cover
Contact Name
Anisa Arianingsih
Contact Email
-
Phone
+6285659247804
Journal Mail Official
sj@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur No.112-116, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang
ISSN : 23015519     EISSN : 23015527     DOI : https://doi.org/10.34010/js
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang is a journal published two times annually (May and November) by Japanese Department (Program Studi Sastra Jepang) Universitas Komputer Indonesia, Bandung. This journal consist of paper-based articles, fresh ideas about Japanese language, literature, culture and its teaching and learning, which have never been published before. Scientific articles dealing with Japanese Studies are particularly welcome.
Articles 87 Documents
Karakteristik Yakuwarigo Berdasarkan Gender dalam Game Ensemble Stars!! Music Raudyatuzzahra, Hasna; Arianingsih, Anisa
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i2.10853

Abstract

AbstractThis study aims to describe the types of yakuwarigo based on gender and the characteristics of yakuwarigo based on gender by characters in the game Ensemble Stars!! Music. The method used in this research is descriptive qualitative. The data collection in this study was conducted using the observation and note-taking technique to find yakuwarigo speech data. Based on the results of the research, there are 3 types of yakuwarigo based on gender used by 5 characters in the game Ensemble Stars!! Music, namely danseigo, joseigo, and onee kotoba. The total gender-based yakuwarigo data found was 194 data, of which 123 were danseigo data, 29 joseigo data, and 42 onee kotoba data. Of the three yakuwarigo, there are several lingual characteristics found, namely 9 pronominal words, 18 shuujoshi, 1 hyougen, 7 kandoushi, 1 meishi, and 1 doushi. Keywords: Yakuwarigo, Sosiolinguistic, Gender, Game AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis yakuwarigo berdasarkan gender dan karakteristik dari yakuwarigo berdasarkan gender yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam game Ensemble Stars!! Music. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan teknik simak catat untuk menemukan data tuturan yakuwarigo. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya 3 jenis yakuwarigo berdasarkan gender yang digunakan oleh 5 tokoh dalam game Ensemble Stars!! Music, yaitu danseigo, joseigo, dan onee kotoba. Total data yakuwarigo berdasarkan gender yang ditemukan adalah 194 data, yang diantaranya merupakan 123 data danseigo, 29 data joseigo, dan 42 data onee kotoba. Dari ketiga yakuwarigo tersebut, terdapat beberapa karakteristik lingual yang ditemukan, yaitu 9 kata pronomina, 18 shuujoshi, 1 hyougen, 7 kandoushi, 1 meishi, dan 1 doushi. Kata kunci: Yakuwarigo, Sosiolinguistik, Gender, Game
Representasi Konsep Uchi-Soto pada Ungkapan Sonkeigo dalam Animasi “Hataraku Maou-sama” Alifiantoro, Nur Aziiz; Juangsih, Juju; Judiasri, Melia Dewi
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i2.12540

Abstract

Abstract The study aims to analyze the form of sonkeigo expressions, the representation of uchi-soto concept in the Japanese animated series entitled “Hataraku Maou-sama”. This study uses a qualitative descriptive approach with passive participation methods with secondary data source. The source is oral data and transcripts of the dialogue of “Hataraku Maou-sama” with episodes from 1-13 and obtained from Bstation with a duration of 23 minutes each. The results showed that the prefixes and suffixes such are “o”, “go”, “-san” and “-sama” are widely used as expressions of sonkeigo because they are used to respect things related to the interlocutors, followed using sonkeigo special verbs. Based on the relationships between each character, the concept of soto is more often described in the usage of sonkeigo because of the unfamiliarity between each character, as well as the speaker assumes that the interlocutors are “outsiders”. It can be concluded that in the use of sonkeigo expression needs to consider the concept of uchi-soto to communicate smoothly. Keywords: sonkeigo; uchi-soto concept; special verbs Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk ungkapan sonkeigo dan representasi konsep uchi-soto pada serial animasi Jepang berjudul “Hataraku Maou-sama”. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi berperan serta pasif dengan jenis data sekunder. Sumber data penelitian ini berupa data lisan dan transkripsi dialog serial animasi “Hataraku Maou-sama” episode 1-13 dan diperoleh dari layanan streaming Bstation dengan durasi 23 menit setiap episodenya. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa prefiks dan sufiks “o”, “go”, “-san” dan “-sama” banyak digunakan sebagai ungkapan sonkeigo karena digunakan untuk menghormati hal-hal yang berhubungan dengan lawan tutur, dengan diikuti penggunaan verba khusus untuk mengungkapkan sonkeigo. Berdasarkan hubungan antartokoh, konsep soto lebih sering digambarkan dalam penggunaan sonkeigo oleh penutur karena ketidakakraban antartokoh, serta tokoh menganggap bahwa lawan tutur adalah “orang luar”. Dapat disimpulkan bahwa pada penggunaan ungkapan sonkeigo diperlukan pertimbangan konsep uchi-soto demi kelancaran berkomunikasi. Kata kunci: sonkeigo; konsep uchi-soto; verba khusus
Pembentukan Nama Marga Karakter Dalam Manga Haikyu!! Susanthy, Fifi; Ali, Mohammad
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i1.12860

Abstract

Abstract The aim of the research is to describe the surnames formation in the manga Haikyu!! which will be reviewed in terms of the meaning of each kanji that forms it. The research method used is a qualitative descriptive research method. The research object is the surnames of the 10 members of the Karasuno High School volleyball club who appear in the manga entitled "Haikyu!!" by Haruichi Furudate. The result of the research is that the 10 character surnames that appear as members of the Karasuno High School volleyball club can be classified into 2 types of name formation, namely 1. Based on the geographical location of where the person lives, there are 6 names of people; and 2. Based on the character of the person, there are 4 names of people. However, because the amount of data in this study was very limited, names formed from the person's occupation were not found. Therefore, it is necessary to carry out more in-depth research with a larger amount of data in order to obtain more comprehensive results. Keyword : Surname, Character, Manga, Haikyu!!, Formations Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang pembentukan nama keluarga karakter dalam manga Haikyu!! yang akan ditinjau dari segi makna setiap kanji pembentuknya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian adalah nama marga 10 anggota klub voli SMA Karasuno yang muncul dalam manga berjudul “Haikyu!!” karya Haruichi Furudate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama marga 10 karakter yang muncul sebagai anggota klub voli SMA Karasuno, dapat diklasifikasikan ke dalam 2 jenis pembentukan nama, yakni 1. Berdasarkan letak geografis tempat tinggal orangnya yang berjumlah 6 nama orang; dan 2. Berdasarkan karakter orangnya yang mana berjumlah 4 nama orang. Akan tetapi, dikarenakan jumlah data pada penelitian ini sangat terbatas, nama yang terbentuk dari pekerjaan orangnya tidak ditemukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam dengan jumlah data yang lebih banyak agar mendapatkan hasil yang lebih komprehensif..Kata kunci : Nama marga, Karakter, Manga, Haikyu!!, Pembentukan
ANALISIS PENERJEMAHAN KALIMAT ACAK BAHASA JEPANG KEDALAM BAHASA INDONESIA Wamafma, Dance
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i1.12871

Abstract

AbstractRandom sentences are a phenomenon of Japanese structure based on the distribution of structural components. The S Scrambling sentence for example places the position of the verb phrase in front of the subject, M Scrambling randomizes the beginning position of the sentence to the final position and the L Scrambling model places certain components across the clause boundaries. These sentences became the object of the Japanese source language (Bsu) which was transferred into Indonesian. The purpose of this study is to describe the location and meaning of the filler of functions, categories, and roles of sentences translated into Indonesian target languages (Bsa). Through the descriptive method of analysis carried out on the translation results of a group of student respondents, it was found that there was an extreme randomization of sentence function filler components, in the structure of functions, categories, and roles with the Japanese Bsu scramblingsentences. The large gap between the results of the Bsa translation and the core of the Bsu sentence provides an important warning for the teachers of the honyaku course, so that the development of translation techniques and methods arranges teaching to find the right translation model. Keywords: random, scrambling, translation; source language (Bsu); Target language (BSA) AbstrakKalimat acak merupakan satu fenomena struktur bahasa Jepang berdasarkan distribusi komponen strukturnya. Kalimat S Scrambling misalnya menempatkan posisi frase verbanya di depan subjek, M Scrambling mengacak posisi awal kalimat menjadi posisi akhir dan model L Scrambling menempatkan komponen tertentu melintasi batasan klausa. Kalimat-kalimat ini menjadi objek bahasa sumber (Bsu) Jepang yang dialihkan ke dalam bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan letak dan makna pengisi fungsi, kategori, dan peran kalimat hasil terjemahan bahasa sasaran (Bsa) Indonesia. Melalui metode deskriptif analisis yang dilakukan terhadap hasil terjemahan responden sekelompok mahasiswa, didapati adanya pengacakan komponen pengisi fungsi kalimat yang cukup ekstrim, pada struktur fungsi, kategori, dan peran dengan kalimat scrambiling Bsu Jepangnya. Begitu besarnya jarak hasil penerjemahan Bsa dengan inti kalimat Bsu tersebut memberikan peringatan penting bagi pengampu mata kuliah honyaku, agar pengembangkan teknik dan metode penerjemahan menata pengajaran untuk menemukan model penerjemahan yang tepat.Kata kunci: acak, srambling, penerjemahan; bahasa sumber (Bsu); bahasa sasaran (Bsa)
Kata dan Kimari Monku dalam Meishi Koukan Haryanti, Pitri
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i2.14410

Abstract

Abstract The purpose of this study is investigating the way (kata) and situasional expression in Japanese (kimari monku) in meishi koukan, or the culture of exchange business cards in Japan. The study employs a qualitative descriptive methodology. Data were gathered using library research approaches, which included reading books, literature, notes, and numerous associated papers. According to the study's findings, business cards have a symbolic significance that alludes to their owners, and there are standards for exchanging business cards in Japan that are both attitude-based and verbal (kimari monku). Understanding meishi koukan norms is critical for avoiding misunderstandings in Japanese business. This study demonstrates that culture shock may be used to learn Japanese culture; hence, more culture shock instances need to be investigated to understand Japanese culture. Keywords: culture learning, meishi koukan, kata, kimari monku Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meneliti mengenai aturan (kata) dan ungkapan bahasa Jepang (kimari monku) dalam meishi koukan atau budaya bertukar kartu nama di Jepang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik studi pustaka atau library research dengan yaitu melakukan penelaahan terhadap buku, literatur, catatan, serta berbagai jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa kartu nama memiliki nilai simbolis yang merujuk pada pemiliknya dan terdapat aturan baik dalam bersikap ataupun dalam verbal (kimari monku) dalam bertukar kartu nama di Jepang. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, pemahaman mengenai aturan meishi koukan sangat penting dalam bisnis di Jepang. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran budaya Jepang dapat dilakukan melalui kasus culture shock. Oleh karena itu, perlu penelitian kasus culture shock lainnya dalam pembelajaran budaya Jepang. Kata kunci: pembelajaran budaya, meishi koukan, kata, kimari monku
MAKNA PUISI HARU NO UTA KARYA SHINPEI KUSANO: KAJIAN SEMIOTIKA RIFFATERRE Ningsih, Ni Putu Diah Tirta; Meidariani, Ni Wayan
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 14 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v14i1.8669

Abstract

Abstract   This study aims to determine the meaning contained in the poem "Haru no Uta" by Shinpei Kusano by using Riffaterre's Semiotics theory. Michael Riffaterre is an expert who develops semiotic theory in the field of the meaning of poetry, this theory is outlined in his book entitled Semiotic of Poetry. The stages of analysis in this theory are (1) heuristic reading, (2) hermeneutic reading with the addition of indirect expressions, (3) searching matrices, models and variants, (4) hypograms. The data source used in this study is a primary data source, namely a poem entitled "Haru no Uta" obtained from a YouTube video "ondoku chaneru". The research method used in this study is a qualitative research method, and uses data collection techniques in the form of listening techniques and library techniques. Based on the stages of analysis, the results found in the poem "Haru no Uta" are that the poem means happiness and joy because it has managed to survive through life's obstacles.   Keywords: Meaning, Poetry, Riffaterre Semiotics   Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam puisi “Haru no Uta” karya Shinpei Kusano dengan menggunakan teori Semiotika Riffaterre. Michael Riffaterre merupakan seorang ahli yang mengembangkan teori semiotika di bidang makna puisi, teori tersebut dituangkan dalam bukunya yang berjudul Semiotic of Poetry. Tahapan analisis dalam teori tersebut berupa (1) pembacaan heuristik, (2) pembacaan hermeneutik dengan tambahan ketidaklangsungan ekspresi, (3) pencarian matriks, model dan varian, (4) hipogram. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa sumber data primer yaitu berupa sebuah puisi yang berjudul “Haru no Uta” yang diperoleh dari sebuah video youtube “ondoku chaneru”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan teknik pustaka. Berdasarkan tahapan-tahapan analisis, hasil yang ditemukan pada puisi “Haru no Uta” yaitu puisi tersebut bermakna kebahagiaan dan sukacita karena telah berhasil bertahan hidup dalam melewati rintangan hidup.   Kata kunci: Makna, Puisi, Semiotika Riffaterre
KOMUNIKASI NONVERBAL MAHASISWA MAGANG DI PERUSAHAAN JEPANG: KAJIAN TERHADAP KOMUNIKASI NONVERBAL SEKTOR PARIWISATA Amalia, Rika; Widianti, Susi; Bachri, Aep Saeful
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 14 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v14i1.13324

Abstract

Abstract   This study investigates the nonverbal communication practices experienced by Indonesian internship students in Japanese companies during the 2023–2024 period, with internship durations ranging from six months to one year. The research aims to identify the types of nonverbal communication employed, the contextual circumstances under which they occur, and the challenges faced by interns in adapting to a cross-cultural work environment. Utilizing a qualitative methodology, this study draws on participant observation and in-depth interviews with selected internship participants. The findings indicate that interns encountered significant challenges in interpreting and adjusting to Japanese nonverbal norms, particularly in facial expressions, body gestures, and the use of personal space. The study identified 19 common nonverbal gestures and 4 gestures categorized as informal or slang. These results underscore the critical role of nonverbal communication in intercultural interactions and highlight its implications for the development of intercultural competence and the success of students in international work settings.   Keywords: Nonverbal Communication, Types of Nonverbal Communication, Gestures   Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik komunikasi nonverbal yang dialami oleh mahasiswa magang asal Indonesia di perusahaan-perusahaan Jepang pada periode 2023–2024, dengan durasi magang antara enam bulan hingga satu tahun. Fokus penelitian mencakup identifikasi jenis komunikasi nonverbal yang digunakan, situasi-situasi yang melatarbelakanginya, serta tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja lintas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap sejumlah mahasiswa magang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mahasiswa menghadapi tantangan dalam memahami dan menyesuaikan diri terhadap norma komunikasi nonverbal di Jepang, khususnya dalam hal ekspresi wajah, gestur tubuh, dan penggunaan ruang pribadi. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi 19 jenis komunikasi nonverbal yang bersifat umum dan 4 gestur nonverbal yang bersifat informal atau slang. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap komunikasi nonverbal dalam konteks antarbudaya serta implikasinya terhadap pengembangan kompetensi interkultural dan kesiapan kerja global mahasiswa.   Kata Kunci: Komunikasi Nonverbal, Jenis Komunikasi Nonverbal, Gestur