti melakukan yang terbaik dan tetap bertahan, konsep ini diperlihatkan pada keseharian Etsuko Kono yang terjadi dalam drama dan kemudian dianalisis melalui tiga level kode televisi milik John Fiske. Hasil dari penelitian pada level realitas, adanya hubungan antara kode kostum dan gerak tubuh dari Etsuko yang merepresentasikan konsep ganbaru. Lalu pada level representasi, kode dialog menjadi representamen yang merepresentasikan konsep ganbaru. Pada level ideologi, konsep ganbaru yang menggambarkan usaha dan perjuangan Etsuko Kono berusaha mengejar mimpinya dan bertahan pada posisinya seperti bagaimana arti dari konsep ganbaru tersebut. Kata kunci: Representasi, Ganbaru, Fiske, Kode Televisi
IKON, INDEKS, SIMBOL PADA LAGU LIGHT, CRYSTAL SNOW, DAN YOUR EYES TELL KARYA BTS Norika, Putu Dian; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Meilantari, Ni Luh Gede
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i2.6775

Abstract

Penelitian ini berjudul Ikon, Indeks, dan Simbol Pada Lirik Lagu Light, Crystal Snow, Your Eyes Tell Karya BTS dengan menggunakan teori semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sander Peirce. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data dari tiga lagu karya BTS dengan judul Light, Crystal Snow, dan Your Eyes Tell. Data diperoleh dengan mengunduh lagu Light, Crystal Snow, Your Eyes Tell Karya BTS lalu melakukan penelitian secara kualitatif dengan menggunakan metode simak dan catat. Hasil dari penelitian ditemukan ikon, indeks, dan simbol. Selain ditemukannya data berupa tanda, pada penelitian ini juga ditemukan data berupa makna yang diklasifikasikan beriringan dengan tanda tersebut. Kata kunci: tanda, makna, lirik lagu